Anda di halaman 1dari 5

KELOMPOK 7

HEMOLISA DAN KRENASIS

DISUSUN OLEH :
FATIMA ROSMAIDA SILITONGA

(0943050054)

ROHENDRIS TAMPUBOLON

(0943050028)

IBNU FERIYADI

(0943050062)

NOVA SAFITRI

(0943057007)

ALMIRA RACHMA

(09430 50060)

BONIFASIA IRENE MAGDALENA

(1043057004)

NURHANDRI FITRIANI

(1043057005)

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

TAHUN AJARAN 2011/2012

I.

II.

JUDUL

HEMOLISA DAN KRENASIS

TUJUAN
Untuk mengetahui mekanisme terjadinya krenasis dan hemolisa pada sel darah merah
manusia.

III.

TEORI
Hemolisis adalah pecahnya membran eritrosit, sehingga hemoglobin bebas ke dalam
medium sekelilingnya (plasma). Kerusakan membran eritrosit dapat disebabkan oleh
antara lain penambahan larutan hipotonis atau hipertonis ke dalam darah, penurunan
tekanan permukaan membran eritrosit, zat/unsur kimia tertentu, pemanasan atau
pendinginan, serta rapuh karena ketuaan dalam sirkulasi darah. Apabila medium di
sekitar eritrosit menjadi hipotonis (karena penambahan larutan NaCl hipotonis)
medium tersebut (plasma dan larutan) akan masuk ke dalam eritrosit melalui
membran yang bersifat semipermiabel dan menyebabkan sel eritrosit menggembung.
Bila membran tidak kuat lagi menahan tekanan yang ada di dalam sel eritrosit itu
sendiri, maka sel akan pecah, akibatnya hemoglobin akan bebas ke dalam medium
sekelilingnya. Sebaliknya bila eritrosit berada pada medium yang hipertonis, maka
cairan eritrosit akan keluar menuju ke medium luar eritrosit (plasma), akibatnya
eritrosit akan keriput (krenasi). Keriput ini dapat dikembalikan dengan cara
menambahkan cairan isotonis ke dalam medium luar eritrosit (plasma).
Isotonis :

larutan fisiologis NaCl 0,9% yang sama dgn cairan tubuh atau darah

Hipotonis :

larutan fisiologis lbh kecil dari NaCl 0,9 % (0,8 %; 0,6 %; 0,3 %;
0,1%)

Hipertonis :

larutan fisiologis lbh besar dari NaCl 0,9 % ( 1 %; 2 %)

IV.

ALAT DAN BAHAN


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

V.

Mikroskop
Kaca object dan cover glass
Lanset
Alkohol 70%
Kapas
Larutan NaCl 0,3% ; 0,9% ; 2%
Larutan HCl 0,1N

PROSEDUR KERJA
1. Usap ujung jari (biasanya jari yang digunakan adalah jari manis) probandus
dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi alcohol 70%, kemudian tusuk
dengan menggunakan lanset steril hingga keluar darah.
2. Teteskan darahpada 3 buah kaca benda, masing-masing satu tetes.
3. Pada kaca benda pertama tambahkan 2 tetes larutan NaCl 0,3%, tutup dengan
cover glass dan amati apa yang terjadi pada sel darah merah dengan menggunakan
mikroskop.
4. Pada kaca benda ke-2 tambahkan NaCl 0,9%, lakukan seprti perlakuan no.3
5. Pada kaca benda ke-3 tambahkan NaCl 2%, lakukan seperti perlakuan no.3
6. Gambarkan hasil pengamatan !

VI.

HASIL

VII.

PEMBAHASAN

Darah bila dimasukkan ke dalam larutan isotonis (NaCl 0,9%) tidak terjadi

perubahan apa-apa.
Darah bila dimasukkan ke dalam larutan hipotonis (NaCl 0,3%) membran akan
mengembang karena larutan hipotonis masuk ke dalam sel darah merah kemudian

pecah di satu tempat sehingga Hb keluar hemolisis.


Darah bila dimasukkan ke dalam larutan hipertonis (NaCl 2%) membran akan
ditarik kesegala arah pecah di banyak tempat sehingga sel darah merah
mengkerutHb juga keluarkrenasis.

VIII.

KESIMPULAN
Krenasi adalah pengkerutan sel darah merah yang berda dalam keadaan hipertonik.
Hemolisis terjadi jika larutannya hipotonik.