Anda di halaman 1dari 6

Manajemen Sains

Pada prinsipnya suatu organisasi/perusahaan merupakan wadah sebagai tempat


untuk bekerja sama di bawah pimpinan (manager) organisasi tersebut dalam
rangka mencapai tujuan (objectives) organisasi/perusahaan.
Organisasi mengubah input (Man, money, material, machine) untuk mencapai
output terbaik (the best output) yang bisa berupa produksi barang/jasa untuk
mendapatkan profit (maximum revenue/profit).
Pada prakteknya pimpinan perusahaan dihadapkan pada kenyataan adanya
pembatasan-pembatasan (limitation) seperti persediaan bahan baku, tenaga yang
terampil terbatas, biaya yang terbatas, alat transport, gudang penyimpanan yang
terbatas, dsb. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana caranya dengan
keadaan input yang serba terbatas ini dicapai output yang seoptimal mungkin.
Sains manajemen adalah penerapan ilmiah yang menggunakan pendekatan ilmiah
untuk memecahkan masalah manajemen; dalam rangka membantu manajer untuk
mengambil keputusan yang baik.
Sains manajemen meliputi pendekatan logika pada pemecahan masalah (secara
ilmiah dan sesuai logika.
Langkah-langkah sains manajemen :
- Pengamatan atau Observasi
- Definisi masalah
- Pembuatan model
- Cara Pemecahan model
- Pelaksanaan hasil pemecahan
Yang dimaksud dengan langkah-langkah Sains Manajemen tersebut diatas adalah :
1. Observasi
Mengenali dan mempelajari masalah-masalah yang terdapat dalam
organisasi/sistem agar masalah dapat diketahui pada saat terjadi atau bisa
diantisipasi sebelumnya.
2. Definisi Masalah
Masalah harus dapat dijabarkan dengan singkat dan jelas. Tujuan perusahaan yang
telah dirumuskan akan membantu mengetahui masalah sebenarnya
3. Pembuatan Model
Suatu model sains manajemen merupakan penyajian yang ringkas dari situasi
masalah yang sedang berjalan.
4. Solusi
Program linear matematika (Metoda grafis, simpleks, transportasi, penugasan,
dsb), Teknik Probabilistik, Teknik Jaringan Teknik Lain (Simulasi, peramalan,
persediaan,analisis hierarki, dsb)
5. Pelaksanaan
Tahapan dalam penerapan Manajemen sains:
1. Merumuskan atau menganalisis persoalan sehingga jelas tujuan yang akan

dicapai (objectives)
2. Pembentukan Model matematika untuk mencerminkan persoalan yang akan
dipecahkan. Model untuk menggambarkan hubungan antara input dan output serta
tujuan yang akan dicapai dalam bentuk objective function.
3. Mencari pemecahan dari model yang telah dibuat dalam tahap sebelumnya,
misalnya dengan menggunakan simpleks.
4. Menguji model dan hasil pemecahan dari penggunaan model (validasi).

METODE GRAFIK
Cara grafik lebih mudah ditangkap karena mudah dilihat pembatasanya secara
visual, hanya saja sebagai kelemahannya adalah terbatas pada maksimal 2 varibel.
Jika lebih dari dua variabel sebaiknya menggunakan metode simpleks yang akan
dijelaskan pada pertemuan berikutnya
Cara grafik ini akan lebih mudah dengan menggunakan contoh langsung dengan
prosedur sebagai berikut :
1. Rumuskan persoalan menjadi persoalan LP (jelas fungsi objektif dan
batasannya)
2. Gambarkan kurva dari setiap batasan yang ada ;
3. Tentukan titik ekstrim (vertex) dan daerah yang fisibel dengan memberikan
tanda arsir;
4. Gambarkan kurva fungsi objektif dengan memberikan nilai sembarang (pilih
angka yang mudah dibagi nilai koefisien dari setiap variabel yang tercantum
dalam fungsi objektif;
5. Tarik garis sejajar dengan garis kurva fungsi objektif sampai garis tersebut
memotong salah satu titik ekstrim yang memberikan nilai Z optimum
(maksimum/minimum);
6. Dari titik ekstrim yang didapat di point 5 tarik garis sejajar X1 sehingga
memotong X2 dan sebaliknya sehingga Z-nya akan didapatkan

FORMULASI MODEL
Program linear merupakan model yang terdiri dari hubungan linear yang
menggambarkan keputusan perusahaan dengan suatu tujuan dan batasan sumber
daya tertentu.
Ada tiga tahap dalam penggunaan linear programming:
1. Masalah harus dapat diidentifikasikan sebagai sesuatu yang dapat diselesaikan
dengan program linear.
2. Masalah uang tidak terstruktur harus dapat dirumuskan dalam model
matematika, sehingga menjadi terstruktur.
3. Model harus diselesaikan dengan teknik matematika yang telah dibuat.
Model program linear terdiri dari :
Variabel keputusan yang merupakan symbol matematis dari tingkat aktivitas
Fungsi tujuan merupakan hubungan linear dari

Perumusan persoalan Linear Programming


Syarat-syarat Linear Programming :
1. Fungsi objectives harus didefinisikan dengan jelas dan dinyatakan sebagai
fungsi objective yang linear.
2. Misalnya; Hasil penjualan harus maksimum, jumlah Biaya transport harus
minimum
3. Harus ada alternatif pemecahan untuk dipilih salah satu yang terbaik.
4. Sumber-sumber dan aktivitas mempunyai sifat additivity (ditambahkan)
5. Fungsi objektif dan ketidaksamaan untuk menunjukkan adanya pembatasan
harus linear.
6. Variabel keputusan harus positif (xj 0, untuk semua j).
7. Sumber-sumber dan aktivitas mempunyai sifat divisibility (dapat dibagi).
8. Sumber-sumber dan aktivitas mempunyai finiteness (jumlah yang terbatas).
9. Constant returns to scale, aktivitas harus proposional terhadap sumber-sumber.
10. Deterministik, sumber dan aktivitas diketahui secara pasti (Single valued
expectations);
Dalam model program linear hanya dijelaskan bahwa terdapat satu tujuan yang
akan dicapai yaitu Maksimasi atau Minimasi. Akan tetapi, organisasi sering
mempunyai lebih dari satu tujuan, beberapa diantaranya mungkin tidak ada
hubungannya dengan keuntungan atau biaya. Suatu organisasi atau perusahaan
yang memiliki beberapa kriteria untuk mengambil keputusan, bukan hanya satu
tujuan, mempertimbangkan beberapa proyek riset dan pengembangan, biaya dan
waktu yang dibutuhkan proyek, sekaligus mempertimbangkan potensi keuntungan
pada saat melakukan seleksi.
Jadi dalam manajemen sains ini akan dibahas tiga cara/teknik yang akan
digunakan untuk memecahkan masalah yaitu : program tujuan (goal
programming), proses analisis dan model perhitungan.

LINEAR PROGRAMMING
Linear Programming dimulai bersamaan dengan analisa Input-Output yang
dikembangkan oleh W.W. Leontief, suatu tabel yang menggambarkan hubungan
antar sektor ekonomi yang saling mempengaruhi yang berguna untuk dasar
perencanaan nasional. Pada tahun 1940 Hitchcock dan Koopman mempelajari
transportation type problem.
Program linear merupakan model yang terdiri dari hubungan linear yang
menggambarkan keputusan perusahaan dengan suatu tujuan dan batasan sumber
daya tertentu.
Perumusan persoalan Linear Programming
Model program linear terdiri dari variable keputusan, fungsi tujuan dan batasanbatasan, yaitu :
Variabel keputusan merupakan simbol matematis dari tingkat aktivitas
Fungsi tujuan merupakan hubungan linear dari tujuan operasi

Batasan merupakan hubungan linear dari batasan atas pengambilan keputusan


Syarat-syarat Linear Programming :
1. Fungsi objectives harus didefinisikan dengan jelas dan dinyatakan sebagai
fungsi objective yang linear.
Misalnya; Hasil penjualan harus maksimum, jumlah Biaya transport harus
minimum
2. Harus ada alternatif pemecahan untuk dipilih salah satu yang terbaik.
3. Sumber-sumber dan aktivitas mempunyai sifat additivity (ditambahkan)
4. Fungsi objektif dan ketidaksamaan untuk menunjukkan adanya pembatasan
harus linear.
5. Variabel keputusan harus positif (xj 0, untuk semua j).
6. Sumber-sumber dan aktivitas mempunyai sifat divisibility (dapat dibagi).
7. Sumber-sumber dan aktivitas mempunyai finiteness (jumlah yang terbatas).
8. Constant returns to scale, aktivitas harus proposional terhadap sumber-sumber.
9. Deterministik, sumber dan aktivitas diketahui secara pasti (Single valued
expectations);

ANALISIS BREAK EVENT (TITIK IMPAS)


Analisis Break Event merupakan contoh untuk mengembangkan diskusi mengenai
perumusan dan pemecahan model karena analisis ini relatif sederhana dan dikenal
banyak orang.
Tujuan analisis break event adalah untuk menentukan jumlah unit produk (volume
produksi) yang akan dijual dan diproduksi sehingga pendapatan total akan sama
dengan biaya total. Pada titik ini dimana nilai keuntungannya adalah sama dengan
nol.
Komponen dari analisis break event ini ada tiga yaitu, volume (quantity), biaya,
dan keuntungan (profit). Volume adalah tingkat pendapatan atau produksi
perusahaan (kuantitas) yang diproduksi dan dijual. Sedangkan biaya biasanya
dalam proses produksi terdiri dari biaya tetap (Fixed Cost) dan biaya tidak tetap
(Variable Cost). Untuk keuntungan (Z) berhubungan dengan pendapatan total
(Total Revenue) dengan biaya total (Total Cost). Semuanya itu dimana dapat
dirumuskan sebagai berikut :
Total Cost (TC) = Fixed Cost + Quantity x Variable Cost
Total Revenue (TR) = Price x Quantity
Profit (Z) = TR TC
Atau Z = TR - (FC + Q. VC)
Z = P. Q - (FC + Q. VC)
sedangkan
BEP = Z = 0 = P. Q - (FC + Q. VC)

MODEL Dalam Managemen Sain

Perumusan persoalan merupakan suatu proses yang berurutan yang akan


digunakan untuk menentukan arah kegiatan selanjutnya, menentukan data apa saja
yang harus dikumpulkan supaya relevan dengan persoalan yang akan dipecahkan.
Komponen persoalan dikelompokkan ke dalam 4 kelompok:
1. Decision maker/Policy maker
2. Objectives (tujuan)
3. Sistem Organisasi (yang melibatkan Man, money, material) yang terbatas untuk
mencapai ouput yang optimum
4. Alternatives cources of action (alternative untuk memilih tindakan yang mampu
memberikan the best alternative).
Pengertian model
Model merupakan suatu representase dari suatu sistem yang nyata yang sedang
kita pelajari (bisa berupa objek, kejadian, proses atau suatu sistem) dan digunakan
sebagai alat untuk meramalkan dan mengontrol (mempunyai fungsi untuk
menjelaskan).
A reflection of reality(pencerminan dari suatu kenyataan hidup).
Jenis-jenis model :
1. Iconic (fisik)
Merupakan model yang menggambarkan secara fisik, mewakili aspek tertentu dari
suatu sistem sehingga mudah dilihat/visually.
Contohnya; maket gedung/rumah, globe, miniatur kapal terbang, peta, blueprint,
foto dsb.
2. Analogue (diagramatis)
Merupakan model yang menggunakan/memanfaatkan sifat-sifat atau ciri-ciri dari
suatu sistem untuk dipelajari/diteliti.
Contohnya; arus air yang mengalir pada pipa digunakan sebagai analog arus
listrik yang mengalir melalui kawat/kabel, kurva distribusi frekuensi, flow chart
3. Symbolic (matematis)
Model yang menggunakan simbol-simbol untuk mewakili ciri-ciri dari sistem
yang sedang dipelajari dengan menggunakan satu set persamaan matematik
4. Simulasi
Yaitu model-model yang meniru tingkah laku sistem dengan mempelajari
interaksi komponen- komponennya. Biasanya digunakan untuk memecahkan
sistem yang kompleks yang tidak bisa dipecahkan/ diselesaikan secara matematis.
5. Heuristic (historis)
Yaitu suatu metode pencarian yang didasarkan atas intuisi atau aturan-aturan
empiris untuk memperoleh solusi yang lebih baik daripada solusi yang telah
dicapai sebelumnya.
Komponen persoalan dikelompokkan ke dalam 4 kelompok:
1. Decision maker/Policy maker
2. Objectives (tujuan)
3. Sistem Organisasi (yang melibatkan Man, money, material) yang terbatas untuk
mencapai ouput yang optimum
4. Alternatives cources of action (alternative untuk memilih tindakan yang mampu
memberikan the best alternative).

Sejarah Singkat Manajemen Sains


Permasalahan optimisasi sudah ada sejak adanya usaha untuk menggunakan
pendekatan ilmiah (scientific approach) di dalam memecahkan persoalan
manajemen suatu organisasi. Kegiatan ini dimulai di kalangan militer pada
permulaan Perang Dunia Kedua. Inggris mengumpulkan para ahli/ilmuwan untuk
melakukan suatu penelitian dimana adanya suatu kebutuhan yang mendesak,
karena perang, untuk mengalokasikan sumber-sumber (input) yang terbatas guna
melayani berbagai operasi militer di setiap operasi secara efektif dan efisien (to do
research on military operation). Begitu juga dengan Amerika Serikat.
Keberhasilan penerapan riset Operasi di bidang militer ini menarik perhatian para
pengusaha di bidang industri.
Setelah PD II ada dua faktor yang mendorong perkembangan RO yaitu :
1. Adanya beberapa ahli yang memberikan kontribusi terhadap pemecahan
masalah RO secara matematis,
George Danzig, pada tahun 1947 menemukan metode simpleks untuk
memecahkan masalah linear programming.
A.K.Erlang, insinyur dari Denmark pada tahun 1910 bereksperimen tentang
automatic dialing equipment (perhitungan keterlambatan/delay) dan penelitian
dilanjutkan pada tahun 1917 yang menerbitkan buku Solution of some problems
in the theory of probabilities of significance in Automatic Exhange. Setelah PD
II hasil penelitiannya diperluas penggunaannya dalam teori antrian (queues or
waiting line).
2. Berkembangnya penggunaan Electric Data Processing (computer) yang
mempunyai kemampuan perhitungan dan memori yang lebih dari kemampuan
manusia, yang memacu perkembangan RO hampir di semua bidang yang sifatnya
kuantitatif antara lain dalam manajemen, khususnya planning.