Anda di halaman 1dari 1

ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI INDUSTRI DI KABUPATEN

LAMONGAN
Sektor pertanian di Kabupaten lamongan dapat dikatakan sebagai salah satu penggerak
utama dari roda perekonomian. Bahkan Kabupaten Lamongan menjadi salah satu sentra
produksi padi di Indonesia. Hal ini dapat terjadi karena wilayah ini mempunyai lahan
pertanian yang luas serta memiliki tingkat kesuburan yang tinggi jika dibandingkan dengan
beberapa daerah tetangga Kabupaten Lamongan seperti Kabupaten Gresik dan Surabaya.
Salah satu bentuk dari pentingnya sektor pertanian di Kabupaten Lamongan adalah
penyerapan tenaga kerja.
Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lamongan menyebabkan adanya peningkatan
berbagai pembangunan infrastruktur seperti jalan raya. Sebagai Kabupaten yang mempunyai
lokasi strategis yaitu terletak di sepanjang jalur pantura serta menjadi kota yang memiliki
UMR rendah dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Gresik.UMR Kabupaten
Lamongan Tahun 2016 hanya Rp. 1573.000 sedangkan UMR Kabupaten Gresik Rp.
3.042.500. Selain itu pembangunan pabrik-pabrik semakin meningkat seiring pertumbuhan
ekonomi yang semakin tinggi. Sebagai implikasinya permintaan lahan untuk kegiatan non
pertanian meningkat, sehingga banyak lahan pertanian yang beralih fungsi. Adanya alih fungsi
lahan menjadi industri tersebut antara lain dikarenakan oleh peningkatan jumlah tenaga kerja
yang pengangguran, harga jual lahan pertanian yang murah serta ditunjang dengan minimnya
Upah Minimum Regional (UMR) dibandingkan daerah tetangga sehingga menyebabkan
banyak investor yang ingin menanamkan modal untuk mengembangkan industrinya di
Kabupaten Lamongan. Kondisi tersebut, membuat berkurangnya lahan pertanian 30 ribu
hektar di kabupaten lamongan. Dari total lahan pertanian seluas 79 ribu hektar, telah
digunakan para investor untuk industrialisasi. Jumlah tersebut, belum termasuk maraknya
perumahan-perumahan yang setahun terakhir ini kian menjamur di kawasan lamongan.
Contoh perusahaan yang mengembangkan industrinya di Kabupaten Lamongan seperti
PT. Buildyet Indonesia, PT. Bumi Menara Internusa, PT Esten Logistik, PT Hatni, PT Star
Puff , PT Hasil Laut, PT Omya, PT. Kebun Tebu Mas, PT. Jayabrix Indonesia, PT New Era
Rubberindo dst.
Strategi pengendalian alih fungsi lahan pertanian yang bertumpu pada partisipasi
masyarakat adalah dengan melibatkan peran serta aktif segenap pemangku kepentingan
(stakeholders) sebagai entry point perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian
(fokus analisis) perundang-undangan dan peraturan yang ada. Mengingat lebih gencarnya
proses alih fungsi lahan di Kabupaten Lamongan, maka fokus utamanya adalah penegakan
(enforcement) perundang-undangan dan peraturan alih fungsi lahan secara konsekuen oleh
Pemerintah.