Anda di halaman 1dari 12

Menggapai Komunitas Santri Melalui Keunggulan Bersaing

Untuk Meningkatkan Kinerja Industri Kecil Kopiah


Pemasaran Strategik

Oleh :
Drs.Ec.Gendut Sukarno,MS
Resi Permanasari,SE.M.Sc

YAYASAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN


UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR
FAKULTAS EKONOMI

2
MENGGAPAI KOMUNITAS SANTRI MELALUI KEUNGGULAN BERSAING
UNTUK MENINGKATKAN KINERJA INDUSTRI KECIL KOPIAH
ABSTRACT
Marketing competence is the ability and performance level of marketing that
supports the achievement of corporate strategic goals. Such a condition requires the
company to be able to explore and develop sources of competitive advantage in order to
survive. This study aims to examine the concept of competitive advantage in marketing
to the performance of small cap industry in Gresik regency. This research is aimed as
an alternative solution for the small cap industry in exploring the sources of competitive
advantage in order to improve the performance of small and medium enterprises
[SMEs] in Indonesia.
The population in this study is the owner and the entire small cap industry
employees in Gresik regency. The sample in this study were employees, owners of small
cap industry in Gresik regency with as many as 100 people. Analytical techniques used
in this study is Structural Equation Modeling [SEM]. Measurement technique using a
variable interval scale, using the method of semantic differences [semantic differentials
scale].
The results showed that the sources of competitive advantage in marketing the
positive significant effect on the performance of small cap industry in Gresik regency.
Keywords: Sources of competitive advantage in marketing, the performance of small
industries.

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Perkembangan dan perubahan lingkungan yang begitu cepat dan dramatis,
termasuk perubahan selera konsumen, kemajuan teknologi serta perubahan sosial
ekonomi, telah mengakibatkan timbulnya persaingan bisnis dalam berbagai industri
yang begitu ketat. Perkembangan dan perubahan terjadi secara lintas geografis. Secara
populer perkembangan tersebut dikenal dengan istilah globalisasi. Kondisi yang
demikian menuntut perusahaan untuk bisa menggali dan mengembangkan sumbersumber keunggulan bersaing agar dapat bertahan hidup. Sumber keunggulan bersaing
dapat ditemukan dari kemampuan manajemen dalam menggali kompetensi bidangbidang fungsional perusahaan yaitu kompetensi bidang pemasaran, pengembangan dan
desain produk serta produksi.

3
Sumber keunggulan bersaing mempunyai tanggung jawab besar terhadap dua
belas prioritas kompetitif, yaitu : citra merek, promosi iklan, identifikasi pasar,
kemampuan, penetapan harga, pelayanan, produk, distribusi, penjualan dan reputasi
perusahaan. (Sukarno, 2009 : 559)
Kinerja perusahaan adalah tingkat pencapaian prestasi perusahaan yang diukur
dalam bentuk hasil-hasil kerja atau performance outcome (Rue & Byard, 1997).
Berdasar hasil penelitian Szimansky, dkk. (1993) indikator pengukuran kinerja dan
keunggulan bersaing yang paling sering digunakan adalah market share dan
profitabilitas.
Kabupaten Gresik tahun 2009, jumlah pesantren di kabupaten itu mencapai 60
buah dengan jumlah santri sebanyak 22.152 orang2. Kehadiran pondok pesantren
dengan para santrinya itu telah menciptakan lahan bisnis tersendiri bagi masyarakat
Gresik, khususnya di bidang kebutuhan pakaian khas para santri laki-laki seperti kopiah.
Untuk meningkatkan daya saing perusahaan, salah satu cara yang bisa ditempuh
adalah

dengan

mengembangkan

kapabilitas

ataupun

kompetensi

(Tambunan, 2001). Penelitian ini mencoba melihat pengaruh

perusahaan

keunggulan bersaing

bidang pemasaran terhadap kinerja industri kecil kopiah.


2. Perumusan Masalah
Atas dasar latar belakang diatas, maka penelitian ini mempunyai perumusan
masalah sebagai berikut : Apakah sumber-sumber keunggulan bersaing bidang
pemasaran berpengaruh terhadap kinerja industri kecil kopiah di Kabupaten Gresik ?

B. LANDASAN TEORI
1. Konsep Keunggulan Bersaing (Competitive Advantage)
Keunggulan bersaing berkaitan dengan cara bagaimana perusahaan memilihan
benar-benar dapat melaksanakan strategi generik ke dalam praktik (Porter, 1994).
Semua bagian yang ada dalam organisasi, baik yang berupa sumber daya maupun
aktifitas, dapat menjadi keunggulan bersaing melalui 3 alternatif strategi: cost
leadership, differentiation, atau focus. Analisis keunggulan bersaing menunjukkan
perbedaan dan keunikannya di antara para pesaing. Sumber keunggulan bersaing itu
adalah keterampilan, sumber daya dan pengendalian yang superior. Keterampilan yang
superior memungkinkan organisasi untuk memilih dan melaksanakan strategi yang akan

4
membedakan organisasi dari persaingan. Keterampilan mencakup kemampuan teknis,
manajerial dan operasional.
2. Indikator Keunggulan Bersaing
Kompetensi pemasaran merupakan kemampuan dan tingkat kinerja bidang
pemasaran yang mendukung tercapainya tujuan strategik perusahaan. Besarnya
kompetensi pemasaran dihitung dengan mengetahui nilai total kinerja faktor-faktor
keunggulan bersaing dikalikan dengan tingkat pentingnya faktor-faktor tersebut dan
besarnya persentase tanggung jawab bidang pemasaran (Purnama, 2003, 107) : a) Merek
dapat berupa nama;

b) Promosi; c) Identifikasi pasar sasaran; d) Produk; e).

Penetapan harga; f) Saluran distribusi; g) Mendesain saluran distribusi.


Sumber keunggulan bersaing sangat mempengaruhi reputasi perusahaan (sebagai
sumber keunggulan bersaing yang keduabelas). Menurut beberapa pakar manajemen,
reputasi perusahaan yang baik pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan
profitabilitas perusahaan yang salah satunya bisa melalui perluasan pangsa pasar.
3. Kinerja Industri Kecil
Secara lisan dan tulisan, banyak pihak menggunakan istilah yang berbeda
untuk membahas industri kecil ini. Di samping digunakan istilah industri kecil (small
industry), ada sejumlah istilah lain yang bermakna sama, seperti : usaha kecil (small
business), perusahaan kecil (small enterprise atau small firm), usaha skala kecil (small
scale busines ) dan lain-lain. Ada yang menyatakan industri kecil adalah sektor,
sedangkan industri kecil adalah subsektor. Anggapan ini sebaiknya diabaikan saja
karena semua istilah itu pada dasarnya memiliki kadar yang sama.
4. Pengukuran Kinerja
Menurut Mulyadi (2001:434) terdapat tiga macam ukuran yang dapat
digunakan untuk mengukur kinerja secara kuantitatif yaitu : a. Ukuran Kriteria
Tunggal (Single Criteria); b. Ukuran Kriteria Beragam (Multiple Criteria); c.Ukuran
Kriteria Gabungan (Composite Criteria)
5.

Indikator Kinerja Perusahaan


Kinerja perusahaan yang merupakan tingkat pencapaian prestasi industry

kecil yang diukur dalam bentuk hasil kerja dengan indicator (Muljaningsih dan
Sukarno, 2011:148) : a). Pertumbuhan Penjualan; b) Profitabilitas.

5
6. Model Konseptual

X1.1
X1.2.
X1.3
X.1.4

Y.1.1
sumber-sumber
keunggulan
bersaing (X)

Kinerja
Perusahaan (Y)

X.1.5

Y.1.2
Y.1.3

X.1.6
X.1.7

7. Hipotesis
Berdasarkan permasalahan dan teori diatas maka hipotesis pada penelitian ini
adalah : Sumber-sumber keunggulan bersaing berpengaruh positif terhadap kinerja
Industri Kecil Kopiah di Kabupaten Gresik.
C. METODOLOGI PENELITIAN
1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
1.1. Sumber-Sumber Keunggulan Bersaing (X)
Adalah kemampuan dan tingkat kinerja bidang pemasaran Industri Kecil yang
mendukung tercapainya tujuan strategic dengan indicator (Sukarno, 2009, 568)
X1 :

Promosi Periklanan merupakan salah satu program bauran pemasaran yang pada
hakekatnya merupakan suatu bentuk komunikasi dimana sendernya adalah
pihak pemasar.

X2 :

Kemampuan Memenuhi Tuntutan Pasar Sasaran merupakan permintaan pasar


yang harus dipenuhi oleh pihak produsen

X3 :

Penetapan harga merupakan strategi industry kecil dalam menentukan harga


sesuai dengan kualitas produk tersebut.

X4 :

Luasnya Lini Produk merupakan variasi produk.

X5 :

Luasnya Cakupan Distribusi merupakan luasnya saluran pemasaran perusahaan

6
X6 :

Distribusi Selektif merupakan proses penyebaran produk dari produsen ke


konsumen melalui penseleksian wilayah.

X7 : Penguasaan Penjualan merupakan penguasaan wilayah-wilayah penjulan produk.


1.2. Kinerja Industri Kecil (Y)
Adalah tingkat pencapaian prestasi Industri Kecil yang diukur dalam bentuk hasil kerja
dengan indicator (Muljaningsih dan Sukarno, 2011:148) :
Y1 : Pertumbuhan Penjualan merupakan peningkatan hasil penjualan yang diperoleh
perusahaan
Y2 : Profitabilitas merupakan tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan
2. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan Industri Kecil Menengah
industry Kecil di Kabupaten Gresik. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan,
pemilik industry kecil sebanyak 100 orang.
3. Teknik Analisis
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Struciural Equation
Modelling [SEM]. Model pengukuran mengunakan Confirmatory Factor Analysis.
Penaksiran pengaruh masing masing variabel bebas terhadap variabel terikatnya
menggunakan koefisien jalur. Beberapa uji yang dilakukan dalam Confirmatory Factor
Analysis adalah : Uji Validitas, Uji Reabilitas, Pengujian Model dengan One Step
Approach dan Pengujian Hubungan Kausal
D. HASIL dan PEMBAHASAN
1. Uji Reliabilitas
Terjadi eliminasi karena nilai item to total correlation indikator

belum

seluruhnya 0,5. Indikator yang tereliminasi tidak disertakan dalam perhitungan


cronbach's alpha. Perhitungan cronbach's dilakukan setelah proses eliminasi.
Hasil pengujian reliabilitas konsistensi internal untuk setiap construct di tabel 1 berikut
menunjukkan hasil cukup baik dimana koefisien Cronbachs Alpha yang diperoleh
belum seluruhnya memenuhi rules of thumb yang disyaratkan yaitu 0,7 [Hair
et.al.,1998].

7
Tabel 1. Pengujian Reliability Consistency Internal
Konstrak

Indikator

Competitive
Advantage
Sources

Company
Performance

X1
X2
X3
X4
X5
X6
X7
Y1
Y2

Item to Total
Correlation
0.570
0.707
0.670
0.355
0.481
0.366
0.569
0.867
0.809
: tereliminasi

Koefisien Cronbach's Alpha

0.637

0.574

Sumber : Hasil olah data


2. Uji Validitas
Tabel 2. Hasil Uji Validitas
Konstrak

Indikator

X1
X2
X3
X5
X7
Y1
Company
Performance
Y2
Sumber : Hasil olah data
Competitive
Advantage
Sources

1
0.586
0.777
0.745
0.269
0.410

Faktor Loading
2
3

0.996
0.410

Berdasarkan hasil confirmatory factor analysis terlihat bahwa factor loadings


masing masing butir pertanyaan yang membentuk setiap construct belum seluruhnya
0,5, sehingga butir-butir instrumentasi setiap konstruk tersebut dapat dikatakan
validitasnya cukup baik.
3. Evaluasi Model One-Steep Approach to SEM
Hasil estimasi dan fit model one step approach to SEM dengan menggunakan
program aplikasi Amos 4.01 terlihat pada Gambar dan Tabel Goodness of Fit di bawah
ini.

8
Gambar 1.

MODEL PENGUKURAN & STRUKTURAL


Competitive Advantage Sources, & Company Performance
Model Specification : One Step Approach - Base Model
er_1
er_2
er_3
er_4
er_5
er_6
er_7

1
1
1
1
1
1
1

X1
X2
X3
X4

1
Competitive
Advantage
Sources

d_cp
1

0,005

1 Y1 er_8
Company
PerformanceY2 1er_9

X5
X6
X7

Tabel 3. Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Indeces


Kriteria
Hasil
Cmin/DF
3.362
Probability
0.000
RMSEA
0.154
GFI
0.815
AGFI
0.692
TLI
0.473
CFI
0.604
Sumber : Hasil olah data

Nilai Kritis
2,00
0,05
0,08
0,90
0,90
0,95
0,94

Evaluasi Model
kurang baik
kurang baik
kurang baik
kurang baik
kurang baik
kurang baik
kurang baik

Dari hasil evaluasi terhadap model one step base model ternyata dari semua
kriteria goodness of fit yang digunakan, seluruhnya belum menunjukkan hasil evaluasi
model yang baik, berarti model belum sesuai dengan data. Artinya, model konseptual
yang dikembangkan dan dilandasi oleh teori belum sepenuhnya didukung oleh fakta.
Berdasarkan uji Reliability Consistency Internal terdapat indikator tereliminasi.
Sehingga model berubah dan dimodifikasi sebagaimana terdapat di bawah ini.

9
Gambar 2
MODEL PENGUKURAN & STRUKTURAL
Competitive Advantage Sources, & Company performance
Model Specification : One Step Approach - Elimination Modification Model
er_1
er_2
er_3
er_5
er_7

1
1
1
1
1

X1
1

X2
X3

Competitive
Advantage
Sources

d_cp

1
1

Company
Performance

Y1
Y2

1
1

0,005
er_8
er_9

X5
X7

Tabel 4. Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Indeces


Kriteria
Hasil
Cmin/DF
1.209
Probability
0.265
RMSEA
0.046
GFI
0.959
AGFI
0.912
TLI
0.965
CFI
0.978
Sumber : Hasil olah data

Nilai Kritis
2,00
0,05
0,08
0,90
0,90
0,95
0,94

Evaluasi Model
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik

Dari hasil evaluasi terhadap model one step elimination approach modifikation
ternyata dari semua kriteria goodness of fit yang digunakan, seluruhnya menunjukkan
hasil evaluasi model yang baik, berarti model telah sesuai dengan data. Artinya, model
konseptual yang dikembangkan dan dilandasi oleh teori telah sepenuhnya didukung oleh
fakta.
4. Uji Kausalitas
Tabel 5. Data Uji Kausalitas
Faktor
Company
Performance
Batas Signifikansi

Faktor

Ustd
Estimate

Std
Estimate

Prob.

Competitive
Advantage Sources

0.239

0.320

0.004
0,10

Sumber : hasil olah data


Dilihat dari tabel 5 di atas, maka hipotesis yang menyatakan bahwa : Sumbersumber keunggulan bersaing bidang pemasaran berpengaruh terhadap kinerja industri

10
kecil kopiah di Kabupaten Gresik, dapat diterima [Prob. kausalnya 0,004 0,10
[signifikan positif].
5. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan : Sumbersumber keunggulan bersaing bidang pemasaran mempunyai kontribusi yang signifikan
terhadap kinerja industri kecil kopiah di Kabupaten Gresik.
6. Implikasi Praktis dan Teoritis
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan didapatkan bahwa Sumbersumber keunggulan bersaing bidang pemasaran berpengaruh terhadap kinerja industri
kecil kopiah di Kabupaten Gresik. Kondisi demikian menunjukkan bahwa

Usaha

industri kecil kopiah dalam meningkatkan kompetensi pemasaran dapat dilakukan


dengan memperbaiki kinerja faktor-faktor keungulan bersaing. Instrumen-instrumen
dalam sumber keunggulan bersaing bidang pemasaran dapat tercermin dari bagaimana
industri kecil kopiah menciptakan reputasi perusahaan dan membangun citra merek
yang baik, bagaimana industri kecil kopiah mengidentifikasi pasar sasaran secara tepat
dan mampu memenuhi tuntutan pasar sasaran, bagaimana industri kecil kopiah
melakukan promosi periklanan yang cepat dan tepat, bagaimana memperluas cakupan
distribusi serta melakukan distribusi yang selektif. Bagaimana penetapan harga dan
biaya distribusi menjadi tanggung jawab fungsi pemasaran. Bagaimana produk industri
kecil kopiah dihasilkan mempunyai lini yang luas : peci hitam tradisionil, peci putih
untuk haji, peci hitam bercorak, peci warna, maupun peci sesuai pesanan.
Jumlah pesantren di kabupaten Gresik mencapai 60 buah dengan jumlah santri
sebanyak 22.152 orang, serta kehadiran pondok pesantren dengan para santrinya itu
telah menciptakan lahan bisnis tersendiri bagi masyarakat Gresik, baik sebagai
konsumen maupun sebagai produsen khususnya di bidang kebutuhan pakaian khas para
santri laki-laki seperti kopiah. Komunitas tersebut [santri] sebenarnya bukan pangsa
pasar yang kecil, namun sangat pontensial sekali dalam menstimulir kinerja industri
kecil kopiah di Kabupaten Gresik. Menurut beberapa pakar manajemen, reputasi
perusahaan yang baik ini pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas
perusahaan, salah satunya bisa melalui perluasan pangsa pasar. Hal ini sesuai dengan
teori Purnama (2003:11) yang menyatakan bahwa untuk meningkatkan daya saing
perusahaan, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan mengembangkan

11
kapabilitas dengan tujuan meningkatkan kinerja perusahaan (Tambunan, 2001).
Besarnya kompetensi pemasaran dihitung dengan mengetahui nilai total kinerja faktorfaktor keunggulan bersaing dikalikan dengan tingkat pentingnya faktor-faktor tersebut
dan besarnya persentase tanggung jawab bidang pemasaran.
7. Future Research
Walaupun hasil penelitian ini menghasilkan temuan yang cukup berarti

Sumber-sumber keunggulan bersaing bidang pemasaran mempunyai kontribusi yang


signifikan terhadap kinerja industri kecil kopiah di Kabupaten Gresik namun penelitian
ini masih dirasa adanya keterbatasan bahwa Sumber-sumber keunggulan bersaing
bidang pemasaran tidak hanya berasal dari Citra merek, Promosi periklanan, Identifikasi
pasar sasaran, Kemampuan memenuhi tuntutan pasar sasaran (target market), Penetapan
harga, Luasnya lini produk, Luasnya cakupan distribusi, Distribusi selektif saja. Namun
untuk penelitian selanjutnya selain sumber-sumber di atas disarankan mengkaji sumbersumber keuanggulan bersaing yang lebih komprehensif

yaitu agar memperhatikan

apek : Pelayanan pelanggan sebelum dan setelah penjualan, Distribusi biaya rendah,
Penguasaan penjualan secara personal
8. Daftar Pustaka
Muljaningsih,Sri dan G.Sukarno, 2011, Faktor Kunci Dalam Meningkatkan Kinerja
Usaha Kecil Di Jawa Timur. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1 No. 3.
Porter, M.E., 1994, Keunggulan Bersaing, Tim Penerjemah Binarupa Aksara, Binarupa
Aksara, Jakarta.
Purnama, 2003, Analisis Pengaruh Sumber-Sumber Keunggulan Bersaing Bidang
Pemasaran Terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur Di Indonesia, JSB No. 8
Vol. 2, Desember 2003
Rue, L.W. & Byars, L.L, 1997, Management, Skill & Aplication, Mc. Graw Hill
Companies,.
Sukarno, Gendut, 2009, Kontribusi Sumber-Sumber Keunggulan Bidang Pemasaran
Terhadap Kinerja Perusahaan Alfamart Surabaya, Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Vol 1 No. 3.
Szymansky, D.M., Badrawaj, S.G. & Varadarajan, P.R., 1993, An Analysis of the
Market Share, Profitability Relationship, Journal of Marketing, vol. 57 (July): p.
1-18,.
Tambunan, T., Kinerja Ekspor Industri Manufaktur Indonesia, KADIN, Jakarta, 2001.

12