Anda di halaman 1dari 72
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013
Pelatihan APPI 16 – 18 Januari 2013

Pelatihan APPI 16 18 Januari 2013

Materi Pengelolaan Aset KKKS

Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Pengelolaan
Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Pengelolaan

1.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).

2.

Pengertian Umum Pengelolaan Aset

3.

Standarisasi & Kodefikasi

4.

Perencanaan Kebutuhan Aset

5.

Pengelolaan Aset

6.

Pemanfaatan Aset

7.

Pelepasan dan/atau Penghapusan

8.

Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan
Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan

Materi Pengelolaan Aset KKKS

Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam
Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam

1.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).

2.

Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset

3.

Standarisasi & Kodefikasi

4.

Perencanaan Kebutuhan Aset

5.

Pengelolaan Aset

6.

Pemanfaatan Aset

7.

Pelepasan dan/atau Penghapusan

8.

Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan
Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan

Kegiatan Hulu Migas

Kegiatan Hulu Migas Kegiatan Hulu Migas di Indonesia didasarkan pada Kontrak Kerja Sama antara Pemerintah Indonesia
Kegiatan Hulu Migas Kegiatan Hulu Migas di Indonesia didasarkan pada Kontrak Kerja Sama antara Pemerintah Indonesia

Kegiatan Hulu Migas di Indonesia didasarkan pada Kontrak Kerja Sama antara Pemerintah Indonesia yang diwakili SKMIGAS dengan Badan

Usaha atau Bentuk Usaha Tetap (selanjutnya disebut Kontraktor KKS).

Kontrak Kerja Sama (Production Sharing Contract - PSC) adalah Kontrak bagi hasil atau bentuk kontrak kerja sama lain dalam kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi minyak dan gas bumi yang lebih

menguntungkan negara dan hasilnya digunakan untuk sebesar-besar

kemakmuran rakyat.

Wilayah

Kerja

adalah

daerah

tertentu

di

dalam

Wilayah

Hukum

Pertambangan Indonesia untuk melakukan Eksplorasi dan Eksploitasi.

Setiap Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap hanya diberikan 1 (satu) Wilayah Kerja (WK).

Eksplorasi dan Eksploitasi. Setiap Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap hanya diberikan 1 (satu) Wilayah Kerja
Eksplorasi dan Eksploitasi. Setiap Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap hanya diberikan 1 (satu) Wilayah Kerja

Kegiatan Hulu Migas

Kegiatan Hulu Migas SKMIGAS adalah Badan Negara yang dibentuk dengan tujuan melakukan pengawasan terhadap Kegiatan Usaha
Kegiatan Hulu Migas SKMIGAS adalah Badan Negara yang dibentuk dengan tujuan melakukan pengawasan terhadap Kegiatan Usaha

SKMIGAS adalah Badan Negara yang dibentuk dengan tujuan melakukan pengawasan terhadap Kegiatan Usaha Hulu agar

pengambilan sumber daya alam Minyak dan Gas Bumi milik

negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Kontaktor Kontrak Kerja Sama adalah Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap yang melaksanakan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi berdasarkan Kontrak bagi Hasil atau bentuk Kontrak Kerja Sama lain di dalam wilayah Negara Kesatuan Repubilik Indonesia.

berdasarkan Kontrak bagi Hasil atau bentuk Kontrak Kerja Sama lain di dalam wilayah Negara Kesatuan Repubilik
berdasarkan Kontrak bagi Hasil atau bentuk Kontrak Kerja Sama lain di dalam wilayah Negara Kesatuan Repubilik

Kegiatan Hulu Migas

Kegiatan Hulu Migas Hal-hal pokok yang Contract (PSC) : perlu dipahami dalam Production Sharing Kepemilikan sumber
Kegiatan Hulu Migas Hal-hal pokok yang Contract (PSC) : perlu dipahami dalam Production Sharing Kepemilikan sumber

Hal-hal pokok yang Contract (PSC):

Kegiatan Hulu Migas Hal-hal pokok yang Contract (PSC) : perlu dipahami dalam Production Sharing Kepemilikan sumber

perlu dipahami dalam Production Sharing

Kepemilikan sumber daya alam berada di tangan Pemerintah sampai titik penyerahan.

Modal dan risiko kegiatan eksplorasi dan produksi ditanggung oleh KKKS. Dalam Hal KKKS tidak berhasil berproduksi, maka semua biaya menjadi risiko KKKS. Dalam Hal KKKS tidak berhasil berproduksi, maka semua biaya menjadi risiko KKKS.

Seluruh Barang dan Peralatan yang dibeli menjadi milik/kekayaan Negaraberhasil berproduksi, maka semua biaya menjadi risiko KKKS. Biaya yang telah dikeluarkan KKKS dikembalikan oleh Negara

Biaya yang telah dikeluarkan KKKS dikembalikan oleh Negara dengan minyak atau gas yang diproduksi . dikembalikan oleh Negara dengan minyak atau gas yang diproduksi.

Prosentase pembagian hasil produksi antara KKKS dan Negara mengacu pada kesepakatan dalam kontrak.Negara Biaya yang telah dikeluarkan KKKS dikembalikan oleh Negara dengan minyak atau gas yang diproduksi .

gas yang diproduksi . Prosentase pembagian hasil produksi antara KKKS dan Negara mengacu pada kesepakatan dalam
gas yang diproduksi . Prosentase pembagian hasil produksi antara KKKS dan Negara mengacu pada kesepakatan dalam

BARANG MILIK NEGARA (BMN)

BARANG MILIK NEGARA (BMN) • PRODUCTION SHARING CONTRACT
BARANG MILIK NEGARA (BMN) • PRODUCTION SHARING CONTRACT
BARANG MILIK NEGARA (BMN) • PRODUCTION SHARING CONTRACT

PRODUCTION SHARING CONTRACT

BARANG MILIK NEGARA (BMN) • PRODUCTION SHARING CONTRACT
BARANG MILIK NEGARA (BMN) • PRODUCTION SHARING CONTRACT
BARANG MILIK NEGARA (BMN) • PRODUCTION SHARING CONTRACT

Kegiatan Hulu Migas

Kegiatan Hulu Migas Kegiatan Hulu Migas terdiri dari 2 (dua) kegiatan utama, yaitu Eksplorasi dan Eksploitasi
Kegiatan Hulu Migas Kegiatan Hulu Migas terdiri dari 2 (dua) kegiatan utama, yaitu Eksplorasi dan Eksploitasi

Kegiatan Hulu Migas terdiri dari 2 (dua) kegiatan utama, yaitu Eksplorasi dan Eksploitasi.

Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi

mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan hidrokarbon di Wilayah Kerja yang ditentukan.

Eksploitasi adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk

menghasilkan/memproduksikan minyak dan gas bumi dari wilayah

yang ditentukan.

Jangka Waktu Kontrak: 30 (tiga puluh) tahun termasuk 6 (enam) tahun eksplorasi + 4 (empat) tahun perpanjangan eksplorasi.

Perpanjangan jangka waktu kontrak adalah 20 (dua puluh) tahun.

eksplorasi + 4 (empat) tahun perpanjangan eksplorasi. Perpanjangan jangka waktu kontrak adalah 20 (dua puluh) tahun.
eksplorasi + 4 (empat) tahun perpanjangan eksplorasi. Perpanjangan jangka waktu kontrak adalah 20 (dua puluh) tahun.

Kegiatan Hulu Migas

Kegiatan Hulu Migas Pengembalian Sebagian Wilayah Kerja: KKKS selama jangka waktu kontrak wajib mengembalikan Wilayah
Kegiatan Hulu Migas Pengembalian Sebagian Wilayah Kerja: KKKS selama jangka waktu kontrak wajib mengembalikan Wilayah

Pengembalian Sebagian Wilayah Kerja:

KKKS selama jangka waktu kontrak wajib mengembalikan Wilayah Kerja secara bertahap.

Saat Kontrak Kerja Sama berakhir, kewajiban KKKS antara lain :

1.

Mengembalikan seluruh Wilayah Kerja

2.

Memenuhi seluruh komitmen pasti eksplorasi dan kewajiban lain berdasarkan Kontrak Kerja Sama.

3.

Penyerahan data eksplorasi dan eksploitasi, barang

dan peralatan operasi.

4.

Melakukan kewajiban pasca operasi pertambangan

eksplorasi dan eksploitasi, barang dan peralatan operasi. 4. Melakukan kewajiban pasca operasi pertambangan
eksplorasi dan eksploitasi, barang dan peralatan operasi. 4. Melakukan kewajiban pasca operasi pertambangan

Tahap Perkembangan KKKS

Tahap Perkembangan KKKS Penandatanganan Kontrak Kerja Sama (PSC) Tahap 1 KKS Tahap EKSPLORASI 2 AWAL PRODUKSI
Tahap Perkembangan KKKS Penandatanganan Kontrak Kerja Sama (PSC) Tahap 1 KKS Tahap EKSPLORASI 2 AWAL PRODUKSI

Penandatanganan

Kontrak Kerja Sama

(PSC)

Tahap

1

KKS

Tahap EKSPLORASI 2 AWAL PRODUKSI Tahap 3 PENGEMBANGAN PRODUKSI Akhir Kontrak Tahap Tahap 4 5
Tahap
EKSPLORASI
2
AWAL PRODUKSI
Tahap
3
PENGEMBANGAN PRODUKSI
Akhir Kontrak
Tahap
Tahap
4
5
3 PENGEMBANGAN PRODUKSI Akhir Kontrak Tahap Tahap 4 5 PENGAKHIRAN KKS: 1. KKKS EKSPLORASI GAGAL PRODUKSI

PENGAKHIRAN KKS:

1. KKKS EKSPLORASI GAGAL PRODUKSI

2. KKKS PRODUKSI TIDAK MEMPERPANJANG KONTRAK

KKS

PENGEMBALIAN SEBAGIAN WK

KKS: 1. KKKS EKSPLORASI GAGAL PRODUKSI 2. KKKS PRODUKSI TIDAK MEMPERPANJANG KONTRAK KKS PENGEMBALIAN SEBAGIAN WK

Tahap Perkembangan Aset

Tahap Perkembangan Aset Dalam melaksanakan kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi, KKKS memerlukan Barang/Peralatan
Tahap Perkembangan Aset Dalam melaksanakan kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi, KKKS memerlukan Barang/Peralatan

Dalam melaksanakan kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi, KKKS memerlukan

Barang/Peralatan penunjang. KKKS melakukan pengadaan Barang/Peralatan

Penunjang dengan salah satu cara yaitu membeli

4 3 Akhir Kontrak Produksi Penambahan HBM, Pengurangan HBM, HBI dan persediaan secara signifikan HBI
4
3
Akhir Kontrak
Produksi
Penambahan HBM,
Pengurangan HBM, HBI
dan persediaan secara
signifikan
HBI dan persediaan
secara signifikan:
1. Fasilitas &
Peralatan Produksi
Melalui pengembalian
kepada Negara
2. Tanah sumur
(onshore)
3. Sumur
4. Material Persediaan
5. Office & Housing
2 1 Awal Kontrak Negara : Eksplorasi Jumlah HBM, HBI dan persediaan Terbatas : 1.
2
1
Awal Kontrak
Negara :
Eksplorasi
Jumlah HBM, HBI dan
persediaan Terbatas :
1. Wilayah Kerja
2. Cadangan
Migas
1. Material Seismik
dan Sumur
3. BMN eks.
2. Tanah Sumur
(onshore)
Terminasi (*)
3. Sumur
KKKS:
4. Peralatan kantor
1. Financial
2. SDM
3. Teknologi
eks. 2. Tanah Sumur (onshore) Terminasi (*) 3. Sumur KKKS: 4. Peralatan kantor 1. Financial 2.
eks. 2. Tanah Sumur (onshore) Terminasi (*) 3. Sumur KKKS: 4. Peralatan kantor 1. Financial 2.

Materi Pengelolaan Aset KKKS

Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Pengelolaan
Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Pengelolaan

1.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).

2.

Pengertian Umum Pengelolaan Aset

3.

Standarisasi & Kodefikasi

4.

Perencanaan Kebutuhan Aset

5.

Pengelolaan Aset

6.

Pemanfaatan Aset

7.

Pelepasan dan/atau Penghapusan

8.

Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan
Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset bagian Rantai Suplai

Pengelolaan Aset bagian Rantai Suplai Definisi Rantai Suplai ( Supply Chain Management , atau sering disingkat
Pengelolaan Aset bagian Rantai Suplai Definisi Rantai Suplai ( Supply Chain Management , atau sering disingkat
Definisi
Definisi

Rantai Suplai (Supply Chain Management, atau sering disingkat “SCM”) adalah kegiatan penyediaan dan pendayagunaan barang dan jasa yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dalam hal:

Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa,

Pengelolaan Aset,

Kepabeanan,

Pengelolaan Proyek,

Manajemen Penyedia Barang/Jasa,

Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri, serta

Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan.

Barang/Jasa,  Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri, serta  Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan.
Barang/Jasa,  Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri, serta  Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan.

Maksud dan Tujuan Pengelolaan Aset

Maksud dan Tujuan Pengelolaan Aset
Maksud dan Tujuan Pengelolaan Aset
Maksud dan Tujuan Pengelolaan Aset
Maksud dan Tujuan Pengelolaan Aset
Maksud dan Tujuan Pengelolaan Aset
Maksud dan Tujuan Pengelolaan Aset
UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi UU No. 01 tahun 2004
UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
UU No. 01 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
Gas Bumi UU No. 01 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara DASAR HUKUM PENGELOLAAN ASET KKKS PP

DASAR HUKUM PENGELOLAAN ASET KKKS

Perbendaharaan Negara DASAR HUKUM PENGELOLAAN ASET KKKS PP No. 06 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik
PP No. 06 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah PP No. 35 tahun 2004
PP No. 06 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah
PP No. 35 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
PP No. 79 tahun 2010 tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan
Perpres No. 95 Tahun 2012 tentang Pengalihan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kegiatan
Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.
KepMen ESDM No. 3135 Tahun 2012 tentang Pengalihan Tugas, Fungsi dan Organisasi dalam Pelaksanaan Kegiatan
Hulu Migas
PMK No. 97/PMK-06/2007 tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara.
Kep. Men. ESDM Nomor 22 Tahun 2008 tentang jenis-jenis biaya kegiatan usaha hulu migas yang tidak dapat
dikembalikan kepada Kontraktor KKKS
PMK No.135/PMK.06/2009 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara yang Berasal dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama
yang telah dirubah dengan PMK nomor 165/PMK.06/2010.
PMK No. 02/PMK.05/2011 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Aset Berupa Barang Milik Negara yang Berasal
dari KKKS
PMK No. 02/PMK.05/2011 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Aset Berupa Barang Milik Negara yang Berasal dari
PMK No. 02/PMK.05/2011 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Aset Berupa Barang Milik Negara yang Berasal dari
Lingkup Kerja Pengelolaan Aset KKKS IMPOR Pemanfaatan ? Rencana Pengadaan Pengelolaan Penghapusan Kerja LOKAL

Lingkup Kerja Pengelolaan Aset KKKS

Lingkup Kerja Pengelolaan Aset KKKS IMPOR Pemanfaatan ? Rencana Pengadaan Pengelolaan Penghapusan Kerja LOKAL
IMPOR
IMPOR
Pemanfaatan ?
Pemanfaatan
?
Rencana Pengadaan Pengelolaan Penghapusan Kerja LOKAL Diserahkan Pemerintah Pelepasan Pemusnahan Penghapusan
Rencana
Pengadaan
Pengelolaan
Penghapusan
Kerja
LOKAL
Diserahkan Pemerintah
Pelepasan
Pemusnahan
Penghapusan
Fisik
Penetapan Status
Kerja LOKAL Diserahkan Pemerintah Pelepasan Pemusnahan Penghapusan Fisik Penetapan Status KESDM KEMENKEU
KESDM KEMENKEU
KESDM
KEMENKEU
Kerja LOKAL Diserahkan Pemerintah Pelepasan Pemusnahan Penghapusan Fisik Penetapan Status KESDM KEMENKEU

Pengertian dan Status Kepemilikan

Pengertian dan Status Kepemilikan ASET KKKS Seluruh barang dan peralatan yang dibeli dan secara langsung digunakan
Pengertian dan Status Kepemilikan ASET KKKS Seluruh barang dan peralatan yang dibeli dan secara langsung digunakan
ASET KKKS Seluruh barang dan peralatan yang dibeli dan secara langsung digunakan dalam kegiatan usaha
ASET
KKKS
Seluruh barang dan
peralatan yang dibeli
dan secara langsung
digunakan dalam
kegiatan usaha hulu
menjadi
milik/kekayaan negara
selanjutnya disebut
BARANG MILIK Negara
(BMN)
digunakan dalam kegiatan usaha hulu menjadi milik/kekayaan negara selanjutnya disebut BARANG MILIK Negara (BMN)
digunakan dalam kegiatan usaha hulu menjadi milik/kekayaan negara selanjutnya disebut BARANG MILIK Negara (BMN)
AKUNTABILITAS - MASA MANFAAT > 1 TAHUN - NILAI PEROLEHAN > Rp 5 juta -
AKUNTABILITAS
AKUNTABILITAS
AKUNTABILITAS - MASA MANFAAT > 1 TAHUN - NILAI PEROLEHAN > Rp 5 juta - PENINGKATAN
AKUNTABILITAS - MASA MANFAAT > 1 TAHUN - NILAI PEROLEHAN > Rp 5 juta - PENINGKATAN
AKUNTABILITAS - MASA MANFAAT > 1 TAHUN - NILAI PEROLEHAN > Rp 5 juta - PENINGKATAN
AKUNTABILITAS - MASA MANFAAT > 1 TAHUN - NILAI PEROLEHAN > Rp 5 juta - PENINGKATAN

- MASA MANFAAT > 1 TAHUN

- NILAI PEROLEHAN > Rp 5 juta - PENINGKATAN KAPASITAS/KUALITAS JASA HBM SEKALIGUS MENAMBAH UMUR DAYA GUNA MINIMAL 50% SISA UMUR

- BIAYA PEMELIHARAAN PEROLEHAN

- COST RECOVERY MELALUI DEPRESIASI

- MASA MANFAAT > 1 TAHUN

- Rp 1,7 juta < NILAI PEROLEHAN <= Rp 5 juta

- COST RECOVERY MELALUI NON-CAPEX

MELEBIHI 50%

DARI HARGA

- NILAI PEROLEHAN=SELURUH BIAYA UNTUK MEMPEROLEH ASET

HINGGA SIAP DIGUNAKAN - PLACED INTO SERVICE - MERUPAKAN BMN

STAKEHOLDERS
STAKEHOLDERS
P S C
P S C
- PLACED INTO SERVICE - MERUPAKAN BMN STAKEHOLDERS P S C - BERSIFAT PAKAI HABIS (<
- PLACED INTO SERVICE - MERUPAKAN BMN STAKEHOLDERS P S C - BERSIFAT PAKAI HABIS (<

- BERSIFAT PAKAI HABIS (< 1 TAHUN) - UNTUK KEBUTUHAN MRO - TERMASUK SISA PROJECT (NILAI

0/PEROLEHAN)

- COST RECOVERY MELALUI NON-CAPEX

- BIDANG TANAH YANG DIBELI OLEH KKKS

- DICATAT TERPISAH DENGAN ASET DI ATASNYA

- COST RECOVERY MELALUI CAPEX/NON-CAPEX

AKUNTABILITAS
AKUNTABILITAS

Aset Tidak Tercatat

Aset Tidak Tercatat Limbah adalah barang sisa suatu usaha dan/atau kegiatan dengan kriteria sebagai berikut: a.
Aset Tidak Tercatat Limbah adalah barang sisa suatu usaha dan/atau kegiatan dengan kriteria sebagai berikut: a.

Limbah adalah barang sisa suatu usaha dan/atau kegiatan dengan kriteria sebagai berikut:

a.

Bentuk : padat, cair, logam (besi/bukan besi) dan bukan logam

b.

Status: tidak tercatat dalam pembukuan perusahaan

c.

Nilai : tidak mempunyai nilai buku dalam pembukuan

perusahaan.

d.

Sifat : B3 atau non B3

Scrap/barang bekas/rongsokan terdiri dari :

a.

Scrap aset adalah unit HBM/ HBI/Persediaan baik yang bekas

/ rusak yang tidak layak dijual sebagai unit / fungsi semula.

b.

Scrap non aset adalah barang bekas / rongsokan / rucatan bangunan yang bukan merupakan unit HBM/ HBI/Persediaan

b. Scrap non aset adalah barang bekas / rongsokan / rucatan bangunan yang bukan merupakan unit
b. Scrap non aset adalah barang bekas / rongsokan / rucatan bangunan yang bukan merupakan unit

Proses Bisnis Pengeloaan Aset

Proses Bisnis Pengeloaan Aset
Proses Bisnis Pengeloaan Aset
Proses Bisnis Pengeloaan Aset
Proses Bisnis Pengeloaan Aset

Materi Pengelolaan Aset KKKS

Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam
Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam

1.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).

2.

Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset

3.

Standarisasi & Kodefikasi

4.

Perencanaan Kebutuhan Aset

5.

Pengelolaan Aset

6.

Pemanfaatan Aset

7.

Pelepasan dan/atau Penghapusan

8.

Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan
Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan

Standarisasi HBM

Standarisasi HBM Tujuan : 1. Meningkatkan Efisiensi  ragam peralatan induk berkurang  stok spare part
Standarisasi HBM Tujuan : 1. Meningkatkan Efisiensi  ragam peralatan induk berkurang  stok spare part

Tujuan :

1. Meningkatkan Efisiensi ragam peralatan induk berkurang stok spare part efisien.

2. Memudahkan Pencatatan, Pemeriksaan, Inventarisasi, Pemeliharaan dan Pelaporan.

Standarisasi HBM dilakukan untuk pengadaan HBM baru dan HBM yang sudah tercatat dan/atau beroperasi.

Apabila KKKS memiliki populasi merek terlalu beragam pada peralatan tertentu maka harus dilakukan rasionalisasi merek melalui seleksi merek.

Peralatan yang beroperasi dan tidak masuk dalam standarisasi harus tetap dimanfaatkan oleh KKKS sampai tidak ekonomis lagi.

Penetapan barang/peralatan standard tetap mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dan memperhatikan faktor kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan (K3L)

mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dan memperhatikan faktor kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan (K3L)
mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dan memperhatikan faktor kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan (K3L)

Standarisasi HBM

Standarisasi HBM Standarisasi HMB Baru , memperhatikan hal-hal antara lain: 1. Kemampuan dan kehandalan
Standarisasi HBM Standarisasi HMB Baru , memperhatikan hal-hal antara lain: 1. Kemampuan dan kehandalan

Standarisasi HMB Baru, memperhatikan hal-hal antara lain:

1. Kemampuan dan kehandalan manufaktur/distributor

2. Perbandingan dengan Barang/peralatan yang sudah tercatat/beroperasi

3. Uji coba kehandalan kinerja dan kesesuaian pengoperasian dengan peralatan yang sudah

ada.

4. Pengalaman dari KKKS lain

Standarisasi HBM yang tercatat, memperhatikan hal-hal antara lain :

1.

Penetapan spesifikasi kebutuhan operasi

2.

Proses identifikasi merek dan spesifikasi Barang/Peralatan

3.

Evaluasi berkala kinerja barang/peralatan

4.

Penetapan berkala beberapa merek barang/peralatan standard (Company Selected Approved Brand CSAB)

Salah satu metode evaluasi yang dapat digunakan untuk menetapkan barang/peralatan

standard adalah metode Total Cost of Ownership - TCO

evaluasi yang dapat digunakan untuk menetapkan barang/peralatan standard adalah metode Total Cost of Ownership - TCO
evaluasi yang dapat digunakan untuk menetapkan barang/peralatan standard adalah metode Total Cost of Ownership - TCO

Kodefikasi

Kodefikasi Tujuan Kodefikasi Aset  Menyeragamkan penggolongan dan klasifikasi aset guna mewujudkan tertib
Kodefikasi Tujuan Kodefikasi Aset  Menyeragamkan penggolongan dan klasifikasi aset guna mewujudkan tertib
Tujuan Kodefikasi Aset  Menyeragamkan penggolongan dan klasifikasi aset guna mewujudkan tertib administrasi dan
Tujuan Kodefikasi Aset
 Menyeragamkan penggolongan dan klasifikasi aset guna mewujudkan
tertib administrasi dan tertib pengelolaan aset.
 Pedoman dalam mengidentifikasi aset.
 Pedoman dalam menyusun /menyimpan Aset (material persediaan) di
lokasi penyimpanan.
 Sebagai pedoman pencatatan aset secara sistematis.
PENERIMAAN PENYIMPANAN PERAWATAN PENGELUARAN PEMBERIAN KODEFIKASI
PENERIMAAN
PENYIMPANAN
PERAWATAN
PENGELUARAN
PEMBERIAN
KODEFIKASI
UPDATING KODEFIKASI (TERMASUK PENCATAAN)
UPDATING KODEFIKASI (TERMASUK PENCATAAN)
PENERIMAAN PENYIMPANAN PERAWATAN PENGELUARAN PEMBERIAN KODEFIKASI UPDATING KODEFIKASI (TERMASUK PENCATAAN)
PENERIMAAN PENYIMPANAN PERAWATAN PENGELUARAN PEMBERIAN KODEFIKASI UPDATING KODEFIKASI (TERMASUK PENCATAAN)

KODEFIKASI ASET

KODEFIKASI ASET Kodefikasi Kontraktor KKS harus disesuaikan dengan standar kodefikasi SKMIGAS Kodefikasi Material
KODEFIKASI ASET Kodefikasi Kontraktor KKS harus disesuaikan dengan standar kodefikasi SKMIGAS Kodefikasi Material
Kodefikasi Kontraktor KKS harus disesuaikan dengan standar kodefikasi SKMIGAS
Kodefikasi Kontraktor KKS harus disesuaikan dengan
standar kodefikasi SKMIGAS
Kodefikasi Material Persediaan standar SKMIGAS terdiri dari 13 digit Kodefikasi HBM standar SKMIGAS terdiri dari
Kodefikasi Material Persediaan standar
SKMIGAS terdiri dari 13 digit
Kodefikasi HBM standar SKMIGAS
terdiri dari 11 digit
Material Persediaan standar SKMIGAS terdiri dari 13 digit Kodefikasi HBM standar SKMIGAS terdiri dari 11 digit
Material Persediaan standar SKMIGAS terdiri dari 13 digit Kodefikasi HBM standar SKMIGAS terdiri dari 11 digit

Pelaksanaan & Pemeliharaan Kodefikasi

Pelaksanaan & Pemeliharaan Kodefikasi  Pelaksanaan Kodefikasi 1. Setiap Aset KKKS diberikan Kode sejak diterima
Pelaksanaan & Pemeliharaan Kodefikasi  Pelaksanaan Kodefikasi 1. Setiap Aset KKKS diberikan Kode sejak diterima

Pelaksanaan Kodefikasi

1. Setiap Aset KKKS diberikan Kode sejak diterima /PIS sesuai jenis aset.

2. Kode aset KKKS menyesuaikan dengan kodefikasi yang ditetapkan SKMIGAS.

3. Monitoring secara berkala atas pemuktahiran standard kodefikasi SKMIGAS.

4. Untuk Aset Baru yang belum terdaftar dalam kodefikasi SKMIGAS, KKKS melakukan pemetaan dengan standard kodefikasi SKMIGAS.

5. Kodefikasi suku cadang mengacu pada peralatan induk

Pemeliharaan Kodefikasi

1. KKKS wajib MENGKONVERSIKAN kodefikasinya sesuai kodefikasi SKMIGAS.

2. KKKS bertanggung jawab untuk mengelola dan memelihara kodefikasi aset yang dimiliki.

3. Atas pemberian kodefikasi aset baru, penghapusan, pemindahan atau perubahan

deskripsi yang mempengaruhi kodefikasi SKMIGAS, terlebih dahulu mendapat

persetujuan SKMIGAS

pemindahan atau perubahan deskripsi yang mempengaruhi kodefikasi SKMIGAS, terlebih dahulu mendapat persetujuan SKMIGAS
pemindahan atau perubahan deskripsi yang mempengaruhi kodefikasi SKMIGAS, terlebih dahulu mendapat persetujuan SKMIGAS

Kodefikasi Aset

Kodefikasi Aset STRENGTH •IDENTIFIKASI ASET •KLASIFIKASI ASET •PENCATATAN WEAKNESS : •KERAGAMAN ASET
Kodefikasi Aset STRENGTH •IDENTIFIKASI ASET •KLASIFIKASI ASET •PENCATATAN WEAKNESS : •KERAGAMAN ASET
STRENGTH •IDENTIFIKASI ASET •KLASIFIKASI ASET •PENCATATAN WEAKNESS : •KERAGAMAN ASET KODEFIKASI ASET TREAD
STRENGTH
•IDENTIFIKASI ASET
•KLASIFIKASI ASET
•PENCATATAN
WEAKNESS :
•KERAGAMAN ASET
KODEFIKASI ASET
TREAD
•PERAWATAN KODEFIKASI
•STANDARISASI
•KATALOG
OPPORTUNITIES •OPTIMALISASI ASET
OPPORTUNITIES
•OPTIMALISASI ASET
ASET KODEFIKASI ASET TREAD •PERAWATAN KODEFIKASI •STANDARISASI •KATALOG OPPORTUNITIES •OPTIMALISASI ASET
ASET KODEFIKASI ASET TREAD •PERAWATAN KODEFIKASI •STANDARISASI •KATALOG OPPORTUNITIES •OPTIMALISASI ASET

Pemetaan Kodefikasi Material Persediaan

Pemetaan Kodefikasi Material Persediaan Pemetaan kodefikasi merupakan proses pemetaan kodefikasi SKMIGAS dengan
Pemetaan Kodefikasi Material Persediaan Pemetaan kodefikasi merupakan proses pemetaan kodefikasi SKMIGAS dengan
Pemetaan kodefikasi merupakan proses pemetaan kodefikasi SKMIGAS dengan kodefikasi KKKS
Pemetaan kodefikasi merupakan proses pemetaan
kodefikasi SKMIGAS dengan kodefikasi KKKS
ConocoPhillips 11232281 Total EP Indonesie 1142954 PremierOil 1-04-12-03-5110-1 ExxonMobil 190-05-057 VICO
ConocoPhillips
11232281
Total EP Indonesie
1142954
PremierOil
1-04-12-03-5110-1
ExxonMobil
190-05-057
VICO Indonesia
5555640B
PremierOil 1-04-12-03-5110-1 ExxonMobil 190-05-057 VICO Indonesia 5555640B Kodefikasi SKMIGAS 04.07.33.0936.03.1
Kodefikasi SKMIGAS 04.07.33.0936.03.1
Kodefikasi SKMIGAS
04.07.33.0936.03.1
PremierOil 1-04-12-03-5110-1 ExxonMobil 190-05-057 VICO Indonesia 5555640B Kodefikasi SKMIGAS 04.07.33.0936.03.1

SIPM Sebagai Sarana Pengelolaan Aset

SIPM Sebagai Sarana Pengelolaan Aset PENCARIAN DENGAN KEYWORD (KODEFIKASI/SPESIFIK ASI) PROSES TINDAKLANJUT
SIPM Sebagai Sarana Pengelolaan Aset PENCARIAN DENGAN KEYWORD (KODEFIKASI/SPESIFIK ASI) PROSES TINDAKLANJUT
PENCARIAN DENGAN KEYWORD (KODEFIKASI/SPESIFIK ASI) PROSES TINDAKLANJUT
PENCARIAN DENGAN
KEYWORD
(KODEFIKASI/SPESIFIK
ASI)
PROSES
TINDAKLANJUT

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN

Aset PENCARIAN DENGAN KEYWORD (KODEFIKASI/SPESIFIK ASI) PROSES TINDAKLANJUT IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELAPORAN
Aset PENCARIAN DENGAN KEYWORD (KODEFIKASI/SPESIFIK ASI) PROSES TINDAKLANJUT IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELAPORAN
Aset PENCARIAN DENGAN KEYWORD (KODEFIKASI/SPESIFIK ASI) PROSES TINDAKLANJUT IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELAPORAN
PELAPORAN
PELAPORAN
Aset PENCARIAN DENGAN KEYWORD (KODEFIKASI/SPESIFIK ASI) PROSES TINDAKLANJUT IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELAPORAN

PELAPORAN MP via SIPM

PELAPORAN MP via SIPM • Pelaporan MP-01 • Pelaporan MP-02 • Pelaporan MP-03 • Pelaporan Handak
PELAPORAN MP via SIPM • Pelaporan MP-01 • Pelaporan MP-02 • Pelaporan MP-03 • Pelaporan Handak
PELAPORAN MP via SIPM • Pelaporan MP-01 • Pelaporan MP-02 • Pelaporan MP-03 • Pelaporan Handak

Pelaporan MP-01 Pelaporan MP-02

Pelaporan MP-03

Pelaporan Handak

PELAPORAN MP via SIPM • Pelaporan MP-01 • Pelaporan MP-02 • Pelaporan MP-03 • Pelaporan Handak
PELAPORAN MP via SIPM • Pelaporan MP-01 • Pelaporan MP-02 • Pelaporan MP-03 • Pelaporan Handak
PELAPORAN MP via SIPM • Pelaporan MP-01 • Pelaporan MP-02 • Pelaporan MP-03 • Pelaporan Handak
PELAPORAN MP via SIPM • Pelaporan MP-01 • Pelaporan MP-02 • Pelaporan MP-03 • Pelaporan Handak

Materi Pengelolaan Aset KKKS

Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam
Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam

1.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).

2.

Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset

3.

Standarisasi & Kodefikasi

4.

Perencanaan Kebutuhan Aset

5.

Pengelolaan Aset

6.

Pemanfaatan Aset

7.

Pelepasan dan/atau Penghapusan

8.

Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan
Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan

Perencanaan Kebutuhan Aset

Perencanaan Kebutuhan Aset Rencana Kebutuhan Aset dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (WP&B) dengan
Perencanaan Kebutuhan Aset Rencana Kebutuhan Aset dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (WP&B) dengan

Rencana Kebutuhan Aset dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (WP&B) dengan mempertimbangkan ketersediaan aset yang ada di KKKS tersebut dan di KKKS lain.

Internal

KKKS

KKKS Lain Kebutuhan Pengadaan Kebutuhan Aset Optimalisasi Aset Perencanaan Pengajuan Pengadaan WP&B
KKKS
Lain
Kebutuhan
Pengadaan
Kebutuhan
Aset
Optimalisasi
Aset
Perencanaan
Pengajuan
Pengadaan
WP&B
WP&B
Barang/Jasa
Kebutuhan
Jasa
Kebutuhan Aset Optimalisasi Aset Perencanaan Pengajuan Pengadaan WP&B WP&B Barang/Jasa Kebutuhan Jasa
Kebutuhan Aset Optimalisasi Aset Perencanaan Pengajuan Pengadaan WP&B WP&B Barang/Jasa Kebutuhan Jasa

Strategi Perencanaan Kebutuhan Aset

Strategi Perencanaan Kebutuhan Aset Pemenuhan Kebutuhan Aset dapat menggunakan beberapa cara, antara lain : 1.
Strategi Perencanaan Kebutuhan Aset Pemenuhan Kebutuhan Aset dapat menggunakan beberapa cara, antara lain : 1.

Pemenuhan Kebutuhan Aset dapat menggunakan

beberapa cara, antara lain :

1.

Pemanfaatan Aset antar KKKS

2.

Memperbaiki / Rekondisi

3.

Mengubah Bentuk / Modifikasi

4.

Kanibalisasi

5. Membeli

6.

Pemanfaatan Bersama Aset antar KKKS

7.

Pembangunan HBM Bersama

8.

Perbaikan / Pemeliharaan engine (Exchange)

Pemanfaatan Bersama Aset antar KKKS 7. Pembangunan HBM Bersama 8. Perbaikan / Pemeliharaan engine (Exchange)
Pemanfaatan Bersama Aset antar KKKS 7. Pembangunan HBM Bersama 8. Perbaikan / Pemeliharaan engine (Exchange)

KLASIFIKASI MATERIAL PERSEDIAAN

KLASIFIKASI MATERIAL PERSEDIAAN • pemakaian / pengeluarannya Fast Moving dalam 1 (satu) tahun minimum 2 (dua)
KLASIFIKASI MATERIAL PERSEDIAAN • pemakaian / pengeluarannya Fast Moving dalam 1 (satu) tahun minimum 2 (dua)
• pemakaian / pengeluarannya Fast Moving dalam 1 (satu) tahun minimum 2 (dua) kali pada
• pemakaian / pengeluarannya
Fast Moving
dalam 1 (satu) tahun minimum 2
(dua) kali pada bulan yang
berlainan
Slow Moving
• pemakaian / pengeluarannya
dalam 1 (satu) tahun maksimal 1
(satu) kali
Surplus Material
• selama 2 (dua) sampai dengan
5 (lima) tahun tidak ada
pemakaian / pengeluaran
Tidak Bergerak
(dead stock)
• selama lebih dari 5 (lima) tahun
tidak ada pemakaian /
pengeluaran

Perencanaan Material Persediaan

Perencanaan Material Persediaan Perencanaan Material Persediaan harus dilakukan dengan cermat untuk meminimalkan
Perencanaan Material Persediaan Perencanaan Material Persediaan harus dilakukan dengan cermat untuk meminimalkan

Perencanaan Material Persediaan harus

dilakukan dengan cermat untuk meminimalkan

terjadinya surplus.

Material Persediaan Berlebih (exces) adalah

sejumlah persediaan yang melewati batas tingkat persediaan maksimum namun masih

dapat digunakan.

Surplus Material Persediaan BERLEBIH tidak dapat dibebankan sebagai cost recovery

maksimum namun masih dapat digunakan. Surplus Material Persediaan BERLEBIH tidak dapat dibebankan sebagai cost recovery
maksimum namun masih dapat digunakan. Surplus Material Persediaan BERLEBIH tidak dapat dibebankan sebagai cost recovery

Material Persediaan Berlebih

Material Persediaan Berlebih Surplus Dead Stock Material Persediaan BERLEBIH Batasan Berlebih : Material MRO 8% dari
Material Persediaan Berlebih Surplus Dead Stock Material Persediaan BERLEBIH Batasan Berlebih : Material MRO 8% dari
Surplus
Surplus
Dead Stock
Dead
Stock
Material Persediaan BERLEBIH
Material
Persediaan
BERLEBIH

Batasan Berlebih :

Material MRO

8% dari total Inventory tahun berjalan

Untuk Material Proyek/Program

Tidak berpotensi untuk dimanfaatkan

sendiri atau KKKS lain.

total Inventory tahun berjalan Untuk Material Proyek/Program Tidak berpotensi untuk dimanfaatkan sendiri atau KKKS lain.
total Inventory tahun berjalan Untuk Material Proyek/Program Tidak berpotensi untuk dimanfaatkan sendiri atau KKKS lain.

Materi Pengelolaan Aset KKKS

Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam
Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam

1.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).

2.

Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset

3.

Standarisasi & Kodefikasi

4.

Perencanaan Kebutuhan Aset

5.

Pengelolaan Aset

6.

Pemanfaatan Aset

7.

Pelepasan dan/atau Penghapusan

8.

Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan
Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset

Pengelolaan Aset FAKTOR PENGELOLAAN FISIK ASET PERTIMBANGAN PENGAWASAN PENGENDALIAN Risiko Operasi Efisiensi
Pengelolaan Aset FAKTOR PENGELOLAAN FISIK ASET PERTIMBANGAN PENGAWASAN PENGENDALIAN Risiko Operasi Efisiensi
Pengelolaan Aset FAKTOR PENGELOLAAN FISIK ASET PERTIMBANGAN PENGAWASAN PENGENDALIAN Risiko Operasi Efisiensi
FAKTOR PENGELOLAAN FISIK ASET PERTIMBANGAN PENGAWASAN PENGENDALIAN Risiko Operasi Efisiensi Operasi Standarisasi
FAKTOR
PENGELOLAAN FISIK ASET
PERTIMBANGAN
PENGAWASAN
PENGENDALIAN
Risiko
Operasi
Efisiensi
Operasi
Standarisasi
Aset
PENGELOLAAN ADMINISTRASI ASET
HSE
PENCATATAN
PELAPORAN
PENGELOLAAN
ASET
PENERIMAAN
PENYIMPANAN
PERAWATAN
PENGELUARAN
PENGIRIMAN
ASET HSE PENCATATAN PELAPORAN PENGELOLAAN ASET PENERIMAAN PENYIMPANAN PERAWATAN PENGELUARAN PENGIRIMAN
ASET HSE PENCATATAN PELAPORAN PENGELOLAAN ASET PENERIMAAN PENYIMPANAN PERAWATAN PENGELUARAN PENGIRIMAN

Pengelolaan Aset

Pengelolaan Aset  Pengelolaan Material Persediaan  Dapat dilakukan sendiri atau menggunakan pihak ketiga. 
Pengelolaan Aset  Pengelolaan Material Persediaan  Dapat dilakukan sendiri atau menggunakan pihak ketiga. 

Pengelolaan Material Persediaan

Dapat dilakukan sendiri atau menggunakan pihak ketiga. Metode kontrak : Call off Order, Blanket Order Konsinyasi, Vendor Stocking.

Bahan Peledak dan bahan kimia pengelolaannya mengacu ketentuan dan peraturan instansi pemerintah yang berlaku.

KKKS wajib memeliharan dan menjaga dokumen perolehan aset,

kepemilikan aset, perawatan, penggantian dan modifikasi aset.

Pemusanahan dokumen terkait aset hanya dapat dilakukan dengan persetujuan SKMIGAS.

KKKS menyampaikan pelaporan aset secara berkala menggunakan

sistem informasi dan metode yang ditetapkan SKMIGAS

 KKKS menyampaikan pelaporan aset secara berkala menggunakan sistem informasi dan metode yang ditetapkan SKMIGAS
 KKKS menyampaikan pelaporan aset secara berkala menggunakan sistem informasi dan metode yang ditetapkan SKMIGAS

PENERIMAAN ASET

PENERIMAAN ASET KEGIATAN PENERIMAAN MERUPAKAN KEGIATAN MENERIMA ASET OLEH FUNGSI PERGUDANGAN ATAU FUNGSI LAIN YANG
PENERIMAAN ASET KEGIATAN PENERIMAAN MERUPAKAN KEGIATAN MENERIMA ASET OLEH FUNGSI PERGUDANGAN ATAU FUNGSI LAIN YANG
KEGIATAN PENERIMAAN MERUPAKAN KEGIATAN MENERIMA ASET OLEH FUNGSI PERGUDANGAN ATAU FUNGSI LAIN YANG DIBERI WEWENANG
KEGIATAN PENERIMAAN MERUPAKAN KEGIATAN MENERIMA
ASET OLEH FUNGSI PERGUDANGAN ATAU FUNGSI LAIN YANG
DIBERI WEWENANG KHUSUS, AKIBAT DARI PROSES :
 PENGADAAN
 RETURN
 TRANSFER ASET DARI KKKS LAIN
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM
PENERIMAAN ASET :
• MEMASTIKAN KESESUAIAN FISIK &
DOKUMEN
(KONTRAK/PO/SPESIFIKASI/DELIVERY
TICKET)
• MELAKUKAN QA/QC
• MEMBUAT BERITA ACARA
PENERIMAAN/PENGEMBALIAN ASET
(KONTRAK/PO/SPESIFIKASI/DELIVERY TICKET) • MELAKUKAN QA/QC • MEMBUAT BERITA ACARA PENERIMAAN/PENGEMBALIAN ASET
(KONTRAK/PO/SPESIFIKASI/DELIVERY TICKET) • MELAKUKAN QA/QC • MEMBUAT BERITA ACARA PENERIMAAN/PENGEMBALIAN ASET
PENYIMPANAN ASET Peralatan Keselamatan Alat Angkat Alat Timbang Alat Angkut Alat Ukur Rak Penyimpan Label

PENYIMPANAN ASET

PENYIMPANAN ASET Peralatan Keselamatan Alat Angkat Alat Timbang Alat Angkut Alat Ukur Rak Penyimpan Label /
PENYIMPANAN ASET Peralatan Keselamatan Alat Angkat Alat Timbang Alat Angkut Alat Ukur Rak Penyimpan Label /

Peralatan

Keselamatan

Alat Angkat

Alat Timbang

Alat Angkut

Alat Ukur

Rak Penyimpan

Label / Tagging

Ruang/Gudang

Khusus

BERDASARKAN JENIS DAN SIFATNYA • MRO / PROJECT • PADAT / CAIR • BERBAHAYA /
BERDASARKAN JENIS DAN SIFATNYA
• MRO / PROJECT
• PADAT / CAIR
• BERBAHAYA / TIDAK BERBAHAYA
BENTUK DAN UKURAN • BESAR / KECIL • BERAT / RINGAN
BENTUK DAN UKURAN
• BESAR / KECIL
• BERAT / RINGAN
KODEFIKASI • BERDASARKAN MAINGROUP ASET
KODEFIKASI
• BERDASARKAN MAINGROUP ASET

Biaya yang timbul karena kerusakan material akibat kelalaian/kesalahan KKKS dalam melakukan perawatan dan pengelolaan menjadi tanggung jawab KKKS

material akibat kelalaian/kesalahan KKKS dalam melakukan perawatan dan pengelolaan menjadi tanggung jawab KKKS
material akibat kelalaian/kesalahan KKKS dalam melakukan perawatan dan pengelolaan menjadi tanggung jawab KKKS

PEMELIHARAAN ASET

PEMELIHARAAN ASET PEMELIHARAN ASET MERUPAKAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN DENGAN TUJUAN UNTUK MENJAGA ASET SELALU DALAM
PEMELIHARAAN ASET PEMELIHARAN ASET MERUPAKAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN DENGAN TUJUAN UNTUK MENJAGA ASET SELALU DALAM
PEMELIHARAN ASET MERUPAKAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN DENGAN TUJUAN UNTUK MENJAGA ASET SELALU DALAM KONDISI SIAP
PEMELIHARAN ASET MERUPAKAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN DENGAN
TUJUAN UNTUK MENJAGA ASET SELALU DALAM KONDISI SIAP PAKAI
TUJUAN UNTUK MENJAGA ASET SELALU DALAM KONDISI SIAP PAKAI PEMELIHARAAN MESIN/PERALATAN DASAR HUKUM PERATURAN METERI
PEMELIHARAAN MESIN/PERALATAN DASAR HUKUM PERATURAN METERI KEUANGAN NO. 165/PMK.06/2010 METODE OVERHAUL EXCHANGE
PEMELIHARAAN MESIN/PERALATAN
DASAR HUKUM
PERATURAN METERI KEUANGAN NO. 165/PMK.06/2010
METODE
OVERHAUL
EXCHANGE
PERSETUJUAN SKMIGAS
DASAR HUKUM PERATURAN METERI KEUANGAN NO. 165/PMK.06/2010 METODE OVERHAUL EXCHANGE PERSETUJUAN SKMIGAS
DASAR HUKUM PERATURAN METERI KEUANGAN NO. 165/PMK.06/2010 METODE OVERHAUL EXCHANGE PERSETUJUAN SKMIGAS

PENGELUARAN ASET

PENGELUARAN ASET DILAKUKAN DALAM RANGKA: • PENGGUNAAN • PELEPASAN DAN PENGHAPUSAN • TRANSFER KE KKKS LAIN
PENGELUARAN ASET DILAKUKAN DALAM RANGKA: • PENGGUNAAN • PELEPASAN DAN PENGHAPUSAN • TRANSFER KE KKKS LAIN
DILAKUKAN DALAM RANGKA: • PENGGUNAAN • PELEPASAN DAN PENGHAPUSAN • TRANSFER KE KKKS LAIN
DILAKUKAN DALAM RANGKA:
PENGGUNAAN
PELEPASAN DAN PENGHAPUSAN
TRANSFER KE KKKS LAIN
L A K U K A N
L
A
K
U
K
A
N
PENGHAPUSAN • TRANSFER KE KKKS LAIN L A K U K A N HAL-HAL YANG HARUS
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENGELUAARAN ASET : • MEMASTIKAN KESESUAIAN FISIK & DOKUMEN PERMINTAAN
HAL-HAL YANG HARUS
DIPERHATIKAN DALAM
PENGELUAARAN ASET :
• MEMASTIKAN
KESESUAIAN FISIK &
DOKUMEN PERMINTAAN
• MELAKUKAN PACKAGING
SESUAI KETENTUAN
• MEMBUAT BERITA ACARA
SERAH
TERIMA/DOKUMEN
PENGIRIMAN
DOKUMEN PERMINTAAN • MELAKUKAN PACKAGING SESUAI KETENTUAN • MEMBUAT BERITA ACARA SERAH TERIMA/DOKUMEN PENGIRIMAN
DOKUMEN PERMINTAAN • MELAKUKAN PACKAGING SESUAI KETENTUAN • MEMBUAT BERITA ACARA SERAH TERIMA/DOKUMEN PENGIRIMAN

Pencatatan dan Pelaporan

Pencatatan dan Pelaporan  Pencatatan dan pelaporan Aset bertujuan untuk tercapai tertib administrasi dan pengelolaan
Pencatatan dan Pelaporan  Pencatatan dan pelaporan Aset bertujuan untuk tercapai tertib administrasi dan pengelolaan

Pencatatan dan pelaporan Aset bertujuan untuk tercapai tertib administrasi dan pengelolaan yang

efektif dan efisien.

Pencatatan HBM/HBI, KKKS wajib membuat

Kartu/sistem pencatatan riwayat Aset

Kartu/Identifikasi Pengguna aset

Kartu/sistem informasi lokasi kerja aset

Tanda Identitas dan Kodefikasi aset (Tagging)

Pemutakhiran catatan HBM/HBI (pemindahan,

perubahan)

kerja aset • Tanda Identitas dan Kodefikasi aset (Tagging) • Pemutakhiran catatan HBM/HBI (pemindahan, perubahan)
kerja aset • Tanda Identitas dan Kodefikasi aset (Tagging) • Pemutakhiran catatan HBM/HBI (pemindahan, perubahan)

Proses Bisnis Aset Hulu Migas

Proses Bisnis Aset Hulu Migas WP&B AFE STANDARISASI PENGADAAN • RENCANA PENGADAAN • PENETAPAN PEMENANG •
Proses Bisnis Aset Hulu Migas WP&B AFE STANDARISASI PENGADAAN • RENCANA PENGADAAN • PENETAPAN PEMENANG •
WP&B AFE STANDARISASI PENGADAAN • RENCANA PENGADAAN • PENETAPAN PEMENANG • PLK/PJWK PERENCANAAN
WP&B
AFE
STANDARISASI
PENGADAAN
• RENCANA
PENGADAAN
• PENETAPAN
PEMENANG
• PLK/PJWK
PERENCANAAN
KODEFIKASI DAN PENCATATAN IMPORT • RKBI/MASTERLIST PELEPASAN & • ADMINISTRASI KEPABEANAN KKKS PEMANFAATAN
KODEFIKASI DAN PENCATATAN
IMPORT
• RKBI/MASTERLIST
PELEPASAN &
• ADMINISTRASI
KEPABEANAN KKKS
PEMANFAATAN
PENGHAPUSAN
• RE-EKSPOR BOP
SEWA/BUKAN SEWA
• PELEPASAN
• TRANSFER
• PEMUSNAHAN
• PINJAM PAKAI
• PENETAPAN STATUS
• PEMANFAATAN BERSAMA
LOKAL
• KKKS TERMINASI
• PENINGKATAN
KAPASITAS
NASIONAL
PEMANFAATAN BERSAMA LOKAL • KKKS TERMINASI • PENINGKATAN KAPASITAS NASIONAL PELAPORAN DAN EVALUASI DAN VERIFIKASI

PELAPORAN DAN EVALUASI DAN VERIFIKASI

PEMANFAATAN BERSAMA LOKAL • KKKS TERMINASI • PENINGKATAN KAPASITAS NASIONAL PELAPORAN DAN EVALUASI DAN VERIFIKASI
PEMANFAATAN BERSAMA LOKAL • KKKS TERMINASI • PENINGKATAN KAPASITAS NASIONAL PELAPORAN DAN EVALUASI DAN VERIFIKASI

Pengakuan Pencatatan Aset

Pengakuan Pencatatan Aset Production Sharing Contract  Title To Capital Asset [Equipment] - Section IX Equipment
Pengakuan Pencatatan Aset Production Sharing Contract  Title To Capital Asset [Equipment] - Section IX Equipment

Production Sharing Contract

Title To Capital Asset [Equipment] - Section IX

Equipment purchased by CONTRACTOR pursuant to Work Program becomes the property of SKMIGAS (in case of import, when landed at the Indonesian ports of import) and will be used in Petroleum Operation hereunder

Metode Pencatatan & Pelaporan - Exhibit C, Article 1.2

accounting records and books will be kept in accordance with generally accepted and recognized accounting systems, consistent with modern petroleum industry practices and procedures. Books and reports will be maintained and prepared in accordance with methods establish by SKMIGAS.

Klasifikasi, Umur Ekonomis, dan Metode Penyusutan

Exhibit C, Article III

with methods establish by SKMIGAS.  Klasifikasi, Umur Ekonomis, dan Metode Penyusutan Exhibit C, Article III
with methods establish by SKMIGAS.  Klasifikasi, Umur Ekonomis, dan Metode Penyusutan Exhibit C, Article III

Umur Ekonomis Aset

Umur Ekonomis Aset     OIL / GAS   GAS Tax RESERVE <7 TH RESERVE >7
Umur Ekonomis Aset     OIL / GAS   GAS Tax RESERVE <7 TH RESERVE >7
   

OIL / GAS

 

GAS

Tax

RESERVE <7 TH

RESERVE >7 TH

Cat.

Description

Group1

Group 2

Group1

Group 2

Group 3

50%

25%

50%

25%

10%

A

Construction Housing & Welfare

 

10

   

20

B

Vessel, Barge, Tugs and Similar Water Transportation

 

9

 

18

 

C

Railroad Cars and Locomotives

 

7,5

   

15

D

Construction Utilities and Auxiliaries

 

5

   

8

E

Drilling and Production Tools

 

5

 

8

 

F

Production Facilities

 

5

   

8

G

Furniture and Office Equipment

5

   

10

 

H

Buses

4,5

       

I

Aircraft

3

   

6

 

J

Construction Equipment

3

   

6

 

K

Truck - Heavy (more than 5 ton and Trailer)

3

 

6

   

L

Truck -Light (less than 5 tons and tractor unit)

2

 

4

   

M

Automobiles

1,5

 

3

   

Catatan : Perbedaan diatur berbeda sesuai PSC

4     M Automobiles 1,5   3     Catatan : Perbedaan diatur berbeda sesuai
4     M Automobiles 1,5   3     Catatan : Perbedaan diatur berbeda sesuai

Pengakuan Biaya Aset

Pengakuan Biaya Aset  Aset kapital dibebankan ke biaya operasi (cost recovery) sebesar biaya penyusutannya
Pengakuan Biaya Aset  Aset kapital dibebankan ke biaya operasi (cost recovery) sebesar biaya penyusutannya

Aset

kapital

dibebankan

ke

biaya

operasi

(cost

recovery) sebesar biaya penyusutannya (depreciation

expenses) yang dihitung setiap tahun.

Umur ekonomis dan tarif penyusutan suatu aset kapital diatur di dalam exhibit C Production Sharing Contract (PSC).

Setiap aset kapital mulai dihitung biaya penyusutannya dan dibebankan sebagai biaya operasi sejak aset tersebut digunakan/dimanfaatkan dalam kegiatan operasi.

penyusutannya dan dibebankan sebagai biaya operasi sejak aset tersebut digunakan/dimanfaatkan dalam kegiatan operasi.
penyusutannya dan dibebankan sebagai biaya operasi sejak aset tersebut digunakan/dimanfaatkan dalam kegiatan operasi.

Pencatatan dan Pelaporan

Pencatatan dan Pelaporan  Pencatatan Aset Tanah KKKS wajib membuat pencatatan mengenai aset tanah dalam pembukuan
Pencatatan dan Pelaporan  Pencatatan Aset Tanah KKKS wajib membuat pencatatan mengenai aset tanah dalam pembukuan

Pencatatan Aset Tanah

KKKS wajib membuat pencatatan mengenai aset tanah dalam pembukuan tersendiri.

Pencatatan Material Surplus Proyek/Program

KKKS harus melakukan pencatatan atas surplus

proyek/program dan menyampaikan laporannya bersamaan

dengan .Laporan Material Persediaan

Laporan Aset disampaikan dengan format standar yang ditetapkan SKMIGAS dengan pengaturan sbb:

Laporan Material Persediaan : Bulanan, disampaikan minggu kedua bulan berikutnya.

Laporan HBM,HBI, Tanah : Triwulan, disampaikan tanggal 20 bulan pertama triwulan berjalan.

bulan berikutnya.  Laporan HBM,HBI, Tanah : Triwulan , disampaikan tanggal 20 bulan pertama triwulan berjalan.
bulan berikutnya.  Laporan HBM,HBI, Tanah : Triwulan , disampaikan tanggal 20 bulan pertama triwulan berjalan.

Materi Pengelolaan Aset KKKS

Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam
Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam

1.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).

2.

Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset

3.

Standarisasi & Kodefikasi

4.

Perencanaan Kebutuhan Aset

5.

Pengelolaan Aset

6.

Pemanfaatan Aset

7.

Pelepasan dan/atau Penghapusan

8.

Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan
Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan

Pemanfaatan Aset Ketentuan Umum

Pemanfaatan Aset – Ketentuan Umum  Pemanfaatan aset merupakan kewajiban KKKS untuk mengoptimalkan aset yang
Pemanfaatan Aset – Ketentuan Umum  Pemanfaatan aset merupakan kewajiban KKKS untuk mengoptimalkan aset yang

Pemanfaatan aset merupakan kewajiban KKKS untuk mengoptimalkan aset yang dioperasikannya.

Segala bentuk pemanfaatan bersama aset antar KKKS dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan SKMIGAS.

Pemanfaatan aset antar KKKS yang dilaksanakan tanpa persetujuan SKMIGAS, segala biaya yang timbul tidak dapat dimasukkan sebagai biaya operasi (Non cost

recovery) .

keuntungan /

melakukan pembebenan ganda dari pemanfaatan aset

antar KKKS

KKKS

tidak

diperkenankan

mengambil

) . keuntungan / melakukan pembebenan ganda dari pemanfaatan aset antar KKKS  KKKS tidak diperkenankan
) . keuntungan / melakukan pembebenan ganda dari pemanfaatan aset antar KKKS  KKKS tidak diperkenankan

STRATEGI PERENCANAAN KEBUTUHAN ASET

STRATEGI PERENCANAAN KEBUTUHAN ASET RENCANA KERJA Kebutuhan Atas Aset (Built Of Asset) OPTIMALISASI ASET 1.
STRATEGI PERENCANAAN KEBUTUHAN ASET RENCANA KERJA Kebutuhan Atas Aset (Built Of Asset) OPTIMALISASI ASET 1.
STRATEGI PERENCANAAN KEBUTUHAN ASET RENCANA KERJA Kebutuhan Atas Aset (Built Of Asset) OPTIMALISASI ASET 1.
RENCANA KERJA Kebutuhan Atas Aset (Built Of Asset)
RENCANA KERJA
Kebutuhan Atas Aset
(Built Of Asset)

OPTIMALISASI ASET

1. Optimalisasi INTERNAL

(Idle & Persediaan)

2. Optimalisasi EKSTERNAL

(Excees Capacity & Persediaan)

Optimalisasi EKSTERNAL (Excees Capacity & Persediaan) Opt. EKSTERNAL 1. Pemanfaatan Aset Secara Bersama Antar
Optimalisasi EKSTERNAL (Excees Capacity & Persediaan) Opt. EKSTERNAL 1. Pemanfaatan Aset Secara Bersama Antar
Optimalisasi EKSTERNAL (Excees Capacity & Persediaan) Opt. EKSTERNAL 1. Pemanfaatan Aset Secara Bersama Antar
Optimalisasi EKSTERNAL (Excees Capacity & Persediaan) Opt. EKSTERNAL 1. Pemanfaatan Aset Secara Bersama Antar
Opt. EKSTERNAL 1. Pemanfaatan Aset Secara Bersama Antar Kontraktor KKS 2. Transfer Aset Antar KKKS
Opt. EKSTERNAL
1. Pemanfaatan
Aset Secara
Bersama Antar
Kontraktor KKS
2. Transfer Aset
Antar KKKS
Opt. INTERNAL 1. Memperbaiki atau merekondisi 2. Mengubah bentuk/modifikasi 3. Kanibalisasi
Opt. INTERNAL
1.
Memperbaiki atau
merekondisi
2.
Mengubah
bentuk/modifikasi
3.
Kanibalisasi
WP&B/AFE Procurement List
WP&B/AFE
Procurement List
PENGADAAN
PENGADAAN
Memperbaiki atau merekondisi 2. Mengubah bentuk/modifikasi 3. Kanibalisasi WP&B/AFE Procurement List PENGADAAN
Memperbaiki atau merekondisi 2. Mengubah bentuk/modifikasi 3. Kanibalisasi WP&B/AFE Procurement List PENGADAAN

Metode Pemanfaatan Aset Antar KKKS

Metode Pemanfaatan Aset Antar KKKS Syarat Ijin: 1. SUBSTITUSI Kajian Teknis & Keekonomian Perjanjian Bersama /
Metode Pemanfaatan Aset Antar KKKS Syarat Ijin: 1. SUBSTITUSI Kajian Teknis & Keekonomian Perjanjian Bersama /

Syarat Ijin:

1.

SUBSTITUSI

Kajian Teknis & Keekonomian Perjanjian Bersama / MoU Data Aset Dokumen

2. 3. 4. KANIBALISASI Kepemilikan PEMANFAATAN ASET ANTAR KKKS TRANSFER
2.
3.
4.
KANIBALISASI
Kepemilikan
PEMANFAATAN
ASET
ANTAR KKKS
TRANSFER
Kepemilikan PEMANFAATAN ASET ANTAR KKKS TRANSFER PINJAM PAKAI Laporan Realisasi: 1. Bukti pemanfaatan 2.

PINJAM PAKAI

Laporan Realisasi:

1. Bukti pemanfaatan

2. Bukti Pembayaran (*)

3. Pemutakhiran Pencatatan

4. Laporan kepada SKMIGAS

PEMAKAIAN

BERSAMA

Spesifikasi berbeda, fungsi dan tujuan sama

Tindakan memanfaatkan komponen atau bagian tertentu yang masih baik untuk mengganti dan/atau melengkapi unit peralatan lain sehingga dapat berfungsi sesuai peruntukan.

Menjaga kelengkapan/keutuhan aset yang diambil bagiannya

Alternatif pengadaan Barang/Peralatan.

Hanya dapat dilakukan antara KKKS di Indonesia

Nilai transfer = Nilai Buku atau Nilai Perolehan

Aturan Pembayaran merujuk status KKKS (Eksplorasi / Produksi)

Pengembalian Barang : Spesifikasi dan Jumlah sama

KKS peminjam harus memiliki PO/Kontrak pembelian terlebih dahulu barang yang sama

Gagal mengembalikan, berlaku mekanisme Transfer

Pemanfaatan idle Aset / kapasitas berlebih

Pembebanan biaya prorata / proporsional

berlaku mekanisme Transfer  Pemanfaatan idle Aset / kapasitas berlebih  Pembebanan biaya prorata / proporsional
berlaku mekanisme Transfer  Pemanfaatan idle Aset / kapasitas berlebih  Pembebanan biaya prorata / proporsional

TRANSFER

TRANSFER TRANSFER ADALAH PERPINDAHAN ASET DALAM PENGELOLAAN KKKS PENGGUNA AWAL KE KKKS PENGGUNA BERIKUTNYA Nilai transfer
TRANSFER TRANSFER ADALAH PERPINDAHAN ASET DALAM PENGELOLAAN KKKS PENGGUNA AWAL KE KKKS PENGGUNA BERIKUTNYA Nilai transfer
TRANSFER ADALAH PERPINDAHAN ASET DALAM PENGELOLAAN KKKS PENGGUNA AWAL KE KKKS PENGGUNA BERIKUTNYA
TRANSFER ADALAH PERPINDAHAN ASET DALAM PENGELOLAAN KKKS
PENGGUNA AWAL KE KKKS PENGGUNA BERIKUTNYA
Nilai transfer disetorkan ke rekening pemerintah Nilai transfer aset adalah nilai aset berdasarkan nilai buku
Nilai transfer disetorkan
ke rekening pemerintah
Nilai transfer aset adalah
nilai aset berdasarkan
nilai buku aset
Nilai transfer sebagai pengurang
biaya operasi pada KKKS
pengguna awal
adalah nilai aset berdasarkan nilai buku aset Nilai transfer sebagai pengurang biaya operasi pada KKKS pengguna
adalah nilai aset berdasarkan nilai buku aset Nilai transfer sebagai pengurang biaya operasi pada KKKS pengguna

PEMANFAATAN ASET BERSAMA

PEMANFAATAN ASET BERSAMA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HULU MINYAK
PEMANFAATAN ASET BERSAMA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HULU MINYAK
PEMANFAATAN ASET BERSAMA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HULU MINYAK

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI

BAB IV PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA HULU

Pasal 44

Kegiatan pengolahan lapangan, pengangkutan, penyimpanan, dan penjualan hasil produksi sendiri yang dilakukan Kontraktor yang bersangkutan merupakan Kegiatan Usaha Hulu.

(2) Dalam hal terdapat kapasitas berlebih pada fasilitas pengolahan lapangan, pengangkutan, penyimpanan dan penjualan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dengan persetujuan Badan

Pelaksana, Kontraktor dapat memanfaatkan kelebihan kapasitas tersebut untuk digunakan pihak lain

(1)

berdasarkan prinsip pembebanan biaya operasi (cost sharing) secara proporsional.

Pasal 45

(1) Fasilitas yang dibangun Kontraktor untuk melaksanakan kegiatan pengolahan lapangan, pengangkutan, penyimpanan dan penjualan hasil produksi sendiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 tidak ditujukan untuk memperoleh keuntungandan/atau laba.

(2) Dalam hal fasilitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) digunakan bersama dengan pihak lain dengan

memungut biaya atau sewa sehingga memperoleh keuntungan dan/atau laba, Kontraktor Wajib membentuk Badan Usaha Kegiatan Usaha Hilir yang terpisah dan wajib mendapatkan Izin Usaha.

dan/atau laba, Kontraktor Wajib membentuk Badan Usaha Kegiatan Usaha Hilir yang terpisah dan wajib mendapatkan Izin
dan/atau laba, Kontraktor Wajib membentuk Badan Usaha Kegiatan Usaha Hilir yang terpisah dan wajib mendapatkan Izin
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI

BAB IX

PEMANFAATAN BARANG, JASA, TEKNOLOGI DAN KEMAMPUAN REKAYASA DAN RANCANG BANGUN

DALAM NEGERI

Pasal 81

(1)

Pengelolaan barang dan peralatan yang dipergunakan dalam Kegiatan Usaha Hulu dilakukan oleh Badan Pelaksana.

Kelebihan persediaan barang dan peralalan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dialihkan penggunaanya kepada Kontraktor lain di Wilayah Hukum Pertambangan Indonesia atas persetujuan Badan Pelaksana dan dilaporkan secara berkala kepada Menteri dan Menteri Keuangan.

(3) Dalam hal kelebihan persediaan barang dan peralatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak digunakan oleh Kontraktor lain, Badan Pelaksana wajib melaporkan kepada Menteri Keuangan melalui Menteri untuk ditetapkan kebijakan pemanfaatannya.

(4) Dalam hal barang dan peralatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) akan dihibahkan, dijual, dipertukarkan, dijadikan penyertaan modal negara, dimusnahkan atau dimanfaatkan oleh pihak lain dengan cara dipinjamkan, disewakan dan kerjasama pemanfaatan, wajib terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan atas usul Badan Pelaksana melalui Menteri.

Dalam hal Kontrak Kerja Sama telah berakhir, barang dan peralatan Kontraktor wajib diserahkan kepada pemerintah untuk ditetapkan kebijakan pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(5)

(2)

untuk ditetapkan kebijakan pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (5) (2)
untuk ditetapkan kebijakan pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (5) (2)
* PMK No.135/PMK.06/2009 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara Yang Berasal Dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama
* PMK No.135/PMK.06/2009 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara Yang Berasal Dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama
* PMK No.135/PMK.06/2009 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara Yang Berasal Dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama

* PMK No.135/PMK.06/2009 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara Yang Berasal Dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang telah dirubah dengan PMK Nomor 165/PMK.06/2010.

1)

2)

3)

BAB III PEMANFAATAN Pasal 10 KKKS dapat melakukan optimalisasi manfaat atas sebagian Barang Milik Negara bersangkutan kepada pihak lain sepanjang menunjang kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi setelah mendapat persetujuan Menteri berdasarkan usulan dari Badan Pelaksana. Optimalisasi manfaat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah status kepemilikan. Pelaksanaan optimalisasi manfaat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

optimalisasi manfaat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
optimalisasi manfaat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

* PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA

Nomor : 007-REVISI-1/PTK/IX/2009. BUKU KETIGA : Pedoman Pengelolaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama

BAB IV PENGELOLAAN ASET 5. Pemakaian Aset Bersama

BUKU KETIGA : Pedoman Pengelolaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama BAB IV PENGELOLAAN ASET 5. Pemakaian Aset
BUKU KETIGA : Pedoman Pengelolaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama BAB IV PENGELOLAAN ASET 5. Pemakaian Aset

DASAR PERTIMBANGAN

DASAR PERTIMBANGAN 1. 2. 3. 4. 5. Tantangan Non Teknis dalam kondisi operasi Hulu Migas lebih
DASAR PERTIMBANGAN 1. 2. 3. 4. 5. Tantangan Non Teknis dalam kondisi operasi Hulu Migas lebih
DASAR PERTIMBANGAN 1. 2. 3. 4. 5. Tantangan Non Teknis dalam kondisi operasi Hulu Migas lebih

1.

2.

3.

4.

5.

Tantangan Non Teknis dalam kondisi operasi Hulu Migas lebih tinggi saat ini.

Temuan cadangan besar relatif jarang.

TEKNIS DAN KEEKONOMIAN ASET KAJIAN TEKNIS DAN KEEKONOMIAN SECARA KOMPREHENSIF OBJEK YANG DIMANFAATKAN MERUPAKAN
TEKNIS DAN
KEEKONOMIAN
ASET
KAJIAN TEKNIS DAN
KEEKONOMIAN
SECARA
KOMPREHENSIF
OBJEK YANG
DIMANFAATKAN
MERUPAKAN ASET
HULU MIGAS

Biaya operasi dan perawatan peralatan yang semakin tinggi.

Penurunan alami produksi.

TERDAPAT KELEBIHAN KAPASITAS

MIGAS Biaya operasi dan perawatan peralatan yang semakin tinggi. Penurunan alami produksi. TERDAPAT KELEBIHAN KAPASITAS
MIGAS Biaya operasi dan perawatan peralatan yang semakin tinggi. Penurunan alami produksi. TERDAPAT KELEBIHAN KAPASITAS

PEMANFAATAN ASET BERSAMA

PEMANFAATAN ASET BERSAMA Aset HBM Pipeline Warehouse Storage Pemanfaatan Aset Bersama Penurunan Produksi Keekonomian
PEMANFAATAN ASET BERSAMA Aset HBM Pipeline Warehouse Storage Pemanfaatan Aset Bersama Penurunan Produksi Keekonomian

Aset HBM

Pipeline Warehouse Storage
Pipeline
Warehouse
Storage
Pemanfaatan Aset Bersama
Pemanfaatan
Aset Bersama

Penurunan

Produksi

Keekonomian

Lapangan

Penghematan

Biaya

Operasi

Pipeline Warehouse Storage Pemanfaatan Aset Bersama Penurunan Produksi Keekonomian Lapangan Penghematan Biaya Operasi
Pipeline Warehouse Storage Pemanfaatan Aset Bersama Penurunan Produksi Keekonomian Lapangan Penghematan Biaya Operasi

ALUR PEMANFAATAN ASET BERSAMA / FSA (ANTAR KKKS)

ALUR PEMANFAATAN ASET BERSAMA / FSA (ANTAR KKKS) KAJIAN FUNGSI INTERNAL SKMIGAS 1. Operasi Lapangan *(TEKNIS)
ALUR PEMANFAATAN ASET BERSAMA / FSA (ANTAR KKKS) KAJIAN FUNGSI INTERNAL SKMIGAS 1. Operasi Lapangan *(TEKNIS)
ALUR PEMANFAATAN ASET BERSAMA / FSA (ANTAR KKKS) KAJIAN FUNGSI INTERNAL SKMIGAS 1. Operasi Lapangan *(TEKNIS)
KAJIAN FUNGSI INTERNAL SKMIGAS 1. Operasi Lapangan *(TEKNIS) PENGAJUAN KICK OFF MEETING 2. Konsolidasi Pencatatan
KAJIAN
FUNGSI INTERNAL SKMIGAS
1. Operasi Lapangan
*(TEKNIS)
PENGAJUAN
KICK OFF MEETING
2. Konsolidasi Pencatatan Aset
*(STATUS ASET / NO. HARMONI KKS)
DRAFT FSA DARI KKKS
KKKS & Fungsi Internal BPMIGAS
3. Akuntansi Umum
(COST SHARING)
4. Hukum
(LEGAL DRAFT)
FINALISASI/REVISI
PERSETUJUAN
Draft FSA
Penandatanganan FSA
3. Akuntansi Umum (COST SHARING) 4. Hukum (LEGAL DRAFT) FINALISASI/REVISI PERSETUJUAN Draft FSA Penandatanganan FSA
3. Akuntansi Umum (COST SHARING) 4. Hukum (LEGAL DRAFT) FINALISASI/REVISI PERSETUJUAN Draft FSA Penandatanganan FSA

ALUR PEMANFAATAN ASET BERSAMA / FSA (PIHAK LAIN)

ALUR PEMANFAATAN ASET BERSAMA / FSA (PIHAK LAIN) KAJIAN FUNGSI INTERNAL SKMIGAS 1. Kajian KKKS selaku
ALUR PEMANFAATAN ASET BERSAMA / FSA (PIHAK LAIN) KAJIAN FUNGSI INTERNAL SKMIGAS 1. Kajian KKKS selaku
ALUR PEMANFAATAN ASET BERSAMA / FSA (PIHAK LAIN) KAJIAN FUNGSI INTERNAL SKMIGAS 1. Kajian KKKS selaku
KAJIAN FUNGSI INTERNAL SKMIGAS 1. Kajian KKKS selaku PENGAJUAN KICK OFF MEETING Operator Dari Pihak
KAJIAN
FUNGSI INTERNAL SKMIGAS
1. Kajian KKKS selaku
PENGAJUAN
KICK OFF MEETING
Operator
Dari Pihak Selain KKKS
KKKS & Fungsi Internal BPMIGAS
2. Operasi Lapangan
*(TEKNIS)
3. Akuntansi Umum + KKKS
* (Kajian Cost Sharing)
PERSETUJUAN
Usulan SKMIGAS
Ke MENKEU RI
PEMANFAATAN
Oleh MENKEU RI
3. Akuntansi Umum + KKKS * (Kajian Cost Sharing) PERSETUJUAN Usulan SKMIGAS Ke MENKEU RI PEMANFAATAN
3. Akuntansi Umum + KKKS * (Kajian Cost Sharing) PERSETUJUAN Usulan SKMIGAS Ke MENKEU RI PEMANFAATAN

OPTIMALISASI ASET KKKS

(EKSTERNAL INDUSTRI HULU MIGAS)

OPTIMALISASI ASET KKKS (EKSTERNAL INDUSTRI HULU MIGAS) Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK)
OPTIMALISASI ASET KKKS (EKSTERNAL INDUSTRI HULU MIGAS) Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK)
OPTIMALISASI ASET KKKS (EKSTERNAL INDUSTRI HULU MIGAS) Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK)

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri

Keuangan (PMK) 135/2009 dan 165/2010

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 135/2009 dan 165/2010 PEMINDAH TRANSFER PEMUSNAHAN BUYBACK TANGANAN AFILIASI
PEMINDAH TRANSFER PEMUSNAHAN BUYBACK TANGANAN AFILIASI • DIJUAL • HIBAH • AFILIASI DALAM NEGERI •
PEMINDAH
TRANSFER
PEMUSNAHAN
BUYBACK
TANGANAN
AFILIASI
• DIJUAL
• HIBAH
• AFILIASI DALAM
NEGERI
• PENYERTAAN
• PEMUSNAHAN
ASET YANG
MEMBAHAYAKAN
LINGKUNGAN
MODAL
• PEMBELIAN
KEMBALI OLEH
PABRIKAN,
PEMASOK DAN
VENDOR
• DIPERTUKARKAN
• AFILIASI DILUAR
NEGERI
PENGHAPUSAN ASET DARI INDUSTRI HULU MIGAS

PRINSIP DASAR : TERJADI TRANSFER OF TITLE

• AFILIASI DILUAR NEGERI PENGHAPUSAN ASET DARI INDUSTRI HULU MIGAS PRINSIP DASAR : TERJADI TRANSFER OF
• AFILIASI DILUAR NEGERI PENGHAPUSAN ASET DARI INDUSTRI HULU MIGAS PRINSIP DASAR : TERJADI TRANSFER OF

Materi Pengelolaan Aset KKKS

Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam
Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam

1.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).

2.

Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset

3.

Standarisasi & Kodefikasi

4.

Perencanaan Kebutuhan Aset

5.

Pengelolaan Aset

6.

Pemanfaatan Aset

7.

Pelepasan dan/atau Penghapusan

8.

Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan
Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan

Penghapusan dan/Pelepasan Aset

Penghapusan dan/Pelepasan Aset KETENTUAN UMUM  Penghapusan Aset Kontraktor KKS merupakan tahap akhir yang
Penghapusan dan/Pelepasan Aset KETENTUAN UMUM  Penghapusan Aset Kontraktor KKS merupakan tahap akhir yang

KETENTUAN UMUM

Penghapusan Aset Kontraktor KKS merupakan tahap akhir yang dilakukan oleh KKKS terhadap Aset yang rusak atau kadaluarsa dan/atau tidak dapat dimanfaatkan lagi oleh seluruh KKKS.

KKKS dapat menghapuskan Aset dari sistem pencatatan setelah mendapatkan persetujuan SKMIGAS sesuai dengan Ijin Prinsip Penghapusan dari Menteri Keuangan dan Surat Keputusan

Penghapusan dari Menteri ESDM.

Tujuan Penghapusan : membebaskan KKKS dari biaya-biaya yang timbul atas pengeloaan aset yang tidak bermanfaat/tidak akan dipergunakan.

: membebaskan KKKS dari biaya-biaya yang timbul atas pengeloaan aset yang tidak bermanfaat/tidak akan dipergunakan.
: membebaskan KKKS dari biaya-biaya yang timbul atas pengeloaan aset yang tidak bermanfaat/tidak akan dipergunakan.
: membebaskan KKKS dari biaya-biaya yang timbul atas pengeloaan aset yang tidak bermanfaat/tidak akan dipergunakan.
: membebaskan KKKS dari biaya-biaya yang timbul atas pengeloaan aset yang tidak bermanfaat/tidak akan dipergunakan.

Katagori Aset & Mekanisme Pengakhiran

Katagori Aset & Mekanisme Pengakhiran NON MATERIAL HBM HBI TANAH PERSEDIAAN ASET PELEPASAN DISERAHKAN NEGARA
Katagori Aset & Mekanisme Pengakhiran NON MATERIAL HBM HBI TANAH PERSEDIAAN ASET PELEPASAN DISERAHKAN NEGARA
NON MATERIAL HBM HBI TANAH PERSEDIAAN ASET PELEPASAN
NON
MATERIAL
HBM
HBI
TANAH
PERSEDIAAN
ASET
PELEPASAN
DISERAHKAN NEGARA DIMUSNAHKAN
DISERAHKAN
NEGARA
DIMUSNAHKAN
TIDAK TERCATAT
TIDAK
TERCATAT

PENGHAPUSAN

LAORAN PELEPASAN & PEMUTAKHIRAN PENCATATAN
LAORAN PELEPASAN
&
PEMUTAKHIRAN PENCATATAN

LAPORAN

PELEPASAN

NEGARA DIMUSNAHKAN TIDAK TERCATAT PENGHAPUSAN LAORAN PELEPASAN & PEMUTAKHIRAN PENCATATAN LAPORAN PELEPASAN
NEGARA DIMUSNAHKAN TIDAK TERCATAT PENGHAPUSAN LAORAN PELEPASAN & PEMUTAKHIRAN PENCATATAN LAPORAN PELEPASAN

Proses Penghapusan dan/atau Pelepasan

Proses Penghapusan dan/atau Pelepasan KEMENTERIAN KKKS SKMIGAS KESDM USULAN PELEPASAN DAN/ATAU PENGHAPUSAN E
Proses Penghapusan dan/atau Pelepasan KEMENTERIAN KKKS SKMIGAS KESDM USULAN PELEPASAN DAN/ATAU PENGHAPUSAN E

KEMENTERIAN

KKKS SKMIGAS KESDM USULAN PELEPASAN DAN/ATAU PENGHAPUSAN E KEMENKEU IJIN PRINSIP E REKOMENDASI E REKOMENDASI
KKKS
SKMIGAS
KESDM
USULAN
PELEPASAN DAN/ATAU
PENGHAPUSAN
E
KEMENKEU
IJIN PRINSIP
E
REKOMENDASI
E
REKOMENDASI
1. Administrasi & Fisik
1. Administrasi
Administrasi & Fisik
2. Penilaian Aset
2. Verifikasi hasil
penilaian
PEMANFAATAN
SURAT KEPUTUSAN
KEMBALI
PENGHAPUSAN
SURAT
Tindak Lanjut
PELAKSANAAN
Serah Terima
Pelepasan Ke KESDM
PEMUSNAHAN
Pelaksanaan PELEPASAN
(Pelangan, Hibah,
Penetapan Status)
E
= EVALUASI
PELAPORAN & PEMUTAKHIRAN PENCATATAN ASET
Pelaksanaan PELEPASAN (Pelangan, Hibah, Penetapan Status) E = EVALUASI PELAPORAN & PEMUTAKHIRAN PENCATATAN ASET
Pelaksanaan PELEPASAN (Pelangan, Hibah, Penetapan Status) E = EVALUASI PELAPORAN & PEMUTAKHIRAN PENCATATAN ASET

Materi Pengelolaan Aset KKKS

Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam
Materi Pengelolaan Aset KKKS 1. Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN). 2. Pengertian Umum Dalam

1.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).

2.

Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset

3.

Standarisasi & Kodefikasi

4.

Perencanaan Kebutuhan Aset

5.

Pengelolaan Aset

6.

Pemanfaatan Aset

7.

Pelepasan dan/atau Penghapusan

8.

Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan
Pengelolaan Aset 6. Pemanfaatan Aset 7. Pelepasan dan/atau Penghapusan 8. Pengendalian dan Pengawasan

PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN

PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN ASET MATERIAL PERSEDIAAN HBM / HBI TANAH PEMERIKSAAN Melakukan Inventarisasi OPTIMALISASI
PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN ASET MATERIAL PERSEDIAAN HBM / HBI TANAH PEMERIKSAAN Melakukan Inventarisasi OPTIMALISASI
ASET
ASET
MATERIAL PERSEDIAAN
MATERIAL PERSEDIAAN
HBM / HBI
HBM /
HBI
TANAH
TANAH
PEMERIKSAAN Melakukan Inventarisasi OPTIMALISASI FISIK (minimal 1 tahun sekali) pengawasan dan PENELITIAN DAN
PEMERIKSAAN
Melakukan
Inventarisasi
OPTIMALISASI
FISIK (minimal
1 tahun
sekali)
pengawasan
dan
PENELITIAN
DAN
FISIK
fisik dan
verifikasi (1
PERFORMANCE
PEMERIKSAAN
FISIK serta
pemutakhiran
pembukuan,
didukung dengan
dokumen yang
memadai (tahun
dan lima tahunan)
administrasi
tahun sekali)
PEMERIKSAAN FISIK serta pemutakhiran pembukuan, didukung dengan dokumen yang memadai. Bila diperlukan dapat ditambahkan
PEMERIKSAAN FISIK serta pemutakhiran pembukuan, didukung dengan dokumen yang
memadai. Bila diperlukan dapat ditambahkan kolom mengenai evaluasi keutuhan dokumen
pendukung (kepemilikan, perolehan, historis perawatan, dll)
dapat ditambahkan kolom mengenai evaluasi keutuhan dokumen pendukung (kepemilikan, perolehan, historis perawatan, dll)
dapat ditambahkan kolom mengenai evaluasi keutuhan dokumen pendukung (kepemilikan, perolehan, historis perawatan, dll)

Ketentuan Umum

Ketentuan Umum  SKMIGAS dapat mewajibkan Kontraktor KKS untuk menggunakan Aset yang tersedia di lingkungan
Ketentuan Umum  SKMIGAS dapat mewajibkan Kontraktor KKS untuk menggunakan Aset yang tersedia di lingkungan

SKMIGAS dapat mewajibkan Kontraktor KKS untuk menggunakan Aset yang tersedia di lingkungan Kontraktor KKS lain.

Dalam hal akan dilakukan peralihan operator Wilayah Kerja, para Kontraktor KKS yang akan melakukan peralihan wajib melakukan pemeriksaan administrasi dan fisik Aset secara menyeluruh (due diligence) dan melaporkan hasilnya kepada SKMIGAS. Apabila dari hasil due

diligence diketahui ada Aset yang hilang/tidak ditemukan, maka SKMIGAS

akan meminta pertanggungjawaban kepada KKKS operator yang baru.

Setiap pelaksanaan audit Aset di Kontraktor KKS harus dilaporkan terlebih dahulu secara tertulis kepada SKMIGAS dan Kontraktor KKS yang bersangkutan menyampaikan salinan hasil audit tersebut kepada SKMIGAS.

Kehilangan Aset yang diakibatkan karena kelalaian, penyalahgunaan atau karena perbuatan pidana menjadi tanggung jawab Kontraktor KKS bersangkutan.

karena kelalaian, penyalahgunaan atau karena perbuatan pidana menjadi tanggung jawab Kontraktor KKS bersangkutan.
karena kelalaian, penyalahgunaan atau karena perbuatan pidana menjadi tanggung jawab Kontraktor KKS bersangkutan.

Ketentuan Umum (lanjutan)

Ketentuan Umum (lanjutan)  Pada prinsipnya Kontraktor KKS harus mengganti setiap Aset yang hilang dengan Aset
Ketentuan Umum (lanjutan)  Pada prinsipnya Kontraktor KKS harus mengganti setiap Aset yang hilang dengan Aset

Pada prinsipnya Kontraktor KKS harus mengganti setiap Aset yang hilang dengan Aset yang memiliki spesifikasi sama, kecuali berdasarkan pertimbangan teknis keekonomian, SKMIGAS memutuskan bahwa Kontraktor KKS dapat mengganti dengan uang sebesar nilai perolehan.

Penggantian Aset yang hilang tersebut tidak dapat diperhitungkan

sebagai biaya operasi berdasarkan Kontrak Kerja Sama.

Kontraktor KKS wajib memelihara dan menjaga dokumen-dokumen yang terkait dengan perolehan, perawatan, penggantian, modifikasi

dan dokumen kepemilikan Aset. Pemusnahan dokumen-dokumen yang

terkait Aset hanya dapat dilakukan jika setelah Aset bersangkutan telah disetujui penghapusan pencatatannya dengan mendapat persetujuan SKMIGAS, kecuali dokumen kepemilikan aset.

telah disetujui penghapusan pencatatannya dengan mendapat persetujuan SKMIGAS, kecuali dokumen kepemilikan aset.
telah disetujui penghapusan pencatatannya dengan mendapat persetujuan SKMIGAS, kecuali dokumen kepemilikan aset.

Ketentuan Umum (lanjutan)

Ketentuan Umum (lanjutan)  KKKS diwajibkan untuk menjaga, memelihara dan mengelola aset yang dalam pengelolaannya. 
Ketentuan Umum (lanjutan)  KKKS diwajibkan untuk menjaga, memelihara dan mengelola aset yang dalam pengelolaannya. 

KKKS diwajibkan untuk menjaga, memelihara dan

mengelola aset yang dalam pengelolaannya.

Setiap kerugian negara/daerah akibat kelalaian, penyalahgunaan/pelanggaran hukum atas pengelolaan barang milik negara diselesaikan melalui tuntutan ganti rugi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Setiap pihak yang mengakibatkan kerugian negara dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi

pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan

kerugian negara dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan
kerugian negara dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan
Oil & Gas for theNation SAVE OUR ENERGY…SAVE OUR FUTURE
Oil & Gas for theNation SAVE OUR ENERGY…SAVE OUR FUTURE
Oil & Gas for theNation SAVE OUR ENERGY…SAVE OUR FUTURE

Oil & Gas for theNation SAVE OUR ENERGY…SAVE OUR FUTURE