Anda di halaman 1dari 72

Pelatihan APPI 16 18 Januari 2013

Materi Pengelolaan Aset KKKS


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).


Pengertian Umum Pengelolaan Aset
Standarisasi & Kodefikasi
Perencanaan Kebutuhan Aset
Pengelolaan Aset
Pemanfaatan Aset
Pelepasan dan/atau Penghapusan
Pengendalian dan Pengawasan

Materi Pengelolaan Aset KKKS


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).


Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset
Standarisasi & Kodefikasi
Perencanaan Kebutuhan Aset
Pengelolaan Aset
Pemanfaatan Aset
Pelepasan dan/atau Penghapusan
Pengendalian dan Pengawasan

Kegiatan Hulu Migas


Kegiatan Hulu Migas di Indonesia didasarkan pada Kontrak Kerja Sama
antara Pemerintah Indonesia yang diwakili SKMIGAS dengan Badan
Usaha atau Bentuk Usaha Tetap (selanjutnya disebut Kontraktor KKS).
Kontrak Kerja Sama (Production Sharing Contract - PSC) adalah
Kontrak bagi hasil atau bentuk kontrak kerja sama lain dalam kegiatan
Eksplorasi dan Eksploitasi minyak dan gas bumi yang lebih
menguntungkan negara dan hasilnya digunakan untuk sebesar-besar
kemakmuran rakyat.
Wilayah Kerja adalah daerah tertentu di dalam Wilayah Hukum
Pertambangan Indonesia untuk melakukan Eksplorasi dan Eksploitasi.
Setiap Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap hanya diberikan 1 (satu)
Wilayah Kerja (WK).

Kegiatan Hulu Migas


SKMIGAS adalah Badan Negara yang dibentuk dengan tujuan
melakukan pengawasan terhadap Kegiatan Usaha Hulu agar
pengambilan sumber daya alam Minyak dan Gas Bumi milik
negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan maksimal
bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Kontaktor Kontrak Kerja Sama adalah Badan Usaha atau
Badan Usaha Tetap yang melaksanakan kegiatan eksplorasi dan
eksploitasi berdasarkan Kontrak bagi Hasil atau bentuk Kontrak
Kerja Sama lain di dalam wilayah Negara Kesatuan Repubilik
Indonesia.

Kegiatan Hulu Migas


Hal-hal pokok yang
Contract (PSC):

perlu dipahami dalam Production Sharing

Kepemilikan sumber daya alam berada di tangan Pemerintah sampai


titik penyerahan.
Modal dan risiko kegiatan eksplorasi dan produksi ditanggung oleh
KKKS. Dalam Hal KKKS tidak berhasil berproduksi, maka semua
biaya menjadi risiko KKKS.
Seluruh Barang dan Peralatan yang dibeli menjadi milik/kekayaan
Negara
Biaya yang telah dikeluarkan KKKS dikembalikan oleh Negara dengan
minyak atau gas yang diproduksi.
Prosentase pembagian hasil produksi antara KKKS dan Negara
mengacu pada kesepakatan dalam kontrak.

BARANG MILIK NEGARA (BMN)


PRODUCTION SHARING CONTRACT

Kegiatan Hulu Migas


Kegiatan Hulu Migas terdiri dari 2 (dua) kegiatan utama, yaitu
Eksplorasi dan Eksploitasi.

Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi


mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh
perkiraan cadangan hidrokarbon di Wilayah Kerja yang ditentukan.
Eksploitasi adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk
menghasilkan/memproduksikan minyak dan gas bumi dari wilayah
yang ditentukan.
Jangka Waktu Kontrak: 30 (tiga puluh) tahun termasuk 6 (enam)
tahun eksplorasi + 4 (empat) tahun perpanjangan eksplorasi.
Perpanjangan jangka waktu kontrak adalah 20 (dua puluh) tahun.

Kegiatan Hulu Migas


Pengembalian Sebagian Wilayah Kerja:
KKKS selama jangka waktu kontrak wajib mengembalikan
Wilayah Kerja secara bertahap.
Saat Kontrak Kerja Sama berakhir, kewajiban KKKS
antara lain :
1. Mengembalikan seluruh Wilayah Kerja
2. Memenuhi seluruh komitmen pasti eksplorasi dan
kewajiban lain berdasarkan Kontrak Kerja Sama.
3. Penyerahan data eksplorasi dan eksploitasi, barang
dan peralatan operasi.
4. Melakukan kewajiban pasca operasi pertambangan

Tahap Perkembangan KKKS

Tahap
1

Tahap
2

Tahap
3

Penandatanganan
Kontrak Kerja Sama
(PSC)

EKSPLORASI

AWAL PRODUKSI
PENGEMBANGAN PRODUKSI

Akhir Kontrak

Tahap
4

KKS

Tahap
5

PENGAKHIRAN KKS:
1. KKKS EKSPLORASI
GAGAL PRODUKSI
2. KKKS PRODUKSI
TIDAK
MEMPERPANJANG
KONTRAK

KKS
PENGEMBALIAN
SEBAGIAN WK

Tahap Perkembangan Aset


Dalam melaksanakan kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi, KKKS memerlukan
Barang/Peralatan penunjang. KKKS melakukan pengadaan Barang/Peralatan
Penunjang dengan salah satu cara yaitu membeli
4
3
2
1
Awal Kontrak
Negara :
1. Wilayah Kerja
2. Cadangan
Migas
3. BMN eks.
Terminasi (*)
KKKS:
1. Financial
2. SDM
3. Teknologi

Eksplorasi
Jumlah HBM, HBI dan
persediaan Terbatas :
1. Material Seismik
dan Sumur
2. Tanah Sumur
(onshore)
3. Sumur
4. Peralatan kantor

Produksi
Penambahan HBM,
HBI dan persediaan
secara signifikan:
1. Fasilitas &
Peralatan Produksi
2. Tanah sumur
(onshore)
3. Sumur
4. Material Persediaan
5. Office & Housing

Akhir Kontrak
Pengurangan HBM, HBI
dan persediaan secara
signifikan
Melalui pengembalian
kepada Negara

Materi Pengelolaan Aset KKKS


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).


Pengertian Umum Pengelolaan Aset
Standarisasi & Kodefikasi
Perencanaan Kebutuhan Aset
Pengelolaan Aset
Pemanfaatan Aset
Pelepasan dan/atau Penghapusan
Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset bagian Rantai Suplai


Definisi
Rantai Suplai (Supply Chain Management, atau sering disingkat SCM) adalah
kegiatan penyediaan dan pendayagunaan barang dan jasa yang mencakup
tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dalam
hal:
Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa,

Pengelolaan Aset,

Kepabeanan,
Pengelolaan Proyek,
Manajemen Penyedia Barang/Jasa,
Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri, serta
Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan.

Maksud dan Tujuan Pengelolaan Aset

DASAR HUKUM PENGELOLAAN ASET KKKS

UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi


UU No. 01 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

PP No. 06 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah


PP No. 35 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
PP No. 79 tahun 2010 tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan
Perpres No. 95 Tahun 2012 tentang Pengalihan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kegiatan
Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

KepMen ESDM No. 3135 Tahun 2012 tentang Pengalihan Tugas, Fungsi dan Organisasi dalam Pelaksanaan Kegiatan
Hulu Migas
PMK No. 97/PMK-06/2007 tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara.
Kep. Men. ESDM Nomor 22 Tahun 2008 tentang jenis-jenis biaya kegiatan usaha hulu migas yang tidak dapat
dikembalikan kepada Kontraktor KKKS
PMK No.135/PMK.06/2009 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara yang Berasal dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama
yang telah dirubah dengan PMK nomor 165/PMK.06/2010.
PMK No. 02/PMK.05/2011 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Aset Berupa Barang Milik Negara yang Berasal
dari KKKS

Lingkup Kerja Pengelolaan Aset KKKS


IMPOR

Rencana
Kerja

Pengadaan

Pengelolaan

Pemanfaatan

Penghapusan

LOKAL

Diserahkan Pemerintah

Penghapusan

Pemusnahan
Penetapan Status

Pelepasan
Fisik

KESDM

KEMENKEU

Pengertian dan Status Kepemilikan

ASET
KKKS

Seluruh barang dan


peralatan yang dibeli
dan secara langsung
digunakan dalam
kegiatan usaha hulu
menjadi
milik/kekayaan negara
selanjutnya disebut
BARANG MILIK Negara
(BMN)

- MASA MANFAAT > 1 TAHUN


- NILAI PEROLEHAN > Rp 5 juta
- MASA MANFAAT > 1 TAHUN
- PENINGKATAN KAPASITAS/KUALITAS JASA HBM
- Rp 1,7 juta < NILAI PEROLEHAN <= Rp 5 juta
SEKALIGUS MENAMBAH UMUR DAYA GUNA MINIMAL
50% SISA UMUR
- COST RECOVERY MELALUI NON-CAPEX
- BIAYA PEMELIHARAAN MELEBIHI 50% DARI HARGA
PEROLEHAN
- COST RECOVERY MELALUI DEPRESIASI
- NILAI PEROLEHAN=SELURUH
BIAYA UNTUK MEMPEROLEH ASET
HINGGA SIAP DIGUNAKAN
- PLACED INTO SERVICE
- MERUPAKAN BMN

- BIDANG TANAH YANG DIBELI OLEH KKKS


- DICATAT TERPISAH DENGAN ASET DI ATASNYA
- COST RECOVERY MELALUI CAPEX/NON-CAPEX

PSC

STAKEHOLDERS

AKUNTABILITAS

- BERSIFAT PAKAI HABIS (< 1 TAHUN)


- UNTUK KEBUTUHAN MRO
- TERMASUK SISA PROJECT (NILAI
0/PEROLEHAN)
- COST RECOVERY MELALUI NON-CAPEX

AKUNTABILITAS
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

18

Aset Tidak Tercatat


Limbah adalah barang sisa suatu usaha dan/atau kegiatan
dengan kriteria sebagai berikut:
a. Bentuk : padat, cair, logam (besi/bukan besi) dan bukan logam
b. Status: tidak tercatat dalam pembukuan perusahaan
c. Nilai : tidak mempunyai nilai buku dalam pembukuan
perusahaan.
d. Sifat : B3 atau non B3
Scrap/barang bekas/rongsokan terdiri dari :
a. Scrap aset adalah unit HBM/ HBI/Persediaan baik yang bekas
/ rusak yang tidak layak dijual sebagai unit / fungsi semula.
b. Scrap non aset adalah barang bekas / rongsokan / rucatan
bangunan yang bukan merupakan unit HBM/ HBI/Persediaan

Proses Bisnis Pengeloaan Aset

Materi Pengelolaan Aset KKKS


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).


Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset
Standarisasi & Kodefikasi
Perencanaan Kebutuhan Aset
Pengelolaan Aset
Pemanfaatan Aset
Pelepasan dan/atau Penghapusan
Pengendalian dan Pengawasan

Standarisasi HBM
Tujuan :
1.

Meningkatkan Efisiensi ragam peralatan induk berkurang stok


spare part efisien.

2.

Memudahkan Pencatatan, Pemeriksaan, Inventarisasi, Pemeliharaan dan


Pelaporan.

Standarisasi HBM dilakukan untuk pengadaan HBM baru dan HBM yang
sudah tercatat dan/atau beroperasi.
Apabila KKKS memiliki populasi merek terlalu beragam pada peralatan
tertentu maka harus dilakukan rasionalisasi merek melalui seleksi merek.
Peralatan yang beroperasi dan tidak masuk dalam standarisasi harus tetap
dimanfaatkan oleh KKKS sampai tidak ekonomis lagi.
Penetapan barang/peralatan standard tetap mengutamakan penggunaan
produk dalam negeri dan memperhatikan faktor kesehatan, keselamatan kerja
dan lingkungan (K3L)

Standarisasi HBM
Standarisasi HMB Baru, memperhatikan hal-hal antara lain:
1.

Kemampuan dan kehandalan manufaktur/distributor

2.

Perbandingan dengan Barang/peralatan yang sudah tercatat/beroperasi

3.

Uji coba kehandalan kinerja dan kesesuaian pengoperasian dengan peralatan yang sudah
ada.

4.

Pengalaman dari KKKS lain

Standarisasi HBM yang tercatat, memperhatikan hal-hal antara lain :


1.

Penetapan spesifikasi kebutuhan operasi

2.

Proses identifikasi merek dan spesifikasi Barang/Peralatan

3.

Evaluasi berkala kinerja barang/peralatan

4.

Penetapan berkala beberapa merek barang/peralatan standard (Company Selected


Approved Brand CSAB)

Salah satu metode evaluasi yang dapat digunakan untuk menetapkan barang/peralatan
standard adalah metode Total Cost of Ownership - TCO

Kodefikasi
Tujuan Kodefikasi Aset

Menyeragamkan penggolongan dan klasifikasi aset guna mewujudkan


tertib administrasi dan tertib pengelolaan aset.
Pedoman dalam mengidentifikasi aset.
Pedoman dalam menyusun /menyimpan Aset (material persediaan) di
lokasi penyimpanan.
Sebagai pedoman pencatatan aset secara sistematis.

PENERIMAAN

PENYIMPANAN

PERAWATAN

PENGELUARAN

PEMBERIAN
KODEFIKASI

UPDATING KODEFIKASI (TERMASUK PENCATAAN)

KODEFIKASI ASET

Kodefikasi Kontraktor KKS harus disesuaikan dengan


standar kodefikasi SKMIGAS

Kodefikasi Material Persediaan standar


SKMIGAS terdiri dari 13 digit

Kodefikasi HBM standar SKMIGAS


terdiri dari 11 digit

Pelaksanaan & Pemeliharaan Kodefikasi

Pelaksanaan Kodefikasi

1.

Setiap Aset KKKS diberikan Kode sejak diterima /PIS sesuai jenis aset.

2.

Kode aset KKKS menyesuaikan dengan kodefikasi yang ditetapkan SKMIGAS.

3.

Monitoring secara berkala atas pemuktahiran standard kodefikasi SKMIGAS.

4.

Untuk Aset Baru yang belum terdaftar dalam kodefikasi SKMIGAS, KKKS
melakukan pemetaan dengan standard kodefikasi SKMIGAS.

5.

Kodefikasi suku cadang mengacu pada peralatan induk

Pemeliharaan Kodefikasi

1. KKKS wajib MENGKONVERSIKAN kodefikasinya sesuai kodefikasi SKMIGAS.


2. KKKS bertanggung jawab untuk mengelola dan memelihara kodefikasi aset yang
dimiliki.
3. Atas pemberian kodefikasi aset baru, penghapusan, pemindahan atau perubahan
deskripsi yang mempengaruhi kodefikasi SKMIGAS, terlebih dahulu mendapat
persetujuan SKMIGAS

Kodefikasi Aset
STRENGTH
IDENTIFIKASI ASET
KLASIFIKASI ASET
PENCATATAN

WEAKNESS :
KERAGAMAN ASET
STANDARISASI

KODEFIKASI ASET

OPPORTUNITIES
OPTIMALISASI ASET

TREAD
PERAWATAN KODEFIKASI
KATALOG

Pemetaan Kodefikasi Material Persediaan


Pemetaan kodefikasi merupakan proses pemetaan
kodefikasi SKMIGAS dengan kodefikasi KKKS

ConocoPhillips
11232281
Total EP Indonesie
1142954
PremierOil

Kodefikasi SKMIGAS

1-04-12-03-5110-1

04.07.33.0936.03.1

ExxonMobil
190-05-057
VICO Indonesia
5555640B

SIPM Sebagai Sarana Pengelolaan Aset


IDENTIFIKASI KEBUTUHAN

PELAPORAN

PENCARIAN DENGAN
KEYWORD
(KODEFIKASI/SPESIFIK
ASI)

PROSES
TINDAKLANJUT

PELAPORAN MP via SIPM


Pelaporan MP-01
Pelaporan MP-02
Pelaporan MP-03
Pelaporan Handak

Materi Pengelolaan Aset KKKS


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).


Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset
Standarisasi & Kodefikasi
Perencanaan Kebutuhan Aset
Pengelolaan Aset
Pemanfaatan Aset
Pelepasan dan/atau Penghapusan
Pengendalian dan Pengawasan

Perencanaan Kebutuhan Aset


Rencana Kebutuhan Aset dituangkan dalam Rencana Kerja dan
Anggaran (WP&B) dengan mempertimbangkan ketersediaan
aset yang ada di KKKS tersebut dan di KKKS lain.
Internal
KKKS
Kebutuhan
Aset

Perencanaan
WP&B
Kebutuhan
Jasa

KKKS
Lain

Kebutuhan
Pengadaan

Optimalisasi
Aset
Pengajuan
WP&B

Pengadaan
Barang/Jasa

Strategi Perencanaan Kebutuhan Aset


Pemenuhan Kebutuhan Aset dapat menggunakan
beberapa cara, antara lain :
1. Pemanfaatan Aset antar KKKS
2. Memperbaiki / Rekondisi
3. Mengubah Bentuk / Modifikasi
4. Kanibalisasi
5. Membeli
6. Pemanfaatan Bersama Aset antar KKKS
7. Pembangunan HBM Bersama
8. Perbaikan / Pemeliharaan engine (Exchange)

KLASIFIKASI MATERIAL PERSEDIAAN

Fast Moving

pemakaian / pengeluarannya
dalam 1 (satu) tahun minimum 2
(dua) kali pada bulan yang
berlainan

Slow Moving

pemakaian / pengeluarannya
dalam 1 (satu) tahun maksimal 1
(satu) kali

Surplus Material

selama 2 (dua) sampai dengan


5 (lima) tahun tidak ada
pemakaian / pengeluaran

Tidak Bergerak
(dead stock)

selama lebih dari 5 (lima) tahun


tidak ada pemakaian /
pengeluaran

Perencanaan Material Persediaan

Perencanaan
Material
Persediaan
harus
dilakukan dengan cermat untuk meminimalkan
terjadinya surplus.
Material Persediaan Berlebih (exces) adalah
sejumlah persediaan yang melewati batas
tingkat persediaan maksimum namun masih
dapat digunakan.
Surplus Material Persediaan BERLEBIH tidak
dapat dibebankan sebagai cost recovery

Material Persediaan Berlebih


Surplus

Material
Persediaan
BERLEBIH
Dead
Stock

Batasan Berlebih :
Material MRO

8% dari total Inventory tahun berjalan


Untuk Material Proyek/Program
Tidak berpotensi untuk dimanfaatkan
sendiri atau KKKS lain.

Materi Pengelolaan Aset KKKS


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).


Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset
Standarisasi & Kodefikasi
Perencanaan Kebutuhan Aset
Pengelolaan Aset
Pemanfaatan Aset
Pelepasan dan/atau Penghapusan
Pengendalian dan Pengawasan

Pengelolaan Aset
FAKTOR
PERTIMBANGAN

PENGELOLAAN FISIK ASET

Risiko
Operasi
PENGIRIMAN

PENGELUARAN

PENGENDALIAN

PERAWATAN

PENYIMPANAN

PENERIMAAN

PENGELOLAAN
ASET

PENGAWASAN

PENGELOLAAN ADMINISTRASI ASET


PENCATATAN
PELAPORAN

Efisiensi
Operasi
Standarisasi
Aset

HSE

Pengelolaan Aset

Pengelolaan Material Persediaan


Dapat dilakukan sendiri atau menggunakan pihak ketiga.
Metode kontrak : Call off Order, Blanket Order
Konsinyasi, Vendor Stocking.
Bahan Peledak dan bahan kimia pengelolaannya mengacu
ketentuan dan peraturan instansi pemerintah yang berlaku.

KKKS wajib memeliharan dan menjaga dokumen perolehan aset,


kepemilikan aset, perawatan, penggantian dan modifikasi aset.
Pemusanahan dokumen terkait aset hanya dapat dilakukan dengan
persetujuan SKMIGAS.

KKKS menyampaikan pelaporan aset secara berkala menggunakan


sistem informasi dan metode yang ditetapkan SKMIGAS

PENERIMAAN ASET
KEGIATAN PENERIMAAN MERUPAKAN KEGIATAN MENERIMA
ASET OLEH FUNGSI PERGUDANGAN ATAU FUNGSI LAIN YANG
DIBERI WEWENANG KHUSUS, AKIBAT DARI PROSES :

PENGADAAN

RETURN

TRANSFER ASET DARI KKKS LAIN


HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM
PENERIMAAN ASET :
MEMASTIKAN KESESUAIAN FISIK &
DOKUMEN
(KONTRAK/PO/SPESIFIKASI/DELIVERY
TICKET)
MELAKUKAN QA/QC
MEMBUAT BERITA ACARA
PENERIMAAN/PENGEMBALIAN ASET

PENYIMPANAN ASET
BERDASARKAN JENIS DAN SIFATNYA
MRO / PROJECT
PADAT / CAIR
BERBAHAYA / TIDAK BERBAHAYA

Peralatan
Keselamatan

Alat Angkat

BENTUK DAN UKURAN


BESAR / KECIL
BERAT / RINGAN

Alat Timbang
Alat Angkut
Alat Ukur

KODEFIKASI
BERDASARKAN MAINGROUP ASET

Rak Penyimpan
Label / Tagging
Ruang/Gudang
Khusus

Biaya yang timbul karena kerusakan material akibat kelalaian/kesalahan KKKS


dalam melakukan perawatan dan pengelolaan menjadi tanggung jawab KKKS

PEMELIHARAAN ASET
PEMELIHARAN ASET MERUPAKAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN DENGAN
TUJUAN UNTUK MENJAGA ASET SELALU DALAM KONDISI SIAP PAKAI

PEMELIHARAAN MESIN/PERALATAN
DASAR HUKUM
PERATURAN METERI KEUANGAN NO. 165/PMK.06/2010
METODE

OVERHAUL

EXCHANGE

PERSETUJUAN SKMIGAS

PENGELUARAN ASET

DILAKUKAN DALAM RANGKA:


PENGGUNAAN
PELEPASAN DAN PENGHAPUSAN
TRANSFER KE KKKS LAIN

L
A
K
U
K
A
N

HAL-HAL YANG HARUS


DIPERHATIKAN DALAM
PENGELUAARAN ASET :
MEMASTIKAN
KESESUAIAN FISIK &
DOKUMEN PERMINTAAN
MELAKUKAN PACKAGING
SESUAI KETENTUAN
MEMBUAT BERITA ACARA
SERAH
TERIMA/DOKUMEN
PENGIRIMAN

Pencatatan dan Pelaporan

Pencatatan dan pelaporan Aset bertujuan untuk


tercapai tertib administrasi dan pengelolaan yang
efektif dan efisien.
Pencatatan HBM/HBI, KKKS wajib membuat

Kartu/sistem pencatatan riwayat Aset


Kartu/Identifikasi Pengguna aset
Kartu/sistem informasi lokasi kerja aset
Tanda Identitas dan Kodefikasi aset (Tagging)
Pemutakhiran catatan HBM/HBI (pemindahan,
perubahan)

WP&B

AFE

PERENCANAAN

Proses Bisnis Aset Hulu Migas

STANDARISASI

PENGADAAN
RENCANA
PENGADAAN
PENETAPAN
PEMENANG
PLK/PJWK

KODEFIKASI DAN PENCATATAN

IMPORT
RKBI/MASTERLIST
ADMINISTRASI
KEPABEANAN KKKS
RE-EKSPOR BOP
SEWA/BUKAN SEWA

LOKAL

PELEPASAN &
PENGHAPUSAN

PEMANFAATAN
TRANSFER
PINJAM PAKAI
PEMANFAATAN BERSAMA

PENINGKATAN
KAPASITAS
NASIONAL

PELAPORAN DAN EVALUASI DAN VERIFIKASI

PELEPASAN
PEMUSNAHAN
PENETAPAN STATUS
KKKS TERMINASI

Pengakuan Pencatatan Aset


Production Sharing Contract
Title To Capital Asset [Equipment] - Section IX
Equipment purchased by CONTRACTOR pursuant to Work Program
becomes the property of SKMIGAS (in case of import, when landed at
the Indonesian ports of import) and will be used in Petroleum
Operation hereunder
Metode Pencatatan & Pelaporan - Exhibit C, Article 1.2
accounting records and books will be kept in accordance with
generally accepted and recognized accounting systems, consistent with
modern petroleum industry practices and procedures. Books and
reports will be maintained and prepared in accordance with methods
establish by SKMIGAS.
Klasifikasi, Umur Ekonomis, dan Metode Penyusutan
Exhibit C, Article III

Umur Ekonomis Aset


Tax

Description

Cat.

OIL / GAS

GAS

RESERVE <7 TH

RESERVE >7 TH

Group1

Group 2

Group1

Group 2

Group 3

50%

25%

50%

25%

10%

Construction Housing & Welfare


Vessel, Barge, Tugs and Similar Water Transportation
Railroad Cars and Locomotives
Construction Utilities and Auxiliaries
Drilling and Production Tools
Production Facilities
Furniture and Office Equipment
Buses
Aircraft
Construction Equipment
Truck - Heavy (more than 5 ton and Trailer)
Truck -Light (less than 5 tons and tractor unit)

5
4,5
3
3
3
2

6
4

Automobiles

1,5

A
B
C
D

E
F
G
H
I
J
K

10
9
7,5
5
5
5

20
18
15
8
8
8
10
6
6

Catatan : Perbedaan diatur berbeda sesuai PSC

Pengakuan Biaya Aset


Aset kapital dibebankan ke biaya operasi (cost
recovery) sebesar biaya penyusutannya (depreciation
expenses) yang dihitung setiap tahun.
Umur ekonomis dan tarif penyusutan suatu aset
kapital diatur di dalam exhibit C Production Sharing
Contract (PSC).
Setiap
aset
kapital
mulai
dihitung
biaya
penyusutannya dan dibebankan sebagai biaya operasi
sejak aset tersebut digunakan/dimanfaatkan dalam
kegiatan operasi.

Pencatatan dan Pelaporan

Pencatatan Aset Tanah


KKKS wajib membuat pencatatan mengenai aset tanah dalam
pembukuan tersendiri.
Pencatatan Material Surplus Proyek/Program
KKKS harus melakukan pencatatan atas surplus
proyek/program dan menyampaikan laporannya bersamaan
dengan .Laporan Material Persediaan
Laporan Aset disampaikan dengan format standar yang
ditetapkan SKMIGAS dengan pengaturan sbb:

Laporan Material Persediaan : Bulanan, disampaikan minggu


kedua bulan berikutnya.
Laporan HBM,HBI, Tanah : Triwulan, disampaikan tanggal 20 bulan
pertama triwulan berjalan.

Materi Pengelolaan Aset KKKS


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).


Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset
Standarisasi & Kodefikasi
Perencanaan Kebutuhan Aset
Pengelolaan Aset
Pemanfaatan Aset
Pelepasan dan/atau Penghapusan
Pengendalian dan Pengawasan

Pemanfaatan Aset Ketentuan Umum

Pemanfaatan aset merupakan kewajiban KKKS untuk


mengoptimalkan aset yang dioperasikannya.
Segala bentuk pemanfaatan bersama aset antar KKKS
dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan
SKMIGAS.
Pemanfaatan aset antar KKKS yang dilaksanakan tanpa
persetujuan SKMIGAS, segala biaya yang timbul tidak
dapat dimasukkan sebagai biaya operasi (Non cost
recovery) .
KKKS tidak diperkenankan mengambil keuntungan /
melakukan pembebenan ganda dari pemanfaatan aset
antar KKKS

STRATEGI PERENCANAAN KEBUTUHAN ASET

OPTIMALISASI ASET
1. Optimalisasi INTERNAL

RENCANA KERJA
Kebutuhan Atas Aset
(Built Of Asset)

(Idle & Persediaan)

2.

Optimalisasi EKSTERNAL
(Excees Capacity & Persediaan)

1.

2.
3.

Opt. INTERNAL
Memperbaiki atau
merekondisi
Mengubah
bentuk/modifikasi
Kanibalisasi

Opt. EKSTERNAL
1. Pemanfaatan
Aset Secara
Bersama Antar
Kontraktor KKS
2. Transfer Aset
Antar KKKS

WP&B/AFE
Procurement List

PENGADAAN

Metode Pemanfaatan Aset Antar KKKS


Syarat Ijin:
1. Kajian Teknis &
Keekonomian
2. Perjanjian Bersama
/ MoU
3. Data Aset
4. Dokumen
Kepemilikan

PEMANFAATAN
ASET
ANTAR KKKS
Laporan Realisasi:
1. Bukti pemanfaatan
2. Bukti Pembayaran (*)
3. Pemutakhiran
Pencatatan
4. Laporan kepada
SKMIGAS

SUBSTITUSI

KANIBALISASI

TRANSFER

PINJAM PAKAI

PEMAKAIAN
BERSAMA

Spesifikasi berbeda, fungsi dan tujuan sama

Tindakan memanfaatkan komponen atau bagian tertentu yang


masih baik untuk mengganti dan/atau melengkapi unit peralatan
lain sehingga dapat berfungsi sesuai peruntukan.
Menjaga kelengkapan/keutuhan aset yang diambil bagiannya

Alternatif pengadaan Barang/Peralatan.


Hanya dapat dilakukan antara KKKS di Indonesia
Nilai transfer = Nilai Buku atau Nilai Perolehan
Aturan Pembayaran merujuk status KKKS (Eksplorasi / Produksi)

Pengembalian Barang : Spesifikasi dan Jumlah sama


KKS peminjam harus memiliki PO/Kontrak pembelian terlebih dahulu
barang yang sama
Gagal mengembalikan, berlaku mekanisme Transfer

Pemanfaatan idle Aset / kapasitas berlebih


Pembebanan biaya prorata / proporsional

TRANSFER
TRANSFER ADALAH PERPINDAHAN ASET DALAM PENGELOLAAN KKKS
PENGGUNA AWAL KE KKKS PENGGUNA BERIKUTNYA

Nilai transfer aset adalah


nilai aset berdasarkan
nilai buku aset

Nilai transfer disetorkan


ke rekening pemerintah

Nilai transfer sebagai pengurang


biaya operasi pada KKKS
pengguna awal

PEMANFAATAN ASET BERSAMA


PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG
KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA HULU

Pasal 44
(1) Kegiatan pengolahan lapangan, pengangkutan, penyimpanan, dan penjualan hasil produksi sendiri yang
dilakukan Kontraktor yang bersangkutan merupakan Kegiatan Usaha Hulu.
(2) Dalam hal terdapat kapasitas berlebih pada fasilitas pengolahan lapangan, pengangkutan,
penyimpanan dan penjualan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dengan persetujuan Badan
Pelaksana, Kontraktor dapat memanfaatkan kelebihan kapasitas tersebut untuk digunakan pihak lain
berdasarkan prinsip pembebanan biaya operasi (cost sharing) secara proporsional.

Pasal 45
(1) Fasilitas yang dibangun Kontraktor untuk melaksanakan kegiatan pengolahan lapangan, pengangkutan,
penyimpanan dan penjualan hasil produksi sendiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 tidak ditujukan
untuk memperoleh keuntungandan/atau laba.

(2) Dalam hal fasilitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) digunakan bersama dengan pihak lain dengan
memungut biaya atau sewa sehingga memperoleh keuntungan dan/atau laba, Kontraktor Wajib
membentuk Badan Usaha Kegiatan Usaha Hilir yang terpisah dan wajib mendapatkan Izin Usaha.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG


KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
BAB IX
PEMANFAATAN BARANG, JASA, TEKNOLOGI DAN KEMAMPUAN REKAYASA DAN RANCANG BANGUN
DALAM NEGERI

Pasal 81
(1)

Pengelolaan barang dan peralatan yang dipergunakan dalam Kegiatan Usaha Hulu dilakukan oleh Badan Pelaksana.

(2) Kelebihan persediaan barang dan peralalan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dialihkan
penggunaanya kepada Kontraktor lain di Wilayah Hukum Pertambangan Indonesia atas persetujuan
Badan Pelaksana dan dilaporkan secara berkala kepada Menteri dan Menteri Keuangan.
(3)

Dalam hal kelebihan persediaan barang dan peralatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak digunakan oleh
Kontraktor lain, Badan Pelaksana wajib melaporkan kepada Menteri Keuangan melalui Menteri untuk ditetapkan kebijakan
pemanfaatannya.

(4) Dalam hal barang dan peralatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) akan dihibahkan, dijual,
dipertukarkan, dijadikan penyertaan modal negara, dimusnahkan atau dimanfaatkan oleh pihak lain
dengan cara dipinjamkan, disewakan dan kerjasama pemanfaatan, wajib terlebih dahulu
mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan atas usul Badan Pelaksana melalui Menteri.
(5)

Dalam hal Kontrak Kerja Sama telah berakhir, barang dan peralatan Kontraktor wajib diserahkan kepada pemerintah untuk
ditetapkan kebijakan pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

* PMK No.135/PMK.06/2009 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara Yang Berasal Dari Kontraktor
Kontrak Kerja Sama yang telah dirubah dengan PMK Nomor 165/PMK.06/2010.

1)

2)
3)

BAB III PEMANFAATAN


Pasal 10
KKKS dapat melakukan optimalisasi manfaat atas sebagian Barang Milik Negara bersangkutan kepada
pihak lain sepanjang menunjang kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi
setelah mendapat persetujuan Menteri berdasarkan usulan dari Badan Pelaksana.
Optimalisasi manfaat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah
status kepemilikan.
Pelaksanaan optimalisasi manfaat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada Departemen
Energi dan Sumber Daya Mineral.

* PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
Nomor : 007-REVISI-1/PTK/IX/2009.
BUKU KETIGA : Pedoman Pengelolaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama
BAB IV PENGELOLAAN ASET
5. Pemakaian Aset Bersama

DASAR PERTIMBANGAN
1. Tantangan Non Teknis dalam kondisi operasi
Hulu Migas lebih tinggi saat ini.
2. Temuan cadangan besar relatif jarang.
3. Biaya operasi dan perawatan peralatan yang
semakin tinggi.
4. Penurunan alami produksi.
5. TERDAPAT KELEBIHAN KAPASITAS

TEKNIS DAN
KEEKONOMIAN

ASET
OBJEK YANG
DIMANFAATKAN
MERUPAKAN ASET
HULU MIGAS

KAJIAN TEKNIS DAN


KEEKONOMIAN
SECARA
KOMPREHENSIF

PEMANFAATAN ASET BERSAMA


Aset HBM
Pipeline

Penurunan
Produksi
Warehouse

Storage

Pemanfaatan
Aset Bersama

Keekonomian
Lapangan

Penghematan
Biaya
Operasi

ALUR PEMANFAATAN ASET BERSAMA / FSA (ANTAR KKKS)

PENGAJUAN

KICK OFF MEETING

DRAFT FSA DARI KKKS

KKKS & Fungsi Internal BPMIGAS

FINALISASI/REVISI

PERSETUJUAN

Draft FSA

Penandatanganan FSA

KAJIAN
FUNGSI INTERNAL SKMIGAS
1. Operasi Lapangan
*(TEKNIS)
2. Konsolidasi Pencatatan Aset

*(STATUS ASET / NO. HARMONI KKS)

3. Akuntansi Umum
(COST SHARING)
4. Hukum
(LEGAL DRAFT)

ALUR PEMANFAATAN ASET BERSAMA / FSA (PIHAK LAIN)

PENGAJUAN

KICK OFF MEETING

Dari Pihak Selain KKKS

KKKS & Fungsi Internal BPMIGAS

PERSETUJUAN
Usulan SKMIGAS
Ke MENKEU RI

PEMANFAATAN
Oleh MENKEU RI

KAJIAN
FUNGSI INTERNAL SKMIGAS
1. Kajian KKKS selaku
Operator
2. Operasi Lapangan
*(TEKNIS)
3. Akuntansi Umum + KKKS
* (Kajian Cost Sharing)

OPTIMALISASI ASET KKKS


(EKSTERNAL INDUSTRI HULU MIGAS)
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri
Keuangan (PMK) 135/2009 dan 165/2010
PEMINDAH
TANGANAN
DIJUAL
HIBAH
PENYERTAAN
MODAL
DIPERTUKARKAN

PEMUSNAHAN
PEMUSNAHAN
ASET YANG
MEMBAHAYAKAN
LINGKUNGAN

TRANSFER
AFILIASI

BUYBACK
PEMBELIAN
KEMBALI OLEH
PABRIKAN,
PEMASOK DAN
VENDOR

AFILIASI DALAM
NEGERI
AFILIASI DILUAR
NEGERI

PENGHAPUSAN ASET DARI INDUSTRI HULU MIGAS


PRINSIP DASAR : TERJADI
TRANSFER OF TITLE

Materi Pengelolaan Aset KKKS


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).


Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset
Standarisasi & Kodefikasi
Perencanaan Kebutuhan Aset
Pengelolaan Aset
Pemanfaatan Aset
Pelepasan dan/atau Penghapusan
Pengendalian dan Pengawasan

Penghapusan dan/Pelepasan Aset


KETENTUAN UMUM

Penghapusan
Aset Kontraktor
KKS
merupakan tahap akhir yang dilakukan
oleh KKKS terhadap Aset yang rusak atau
kadaluarsa dan/atau tidak dapat
dimanfaatkan lagi oleh seluruh KKKS.

KKKS dapat menghapuskan Aset dari


sistem pencatatan setelah mendapatkan
persetujuan SKMIGAS sesuai dengan Ijin
Prinsip
Penghapusan
dari
Menteri
Keuangan
dan
Surat
Keputusan
Penghapusan dari Menteri ESDM.

Tujuan Penghapusan : membebaskan KKKS


dari biaya-biaya yang timbul atas
pengeloaan
aset
yang
tidak
bermanfaat/tidak akan dipergunakan.

NON
ASET

TIDAK
TERCATAT

HBM

HBI

TERCATAT

ASET KKKS

DISERAHKAN
NEGARA

TANAH

LAORAN PELEPASAN
&
PEMUTAKHIRAN PENCATATAN

PENGHAPUSAN

PELEPASAN

MATERIAL
PERSEDIAAN

KATAGORI

Katagori Aset & Mekanisme Pengakhiran

DIMUSNAHKAN

LAPORAN
PELEPASAN

Proses Penghapusan dan/atau Pelepasan


KEMENTERIAN
KKKS

SKMIGAS

USULAN
PELEPASAN DAN/ATAU
PENGHAPUSAN

REKOMENDASI

Administrasi & Fisik

PEMANFAATAN
KEMBALI

KESDM
E

REKOMENDASI

1. Administrasi & Fisik


2. Penilaian Aset

SURAT KEPUTUSAN

KEMENKEU
E

IJIN PRINSIP

1. Administrasi
2. Verifikasi hasil
penilaian

PENGHAPUSAN
SURAT
PELAKSANAAN
Serah Terima
Pelepasan Ke KESDM
PEMUSNAHAN

Tindak Lanjut

Pelaksanaan PELEPASAN
(Pelangan, Hibah,
Penetapan Status)
E

PELAPORAN & PEMUTAKHIRAN PENCATATAN ASET

= EVALUASI

Materi Pengelolaan Aset KKKS


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Aset KKKS Sebagai Barang Milik Negara (BMN).


Pengertian Umum Dalam Pengelolaan Aset
Standarisasi & Kodefikasi
Perencanaan Kebutuhan Aset
Pengelolaan Aset
Pemanfaatan Aset
Pelepasan dan/atau Penghapusan
Pengendalian dan Pengawasan

PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN

ASET
MATERIAL PERSEDIAAN

PEMERIKSAAN
FISIK (minimal

1 tahun
sekali)

PENELITIAN
FISIK

OPTIMALISASI
DAN
PERFORMANCE

HBM /
HBI
PEMERIKSAAN
FISIK serta
pemutakhiran
pembukuan,
didukung dengan
dokumen yang
memadai (tahun
dan lima tahunan)

TANAH

Melakukan
pengawasan
fisik dan
administrasi

Inventarisasi
dan
verifikasi (1
tahun sekali)

PEMERIKSAAN FISIK serta pemutakhiran pembukuan, didukung dengan dokumen yang


memadai. Bila diperlukan dapat ditambahkan kolom mengenai evaluasi keutuhan dokumen
pendukung (kepemilikan, perolehan, historis perawatan, dll)

Ketentuan Umum

SKMIGAS dapat mewajibkan Kontraktor KKS untuk menggunakan Aset


yang tersedia di lingkungan Kontraktor KKS lain.
Dalam hal akan dilakukan peralihan operator Wilayah Kerja, para
Kontraktor KKS yang akan melakukan peralihan wajib melakukan
pemeriksaan administrasi dan fisik Aset secara menyeluruh (due diligence)
dan melaporkan hasilnya kepada SKMIGAS. Apabila dari hasil due
diligence diketahui ada Aset yang hilang/tidak ditemukan, maka SKMIGAS
akan meminta pertanggungjawaban kepada KKKS operator yang baru.
Setiap pelaksanaan audit Aset di Kontraktor KKS harus dilaporkan terlebih
dahulu secara tertulis kepada SKMIGAS dan Kontraktor KKS yang
bersangkutan menyampaikan salinan hasil audit tersebut kepada SKMIGAS.
Kehilangan Aset yang diakibatkan karena kelalaian, penyalahgunaan atau
karena perbuatan pidana menjadi tanggung jawab Kontraktor KKS
bersangkutan.

Ketentuan Umum (lanjutan)

Pada prinsipnya Kontraktor KKS harus mengganti setiap Aset yang


hilang dengan Aset yang memiliki spesifikasi sama, kecuali
berdasarkan pertimbangan teknis keekonomian, SKMIGAS
memutuskan bahwa Kontraktor KKS dapat mengganti dengan uang
sebesar nilai perolehan.

Penggantian Aset yang hilang tersebut tidak dapat diperhitungkan


sebagai biaya operasi berdasarkan Kontrak Kerja Sama.
Kontraktor KKS wajib memelihara dan menjaga dokumen-dokumen
yang terkait dengan perolehan, perawatan, penggantian, modifikasi
dan dokumen kepemilikan Aset. Pemusnahan dokumen-dokumen yang
terkait Aset hanya dapat dilakukan jika setelah Aset bersangkutan
telah disetujui penghapusan pencatatannya dengan mendapat
persetujuan SKMIGAS, kecuali dokumen kepemilikan aset.

Ketentuan Umum (lanjutan)

KKKS diwajibkan untuk menjaga, memelihara dan


mengelola aset yang dalam pengelolaannya.
Setiap kerugian negara/daerah akibat kelalaian,
penyalahgunaan/pelanggaran hukum atas pengelolaan
barang milik negara diselesaikan melalui tuntutan ganti
rugi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Setiap pihak yang mengakibatkan kerugian negara
dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi
pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan

Oil & Gas for theNation


SAVE OUR ENERGYSAVE OUR FUTURE