Anda di halaman 1dari 4

Teknik Dasar Komunikasi dalam Konseling

(opening dan acceptance)

1. Opening ( Pembukaan )
Pengertian
Opening adalah ketrampilan / teknik untuk membuka / memulai komunikasi dan
hubungan konseling. Contohnya menyambut kehadiran klien dan membicarakan topik netral
seperti menjwab salam, mempersilakan duduk dll.
Tujuan
Untuk memberi penghargaan dan membangun hubungan baik dengan konseli.
Prinsip-prinsip :
A.

Penyambutan
Non verbal : Sebuah komunikasi dengan bahasa isyarat seperti : menghentikan aktifitas,

penjemputan, menjabat tangan, senyum, isyarat mempersilahkan masuk, menutup pintu, isyarat
mempersilahkan duduk, dsb.
Verbal : Sebuah komunikasi dengan bahasa lisan, seperti : member salam, menjawab
salam, menyebut nama, pujian atas kedatangan konseli,menanyakan kabar dsb.
Kesemuanya bertujuan untuk :
1. Menciptakan rasa aman konseli.
2. Membentuk kesan dan persepsi yang positif pada konseli.
3. Mengkomunikasikan kondisi fasilitas konselor.
B. Inisiasi pembicaraan
Topic netral: Sebuah topic yang tidak langsung melakukan proses konseling, atau topic
umtuk mengawali pembicaraan. Misalnya : Hobi, peristiwa hangat, kondisi kesehatan dsb
Contoh : Oh ya bagaimana keadaan nak .. dan keluarga dirumah saat ini, sehatkan?
Kegiatan dalam kaitannya dengan kedatangan konseli di ruang konseling.
Contoh : Apakah saat ini nak .. tidak sibuk?

Kesemuanya dilakukan untuk :


1. Menghindari konselor dari banyak bicara.
2. Meredakan kecemasan awal konseli.
C. Transisi pembicaraan

Alih topic
Informasi harapan keberhasilan
Meminta kesediaannta untuk direkam
Pengembangan topic

2. Acceptance ( Penerimaan )
Pengertian
Acceptance ( penerimaan ) adalah teknik yang digunakan konselor untuk
menunjukan minat dan pemahaman terhadap hal-hal yang dikemukakan konseli.
Kehadiran, bahwa konselor ada dan masih bersama konseli agar konseli merasa
ada dan diperhatikan. Contohnya anggukan kepala dll.
Tujuan :

Untuk menyatakan bahwa konselor hadir bersama konseli


Agar konseli merasa diperhatikan
Agar konseli memperoleh balikan atas apa yang dikatakan didengar dan
difahami.

Prinsip :
Menghindari stereotip
Bukan sekedar respon sekenanya melainkan konselor menangkap betul
aspek yang difahami
Penerimaan tidak berarti persetujuan atau dukungan
Bentuk :

Verbal penerimaan dengan kata-kata


o Kata-kata pendek seperti : ya, he-em, baik (dalam arti
mendengarkan)
o Frasa atau kalimat, seperti : Saya paham, saya memahami apa
yang kamu kemukakan, saya dapat merasakan apa yang anda

Non

rasakan, saya memahami apa yang anda rasakan, dsb.


verbal, penerimaan dengan bahasa isyarat, seperti

menganggukan kepala, isyarat tangan, kontak mata, elspresi wajah,


postur dan gesture.
Contoh :

Konseli : Bapak saya bingung, atas apa yang dilakukan Doni akhir-akhir ini,
sepertinya dia
menjauhi saya
Konselor : Bapak, mengerti apa yang kamu bingungkan..