Anda di halaman 1dari 8

A.

KONSEP DASAR PENYAKIT


Pengertian
Nutrisi merupakan elemen penting untuk proses dan fungsi tubuh. Enam
kategori zat makanan adalah air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
Kebutuhan energi dipenuhi dengan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.
Air adalah komponen tubuh yang vital dan bertindak sebagai penghancur zat
makanan. Vitamin dan mineral tidak menyediakan energi, tetapi penting untuk
proses metabolisme dan keseimbangan asam-basa.
Nutrisi penting untuk jumlah kalori. Makanan dengan kepadatan nutrisi
tinggi, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, menyediakan sejumlah besar
nutrien yang berhubungan dengan kalori. Majanan dengan kepadatan nutrisi
rendah, seperti gula dan alkohol, tinggi kalorinya tapi berzat gizi rendah.

Epidemologi:
Masalah umum pada gangguan pemenuhan nutrisi :
a. AIDS
b. Kanker
c. Gangguan makan
d. Penyakit gastrointestinal
e. Penyakit kritis
f. Penyakit metabolis
g. Obesitas
h. Penyakit hati

Penyebab:
a. aktifitas banyak
b. pola makan tidak teratur
c. tidak nafsu

perut)

makan/anoreksia
d. kurang makan
e. stres
f.

h. asupan makanan yang


menurun
i. depresi

kerusakan minat
terhadap

g. kram abdominal(keram

makanan

Faktor predisposisi:
1. Tindakan
Berhubungan dengan peningkatan kebutuhan protein dan vitamin untuk
penyembuhan luka dan penurunan masukkan sekunder akibat pembedahan,
medikasi (kemoterapi kanker).
2. Situsional (personal lingkungan)
- Berhubungan dengan penurunan keinginan untuk makan sekunder akibat
anoreksia, depresi, stres, isolasi sosial, mual, muntah atau alergi.
- Berhubungan dengan ketidakmampuan untuk menghasilkan makanan.
- Berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mengunyah.
3. Maturisional
- Berhubungan dengan ketidakkuatan masukkan sekunder:
a. Bayi baru lahir
b. Bayi prematur
c. Lanjut usia

Klasifikasi:

Karbohidrat

Protein

Lipid

Air

Vitamin

Gejala Klinis:

Berat badan dibawah ideal lebih dari 20%

Melaporkan intake makanan kurang dari kebutuhan yang dianjurkan

Konjunctiva dan membrane mukus pucat

Lemah otot untuk menelan atau mengunyah

Luka, inflamasi pada rongga mulut

Mudah merasa kenyang sesaat setelah mengunyah makanan

Melaporkan kurang makan perubahan sensasi rasa

Tidak mampu mengunyah makanan

Miskonsepsi

Penurunan berat badan dengan intake makanan adekuat

Enggan makan

Keram abdominal

Tonus otot buruk

Nyeri abdomen patologi atau bukan

Kerusakan minat terhadap makanan

Pembuluh kapiler rapuh

Diare atau steatoria

Kehilangan rambut banyak

Suara usus hiperaktif

Kurang informasi, mis informasi

Pemeriksaan Fisik:
Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengkaji tingkat nutrisi klien yang
meliputi evaluasi keseluruhan sistem pencernaan. Teknik inspeksi,
palpasi, auskultasi dan perkusi digunakan dalam pemeriksaan fisik ini.
a.

Inspeksi, perawatmelakukan observasi dari kepala sampai ke ujung kaki


klien untuk mengkaji adanya kelainan.

b.

Palpasi kulit terhadap kehilangan turgor dan terhadap tanda-tanda edema.

c.

Perkusi adalah tindakan mengetuk ngetuk objek untuk menentukan


bagaimana pergerakan peristaltik usus.

d.

Auskultasi digunakan perawat untuk mengidentifikasi bunyi pergerakan


usus dalam mencerna makanan yang masuk.

Theraphy:
Nutrisi yang baik penting bagi kesehatan dan penyakit, tetapi pola asupan diet
yang spesifik yang menghasilkan nutrisi yang baik sering kali harus
dimodifikasi dengan klien yang berpenyakit khusus. Modifikasi diet penting
untuk menyesuaikan dengan kemampuan tubuh untuk metabolisme nutrien

tertentu, memeriksa defisiensi nutrisi yang berhubungan dengan penyakit, dan


mengeliminasi makanan yang memperburuk gejala penyakit.

B. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian
Perawat berkolaborasi dengan ahli diet dalam memimpin pengkajian nutrisi
yang komprehensip. Karena makanan dan cairan adalah kebutuhan dasar
biologis semua makhluk hidup, maka pengkajian nutrisi penting. Pengkajian
nutrisi penting khususnya bagi klien yang beresiko masalah nutrisi yang
berhubungan dengan stres, penyakit, hospitalisasi, kebiasaan gaya hidup, dan
faktor-faktor lain.
Pusat pengkajian nutrisi sekitar empat area pokok:
1. Pengukuran fisik (tinggi dan berat) dan antropometri
Pengukuran tinggi dan berat badan klien harus diperoleh ketika
masuk rumah sakit atau lingkungan pelayanan kesehatan apapun.
Klien harus ditimbang pada waktu yang sama setiap hari, pada
skala yang sama dan dengan pakaian atau linen yang sama. Jika
tinggi badan tidak dapat diukur dengan klien berdiri, rentang
lengan, atau jarak dari ujung jari ke ujung jari dengan lengan
diulurkan penuh pada tingkat bahu, kurang lebih ketinggian
untuk orang dewasa.
2. Tes laboratorium
Tes laboratorium adalah diagnostik untuk malnutrisi. Tes-tes
dipengaruhi oleh banyak faktor seperti keseimbangan cairan,
fungsi hati, fungsi ginjal dan adanya penyakit. Tes laboratorium
biasanya digunakan untuk mempelajari status nutrisi termasuk
ukuran protein plasma seperti albumin, tranferin, retinol yang
mengikat protein, total kapasitas ikatan zat besi, hemoglobin.
3. Riwayat diet dan kesehatan

Riwayat diet berfokus pada kebiasaan asupan makanan dan


cairan klien, sebaik informasi tentang pilihan, alergi, masalah,
dan area yang berhubungan lainnya, seperti kemampuan klien
untuk memperoleh makanan. Riwayat ini memungkinkan
perawat menghitung asupan nutrisi klien dan membandingkan
dengan izin yang direkomendasi untuk menentukan apakah
kebiasaan diet klien biasa menyediakan semua nutrien dalam
jumlah yang dibutuhkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola
diet ini termasuk status kesehatan, latar belakang budaya, agama,
status sosial ekonomi, pilihan pribadi, faktor psikologi,
penggunaan alkohol atau obat-obatan, salah informasi tentang
nilai makanan.
4. Observasi klinis
Perawat mengobservasi klien tanda-tanda perubahan nutrisi.
Karena nutrisi yang tidak tepat mempengaruhi semua sistem
tubuh, petunjuk malnutrisi dapat diobservasi selama pengkajian
fisik. Ketika pengkajian fisik sistem tubuh yang umum selesai,
perewat dapat memeriksa kembali area yang berhubungan untuk
mengevaluasi status nutrisi klien.

Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul


Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan:

Peningkatan laju metabolik

Asupan nutrien yang tidak adekuat dalam diet

Peningkatan kehilangan nutrien melalui cairan gastrointestinal

Kebutuhan energi tinggi akibat latihan yang berlebihan

Perubahan nutrisi: lebih dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan:

Penurunan laju metabolik

Asupan nutrien dan kilokalori yang berlebihan dalam diet

Latihan atau aktifitas yang tidak adekuat

Perubahan nutrisi: risiko untuk lebih dari kebutuhan tubuh yang berhubungan
dengan:

Pola asupan makanan yang disfungsional

Gangguan hubungan dengan orang yang penting atau bermakna

Gangguan menelan akibat jalan nafas buatan

Rencana tindakan dan rasionalisasi


TUJUAN

HASIL YANG

INTERVENSI

RASIONAL

Klien akan kembali

DIHARAPKAN
Klien akan

Bisakah klien untuk

Nutrisi enteral

dalam 10% dari

bertambah berat

diet dan gunakan

secara fisiologis

rentang berat-tinggi

badan rata-rata

suplemen oral yang

lebih kuat dan lebih

badan yang tidak

sampai 0,5

diperlukan untuk

murah daripada

baik (berdasarkan

kg/minggu.

mencapai energi dan nutrisi parental,dan

standar rujukan

asupan nutrien yang

dapat memelihara

seperti tabel

adekuat

struktur dan fungsi

asuransi kehidupan )

intestin

dalam waktu 6

(Mainous,Block,

bulan.
Parameter

Intruksikan klien

dan Dietch 1994)


Erosi yang terus

laboratorium akan

untuk minum air

menerus dalam

menunjukkan bukti

dan minuman

status nutrisi

hidrasi adekuat dan

nonkafein pada

menempatkan klien

meningkatkan

waktu makan.

pada resiko

parameter nutrisi.

komplikasi yang
berhubungan dengan
malnutrisi,seperti
sepsis,dehidrasi,dan
ketidakseimbangan
elektrolit (Williams,
1993)

Evaluasi

Evaluasi nutrisi harus berlangsung terus menerus untuk mengevaluasi hasil


intervensi perawat.Tujuan pemberian nutrisi harus dikonsentrasikan pada
ketentuan perkiraan kebutuhan kilo kalori dan protein.
Rencana asuhan keperawatan harus menunjukkan tujuan yang masuk akal dan
tercapai. Perawat harus mengevaluasi tujuan dari tindakan keperawatan dan
waspada terhadap tanda dari tujuan yang telah tercapai.
Tujuan
Tindakan evaluatif
Klien akan kembali berada - Timbang berat badan.
dalam rentan 10% berat -

Observasi

tanda-tanda menunjukkan

badan yang sesuai dengan defisit nutrisi pada klien.


tinggi badannya.

Observasi

Hasil yang diharapkan


Berat
badan
akan
peningkatan

yang sesuai yaitu - 1/2

tanda-tanda kg/minggu

(0,25

0,5

dehidrasi atau overhidrasi kg/minggu).


pada klien.

Parameter

- Palpasi kulit terhadap akan


kehilangan turgor.

menunjukkan

tanda-tanda edema.

nutrisi.

- Pantau tingkat elektrolit


observasi

bukti

hidrasi yang adekuat dan

- Palpasi kulit terhadap peningkatan

dan

laboratorium

terhadap

keseimbangan elektrolit.

para-meter

Daftar Pustaka
Perry dan Potter. 2005. Fundamental Keperawatan: konsep, proses dan praktik.
Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
NANDA, Panduan Diagnosa Keperawatan 2005-2006. Prima Medika. 2005.
Syaifuddin. 2002. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. Buku
Kedokteran EGC. Jakarta.