Anda di halaman 1dari 2

FARINGITIS AKUT

NO. DOKUMEN:76/SPO/
DINKES
KAB.KLUNGKUNG

PUSK.BAII/V/2012
TANGGAL TERBIT:

REVISI:
00

HALAMAN:
1/1

DITETAPKAN OLEH
PLT.KEPALA UPT PUSKESMAS BA.II

1 MEI 2012
SPO
UPT.PUSKESMAS
BANJARANGKAN II
dr.Ida Ayu Ketut Sri Handayani
NIP.19790810 2006 04 2 017
PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN

Radang akut mengenai mukosa faring dan jaringan limfoid dinding faring.
Etiologi
Penyebab tersering adalah virus. Dapat juga oleh kuman S.Pyogenes.
Patofisiologi
Penularan secara droplet infection, atau melalui makanan dan minuman.
Dapat sebagai gejala permulaan dari penyakit lain misalnya: morbili,
influenza, pneumoni, parotitis, dsb. Seringkali bersama-sama dengan
penyakiut saluran nafas atas lainnya yakni:
Rhinitis akut, nasofaringitis, laryngitis, dsb.
Diagnosis banding
Tonsilitis akut
Penyulit
Bila daya tahan tubuh baik, jarang terjadi penyulit. Dapat terjadi penyebaran
ke bawah, misalnya: laryngitis, trakeitis, bronchitis, pnemoni, atau ke atas
melewati tuba Eustakhius menimbulkan otitis media akut.
Bila penyebabnya S.Pyogenes,dapat terjadi komplikasi seperti pada tonsilitis
akut.
Sebagai acuan/pedoman faringitis akut di UPT. Puskesmas Banjarangkan II
Pelayanan medis dilakukan oleh dokter umum

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Diagnosis
1. Anamnesis:
- Tenggorok rasa kering dan panas, kemudian timbul nyeri menelan di
bagian tengah tenggorok;
- Demam, sakit kepala, malaise
2. Pemeriksaan:
- Mukosa faring tampak merah dan udim, terutama di daerah lateral
band.;
- Granula tampak lebih besar dan merah;
- Kadang-kadang didapati pembesaran kelenjar regional yang nyeri
tekan.
Terapi
- Istirahat;
- Analgesik/antipiretik;
- Tidak diperlukan antibiotik
Dokter dan perawat di unit pengobatan