Anda di halaman 1dari 20

HKN-1

PENGERTIAN HKN
Bambang Sancoko, SE, Msi
STAN 2015

PENGERTIAN HUKUM

Hukum adalah sekumpulan peraturan yang


berisi perintah dan larangan yang dibuat oleh
pihak yang berwenang sehingga dapat
dipaksakan pemberlakuaanya berfungsi untuk
mengatur masyarakat demi terciptanya
ketertiban disertai dengan sanksi bagi
pelanggarnya.
Kamus Besar Bahasa Indonesia :
Peraturan

atau adat yg secara resmi dianggap


mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau
pemerintah;

Pengertian tentang hukum ini dapat pula ditinjau :


1. Berdasarkan Wujudnya:
Tertulis,

yaitu hukum yang dapat kita temui dalam bentuk tulisan dan dicantumkan
dalam berbagai peraturan negara.
Tidak Tertulis, yaitu hukum yang masih hidup dan tumbuh dalam keyakinan
masyarakat tertentu (Hukum Adat).

2. Berdasarkan Ruang atau wilayah berlakunya:


Lokal,

yaitu hukum yang hanya berlaku disuatu daerah tertentu (Hukum Adat :
Batak,
Minangkabau, Bugis, Sasak, Jawa dan sebagainya).
Nasional, yaitu hukum yang berlaku di suatu wilayah negara tertentu (Hukum
Indonesia, Malaysia, Mesir, dan sebagainya).
Internasional, yaitu hukum yang berlaku melampaui batas wilayah Negara atau
mengatur hubungan antara dua negara atau lebih (Hukum Perang, Perdata
Internasional dan sebagainya).

3. Berdasarkan waktu:
Hukum

yang berlaku sekarang ini atau saat ini atau hukum positif.
Hukum yang berlaku pada waktu yang akan datang.

4. Berbagai sudut pandang, seperti : subyek p seperti : subyek pengguna,


materi yang diatur, dan dari fungsinya (hukum material dan hukum formal)

KEDUDUKAN HKN DALAM HAN


Prajudi

Atmosudirdjo mengatakan bahwa ruang lingkup


Hukum Administarsi Negara adalah :

a. Hukum tentang dasar-dasar dan prinsip-prinsip


umum daripada Administrasi Negara.
b. Hukum tentang organisasi dari Administrasi
Negara.
c. Hukum tentang aktifitas-aktifitas dari Administrasi
Negara yang bersifat yuridis.
d. Hukum tentang sarana-sarana dari Administrasi
Negara terutama mengenai kepegawaian Negara dan
keuangan Negara.
e. Hukum Administrasi Pemerintahan Daerah dan
wilayah

Kusumadi

Pudjosewojo, membagi bidang-bidang


pokok yang merupakan lapangan HukumTata
Usaha Negara atau Hukum Adminsitrasi Negara,
yang diambil dari UUD Sementara adalah sebagai
berikut :

a. Hukum Tata Pemerintahan


b. Hukum Tata Keuangan
c. Hukum Hubungan Luar Negeri
d. Hukum Pertahan Negara dan Keamanan
Umum

Menurut

Walther Burckharlt (Swiss), bidang-bidang pokok Hukum


Administrasi Negara adalah. :

1. Hukum Kepolisian
Kepolisian

dalam arti sebagai alat administrasi Negara yang sifat


preventif misalnya pencegahan dalm bidang kesehatan, penyakit
flu burung, malaria, pengawasan dalam pembangunan, kebakaran,
lalu lintas, lalulintas perdagangan ( Ekspor-Impor).

2. Hukum Kelembagaan, yaitu administrasi wajib mengatur


hubungan hukum sesuai dengan tugas penyelenggara
kesejahtreaan rakyat missal dalam bidang pendidikan, rumah
sakit, tentang lalu lintas ( laut, udara dan darat), Telkom,
BUMN, Pos, pemeliharaan fakir miskin, dan sebagainya.
3. Hukum Keuangan, aturan-aturan tentang keuangan
Negara, missal pajak, bea cukai, peredaran uang,
pembiayaan Negara dan sebagainya.

SUMBER HUKUM

Sumber hukum adalah segala sesuatu yang menimbulkan aturan hukum dan
ditentukan aturan hukum itu.
1. Sumber Hukum Materiil
2.Sumber Hukum Formil.

Sumber Hukum Materiil


Sumber hukum materiil adalah sumber hukum yang menentukan isi aturan hukum
itu, dan untuk menentukan isi hukum itu dipengaruhi oleh banyak factor yaitu :
a. Sejarah, yaitu UU/ peraturan2 masa lalu yg dianggap baik dapat dijadikan
bahan untuk membuat UU dan dapat diberlakukan sebagai hukum positif.
b. Faktor Soiologis
Yaitu seluruh masyarakat dan lembaga2 yang ada didalam masyarakat. Kegiatan2
yg terjadi didalam masyarakat dapat dijadikan bahan untuk membuat hukum
dengan kata lain sesuai dengan perasaan hukum masyarakat misalnya keadaan
dan pandangan masyarakat dalam social, ekonomi, budaya, agama dan psikologis.
c. Faktor Filosofis.
Yaitu ukuran untuk menentukan aturan itu bersifat adil atau tidak dan
sejauhmana aturan itu ditaati oleh warga masyarakat atau mengapa masyarakat
mentaati aturan itu.

Sumber Hukum Formil


Yaitu kaidah hukum dilihat dari segi bentuk,
dengan diberi suatu bentuk melalui suatu proses
tertentu, maka kaidah itu akan berlaku umum dan
mengikat seluruh warga masyarakat dan ditaati
oleh warga masyarakat.
Sumber hukum formil Hukum Administrasi Negara
adalah :
a. Undang-undang
b. Kebiasaan/Praktek hukum administrasi Negara
c. Yurispudensi
d. Doktrin/pendapat para ahli

Kebiasaan/praktek Hukum Administrasi Negara.


Alat administrasi Negara dapat mengeluarkan kebijakankebijakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan konkrit
yang terjadi diluar dari Undang-undang. Dalam mengeluarkan
Keputusankeputusan merupakan praktek administrasi Negara
dalam rangka kepentingan umum.
Yurisprudensi
Yaitu keputusan hukum yang sudah mempunyai kekuatan
hukum yang tetap dapat menjadi sumber hukum administrasi
Negara, Terutama Keputusan Hakim Peradilan Tata Usaha
Negara.
Doktrin
Pendapat para ahli terutama teori-teori yang baru mengenai
pelaksanaan hukum administrasi Negara dapat dijadikan
sumber hukum administrasi Negara.

PENGERTIAN HUKUM KEUANGAN


NEGARA

Hukum Keuangan Negara adl :


Sekumpulan

kaidah hukum tertulis yang


mengatur hak dan kewajiban negara yang dapat
dinilai dengan uang, termasuk uang dan barang
yang dikuasai oleh negara terkait dengan
pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.

Prof.Dr.Muhammad Djafar Saidi, SH, MH.

Dari substansi UUD 1945 tampak bahwa hukum


keuangan negara memiliki kaidah hukum yang tertulis
dan tidak mengenal kaidah hukum yang tidak tertulis.

HKN DALAM PERSPEKTIF UUD


1945

UUD 1945 dan Pembukaannya memuat


ketentuan yang bersifat grondnorm sebagai
pandangan hidup bangsa Indonesia.
Hal tersebut berimiplikasi pada keuangan
negara dalam rangka pencapaian tujuan
negara.
Tujuan

negara : melindungi segenap bangsa


Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan
sosial.

Pencapaian tujuan negara SELALU TERKAIT dengan keuangan


negara.
Ketentuan2 dalam UUD 1945 yang terkait dengan keuangan
negara mrpk sumber hukum konstitusional keuangan negara.
Ketentuan2 dalam UUD 1945 :
Pasal

23

(1) Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud dari


pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan
undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka dan
bertanggung jawab untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyat.
(2) Rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja
negara diajukan oleh Presiden untuk dibahas bersama Dewan
Perwakilan Rakyat dengan memperhatikanpertimbangan Dewan
Perwakilan Daerah.
(3) Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui rancangan
anggaran pendapatan dan belanja negara yang diusulkan oleh
Presiden, Pemerintah menjalankan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara tahun yang lalu.

Pasal 23A
Pajak

dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk


keperluan negara diatur dengan undang-undang.

Pasal 23B
Macam

dan harga mata uang ditetapkan dengan


undang-undang.

Pasal 23C
Hal-hal

lain mengenai keuangan negara diatur dengan


undang-undang.

Pasal 23D
Negara

memiliki suatu bank sentral yang susunan,


kedudukan, kewenangan, tanggung jawab, dan
independensinya diatur dengan undang-undang.

Ketentuan2 dalam UUD 1945 ttg keuangan negara


memerlukan penjabaran lebih lanjut dalam bentuk
UU.
Hal ini berarti, perumus UUD 1945 memberikan
atribusi kepada pembuat UU untuk mengatur
substansi yang terkait dengan keuangan negara
dalam bentuk UU.
HKN memiliki kedudukan sentral terhadap negara
yang menganut tipe negara kesejahteraan (welfare
state) dalam kaitan pencapaian tujuan negara.
Hal ini didasarkan pada indikator substansi dan
penataan thd hukum keuangan negara sbg hukum
positif.

KEDUDUKAN HKN

Jika dikaitkan dg pembagian hukum, maka HKN


berada pada tataran hukum publik karena
substansinya tertuju pada kepentingan negara.
Tetapi tidak berarti tidak memiliki ketersinggungan
dg hukum privat.
Ketersinggungan terjadi ketika objek HKN berupa
keuangan negara yang pengelolaannya berada pada
BUMN/BUMD yang sebenarnya mengikuti hukum
privat.
Dominasi HKN disebabkan karena kelahirannya
mrpk amanat UUD 1945.
UUD

1945 memerlukan HKN sbg payung hukum (kader


wet) dalam rangka penataan negara ke depan.

KRONOLOGI PERATURAN PERUNDANGAN DI


BIDANG KEUANGAN NEGARA

Sejak Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada


tanggal 17 Agsutus 1945, pemerintah menjalankan
kebijakan pengelolaan Keuangan Negara bersdasarkan
pertauran-perndang-undangan sebagai berikut :
ICW

Kepanjangan dari Indische Comptabiliteits Wet diterjemahkan


sebagai UU Perbendaharaan Indonesia hal ini ditegaskan dalam UU
No. 9 Tahun 1968 tentang berlakunya ICW tersebut sebagai UUPI.

IBW (Indische Bedrijvenwet)


RAB kepanjangan dari Rechtregelen Algemene Beheer
I A R kepanjangan dari Indische Algemene Rekenkamer
UU Keuangan Negara (UU No.17/2003, 5 April 2003)
UU Perbendaharaan Negara (UU No.1/2004, 14 Januari 2004)
UU Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan
Negara (UU No.15/2004, 19 Juli 2004) Menggantikan IAR

DAFTAR TIM/PANITIA PENYUSUN


UU KEUANGAN NEGARA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Panitia Achmad Natanegara (1945-1947), menyusun


konsep UKRI.
Panitia Hermans (1950-1957), menyusun UUPKN (dalam
bahasa Belanda).
Panitia Ahli Depkeu (1959-1962) tidak menghasilkan
konsep.
Panitia Ahli Depkeu dan Politisi (1963-1965) tidak
menghasilkan konsep.
Panitia Soedarmin (1969-1974) menyusun konsep RUU
ttg Pengurusan Keu Negara.
Panitia Gandhi (1975-1983) menyusun konsep UU ttg
Perbendaharaan Negara.
Panitia Prof.Dr.Rochmat Soemitro (1983-1984) dibentuk
Dep Kehakiman menyusun konsep UU ttg Pokok2
Perbendaharaan Negara.

18

8.
9.
10.
11.

12.
13.

Panitia Soegito (1984-1988) mengolah hasil P.Gandhi menjadi


RUU Perbendaharaan Negara.
Tim Intern BPK (1990) menyusun konsep UU ttg Keu Negara.
Panitia Taufik (1989-1993) mengkaji ulang P.Soegito menjadi
UU ttg Perbendaharaan Negara.
Tim Pengkajian dan Penyempurnaan RUU Perbendaharaan
Negara (1998-1999) mengkaji panitia Taufik UU
Perbendaharaan Negara.
Tim Counterpart RUU BPK (1999) menyusun RUU ttg
Pemeriksaan BPK atas Tanggungjawab Pengelolaan Keu Negara.
Tim Penyusun RUU Ketentuan Pokok Keuangan Negara (19992004) menyusun :
1.
2.
3.

UU Keuangan Negara
UU Perbendaharaan Negara
UU Pemeriksaan Tanggungjawab Keuangan Negara

19

PERATURAN DI BIDANG
KEUANGAN NEGARA

UUD 1945 Bab VIII pasal 23, 23A, 23B, 23C, 23D
UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara
UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara
UU No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan
Negara
UU No. 15 tahun 2006 tentang BPK
UU tentang APBN yang ditetapkan setiap tahun