Anda di halaman 1dari 1

TEORI FUNGSIONALISME STRUKTURAL

Teori fungsionalisme struktural mengutarakan bahwa masyarakat adalah suatu sistem sosial
yang terdiri dari bagian dan struktur-struktur yang saling berkaitan dan saling membutuhkan
keseimbangan, fungsionalisme struktural lebih mengacu pada keseimbangan. Teori ini
menilai bahwa semua sistem yang ada di dalam masyarakat pada hakikatnya mempunyai
fungsi tersendiri. Suatu struiktur akan berfungsi dan berpengaruh terhadap struktur yang alin.
Maka dalam hal ini, semua peristiwa pada tingkat tertentu seperti peperangan, bentrok,
bahkan sampai kemiskinan pun mempunyai fungsi tersendiri, dan pada dasarnya dibutuhkan
dalam masyarakat . Pelopor teori ini adalah Robert K. Merton, beliau berpendapat bahwa
obyek analisa sosiologi adalah fakta sosial, seperti proses sosial, organisasi kelompok,
pengendali sosial, dan sebagainya. Suatu pranata atau sistem tertentu bisa dikatakan
fungsional bagi suatu unit sosial tertentu, dan sebaliknya, suatu institusi juga bisa bersifat
disfungsional bagi unit sosial yang lain
Penganut teori fungsional ini memandang bahwa segala pranata sosial yang ada dalam
masyarakat itu bersifat fungsional dalam artian positif dan negatif. Sebagai contoh: lembaga
pendidikan, ini berfungsi dan sangat penting dalam masyarakat, terutama untuk memajukan
kualitas pendidikan di negeri ini. Lembaga pendidikan memberikan pengajaran dan ilmu-lmu
pengetahuan untuk para generasi muda penerus bangsa. Dalam hal ini, lembaga pendidikan
bersifat fungsional, dan manjurus pada artian yang positif. Kemudian perampok, dan pelaku
kriminalitas, pada dasarnya pelaku kriminalitas selain merugikan masyarakat, juga
mempunyai fungsi tersendiri. Bayangkan saja jika tidak ada pelaku kriminalitas, apa yang
akan dikerjakan dan ditangani oleh para polisi? Otomatis mereka juga tidak mempunyai job
untuk menghasilkan tambahan uang. Meskipun bagi orang yang menjadi korban juga
merupakan suatu kerugian tersendiri. Bagitulah dalam kehidupan masyarakat, memang saling
berkesinambungan, mempunyai suatu akibat dan fungsi-fungsi tersendiri.