Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PENGAWASAN NORMA K3 INSTALASI LISTRIK DI WISATA


KELUARGA HOBI-HOBI TAHUN 2013

Oleh:
Kelompok 4
Ketua

: Kurnia Ardiansyah A.

101142008

Sekretaris

: Ayu Rahmatia N.

100911188

Reko Triyono

100911248

Rakhmaniar F.

100911097

Deny Fattah

100911253

Kiki Ihwanura

100911119

M. Abdurrahman

101111357

Rahma Listyandini

100911071

Neni Rahmawati

100911031

Leancy F. K.

10111134

Reza Myca Chandra 100911035

PENYELENGGARA
FKM UNAIR & KEMENAKERTRANS RI
WISATA HOBI-HOBI
JALAN RAYA HANKAM NO. 33 PONDOK GEDE
JAKARTA TIMUR
2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat-Nya, sehingga laporan Praktek Kerja Lapangan Pengawasan Norma K3
Instalasi Listrik di Wisata Hobihobi dapat terselesaikan dengan baik. Laporan ini
disusun sebagai pemenuhan tugas untuk mendapatkan sertifikasi calon Ahli
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (AK3) Umum.
Besar harapan penulis supaya laporan ini dapat memberikan manfaat.
Penulis juga menyadari bahwa hasil laporan ini jauh dari kesempurmnaan. Oleh
karen itu, semua kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah
ini.
Terima kasih.

Januari 2013

ii

DAFTAR ISI
Halaman Judul

Kata Pengantar

ii

Daftar Isi

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Ruang Lingkup

1.3 Maksud dan Tujuan

1.4 Dasar Hukum

BAB II HASIL PENGAMATAN

2.1 Profil Perusahaan

2.2 Kondisi Area Kerja

2.3 Temuan/Fakta

BAB III ANALISIS MASALAH

11

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

15

4.1 Kesimpulan

15

4.2 Saran

15

BAB V PENUTUP

17

DAFTAR PUSTAKA

18

LAMPIRAN 1

19

LAMPIRAN 2

22

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Definisi area kerja menurut UU no. 1 tahun 1970 tentang keselamtan
kerja adalah salah satunya mengandung sumber bahaya. Dalam
menanggulangi sumber bahaya tersebut diperlukan upaya pelaksanaan K3.
Salah satunya adalah pengendalian terhadap instalasi listrik. Instalasi
listrik yang kurang memenuhi standar memiliki potensi bahaya terjadinya
korsleting yang berisiko mencelakai tenaga kerja dan tidak menutup
kemungkinan sebagai salah satu penyebab kebakaran. Oleh sebab itu
untuk mengurangi angka kejadian kecelakaan kerja maka harus dilakukan
penempatan, pemasangan, dan maintenance terhadap instalasi listrik yang
sesuai standar.
Wisata Keluarga Hobi-hobi merupakan tempat yang tidak hanya
menjadi tempat kerja bagi tenaga kerja sekaligus tempat wisata yang
terbuka untuk umum sehingga sumber bahaya di tempat tersebut dapat
membahayakan tenaga kerja sekaligus pengunjung. Oleh karena itu perlu
dilakukan identifikasi sumber bahaya melalui kegiatan observasi dan
upaya pengendalian terhadap instalasi listrik di Wisata Keluarga Hobihobi.

1.2 Ruang Lingkup


Laporan ini memiliku ruang lingkup untuk melihat dan menilai
norma instalasi listrik dan generator set di Wisata Keluarga Hobi-hobi
yang dilakukan pada tanggal 15 Januari 2013.

1.3 Maksud dan Tujuan


1. Maksud dilaksanakan PKL adalah untuk mempraktekkan materi
pembelajaran yang telah diterima calon AK3 selama pendidikan
mengenai K3.
2. Tujuan dilaksanakan PKL adalah melihat kesesuaian peraturan
pelaksanaan K3 di tempat kerja, pengetahuan, materi pembelajaran
tentang K3 dengan penerapannya di lapangan.

1.4 Dasar Hukum


1. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.:
Kep -75/MEN/2002 tentang Pemberlakukan Standar Nasional
Indonesia (SNI) No. SNI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan
Umum Instalasi Listrik 2000
3. Standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI-04-0225-2000
Mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000
4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-04/MEN/1985
tentang Pesawat Tenaga dan Produksi
5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-02/MEN/1992
tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir

BAB II
HASIL PENGAMATAN

2.1 Profil Perusahaan


Wisata keluarga Hobi-hobi merupakan salah satu tempat wisata di
Jakarta Timur tepatnya di Jl. Raya Hankam 33 Pondok Gede, Bekasi, Jakarta
Timur, Indonesia, 17415. Tempat wisata keluarga Hobi-hobi ini dikemas
rapi dalam area seluas 15000 m2 yang menyediakan fasilitas arena
kegiatan bermain dan istirahat untuk keluarga. Hobi-hobi menyediakan
berbagai sarana permainan mulai dari outbond, kolam renang, dan
playground indoor selain itu juga tersedia kamar-kamar yang dapat
digunakan pengunjung untuk menginap dan juga restoran yang
menyediakan aneka masakan untuk para pengunjung. Bagi warga yang
bermukim disekitar Pondok Gede dan Bekasi, fasilitas pendidikan TK dan
Playgroup tersedia bagi putra-putrinya. Pengunjung dari wisma keluarga
Hobi-hobi terdiri dari berbagai golongan usia namun sebagian besar anakanak yang menggunakan fasilitas outbond dan kolam renang.

2.2 Kondisi Area Kerja


Hobi-hobi mutlak memerlukan instalasi listrik untuk menunjang
berjalannya fasilitas yang berada di Wisata Keluarga Hobi-hobi dengan
baik. Wisata Keluarga Hobi-hobi dulu menggunakan listrik sebesar 33.000
watt atau 33 KVA. Namun, seiring

dengan bertambahnya kebutuhan

listrik yang harus dipenuhi, Wisata Keluarga Hobi-hobi menambah beban


menjadi 66.000 watt atau 66 KVA yang mengalir berasal dari pusat induk
PLN. Listrik tersebut berasal dari panel pusat menuju panel utama yang
dibagi dalam 3 titik besar. Panel utama, terdiri dari tiga bagian yaitu di
dekat playhouse, dalam ruang generator set, dan di samping kamar 116.
Wisata Keluarga Hobi-hobi memiliki stabiliser yang berfungsi untuk

menstabilkan arus listrik dari PLN. Wisata Keluarga Hobi-hobi juga


dilengkapi dengan generator set yang memiliki kapasitas 80.000 watt.
Dengan fasilitas tersebut diatas Hobi-hobi memiliki 3 orang maintenance
yang memiliki tanggung jawab dibidang masing-masing yang setiap hari
selalu dilakukan pengecekan disetiap fasilitas baik kolam renang, listrik
ataupun fasilitas yang lain. Selain keuntungan yang didapat dari instalasi
listrik juga terdapat dampak buruk yang dihasilkan oleh instalasi listrik
tersebut.
Jika listrik Hobi-hobi mengalami pemadaman karena pusat induk
PLN mati, maka listrik akan dialirkan melalui generator set yang
dilakukan secara manual. Dibutuhkan waktu selama 15 menit untuk
pemanasan generator set sebelum dapat digunakan.
Terdapat dua orang yang bertugas sebagai operator yang
merangkap sebagai teknisi listrik dan generator set yaitu Mas Jaya dan
Mas Indra. Operator tersebut tidak mempunyai lisensi dan sertifikat
sebagai operator dan teknisi listrik maupun generator set, namun mereka
mempunyai pengalaman kerja masing-masing Mas Jaya telah delapan
tahun dan Mas Indra telah bertugas selama 6 tahun. Pemantauan berkala
pada generator set dilakukan seminggu sekali pada generator set ketika
tidak terjadi mati lampu, dilakukan dengan melakukan pemanasan pada
generator set dan mengecek kondisi generator set. Penggantian part
generator set hanya dilakukan ketika part tersebut rusak atau tidak
berfungsi.
3. Temuan/Fakta
Tabel 2.1 Hasil Temuan Instalasi Listrik di Wisata Hobihobi
NO
1

LOKASI
Parkir,
kebon

cafe

INSTALASI LISTRIK
KEKURANGAN
KELEBIHAN
a. Penempatan
dan
a. Mudah
dijangkau
pemasangan kabel tidak

oleh

aman, diruang terbuka,

melakukan maintenance

yaitu di tempat yang tidak

dan repairing

teknisi

untuk

kokoh dan di area yang


mudah terkena debu serta
basah.
b.

Penempatan

dan

pemasangan saklar tidak

Lobby

tepat,

diruang

terbuka,

yaitu

daerah

mudah

terkena debu dan basah


a. Penempatan
dan
pemasangan

kabel

diletakkan tidak aman dan


tidak

rapi

tercampur

dengan kabel-kabel lain


(kabel WIFI dan telepon
tidak

dipisah

dalam

penempatannya)
b.

Penempatan

dan

pemasangan

kabel

fleksibel diletakkan tidak


aman

dan

tidak

rapi

tercampur dengan kabel3

Lorong

kabel lain
a. Penempatan

Penghubung

pemasangan kabel tidak

dan

tepat,

diruang

terbuka,

yaitu

daerah

mudah

terkena debu dan basah


b.

Penempatan

dan

pemasangan PHB tidak


tepat,

diruang

terbuka,

yaitu

daerah

mudah

terkena debu dan basah


c.

Sambungan

kabel

Lorong

hanya

dililitkan

ditutupi

isolasi

dan
sebagai

pengaman
Control panel 3:

Control panel 3:

pemisah

a.

Box panel korosif

antara kamar

b.

Box

dan toilet VIP

keadaan berdebu
c.

panel

Tidak

checklist

a. Terdapat

dalam

diluar panel dan berfungsi

terdapat

panel sudah dilindungi

control

dengan pipa yang kuat

pada

Tidak

sign

b. Kabel yang keluar dari

panel
d.

safety

dan tebal.
terdapat

keterangan voltage
5

Kamar

a.

Beberapa PHB tidak

pengunjung

melekat kuat di tembok

sudah

b.

terlindung

Penempatan

kabel

AC yang tidak rapi

a. Penempatan kabel yang


baik
dari

(rapi,
cuaca

buruk, dan tidak mudah


dijangkau manusia)
b. Penempatan

Gudang

kabel

AC

Control panel 2:

tidak mudah dijangkau


Control panel 2:

a. Box panel korosif

a. Terdapat

b. Box panel dalam keadaan


berdebu
pada control panel

sign

diluar panel dan berfungsi


b. Terletak

c. Tidak terdapat checklist

safety
dalam

ruang

tertutup dan bebas dari


aktivitas.

d. Tidak terdapat keterangan

c. Terdapat APAR

voltage
e. Penempatan

dan

pemasangan kabel tidak


7

Ruang makan

tertata dengan rapi


1.4 PHB tidak dalam a. Kabel tersusun dengan
kondisi yang baik dan

rapi

tidak melekat kuat di b. Kabel

lampu

sudah
6

tembok

tertanam dalam plafon


c. Kabel

terlindung

oleh

pipa
d. Sudah
penangkal
8

Arena
bermain

dekat

petir

yang

ditempatkan di atap
dan a. Sudah
terletak
pada

a. Penempatan
pemasangan

ditemukan

PHB

pompa

di

tempat

air,

aktifitas

yang

bebas

posisinya terlalu rendah,


dan tidak melekat kuat
ditembok
b. Penempatan

dan

pemasangan kabel tidak


tepat,

tidak

dalam

keadaaan tertutup atau


tertanam
c. Penempatan

alat

pembersih kolam terlalu


9

Persewaan

dekat dengan air


a. Penempatan

dan -

Peralatan

pemasangan kabel tidak

Renang

tertata dengan rapi dan


tidak

sesuai

dengan

ketentuan SNI
b. Penempatan

dan

pemasangan kabel kipas


angin menjuntai
c. Penempatan

dan

pemasangan

kabel

kompresor tidak tertata


10

Lorong Timur

dengan rapi
a. Penempatan

dan -

pemasangan kabel yang


7

menjuntai diluar ruangan


dan

tidak

terlindungi

dengan pipa
b. Panel listrik yang tidak
tertutup safety guard
c. Terdapat pipa kabel yang
11

tergenang air
Hall B Wisata a. Penempatan

dan a. Penempatan

dan

Keluarga

pemasangan PHB berada

pemasangan kabel AC

Hobi-hobi

di jalur aktivitas manusia

sudah tertata dengan rapi


b. Penempatan

dan

pemasangan kabel lmpu


12

Cafetaria

a.

kolam renang

sudah tertata dengan rapi


Sambungan kabel hanya a. Armatur sebagian lampu
dililitkan dan ditutupi

sudah terpasang dengan

isolasi

baik

sebagai

pengaman
b.

Penempatan

dan

pemasangan PHB yang


rawan terkena air
c.

Penempatan

dan

pemasangan

kabel

fleksibel yang menjuntai


d.

PHB yang sudah tidak


dipakai tidak tertutup
rapat

e.

Armatur

lampu

yang

tidak menempel pada


13

atap
Ruang control Control panel 1:
panel utama

a. Box panel korosif


b. Box panel dalam keadaan
berdebu

Control panel 1:
a. Terletak

dalam

ruang

tertutup dan bebas dari


aktivitas.

c. Tidak terdapat checklist


8

pada control panel


d. Tidak terdapat keterangan
voltage
e. Penempatan

dan

pemasangan kabel tidak


tertata dengan rapi
f. Atap dan lantai ruang
panel utama basah
g. Lampu

indikator

panel

sebagian mati
h. Tidak ada safety sign

Tabel 2.2 Hasil Temuan Generator Set di Wisata Hobihobi


NO LOKASI
1

Gudang

GENERATOR SET
KEKURANGAN
KELEBIHAN
a. Tidak terletak di gedung a. Terdapat APAR
terpisah

b. Operator yang stand by

b. Tidak ada safety guarding

24 jam

c. Terdapat pipa saluran air c. Berdekatan dengan ruang


yang berdekatan dengan

operator

generator set
d. Ruangan
(banyak

tidak

bersih

barang

yang

berserakan)
e. Tidak ada exhaust fan
f. Akses ke ruang generator
set sulit
g. Tidak

ada

checklist

control

BAB III
ANALISIS MASALAH
Berdasarkan berbagai temuan negatif yang sudah dijabarkan di bab
sebelumnya, maka kami melakukan pembahasan dan rekomendasi hanya
berdasarkan tiga permasalahan yang menurut kelompok kami memiliki tingkat
kefatalan yang paling tinggi yaitu, masalah penyambungan kabel, genset, dan
panel. Penyambungan kabel dipilih karena dijumpai banyak sambungan hampir semua
kabel yang ada di lokasi. Kemudian, genset kami masukkan dalam prioritas karena
peletakannya tidak ditaruh di gedung terpisah, sehingga tidak sesuai dengan PUIL.
Sedangkan panel dipilih sebagai prioritas karena hampir di semua panel dalam keadaan
korosif, dan dijumpai kabel-kabel yang tidak rapi, dan lampu indikatornya tidak aktif .
Pada intinya, alasan mengapa ketiga masalah ini dipilih karena ketiga hal ini memiliki
potensi bahaya paling besar dan menimbulkan peluang terjadinya kecelakaan sangat besar
sehingga dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar. Tiga permasalahan tersebut

akan dianalisis pada tabel berikut.


Tabel 3.1 Analisis Hasil Temuan Instalasi Listrik dengan Norma K3
No

Lokasi

Temuan

Potensi

Saran

Dasar Hukum

Bahaya
10

Arena

Sambungan

Tersengat

a. Penyambungan

bermain

kabel hanya

listrik,

dengan puntiran 7.11.1 dan poin

dililitkan dan

kebakaran

kawat padat

ditutupi

, dan

dengan

isolasi

korsleting.

memuntir dan

sebagai

memakai

pengaman

lasdop.

dan tidak

PUIL 2000 poin


8.10.4.4

b. Penempatan

tertutup

kabel
dimasukkan ke
dalam pipa dan
ditanam 10 cm

Gudang

a.

Tidak

Bising,

dalam dinding
a. Diletakkan di

a.PUIL 2000

terletak di generator

ruang terpisah,

gedung

set

kedap air, tahan

terpisah

meledak,

api dan cukup

b.

petugas

luas untuk

No.4/MEN/19

ada safety

dapat

melakukan

85 Tentang

guarding

terjepit

maintenance

Pesawat

c.

generator

Tidak

Terda

pat

pipa set,

b. Dibuatkan

poin 8.21
b.

Permenake

Tenaga dan

safety guarding

Produksi pasal

saluran air korsleting

disekitar

7, pasal 14 dan

yang

generator set

pasal 22 ayat

berdekatan

c. Menyediakan

dengan

check list

generator

control disekitar

set

generator set

d.

Akses

ke

ruang

(2)

generator
set sulit
e.

Tidak
11

ada
checklist
3

Ruang

control
Control panel Tersengat

a. Dilakukan

control

1:

listrik,

perbaikan atap

poin 4.8.1.5

kebakaran

untuk

dan poin
4.11.4.5

panel

a.

utama

panel

, dan

mencegah

korosif

korsleting

kebocoran

b.

Box

Box

b. Ruangan

panel

diberikan

dalam

ventilasi yang

keadaan

memadai untuk

berdebu

sirkulasi udara

c.

(exhaust fan,

Tidak

terdapat

AC)

checklist

c. Dilakukan

pada

pembersihan

control

secara teratur

panel

d. Menyediaka

d.

n check list

Tidak

terdapat

pada control

keterangan

pnel

voltage

e. Melampirka

e.

n keterangan

Pene

mpatan

voltage pada

dan

sekitar panel

pemasanga

kontrol

f. Melakukan

kabel

tidak

maintenance

tertata

atau perbikan

dengan

pada lampu

rapi

indikator yang

f.

Atap

a.PUIL 2000

mati
12

dan lantai

g. Memberikan

ruang

safety sign

panel

disekitar ruang

utama

panel kontrol.

basah
g.

Lamp

u indikator
panel
sebagian
mati
h.

Tidak

ada safety
sign

13

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Setelah dilakukannya pengamatan terhadap instalasi listrik di
tempat wisata Wisata Keluarga Hobi-hobi tersebut, masih banyak
ditemukan penerapan norma K3 bidang instalasi listrik yang kurang sesuai
dengan UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Keputusan
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.: Kep -75/MEN/2002
tentang Pemberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI-040225-2000 Mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000, Standar
Nasional Indonesia (SNI) No. SNI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan
Umum Instalasi Listrik 2000, serta Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.
Per-04/MEN/1985 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi.
Permasalahan tersebut yaitu adanya sambungan kabel hanya
dililitkan dan ditutupi isolasi sebagai pengaman dan tidak tertutup di area
bermain, penempatan dan pemasangan generator set yang kurang tepat di
gudang, dan instalasi listrik di ruang control panel utama dimana ruang
tersebut kurang memenuhi syarat untuk menjadi ruang panel, selain itu
maintenance box panel pun kurang baik.

4.2 Saran
Sebagai Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum (AK3U),
kami memberikan beberapa rekomendasi kepada pihak manajemen Wisata
Keluarga Hobi-hobi guna menyelesaikan permasalahan mengenai instalasi
listrik dan generator set yang sudah dijabarkan pada bab sebelumnya.
Rekomendasi kami adalah:
1. Penyambungan kabel dilakukan dengan memuntir kawat padat dan
memakai lasdop.

14

2. Penempatan kabel dimasukkan ke dalam pipa dan ditanam 10 cm


dalam dinding.
3. Generator set sebaiknya diletakkan di ruang terpisah, kedap air, tahan
api dan cukup luas untuk melakukan maintenance.
4. Memasang safety guarding disekitar generator set.
5. Menyediakan check list control disekitar generator set.
6. Ruangan generator set diberikan ventilasi yang memadai untuk
sirkulasi udara (exhaust fan, AC).
7. Dilakukan perbaikan atap untuk mencegah kebocoran
8. Melakukan pembersihan control panel secara teratur.
9. Menyediakan check list pada control panel.
10. Melampirkan keterangan voltage pada sekitar panel kontrol.
11. Melakukan maintenance atau perbikan pada lampu indikator yang
mati.
12. Memberikan safety sign di sekitar ruang panel kontrol.

15

BAB V
PENUTUP
Penulis mengucapkan banyak terimakasih terhadap semua pihak yang
telah membantu atas terselesaikannya laporan ini. Penulisan laporan mengenai
obseravsi pada pelaksanaan K3 instalasi kelistrikan di Hobi-Hobi ini diharapkan
mampu untuk meningkatkan kemampuan kompetensi mahasiswa sebagai calon
ahli K3 umum. Hasil laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik
dan saran sangat diharapkan guna menciptakan hasil laporan yang sesuai dan
dapat dipertanggungjawabkan.

16

DAFTAR PUSTAKA

UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja


Keputusan

Menteri

Tenaga

Kerja

dan

Transmigrasi

RI

No.:

Kep

-75/MEN/2002 tentang Pemberlakukan Standar Nasional Indonesia


(SNI) No. SNI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan Umum Instalasi
Listrik 2000
Standar

Nasional

Indonesia

(SNI) No. SNI-04-0225-2000 Mengenai

Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000


Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-04/MEN/1985 tentang Pesawat
Tenaga dan Produksi
Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-02/MEN/1992 tentang Pengawasan
Instalasi Penyalur Petir

17

Lampiran 1 Gambar Hasil Temuan


Sambungan kabel yang tidak tertutup dan tidak
tertanam. Setiap 2 meter terdapat sambungan.
Lokasi : Area bermain

Kabel panel 2 tidak terpasang dengan rapi.


Lokasi : Gudang

Generator set yang sulit diakses


Lokasi : Gudang

Penempatan generator set terlalu dekat dengan


pipa saluran air.
Lokasi : Gudang

18

Penampang depan generator set


Lokasi : Gudang

Pada panel kontrol utama pemasangan kabel tidak


rapi.
Lokasi : Ruang panel utama

Lampu indikator panel utama yang tidak menyala


sebagian.
Lokasi : Ruang panel utama

19

Lampu indikator pada panel utama yang dapat


berfungsi dengan baik (dapat menyala)
Lokasi : Ruang panel utama

Atap pada ruang panel utama yang mengalami


kebocoran dan lembab.
Lokasi : Ruang panel utama

Lantai pada ruang panel utama licin dan becek.


Lokasi : Ruang panel utama

20

Lampiran 2 Hasil Diskusi


Pertanyaan:
Bagaimana kondisi pemeriksaan dan perawatan instalasi listrik yang ada di wisata
keluarga Hobihobi ?
Jawaban :
Menurut informasi yang kami dapatkan bahwa petugas melakukan
pemeriksaan setiap pergantian shift dan perawatan bila diperlukan. Hal ini sesuai
dengan

PUIL 2000 mengenai Pemeriksaan Berkala bahwa semua bagian

instalasi listrik harus diperiksa dan dibersihkan secara berkala dan teratur
berdasarkan petunjuk, metode dan program yang telah ditentukan.
Selain itu, mengenai pemeriksaan dan perawatan genset, petugas
mengatakan bahwa pemeriksaan dan perawatan dilakukan setiap satu minggu
sekali dan juga melakukan pemanasan genset.
Jadi, menurut kelompok kami, perawatan dan pemeriksaannya sudah
cukup baik, karena dalam PUIL 2000 tidak disebutkan jumlah pemeriksaan dan
perawatan, hanya dianjurkan untuk dilakukan secara berkala.
1.

Mengapa Anda
memprioritaskan
permasalahanpermasalahan

tersebut

sesuai yang sudah


2.

kelompok Anda
paparkan?

Apakah

temuannya hanya itu?

Jawaban :
Penyambungan kabel dipilih karena dijumpai banyak sambungan hampir
semua kabel yang ada di lokasi. Kemudian,

genset

kami

masukkan

dalam

prioritas karena peletakannya tidak ditaruh di gedung terpisah, sehingga tidak


sesuai dengan PUIL. Sedangkan panel dipilih sebagai prioritas karena hampir di

21

semua panel dalam keadaan korosif, dan dijumpai kabel-kabel yang tidak rapi,
dan lampu indikatornya tidak aktif.
Rata-rata kabel listrik terletak di lokasi terbuka yang mudah terjadi
korsleting karena terpapar cuaca. Dan tata letak genset yang ada di ruangan
terlalu sempit atau sulit dijangkau saat melakukan maintenance sesuai dengan
PUIL 2000, yaitu memiliki jarak di sekitar genset kurang lebih meter.
Sedangkan untuk panel karena hampir semua panelnya mengalami korosif,
beberapa panel dengan lampu indikatornya mati dan penataan kabel yang tidak
rapi.
Pada intinya, alasan mengapa ketiga masalah ini dipilih karena ketiga hal
ini memiliki potensi bahaya paling besar dan menimbulkan peluang terjadinya
kecelakaan sangat besar dengan kerugian yang cukup besar juga.
3.
Dari
semua ketiga masalah
tersebut, mana menurut
kelompok Anda yang
dijadikan
4.

perhatian
utama?
Jawaban :
Menurut kelompok kami, yang harus diperhatikan adalah masalah
penyambungan kabel. Karena kelompok kami menilai dari segi efisien,
pembenahan sambungan kabel lebih mudah dijangkau dalam hal waktu, biaya
dan teknis namun efektif untuk meminimalisir potensi bahaya yang terjadi.

22