Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

BLEFARITIS
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kepanitraan Di Laboratorium Ilmu
Penyakit Mata

Oleh:
Dicky Andri Cahyadi

4151111033

Pembimbing:
Awan Buana, dr., Sp.M
Wida Vianita Aziz, dr., sp M, M.Kes

DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA


RS. DUSTIRA/ FAKULTAS KEDOKTERAN UNJANI
CIMAHI
2013

BLEFARITIS
A. PENDAHULUAN
Blefaritis adalah radang pada kelopak mata. Radang yang sering terjadi
pada kelopak merupakan radang kelopak dan tepi kelopak. Radang bertukak
atau tidak pada tepi kelopak bisanya melibatkan folikel dan kelenjar rambut.
Blefaritis ditandai dengan pembentukan minyak berlebihan di dalam kelenjar
di dekat kelopak mata yang merupakan lingkungan yang disukai oleh bakteri
yang dalam keadaan normal ditemukan di kulit. Blefaritis dapat disebabkan
infeksi dan alergi yang biasanya berjalan kronis atau menahun. Blefaritis
alergi dapat terjadi akibat debu, asap, bahan kimia, iritatif, dan bahan
kosmetik. Infeksi kelopak dapat disebabkan kuman streptococcus alfa atau
beta, pneumococcus, dan pseudomonas. Di kenal bentuk blefaritis skuamosa,
blefaritis ulseratif, dan blefaritis angularis. Gejala umum pada blefaritis adalah
kelopak mata merah, bengkak, sakit, eksudat lengket dan epiforia. Blefaritis
sering disertai dengan konjungtivitis dan keratitis. Biasanya blefaritis sebelum
diobati dibersihkan dengan garam fisiologik hangat, dan kemudian diberikan
antibiotik yang sesuia. Penyulit blefaritis yang dapat timbul adalah
konjungtivitis, keratitis, hordeolum, kalazoin, dan madarosis.
B. PATOFISIOLOGI
Patofisiologi blefaritis biasanya terjadi kolonisasi bakteri pada mata. Hal
ini mengakibatkan invasi mikrobakteri secara langsung pada jaringan
,kerusakan sistem imun atau kerusakan yang disebabkan oleh produksi toksin

bakteri , sisa buangan dan enzim. Kolonisasi dari tepi kelopak mata dapat
ditingkatkan dengan adanya dermatitis seboroik dan kelainan fungsi kelenjar
meibom.
C. ANATOMI
Kelopak atau palpebra mempunyai fungsi melindungi bola mata, serta
mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan
kornea. Palpebra merupakan alat penutup mata yang berguna untukmelindungi
bola mata terhapat trauma, trauma sinar dan pengeringan mata. Kelopak
mempunyai lapisan kulit yang tipis pada bagian depan sedang di bagian
belakang ditutupi selaput lendir tarsus yang disebut konjungtiva tarsal. Pada
kelopak terdapat bagian-bagian :
Kelenjar seperti kelenjar sebasea, kelenjar moll atau kelenjar keringat,
kelenjar zeis pada pangkal rambut, dan kelenjar meibom pada tarsus.
Otot seperti : M. Orbikularis okuli yang berjalan melingkar di dalam
kelopak atas dan bawah, dan terletak di bawah kulit kelopak. M. Orbikularis
berfungsi menutup bola mata yang dipersarafi N. fasial. M. Levator palpebra
berfungsi untuk mengangkat kelopak mata atau membuka mata.
Di dalam kelopak terdapak tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan
kelenjar di dalamnya atau kelenjar Meibom yang bermuara pada margo
palpebra.
Septum orbita yang merupakan jaringan fibrosa berasal dari rima orbita
merupakan pembatas isi orbita dengan kelopak depan.

D. ETIOLOGI
Terdapat 2 jenis blefaritis, yaitu :
1. Blefaritis anterior : mengenai kelopak mata bagian luar depan (tempat
melekatnya bulu mata). Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus dan
seborrheik.

Blefaritis

stafilokok

dapat

disebabkan

infeksi

dengan

Staphylococcus aureus, yang sering ulseratif, atau Staphylococcus epidermidis


atau stafilokok koagulase-negatif. Blefaritis seboroik(non-ulseratif) umumnya
bersamaan dengan adanya Pityrosporum ovale.
2. Blefaritis posterior : mengenai kelopak mata bagian dalam (bagian
kelopak mata yang lembab, yang bersentuhan dengan mata). Penyebabnya
adalah kelainan pada kelenjar minyak. Dua penyakit kulit yang bisa
menyebabkan blefaritis posterior adalah rosasea dan ketombe pada kulit
kepala (dermatitis seboreik).
E. KLASIFIKASI
1. Blefaritis superfisial Bila infeksi kelopak superfisial disebabkan oleh
staphylococcus maka pengobatan yang terbaik adalah dengan salep antibiotik
seperti sulfasetamid dan sulfisolksazol. Sebelum pemberian antibiotik krusta
diangkat dengan kapas basah. Bila terjadi blefaritis menahun maka dilakukan
penekanan manual kelenjar Meibom untuk mengeluarkan nanah dari kelenjar
Meibom (Meibormianitis), yang biasanya menyertai.
2. Blefaritis Seboroik Blefaritis sebore biasanya terjadi pada laki-laki usia
lanjut (50 Tahun), dengan keluhan mata kotor, panas dan rasa kelilipan.

Gejalanya adalah sekret yang keluar dari kelenjar Meiborn, air mata berbusa
pada kantus lateral, hiperemia dan hipertropi papil pada konjungtiva. Pada
kelopak dapat terbentuk kalazion, hordeolum, madarosis, poliosis dan jaringan
keropeng. Blefaritis seboroik merupakan peradangan menahun yang sukar
penanganannya. Pengobatannya adalah dengan memperbaiki kebersihan dan
membersihkan kelopak dari kotoran. Dilakukan pembersihan dengan kapas
lidi hangat. Kompres hangat selama 5-10 menit. Kelenjar Meibom ditekan dan
dibersihkan dengan shampoo bayi. Penyulit yang dapat timbul berupa flikten,
keratitis marginal, tukak kornea, vaskularisasi, hordeolum dan madarosis.
3. Blefaritis Skuamosa Blefaritis skuamosa adalah blefaritis disertai
terdapatnya skuama atau krusta pada pangkal bulu mata yang bila dikupas
tidak mengakibatkan terjadinya luka kulit. Merupakan peradangan tepi
kelopak terutama yang mengenai kulit di daerah akar bulu mata dan sering
terdapat pada orang yang berambut minyak. Blefaritis ini berjalan bersama
dermatitik seboroik. Penyebab blefaritis skuamosa adalah kelainan metabolik
ataupun oleh jamur. Pasien dengan blefaritis skuamosa akan terasa panas dan
gatal. Pada blefaritis skuamosa terdapat sisik berwarna halus-halus dan
penebalan margo palpebra disertai madarosis. Sisik ini mudah dikupas dari
dasarnya mengakibatkan perdarahan. Pengobatan blefaritis skuamosa ialah
dengan membersihkan tepi kelopak dengan shampoo bayi, salep mata, dan
steroid setempat disertai dengan memperbaiki metabolisme pasien. Penyulit
yang dapat terjadi pada blefaritis skuamosa adalah keratitis, konjungtivitis.

4. Blefaritis Ulseratif Merupakan peradangan tepi kelopak atau blefaritis


dengan tukak akibat infeksi staphylococcus. Pada blefaritis ulseratif terdapat
keropeng berwarna kekunung-kuningan yang bila diangkat akan terlihat ulkus
yang yang kecil dan mengeluarkan dfarah di sekitar bulu mata. Pada
blewfaritis ulseratif skuama yang terbentuk bersifat kering dan keras, yang
bila diangkat akan luka dengan disertai perdarahan. Penyakit bersifat sangat
infeksius. Ulserasi berjalan lebih lanjut dan lebih dalam dan merusak folikel
rambut sehingga mengakibatkan rontok (madarosis). Pengobatan dengan
antibiotik dan higiene yang baik. Pengobatan pada blefaritis ulseratif dapat
dengan sulfasetamid, gentamisin atau basitrasin. Biasanya disebabkan
stafilokok maka diberi obat staphylococcus. Apabila ulseratif luas pengobatan
harus ditambah antibiotik sistemik dan diberi roboransia. Penyulit adalah
madarosis akibat ulserasi berjalan lanjut yang merusak folikel rambut,
trikiasis, keratitis superfisial, keratitis pungtata, hordeolum dan kalazion. Bila
ulkus kelopak ini sembuh maka akan terjadi tarikan jaringan parut yang juga
dapat berakibat trikiasis.
5.

Blefaritis

angularis

Blefaritis

angularis

merupakan

infeksi

staphylococcus pada tepi kelopak di sudut kelopak atau kantus. Blefaritis


angularis yang mengenai sudut kelopak mata (kantus eksternus dan internus)
sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada fungsi puntum lakrimal.
Blefariris angularis disebabkan Staphylococcus aureus. Biasanya kelainan ini
bersifat rekuren. Blefaritis angularis diobati dengan sulfa, tetrasiklin dan

Sengsulfat. Penyulit pada pungtum lakrimal bagian medial sudut mata yang
akan menyumbat duktus lakrimal.
6. Meibomianitis Merupakan infeksi pada kelenjar Meibom yang akan
mengakibatkan tanda peradangan lokal pada kelenjar tersebut. Meibomianitis
menahun perlu pengobatan kompres hangat, penekanan dan pengeluaran
nanah dari dalam berulang kali disertai antibiotik lokal.
F. GAMBARAN KLINIK
1. Blefaritis menyebabkan kemerahan dan penebalan, bisa juga terbentuk
sisik dan keropeng atau luka terbuka yang dangkal pada kelopak mata.
2. Blefaritis bisa menyebabkan penderita merasa ada sesuatu di matanya.
Mata dan kelopak mata terasa gatal, panas dan menjadi merah. Bisa terjadi
pembengkakan kelopak mata dan beberapa helai bulu mata rontok.
3. Mata menjadi merah, berair dan peka terhadap cahaya terang. Bisa
terbentuk keropeng yang melekat erat pada tepi kelopak mata; jika keropeng
dilepaskan, bisa terjadi perdarahan. Selama tidur, sekresi mata mengering
sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka.
Tanda : Skuama pada tepi kelopak
Jumlah bulu mata berkurang
Obstruksi dan sumbatan duktus meibom
Sekresi Meibom keruh
Injeksi pada tepi kelopak
Abnormalitas film air mata

G. DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak
mata.
H. PENATALAKSANAAN Pengobatan utama adalah membersihkan
pinggiran kelopak mata untuk mengangkat minyak yang merupakan makanan
bagi bakteri. Bisa digunakan sampo bayi atau pembersih khusus. Untuk
membantu membasmi bakteri kadang diberikan salep antibiotik (misalnya
erythromycin atau sulfacetamide) atau antibiotik per-oral (misalnya tetracycline).
Jika terdapat dermatitis seboroik, harus diobati. Jika terdapat kutu, bisa
dihilangkan dengan mengoleskan jeli petroleum pada dasar bulu mata.
I. PROGNOSIS
Pada blefaritis prognosis sangat baik dan dapat hilang dengan terapi.