Anda di halaman 1dari 20

Turbin Gas Dan Instalasi Turbin Gas

Kata Mulia Sembiring


Fakultas Teknik Jurusan
Teknik Mesin Universitas
Sumatera Utara
BAB. I
PENDAHULUAN
Pengembangan turbin gas hingga bisa dibuat seperti sekarang ini, yaitu sampai
bisa ekonomis untuk dipakai sebagai mesin penggerak pesawat terbang dan untuk
instalasi darat yang dapat dipakai untuk membangkitkan tenaga listrik, sudah
menghabiskan waktu yang cukup lama.
Sejak abad yang lalu sudah dimulai usaha untuk mengembangkan turbin gas,
tetapi kurang berhasil dan perkembangan selanjutnyapun dapat dikatakan agak lambat
bila dibandingkan dengan tenaga uap yang mencapai kemajuan pesat dengan makin
tingginya tekanan dan temperatur uap, dan harganya randemen turbin gas sudah jauh
ketinggalan. Konstruksi dan cara kerjanya turbin gas adalah, sangat mudah bila hanya
didalam kertas (gambar desain), tetapi kenyataannya bila diwujudkan sangat sukar karena
ada hubungannya dengan pemakaian bahan bakar turbin harus hemat.
Akhir-akhir ini randemen dan daya yang dihasilkan turbin gas naik, karena gas
yang bertemperatur tinggi, telah bisa digunakan dan bekerjanya turbin langsung
tergantung pada keadaan gasnya. Sekarang randemen turbin, sudah bisa mencapai sekitar
33 % dengan temperatur diruang bakar dan sebelum rangkaian sudut jalan pertama untuk
turbin penggerak pesawat terbang adalah 12000 c.
o
Sementara itu temperatur untuk turbin yang dipakai diindustri adalah 950 C.
Disamping itu turbin gas sudah mempunyai arti yang sangat besar, karena untuk
penggerak pesawat terbang dengan daya yang besar harus memakai turbin gas dan sudah
tidak bisa diganti lagi, sebab ukuran luar dan berat turbin gas tidak bisa disaingi oleh
motor bakartorak.
Keuntungan penggunaan turbin gas sebagai pembangkit tenaga listrik dan sebagai
penyedia panas di industri adalah mudah diinstal, proses kerjanya tidak ruwet terutama
cocok untuk menanggulangi beban puncak dan dimensinya kecil. Untuk suatu hubungan
antara turbin gas dengan proses peredaran turbin uap randemennya bisa mencapai lebih
dari 42 %, dilihat dari segi ekonominya keadaan ini sudah cukup baik.
Akhirnya perlu diketahui bahwa kenyataannya proses turbin gas dengan daya
yang sangat besar terdapat pada teknik tenaga nuklir dengan Helium sebagai fluids
kerjanya.

e-USU Repository 2004 Universitas Sumatera Utara

BAB. II
TEORI DASAR TEKNOLOGI PANAS
II-1 Cara kerja: Proses sederhana sistem terbuka
Pembahasan yang pertama sekali adalah mengenai masalah cara kerja dan
kostruksi turbin gas yang digunakan untuk menggerakkan pesawat terbang, yang sama
juga bila kita membahas secara singkat turbin gas yang dipakai, di industri. Cara kerja
turbin gas penggerak terbang pada Gambar 1. sebagai berikut:

Kompresor tekanan rendah menghisap udara luar yang ada disekelilingnya,


kemudian udara tersebut ditekan dan dimasukkan kedalam kompresor tekanan tinggi
untuk ditentukan (dimampatkan) lagi.
Selanjutnya udara tekan ini di alirkan kedalam ruang bakar. Didalam ruang bakar
disemprotkan bahan bakar kedalam arus udara tersebut sehingga terjadi proses
pembakaran. Gas hasil pembakaran yang terbentuk itu kemudian dimasukkan kedalam
turbin tekanan tinggi selanjutnya terus ke turbin tekanan rendah, dan sesudah
memberikan sisa gaya dorongnya gas hasil pembakaran ini keluar menuju udara luar.
Dari gambar tersebut bisa dilihat bahwa ada buah paras penggerak yaitu :
1. Turbin tekanan rendah menggerakkan kompresor tekanan rendah dan melalui
roda gigi transmisi menggerakan propeller (baling-baling) sebagai daya untuk
digunakan selanjutnya.
2. Turbin tekanan tinggi menggerakkan kompresor tekanan tinggi. Kecepatan putar
kedua turbin adalah, berbeda dimana ukuran turbin dan kompresor kadang-kadang
dibuat menurut teknik aliran fluids yang terbaik. Mekanisme kedua turbin tersebut
tidak saling mempengaruhi satu sama lainnya, karena sebagian dari paras turbin
tekanan rendah berada didalam paras turbin tekanan tinggi.
Pada Gambar 2. dapat dilihat bahwa untuk turbin yang dipakai di industri bisa dilihat
dimana, turbin, kompresor, Generator listrik, moto untuk mulai start semuanya berada
dalam satu paras, dan pada umumnya ruang bakar diletakkan disamping.

Sistem turbin gas sederhana


Turbin gas ini disebut mempunyai proses sederhana, karena fluids kerjanya
adalah udara biasa tanpa harus diolah/dipersiapkan lebih dahulu, cukup hanya
dimampatkan lebih dahulu kemudian dipakai untuk proses pembakaran bahan bakar. Gas
hasil pembakaran dengan entalpi yang tinggi inilah yang jadi fluidanya untuk bekerja.
Selain itu pembuangan panasnya juga sederhana tidak terlalu ruwet, karena gas bekasnya,
bisa dibuang ke udara luar. Pada prinsipnya dapat dibandingkan dengan proses kerja dari
instalasi tenaga uap yang cukup ruwet.
Daya yang dihasilkan turbin
Pada instalasi tenaga uap turbin menggerakkan generator, dimana daya yang
dihasilkan turbin dengan daya generator sama besarnya. Untuk turbin gas keadaannya
berbeda, karena daya yang dihasilkan turbin harus dibagi menjadi sebagian untuk
menggerakkan, kompresor udara dan sebagian lagi untuk menggerakkan generator listrik.
Perbandingan dayanya kurang lebih 3:2:1 , misalnya agar dapat memutar generator listrik
yang mempunyai daya 1000 kW, turbin gas harus mempunyai daya dara membutuhkan
daya 3000 kW , karena kompresor udara membutuhkan daya 2000 kW.
Perlu diketahui bahwa oils dikehendaki instalsi turbin gas harus mempunyai
randemen yang tinggi.
II.2 Jalannya proses didalam diagram diagram p v dan diagram T - s
Jalannya proses siklus didalam turbin gas adalah sebagai berikut; bila mesin
kompresi dan mesin ekspansi sudah di putar, maka diantara kedua mesin tersebut
dimasukkan panas. Panas ini harus diubah menjadi daya mekanis semaksimal mungkin.
Untuk mendapatkan daya usaha yang sebesar mungkin, terdapat suatu permasalahan
antara temperatur, dan tekanan gas yang saling berhubungan satu dan lainnya dan untuk
mempermudah pengertian lebih dulu dibahas proses yang terjadi didalam torak, dapat
dilihat pada Gambar 3. dibawah ini:

Dari a sampai 1 kompresor menghisap udara, dan udara tersebut ditekan


(dikompresi) secara adiabatis dari 1 sampai 2, dan akan timbul panas yang
mempengaruhi temperatur udara. Jalannya garis kompresi 1 ....2 menurut persamaan p .
x
v = konstan.
Dari peristiwa kompresi tersebut diatas, udara menjadi panas dan temperaturnya
pada titik 2 dapat dihitung. Dari 2 sampai e udara yang telah dikompresi didorong keluar
dari kompresor. Jumlah kerja yang di perlukan besarnya sama dengan luas a - 1 - 2 - e- a
Akibat dari proses pemampatan didalam kompresor udara tersebut seakan mengalami
pemanasan pendahuluan , dan setelah masuk ke ruang bakar udara tersebut menerima
panas lagi sehingga temperaturnya mencapai t3, sesuai dengan yang dibolehkan untuk
mesin.
Pemberian panas didalam ruang bakar dilakukan dengan tekanan konstan, jadi
tekanannya sama dengan tekanan kompresi dan besarnya panas yang dimasukkan
kedalam proses tiap kg uap adalah: q = cp . ( t3 - t2 ).
Ekspansi dari mesin torak (Gambar 4.), udara masuk kedalam mesin ini dengan
tekanan yang sama dengan tekanan dari kompresor tetapi volume spesifiknya berubah
menjadi v3 dan temperaturnya naik menjadi t3 sehingga v3 = v2 . (T3 / T2). Dari proses3 ke
4 terjadi ekspansi adiabatis, dan temperatur gas turun menjadi t4. Kerja yang diperoleh
dari ekspansi mesin ini adalah = luasan e -3 - 4 - a - e .
Sesudah sampai pada titik 4 udara dengan temperatur t4 didorong keluar menuju
udara luar. Besarnya panas yang. keluar dari sistem: q keluar = cp. (t4 - t1).
Daya yang berguna (daya effektif), didapat dari selisih luasan ekspansi dan
kompresi. Bila jalannya proses dijadikan satu dan digambar dalam satu diagram p - v ,
maka besarnya daya yang effektif adalah luasan 1-2-3-4 dapat dilihat pada Gambar 5.
dibawah ini.
Pemindahan harga-harga dari diagram p v ke diagram T s dimulai dari titik 1.
dimana keadaan udara luar yang dihisap kompresor mempunyai entropi yang telah
tartentu dan temperaturnya T1 = 273 + t1.
Dengan adanya kompresi isentrop tekanan udara menjadi, naik P2 dan
(X-1)/X
temperaturnya menjadi T2=T1. (P2/P1)
Selama pemberian panas pada kondisi
tekanan konstan, entropinya akan naik menjadi: s3 - s2 = cp. 1n ( T3/ T1).
Dalam hal ini T3 ditentukan berdasarkan temperatur gas turbin maksimum yang
diijinkan, sehingga diperoleh titik 3. , dan luasan dibawah garis lengkung 2-3 (isobar),
sesuai dengan besarnya panas yang dimasukkan kedalam ruang bakar sehingga: q masuk
= cp . ( T3 - T2 ) . T4 di dapat dari hasil perhitungan ekspansi adiabatis 3 - 4.
Untuk menentukan besarnya T4 sama dengan menentukan besarnya T2. diagram
T- s memperlihatkan dengan jelas bahwa, daya yang berguna w berasal dari selisih panas
yang masuk dengan panas yang keluar. Meskipun pada kenyataannya proses turbin gas
dalam diagram p v informasinya sama dengan diagram T- s. Namun pada diagram T s
lebih mudah dimengerti.

II. 3 Rendemen thermis dan daya yang efektif


q
q
Daya yang berguna adalah w yang berguna = masuk - keluar.
q

masuk keluar
yang berguna
th =
------------------------------- = -------------------q
masuk
yang dipakai
q
q
c
Dengan dimaksukannya harga masuk = cp . (T3 T2) dan harga keluar = p (T4
T1) kedalam opersamaan diatas, maka bentuk persamaan menjadi :
n

T1
Nth = 1 - ----------T2

(x-1)/x
1
= 1 (--------)
P
2
P

atau nth

Dapat dilihat bahwa untuk kompresor harus dipilih, yang mempunyai


perbandingan tekanan setinggi mungkin agar bisa mendapatkan rendemen yang tinggi,
sehingga pemakaian bahan bakar untuk proses ini lebih irit.
Pada Gambar 6. dapat dilihat bahwa berdasarkan alasan kekuatan kontruksi yang
diizinkan, maka dalam hubungannya dengan proses temperatur T3 dibatasi. Dengan
P
P
T
makin bertambahnya perbandingan tekanan = 2 / 1 akibat dari proses kompresi 2 akan
q
c
q
c
ikut naik maka harga masuk = p. ( T3 - T2) , dan harga keluar = p . ( T4 - T1 ) ikut
turun. Dengan demikian semakin bertambah tinggi, dan daerah daya effektif (w) mulamula selalu bertambah besar, tetapi setelah mencapai harga maksimum harga w menjadi
turun kembali.
Beberapa harga perkiraan dapat dilihat pada Gambar 6 dibawah ini.

Proses dari daya yang effektif didapat dari :


Wyang berguna

qmasuk- qkeluar

p. (T3 T4) p ( T2 - T1 ).

Setelah bentuk persamaan ini disesuaikan dengan persamaan proses adiabatis


p p
serta harga = 2/ 1 dimaksukan, maka persamaan menjadi :
T3
(x-1)/x
(x-1)/x
Wberguna = ------- . (1-1 /
) (
1)
T1 adalah temperatur udara luar yang dihisap masuk kedalam kompresor.
Besarnya harga T1 untuk instalasi turbin gas yang dipakai oleh industri kebanyakan selalu
konstan. Untuk setiap harga temperatur gas baru t3 akan memberikan harga yang optimal
untuk mencapai harga w yang berguna yang maksimum. Persamaan untuk mencari w
yang berguna dapat di selesaikan dengan memasukkan beberapa harga-harga yang
dibutuhkan, sehingga akan diperoleh suatu grafik seperti yang terdapat pada Gambar 7.
Dibawah ini, dengan catatan bahwa harga-harga yang terdapat dalam gambar adalah
untuk turbin tanpa kerugian dan kompresor tanpa kerugian serta temperatur udara yang
o
dihisap sebesar 15 c.
Dalam kenyataannya randemen kompresor yang besar yaitu kompresor sampai
gas yang besar yaitu T sampai 0,85

Contoh Soal:
Berapakah besarnya daya yang berguna (daya effektif) teoritis tanpa kerugian dari suatu
t
proses siklus turbin gas, bila temperatur sebelum turbin yang diizinkan maksimum 3 =
o
P
P
850 C dan kompresornya mempunyai perbandingan tekanan = 2 / 1 = 6
Berapakah daya yang dihasilkan turbin teoritis bila banyaknya udara yang bekerja
didalam instalasi turbin ms = 20 kg / detik.
Jawab:
Perhitungan menurut persamaan w yang berguna,
Wn
-----c
p.T1

T3
1
(x-1)/x
= ------- . (1 - ----------- ) - (
1)
(x 1 )/x

cp = 1,004 kJ / kg K = Kapasitas panas spesifik


T1 = t1 + 273 = 15C + + 273C = 288 K
o

T3 = 850 C + 273 C = 1123 K


=6
x = 1,4 untuk udara dan (x-1)/x = 0,285
WN
--------- = 3,9 . 0,4 0,66 = 0,90
Cp.T1
Bandingkan dengan harga-harga yang terdapat pada Gambar 7.
W

yang berguna = 0,90 . 1,004 .288 = 270 KJ/Kg


m

Bila kapasitas udara yang bekerja s = 20 Kg/detik, maka daya yang dihasilkan
instalasi turbin gas teoritis adalah : p = 270 kJ/kg . 20 kg/det = 5400 kJ/det
= 5400 kW.

BAB. III
MATERIAL, BAHAN BAKAR, RUANG BAKAR
III. 1 Material (logam) untuk instalasi turbin gas
Dengan makin tingginya temperatur operasi turbin gas, maka kekuatan logam
bahan instalasi turbinpun akan turun. Sifat material yang menentukan dalam pemilihan
logam untuk instalasi turbin gas adalah daya tahan/kekuatan logam untuk menerima
beban dalam jangka waktu yang lama (creep strength), atau pada beban berapa sesuatu
benda uji/logam dapat patah sesudah mengalami pembebanan dalam jangka waktu yang
tertentu, hal ini tergantung dari besarnya temperatur benda uji, lihat 8. , dimana gambar
tersebut hanya berlaku untuk Gambar suatu logam yang tertentu.

Titik B /1000 = 215 N/mm , artinya adalah benda 2 uji yang menerima beban
2
o
215N/mm secara terus menerus pada temperatur 700 c, akan patah sesudah 1000 jam.
o
Benda uji yang dibuat dari logam yang sama bila dipanaskan sampai 700 c terus menerus
akan tahan minimal sampai 10.000 jam dan akan patah bila dibebani dengan beban secara
2
terus menerus yang tidak lebih besar dari 165N/mm .
Logam tersebut juga akan tahan sampai 100.000 jam, 2 bila beban yang bekerja
2
terus menerus hanya 65N/mm . Kekuatan material (logam) adalah juga merupakan
persoalan waktu, bila pemberian beban pada logam tersebut dilakukan pada temperatur
yang tinggi, dapat dilihat pada Gambar 9 yang memperlihatkan karakter suatu material
2
yang dibebani secara terus menerus, 2 sebesar 400 N/mm , logam tersebut akan
bertambah panjang (regangnya bertambah) terus sampai setelah 250 jam baru patah. Bila
2
dibebani sebesar 330N/mm , kenaikan regangnya lebih lambat, tetapi akan patah sesudah
700 jam.
Material yang biasanya dibuat untuk turbin gas dan ruang bakar yaitu baja chrom,
paduan nikel dan kobalt.

III.2 Bahan bakar untuk turbin gas


Untuk turbin gas dengan proses sistem terbuka hanya bisa menggunakan bahan
bakar yang berbentuk cair atau gas, karena hasil proses pembakaran harus bebas dari sisasisa bahan bakar (abu) yang teras dan tidak menimbulkan korosi yang diakibatkan
peristiwa kimia.
Bahan bakar cair
Minyak bakar asalnya dari minyak bumi yang mengandung campuran zat
hidrokarbon. Minyak bakar berat dan sedang adalah yang mula-mula sekali dipergunakan
untuk turbin gas pada industri. Minyak ini mengandung aspal dan bitumen, yang dapat
menyebabkan terbentuknya suatu endapan yang sukar terbakar diruang bakar dan disudu
-sudu turbin, dan abunya kebanyakan mengandung garam Natrium dan berkombinasi
dengan Vanadium. Bahan bakar diesel adalah cocok untuk turbin gas, tetapi harganya
cukup mahal.
Bahan bakar berbentuk gas
Bahan bakar yang berbentuk gas yang biasanya digunakan untuk turbin gas
adalah gas dapur tinggi, gas bumi dan gas yang diperoleh dari instalasi penguapan gas
arang untuk industri. Gas dapur tinggi adalah barang sisa-sisa dan harganya murah, tetapi
nilai kalornya rendah. Gas bumi adalah bahan bakar yang ideal untuk turbin gas yang
mengandung Methan (CH4) dengan kadar 65 % sampai 92 %.
Contoh Seal:
a) Barapakan temperatur akhir t2 suatu proses kompresi presi tanpa kerugian
(isentrop)dari 1 bar, 20C menjadi 8 bar.
o
Jawab: t2 = 240 C.
b) Berapakah jumlah kalori yang harus diberikan, bila akan memanaskan udara
o
kompresi dart 8 bar, 240 C menjadi 8 bar, 750C.
Jawab: Dari kondisi awal h2 = 235 KJ/Kg, pada 8 bar, 240C pergi mengikuti
garis p = 8 bar, sampai memotong garis datar t3 = 750C. Maka dari sini didapat
h3 = 835 KJ/Kg.
Dengan demikian panas yang harus diberikan adalah h3 - h2 = 835 - 235 = 600
KJ/Kg.

c) Berapakah selisih entalpi (panas jatuh) yang bekerja didalam turbin gas,bila
o
keadaan sebelum turbin 8 bar, 750 c dan berekspansi isentrop sampai 1 bar.
Jawab:
sebelum turbin h3 = 835 KJ/KG
sesudah turbin h4 = 362 KJ/Kg
a. h3 h4 = 473 KJ/
Berapakan tingkat dari suatu turbin gas yang be kerja dengan panas jatuh rata-rata
hst = 120 KJ / Kg.
Jawab: z = (h3 - h4) / hst = 473120 =3,94 jadi dibuat 4 tingkat.
e) Bagaimanakah keadaan gas bekas di sisi sebelah ke luar turbin, bila randemen
dalam turbin adalah = 0,87.
Jawab:
Hi = ht . i = 473.0,87 = 410 KJ/Kg. Hal ini digambarkan pada diagram h - s ,
o
dengan 1 bar, 395 C , jadi h gas bekar = 425 KJ/Kg.

III.3 Konstruksi ruang bakar


Udara yang telah dimampatkan dimasukkan kedalam ruang bakar. Luas
penampang yang dibutuhkan didapat dari satu persamaan kontinuitas, yaitu A = V/c.
Yang paling penting adalah memilih dan menentukan kecepatan udara di
beberapa sektor yang berlainan, dapat dilihat pads Gambar 12. dibawah ini:

Kecepatan udara didaerah pembakaran harus mulai dari c = 25 m/detik sampai


dengan 30 m/detik. Bila c terlalu kecil, nyala api akan menyebar kearah komprensor, dan
sebaliknya hila kecepatan udara c terlalu besar, nyala api akan membesar kearah saluran
keluar ruang bakar. Hal ini akan mengakibatkan temperatur di bagian masuk turbin
semakin tinggi, dan juga akan memadamkan api diruang bakar yang menyebabkan
timbulnya tegangan akibat adanya panas (thermal stress).
Dimana tegangan tersebut disebabkan karena adanya pembagian temperatur
sebelum turbin yang tidak merata.
Gambar III.12 , memperlihatkan kejadian didalam ruang bakar, yang terdiri dari
selubung luar dan suatu tabung silindris yang dibagian dalamnya dilengkapi dengan
pembakar dan pengabut bahan bakar yang sebagian dari udara dialirkan diluar pembakar
agar berfungsi sebagai udara pendingin ruang bakar. Udara ini kemudian mengalir masuk
kedalam, melalui tempat-tempat yang terbuka.
Ruang bakar yang besar dan terpisah untuk turbin gas yang dipakai oleh industri.
Turbin gas untuk industri mempunyai satu atau dua buah ruang bakar yang besar sesuai
dengan daya yang dihasilkan turbin tersebut. Untuk itu dibuat suatu ruang bakar yang
besar dan terpisah/tersendiri dengan maksud untuk menghemat material ongkos
pembuatan yang murah dan Gambar 13. memperlihatkan salah satu dari dua buah ruang
bakar tersebut.
Ruang bakar ini dipasang tegak, dan dibagian atasnya terdapat salah satu
pembakar, dari tiga pembakar yang ada. Sedangkan tabung api/pipa api dari ruang bakar
tersebut dilapisi oleh tembok dari ke ramik, seperti pada Gambar 14.

BAB. IV
KOSTRUKSI DAN CARA KERJA DARI TURBIN
DAN KOMPRESOR

IV.1. Konstruksi mesin


Kompresor dan turbin mempunyai rotor yang sama, ditahan dua bantalan radial
dan satu bantalan aksial (kiri).Rumah mesin bagian luar umumnya terdiri dari rumah
bagian tengah, rumah bagian udara masuk dan rumah bagian dari gas bekas ke luar yang
satu sama lainnya dihubungkan dengan kuat .
Rotor
Rotor, pada Gambar 15. , konstruksinya terdiri dari beberapa piringan tersendiri yang
dilengkapi sudu, serta kedua ujungnya dan bagian tengahnya dihubungkan satu sama
yang lain dengan prinsip jangkar tarik.
Bagian-bagian tersebut satu sama lain Baling memegang , dengan sistem Hirth
berkerat-kerat seperti gergaji.
Rotor menjadi ringan dan mempunyai kecepatan kritis dengan letaknya lebih
tinggi daripada kecepatan putar turbin. Bagian-bagian rotor dan sudu-sudu turbin
didinginkan dari dalam. Udara dimasukkan kedalam rotor melalui lubang yang terletak
dibagian belakang tingkat terakhir dari kompresor.
Rotor mengalami gaya gager aksial, yang berlawanan dengan gaya gager
kompresor. Untuk kompresor arahnya ke kiri sedangkan untuk turbin arahnya ke kanan.

e-USU Repository 2004 Universitas Sumatera Utara

13

Ruang bakar
Kedua ruang bakar terletak dan dihubungkan dengan flens di samping rumah
turbin, yang bertujuan sebagai saluran untuk gas dan udara yang pendek sehingga
kerugian alirannya juga kecil.
Sa1uran gas panas dari ruang bakar ditempatkan di dalamnya saluran udara dari
kompresor, dengan demikian tidak membutuhkan isolasi panas yang khusus. Arus gas
o
akan belok 90 sebanyak dua kali, sebelum masuk kedalam turbin, dengan demikian akan
diperoleh suatu eampuran yang baik dan bebas dari gumpalan gas panas yang mengalir
tetapi tidak mau bercampur dengan udara.
Fundasi Mesin
Instalasi ini ditumpu oleh 3 bush konstruksi rangka baja. Dibagian depan
kompresor dibuat sebagai, tangki minyak, dan diatasnya ditempatkan rumah sebagai
bantalan bagian depan. Rumah turbin ditumpu oleh dua buah penumpu tetap dan dua
buah penumpu, yang bisa bergerak.
IV. 2 Kompresor untuk turbin gas
Udara pembakar dari udara luar dihisap dan ditekan oleh kompresor sampai
P
P P
tekanannya menjadi 2 sesuai dengan perbandingan tekanan/kompresi = 2/ 1. Dari
ketentuan-ketentuan dan rumus-rumus yang ada di Termodinamika diperoleh besarnya
tinggi kenaikan H adalah sebesar :
n
(n-1)/n
H = P1 . 1 ------ .(
1) . (1/g)
n-1
H dalam m kolom gas.
didapat dari kerapatan Q = 1 /
Harga eksponen n untuk udara daripada proses pemampatan tanpa pendinginan n
= x = 1,4
Harga percepatan gravitasi g mempunyai pengaruh terhadap tinggi kenaikan, karena itu
harus diperhatikan I tingginya tempat udara yang dihisap kompresor, dimana masalahnya
3
sama dengan tinggi tempat pada turbin air. Udara mempunyai kerapatan Q = 1,3 Kg/m
o
3
pada 0 /bar sedangkan air kerapatannya Q = 1000 Kg/m .
Kompresor aksial
Arus aliran gas ketika melalui kompresor aksial arahnya seperti ketika sedang
melalui pips yaitu aksial. Diameter rata-rata sudu antara bagian keluar dan bagian masuk
adalah tetap sama, umtuk itu u1 = u2 .
Supaya tekanannya gas dapat naik dibutuhkan keoepatan dengan sedikit
melengkung sehingga kecepatan ci dnaikkan menjadi c2 dapat dilihat pada Gambar 16.

e-USU Repository 2004 Universitas Sumatera Utara

14

Kompresor radial
Kompresor radial mempunyai sudu jalan yang melengkung ke belakang. Gas
masuk dengan keoepatan kecil c1 dan akibat adanya gaya sentrifugal maka gas tersebut
dikeluarkan dengan kecepatan tinggi c2 Perbandingan diameter D2/D1 sangat besar,
sementara itu gas pada saat masuk arahnya searah dengan poros aksial dan pada saat
keluar arahnya tegak lurus radial, seperti terlihat pada Gambar 17 dibawah ini.
IV.3 Turbin gas
Dasar-dasar untuk menentukan ukuran-ukuran ukuran utama turbin gas misalnya
Diameter tingkat D, dan kecepatan keliling u, panjang sudu pengarah dan panjang sudu
jalan, panas jatuh pada tingkat dari turbin dan jumlah tingkat sama dengan proses. turbin
uap, hanya perbedaannya adalah untuk turbin gas yang bertingkat banyak, selain bekerja
dengan proses tekanan lebih dengan r = 0,5, harga u/c1 = 0,7 sampai 0,8.
Sistem sudu-sudu turbin gas terdiri dari sudu pengarah yang ditempatkan didalam
rumah turbine Tingkat tekanan lebih r = 0,5 bekerja dengan kecepatan gas yang rendah.
Makin besar kecepatan keliling u, akan makin besar pula jumlah panas jatuh yang bekerja
didalam tingkat tersebut. Hal ini diperoleh dari hubungan antara u/c1 dimana c1 = 0,7
2
sampai 0,8 , dan dengan hst = c1 / 1000, dapat dilihat pada Gambar 18. dibawah ini .

e-USU Repository 2004 Universitas Sumatera Utara

15

Besarnya kecepatan keliling yang diizinkan tergantung kepada kemampuan


material turbin menerima beban dan temperatur gas yang tinggi, dan biasanya
antara u = 250 m/detik sampai 350 m/detik.
Persamaan untuk menghitung daya yang dihasilkan turbin yang penting adalah:
PT

= PV + PN = ms . hT . T
kJ
= -------- = kW
det

Dimana:
PT
= Daya yang dihasilkan turbin ke seluruhan (kW)
PV
= Daya yang diperlukan untuk rnenggerakkan kompresor (kW)
PN
= Daya yang berguna (effektif) yang diberikan , keluar untuk menggerakkan
mesin (misalnya generator listrik, pesawat terbang) dalam (kW)
mS
= Kapasitas gas panas dalam KJ/detik
hT
= Panas jatuh isentrop didalam turbin yang didapat dari diagram h - s , dalam
KJ/KG
T
= Randemen turbin, biasanya berkisar
Panas jatuh yang bekerja didalam turbin harus bisa, digambarkan didalam
diagram h-s (pada, Gambar 19).

BAB. V
INSTALASI TURBIN GAS YANG TETAP
Konstruksi instalasi turbin gas dapat dibedakan antara turbin yang tetap tidak
dipindah-pindahkan, dengan turbin yang dipakai untuk menggerakkan pesawat terbang
atau auto mobile Instalasi turbin gas yang tetap adalah instalasi yang dipakai untuk
memutar generator listrik, untuk menggerakkan kompresor karena turbin ini harus bisa
bekerja dalam jangka waktu yang panjang untuk memikul beban yang tinggi, sehingga
daya yang berguna (effektif) bisa mencapai 100 MW.
Instalasi turbin gas yang digunakan untuk menggerakkan pesawat terbang harus
ringan, memakan tempat yang sedikit serta pemakaian bahan bakar juga sedikit sehingga,
jarak tempuh pesawat terbang cukup jauh.
Turbin Gas Yang Kecil Yang Digunakan Untuk Pembangkit Tenaga Listrik
Darurat Menanggulangi Beban Puncak.
Pembangkit tenaga listrik darurat kebanyakan pemakaianya dipasang pada
gedung-gedung bertingkat, rumah sakit, hotel dan bandar udara. Turbin gas yang
digunakan untuk pembangkit tenaga listrik darurat ini distart dengan memakai udara
tekan atau bateray, dan tempat yang dibutuhkan turbin gas hanya sedikit, tidak
membutuhkan air pendingin serta tidak membutuhkan ruang yang harus dipanaskan,
namun pemakaian bahan bakar lebih banyak.
Pada Gambar 20. dapat dilihat turbin gas ukuran kecil, dan Gambar 21. Turbin gas yang
menggunakan kompresor radial.

Instalasi turbin gas yang kompak dengan daya 17.000 kW n = 5100/1500 1/menit
yang dipakai untuk pembangkit tenaga listrik darurat, seperti pada Gambar 22. yang
memperlihatkan turbin gas yang kompak dengan daya yang besar yang berfungsi sebagai
pembangkit tenaga listrik, darurat di sebuah instalasi penyulingan minyak bumi. Instalasi
ini disebut kompak, karena ketiga bagian yang terdiri atas: Turbin, Generator dan
Peralatan Kontrol, secara keseluruhan sudah dipasang lebih dahulu dan di angkut ke
lokas,i melalui jalan darat, air atau rel kerja tapi. Turbin gas ini menggunakan bahan
bakar minyak bakar atau menggunakan gas dari instalasi penyulingan . Karena fungsinya
turbin gas ini adalah sebagai pembangkit tenaga listrik darurat, maka untuk mencegah
supaya hasil produksi jangan sampai rusak, maka dalam waktu secepatnya turbin harus
bisa menyediakan listrik.
Pada Gambar 23. Memperlihatkan jalannya start dan pemberian beban kepada
turbin. Untuk menstart turbin ini bisa dilakukan secara otomatis seluruhnya.

Turbin gas untuk pembangkit tenaga listrik dengan daya 30 MW sampai 60 MW


Konstruksi turbin gas yang digunakan untuk memutar geneator pembangkit listrik
dengan jangka waktu operasi 300 jam/tahun, (pada Gambar 24).

Data-data pokok turbin ini secara singkatlah sebagai berikut:


Untuk P = 60/80 MW , n = 3000 l/menit, kapasitas udara adalah 350 Kg/detik,
o
Temperatur maksimum 870 C , perbandingan kompresi = 9,5 , temperatur gas bekas
o
=415 C dan randemen keseluruhan adalah 28,9 .
Kompresor terdiri dari 15 tingkat dengan kecepatan keliling di ujung sudu tingkat
pertama L = 320 mm.
Turbin gas ini mempunyai udara pendingin yang masuk dari dua arah. Udara yang
telah ditekan oleh kompresor , mengalir masuk kedalam proses bagian tengah melalui (1)
dan dari sini melalui lubang dan saluran-saluran udara mengalir ke permukaan rotor dan
ke kaki sudu yang di lapisi oleh perisai panas ( dapat dilihat pada Gambar 25.),
sedangkan Gambar Kompresor dan Turbin ketika sedang dalam proses pemasangan
terdapat pada Gambar 26 .

DAFTAR PUSTAKA
Dietzel, F., Gasturbinen - kurz und bundig. 1. Auflage. Wurzburg: Vogel - Verlag. 1974.
Jorzyk, S/ Meyer, S. W : Mehr Energie sus Kohle. Energie. Grafelfing/ Munchen. 30.
Jahrgang (1978). S. 338 - 341.
Pflaum, W. : Mollier - Diagramme fur Verbrennungsgase. Dusseldorf: VDI - Verlag.
1974.
Gasparovic, N. Und Mitarbeiter: Gasturbinen. 1.Auflage - Studienausgabe in 4 Tcilen.
Dusseldorf : VDI - Verlag. 1967.
Ons Tenrath . H.: Gasturbinentriebwerke. 1. Auflage.Essen: Girardet - Verlag. 1968.
Bohl, W. : Technische Stromungslehre. 3 . Auflage.Wurzburg: Vagal - Verlag. 1978.