Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tujuan bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945
alenia ke-4 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk
mencapai tujuan tersebut, diselenggarakan program Pembangunan Nasional
secara berkelanjutan , terencana dan terarah. Pemabanguan Kesehatan
merupakan bagian integral dan terpenting dari Pembangunan Nasional.
Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang afar terwujud derajat kesehatan masyarakat optimal. Keberhasilan
pembangunan Kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan
daya saing sumber daya manusia Indonesia. Untuk mencapai tujuan
pembangunan kesehata tersebut, diselenggarakan berbagai upaya kesehatan
secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu.
Puskesmas adalah penanggung jawab penyekaggara upaya kesehatan
untuk jenjang tingkat pertama. Dalam penyelanggaraan upaya kesehatan
tersebut bagi setiap puskesmas wajib menyusun laporan UPTD Puskesma
Jeulingke sudah menyusun Laporan Tahunan 2014 (Januari 2014- Desember
2014) ini dengan suatu proses penyusunan yang sistematis mengenai kegiatankegiatan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang
dihadapi dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat.
Untu memperoleh gambaran tentang pelaksanaan upaya kesehatan tersebut,
maka disusunlah Laporan Tahunan ini dari bulan Januari Desember 2014.
Laporan ni memuat secara ringkas gambaran pelaksanaan pembangunan
kesehatan di UPTD Puskesmas Jeulingke, dan disusun berdasarkan atas

laporan kegiatan dari masing-masing program yang dilaksanakan di


Puskesmas.
1.2 Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui derajat kesehatan dan pencapaian upaya
pelayanan kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Jeulingke tahun
2014
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui target dan pencapaian setiap program yang telah
dilaksanakan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Jeulingke Tahun
2014
b. Untuk mengetahui program yang belum tercapai di wilayah kerja
UPTD Puskesmas Jeulingke tahun 2014
c. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambatan dalam
pelaksanaan dan pelayanan kesehatan di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Jeulingke tahun 2014.
1.3 Ruang Lingkup
UPTD Puskesmas adalah unit pelaksana pembangunan kesehatan di
wilayah Kecamatan Jeulingke Yang Dimaksud dengan unit pelaksana
adalah Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) yakni organisasi di
lingkungan Dinas Kabupaten / Kota yang melaksanakan tugas Teknis
Operasional. Kriteria UPTD terdiri dari:
a. Tidak melaksanakan fungsi pengaturan, pembinaan, perizinan
b. Mempunyai misi / tugas pokok yang jelas dan tidak tumpang
tinding dengan unit organisasi yang lain.
c. Didukung oleh tiga faktor : SDM, anggaran sarana / prasarana
kerja
d. Memilki rencana program kegiatan pengembangan yang
berkelanjutan
Fungsi Puskesmas adalah :
a. Pusat pembangunan berwawasan Kesehatan
b. Pusat pemberdayaan masyarakat
c. Pusat pelayanan Kesehatan strata pertama yang meliputi:
- Pelayanan kesehatan perorangan

Pelayanan kesehatan masyarakat

Dalam pelaksanaan ketika fungsi diatas, Puskesmas memiliki beberapa


program , dimana program tersebut dikelompokkan menjadi:
A. Program Kesehatan Dasara (Upaya Kesehatan Wajib)
1. Upaya Promosi Kesehatan
2. Upaya Kesehatan Lingkungan
3. Upaya KIA KB
4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
5. Upaya P2M
6. Upaya Pengobatan Dasar
B. Program Kesehatan Pengembangan (Upaya Kesehatan Pengembangan)
1. Upaya Kesehatan Usia Lanjut
2. Upaya Kesehatan Mata
3. Upaya Kesehatan THT
4. Upaya Kesehatan Jiwa
5. Upaya Kesehatan Sekolah
6. Perawatan Kesehatan Masyarakat
7. Bina Kesehatan Tradisional
8. Bina Kesehatan Kerja

1.4 Visi, Misi dan Motto UPTD Puskesmas


A. Visi UPTD Puskesmas
Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang berkualitas dan bersahaja
menuju kota madani
B. Misi UPTD Puskesmas
1. Peran aktif pelayanan kesehatan beserta masyarakat dalam usaha
kesehatan berbasis masyarakat (UKBM)
2. Mengoptimalkan peran tokoh masyarakat dalam upaya meningkatkan
kesehatan
3. Memberi pelayanan yang slami, berkualitas, bersahaja dan berstandar
kesehatan
4. Menjaga dan menciptakan lingkungan sehat
5. Meningkatkan kerjasama litas sektor dalam pelayanan kesehatan
C. Motto UPTD Puskesmas
Pelayanan IMTAK (Islami, Menawan, Teliti, Aktif, dan Kreatif)
D. Manfaat
a. Dapat menjadi bahan masukan terutama dalam rangka review tahuan
kondisi kesehatan masyarakat di UPTD Puskesmas Jeulingke
b. Sebagai bahan evaluasi tahunan program kesehatan yang telah
dilaksanakan serta sebagai bahan masukan untuk perencanaan maupun
sebagai program tahunan yang akan datang
c. Sebagai salah satu bahan informasi baik bagi UPTD Puskesmas
Jeulingke maupun bagi Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dalam
perencanaan peningkatan pencapaian setiap program dan pelayanan
kesehatan yang bermutu

BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1

Keadaan Geografi

2.1.1

Lokasi Puskesmas
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Jeulingke merupakan

salah satu puskesmas yang ada di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh
dengan lokasi puskesmas di Jl. Batee Timoh, Gampong Jeulingke yang
mempunyai jarak 6 km dari pusat ibu kota.
Transportasi antar wilayah dihubungkan dengan jalan darat. Jalan utama
gampong sebagian besar sudah beraspal dan mudah dijangkau dengan sarana
transportasi.
2.1.2 Luas Wilayah
Luas wilayah UPTD Puskesmas Jeulingke sekitar 720,99 km 2 yang terdiri
dari 5 gampong, yaitu gampong Jeulingke, gampong Tibang, Gampong Alue Naga
, Gampong Pineung dan Gampong Peurada.
2.1.3 Batas Wilayah
Adapun batas- batas wilayah UPTD Puskesmas Jeulingke adalah sebagai
berikut :
1. Sebelah utara berbatasan dengan selat malaka
2. Sebelah timur berbatasan dengan puskesmas Kopelma Darussalam
Kecamatan Syiah Kuala
3. Sebelah selata berbatasan dengan wilayah kerja Ulee Kareeng Kecamatan
Ulee Kareeng
4. Sebelah barat berbatasan dengan wilayah kerja puskesmas Lampulo
Kecamatan Kuta Alam

2.2 Demografi
Jumlah penduduk di wilayah UPTD Jeulingke Tahun 2014 sebesar 16.725
jiwa. Dimana jumlah penduduk wanita sebanyak 8.056 jiwa dan penduduk lakilaki sebanya 8.669 jiwa
Rata-rata jumlah anggota rumah tangga dalam satu KK berjumlah 4 orang.
Jumlah penduduk terbanyak adalah Gampong Jeulingke dengan jumlah 6.298
jiwa, sedangkan yang paling sedikit adalah Gampong Tibang yaitu sebesar 1.452
jiwa.
Adapun distribusi penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat pada tabel
1.1 di bawah ini:
NO

GAMPONG

1
2
3
4
5

Jeulingke
Pineung
Peurada
Alue Naga
Tibang
Total

JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
3309
2989
2138
2071
1585
1620
859
702
778
674
6669
8056

TOTAL
6298
4209
3205
1561
1452
16725

2.3 Keadaan Sosial Ekonomi dan Budaya


1.Adat Istiadat
Penduduk yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Jeulingke sebagian besar adalah suku Aceh yang hampir sebagian besar penganut
agama Islam. Seangkan bahasa pengantar pergaulan sehari-hari adalah bahasa
indonesia dan bahasa aceh.
2. Mata Pencaharian
Untuk memenuhi kebutuhan penduduk sehari-hari, sebagian besar
mata pencaharian penduduknya adalah Pegawai Negeri Sipil, selainnya
adalah wiraswasta, buruh, pedagang, nelayan, TNI/POLRI dan BUMN

2.4 Sarana Pendidikan


Adapun distribusi jumlah sarana pendidikan menurut tingkatannya dapat
dilihat pada tabel 1.2 di bawah ini :

Tabel 2.1
Distriusi Jumlah Sarana Pendidikan
di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jeulingke
Tahun 2014
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

INSTITUSI PENDIDIKAN
Pendidikan Anak Usia Dini
Taman Anak Anak
Sekolah Dasar
MIN
Sekolah Menengah Pertama
MTsN
Sekolah Menengah Atas
MAN
Akademi / Perguruan Tinggi Negeri
Akademi / Perguruan Tinggi Negeri
TOTAL

JUMLAH
7
4
5
1
2
2
21

2.5 Sarana Pelayanan Kesehatan


1. Fasilitas Kesehatan
UPTD Puskesmas Jeulingke merupakan Puskesmas perwatan, dimana
dalam melaksanakanprogramnya baik program Upaya Kesehatan Masyarakat
(UKM) maupun Upaya Kesehata Perseorangan (UKP). Untuk lebih jelasnya
distribusi pelaanan kesehatan yang ada di wilayah UPTD Puskesmas Jeulingke
dapat dliihat pada tabel 1.3

Tabel 1.3
Distribusi Fasilitas Kesehatan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jeulingke
Tahun 2014
NO
1
2
3
4
5

FASILITAS KESEHATAN
Puskesmas Pembantu
Pondok Bersalin (Polindes)
Poskesdes
Posyandu
Puskesmas Keliling / Ambulance

JUMLAH
1
1
2
6
3

2. Sumber Daya Manusia


Untuk upaya peningkatan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan, maka
tenaga kesehatan yang ada di UPTD Puskesmas Jeulingke harus memadai
jumlahnya. Adapun distribusi ketenagakerjaan di UPTD Puskesmas Jeulingke
dapat dilihat pada tabel 1.4.
Tabel 1.4 Distribusi Tenaga Kesehatan Berdasarka Tingkat Pendidikan
Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jeulingke
Tahun 2014
NO

JENIS TENAGA

JUMLAH TENAGA YANG

KETERANGAN

Magister Kesehatan

ADA
2

Kepala UPTD dan Ka.

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Dokter Umum
Dokter Gigi
Perawat
Perawat Gigi
Bidan
Pranata Laboratorium
Asisten Apoteker
Sanitarian
Penyuluh Kesehatan
Tenaga Kebersihan
Tenaga Fisioterapi
Tenaga Gizi
Tenaga Elektromedik
Jumlah

4
1
5
2
10
2
1
2
1
1
1
1
1
34 Orang

Subag TU
2 Tugas Belajar
Dokter Kontrak
5 Bidan Desa

BAB Ill
DERAJAT KESEHATAN
3.1

MORTALITAS (ANGKA KEMATIAN)


Salah satu indikator penting untuk mengukur tingkat derajat kesehatan

masyarakat

adalah

angka

kematian

(mortalitas).

Dimana

indikator

ini

menunjukkan tingkat kesehatan, mutu pelayanan kesehatan serta kondisi sosial


ekonomi masyarakat.
3.1.1

Angka Kematian Bayi ( AKB )

Data UPTD Puskesmas Jeulingke tahun 2014 terdapat kematian bayi


sejumlah 5 bayi, yang tersebar di gampong pineung 1 bayi, gampong jeulingke 2
bayi, gampong peurada 1 bayi dan gampong alue naga 1 bayi.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat AKB tetapi tidak mudah
untuk menemukan faktor yang paling dominan. Tersedianya berbagai fasilitas atau
faktor aksesibilitas dan pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang terampil,
serta kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma
kehidupan modern dalam bidang kesehatan merupakan faktor yang sangat
berpengaruh terhadap tingkat AKB. Menurunnya AKB dalam beberapa waktu
terakhir memberi gambaran adanya peningkatan dalam kualitas hidup dan
pelayanan kesehatan masyarakat.
3.1.2

Angka Kematian Ibu Maternal ( AKI )


Angka Kematian Ibu Maternal diperoleh berbagai survei yang dilakukan

secara khusus. Dengan dilaksanakannya Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)


dan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), maka cakupan wilayah
penelitian AKI menjadi lebih luas dibanding survei sebelumnya. Berdasarkan data
yang ada di UPTD Puskesmas Jeulingke selama tahun 2014 terdapat kematian
maternal I orang, dengan riwayat tidak sadar dan koma.

3.2

MORBIDITAS (ANGKA KESAKITAN)


Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari masyarakat

(community bases data) yang dapat diperoleh dengan melalui studi morbiditas dan
hasil pengumpulan data dari Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas
(SP2TP).
3.2.1

Penyakit Menular
Penyakit menular yang disajikan dalam profil kesehatan UPTD Puskesmas

Jeulingke antara lain penyakit Malaria, TB Paru, Kusta, H1V/AIDS, Infeksi

Saluran Pernafasan Akut ( ISPA ), Diare, Demam berdarah Dengue (DBD),


Rabies, Campak Klinis Difteri, AFP.
a. Penyakit Malaria
Penyakit malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di
Indonesia, perkembangan penyakit Malaria dipantau melalui Annual Parasite
Incidence (AP1). Di wilayah UPTD Puskesmas Jeulingke relatif masih terdapat
penyakit malaria. Wilayah UPTD Puskesmas Jeulingke masih merupakan daerah
berpotensi karena masyarakatnya mempunyai mobilitas tinggi ke daerah Malaria.
Jumlah kasus malaria selama tahun 2014 berjumlah 2 kasus.

b. Penyakit TB Paru
Menurut hasil Surkesnas 2001, TB Paru menempati urutan ke 3 penyebab
umum, selain menyerang paru, Tuberculosis dapat menyerang organ lain (extra
pulmonary). Berdasarkan data kompilasi dari petugas TB Paru UPTD Puskesmas
Jeulingke, pada tahun 2014 jumlah BTA (+) sebanyak 1 orang, 100% dilakukan
pengobatan dan yang sembuh tahun 2014 sebanyak 6 orang, 2 orang sudah selesai
pengobatan, tetapi belum melakukan pemeriksaan ulang.

c. Penyakit HIV/AIDS
Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus menunjukkan peningkatan,
meskipun berbagaiupaya pencegahan dan penanggulangan terus dilakukan.
Semakin tingginya mobilitas pendudukantar wilayah, menyebarnya sentra-sentra
pembangunan ekonomi di lndonesia, meningkatnyaperilaku seksual yang tidak
aman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA melalui suntikan,secara
simultan telah memperbesar tingkat resiko penyebaran HIV/AIDS. Saat ini
Indonesia telah digolongkan sebagat negara dengan tingkat epidemi yang
terkonsentrasi, yaitu adanya prevalensi lebih dari 5 % pada sub populasi tertentu,
misal pada kelompok pekerja seksual komerstal dan penyalah guna NAPZA.
Tingkat epidemi ini menunjukkan tingkat perilaku bensiko yang cukup aktif
menularkan ini dalam suatu sub populasi tertentu. Jumlah penderita HIV AIDS
dapat digambarkan sebagai fenomena gunung es, yaitu jumlah penderita yang
diiaporkan jauh lebih kecil dars jumlah yang sebenarnya. Hal ini berarti bahwa
jumlah Penderita HIV/AIDS di Indonesia yang sebenarnya belum diketahui
dengan pasti. Di wilayah UPTD Puskesmas Jeulingke pada tahun 2014 dilaporkan
tidak terdapat penderita HIV/AIDS.
d. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
Infeksi Saluran Pernafasan Akut merupakan penyakit rakyat yang
kasusnya tinggi dan menempati 10 penyakit terbanyak di UPTD Puskesmas
Jeulingke. 1SPA (lnfeksi Saluran Pernafasan Akut) masih merupakan penyakit

utama penyebab kematian bayi dan balita di Indonesia. ISPA sebagai penyebab
utama kematian pada bayi dan balita diduga karena pneumonia merupakan
penyakit yang akut dan kualitas penatalaksanaannya yang masih belum memadai.
Selama tahun 2014 tidak terdapat kasus Pneumonia di UPTD Puskesmas
Jeulingke.
e. Penyakit Kusta
Meskipun Indonesia sudah mencapai eleminasi kusta pada pertemuan
kusta tahun 2000, sampai saat ini penyakit kusta masih menjadi salah satu
masalah kesehatan masyarakat. Hal ini terbukti dari masih tingginya jumlah
penderita kusta di Indonesia dan Indonesia merupakan negara dengan urutan ke-3
penderita terbanyak di dunia. Penyakit kusta dapat mengakibatkan kecacatan pada
penderita. Masalah ini diperberat masih tingginya stigma dikalangan masyarakat
dan sebagian petugas. Akibat dari kondisi ini sebagian dari pendertta dan mantan
penderita dikucilkan sehingga tidak mendapatkan akses pelayanan kesehatan serta
pekerjaan yang berakibat pada meningkatnya angka kemiskinan.
Pada tahun 2014 jumlah penderita kusta di wilayah UPTD Puskesmas
ieulingke sebanyak 2 penderita. Untuk mengetahui tingkat keberhastlan eliminast
kusta, salah satunya dengan melihat keberhasilan atau kesembuhan dari
pengobatan kusta atau RFT (Release From Treatment).

3.2.2

Penyakit Menular yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I)


PD3I merupakan penyakit yang diharapkan dapat diberantas/ditekan

dengan pelaksanaanprogram imunisasi, pada profil kesehatan ini akan dibahas


penyakit Tetanus Neunatorum, Campak, Difteri, Pertusis, Hepatitis B dan Rabies.
a. Tetanus Neonatorum
Kasus Tetanus Neonatorum sangat erat kaitannya dengan proses terjadinya
persalinan bagi ibu, kebersihan pada waktu pertolongan sangatiah penting untuk
dilakukan seiain imunisasi TT pada ibu hamil. Pada tahun 2014 dilaporkan tidak
terjadi kasus Tetanus Neonatorum diwilayah UPTD Puskesmas Jeulingke.
b. Campak
Campak merupakan penyakit menular yang sering menyebabkan kejadian
luar biasa. Selama tahun 2014 ditemukan 25 kasus campak di UPTD Puskesmas
Jeulingke.

c. Difteri
Difteri adalah penyakit menular yang dapat dicegah dengan Imunisast,
pada tahun 2014 tidak ditemukan balita suspek difteri.
d. Pertusis
Seperti penyakit difteri pada tahun 2014, kasus Pertusis juga tidak
ditemukan pada tahun 2014.
e. Hepatitis B
Kasus Hepatitis B yang dilaporkan selama tahun 2014 tidak ditemukan
kasus. Namun kasus Hepatitis B digambarkan sebagai fenomena gunung es,
dimana sulit sekali menemukan kasusnya.
f. Rabies
Selama tahun 2014 tidak ditemukan adaya kasus Rabies di wilayah kerja
UPTD Puskesmas Jeulingke.
3.2.3 Penyakit Potensi KLB/Wabah
a. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menyebar luas keseluruh
wilayah propinsi. Penyakit ini sering muncul sebagai KLB dengan angka
kesakitan dan kematian relatif tinggi. Angka insiden DBD secara nasional
bergerak fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada awalnya pola epidemik terjadi setiap
lima tahunan, namun dalam kurun waktu lima belas tahun terakhir mengalami
perubahan dengan periode antara 2-5 tahun sedangkan angka kematian cenderung
menurun.
Upaya pemberantasan DBD dititik beratkan pada penggerakan potensi
masyarakat untuk dapat berperan serta dalam pemberantasan sarang nyamuk
(gerakan 3 M), pemantauan angka bebas jentik (ABJ) serta pengenalan gejala
DBD dan penanganannya di rumah tangga. Selama tahun 2014 ditemukan 38
kasus DBD di wilayah keria UPTD Puskesmas Jeulingke, dan semua kasus
tersebut dilakukan penanganan pengobatan serta di lakukan fogging di sekitar
rumah penderita.

b. Diare
Penyakit diare merupakan penyakit yang berpotensi terjadinya kejadian
luar biasa atau wabah. Kasus diare di wilayah UPTD Puskesmas Jeulingke selama
tahun 2014 ditemukan sebanyak 458 kasus diare.

c. Filariasis
Penyakit filariasis merupakan penyakit yang disebarkan oleh vector yaitu
nyamuk, tidak ada kasus filariasis yang dilaporkan di wilayah UPTD Puskesmas
Jeulingke pada tahun 2014.
3.3 STATUS GIZI
Status gizi masyarakat dapat diukur melalui beberapa indikator, antara lain
bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), status gizi balita, status gizi
wanita usia subur Kurang Energi Kronis (KEK).

3.3.1 Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)


Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2.500 gram) merupakan salah satu
faktor utamayang berpengaruh terhadap kematian Perinatal dan Neonatal. BBLR
dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena Premature atau BBLR karena
Intrauterine Growth Reterdation (IUGR), yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi
berat badannya kurang. Di negara berkembang banyak BBLR dengan IUGR
karena ibu berstatus Gizi Buruk, Anemia, Malaria dan menderita penyakit
Menular Seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat kehamilan. Pada tahun
2014 dilaporkan tidak ada kelahiran bayi dengan BBLR.
3.3.2 Status Gizi Balita
Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan
tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara penilaian status gizi balita
adalah pengukuran secara anthropometri dengan menggunakan Indeks Berat
Badan menurut Umur (BB/U). Jumlah balita gizi buruk di wilayah UPTD
Puskesmas Jeulingke selama tahun 2014 dilaporkan tidak ada balita gizi buruk.
Sedangkan balita dengan gizi kurang didapati berjumlah 7 orang yang berasal dari
gampong alue naga 1 orang, gampong jeulingke 5 orang dan gampong tibang 1
orang .
3.3.3 WUS yang mendapat kapsul Yodium
Salah satu masalah gizi yang perlu mendapat gizi yang perlu mendapat
perhatian adalah gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY). GAKY dapat
mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik dan keterbelakangan mental.
Gangguan pertumbuhan fisik meliputi pembesaran kelenjar tiroid (gondok), bisu,
tuli, kretin (kerdil), gangguan motorik, bisu, tuli danmata juling. Pemberian
kapsul Yodium dimaksudkan untuk mencegah lahirnya bayi kretin, karena itu
sasaran pemberian kapsul yodium adalah Wanita Usia Subur (WUS) termasuk ibu
hamil dan Ibu nifas.

BAB IV
UPAYA PELAYANAN PUSKESMAS JEULINGKE
Dalam

rangka

mencapai

tujuan

pembangunan

kesehatan

untuk

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya


pelayanan kesehatan masyarakat. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya
kesehatan di UPTD Puskesmas Jeulingke khususnya pada tahun 2015.
4.1

UPAYA KESEHATAN WAJIB

Upaya pelayanan kesehatan wajib merupakan langkah awal yang sangat


penting dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Dengan
pemberian pelayanan kesehatan wajib secara cepat dan tepat, diharapkan sebagian
besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Berbagai pelayanan
kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah
sebagai berikut:
4.1.1

Promosi Kesehatan
Penyuluhan kesehatan masyarakat bertujuan agar terjadi peningkatan

pengetahuan, perubahan sikap dan tindakan individu/masyarakat dalam bidang


kesehatan, sehingga mampu melaksanakan cara hidup sehat bagi diri sendiri
maupun lingkungannya. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat


Pelatihan kader Posyandu
Pembinaan kader Posyandu
Penyuluhan kesehatan ke SD, SMP dan SMA
Penyebaran media KIE
Kunjungan rumah untuk penyuluhan PHBS
Berpartisipasi dalam pameran pembangunan
Pencatatan dan pelaporan

4.1.2

Pembinaan Kesehatan Lingkungan


Untuk memperkecil resiko terjadi penyakit atau gangguan kesehatan

sebagai akibat dari lingkungan yang kurang sehat, dilakukan berbagai upaya
peningkatan kualitas lingkungan, antara lain dengan pembinaan kesehatan
lingkungan pada institusi yang dilakukan secara berkala. Upaya yang dilakukan
mencakup pemantauan dan pemberian rekomendasi terhadap aspek penyediaan
fasilitas sanitasi dasar.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan agar tercapai tujuan seperti
yang disebutkan diatas adalah:
1)
2)
3)
4)
5)

Penyehatan air bersih


Penyehatan pembangunan kotoran
Penyehatan lingkungan pemukiman
Pengawasan peredaran dan penggunaan pestisida
Pengawasan pengelolaan sampah

6) Pengawasan kegiatan PSN dan Abatesasi


7) Pengawasan sanitasi tempat-tempat umum dan tempat pembuatan penjualan
makanan minuman.
8) Pencatatan dan pelaporan
4.1.3

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) termasuk Keluarga Berencana (KB)

4.1.3.1 Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi


Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan
bayi dan perkembangan anak. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa
berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan hingga kelahiran dan masa
pertumbuhan bayi dan anaknya.
a. Pelayanan Antenatal
Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga
kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter umum,
bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya, yang mengikuti
program pedoman pelayanan antenatal yang ada dengan titik berat pada kegiatan
promotif dan preventif. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan K1
dan K4.
Cakupan K1 atau juga disebut akses pelayanan ibu hamil merupakan
gambaran besaran ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas
pelayanan kesehatan untuk mendapat pelayanan antenatal. Sedangkan K4 adalah
gambaran besaran ibu hamil sesuai dengan standar serta paling sedikit empat kali
kunjungan, dengan distribusi sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester
dua dan dua kali pada trimester ketiga.
Target pencapaian K4 menurut Indonesia Sehat 2015 adalah 95% untuk
UPTD Puskesmas Jeulingke pada tahun 2014 cakupan K4 sudah mencapai target
yaitu sebesar 95,8% (405 bumil).
b. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi
Kebidanan
Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi
kebidanan di wilayah UPTD Puskesmas Jeulingke sebanyak 356 persalinan dari
356 persalinan (100%)
c.

Kunjungan Neonatus

Bayi hingga usia kurang darisatu bulan merupakangolongan umur yang


paling rentan atau memiliki resiko gangguan kesehatan yang paling tinggi. Upaya
kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi resikotersebut antara lain dengan
melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan
pada neonatus (0-28 hari)
Dalam pelaksanaan pelayanan neonatus, petugas kesehatan disamping
melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi
pada ibu.
Menurut data dari desa pada tahun 2014, persentase kunjungan neonates
sebesar 100,3% (352 kunjungan)

4.3.2 Pelayangan Kesehatan Anak Pra Sekolah, Usia Sekolah dan Remaja
Pelayanan kesehatan kelompok anak pra sekolah, usia sekolah dan remaja
dilakukan dengan pelaksanakan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan
pemantauan

kesehatan

anak

pra

sekolah,

pemeriksaan

anak

sekolah

dasar/sederajat, serta pelayanan kesehatan pada remaja, baik yang dilakukan oleh
tenaga kesehatan maupun peran serta tenaga terlatih lainnya seperti kader
kesehatan, guru UKS dan dokter kecil.
4.3.3 Pelayanan Keluarga Berencana
Pada tahun 2014 persentase peserta KB Aktif di wilayah UPTD Puskesmas
Jeulingke sebesar 86,1% dari pasangan 2545 pasangan usia subur. Target
Indonesia Sehat tahun 2015 sebesar 75 %. Persentase yang paling tinggi dari
gampong Jeulingke dan paling rendah dari gampong Pineung.
4.3.4 Pelayanan Imunisasi
Pencapaian Universal Child Immunization pada dasarnya merupakan suatu
gambaran terhadap cakupan sasaran bayi yang telah mendapat imunisasi secara
lengkap. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan wilayah tertentu, berarti
dalam wilayah dapat digambarkan besarnya tingkat kekebalan masyarakat
terhadap penularan PD3I. Berdasarkan data terkumpul, bahwa pada tahun 2014

berdasarkan jumlah sasaran bayi 368 dari 5 gampong, yang termasuk desa UCI
ada 2 Gampong yaitu Gampong Alue Naga dan Gampong Tibang.
4.3.5 Pelayanan Kesehatan Pra Usia Lanjut dan Usia Lanjut
Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut dan usia lanjut pada tahun
2014di wilayah UPTD Puskesmas Jeulingke adalah sebesar 1047 jiwa, dengan
rincian 613 laki-laki dan 434 perempuan.

4.4 Perbaikan Gizi Masyarakat


Upaya perbaikan gizi masyarakat pada hakekatnya dimaksudkan unuk
menangani permasalahan gizi yang dihadapi masyarakat. Beberapa permasalahan
gizi sering dijumpai pada kelompok masyarakat adalah kekurangan kalori protein,
kekurangan vitamin A, Gangguan Akibat Kekurangan Yodium dan Anemia Gizi
Besi. Sasaran pelaksanaan program usaha peningkatan gizi adalah :
1. Penurunan Prevalensi KKP pada balita
2. Penurunan Prevalensi kurang vitamin A di daerah rawan.
3. Penurunan Prevalensi anemia gizi pada ibu hamil
Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut pada tahun 2014 dilakukan
usaha-usaha sebagai berikut :
1. Penyuluhan Gizi
2. Penimbangan bayi/ balita
3. Pemberian makanan tambahan (PMT)
4. Pemberian vitamin A dosis tinggi untuk balita dan ibu hamil setiap bulan
5.
6.
7.
8.

Februari dan Agustus


Pemberian tablet besi (Fe)untuk ibu hamil dan menyusui
Pelatihan dan pembinaan Posyandu
Pemantauan / survei konsumsi gizi
Pelaksanaan PWS Gizi / Pemantauan Status Gizi pada ibu dan balita (PSG)

4.4.1 Pematauan Pertumbuhan Balita


Upaya pematauan terhadap pertumbuhan balita dilakukan melalui
penimbangan di Posyandu secara rutin setiap bulan. Dari 1367 balita yang ada di
wilayah UPTD Puskesmas Jeulingke pada tahun 2014, sebanyak 961 balita
ditimbang ke Posyandu dan ada kecenderungan berat badannya naik. Persentase
D/S 70,3%.

4.4.2 Pemberian Kapsul Vitamin A


Berdasarkan data yang terkumpul di UPTD Puskesmas Jeulingke pada
tahun 2014, persentase pemberian vitamin A biru pada bayi usia 6-11 bulan
98.07% (305 bayi), pemberian vitamin A merah pada balita 12-59 bulan 106.69%
(2042 bulan).
4.4.3 Pemberian Tablet Besi
Tablet Fe adalah tablet tambah darah untuk menanggulangi anemia gizi
besi yang siberikan kepada ibu hamil. Cakupan pemberian tablet besi di UPTD
Puskesmas Jeulingke pada tahun 2014 adalah sebesar 100% untuk FE1 (30 tablet)
dan 97.98% untuk FE3 (90 tablet) dengan jumlah ibu hamil 396 orang. Target
Indonesia Sehat tahun 2015 adalah sebesar 95%.
4.5 Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
Pemberantasan penyakit menular berarti menghilangkan atau merubah
cara berpindahnya penyakit menular dan / atau infeksi yang dapat mengakibatkan
terjadinya kesakitan, kecacatan bahkan kematian.
Untuk mencapai tujuan tersebut P2M telah melaksanakan kegiatankegiatan sebagai berikut :
1. Kegiatan pencegahan penyakit yaitu imunisasi
2. Kegiatan pengobatan penyakit, yaitu pengobatan terhadap penyakit ISPA,
Diare, DBD, Malaria, campak, TB Paru, Penyakit Kusta dan penyakit akibat
gigi hewan (kera, anjing dan kucing)
3. Kegiatan pencegahan dan pemberantasan vector yaitu kegiatan berupa
penyuluhan, pemberantasan sarang nyamuk, pemberian abatisasi dan
penyemprotan / fogging terhadap nyamuk Demam Berdarah dan nyamuk
malaria. Usaha P2M adalah kegiatan yang menitikberatkan pada kegiatan
pencegahan dan penanggulanggan berupa penyuluhan tentang penyakit
menular.

4.6 Pengobatan
Usaha pengobatan adalah segala bentuk kegiatan pelayanan pengobatan
yang diberikan kepada seseorang untk menghilangkan penyakit atau gejalagejalanya, yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan cara yang khusus untuk
keperluan tersebut. Di UPTD Puskesmas Jeulingke penanganan dan pengobatan
yang membutuhkan spesealisasi dan tindakan yang lebi lanjut akan dirujuk ke
Rumah Sakit. Pengobatan tersebut ditujukan untuk seluruh pasien yang
berdomisili di wilayah kerja UPTD Puskesmas Jeulingke.
4.2. UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN
Upaya kesehatan pengembangan yang dilakukan di UPTD Puskesmas
Jeulingke adalah :
4.1 Kesehatan Usia Lanjut
Dalam rangka pemerataan pembangunan pelayanan kesehatan bagi seluruh
penduduk Indonesia maka dilakukan pembinaan kesehatan bagi yang berusia
lanjut (USILA), tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan para USILA
agar selama mungkin aktif, mandiri dan berguna.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada kelompok usia ini adalah :
1. Penyuluhan kesehatan / gizi
2. Pemeriksaan berkala setiap triwulan
3. Proteksi dan tindakan khusus Usila
4. Konseling
5. Pencatatan dan pelaporan
4.2 Kesehatan Mata / Pencegahan Kebutaan
Upaya kesehatan mata dilaksanakan sebagai suatu usaha pengembangan/
peningkatan bidang pelayanan kebutaan

dasar dikaitkan dengan peningkatan

pencerdasan dan produktivitas masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut,


UPTD Puskesmas Jeulingke melakukan kegiatan :
1. Penyuluhan tentang kesehatan mata
2. Pemberian Vitamin A dosis tinggi untuk setiap bulan Februari dan Agustus.
3. Pemberian Vitamin A dosis tinggi untuk ibu bersalin / ibu nifas
4. Pengobatan penyakit ringan.

4.3 Kesehatan Jiwa


Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan
ekonomi, dapat menimbulkan beberapa masalah psikososial yang memperngaruhi
taraf kesehatan jiwa masyarakat. Upaya kesehatan jiwa Puskesmas adalah upaya
kesehatan jiwa

yang dilaksanakan di tingkat Puskesmas secara khusus dan

terintegrasi dengan program lainnya. Kegiatan-kegiatan usaha kesehatan jiwa


meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.

Deteksi dini gangguan jiwa


Perberian upaya pertolongan pertama
Home visit pada pasien jiwa
Rujukan ke Rumah Sakit Jiwa
Pencatatan dan pelaporan

4.4 Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut


Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut adalah usaha kesehatan gigi dasar
paripurna yang ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat di wilayah
UPTD Puskesmas Jeulingke dengan prioritas masyarakat berpenghasilan rendah,
khususnya masyarakat yang rawan terhadap penyakit gigi dan mulut.
Sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah ibu hamil, menyusui, anak-anak
dan usia lanjut. Usaha yang dilaksanakan meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.

Penyuluhan di sekolah dan Posyandu mengenai pentingnya kesehatan gigi


Pemeriksaan dan pengobatan gigi anak sekolah (UKGS)
Pemeriksaan, perawatan dan pengobatan di poliklinik gigi
Rujukan
Pencatatan dan pelaporan

4.5

Perawatan Kesehatan Masyarakat


Usaha kesehatan masyarakat merupakan perpaduan antara perawatandan

kesehatan masyarakat, dengan didukung peran serta masyarakat yang aktif dan
mengutamakan peningkatan pelayanan, pencegahan secara berkesinambungan
tanpa mengakibatkan pengobatan dan pemulihan.

Sasaran kegiatan ini ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan


masyarakat serta lingkungannya yang diprioritaskan di daerah rawan dan upaya
ini dilaksanakan terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan pokok Puskesmas.
4.6

Bina Kesehatan Nasional


Pembinaan uapaya pengobatan tradisional terutama kepada upaya

peningkatan mutu pelayanan tradisional. Sasaran program ini meliputi:


1. Pembinaan terhadap pengobatan tradisional
2. Pembinaan terhadap petugas kesehatan
3. Pembinaan terhadap masyarakat
4. Pembinaan terhadap kader dan tokoh masyarakat
5. Peningkatan dan pemanfaatan obat untuk keluarga (Toga / Apotik hidup)
4.7
Bina Kesehatan Kerja
Program ini ditujukan kepada masyarakat pekerja disektor informal yang
ada diwilayah kerja UPTD Puskesmas Jeulingke dalam rangka pencegahan dan
pemberantasan penyakit serta kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan dan
lingkungan.
Dari program ini diharapkan adanya peningkatan kemampuan tenaga kerja
untuk menolong dirinya sendiri, sehingga terjadi peningkatan status kesehatan dan
pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja, Penyelenggaraan program
ini dipuskesmas meliputi :
1. Penyuluhan sebagai tindakan preventif dan kuratif
2. Pelayanan kesehatan di puskesmas
3. Rujukan ke Rumah Sakit
4.8
Laboratorium Sederhana
Upaya ini dilakukan untuk menunjang usaha pemberantasan penyakit
menular, penyelidikan, epidemiologi, dan pembinaan kesehatan.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2014 adalah :
1. Di dalam gedung
a. Pemeriksaan Urine, Feces, darah rutin, sputum serta planotest
b. Pemeriksaan golongan darah
c. Pemeriksaan IgG dan IgM untuk mendeteksi DBD
d. Pemeriksaan DDR untuk mendeteksi adanya malaria
e. Pemeriksaan Glukosa darah, kolesterol, asam urat, dan protein urine
f. Pemeriksaan laboratorium jamaah haji
2. Di luar gedung

a. Pemeriksaan feces dan Hb siswa/i di sekolah


b. Pelacakan jamaah haji yang telah pulang dari tanah suci
c. Membantu kegitan Posyandu
4.6 Peran Serta Masyarakat
Dalam proses penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dapat berperan
dalam menelaah masalah penentu rencana, pelaksanaan kegiatan dengan upaya
hidup sehat, penilaian hasil kegiatan kesehatan, serta pengembangan upaya
kesehatan selanjutnya.
Kegiatan masyarakat tersebut dapat bersifat pengobatan, pencegahan,
peningkatan maupun pemulihan sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang
dimiliki. Tujuan dari program PSM ini adalah :
1. Meningkatkan kemampuan pemimpin/ tokoh masyarakat dalam merintis
menggerakkan upaya kesehatan di masyarakat
2. Meningkatkan kemampuan organisasi masyarakat dalam penyelenggaraan
upaya kesehatan
3. Meningkatkan kemampuan masyarakat dan organisasi masyarakat dalam
menggali, menghimpun dan mengelola saran dan masyarakat untuk upaya
kesehatan
4. Merangsang dan memotivasi masyarakat untuk dapat menggali potensi yang
ada pada desa dan masyarakat setempat.
Sasaran program ini adalah :
1. Individu yang berpengaruh,baik tokoh formal maupun informal
2. Keluarga
3. Kelompok masyarakat
4. Organisasi masyarakat
4.10 Usaha Kesehatan Masyarakat
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya kesehatan masyarakat yang
dilaksanakan dalam rangka pembinaan anak usia sekolah sebagai sasaran utama
untuk meningkatkan derajat kesehatan serta membina dan mengembangkan nilai
sikap dan tingkah laku menuju hidup sehat.
Untuk melaksanakan kegiatan ini dilakukan upaya-upaya yang meliputi :
1. Meningkatkan Kesehatan Siswa (upaya promotif)
2. Upaya Pencegahan Penyakit (upaya Preventif)
3. Pemulihan Kesehatan
4. Rehabilitas
Dalam kegiatan kunjungan ke sekolah-sekolah tindakan yang dilaksanakan adalah
:
1. Pemeriksaan kesehatan umun dan gigi
2. Pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Penyulihan kesehatan dan penyelenggaraan pendidikan kesehatan


Penjaringan anak sekolah
Pengobatan
Kegiatan perbaikan gizi
Pemberian imunisasi DT dan TT
Rujukan
Pencatatan dan pelaporan

4.11 Upaya Kesehatan Fisioterapi


Selain upaya kesehatan yang telah dilakukan berupa preventif, kuratif,
Puskesmas juga melakukan upaya Rehabilitas. Sasaran dalam kegiatan ini adalah
individu baik usia anak, dewasa dan lansia. Dalam hal ini upaya kesehatan yang
dilaksanakan yaitu UPTD Puskesmas Jeulingke telah membuat suatu terobosan
baru dengan mengadakan kegiatan fisioterapi bagi pasien dalam tahap pemulihan
misalnya pada pasien stroke, cerebral palso. Dan melakukan upaya deteksi dini
pada anak-anak yang mengalami Autisme.
4.12 Pencatatan dan Pelaporan
Untuk mengamati dan menilai status Puskesmas, dilakukan suatu system
Pencatatan dan pelaporan teroadu Puskesmas (SP2TP). Semua kegiatan yang
dilaksanakan baik di dalam gedungv dan diluar gedung akan dicatat dan
dilaporkan. Pelaporan yang diperlukan dibuat secara terpadu meliputi data
kegiatan/ program untuk monitoring dan perencanaan kegiatan selanjutnya.
Laporan- laporan kegiatan yang dilakukan adalah :
1. Laporan Mingguan
2. Laporan Bulanan
3. Laporan Triwulan
4. Laporan Tahunan
5. Laporan Kejadian Luar Biasa ( KLB)
Untuk kegiatan ini di UPTD Puskesmas Jeulingke dilaksankan system
pencatatan dan pelaporan berupa :
1. Laporan Bulanan berupa LB3, LB4, LBDT2, LMDT2, TTU/TP2M, laporan
Gigi, laporan Askes, Kartu Sehat, Imunisasi, Diare, Kusta, Pneomoni, TB Paru,
PWS KIA, Perinatal, Kunjungan Bayi, Anak sehat dan Anak Sakit, Kematian
Bayi dan Anak, Penimbangan Balita, Vit A Bulin, Laporan Usila, Pengawas
TK, TT1, TT2.
2. Laporan yang diakses dengan program SIMPUS adalah LB 1, LB 2, LB 3, LB
4 dan Laporan 20 penyakit terbanyak.
3. Laporan yang di input dalam system p-care yang online dengan kantor PBJS.

4. Laporan yang di input dalam system elektronik puskesmas (e-Puskesmas) yang


online dengan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.
Sejak bulan Juli tahun 2008 program system informasi managemen
puskesmas (SIMPUS) mulai aktif dijalankan di UPTD Puskesmas Jeulingke.
1. Laporan integrasi (tetanus neonatorum, surveillance, AFP, campak)
2. Laporan Wabah, W1 (jika terjadi KLB), W2 (antisipasi KLB), Stratifikasi,
laporan mingguan, bulanan, dan laporan tahunan.

BAB V
SUMBER DAYA KESEHATAN
Gambaran mengenai sumber daya kesehatan dikelompokkan dalam sajian
data dan informasi mengenai sarana kesehatan dan tenaga kesehatan.
5.1 SARANA KESEHATAN
Pada bab ini akan diuraikan mengenai sarana pelayanan kesehatan
diantaranya Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Persalinan Desa (Polindes) dan Pos
Kesehatan Desa (Poskesdes).
5.1.1 Puskesmas Pembantu
Jumlah puskesmas pembantu (pustu) di Puskesmas sebanyak 1 Pustu.
Secara konseptual, puskesmas pembantu menganut konsep wilayah dan
diharapkan dapat melayani sasaran penduduk di Desa dan dapat memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
5.1.2 Sarana Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat
Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan

sumberdaya yang ada di masyarakat. Upaya kesehatan bersumber daya


masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Polindes, Posyandu, dan Pos Kesehatan
Desa (Poskesdes). Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling
dikenal oleh masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program
prioritas, yaitu Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Perbaikan Gizi,
Imunisasi dan Penanggulangan Diare.
Untuk memantau perkembangannya posyandu dikelompokkan menjadi 4
strata, yaitu Posyandu Pratama,Posyandu Madya, Posyandu Purnama, dan
Posyandu Mandiri. Berdasarkan data terkumpul pada tahun 2014 menunjukkan
bahwa jumlah Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke sebanyak 7 buah.
Polindes merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam rangka
mendekatkan pelayanan kebidanan, melalui penyediaan tempat pertolongan
persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana.
Pada tahun 2014 jumlah polindes diwilayah UPTD Puskesmas Jeulingke
sebanyak 1 buah.
Poskesdes merupakan pos kesehatan desa yang dibentuk di desa dalam
rangka mendekatkan/ menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa.
Poskesdes dapat dikatakan sebagai sarana kesehatan yang merupakan pertemuan
antara upaya-upaya masyarakat dan didukung pemerintah. Pelayanan meliputi
upaya-upaya promotif, preventif dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga
kesehatan terutama bidan dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela lainnya.
Pada tahun 2014 jumlah poskesdes di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke
sebanyak 2 buah.
5.2 TENAGA KESEHATAN
Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak
hanya dilakukan pemerintah, tapi juga diselenggarakan oleh swasta. Oleh karena
itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja disektor
pemerintah maupun swasta perlu diketahui sesuai dengan fungsi Pelayanan
Kesehatan di Puskesmas.

BAB VI
PENUTUP
Data dan Informasi adalah bagian dari Sistem Informasi Kesehatan yang
merupakan sumber daya vital dan urgen yang harus dimiliki oleh penyelenggara
pembangunan kesehatan, maka penyediaan data dan informasi yang berkualitas
sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. Namun
sangat disadari sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat
memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal, belum adanya
sistem informasi kesehatan yang terintegrasi menambah semakin sulitnya
menyediakan data yang akurat dan obyektif. Hal ini berimplikasi pada kualitas
data dan informasi yang disajikan dalam Profil UPTD Puskesmas Jeulingke yang
diterbitkan saat ini belum sesuai dengan harapan.
Walaupun demikian diharapkan Profil Kesehatan UPTD Puskesmas
Jeulingke tahun 2014 ini dapat memberi gambaran secara garis besar dan
menyeluruh tentang seberapa jauh keadaan kesehatan masyarakat yang telah
dicapai. Dimana secara garis besar program pokok dan program pengembangan di
Puskesmas Jeulingke secara umum sudah memenuhi target kesehatan, tetapi
masih ada juga sebahagian program yang masih belum tercapai yang akan
ditingkatkan pada tahun ini.
Walaupun Profil Kesehatan sering kali belum mendapatkan apresiasi yang
memadai, karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan

harapan, namun ini merupakan salah satu publikasi data dan informasi yang
meliputi data capaian Standart Pelayanan Minimal (SPM) dan Indikator Indonesia
Sehat 2015. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kesehatan
perlu dicari terobosan dalam mekanisme pengumpulan data dan informasi secara
cepat untuk mengisi kekosongan data agar dapat tersedia data dan informasi.

Banda Aceh, 13 Mei 2015


Kepala UPTD Puskesmas Jeulingke

Dokter Pembimbing I

Dokter Pembimbing II

drg. Juwairiyah Nasution, M. Kes

dr. Ariefa Evildha Rahim

dr. Astimarningsih

NIP. 19690729 1998032 007

NIP. 19840906 201103 2 001

NIP. 19831005 201412 2 001