Anda di halaman 1dari 43

STRATEGI IN ACTION

BY : DIAN IKA LESTARI

TUJUAN JANGKA PANJANG

Tujuan jangka panjang hasil yang


diharapkan dari pelaksaan suatu strategi
tertentu.
Tujuan jangka panjang diperlukan pada
tingkat korporat, devisi, dan fungsional
dalam sebuah organisasi.
Kerangka watu untuk tujuan dan strategi
jangka panjang harus konsisten 2 5
tahun.

Sifat Tujuan Jangka Panjang


Suatu tujuan jangka panjang harus :
Kuantitatif
Menantang
Terukur
Hierarki
Realistis
Dapat dicapai
Mudah dimengerti Sejalan dengan
divisi
lain

Tujuan Keuangan VS Tujuan


Strategi
Tujuan Keuangan
1. Pertumbuhan
pendapatan
2. Pertumbuhan laba
3. Dividen yang lebih
tinggi
4. Harga saham naik
5. Margin keuntungan
lebih besar

Tujuan Strategi
1. Pangsa pasar yang lebih
besar
2. Biaya yang lebih rendah
dari pesaing
3. Kualitas produk yang
lebih baik
4. Cakupan geografis lebih
luas
5. Menggunakan teknologi
modern

Tidak mengelola berdasarkan tujuan


Para perencana strategis harus
menghindari berbagai alternatif berikut ini
:
a) Mengelola berdasarkan ekstrapolasi
b) Mengelola berdasarkan krisis yang sudah
terjadi
c) Mengelola secara subjektif
d) Mengelola berdasarkan harapan

Balanced Scorecard

Balance scorecard digunakan untuk


mencatat hasil kinerja suatu organisasi
atau individu.

Balance scorecard juga dapat digunakan


untuk merencanakan suatu strategi yang
hendak diwujudkan di masa depan.

Manfaat Balance scorecard

Menjelaskan visi organisasi


Menyelaraskan organisasi untuk
mencapai visi yang telah ditetapkan
Mengintegrasikan perencanaan strategis
dan alokasi sumber daya
Meningkatkan efektivitas manajemen
dengan menyediakan informasi yang
tepat untuk mengarahkan perubahan

Level of Strategies Large Firms

Copyright 2011 Pearson Education, Inc.

Level of Strategies Small Firms

Copyright 2011 Pearson Education, Inc.

Jenis-Jenis Strategi
Jenis-jenis strategi antara lain :
1. Strategi Integrasi
2. Strategi Intensif
3. Strategi Diversifikasi
4. Strategi Defensif

1. Strategi Integrasi
Strategi Integrasi menggambarkan
mengenai upaya kepemilikan usaha yang
dapat membantu usaha yang sedang di
jalankan.
Strategi integrasi dibagi menjadi 3 jenis :
a) Integrasi ke Depan ( Forward Integration)
b) Integrasi ke Belakang (Backward
Integration)
c) Integrasi Horizontal

a) Integrasi ke Depan

Upaya yang melibatkan akuisisi kepemilikan atau


peningkatan kontrol atas distributor atau pengecer.
Berikut panduan kapan integrasi ke depan bisa
menjadi strategi yang efektif :
1. Ketika distributor perusahaan yang ada sangat
mahal, tidak dapat diandalkan, tidak mampu
memenuhi kebutuhan perusahaan
2. Ketika ketersediaan distributor yang berkualitas
sangat terbatas
3. Ketika sebuah organisasi, bersaing dalam industri
yang sedang tumbuh dan diharapkan akan terus
tumbuh secara pesat.

Ketika suatu organisasi memiliki sumber daya


modal dan manusia yang dibutuhkan untuk
mengelola bisnis baru dalam
mendistribusikan produknya sendiri.
5. Ketika keuntungan dari produksi sangat tinggi
6. Ketika distributor atau pengecer saat ini
memiliki margin laba yang tinggi
Contoh :
4.

b) Integrasi ke Belakang

Strategi untuk mencari kepemilikan atau


meningkatkan control atas pemasok
perusahaan.
Strategi ini sangat cocok ketika pemasok
perusahaan saat ini tidak dapat
diandalkan, terlalu mahal atau tidak dapat
memenuhi kebutuhan perusahaan.

Berikut ini panduan kapan integrasi ke


belakang bisa dijadikan strategi yang
efektif

Ketika pemasok perusahaan saat ini sangat


mahal, atau tidak dapat diandalkan atau
tidak mampu memenuhi kebutuhan
perusahaan
Ketika jumlah pemasok sedikit dan jumlah
pesaing banyak
Ketika suatu organisasi bersaing dalam
industri yang tumbuh dengan cepat
Ketika manfaat dari kestabilan harga sangat
penting

Ketika suatu organisasi memiliki sumber daya


manusia dan modal untuk mengelola bisnis baru
yang memasok bahan bakunya sendiri
Ketika pemasok saat ini memiliki margin laba yang
tinggi, ini mengisyaratkan bahwa bisnis memasok
produk atau jasa pada industri tersebut merupakan
usaha yang menjanjikan
Ketika suatu organisasi perlu membeli sumber
daya yang dibutuhkan dengan cepat
Contoh :

c) Integrasi Horizontal

Salah satu tren yang paling signifikan


dalam manajemen strategis saat ini adalah
meningkatnya penggunaan integrasi
horizontal sebagai strategi pertumbuhan.
Merger, akuisisi, dan pengambilalihan antar
pesaing memungkinkan meningkatnya
skala ekonomi dan mendorong transfer
sumber daya dan kompetensi

Berikut panduan kapan integrasi horizontal bisa


menjadi strategi yang efektif:

Ketika perusahaan bisa mendapatkan


karakteristik monopolistik dalam area atau
daerah tertentu tanpa ditentang oleh
pemerintah atas upaya besar-besaran untuk
mengurangi persaingan
Ketika perusahaan bersaing dalam industri
yang berkembang
Ketika meningkatnya skala ekonomi
memberikan keunggulan kompetitif yang
besar
Ketika perusahaan memiliki talenta manusia
dan modal yang dibutuhkan untuk mengelola

Ketika pesaing kebingungan karena


kurangnya keahlian atau memiliki
kebutuhan atas sumber daya tertentu
yang dimiliki oleh perusahaan
Contoh :

2. Strategi Intensif
Kelompok strategi ini disebut sebagai intensive
strategies, karena mensyaratkan berbagai
upaya yang intensif untuk meningkatkan posisi
kompetitif perusahaan dengan produk yang
ada.
Kelompok strategi ini meliputi tiga strategi, yaitu:
a) Strategi Penetrasi Pasar
b) Strategi Pengembangan Pasar
c) Strategi Pengembangan Produk

a) Strategi Penetrasi Pasar

Untuk meningkatkan pangsa pasar untuk produk atau


layanan yang ada saat ini di dalam pasar yang ada
melalui upaya-upaya pemasaran yang lebih besar.
Berikut panduan kapan penetrasi pasar bisa menjadi
strategi efektif:
Ketika pasar mulai jenuh dengan produk atau jasa
yang ada
Ketika tingkat penggunaan pelanggan saat ini dapat
meningkat secara signifikan
Ketika pangsa pasar pesaing utama telah menurun
sementara penjualan total industri meningkat

Ketika ada korelasi yang tinggi antara dolar


penjualan dan dolar pengeluaran pemsaran
secara historis
Ketika meningkatnya skala ekonomi
memberikan keunggulan kompetitif yang
besar
Contoh :

b) Strategi Pengembangan Pasar

1.

2.

Pengembangan pasarmelibatkan perkenalan


produk yang ada saat ini ke area geografi yang
baru, menambah segmen baru, mengubah dari
bukan pemakai menjadi pemakai, menarik
pelanggan pesaing.
Berikut panduan kapan pengembangan pasar
bisa menjadi strategi pasar yang efektif:

Ketika perusahaan sangat berhasil dalam apa


yang dilakukannya
Ketika ada pasar yang belum tersentuh atau
belum jenuh

3.

4.

5.

6.

Ketika tersedia jaringan distribusi baru yang


dapat diandalkan, murah, dan berkualitas
bagus
Ketika perusahaan memiliki kebutuhan
modal dan sumber daya untuk mengelola
oprasi yang berkembang
Ketika perusahaan memiliki kelebihan
kapasitas produksi
Ketika ruang lingkup industri dasar
perusahaan menjadi global dengan cepat

Contoh Pengembangan
Pasar

VS

c) Strategi Pengembangan Produk


Pengembangan produkadalah strategi yang
mencari peningkatan penjualan dengan
memperbaiki atau memodifikasi produk/ jasa
saat ini.
Berikut panduan kapan pengembangan produk
bisa menjadi strategi yang efektif:
1) Ketika pesaing utama menawarkan produk
dengan kualitas lebih baik pada harga yang
bersaing
2) Ketika perusahaan memiliki kemampuan
litbang yang kuat.

3)

4)

5)

Ketika perusahaan bersaing dalam industri


yang tumbuh yang tumbuh dengan cepat
Ketika perusahaan memiliki produk yang
berhasil yang berada pada tahap dewasa
dalam siklus hidup produk, idenya adalah
menarik pelanggan yang puas untuk
mencoba produk baru
Ketika perusahaan bersaing dalam satu
industri yang memiliki perkembangan
teknologi yang cepat

Contoh pengembangan produk:

3. Strategi Diversifikasi

a)

b)

Merupakan strategi pertumbuhan dimana


perusahaan memperluas operasionalnya
dengan berpindah ke industri yang berbeda
atau menghasilkan produk yang berbeda/
bervariasi.
Strategi diversifikasi dibagi menjadi 2 :
Related Diversification ( Diversifikasi
terkait )
Unrelated Diversification (Diversifikasi
tidak terkait)

a) Related Diversification

1)

2)

Dijalankan dengan menambah produk baru


yang masih terkait dengan produk yang ada
saat ini. Baik berkaitan dalam kesamaan
teknologi, pemanfaatan fasilitas bersama,
ataupun jaringan pemasaran yang sama.
Berikut adalah panduan kapan diversifikasi
konsentrik bisa menjadi bisnis efektif:
Ketika suatu organisasi bersaing dalam
industri yang tidak tumbuh atau tumbuh
lambat
Ketika penambahan produk yang baru,
tetapi berkaitan, akan secara signifikan

3)

4)

5)

Ketika produk yang baru, tetapi


berkaitan, dapat ditawarkan pada harga
yang sangat kompetitif
Ketika produk baru, tetapi berkaitan,
memiliki tingkat penjualan musiman
yang menyeimbangkan puncak dan
lembah penjualan yang dimiliki
organisasi saat ini
Ketika produk perusahaan saat ini berada
pada tahap penurunan dari siklus hidup
produk

Contoh related
diversification

b) Unrelated Diversificaton
Menambah produk atau jasa baru, yang
tidak berkaitan.
Berikut enam panduan kapan diversifikasi
konglomerat bisa menjadi strategi efektif:
1) Ketika industri dasar perusahaan
mengalami penurunan penjualan dan laba
2) Ketika perusahaan memiliki modal dan
talenta manajerial yang dibutuhkan untuk
bersaing di industri baru

3)

4)

5)

6)

Ketika perusahaan memiliki peluang untuk


membeli bisnis yang tidak berkaitan yang
merupakan peluang investasi yang menarik
Ketika ada sinergi keuangan antara
perusahaan pembeli dan yang dibeli
Ketika pasar produk perusahaan saat ini
sudah jenuh
Ketika tuduhan tindakan monopoli dapat
dikenakan terhadap perusahaan yang
secara historis berfokus pada satu industri

Contoh Unrelated Diversification

4. Strategi Defensive
Strategi defensive dibagi menjadi :
a) Strategi Penghematan (Retrenchment)
b) Strategi Divestasi (Divesture)
c) Strategi Likuidasi (Liquidation)

a) Strategi Penghematan

1)

2)

Terjadi jika suatu organisasi mengelompokkan


ulang melalui pengurangan kas dan biaya untuk
membalikkan penjualan dan laba yang menurun
Berikut panduan kapanretrenchmentbisa
menjadi strategi yang efektif:
Ketika perusahaan memiliki kompetensi yang
uni tetapi gagal untuk mencapai tujuannya
secara konsisten dari waktu ke waktu
etika perusahaan adalah salah satu dari
pesaing yang paling lemah di industri

3)

4)

5)

Ketika perusahaan terbebani oleh


ketidakefisienan, profitabilitas yang rendah,
moral karyawan yang rendah, dan tekanan
dari pemegang saham untuk memperbaiki
kinerja
Ketika perusahaan gagal untuk
memanfaatkan peluang ekternal,
meminimalkan ancaman ekternal,
mengambil keuntungan dari kekuatan
internal, dan mengatasi kelemahan internal
sepanjang waktu
Ketika perusahaan telah berkembang

Contoh Penghematan

b) Strategi Divestasi
Strategi ini dilakukan dengan melakukan
penjualan beberapa asset non-produktif maupun
produktif guna memperoleh dana segar.
Berikut panduan kapan strategi divestasi bisa
menjadi strategi yang efektif:
1) Ketika perusahaan telah
melakukanretrechementdan gagal untuk
mencapai perbaikan yang diharapkan
2) Ketika sebuh divisi tidak cocok dengan
keseluruhan organisasi

Ketika tindakan antimonopoli


pemerintah mengancam perusahaan
Contoh perusahaan yang melakukan
strategi divestasi :
3)

c) Strategi Likuidasi
Menjual seluruh aset perusahaan yang bernilai
adalah salah satu langkah dalam strategi
likuidasi
Berikut ini panduan kapan divestasi bisa menjadi
strategi efektif:
1) Ketika perusahaan menjalankan strategi
retrechment dan divestasi, dan tidak satu pun
yang berhasil
2) Ketika pemegang saham perusahaan dapat
meminimalkan kerugian dengan menjual asetaset perusahaan

Ketika alternatif bagi perusahan


hanyalah kebangkrutan
Contoh :
3)