Anda di halaman 1dari 4

Saka Wanabakti Pramuka Cinta Hutan

Posted on 22 Oktober 2009 by alamendah

Satuan Karya Pramuka (Saka) Wanabakti merupakan salah satu


Saka (Satuan Karya) dalam Gerakan Pramuka Indonesia yang memberikan
bekal pengetahuan dan ketrampilan khusus di bidang kehutanan dan
lingkungan hidup serta menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab dalam
mengelola
pengelolaan

sumberdaya

alam.

Ruang

lingkup

materinya

meliputi

hutan, pemeliharaan hutan dan sumber daya alam,

penyelamatan hutan dan lingkungan hidup, dan pemanfaatan hasil hutan


bagi

masyarakat.

Tentunya

tanpa

meninggalkan

materi-materi

kepramukaan lainnya.
Satuan Karya Pramuka atau biasa disingkat dengan saka merupakan
terobosan yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka dalam memberikan
wadah kepada anggotanya, terutama Penegak dan Pandega (berusia 16-25
tahun) untuk mendalami berbagai bidang kejuruan. Selain Saka Wanabakti
juga masih terdapat beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara, Saka
Dirgantara, Saka Bahari, Saka Wira Kartika, Saka Taruna Bumi, Saka
Bhakti Husada, dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).
Saka yang bergerak dalam bidang cinta kehutanan dan lingkungan hidup
ini terselenggara berdasarkan Keputusan bersama antara Departemen
Kehutanan Republik Indonesia dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
yang ditandatangani pada tanggal 27 Oktober 1983 du Jakarta.
Penyelenggaraan Saka Wanabhakti dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka
bekerja sama dengan Departemen Kehutanan, Perum Perhutani ataupun
dengan LSM lingkungan hidup. Latihan dan kegiatan Saka Wanabakti
diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting (Kecamatan) atau Kwartir
Cabang (Kabupaten/Kota).
Saka Wanabhakti beranggotakan:

Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka (Pendidik) dan Instruktur.

Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) sebagai peserta didik

Pramuka Pandega (usia 21-25 tahun) sebagai peserta didik

Pramuka Penggalang (usia 11-15 tahun) juga dapat mengikuti


kegiatan saka Wanabakti sebagai peminat.

Dalam

Saka

Wanabhakti

setiap

anggota

selain

diberikan

materi

kepramukaan sebagaimana dalam kegiatan pramuka biasa juga diberikan


penekanan kepada beberapa materi yang berkaitan dengan kehutanan,
sumber daya alam dan lingkungan hidup. Materi khusus dalam Saka
Wanabhakti ini di kelompokkan dalam 4 (empat) krida, yaitu:
1. Krida Tata Wana yang meliputi perisalah hutan; pengukuran dan
pemetaan hutan; dan penginderaan jauh.
2. Krida Reksa Wana yang meliputi keragaman hayati; konservasi
kawasan; perlindungan hutan; konservasi jenis satwa; konservasi
jenis

tumbuhan;

pemanduan;

penelusuran

gua;

pendakian;

pengendalian kebakaran hutan dan lahan; pengamatan satwa;


penangkaran satwa; pengendalian perburuan; dan pembudidayaan
tumbuhan.
3. Krida Bina Wana yang meliputi konservasi tanah dan air;
perbenihan; pembibitan; penanaman dan pemeliharaan; perlebahan;
budi daya jamur; dan persuteraan alam.
4. Krida Guna Wana yang meliputi: pengenalan jenis pohon;
pencacahan pohon; pengukuran kayu; kerajinan hutan kayu;
pengolahan hasil hutan; dan penyulingan minyak astiri.

Saka

Wanabakti

memiliki

lambang

yang

berbentuk segi lima di dalamnya terdapat lambang Departemen Kehutanan


dan lambang Gerakan Pramuka. Lambang ini selain digunakan sebagai
bendera juga dikenakan sebagai tanda pengenal yang dipasang di lengan
baju sebelah kiri. Lambang ini mempunyai arti kiasan sebagai berikut:

Pohon hijau melambangkan hutan yang subur yang mempunyai


berbagai fungsi dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan

lingkungan hidup.
Pohon hitam melambangkan hutan yang produktif yang berfungsi
sebagai sarana pendukung pembangunan nasional.

Garis-garis lengkung biru melambangkan fungsi hutan sebagai


pengatur tata air.

Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur berkat adanya


usaha konservasi tanah.

Tunas kelapa kuning melambangkan kegemilangan generasi muda


yang tergabung dalam Saka Wanabakti yang giat mendukung
pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya
alam dan lingkungan hidup.

Segilima melambangkan falsafah bangsa yaitu Pancasila yang


merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabhakti.

Keseluruhan lambang Saka Wanabakti ini mencerminkan anggota


Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang aktif membantu usaha
pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya
alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia

yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang


Dasar 1945.
Selain Saka Wanabakti Gerakan Pramuka juga masih menyelenggarakan
beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara (bekerjasama dengan
Polri), Saka Dirgantara (TNI AU), Saka Bahari (TNI AL), Saka Wira Kartika
(TNI AD), Saka Taruna Bumi (Departeman Pertanian), Saka Bhakti Husada
(Departemen Kesehatan), dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).