Anda di halaman 1dari 11

Nama Kelompok:

-Listya Widyaningrum
-Ugi Kurnia Gusti
-Yopi Yansyah

Geologi Regional Karangsambung


GEOLOGI KARANGSAMBUNG

1.Fisiografi Regional
Daerah Karangsambung berada di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Batas wilayah di sebelah utara daerah ini adalah dengan wilayah Banjarnegara, di timur
berbatasan dengan wilayah Wadaslintang, di sebelah selatan berbatasan dengan wilayah
Kebumen dan di sebelah barat berbatasan dengan daerah Gombong
.[1]Secara geografis, daerah Karangsambung mempunyai koordinat 73400 - 73630 LS
dan 1093700 - 1094400 BT. Secara administratif, daerah pemetaan Gunung Paras
termasuk kedalam Kecamatan Karangsambung dan Kecamatan Karanggayam, Kabupaten
Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Secara fisiografis, daerah Karangsambung termasuk ke
dalam Zona Pegunungan Serayu Selatan.
[2]

Daerah Karangsambung memiliki elevasi 11m dpl dengan morfologi yang disebut

sebagai amphitheatre, merupakan suatu antiklin raksasa yang memiliki sumbu yang
menunjam (inclined anticline) ke arah Timur Laut yang telah mengalami erosi. Morfologi
yang khas ini memanjang ke arah Barat mulai dari daerah Klepoh hingga Kali Larangan.
Sayap-sayap dari antiklin raksasa tersebut membentuk morfologi berupa perbukitan di bagian
utara (G. Paras) dan Selatan (G.Brujul dan Bukit Selaranda) dari daerah pemetaan.
Perbukitan ini memiliki arah memanjang Timur-Barat. Sumbu antiklin tersebut mengalami
proses erosi yang membentuk morfologi berupa lembah di daerah Karangsambung dengan
adanya perbukitan-perbukitan terisolasi yang berupa tubuh batuan beku (intrusi) dan batu
gamping (Jatibungkus) serta konglomerat (Pesanggrahan). Pada daerah pemetaan, di sebelah
Barat Laut dari lembah Karangsambung, terdapat perbukitan kompleks (Pagerbako dan Igir
Kenong) yang tersusun atas lithologi berupa fragmen-fragmen raksasa batuan metamorf

( filit) dan batu sedimen laut dalam (perselingan rijang dan gamping merah) yang tertanam di
dalam massa dasar lempung.Perbedaan morfologi di daerah ini disebabkan oleh perbedaan
karakteristik geologi yang dicerminkan oleh lithologi yang menyusun daerah tersebut yang
memiliki kekerasan dan resistensi yang berbeda-beda terhadap erosi yang akhirnya
membentuk morfologi yang khas dari daerah ini, serta pengaruh dari struktur geologi yang
berupa perlipatan dan sesar yang berkembang di daerah Karangsambung.Daerah
Karangsambung dilewati oleh sungai besar yang disebut Sungai Luk Ulo dan sungai-sungai
kecil yang bermuara di Luk Ulo. Sungai Luk Ulo mengalir dari Utara hingga ke Selatan
daerah pemetaan (membelah perbukitan Waturanda dan Gunung Brujul) dan merupakan
sungai yang telah memasuki tahap sungai tua dicirikan oleh bentuk Luk Ulo yang meander.
Sungai Luk Ulo dan sungai-sungai kecil yang mengalir di daerah Karangsambung juga
memiliki peran penting dalam pembentukan morfologi di daerah ini berkaitan dengan proses
erosi dan sedimentasi

2. Geomorfologi Karangsambung
Geomorfologi merupakan studi mengenai bentuk-bentuk permukaan bumi dan semua
proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut.Morfologi daerah Karangsambung
merupakan perbukitan struktural, disebut sebagi kompleks melange. Tinggian yang berada
didaerah ini antara lain adalah Gunung Waturanda, bukit Sipako, Gunung Paras, Gunung
brujul, serta bukit Jatibungkus. Penyajian melange di lapangan Karangsambung merupakan
dalam bentuk blok dengan skala ukuran dari puluhan hingga ratusan meter, selain itu juga
terdapat melange yang membentukl sebuah rangkaian pegunungan. [1]Daerah Karangsambung
oleh para ahli geologi sering disebut sebagai lapangan terlengkap di dunia. Karangsambung
merupakan jejak-jejak tumbukan dua lempeng bumi yang terjadi 117 juta tahun sampai 60
juta tahun yang lalu. Ia juga merupakan pertemuan lempeng Asia dengan lempeng Hindia. Ia
merupakan saksi dari peristiwa subduksi pada usia yang sangat tua yaitu pada zaman PraTersier. Di daerah ini terjadi proses subduksi pada sekitar zaman Paleogene (Eosen, sekitar
57,8 juta sampai 36,6 juta tahun yang lalu). Oleh karena itu, pada tempat ini terekam jejak-

Nama Kelompok:

-Listya Widyaningrum
-Ugi Kurnia Gusti
-Yopi Yansyah

jejak proses paleosubduksi yang ditunjukan oleh singkapan-singkapan batuan dengan usia tua
dan merupakan karakteristik dari komponen lempeng samudera. Karangsambung merupakan
tempat singkapan batuan terbesar batuan-batuan dari zaman Pre-Tersier yang terkenal dengan
sebutan Luk Ulo Melange Complex , suatu melange yang berhubungan dengan subduksi pada
zaman Crateceous (145.5 4.0 hingga 65.5 0.3 juta tahunyang lalu) yang diperkirakan
berumur 117 juta tahun.Tersingkapnya batuan melange di daerah Karangsambung ini
disebabkan oleh adanya tektonik kompresional yang menyebabkan daerah tersebut dipotong
oleh sejumlah sesar-sesar naik disamping adanya pengangkatan dan proses erosi yang
intensif. Apabila diperhatikan bahwa posisi batuan melange ini dijumpai di sekitar inti lipatan
antiklin dan di sekitar zona sesar naik dan kenyataannya pada saat sekarang posisi inti lipatan
ini berada di bagian lembah yang didalamnya mengalir aliran sungai Luk Ulo yang
menunjukan bahwa di daerah tersebut proses erosi berlangsung lebih intensif.Melange Luk
Ulo didefinisikan oleh Asikin (1974) sebagai percampuran tektonik dari batuan yang
mempunyai lingkungan berbeda, sebagai hasil dari proses subduksi antara Lempeng IndoAustralia yang menunjam di bawah Lempeng Benua Asia Tenggara, yang terjadi pada Kala
Kapur Atas-Paleosen. Melange tektonik ini litologinya terdiri atas batuan metamorf, batuan
basa dan ultra basa, batuan sedimen laut dalam (sedimen pelagic) yang seluruhnya
mengambang di dalam masa dasar lempung hitam yang tergerus (Scally clay). Selanjutnya
penulis ini membagi kompleks melange menjadi dua satuan berdasarkan sifat dominansi
fragmenya, yaitu Satuan Seboro dan Satuan Jatisamit. Kedua satuan tersebut mempunyai
karakteristik yang sama yaitu masa dasarnya merupakan lempung hitam yang tergerus (Scally
clay). Bongkah yang berada di dalam masa dasar berupa boudin dan pada bidang permukaan
tubuh bongkahnya juga tergerus. Beberapa macam dan sifat fisik komponen melange tektonik
ini, antara lain batuan metamorf, batuan sedimen dan batuan beku.Morfologi perbukitan
disusun oleh endapan melange, batuan beku, batuan sedimen dan endapan volkanik Kuarter,
sedangkan morfologi pedataran disusun oleh batuan melange dan aluvium. Seluruh batuan

penyusun yang berumur lebih tua dari Kuarter telah mengalami proses pensesaran yang
cukup intensif terlebih lagi pada batuan yang berumur Kapur hingga Paleosen.Morfologi
perbukitan dapat dibedakan menjadi dua bagian yang ditentukan berdasarkan bentuknya
(kenampakannya), yaitu perbukitan memanjang dan perbukitan prismatik. Perbukitan
memanjang umumnya disusun oleh batuan sedimen Tersier dan batuan volkanik Kuarter,
sedangkan morfologi perbukitan prismatik umumnya disusun oleh batuan yang berasal dari
melange tektonik dan batuan beku lainnya (Intrusi). Perbedaan kedua morfologi tersebut akan
nampak jelas dilihat, apabila kita mengamatinya di puncak bukit Jatisamit.Bukit Jatisamit
terletak di sebelah barat Karangsambung (Kampus LIPI). Tubuh bukit ini merupakan
bongkah batuan sedimen terdiri atas batulempung merah, rijang, batugamping merah dan
chert yang seluruhnya tertanam dalam masa dasar lempung bersisik. Pada bagian puncak
bukit inilah kita dapat melihat panorama daerah Karangsambung secara leluasa sehingga ada
istilah khusus yang sering digunakan oleh para ahli geologi terhadap pengamatan morfologi
di daerah ini yaitu dengan sebutan Amphitheatere. Istilah ini mengacu kepada tempat
pertunjukan dimana penonton berada di atas tribune pertunjukan. Istilah ini digunakan karena
di tempat inilah kita dapat mengamati seluruh morfologi secara lebih jelas.Ada beberapa
fenomena geologi yang dapat dijelaskan di tempat ini, yaitu :
1.

Daerah bermorfologi pedataran


terletak di sekitar wilayah aliran Sungai Luk Ulo. Sungai ini merupakan sungai utama
yang mengalir dari utara ke selatan mengerosi batuan melange tektonik,melange sedimenter,
sedimen Tersier (F. Panosogan. F. Waturanda, F. Halang ). Di sekitar daerah Karangsambung,
morfologi pedataran ini terletak pada inti antiklin sehingga tidak mengherankan apabila di
daerah ini tersingkap batuan melange yang berumur tua, terdiri atas konglomerat, lava bantal,
rijang, lempung merah, chert dan batugamping fusulina. Bongkah batuan tersebut tertanam
dalam masa dasar lempung bersisik (Scally clay).
2.

Morfologi perbukitan
disusun oleh batuan melange tektonik, batuan beku, batuan sedimen Tersier dan batuan

volkanik Kuarter. Perbukitan yang disusun oleh melange tektonik dan intrusi batuan beku

Nama Kelompok:

-Listya Widyaningrum
-Ugi Kurnia Gusti
-Yopi Yansyah

umumnya membentuk morfologi perbukitan dimana puncak perbukitannya terpotong-potong


(tidak menerus/terpisah-pisah). Hal ini disebabkan karena masing-masing tubuh bukit
tersebut (kecuali intrusi) merupakan suatu blok batuan yang satu sama lainnya saling terpisah
yang tertanam dalam masa dasar lempung bersisik (Scally clay). Morfologi perbukitan
dimana batuan penyusunnya terdiri atas batuan sedimen Tersier dan batuan volkanik Kuarter
nampak bahwa puncak perbukitannya menerus dan relatif teratur sesuai dengan sumbu
lipatannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bentuk perbukitan
antara batuan melange dengan batuan sedimen Tersier/volkanik.Satuan morfologi ini dibagi
menjadi beberapa bagian yaitu:a.
puncak Gunung Paras.b.
lembah

yang

amphiteatre.c.

Di bagian selatan menunjukkan struktur sinklin pada

Di bagian timur sebelah barat memperlihatkan kenampakan

memanjang

dan

melingkar

menyerupai

tapal

kuda

membentuk

Di bagian utara sampai selatan merupakan rangkaian pegunungan seperti

Gunung Paras, Dliwang, Perahu, dan Waturondo. Setelah dilakukan interpretasi proses
pembalikan topografi, secara detail, bentuk bentang alam dari Gunung Paras ke selatan
sampai Gunung Waturondo, direkonstruksi awalnya merupakan antikline pada lembahnya,
dengan memposisikan kelurusan puncaknya, dan Bukit Bujil sebagai pilarnya. Namun saat
ini telah mejadi puncak Gunung paras dengan struktur sinkilin dan antikilinnya,tersusun oleh
batuan Sedimentasi Breksi Volkanik. Selain itu juga, terdapat bukit- bukit seperti Bukit
Pesanggrahan, Bukit Bujil, dan Bukit Jati Bungkus.Satuan daerah perbukitan ini, tampak
bergelombang lemah dan terisolir pada pandang luas cekungan morfologi amphiteatre.
Batuan yang mengisi satuan ini, menunjukkan Breksi Volkanik yang tersebar dari Gunung
Paras sampai Gunung Waturondo dan sinklinnya yang terlihat pada puncak Gunung Paras ke
arah timur.
2.

Satuan Perbukitan-Pegunungan Kompleks Melange(Campur Aduk Batuan)


Satuan morfologi ini memperlihatkan bukit-bukit memanjang dengan DAS Sungai
Gebong dan Sungi Cacaban yang membentuk rangkaian Gunung Wangirsambeng, Gunung

Sigedag dan Bukit Sipako. Puncak Gunung wangirsambeng berupa bentukan panorama bukit
memanjang dengan perbedaan ketinggian antara 100-300 M di atas permukaan laut. Di
daerah ini juga, nampak bentang alam yang memperlihatkan bukit-bukit prismatic hasil
proses tektonik
.4.

Lajur Pegunungan Serayu Selatan

Bagian utara kawasan geologi Karangsambung merupakan bagian dari Lajur


Pegunungan Serayu Selatan. Pada umumnya daerah ini terdiri atas dataran rendah hingga
perbukitan menggelombang dan perbukitan tak teratur yang mencapai ketinggian hingga 520
m. Musim hujan di daerah ini berlangsung dari Oktober hingga Maret, dan musim kemarau
dari April hingga September. Masa transisi diantara kedua musim itu adalah pada Maret-April
dan September-Oktober. Tumbuhan penutup atau hutan sudah agak berkurang, karena di
beberapa tempat telah terjadi pembukaan hutan untuk berladang atau dijadikan hutan
produksi (jati dan pinus)

3. Stratigrafi Karangsambung
Stratigrafi yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang lapisan-lapisan sabtuan serta
hubungannya dengan lapisan batuan yang lainnya, yang bertujuan untuk mendapatkan
pengetahuan tentang sejarah bumi.Secara garis besar, stratigrafidaerah Karangsambung
diurutkan berdasarkan umur dari tua ke muda, yaitu:
1.
Komplek Melange Luk Ulo atau Formasi Melange berumuran Pra-tersier.
2.
Formasi Karangsambung yang terdiri atas lempung hitam.
3.
Formasi Totogan dengan batuan utamanya lempung bersisik Scaly Clay
4.
Formasi Waturanda, terdiri atas perlapisan batu pasir dan batuan breksi.
5.
Formasi Penosongan, terdiri dari perselingan lempung dan pasir karbonat.

1.

KOMPLEKS MELANGE LUK ULO / FORMASI LUK ULO

Luk Ulo merupakan formasi tertua berupa melange yang sangat kompleks, berumur
Pre-Tersier. Batuannya meliputi graywacke, lempung hitam, lavabantal yang berasosiasi
dengan rijang dan gamping merah, tirbidit klastik, dan ofiolit yang tersisipkan diantara batuan
metamorfose berfasies sekis. Batuan-batuan tersebut merupakan hasil dari pencampuran

Nama Kelompok:

-Listya Widyaningrum
-Ugi Kurnia Gusti
-Yopi Yansyah

secara tektonik pada jalur penunjaman (zona subduksi) yang juga telah melibatkan batuanbatuan asal kerak samudra dan kerak benua. Kompleks ini dibagi menjadi 2 satuan
berdasarkan dominasi fragmen pada masa dasrnya, yaitu satuan Jatisamit disebelah barat dan
satuan Seboro di sebelah utara.Satuan Jatisamit merupakan batuan yang berumur paling tua.
Satuan ini terdiri bongkah asing di dalam masa dasar lempung hitam. Bongkah yang ada
adalah batuan beku basa, batupasir graywacke, serpentinit, rijang, batugamping merah dan
sekis mika. Batuan tersebut membentuk morfologi yang tinggi seperti Gunung Sipako dan
Gunung Bako
3.

FORMASI KARANGSAMBUNG
Karakteristik litologi dari formasi Karangsambung yaitu terdiri dari batulempung abuabu yang mengandung concression besi, batugamping numulites, konglomerat, dan batu pasir
kuarsa polemik yang berlaminasi. Batupasir graywacke sampai tanah liat hitam menunjukkan
struktur yang bersisik dengan irisan ke segala arah dan hampir merata di permukaan. Struktur
tersebut diperkirakan sebagai hasil mekanisme pengendapan yang terjadi dibawah permukaan
air dengan volume besar, estimasi ini didukung oleh gejala merosot yang dilihat pada inset
batupasir. Umur Formasi Karangsambung ini adalah dari Eosen Tengah (45 juta tahun)
sampai Eosen Akhir (36 juta tahun) dilihat dari adanya foraminifera plankton.

4.

FORMASI TOTOGAN
Formasi

Totogan

mempunyai

karakteristik

yang

sama

dengan

Formasi

Karangsambung. Ditandai dengan litologi berupa batulempung dengan warna coklat, dan
kadang-kadang ungu dengan struktur scaly (menyerpih). Juga terdapat fragmen berupa
batukarang yang terperangkap pada batulumpur, batupasir, batukapur fossil dan batuan beku.
Umur dari formasi Totogan adalah Oligosen (36-25 juta tahun), yang didasarkan pada
keberadaan Globoquadrina praedehiscens danGlobigeriona binaensis
5.

FORMASI WATURANDA

Usia formasi Waturanda ini hanya dapat ditentukan secara langsung berdasarkan posisi
statigrafi kebawah diperkirakan sebagai usia Meocene (25,2-5,2 juta tahun) yang terdiri dari
breksi vulkanik dan batupasir wacke dengan sisipan batu lempung dibagian atas. Masa dasar
batupasir berwarna abu-abu dengan butir sedang hingga kasar, terdiri atas kepingan batuan
beku dan obsidian.
6.

FORMASI PENOSOGAN
Formasi Penosogan diendapkan diatas Formasi Waturanda dengan litologi berupa
perubahan secara berangsur dari satuan breksi kearah atas menjadi perselingan batupasir
tufan dan batulempung merupakan ciri batas dari Formasi Penosogan yang terletak selaras di
atasnya.Secara umum formasi terdiri dari perlapisan tipis sampai sedang batupasir,
batulempung, sebagian gampingan, kalkanerit, napal-tufan dan tuf. Bagian bawah umumnya
dicirikan oleh pelapisan batupasir dan batulempung, kearah atas kadar karbonatnya semakin
tinggi. Bagian atas terdiri atas perlapisan batupasir gampingan, napal dan kalkanerit. Bagian
atas didomonasi oleh batulempung tufan dan tuf.

B. IDENTIFIKASI BATUAN DAERAH KARANGSAMBUNG

1. Litologi Daerah Karangsambung


Litologi adalah ilmu tentang batu-batuan yg berkenaan dengan sifat fisik, kimia, dan
strukturnya.Pembentukan berbagai macam mineral di alam akan menghasilkan berbagai jenis
batuan tertentu. Proses alamiah tersebut bisa berbeda-beda dan membentuk jenis batuan yang
berbeda pula. Pembekuan magma akan membentuk berbagai jenis batuan beku. Batuan
sedimen bisa terbentuk karena berbagai proses alamiah, seperti proses penghancuran atau
disintegrasi batuan, pelapukan kimia, proses kimiawi dan organis serta proses penguapan /
evaporasi. Letusan gunung api sendiri dapat menghasilkan batuan piroklastik. Batuan
metamorf terbentuk dari berbagai jenis batuan yang telah terbentuk lebih dahulu kemudian
mengalami peningkatan temperature atau tekanan yang cukup tinggi, namun peningkatan
temperature itu sendiri maksimal di bawah temperature magma.Litologi di daerah

Nama Kelompok:

Karangsambung

-Listya Widyaningrum
-Ugi Kurnia Gusti
-Yopi Yansyah

dapat

dijelaskan

dalam

tabel

berikut.Tabel

1.

Litologi

daerah

Karangsambung
No Lokasi

Umur

Litologi

Kompleks

Kapur Akhir (85-140 Batuan

Melange

juta tahun yang lalu)

Metamorf

(Schist

mica 117Ma)
Batuan

sedimen

pelagic

(Rijang-endapan laut dalam)


Batuan ofiolit
2

Formasi

Eocene-Oligocene

Batulempung bersisik

Karangsambung

(23,7 -57,6 juta tahun Olistolit


yang lalu)

(Konglomerat,

Batugamping Nummulites)

Formasi Totogan Oligocene-Miocene

Breksi

dengan

Awal (36,6-23,7 juta batulempung,


tahun yang lalu)
4

Formasi

Miocene

Waturanda

Miocene

Awal

komponen

batupasir

dan

vulkanik

dan

batugamping
Batupasir

Tengah breksi vulkanik

(23,7- 13 juta tahun


yang lalu)
5

Formasi

Miocene

Panosogan

Miocene

Awal

Perselingan

batupasir,

Tengah batulempung, tufa, napal dan

(23,7- 13 juta tahun kalkarenit


yang lalu)

Batuan beku, sedimen, dan metamorf di Karangsambung dengan variasi umur batuan mulai
puluhan hingga ratusan juta tahun, merupakan singkapan batuan yang berasal dari benua
maupun samudra, dari dasar laut hingga laut dangkal berfosil-fosil, tersebar pada hamparan

yang tidak terlalu luas, dan dapat dijumpai di lapangan Karangsambung sebagai obyek studi
dalam kegiatan penelitian.Lingkungan proses pembentukan dari ragam dan jenis batuan pada
kawasan Karangsambung, adalah palung laut dalam, cekungan muka daratan dan jalur
penunjaman. Pada palung laut dalam, dijumpai batuan sedimen berfosil Radiolaria yang
terangkut dan mengendap setra mengisi pada batuan sedimen rijang (Chert). Pada kondisi
cekungan muka daratan, ditemukan batuan sedimen yang mengandung fosil biota laut berupa
sedimen batu gamping (Lime Stone) kondisi laut dangkalm. Pada palung laut dalam, berupa
batuan beku basalt dan batuan metamorfosa ubahan dari batuan periodotit, berupa serpentinit

Nama Kelompok:

-Listya Widyaningrum
-Ugi Kurnia Gusti
-Yopi Yansyah

DAFTAR PUSTAKA
Eka. 2014. Geologi Regional Karangsambung. http://ekaslogist.blogspot.co.id/2014/07/geologiregional-karangsambung.html. Diakses 20 Febuari 2016
http://www.bion.cz.cc/watutumpang/pernakpernik.html
http://ecodin.blogspot.com/2010/02/kuliah-eksplorasi-rekayasa-tambang.html
http://aanpambudi.wordpress.com/
http://gurumuda.com/bse/gambaran-proses-terjadinya-bumi