Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

KARET ALAM UNTUK PEMBUATAN SOL SEPATU


DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
PERENCANAAN PROSES TEKNIK MANUFAKTUR
DOSEN :
Dr. Ir. Ade Bagdja., MME

OLEH :
DENA KURNIA PANCASUKMA G.
158070004
PROGRAM MAGISTER TEKNIK MESIN
PASCA SARJANA UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG
2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allat SWT karena
atas berkat rahmat dan hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan makalah
mengenai karet alam untuk pembuatan sol sepatu. Laporan yang ini disusun
dari bahan materi yang diambil dari hasil pengamatan kunjungan industri, Tanya
jawab bahkan buku dan situs internet sebagai pelengkapnya.
Akhir kata tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan laporan ini. Oleh
karena itu kritik dan saran tetap penulis harapkan untuk membantu penyempurnaan
penyusunan makalah dimasa yang akan datang. Semoga laporan ini bermanfaat bagi
penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Waalaikumsalam Wr. Wb.


Bandung, 02 Desember 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman
Halaman judul...................................................................................................... i
Kata Pengantar..................................................................................................... ii
Daftar Isi.............................................................................................................. iii
BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1
2

Latar Belakang................................................................................... 1
Tujuan Praktikum.............................................................................. 1

BAB II. PEMBAHASAN ................................................................................... 2


2.1 Dasar Teori......................................................................................... 2
BAB III. PROSES PEMBUATAN ......................................................................... 7

1
2
3

Alat ................................................................................................... 7
Bahan................................................................................................. 7
Cara Kerja......................................................................................... 8

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN............................................................. 12


4.1 Hasil Praktikum ............................................................................... 12
4.2 Pembahasan....................................................................................... 12
BAB V. KESIMPULAN...................................................................................... 18
5.1 Kesimpulan....................................................................................... 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Struktur dasar karet alam adalah rantai linear unit isoprene
(C5H8) yang berat molekul rata-ratanya tersebar antara 10.000 400.000. Karet alam adalah jenis karet pertama yang dibuat sepatu.
Sesudah penemuan proses vulkanisasi yang membuat karet menjadi
tahan terhadap cuaca dan tidak larut dalam minyak, maka karet
mulai digemari sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai
macam alat untuk keperluan dalam rumah ataupun pemakaian di
luar rumah seperti sol sepatu dan bahkan sepatu yang semuanya
terbuat dari bahan karet. Sebelum itu usaha-usaha menggunakan
karet untuk sepatu selalu gagal karena karet manjadi kaku di musim
hujan dan lengket serta berbau di musim panas seperti yang pernah
dilakukan oleh Roxbury Indian Rubber Company pada tahun 1833
dengan cara melarutkan karet alam terpentin dan mencampurnya
dengan hitam karbon untuk menghasilkan karet keras yang tahan
air.
Bahan olah karet berupa lateks dapat diolah menjadi berbagai
jenis produk barang jadi lateks (latex goods) dan karet padat (RSS,
SIR) dijadikan bahan baku untuk menghasilkan berbagai jenis
barang karet. Barang jadi dari karet terdiri atas ribuan jenis dan
dapat diklasifikasikan atas dasar penggunaan akhir (end use) atau
menurut saluran pemasaran (market channel).

1.2

Tujuan
Tujuan dari tugas ini adalah mahasiswa dapat :
a. Mengetahui proses dalam pembuatan sol sepatu
b. Mempelajari pembuatan barang karet berupa sol luar sepatu
warna hitam secara press moulding.
c. Mengetahui bagaimana cara kerja proses vulcanizing press.
d. Mengetahui cara mengoperasikan mesin vulcanizing press

e. Mengetahui formulasi bahan yang di gunakan dalam


pembuatan kompon serta komposisinya.
f. Mnegetahui cara perhitungan mencari berat masing-masing
bahan dari phr-nya dan berat kompon.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Dasar Teori

Pembuatan dan pembentukan kompon karet merupakan tahap awal


dalam produksi barang jadi karet. Pembuatan kompon dilakukan dengan
cara pencampuran karet dengan bahan kimia di dalam mesin pencampur
dan pembentukan dilakukan di dalam mesin pembentuk setelah terlebih
dahulu dilunakkan.
kompon karet adalah campuran karet karet

mentah dengan

bahan bahan kimia yang belum di vulkanisasi. Pembuatan kompon karet


terdiri dari proses mastikasi dan proses pencampuran (mixing).
(Abednego,1979)
Proses pembuatan kompon adalah proses pencampuran antara karet
mentah dengan bahan-bahan kimia karet (bahan aditif).
Karet yang digunakan untuk kompon terdiri dari 2 jenis,yaitu:
Karet alam dan karet sintetis.karet alam adalah sumber karet yang berasal
dari getah pohon karet yang di peroleh dengan menyadap atau melukai
kulit kambium pohon karet.
Karet alam memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
a. Viskositas rendah
b. Ketahanan oksidasi tinggi
c. Impurity rendah
Dengan memperhatikan karakterstik karet alam tersebut, maka dapat
diatur pula sifat-sifat hasil produksinya. Pada dasarnya ada 2 metode untuk
mengatur sifat pematangan hasil produksi, yaitu:

a. Dengan memilih kondisi koagulasi atau kondisi pengolahan lainya


yang lebih tepat.
b. Dengan menggunakan bahan-bahan kimia pengolahan tertentu.
Dengan

mengetahui

sifat-sifat

pematangan

tersebut,

maka

kesulitan untuk memenuhi karakteristik tertentu bisa di minimalisir.


Dari

pengertian

kompon,

diketahui

bahwa

dalam

proses

pembuatannya di gunakan bahan-bahan kimia yang di tambahkan pada


bahan baku karet untuk memperoleh sifat fisik dan kimiawi dari kompon
karet yang lebih baik. Bahan kimia kompon dapat di bagi menjadi 2 jenis
yaitu bahan kimia utama dan bahan kimia pembantu.

Bahan kimia utama adalah bahan kimia yang digunakan untuk


meningkatkan sifat-sifat fisis karet, sehingga produk karet yang dihasilkan
akan memiliki sifat fisis dan kimia yang lebih stabil. Bahan kimia utama
terdiri dari: actifator, accelerator, filler, bahan pemvulkanisasi, dan
antioksidan.
Adapun fungsi dan kegunaan dari bahan-bahan kimia tersebut
adalah sebagai berikut:
a. Bahan penggiat (Actifator)
Bahan ini digunakan untuk menggiatkan kerja dari bahan
percepat. Bahan penggiat yang umum dipakai adalah kombinasi dari
ZnO dan asan stearat.
b.

Bahan pengisi (filler)


Dalam komponen karet, bahan pengisi ditambahkan dalam
jumlah besar. Bahan pengisi dibagi antar dua golongan yaitu:
o Bahan pengisi aktif atau bahan pengisi Penguat
o Bahan pengisi tidak aktif.

c. Bahan penggiat (Accelerator)


Bahan
ditambahkan

pencepat
pada

adalah

kompon

senyawa-senyawa
karet

guna

kimia

mempercepat

yang
proses

vulkanisasi.
d. Bahan Pemvulkanisasi
Bahan Vulkanisasi adalah bahan yang dipergunakan untuk
mematangkan kompon karet pada proses vulkanisasi,produknya
disebut vulkanisat.Vulkanisasi disebut juga Cure adalah proses
pengaplikasikan tekanan yang panas pada campuran elastomer dan
bahan kimia untuk menurunkan plastisitas dan meningkatkan
elastisitas dan kekuatan.

e. Bahan anti degradasi


Anti degradasi digunakn di dalam kompon untuk melindungi
kompon

karet

terhadap

kerusakan

yang

ditimbulkan

oleh

oksigen,ozon,cahaya matahari,katalis logamyaitu melindungi terhadap


karet terhadap ion-ion pro-oksidan(ion logam,ion besi) dan juga
terhadap lenturan mekanis.Anti degradan dapat melindungi barang jadi
karet dari pengusangan dan peningkatan usia penggunaanya
Sedangkan bahan kimia pembantu proses adalah bahan kimia yang
di gunakan dengan tujuan untuk meningkatkan performansi/tampilan
dari produk karet. Bahan-bahan ini di tambahkan pada kompon sesuai
dengan kebutuhan atau tujuan. Contoh dari bahan pembantu ini seperti
berikut:
f. Bahan-bahan pewarna (Colour Pigments)
Bahan ini dicampurkan untuk memberikan warna pada barang
karet yang bukan hitam.Pada industri umumnya dipakai bahan
pewarna organik,yaitu bahan pewarna yang tidak larut dalam air.Serta
bahan pewarna un-organik yaitu bahan pewarna mineral,seperti Red
Iron Oxide(RIO) Yellow Iron Oxide(YIO) serta titan.
g. Bahan Penghambat scorch retarder
Bahan ini ditambahkan bila suatu kompon terlaluscorchyatau
over cureatau komponen yang harus melalui proses suhu tinggi
seperti komponen untuk acuan injeksi (Injektion moulding).Contohnya
:Santogard PVI,Vulkalent A.Bonzoid acid.
h. Bahan Pengembang (Blowing Agent)
Terutama digunakan untuk membuat karet mikroseluler.Bahan
pengembang pada saat vulkanisasi akan terurai menghasilkan gas
antara lain gas nitrogen membentuk pori-pori halus dalam barang
karetnya,sehingga menjadi ringan dan empuk.
i. Bahan Bantu Pengolahan (Processing Aids)

Bahan

pembantu

pengolahan

adalah

bahan

yang

bila

dicampurkan ke dalam kompon karet akan mempermudah proses


pencampuran(Mixing) atau memperlancar pengolahan (Processing)
tanpa mempengaruhi sifat fisik barang jadi karetnya.Dengan demikian
waktu energi pengolahan dapat dihemat
Proses pembuatan sol sepatu dilakukan melalui beberapa tahapan proses
yaitu:
Proses komponding;
proses pencampuran bahan baku karet dengan bahan kimia karet
menjadi barang setengah jadi menggunakan alat pencampur secara
terbuka menggunakan mesin giling terbuka (two roll mill).
Proses vulkanisasi;
Proses vulkanisasi adalah membuat bahan (karet mentah) menjadi
elastis. Pada umumnya terjadi pembentukan jaringan molekul
secara kimia dan rantai molekul yang bebas. Molekul karet akan
bereaksi dengan zat kimia yang di tambahkan membentuk jaringan
yang

stabil

sehinggga

tidak

mudah

berubah

bentuknya.

(Eurich,1978)
Proses forming
Salah satu cara proses pemberian bentuk terhadap kompon
karet.

BAB III
PROSES PEMBUATAN
3.1 Alat
Peralatan yang digunakan adalah:
a. Timbangan digital
b. Mesin mixing mill
c. Mesin Vulcanizing press
d. Plastik

e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Kuas
Cutter
Cetakkan sol sepatu
Tang
Obeng
Lap Basah
Gunting

3.2 Bahan
Bahan-bahan yang di pergunakan adalah:
a. Thermoplastic rubber
b. HAF black
c. SRF black
d. As. Stearat
e. ZnO
f. Minarex oil
g. TMQ
h. Parafin wax
i. Pilflex IP
j. CBS
k. TMTD
l. Sulfur
3.3 Cara Kerja

Penimbangan
Menyiapkan masing-masing bahan yang di perlukan,
kemudian menimbang bahan-bahan tersebut sesuai dengan
komposisi yang di perlukan menggunakan neraca analitik.

Gambar 3a. Thermoplastic rubber

Pembuatan kompon

Menyiapkan bahan untuk komponding yang sudah di


timbang sebelumnya lalu menghidupkan mesin two roll
mill dan mengatur jarak antara 2 roll.

Gambar 3b. Two roll mill


Melakukan mastikasi dengan cara memasukan potongan
thermoplastic rubber ke dalam mesin mixing mill (diantara
2 roll) selama + 5,10 menit,sampai karet menjadi lunak dan
mengkilap.
Memasukan ZnO, dengan cara menaburkan ZnO kedalam
kompon yang masih di giling di dalam mesin, tunggu
beberapa menit sampai homogen.
Memasukan asam stearat, tunggu beberapa menit sampai
homogen.
Memasukan HAF black dan di lakukan selang-seling
dengan SRF black dan Minarex oil kedalam kompon dan
tunggu sampai homogen.
Selanjutnya memasukan Parafin wax hingga bahan

homogen.
Memasukan TMQ, menunggu sampai bahan homogen.
Memasukan Pilflex IP, menunggu sampai homogen.
Memasukan CBS, menunggu sampai bahan homogen.
Memasukan TMTD, menunggu sampai homogen.
Setelah kompon homogen, kemudian kompon diangkat lalu
didinginkan sebentar selama +1,39 menit, kemudian

menaburkan sulfur pada kompon yang telah didinginkan


secara merata dan dilipat
Memasukan kembali kompon yang telah ditaburi sulfur ke
dalam two roll mill untuk menghomogenkan sulfur dengan
kompon, kemudian angkat
Menimbang plastic untuk tempat kompon, kemudian
meletakkan kompon pada plastic dan menimbang kompon
yang telah di bungkus plastic yang telah ditimbang tadi.
Mengurangi berat kompon yang sudah terbungkus plastik
dengan berat plastik untuk mengetahui berat kompon.

Vulcanizing press (pencetakan sol)


Menghidupkan mesin hidrolik press kemudian mengatur
suhu 150C, waktu 1200 sec serta tekanan 150 kg/cm2

Gambar 3c. Hidrolik press


Sambil menunggu suhu pada mesin stabil, memotong
kompon sesuai dengan cetakan dan mengisi/meletakannya
pada cetakan.
Setelah kompon diisi kedalam cetakan, selanjutnya tutup
cetakan dan memasukannya ke dalam mesin hidrolik press.
Naikan plat pada mesin hingga batasnya,dan menunggu
sampai suhu stabil.
Setelah suhu stabil, menaikan kembali plat hingga
tekanannya naik sesuai pengaturan tekanan.

Menunggu pengepresan dengan waktu tertentu (20 menit)


hingga alarm berbunyi.
Setelah alarm berbunyi,tekan tombol emergency kemudian
turunkan plat pemanas perlahan-lahan.
Mengangkat cetakan keluar kemudian mendinginkan
menggunakan kain lap yang sudah dibasahi dengan air
sebelumnya.
Setelah dingin, keluarkan sol dari cetakan.
Kemudian masuk pada proses painting, untuk memberi
warna pada sol sepatu.

Gambar 3d. painting


Akan menghasilkan sol sepatu seperti gambar 3e.

Gambar 3e. hasil sol sepatu

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil

Membuat kompon 400 gram/total Phr = 160, dengan


perhitungan sebagai berikut:
Komponen bahan

Phr
berat kompon
Total P h r

Tabel 1. Bahan-bahan F-1


No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Total

Bahan

thermoplastic rubber
HAF black
SRF bl;ack
As. Stearat
ZnO
Minarex Oil
TMQ
Parafin Wax
Pilfex IP
CBS
TMTD
Sulfur

Phr
100
30
40
1
3
10
1
1
1
1
0,5
1,5
190

Berat (gr)
250
75
100
2,5
7,5
25
2,5
2,5
2,5
2,5
1,25
3,75
475

4.2 Pembahasan
Pada kunjungan industri ini, kami membuat kompon karet
dan juga mencetak kompon karet tersebut menjadi sol sepatu.

Dalam kunjungan industri ini pembuatan sol sepatu ini, kami


menggunakan bahan dasar thermoplastic rubber.
Dalam membuat suatu produk dari sol sepatu melewati beberapa
tahapan dalam pembuatan barang jadi karet yaitu:
1)
2)
3)
4)
5)

Desain kompon (perencanaan formulasi kompon)


Mastikasi
Pencampuran (mixing)
Pemberian bentuk
Pemasakan (vulkanisasi)

Berikut ini adalah fungsi masing - masing bahan pada formulasi


kompon:

thermoplastic rubber
HAF black
SRF black
ZnO
Minarex oil
TMQ
Parafin wax
Asam stearet

Pilflex IP
CBS
TMTD
Sulfur

= Sebagai bahan dasar kompon


= Sebagai bahan pengisi penguat
= Sebagai bahan pengisi (filler)
= Sebagai bahan pengaktif
= Sebagai bahan pengisi
= Sebagai bahan anti degradan
= Sebagai bahan anti degradan
= Sebagai bahan pengaktif
(kombinasi ZnO)
= Sebagai bahan anti oksidan
= Sebagai bahan pencepat
= Sebagai bahan pencepat primer
= Sebagai bahan pemvulkanisasi

Untuk perhitungan formulasi kompon kita menggunakan


patokan Phr, yaitu untuk menentukan jumlah bahan dasar dalam
pembuatan kompon serta bahan-bahan aditive lainnya.misalnya
Phr pale crepe yaitu 100 dan Phr adalah 242,25 untuk membuat
kompon sebanyak 400 gram. Dengan menggunakan formula
massa bahan =

Phr bahan
Phr total

X massa basis,

maka diperoleh berat pale crepe yang digunakan 165,11


gram. Namun, dalam praktiknya dalam penimbangan bahan perlu

dilakukan penimbangan bahan melebihi formula yang sudah


ditentukan sesuai dengan perhitungan, hal ini dilakukan untuk
mengantisipasi hilangnya bahan pada proses penggilingan. Dalam
hal ini, kita dapat mencari loss weight-nya menggunakan berat
bahan yang hilang atau yang dapat terabsorbsi ke dalam karet yang
akan dibuat kompon. Dengan rumus:
Lost weight (%) =

W 0W 1
X 100
W0

keterangan:
W0: jumlah berat bahan sebelum komponding
W1: berat kompon setelah jadi

Pembuatan kompon karet padat

Sebelum komponding dilakukan rol dipanaskan terlebih


dulu. Setelah panas dilakukan mastikasi. Tujuan mastikasi adalah
untuk menurunkan berat molekul karet dan membentuk radikal
bebas. Berat molekul karet berkurang karena adanya pemutusan
rantai molekul karet. Radikal bebas yang tebentuk akan bereaksi
dengan zat pemvulkanisasi. Tujuan dari mastikasi adalah untuk
melunakkan karet mentah agar nanti bahan kimia yang akan
dicampurkan menjadi merata.
Setelah proses mastikasi slanjutnya masuk pada proses
komponding atau proses pencampuran karet dengan bahan-bahan
kimia. Dalam praktik pembuatan kompon sol sepatu ini urutan
bahan kimia yang ditambahkan pada karet adalah: HAF black,
asam stearat dan minarex oil yang di masukan secara selang seling
dengan tujuan supaya bahan tercampur dengan rata dan
mendapatkan hasil akhir yang sesuai dengan yang diinginkan .
Setelah itu memasukan parafin wax, TMQ, pilfex IP, CBS, TMTD.
Setiap akan memasukan bahan ditunggu sampai homogen. Terakhir
memasukkan Sulfur.

Pada

saat

menambahkan

sulfur

perlu

dilakukan

pendinginan terlebih dahulu yaitu dengan cara kompon dikeluarkan


dari mesin mixing mill selama beberapa menit dan dalam
penambahan sulfur pada saat kompon tersebut berada diluar. Dan
setelah itu, kompon yang sudah dibubuhi sulfur tadi selanjutnya
dimasukkan lagi kedalam mesin mixing mill untuk melanjutkan
proses pencampuran atau penggilingan.dalam penggilingannya.
Setelah kompon tersebut selesai dicampur maka selanjutnya
dibungkus dengan menggunakan plastic transparan lalu disimpan
di dalam ruangan yang dingin atau ber- AC selama beberapa hari.
Hal ini agar kompon yang terbentuk tidak rusak oleh adanya
pengaruh radiasi panas dan juga sinar ultraviolet. Berbeda apabila
kompon yang disimpan ditempat yang tidak dingin. Hasil yang
didapat akan sebaliknya.
Dalam proses pencampuran bahan-bahan pembuatan
kompon urutan bahan harus sesuai untuk menjaga kualitas kompon
yang akan di hasilkan serta penghitungan jumlah kebutuhan
kompon harus teliti untuk mencegah terjadinya kerusakan,
misalnya : kompon yang di hasilkan terlalu lembek karena jumlah
minyak yang banyak atau tidak sesuai. Segala prosedur
pencampuran bahan hendaknya diikuti karena dapat membantu
proses pembentukan dispersi yang baik dan memeperkecil resiko
pravulkanisasi (scorch).
Sangat tidak dianjurkan memasukkan karet terlalu banyak
pada permulaan dan mastikasi karet terlalau lama. Bahan-bahan
pencampur yang berbentuk serbuk sedapat mungkin dalam
keadaan kering, agar terhindar dari cracking atau flaking. Suhu
pada rol-rol gilingan atau rotor-rotor banbury sebaiknya selalu
dikontrol. Serta dalam praktikum harus berhati-hati untuk
menghindari terjadinya kecelakaan kerja atau hal-hal yang tidak
diinginkan.

Pencetakan sol sepatu

Dalam pembuatan sol sepatu ini kami menggunakan mesin


Vulcanizing press, adapun kompon yang kami gunakan bukan
merupakan kompon yang kami buat, disini kami menggunakan
kompon yang telah dibuat sebelumnya.

Gambar 3f. Vulcanizing press


Sebelum melakukan pencetakan sebaiknya menyiapkan
pencetak atau mold yang akan dipakai dalam hal ini yaitu
berbentuk sol sepatu dengan ukuran 40 untuk sebelah kanan. mold
tersebut sebaiknya diolesi dengan menggunakan minyak agar
dalam pencetakan produk dapat dengan mudah dikeluarkan dari
cetakan. Selain itu, mesin harus distel dengan suhu 150 0C dan
tekanan sebesar 150 Kg / cm2. Dalam pengaturan suhu sebaik
diatur agak kurang dari 1500C. Karena apabila suhu tersebut di atur
1500C nantinya dapat naik secara perlahan yang dapat
mengakibatkan kompon yang dicetak tidak sesuai yang kita
inginkan atau rusak akibat suhu yang terlalu tinggi.
Setelah itu waktu untuk Vulkanisasi diatur, dalam
praktikum

kami

menggunakan

waktu

20

menit.

Dalam

pencetakannya kompon dipotong dan Dalam pencetakannya


seharusnya kompon dilebihi. Karena apabila dilakukan pencetakan

produk yang dihasilkan tercetak dengan baik. Setelah suhu dan


tekanan sudah mencapai yang diinginkan, tekan tombol start.
Waktu untuk vulkanisasi akan berjalan secara otomatis
selama 20 menit.i ketika alarm berbunyi, proses dihentikan dengan
menekan tombol Emerg stop. Tekanan diturunkan dan plat mesin
dibuka dengan menggerakan setir / handle. Cetakan dikeluarkan
dari mesin dan kemudian dilakukan proses pendinginan dengan
cara mengoleskan air pada cetakan dengan menggunakan kain
basah. Setelah cukup dingin cetakan dibuka dan sol sepatu
dikeluarkan dari cetakan dengan hati-hati agar sol tidak pecah dan
dilakukan

trimming

atau

merapikan

sol

dari

sisa-sisa

pencetakan/scrap.
Proses vulkanisasi ini pada dasarnya adalah proses
pembentukan jembatan sulfur pada rantai-rantai karet disamping
itu proses ini dapat didefinisikan sebagai proses terjadinya ikatan 3
dimensi pada kompon karet. Proses ini bertujuan mengubah karet
yang mulanya bersifat termoplastis menjadi termoset. Dengan kata
lain proses vulkanisasi bisa disebut dengan proses pematangan
kompon.
Karet alam merupakan jenis karet yang memiliki sifat yang
baik untuk pengolahan kompon. Hanya saja sebelum dicampurkan
dengan bahan- bahan lain karet alam harus dimastikasi hingga
benar- benar lumat dan siap untuk dicampur dengan bahan bahan
kimia lainnya. Untuk kombinasi pengolahan karet alam dengan
karet sintetis dapat dilakukan dengan cara mastikasi karet alam
terlebih dahulu baru kemudian dapat dicampur dengan karet
sintetis.

BAB V
KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut :
Jika formulasi bahan yang digunakan dan urutan memasukan
bahan tepat, maka hasil sol yang di peroleh akan baik.
Pembuatan kompon untuk sol sepatu menggunakan bahan dasar
karet alam, yaitu pale crepe atau thermoplastic rubber.
Berat akhir kompon kelompok kami yaitu 391,9 gram, sedangkan
total berat bahan yang digunakan untuk pembuatan kompon
sebesar 400,31 gram, sehingga Loss weight yang terjadi pada hasil
kami sebesar 2,1% atau 8,41 gram.