Anda di halaman 1dari 26

BAB II

GAMBARAN UMUM PEKERJAAN


GAMBARAN UMUM WILAYAH
Kondisi Fisik dan Geografis Provinsi Sulawesi Utara
Keadaan Geografis Provinsi Sulawesi Utara terletak di jazirah utara Pulau
Sulawesi dan merupakan salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang terletak di
sebelah utara garis khatulistiwa. Luas wilayah Provinsi Sulawesi Utara adalah
15.069 km dengan persentase 0,72% terhadap luas Indonesia yang terdiri dari 11
(sebelas) Kabupaten dan 4 (empat) Kota, dengan batas-batas sebagai berikut:

sebelah utara berbatasan dengan Laut Sulawesi,

sebelah timur berbatasan dengan Laut Maluku,

sebelah selatan berbatasan dengan Laut Maluku dan

sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Gorontalo

Gambar
Peta Rupa Bumi Provinsi Sulawesi Utara

Letak geografis Provinsi Sulawesi Utara terletak pada 0 LU 3 LU dan


123 BT 126 BT. Provinsi Sulawesi Utara memiliki 5 wilayah yang di kelilingi
oleh gunung api aktif yakni Kabupaten Bolang Mongondow yakni gunung Ambang
dengan ketinggian 1.689 m, Kabupaten Minahasa Selatan dengan gunung
Soputan dengan ketinggian 1.783 m, Kota Tomohon dengan gunung Lokon
II 1

dengan ketinggian 1.579,6 m dan gunung Mahawu dengan ketinggian 1.331,0 m


yang merupakan hulu dari 12 sungai besar dengan 7 danau. Kepulauan Sangihe
yakni Karangetang dengan ketinggian 1.320,0 m, Ruang dengan ketinggian 714,0
m, Banuawuhu 0,0 m, Submarin 0,0 m, dan gunung Awu dengan ketinggian 1.78,0
m. Serta Kota Bitung dengan gunung Tangkoko dengan ketinggian 1.149 m.
Provinsi Sulawesi Utara terdapat 30 sungai yang tersebar di Kabupaten
Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa, selain itu provinsi ini juga memiliki
17 danau yang terletak di 3 wilayah, yakni; Kabupaten Bolang Mongondow,
Minahasa dan Sangihe Talaud.
Iklim daerah Sulawesi Utara termasuk tropis yang dipengaruhi oleh angin
muson. Pada bulan-bulan November sampai dengan April bertiup angin barat yang
membawa hujan di pantai utara, sedangkan dalam Bulan Mei sampai Oktober
terjadi perubahan angin selatan yang kering. Curah hujan tidak merata dengan
angka tahunan berkisar antara 2.000-3.000 mm, dan jumlah hari hujan antara 90139 hari. Suhu udara berada pada setiap tingkat ketinggian makin ke atas makin
sejuk seperti daerah kota Kota Tomohon, Langowan di Minahasa, Modoinding di
Kabupaten Minahasa Selatan, Kota Kotamobagu, Modayag dan Pasi di Kabupaten
Bolaang Mongondow. Daerah yang paling banyak menerima curah hujan adalah
daerah Minahasa. Suhu udara rata-rata 25 C. Suhu udara maksimum rata-rata
tercatat 30 C dan suhu udara minimum rata-rata 22,1 C. Kelembaban udara
tercatat 73,4%. Kendati demikian suhu atau temperatur dipengaruhi pula oleh
ketinggian tempat di atas permukaan laut. Semakin tinggi letaknya, maka semakin
rendah pula suhunya, dengan perhitungan setiap kenaikan 100 meter dapat
menurunkan suhu sekitar 0,6 C.
Provinsi Sulawesi Utara memiliki 41 buah gunung dengan ketinggian
berkisar antara 1.112 - 1995 m. Kondisi geologi sebagian besar adalah wilayah
vulkanik muda, sejumlah besar erupsi serta bentuk kerucut gunung merapi aktif
yang padam menghiasi Minahasa bagian tengah, daerah Bolaang Mongondow
dan kepulauan Sangihe. Material-material yang dihasilkan letusannya berbentuk
padat serta lain-lain bahan vulkanik lepas. Semua vulkanik ini berbentuk
pegunungan

(otogenisa)

menghasilkan

morfologi

yang

berbukitbukit

dan

bergunung-gunung dengan perbedaan relief topografik yang cukup besar.


Secara

Administratif,

Provinsi

Sulawesi

Tenggara

memiliki

14

kabupaten/kota dan 166 kecamatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel
berikut:

II 2

Tabel
Jumlah Kecamatan di Provinsi Sulawesi Utara Berdasarkan Kota dan Kabupaten
Kota / Kabupaten
Kabupaten Bolaang Mongondow
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Saiau Tagulandang Biaro
Kabupaten Kepulauan Talaud
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa Selatan
Kabupaten Minahasa Tenggara
Kabupaten Minahasa Utara
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
Kota Manado
Kota Tomohon
Sulawesi Utara

Jumlah
Kecamatan
15
5
8
6
15
10
19
23
17
12
10
8
4
9
5
166

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara Dalam Angka 2015

Kondisi Fisik dan Geografis Kabupaten Bolaang Mongondow Timur


Kabupaten Bolaang Mongondow Timur merupakan salah satu kabupaten yang ada
di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki ibukota di Tutuyan. Kabupaten Bolaang
Mongondow Timur memiliki 4 kecamatan, yaitu: Kecamatan Nuangan, Tutuyan,
Kotabunan, Modayag, Modayag Barat. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan
empat kabupaten/kota lain. Untuk lebih jelasnya batas-batas wilayah sampai
tingkat kecamatan disajikan pada data dibawah ini:

bagian utara : Kecamatan Touluaan, Kecamatan Tombatu, Kecamatan


Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara

bagian timur

bagian selatan: Laut Maluku dan Kecamatan Pinolosian Timur Kabupaten

: Laut Maluku

Bolaang Mengondow Selatan

bagian barat : Kecamatan lolayan, Kecamatan Passi Timur Kabupaten


Bolaang Mengondow, Kecamatan Kotamobagu Timur Kota
Kotamobagu dan Kecamatan Modoinding, Kecamatan

II 3

Topasobaru, Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa


Selatan
Luas wilayah Kabupaten ini mencapai 910,176 KM2. Dengan luas tersebut,
persentase luas Kabupaten Bolaang Mongondow Timur terhadap luas Provinsi
Sulawesi Utara hanya 6,22 persen. Untuk luas menurut kecamatan dapat dilihat
dari grafik dibawah ini:

Perbandingan Luas Wilayah Kecamatan

Modayag Barat 5%
Modayag 15%

Nuangan 38%

Kotabunan 15%
Tutuyan 26%

Nuangan
Tutuyan
Kotabunan
Modayag
Modayag Barat

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Kotamobagu, 2015

Gambar
Grafik Perbandingan Luas Wilayah

Secara umum, wilayah Bolaang Mongondow Timur dapat dibagi menjadi 2


bagian utama, yaitu daerah pantai dan pegunungan. Khusus wilayah bagian timur
terdapat 3 kecamatan berbatasan langsung dengan pantai yakni: Kecamatan
Nuangan, Tutuyan dan Kotabunan. Sedangkan dua kecamatan lainnya terletak di
daerah ketinggian. Apabila diukur dari atas permukaan laut, posisi Kecamatan
Modayag terletak di daerah ketinggian antara 900 mdpl, kemudian Modayag Barat
pada ketinggian 450 mdpl. Hal ini terjadi akibat tekstur alam yang ada bergununggunung dan berbukit-bukit.
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur memiliki 6 buah danau yang akan
disajikan pada tabel berikut:

N
o

Tabel
Ketersediaan Danau di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Panjang
Nama Danau
Luas (Ha)
Lokasi
Keliling

II 4

Mooat

14.636

652,619

Pononotokan

4.679

45,806

Bunong

12.815

221,315

Tutuyan

2.187

10,291

Buyat

3.762

44,123

Pulau Nenas

534

1,574

Desa Mooat Kec Modyag


Desa Motongkad, Kec.
Nuangan
Desa Togid, Kec. Tutuyan
Desa Tutuyan II, Kec
Tutuyan
Desa Buyat, Kec
Kotabunan
Desa Kotabunan Kec.
Kotabunan

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Dari banyaknya danau yang ada, hanya danau Moat yang telah tersentuh
tangan sedikit pembangunan sebagai kawasan pariwisata. Selain itu, terdapat juga
5 gunung di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada tabel berikut:

No
1
2

Tabel
Banyaknya Gunung di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kecamatan
Jumlah Gunung
Nama Gunung
Kotabunan
2
Simbalang
Osing-osing
Modayag
3
Moayat
Ambang
Hulu Moat

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Kondisi Sosial Kependudukan


Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara mempunyai latar belakang sejarah
yang cukup panjang sebelum daerah yang berada dipaling ujung utara Nusantara
ini menjadi Provinsi Daerah Tingkat I. Sejarah Pemerintahan Daerah Sulawesi
Utara. Seperti halnya sejarah provinsi-provinsi lainnya di Pulau Sulawesi yang
beberapa kali mengalami perubahan administrasi pemerintahan. Pada permulaan
kemerdekaan Republik Indonesia, daerah ini berstatus Keresidenan yang
merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi. Provinsi Sulawesi Utara, dibentuk
berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964 tanggal 23 September 1964
tentang Pembentukan Provinsi Sulawesi Utara. Selanjutnya seiring dengan nuansa
reformasi dan otonomi daerah, maka telah dilakukan pemekaran wilayah dengan
terbentuknya Provinsi Gorontalo sebagai hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi
Utara melalui Undang-undang Nomor 38 Tahun 2000. Dengan demikian, wilayah
Provinsi Sulawesi Utara setelah pemekaran provinsi meliputi : Kabupaten Sangihe
dan Talaud, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kota Manado
dan Kota Bitung. Hingga saat ini telah terjadi pemekaran kabupaten dengan

II 5

ketambahan kabupaten baru yaitu Kabupaten Talaud berdasarkan Undang-undang


Nomor 8 Tahun 2002 serta Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon
berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2003, dan Kabupaten Minahasa
Utara berdasarkan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2003. 452. Secara
administratif, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki 14 kabupaten/kota dan 166
kecamatan seperti tercantum dalam Tabel dibawah ini;
Tabel
Jumlah Kecamatan di Provinsi Sulawesi Utara Berdasarkan Kota dan
Kabupaten
Jumlah
Kecamatan

Kota / Kabupaten
Kabupaten Bolaang Mongondow
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Saiau Tagulandang Biaro
Kabupaten Kepulauan Talaud
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa Selatan
Kabupaten Minahasa Tenggara
Kabupaten Minahasa Utara
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
Kota Manado
Kota Tomohon
Sulawesi Utara

15
5
8
6
15
10
19
23
17
12
10
8
4
9
5
166

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara Dalam Angka 2015

Berdasarkan data sensus penduduk 2015 Badan Pusat Statistik (BPS),


jumlah penduduk Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 2.386.604 jiwa dengan
penduduk terbanyak terletak di Kota Manado sebanyak 423.257 jiwa dan
Kabupaten Mongondow Selatan sebagai daerah dengan penduduk terendah
sebanyak 61177. Adapun Kota Manado adalah daerah terpadat dengan 2.536
jiwa/km2 dan Kabupaten Monondow Selatan sebagai daerah kepadatan penduduk
terendah dengan 34,02 jiwa/km2. Data penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara
tercantum dalam tabel dibawah ini
Tabel
Data Penduduk Provinsi Sulawesi Utara
Kota / Kabupaten

II 6

Jumlah
Penduduk
(Jiwa)

Luas
Area
(Km2)

Kepadatan
Penduduk (per
Km2)

Jumlah
Penduduk
229.604
(Jiwa)

Luas
Area
3.021,60
(Km2)

Kepadatan
Penduduk (per
75,99
Km2)

61.177

1.798,29

34,02

67.824

904,16

75,01

75.290

1.935,53

38,9

129.103

597,13

216,21

65.284

218,18

299.22

87.922

1.014,74

86,64

325.680

1.188,69

273,98

201.317

1.478,47

34,02

103.818

709,28

144,34

196.419

985,24

199,36

202.204

330,17

612,42

Kota Kotamobagu

117.019

48,91

2.392.54

Kota Manado

423.257

166,87

2.536,45

Kota Tomohon

98.686

147,11

670,83

Sulawesi Utara

2.386.604

Kota / Kabupaten
Kabupaten
Bolaang
Mongondow
Kabupaten Bolaang
Mongondow Selatan
Kabupaten Bolaang
Mongondow Timur
Kabupaten Bolaang
Mongondow Utara
Kabupaten Kepulauan
Sangihe
Kabupaten Kepulauan
Saiau Tagulandang Biaro
Kabupaten Kepulauan
Talaud
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa
Selatan
Kabupaten Minahasa
Tenggara
Kabupaten Minahasa
Utara
Kota Bitung

14.544,36

164,09

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara Dalam Angka 2015

Pendidikan yang tinggi merupakan salah satu tuntutan era globalisasi.


Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta berpendidikan tinggi adalah
upaya mempersiapkan SDM yang kompeten agar mampu bersaing dalam pasar
kerja global. Berdasarkan hasil SP2010, penduduk Provinsi Sulawesi Utara usia 5
tahun ke atas yang tamat SM/sederajat sebesar 24,66 persen, tamat DI/DII/DIII
sebesar 1,64 persen, tamat DIV/S1 sebesar 3,69 persen dan tamat S2/S3 sebesar
0,31 persen.
Tenaga Kerja Jumlah penduduk yang merupakan angkatan kerja di Provinsi
Sulawesi Utara sebesar 938 262 orang, di mana sejumlah 898 767 orang
diantaranya bekerja, sedangkan 39 495 orang merupakan pencari kerja. Dari hasil
SP 2010, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Provinsi Sulawesi Utara
sebesar 57,49 persen, di mana TPAK laki-laki lebih tinggi daripada TPAK

II 7

perempuan, yaitu masing-masing sebesar 79,40 persen dan 34,90 persen. Tiga
kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara dengan TPAK tertinggi berturut-turut
adalah Kabupaten Kepulauan Talaud (66,09), Kabupaten Bolaang Mongondow
(61,12), dan Kabupaten Minahasa Selatan (60,26).

Kondisi Sosial Kependudukan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur


Jumlah penduduk Bolaang Mongondow Timur pada tahun 2014 tercatat
sebesar 67.824 jiwa dengan tingkat kepadatan 75 orang/km2, dengan komposisi
penduduk menurut jenis kelamin 52,18 persen adalah penduduk laki-laki dan 47,82
persen adalah penduduk perempan dengan angka sex ratio sebesar 109,11
persen. Agar lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel
Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Bolaang
Mongondow Timur
Penduduk (orang)
Rasio
N
Perempua
Kecamatan
Jenis
Laki-laki
Jumlah
o
n
Kelamin
1
Nuangan
7245
6556
13801
110,51
2
Tutuyan
6285
5730
12015
109,69
3
Kotabunan
6163
5325
11488
115,74
4
Modayag
10356
9842
20198
105,22
5
Modayag Barat
5341
4981
10322
107,23
Bolaang
Mongondow
35390
32434
67824
109,11
Timur
Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Struktur penduduk cenderung mengarah pada kelompok berusia muda


dengan jumlah penduduk usia produtif mencapai 62,71 persen. Selain itu besarnya
nilai Dependency Ratio di Bolaang Mongondow Timur ialah 47,78 yang berarti
pada setiap 100 penduduk usia produktif harus menanggung 48 orang usia tidak
produktif atau dengan ratio hampir 2 : 1. Usia produktif yang dimaksud disini ialah
penduduk kelompok umur 15-64 tahun, sedangkan sisanya dikategorikan sebagai
kelompok usia tidak produktif.
Tabel
Jumlah Penduduk menurut Kelompok Umur Produktif dan Non Produktif di
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Penduduk (orang)
Kelompok Umur
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
0-14
9583
9143
18726
15-64
24237
21689
45926
64+
1570
1602
3172
Jumlah
35390
32434
67824
II 8

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Tabel
Jumlah Penduduk menurut Kelompok Umur Produktif dan Non Produktif di
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kelompok Umur

Laki-laki

0-4
5-9
10-14
15-19
20-24
25-29
30-34
35-39
40-44
45-49
50-54
55-59
60-64
65-69
70-74
75+
Jumlah

3216
3219
3148
3015
2875
3014
3011
2793
2684
2315
1877
1520
1133
697
415
458
35390

Penduduk (orang)
Perempuan
3086
3095
2962
2749
2610
2640
2732
2601
2396
2051
1706
1284
920
683
370
549
32434

Jumlah
6302
6314
6110
5764
5485
5654
5743
5394
5080
4366
3583
2804
2053
1380
785
1007
67824

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Penduduk Bolaang Mongondow Timur hasil perhitungan sensus penduduk


tahun 2010 sebesar 63.654 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata
sebesar 1,56% per tahun selama periode 2000-2010. Angka ini sedikit lebih tinggi
jika dibaningkan dengan rata-rata pertumbuhan penduduk tiap tahun pada perode
1990-2000 (1,46 persen). Hal ini diindikasikan terjadi karena banyaknyaorang yang
kini tinggal di Bolaang Mongondow Timur akibat dibentuknya menjadi salah satu
Kabupaten di Sulawesi Tenggara. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tebal
berikut;
Tabel
Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kecamatan di
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Laju
Penduduk

Kecamatan
1990
Nuangan
Tutuyan
Kotabunan
II 9

25986

2000
11141
9508
9975

Pertumbuhan

Penduduk
2010
12935
11224
11003

(%)
1990-2000
1,70

per

Tahun

2000-2010
1,52
1,69
0,99

Modayag
Mondayag Barat
Bolaang Mongondow
Timur

250281)

15158
8800

18613
9879

1,20

2,09
1,17

51014

54582

63654

1,46

1,56

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Tabel
Penduduk, Rumah Tangga dan rata-rata Anggota Rumah Tangga di
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Tahun

Penduduk (orang)

Rumah Tangga

19901)
2000
2010

51014
54582
63654

10971
15140
15129

Rata-rata Anggota Rumah


Tangga
4,65
3,61
4,21

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Persebaran penduduk di Bolaang Mongondow Timur kurang merata. Di


Kecamatan Modayag Barat misalnya, kecamatan yang luasnya hanya10,34 persen
dihuni oleh 15,22 persen dari penduduk Bolaang Mongondow Timur dengan
tingkat kepadatan 109,67 orang/km. Sementara di Kecamatan Tutuyan yang
memiliki luas 23,04 persen dari luas Bolaang Mongondow Timur, dihuni oleh 17,71
persen penduduk Bolaang Mongondow Timur dengan tingkat kepadatan 57,29
orang/ km. Fenomena ini terjadi salah satunya akibat dari KecamatanModayag
Barat berbatasan langsung dengan Kota Kotamobaigu mulai mencapai titik jenuh,
terutama di pusat pemerintahan dan perdagangan.
Tabel
Luas wilayah dan Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten
Bolaang Mongondow Timur
Luas Area
Km
%

Kecamatan
Nuangan
Tutuyan
Kotabunan
Modayag
Modayag Barat
Bolaang Mongondow
Timur

Penduduk
Orang
%

Kepadatan Penduduk

159,152
209,734
228,141
219,019
94,123

17,49
23,04
25,07
24,06
10,34

13801
12015
11488
20198
10322

20,35
17,71
16,94
29,78
15,22

(Orang/Km)
86,72
57,29
50,35
92,22
109,67

910,176

100

67824

100

74,52

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Tabel
Penduduk, Rumah Tangga dan Rata-rata Anggota Rumah Tangga di
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kecamatan

II 10

Penduduk

Rumah Tangga

Rata-rata

(Orang)

Anggota Rumah
Tangga

Nuangan
Tutuyan
Kotabunan
Modayag
Modayag Barat
Bolaang
Mongondow Timur

13801
12015
11488
20198
10322

3351
2890
2608
5406
2404

4,12
4,16
4,40
3,74
4,29

67824

16659

4,07

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Kondisi Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara


Memasuki triwulan III tahun 2015, perkembangan perekonomian Sulut
menunjukkan

perbaikan.

Kondisi

tersebut

sejalan

dengan

perkembangan

perekonomian di level nasional yang juga mengalami akselerasi pertumbuhan.


Pada triwulan laporan, perekonomian Sulut tercatat tumbuh sebesar 6,28% (yoy),
sedikit lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,27% (yoy).
Tingkat pertumbuhan tersebut juga lebih baik dibandingkan dengan periode yang
sama tahun sebelumnya, dimana perekonomian Sulut tumbuh sebesar 6,19%
(yoy). Perekonomian Sulut pada triwulan laporan juga tercatat masih mampu
tumbuh di atas tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 4,73% (yoy).
Secara sektoral, membaiknya angka pertumbuhan ekonomi Sulut di triwulan
laporan sangat dipengaruhi oleh kinerja impresif dari sektor konstruksi. Kondisi
tersebut didorong oleh masih maraknya pembangunan fisik oleh pihak swasta
serta optimalisasi pembangunan infrastruktur oleh pemerintah jelang berakhirnya
tahun anggaran. Sementara itu, sektor utama Sulut lainnya seperti pertanian,
perdagangan dan industri pengolahan cenderung mengalami perlambatan di
triwulan laporan kendati dengan besaran yang relatif terbatas. Di sisi penggunaan,
kinerja konsumsi dan investasi yang mengalami akselerasi menjadi penopang
pertumbuhan ekonomi Sulut ditengah masih terkontraksinya kinerja sektor
eksternal Sulut. Baik ekspor maupun impor luar negeri Sulut pada triwulan laporan
tercatat masih mengalami kontraksi meskipun cenderung membaik dibandingkan
triwulan sebelumnya. Di sisi lain, net impor antar daerah Sulut tercatat membesar
seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat khususnya pada periode hari raya di
awal triwulan III 2015.
Komoditi Ekspor Sulawesi Utara relatif beragam. Bulan Desember 2015
Komoditi lemak & minyak hewan/nabati masih tetap merupakan komoditi yang
memberikan kontribusi terbesar terhadap total nilai ekspor Sulawesi Utara yakni
II 11

sebesar 61,88 persen atau senilai US$ 44,94 juta. Secara kumulatif sepanjang
tahun 2015 hingga bulan Desember komoditi lemak & minyak hewan/nabati juga
masih tetap merupakan kontributor terbesar yang memberi andil 63,22 persen
terhadap total nilai ekspor Sulawesi Utara, dengan nilai sebesar US$ 646,05 Juta.
Perkembangan persentase komoditi ekspor Provinsi Sulawesi Utara tercantum
dalam tabel dibawah ini

II 12

Tabel
Jenis Komoditi Ekspor Provinsi Sulawesi Utara
N
o
1

Golongan Barang

Lemak & minyak Hewan


Nabati
Perhiasan/Permata

Nilai FOB (Juta US$)


Desember November Desember
2014
2015
2015
51,98
62,92
44,94
0,04

0,00

0,13

Ikan & Udang

4,83

2,98

3,50

Daging & Ikan Olahan

5,29

4,30

3,59

Kopi, teh. Rempah-rempah

1,26

1,74

1,78

Buah-buahan

1,19

0,68

0,53

Ampas/Sisa Industri Makanan

2,80

2,31

1,72

Berbagai produk kimia

`1,38

0,58

1,11

Bahan Kimia organik

0,85

0,00

0,56

10

Kayu dan barang dari kayu

0,00

0,00

0,00

Total 10 Komoditi

69,61

75,51

57,65

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara Dalam Angka 2015

Impor komoditi barang bulan Desember 2015 yang mengalami peningkatan


terbesar adalah gandum-ganduman yang meningkat dari US$ 1,90 juta menjadi
US$ 6,71 juta atau meningkat sebesar 253,16 persen dan mesin/peralatan listrik
yang meningkat dari US$ 0,04 juta menjadi US$ 0,24 juta atau meningkat sebesar
500 persen. Sedangkan penurunan impor yang signifikan terjadi pada komoditi
mesin-mesin/pesawat mekanik yang menurun dari US$ 1,98 juta menjadi US$
1,43 juta atau mengalami penurunan sebesar 27,78 persen serta besi dan baja
yang menurun drreari US$ 1,95 juta menjadi US$ 0,19 juta atau mengalami
penurunan sebesar 90,26 persen seperti tercantum dalam tabel dibawah ini
Tabel
Jenis Komoditi Impor Provinsi Sulawesi Utara

II 13

mb

N
o

Golongan Barang

Nilai CIF (Juta US$)


Desember November Desember
2014
2015
2015
4,52
1,90
6,71

Gandum-Ganduman

1,27

2,89

2,68

Benda-Bena dari Besi dan


Baja
Bahan Bakar Mineral

0,00

0,00

1,94

Mesin-Mesin/Pesawat Mekanik

0,87

1,98

1,43

Mesin/Peralatan Listrik

0,47

0,04

0,24

Plastik dan barang dari Plastik

0,00

0,10

0,19

Besi dan Baja

3,33

1,95

0,19

Berbagai Barang Logam Dasar

0,10

0,10

0,16

Bahan Kimia Anorganik

0,36

0,14

0,13

10

Perangkat Optik

0,04

0,00

0,11

10,96

9,10

13,78

Total 10 Komoditi

Su
er :

BPS Provinsi Sulawesi Utara Dalam Angka 2015

Kondisi Perekonomian Kabupaten Bolaang Mongondow Timur


Meskipun ada tren perlambatan ekonomi nasional, perekonomian Bolaang
Mongondow Timur pada tahun 2014 tumbuh sebesar 6,98 persen. Pertumbuhan
tersebut masih lebih tinggi dibandingkan Provinsi Sulawesi Utara yang hanya
tumbuh sebesar 6,31 persen pada tahun 2014. Adapun lima kategori lapangan
usaha dengan pertumuhan tertinggi diantaranya kategori pengadaan listrik dan gas
sebesar 10,74 persen, kategori perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan
sepeda motor sebesar 10,51 persen, kategori pertambangan dan penggalian
sebesar 8,88 persen, kategori informasi dan komunikasi mencatat sebesar 8,72
persen serta kategori transportasi dan pergudangan sebesar 8,14 persen.
Besarnya

sumbangan

masing-masing

kategori

lapangan

usaha

dalam

menciptakan laju pertumbuhan ekonomi selama tahun 2014 menarik untuk


dicermati. Lapangan usaha

yang nilai nominal PDRB atas harga konstannya

besar akan tetap menjadi penyumbang terbesar bagi laju pertumbuhan ekonomi,
walaupun laju pertumbuhan lapangan usaha tersebut bukan yang terbesar.
PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2010 Kabupaten Bolaang Mongondow
Timur 2010-2014

II 14

Triliun Rp
1.6
1.4
1.2
1
0.8
0.6

1.11

1.18

1.26

2010

2011

2012

1.34

2013

1.44

0.4
0.2
0
2014

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Kategori pertambangan dan penggalian misalnya, walaupun bukan


merupakan kategori yang mengalami pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 8,88
persen, namun mampu memberikan kontribusi laju pertumbuhan terbesar yaitu
2,75 persen terhadap total pertumbuhan. Sebaliknya kategori pengadaan listrik
dan gas walaupun laju pertumbuhan tertinggi sebesar 10,74 persen, namun hanya
mampu memberikan kontribusi ekonomi sebesar 0,005 persen. Penyumbang
terbesar terhadap laju pertumbuhan ekonomi Bolaang Mongondow Timur tahun
2014 setelah kategori pertambanan dan penggalian adalah kategori pertanian,
kehutanan dan perikanan sebesar 1,7 persen, kemudian diikuti oleh kategori
perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,85
persen dan kategori administrasi pemerintahan, pertanahan dan jaminan sosial
wajib sebesar 0,60 persen.
Tabel
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Bolaang
Mongondow Timur
(Juta/Rp)
Uraian
2010
2011
2012
2013*
2014
Pertanian,
Kehutanan dan
Perikanan
Pertambangan dan
Penggalian

II 15

438.952

453.063

502.673

556.982

612.992

34.715

379.077

422.661

477.098

523.287

Industri Pengolahan

6.845

7.293

7.385

7.812

8.550

398

391

405

431

473

1.447

1.571

1.695

1.831

2.050

Konstruksi

56.626

67.086

78.027

91.071

100.635

Perdagangan Besar
dan
Eceran;Reparasi
Mobil

85.495

96.827

107.500

120.319

134.655

Transportasi dan
Pergudangan

17.444

19.289

20.672

23.090

26.909

Penyediaan
Akomodasi dan
Makan Minum

4.257

4.725

5.248

5.788

6.520

Informasi dan
Komunikasi

2.454

2.829

3.173

3.451

3.854

Jasa Keuangan dan


Asuransi

5.602

6.189

6.735

7.050

7.685

24.924

27.316

29.732

32.051

35.830

108

123

138

153

167

90.568

104.166

120.310

130.370

151.574

7.005

7.957

8.919

9.852

11.512

15.663

17.415

19.142

20.628

22.215

3.748

4.111

4.372

4.686

5.342

1.113.86
7

1.211.58
1

1.352.32
0

1.508.11
4

1.671.74
7

Pengadaan Listrik
dan Gas
Pengadaan Air,
Pengolahan
Sampah, Limbah
dan Daur Ulang

Real Estate
Jasa Perusahaan
Adm. Pemerintahan,
Pertanahan &
Jaminan Sosial
Jasa Pendidikan
Jasa Kesehatan dan
Kegiatan Sosial
Jasa Lainnya
PDRB

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Kondisi Sarana dan Prasarana Provinsi Sulawesi Utara

II 16

Provinsi Sulawei Utara memiliki 12 pelabuhan laut. Kunjungan kapal di Juli


2015 sebanyak 962 unit kapal, yang terdiri dari 947 unit pelayaran dalam negeri
dan 15 unit untuk pelayaran luar negeri. Jumlah barang yang di bongkar di semua
pelabuhan yang ada di Sulawesi Utara bulan Juli 2015 sebanyak 138.086 ton yang
melalui pelayaran dalam negeri sebanyak 134.991 ton dan pelayaran luar negeri
sebanyak 3.095 ton.
Selama bulan Juli 2015, Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat pelayaran
penumpang sebanyak 962 unit kapal yang terdiri dari 947 unit atau 98,44 persen
merupakan kapal untuk pelayaran dalam negeri dan 15 unit atau 1,56 persen
merupakan kapal untuk pelayaran luar negeri. Kapal yang datang di Sulawesi
Utara selama bulan Juli 2015 tersebut, mengalami penurunan sebesar 7,05 persen
dari bulan Juni 2015 (m to m), dan juga secara year on year (y on y) mengalami
penurunan sebesar 11,18 persen, sedangkan secara cumulative to cumulutive (c to
c) mengalami peningkatan sebesar 11,48 persen seperti tercantum dalam tabel
dibawah ini;
Tabel
Jumlah dan Perkembangan Kunjungan Kapal Laut Pada Pelabuhan
di Provinsi Sulawesi Utara Januari 2014 s/d Juli 2015

II 17

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara Dalam Angka 2015

Banyaknya kunjungan kapal selama bulan Juli 2015 tersebut, terdri dari
947 unit kapal untuk pelayaran domestik berkunjung di sebelas pelabuhan yang
ada di Provinsi Sulawesi Utara Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Utara No.
63/09/71/Th.IX, 01 September 2015 3 kecuali pelabuhan Kotabunan yang dalam
bulan Juli ini tidak disinggahi satu kapalpun. Sedangkan 15 unit untuk pelayaran
luar negeri, 2 unit kapal singgah di pelabuhan Amurang dan 13 unit kapal singgah
di pelabuhan Bitung. Secara keseluruhan dapat di gambarkan bahwa selama
bulan Juli 2015, dari 962 unit kapal yang berkunjung di Sulawesi Utara, 6,34
persen singgah di Pelabuhan Labuhan Uki, 11,54 persen singgah di pelabuhan
Tahuna, kemudian 22,14 persen singgah di pelabuhan Nusantara, Samudera dan
Pelabuhan Peti Kemas Bitung, 12,99 persen di Pelabuhan Ulu Siau Kabupaten
Kepulauan SITARO dan 14,66 persen sandar di pelabuhan Tagulandang, dan
selanjutnya 5,82 persen singgah di Pelabuhan Lirung, 0,62 persen di Pelabuhan
Likupang, 4,47 persen di Pelabuhan Biaro SITARO, 5,51 persen di Pelabuhan
Amurang dan 12,99 persen di pelabuhan Manado. Sisanya 2,91 persen sandar di
Pelabuhan Pehe Siau di Kabupaten Kepulauan SITARO serta pada bulan yang

II 18

sama, Pelabuhan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur tidak


disinggahi satu kapalpun seperti tercantum dalam gambar dibawah ini.

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2015

Gambar
Pelabuhan Kotabunan dengan Pelabuhan Lain di Sulawesi Utara

Menurut data pelabuhan yang ada di Sulawesi Utara, jumlah penumpang


yang turun/debarkasi selama bulan Juli 2015 yaitu sebanyak 70.014 orang, 50,50
persen turun di pelabuhan Manado kemudian di pelabuhan Tahuna sebesar 23,83
persen, pelabuhan Ulu Siau di Kabupaten Kepulauan SITARO sebesar 7,92
persen, pelabuhan Bitung 7,16 persen , pelabuhan Tagulanda ng sebesar 5,39
persen, pelabuhan Lirung 2,41 persen, Pehe Siau 2,59 persen, dan Berita Resmi
Statistik Provinsi Sulawesi Utara No. 63/09/71/Th.IX, 01 September 2015 5
Pelabuhan Biaro sebesar 0,21 persen. Sedangkan pelabuhan Likupang,
Pelabuhan Labuhan Uki, pelabuhan Amurang dan Pelabuhan Kotabunan tidak
menurunkan penumpang seperti tercantum dalam Tabel 6.

II 19

Tabel
Jumlah dan Perkembangan Penumpang Angkutan Laut
Di Provinsi Sulawesi Utara Januari 2014 s/d Juli 2015

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2015

Selama bulan Juli 2015, banyaknya barang yang dibongkar pada semua
pelabuhan yang ada di Provinsi Sulawesi Utara adalah sebanyak 138.086 ton
dimana 97,76 persennya dibongkar melalui pelayaran dalam negeri sedangkan
sisanya 2,24 persen melalui pelayaran luar negeri . 6 Banyaknya barang yang
dibongkar tersebut dari bulan Juni 2015 (m to m) mengalami penurunan sebesar
30,83 persen dan juga secara year on year (y on y) turun relatif besar sebesar
52,76 persen dan begitu juga secara c to c turun sebesar 21,36 persen.
Banyaknya barang yang di muat dari 12 pelabuhan yang ada di Provinsi Sulawesi
Utara bulan Juli 2015 adalah sebanyak 63.719 ton yang terdiri dari 27,02 persen
atau 17.220 ton merupakan muatan barang untuk pelayaran dalam negeri dan
72,98 persen atau sebanyak 46.499 ton untuk pelayaran luar negeri. Volume
barang yang dimuat dalam bulan Juli 2015 ini secara m to m meningkat sebesar
II 20

5,74 persen namun secara y on y mengalami penurunan yang tajam sebesar


46,75 persen, dan secara c to c mengalami penurunan juga sebesar 16,11 persen
seperti tercantum dalam Tabel 7
Tabel
Jumlah dan Perkembangan Angkutan Barang Pada Pelabuhan Laut
Di Provinsi Sulawesi Utara Januari 2014 s/d Juli 2015

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2015

Menurut data pelabuhan yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, selama


bulan Juli 2015 dari 12 pelabuhan yang ada, kegiatan bongkar barang dilakukan di
10 pelabuhan kecuali pelabuhan Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Utara No.
63/09/71/Th.IX, 01 September 2015 7 Likupang dan Pelabuhan Kotabunan.
Sedangkan pelabuhan Bitung merupakan pelabuhan utama bongkar barang,
dimana untuk kegiatan bongkar 71,48 persen barang yang dibongkar di pelabuhan
yang ada di Sulawesi Utara dilakukan di pelabuhan ini kemudian juga 24,33
persen dilakukan pembongkaran di pelabuhan Amurang, 2,00 persen dibongkar di
pelabuhan Tahuna, dan sisanya 7 pelabuhan lainnya melakukan kegiatan bongkar
dengan peranan di bawah 1 persen. Bulan Juli 2015 ini juga, jumlah barang yang

II 21

dimuat dari pelabuhan yang ada di Sulawesi Utara, terbesar dilakukan di


pelabuhan Bitung yaitu sebesar 76,28 persen kemudian pelabuhan Amurang
sebesar 14,40 persen. Selanjutnya pelabuhan Manado 7,15 persen, dan
Pelabuhan Tahuna 1,13 persen. Selanjutnya tiga pelabuhan yaitu pelabuhan Ulu
Siau, Pelabuhan Tagulandang dan pelabuhan Lirung kontribusi muat barang untuk
bulan ini dibawah 1 persen dan lima pelabuhan lainnya tidak melakukan kegiatan
muat barang pada bulan ini, salah satunya adalah Pelabuhan Kotabunan seperti
yang ditunjukkan oleh gambar dibawah ini;

Gambar 3
Persentase Bongkar Muat Barang Menurut Pelabuhan Laut
Di Provinsi Sulawesi Utara, Juli 2015 (%)

Kondisi Sarana dan Prasarana Kabupaten Bolaang Mongondow Timur


Sarana
Pendidikan
Saat ini pendidikan merupakan suatu kebutuhan dan menjadi simbol status
sosial dan diharapkan mampu menyelesaikan banyak permasalahan. Sejalan
dengan permasalahan tersebut maka peningkatan pastisipasi sekolah penduduk
harus diimbangi dengan peningkatan sarana fisik pendidikan dan tenaga guru
yang memadai. Untuk mengetahui jumlah sekolah pada tahun 2014 untuk jenjang
pendidikan dasar sampai memengah dapat dilihat pada tabel berikut;

II 22

Banyaknya Sekolah Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kabupaten Bolaang


Mongondow Timur
Jenis Pendidikan
Kecamatan
SD
MI
SMP
MTs
Nuangan
14
8
Tutuyan
10
4
1
Kotabunan
8
3
2
Modayag
18
8
Modayag Barat
7
1
1
1
Jumlah
57
1
24
4
Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Banyaknya Sekolah SMA, MA dan SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow


Timur
Jenis Sekolah
Banyaknya
SMA
4
MA
1
SMK
9
Jumlah
14
Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Kesehatan
Sarana Kesehatan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
berupa penyediaan sarana Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu,
Posyandu dan lain-lain. Dari beberapa fasilitas kesehatan yang ada di Bolaang
Mongondow Timur, proporsi terbesar adalah Posyandu yaitu sebanyak 186 lokasi.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Banyaknya Sarana Kesehatan per Kecamatan di Kabupaten Bolaang
Mongondow Timur
Kecamatan

Nuangan
Tutuyan
Kotabunan
Modayag
Modayag
Barat
Bolaang
Mongondo
w Timur

RS

Puskesmas

Pustu

Jenis Fasilitas
Puskesmas
Pusling
Rawat Inap
Posyandu

Posyandu

Poskesdes

80

25

1
1
1

13

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Agama
Penduduk Bolaang Mongondow Timur menganut berbagai keyakinan yang
hidup berdampingan secara damai. Penduduk Bolaang Mongondow Timur

II 23

sebagian besar memeluk agama Islam, yaitu sebanyak 45.627 jiwa. Berikutnya
agama Kristen Protestan 18.366 jiwa, agama Katholik 1.427 jiwa, agama Budha
690 jiwa serta Hindu 347 jiwa. Untuk mengetahui persebaran sarana agama di
Bolaang Mongondow Timur dapat dilihat pada tabel berikut;
Banyaknya Sarana Peribadatan per Kecamatan di Kabupaten Bolaang
Mongondow Timur
Kecamatan

Jenis Sarana Peribadatan


Gereja
Gereja
Langgar
Katholi
Protestan
k

Masjid

Mushola

16
8
10
16
9

1
1
1
6
1

19
14
11
37
8

1
1
4
-

59

10

89

Kotabunan
Tutuyan
Nuangan
Modayag
Modayag
Barat
Jumlah

Pura

Vihara

Sumber: Profil Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 2015

Prasarana

Jaringan Jalan
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang memanjang pada kawasan

pesisir dan sebagian lainnya berkembang di kawasan pegunungan sangat dibatasi


oleh kondisi fisik topografinya yang sangat ekstrim ini sangat miskin akan jalanjalan alternatif. Distribusi hasil pertanian seringkali terhambat oleh minimnya akses
transportasi. Sementara proses pemasaran hasil bumi harus cepat. Kondisi
geografis yang terdiri dari pegunungan, membuat jalan-jalan rawan longsor. Hal ini
menjadi alasan untuk membangun jalan alternatif. Sistem jaringan jalan Kabupaten
Bolaang Mongondow Timur dipengaruhi oleh sistem jaringan wilayah sekitarnya.
Bagaimanapun juga sistem transportasi Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
sebaiknya mengikuti atau sejalan dengan perencanaan wilayah sekitarnya. Hal ini
penting diperlukan untuk menciptakan peran prasarana transportasi dalam konsep
yang lebih luas. Pengembangan sistem jaringan jalan juga tidak terlepas dari
pengembangan sistem perkeretaapian dan jaringan transportasi laut yang rencana
pengembangannya harus saling terintegrasi, sehingga memudahkan dalam
pergantian antar moda.
Sistem jaringan jalan primer disusun mengikuti ketentuan pengaturan tata
ruang dan struktur pengembangan wilayah tingkat nasional, yang menghubungkan
simpul-simpul jasa distribusi. Sistem jaringan jalan untuk Kabupaten Bolaang
Mongondow Timur ini terdiri dari:

II 24

a. Jaringan Jalan Eksisting


1. Jaringan Jalan Nasional
Jaringan jalan kolektor primer K1 yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow
Timur, terdiri atas:

jalan lintas timur trans sulawesi meliputi ruas jalan Buyat Molobog (41,2
Km), Molobog Onggunoi/Onggune (46,0 km), Onggune Pinolosian (26,0
Km) yang melewati wilayah Kecamatan Kotabunan Tutuyan Nuangan;

2. Jaringan Jalan Provinsi


Jaringan jalan kolektor primer K2 yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow
Timur, terdiri atas:

jalan Modayag Molobog (29,55 Km), yang melewati wilayah kecamatan


Modayag Barat Modayag Tutuyan

3. Jaringan Jalan Kabupaten


Jaringan jalan Kabupaten / Jalan lokal, tersebar di seluruh wilayah Kabupaten
Bolaang Mongondow Timur yang terdiri atas :
a) Mooat Motongkad
b) Kotabunan Bukaka
c) Dodap - Molobog
d) Matabulu Jikobelanga
e) Togid Kokapoy
f)

Nuangan Loyow

g) Buyandi Molobog
h) Nuangan Iyok
i)

Buyat Bukaka

j)

Kotabunan Ongkubu

k) Kotabunan Tapa
l)

Kotabunan Benteng

m) Dodap Ibantong
n) Bai Idumun
o) Tobongon Purworejo
p) Modayag Purworejo
q) Jembatan Kali Putih Purworejo
r) Purworejo - Liberia
s) Bongkudai Baru Guaan

II 25

t)

Guaan Kokapoy

u) Bongkudai Liberia
v) Bongkudai Motoboi
w) Moyongkota Motoboi
x) Moyongkota Purworejo
y) Bongkudai Modayag Timur
z) Baret Pasar Jln. Lingkar Pantai
aa) Jln. Kantor Daerah Pantai
ab) Bangunan Wuwuk Bongkudai
Purworejo Sumber Rejo

II 26