Anda di halaman 1dari 8

Definisi ASI eksklusif

Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai
bayi berusia enam bulan tanpa menambahkan makanan dan atau mengganti dengan makanan
atau minuman lain (Kemenkes, 2012)
Menurut WHO (2005, dalam Wahyuti, 2012) ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja
kepada bayi sejak lahir tanpa makanan dan minuman tambahan lain kecuali vitamin, mineral,
atau obat dalam bentuk tetes atau sirup sampai bayi berusia enam bulan.
Menurut Roesli (2008) pemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa
tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa makanan
tambahan padat seperti pisang, pepaya, bubur, susu, biskuit, bubur ASI dan tim.
ASI eksklusif berarti bahwa bayi tidak mendapatkan air putih, air gula, jus, atau cairan
lainnya, susu sapi, susu kaleng, susu formula, atau makanan lunak dan padat lainnya kecuali
sirup yang mengandung vitamin, mineral, atau obat (Februhartanty, 2006 dalam Biswas,
2010)
Manfaat pemberian ASI esklusif
1. Manfaat untuk bayi
ASI merupakan sumber makanan yang higienis untuk energi, nutrisi yang penting, air, dan
mengandung faktor imunitas protektif sehingga dapat mencegah penyakit anak yang umum
dan kurang gizi (UNICEF, 2008) sehingga menurunkan angka morbiditas dan mortalitas bayi
(Kakute et al, 2005). Selain itu ASI mengandung nutrisi yang lengkap untuk perkembangan
psikososial bayi (Dakshani&Gangadar, 2008).

ASI melindungi bayi dari masalah kesehatan. ASI mengandung faktor protektif untuk bayi
seperti enzim aktif, immunoglobulin, hormon, dan faktor pertumbuhan. ASI memiliki efek
yang signifikan dalam mencegah penyakit infeksi. ASI memiliki perlindungan terhadap
patogen dengan menyediakan substansi antivirus dan bakteri yang menstimulasi sistem imun.
Sistem imun tersebut akan menurunkan insidensi dan keparahan penyakit infeksi seperti
diare, infeksi saluran nafas, necrotizing enterocolitis, otitis media, infeksi saluran kemih, dan
sepsis. ASI juga melindungi melawan alergi.
ASI mengurangi insiden syndrome kematian mendadak, diabetes, obesitas,
hiperkolesterolemia, dan asma.
ASI sangat mudah untuk dicerna. ASI sangat efektif untuk melindungi bayi dari diare.
Bayi yang tidak mendapatkan ASI memiliki risiko 2-3 kali lebih besar untuk terserang
diare dan 3-5 lebih besar untuk terserang pneumonia dibandingkan bayi yang
mendapatkan ASI. ASI eksklusif selama enam bulan pertama dapat mengurangi diare
dan pneumonia sampai 3 dan 2,5 kali berturut-turut (Imtiaz&Saleem, 2009)
Untuk bayi prematur ASI mengurangi risiko penyakit yang mengancam jiwa seperti
penyakit pada sistem pencernaan dan penyakit menular lainnya. ASI secara signifikan
memperpendek lama rawat inap dan biaya rumah sakit. Penelitian yang
membandingkan bayi prematur yang mendapatkan ASI dan bayi prematur yang
mendapatkan susu formula menunjukkan bayi yang diberikan susu formula memiliki
intelligence quetion (IQ) lebih rendah 8-15 poin. Bayi yang mendapatkan ASI
memiliki IQ yang lebih tinggi (US Breastfeeding Committee, 2002). Selain itu ASI
meningkatkan perkembangan neurologis, visual dan oral bayi.
2. Manfaat untuk ibu
Menyusui mengurangi risiko ibu untuk terkena kanker payudara dan melindungi

ibu dari kanker ovarium.


Menyusui mengurangi risiko perdarahan postpartum
Mengurangi risiko terjadinya anemia pada ibu dan meningkatkan kesehatan ibu.

Pada masa menyusui, secara hormonal akan menunda ovulasi sehingga dapat
menunda kehamilan. Menurut Labbok (2001, dalam Biswas, 2010) pemberian ASI
eksklusif dapat melindungi terhadap risiko kehamilan sebesar 98% selama enam

bulan pertama setelah melahirkan.


Menyusui menciptakan ikatan yang baik antara ibu dan bayi. Ikatan antara ibu dan
bayi merupakan proses yang berkelanjutan dan inisiasi awal menyusui membantu
ibu dan anak mendapatkan kontak yang sering yang akan meningkatkan ikatan ibu
dan bayi. Menyusui memfasilitasi kontak langsung dan kehangatan fisik ibu dan

bayi yang akan memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
3. Manfaat untuk keluarga
Menurut United States Breastfeeding Committee (2002) menyusui mengurangi biaya
yang harus dikeluarkan untuk pelayanan kesehatan dan juga mengurangi jumlah hari
sakit sehingga keluarga harus merawat anak-anaknya. Dalam perspektif ekonomi
menyusui menghemat uang dan lebih murah dibandingkan dengan pemberian susu
formula.
4. Manfaat untuk masyarakat
Menyusui dapat mengurangi beban lingkungan untuk pembuangan kaleng dan botol
susu formula dan mengurangi tuntutan energi untuk produksi dan transport produk
makanan buatan. Menyusui tidak membutuhkan proses seperti pembungkusan dan
produksinya tidak membahayakan lingkungan. Menyusui juga mengurangi kebutuhan
akan pelayanan kesehatan yang mahal yang harus dibayarkan asuransi atau lembaga
pemerintah (United States Breastfeeding Committee,2002)
1. Enactive mastery experience
Salah satu cara yang paling efektif untuk membentuk self-efficacy yang tinggi
adalah melalui pengalaman langsung. Jika seseorang mengalami sesuatu
keberhasilan dengan cara yang mudah maka individu tersebut cenderung untuk
mengharapkan hasil ayng cepat dan mudah menyerah karena kegagalan. Selfefficacy yang tinggi akan menjadikan pengalaman untuk menghadapi dan

menyelesaikan hambatan yang dialami melalui usaha yang berkelanjutan.


Kesulitan atau hambatan yang dialami biasanya mempunyai tujuan untuk
mengajarkan bahwa keberhasilan harus diiringi dengan usaha yang terus menerus.
Enactive mastery experience merupakan pengalaman keberhasilan atau kegagalan
di masa lalu dalam usahanya untuk mencapai hasil yang diinginkan. Menurut
Bandura (1977) pengalaman keberhasilan merupakan sumber yang paling
berpengaruh terhadap self-efficacy seseorang karena didasarkan pada pengalaman
pribadi. Keberhasilan dapat meningkatkan harapan untuk dapat mengatasi tugas
dengan baik. Sebaliknya kegagalan yang berulang akan menurunkan harapan
untuk berhasil. Setelah keyakinan diri yang kuat dikembangkan melalui
keberhasilan yang terus menerus, pengaruh negatif dari kegagalan dapat
dikurangi, bahkan kegagalan yang kemudian dialami setalah melakukan usaha
dapat meningkatkan daya tahan diri dan dapat mengatasi hambatan yang paling
sukar sekalipun untuk dapat mencapai hasil yang diinginkan. Apakah suatu
pengalaman dapat meningkatkan atau menurunkan self-efficacy tergantung dari
persepsi individu terhadap kegagalan diri sendiri dan menentukan keyakinan
untuk dapat mengatasi hambatan yang dialami.
2. Vicarious experience
Merupakan pengalaman yang diperoleh dengan mengamati tindakan yang
dilakukan oleh orang lain. ketika seseorang tidak yakin akan kemampuan yang
dimiliki atau ketika mereka mempunyai pengalaman pribadi yang sangat terbatas
maka mereka akan lebih peka terhadap vicarious experience. Melihat orang lain
melalukan tindakan berbahaya tanpa konsekuensi yang merugikan dapat
menciptakan dalam diri yang mengamati bahwa mereka juga dapat berhasil
melakukan jika mau bertahan dan meningkatkan usahanya. Mereka meyakinkan
diri bahwa jika orang lain bisa melakukannya maka mereka juga mampu untuk
melakukannya. Melihat seseorang yang mendapatkan kegagalan karena

menggunakan strategi yang kurang baik akan meningkatkan self-efficacy orang


yang mengamati ketika mereka percaya bahwa mereka mempunyai strategi yang
lebih baik dalam pikiran mereka. Vicarious experience ini dapat memiliki
pengaruh yang kuat jika pengamat memiliki kesamaan karakteristik yang dekat
denagn model. Melalui perilaku model dalam mengekspresikan cara berfikir,
model yang kompeten akan memindahkan pengetahuan dan mengajarkan observer
keahlian dan strategi yang efektif dalam mengelola tuntutan lingkungan.
3. Verbal persuasion
Verbal persuasion adalah suatu keadaan dimana individu diyakinkan oleh orang
lain (lingkungan sekitarnya) bahwa ia mempunyai kemampuan yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan. Ini merupakan sumber self-efficacy yang cukup
berpengaruh dalam meningkatkan self-efficacy seseorang yang diakui secara
verbal memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan biasanya
akan menunjukkan usaha yang lebih besar dan mempertahankan usahanya itu
hingga tugas terselesaikan. Persuasi secara verbal juga memberikan dorongan
kepada seseorang untuk terus meningkatkan keterampilan dan keyakinan diri
bahwa ia memiliki kemampuan untuk dapat berhasil.
Namun harapan keberhasilan dari orang lain tidak akan langsung meningkatkan
keyakinan diri dan menghapus rasa takut terhadap kegagalan yang pernah dialami
di masa lalu begitu saja. Hal ini tergantung dari feedback yang evaluatif. Sebagai
contoh feedback yang meninggikan kemampuan seseorang akan meningkatkan
self-efficacy-nya. Persuasi yang positif dapat menghasilkan kekuatan dan
ketahanan, sedangkan persuasi negatif dapat meghasilkan self-efficacy yang
lemah. Menurut Pajare (1993, dalam bandura, 1997) lebih mudah menurunkan
self-efficacy dengan penilaian atau masukan yang negatif dibandingkan untuk
meningkatkannya melalui penilaian atau masukan yang positif.
4. Physiological and affective states

Dalam

menilai

kemampuan

seseorang

juga

bergantung

pada

keadaan

fisiologisnya. Stres dan ketegangan dianggap sebagai ketidakmampuan diri dan


unjuk kerja yang kurang. Untuk dapat memodifikasi self-efficacy dengan
informasi ini maka individu dapat meningkatkan keadaan fisiknya, mengurangi
stres, dan mengubah cara dalam menginterpretasikan kondisi fisiologisnya.
Dengan memiliki sikap yang tenang maka akan meningkatkan self-efficacy dan
akan memberikan energi untuk mampu menghadapi stres dan sukses dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan merupakan faktor yang penting di dalam
mengarahkan tingkah laku seseorang.
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan refleks let down adalah melihat bayi,
mendengarkan suara bayi, mencium bayi, dan memikirkan untuk menyusui bayi.
Sedangkan faktor-faktor yang dapat menghambat refleks let down adalah stres
seperti keadaan bingung atau pikiran kacau, takut, dan cemas.
Langkah-langkah menyusui yang benar
1. Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit dan dioleskan pada puting susu dan
sekitar kalang payudara. Hal ini bermanfaat untuk desinfektan dan menjaga
kelembaban puting susu.
2. Bayi diletakkan menghadap perut/payudara ibu
- Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk menggunakan kursi yang
rendah agar kaki tidak menggantung dan punggung bersandar pada sandaran
-

kursi
Bayi dipegang pada bagian belakang bahunya dengan satu lengan, kepala bayi
terletak pada lengkung siku ibu ( kepala tidak boleh menengadah, dan bokong

bayi ditahan dengan satu tangan)


- Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu dan yang satu lagi didepan
- Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap ke payudara
- Telinga dan badan bayi terletak pada satu garis lurus
3. Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari lain menopang di bawah,
jangan menekan puting atau kalang payudara saja

4. Merangsang bayi untuk membuka mulut dengan cara menyentuh pipi dengan
puting susu atau menyentuh sisi mulut bayi
5. Setelah bayi membuka mulut kepala bayi didekatkan ke payudara dan puting susu
ibu beserta kalang payudara masuk ke dalam mulut bayi. Kalang payudara masuk
ke dalam mulut bayi sehingga puting susu tepat berada dibawah langit-langit
mulut bayi
6. Melepaskan isapan bayi dengan cara jari kelingking ibu dimasukkan ke mulut
bayi mealului sudut mulut atau dagu ditekan kebawah
7. Setelah selesai menyusui ASI dikeluarkan sedikit lalu dioleskan pada puting susu
dan di sekitar kalang payudara dan dibiarkan kering dengan sendirinya
8. Bayi disendawakan untuk mengeluarkan udara dari lambung dengan cara bayi
digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu dan punggung ditepuk perlahanlahan atau bayi tidur tengkurap dipangkuan ibu dan punggung ditepuk perlahan

Cara pengamatan teknik menyusui yang benar


Teknik menyusui yang tidak benar dapat menyebabkan puting susu menjadi lecet, ASI
tidak keluar dengan optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau
bayi enggan menyusu. Untuk mengetahui bayi sudah disusui dengan teknik yang
benar dapat dilihat dari hal-hal berikut
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Bayi tampak tenang.


Badan bayi menempel pada perut ibu
Mulut bayi terbuka lebar
Dagu menempel pada payudara ibu
Sebagian besar kalang payudara masuk ke dalam mulut bayi.
Bayi tampak menghisap kuat dengan irama yang perlahan.
Puting susu tidak terasa nyeri.
Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
Kepala bayi tidak menengadah.

Petunjuk yang dapat digunakan untuk mengetahui produksi ASI

Untuk mengetahui produksi ASI beberapa kriteria yang dapat digunakan sebagai patokan
untuk mengetahui jumlah ASI cukup atau tidak adalah
1. ASI yang banyak dapat merembes keluar melalui puting
2. Payudara terasa tegang ketika hendak menyusui bayi
3. Berat badan bayi naik memuaskan sesuai dengan umur
umur
Kenaikan berat badan rata-rata
1-3 bulan
700 gram/bulan
4-6 bulan
600gram/bulan
7-9 bulan
400 gram/bulan
10-12 bulan
300 gram/bulan
Pada umur lima bulan tercapai dua kali berat badan waktu lahir.
Pada umur satu tahun tercapai tiga kali berat badan waktu lahir.
4. Jika ASI cukup bayi akan tidur 3-4 jam setelah disusui
5. Bayi berkemih lebih sering sekitar delapan kali.