Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PERCOBAAN UJI MAKANAN

KELAS : IX IA 2
Disusun oleh :
KELOMPUK II
1.

Arif Setiawan

2.

Faisal Sultan

3.

Muhammad Fauzul Muzamil

4.

Raenaldy Afrianto

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SUKATANI


PURWAKARTA
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang maha kuasa yang
telah menciptakan alam jagat dengan segala kesempurnaannya. Kami sebagai
penulis sekaligus penyusun makalah ini sangat berterimakasih kepada ibu guru
yang telah mengajarkan mata pelajaran BIologi sekaligus yang telah menuntun
dalam pembuatan laporan praktikum mengenai kandungan karbohidrat,lemak
dan protein dalam bahan makanan..Kami pun berterimakasih kepada pihakpihak yang telah ikut berpartisipasi atas terbentuknya makalah yang sederhana
ini.
Dalam penulisan laporan praktikum, kami mendapatkan suatu pelajaran
baik dalam penulisan laporan serta mendapatkan pengetahuan tentang
praktikum tersebut. Kami sebagai penulis dalam laporan ini masih dalam proses
belajar baik dalam tata cara penulisan laporan yang baik maupun dalam
memahami dengan baik dalam menyajikan laporan sehingga kami selaku tim
kelompok dalam penyusunan laporan ini sangat mengharapkan saran-saran
yang membangun sehingga menghasilkan isi laporan yang dapat mendidik serta
dapat dipertanggungjawabkan.

DAFTAR ISI

1.

Kata Pengantar .....i

2.

Daftar Isi ...ii

3.

Bab I : a. Pendahuluan 1

Latar Belakang....1

Tujuan Penelitian...1

4.

Bab II : b. Materi .............2

5. Bab III : d. Hasil dan Pembahasan...


...........5
-

Hasil Pengamatan.....5

Diskusi dan pembahasan..5

7.

Bab V : e. Penutup...........6

Kesimpulan ..10

Daftar Pustaka...11

I.

JUDUL

Uji Makanan

II.

TUJUAN

Mengetahui kandungan nutrisi yang terdapat pada bahan makanan.

III.

DASAR TEORI

Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan
oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Setiap makhluk
hidup membutuhkan makanan.Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam
mengerjakan aktifitas sehari-harinya.Makanan dapat membantu kita dalam
mendapatkan energi,membantu pertumbuhan badan dan otak.Memakan
makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun
badan.Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda.Protein,
karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita
dapatkan dari makanan.
Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda.Karbohidrat
merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari.Salah satu contoh
makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi.Protein digunakan oleh
tubuh untuk membantu pertumbuhan kita,baik otak maupun tubuh kita.Lemak
digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan
energi.Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak
akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita
membutuhkan energi. Berikut zat-zat yang terkandung dalam makanan yang
diperlukan oleh tubuh.
AMILUM
Pati atau amilum (CAS# 9005-25-8) adalah karbohidrat kompleks yang tidak
larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan
bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan
glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia
juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting.
Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam
komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan
amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat
pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini
belum pernah bisa tuntas dijelaskan.
PROTEIN

Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama")
adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan
polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain
dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen,
nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam
struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain
berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang
membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem
kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon,
sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara.
Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino
bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut
(heterotrof).

LEMAK
Lemak sama dengan minyak. Orang menyebut lemak secara khusus bagi minyak
nabati atau hewani yang berwujud padat pada suhu ruang. Lemak juga biasanya
disebutkan kepada berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan, lepas dari
wujudnya yang padat maupun cair. 1 gram lemak menghasilkan 9,3 kalori. lemak
terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen
Dalam pengujisn makanan diperlukan reagen sebagai berikut :
BIURET
Biuret adalah senyawa kimia dengan rumus kimia H 2 NC (O) NHC (O) NH 2 . Ini
adalah hasil dari kondensasi dua molekul urea dan merupakan kotoran yang
bermasalah di berbasis pupuk urea. Putih solid ini larut dalam air panas. Istilah
biuret juga menggambarkan keluarga senyawa organik dengan gugus
fungsional - (HN-CO-) 2 N-. Jadi biuret dimetil adalah CH 3 HN-CO-NR'-CONHCH 3 . Berbagai turunan organik yang mungkin. uji biuret sebuah uji
kimia untuk protein dan polipeptida . Hal ini didasarkan pada pereaksi biuret ,
larutan biru yang mengubah violet pada kontak dengan protein, atau zat-zat
denganikatan peptida . Uji dan reagen tidak benar-benar mengandung biuret,
mereka dinamakan demikian karena baik biuret dan protein memiliki respon
yang sama untuk menguji.

LUGOL
Lugol yodium, juga dikenal sebagai solusi Lugol, pertama kali dibuat
pada tahun 1829, merupakan solusi dari unsur iodium dan iodida kalium dalam
air, yaitu setelah dokter Prancis JGALugol. larutan yodium Lugol sering digunakan
sebagai antiseptik dan desinfektan, untuk desinfeksi darurat air minum, dan
sebagai reagen untuk deteksi pati di laboratorium rutin dan tes medis.
Telah digunakan lebih jarang untuk mengisi kekurangan yodium Namun., Iodida
kalium murni, mengandung ion iodida relatif jinak tanpa unsur iodium lebih
toksik, lebih disukai untuk tujuan ini.
Solusi Lugol terdiri dari 5 g yodium (I2) dan 10 g kalium iodida (KI)
dicampur dengan air suling yang cukup untuk membuat larutan coklat dengan
total volume 100 mL dan kadar yodium total 150 mg / mL. Kalium iodida
menerjemahkan yodium SD larut dalam air melalui pembentukan triiodida (I3) ion. Hal ini tidak boleh disamakan dengan tingtur solusi yodium, yang terdiri
dari unsur iodium, dan garam iodida dilarutkan dalam air dan alkohol. solusi
Lugol mengandung alkohol.
Nama lain untuk solusi Lugol adalah I2KI (iodine-potassium iodide); Markodine,
solusi Strong (sistemik), dan berair yodium Solusi BCP.
Lugol diperoleh dari ahli kimia dan apoteker yang berlisensi untuk
mempersiapkan dan mengeluarkan solusi. Indikator ini, juga disebut noda,
digunakan di berbagai bidang. Solusi ini digunakan sebagai tes indikator
keberadaan pati dalam senyawa organik, dengan yang bereaksi dengan
memutar sebuah dark-blue/black.

IV.

ALAT DAN BAHAN

Alat :

1.

Penjepi tabung reaksi

2.

Pipet tetes

3.

Lumpang porselin

4.

Tabung reaksi

5.

Pembakar spritus

6.

Pemes/pisau

7.

Papan proselin

8.

Spatula/pengaduk

9.

Rak tabung reaksi

10. Gelas ukur

Bahan :

1.

Reagen (lugol, biuret, benedict)

2.

Kertas buram

3.
Bahan makanan yang ingin di uji ( Santen kelapa, singkong, tepung kanji,
pisang ambon, putih telur, kunung telur)

V.

LANGKAH KERJA

1.

Menyiapkan alat dan bahan yang di perlukan.

2.

Melakukan uji makanan.

3.

Percobaan 1 : Uji amilum

a.

Menempatkan bahan makanan di lumpang proselin.

b.

Bahan makanan tersebut ditetesi reagen lugol sebanyak 2 tetes.

c.

Mengamati perubahan warna yang terjadi.

d.

Memasukkan data pada table pengamatan.

4.

Percobaan 2 : Uji protein

a.
Menghaluskan bahan yang diuji dengan menggunakan lumpang proselin
dan penumbuk.
b.

Memasukkan aquades secukupnya untuk memudahkan penumbukan.

c.

Letakkan 2mL hasil tumbukan pada tabung reaksi.

d.

Tetesi tabung reaksi tersebut dengan reagen biuret sebanyak 10 tetes.

e.
Mengocok tabung reaksi tersebut hinggga ada perubahan warna menjadi
ungu, maka bahan makanan tersebut mengandung protein.
f.
Memasukkan data kedalam table pengamatan, dan lakukan hal yang sama
dengan bahan makanan yang lain.
5.

Percobaan 3 : Uji glokusa.

a.
Menghaluskan bahan yang diuji dengan menggunakan lumpang proselin
dan penumbuk.
b.

Memasukkan aquades secukupnya untuk memudahkan penumbukan.

c.

Letakkan 2mL hasil tumbukan pada tabung reaksi.

d.
Tetesi tabung reaksi tersebut dengan reagen benedict sebanyak 10 -15
tetes.
e.

Panaskan tabung reaksi d atas pembakar sepritus.

f.
Memasukkan data kedalam table pengamatan, dan lakukan hal yang sama
dengan bahan makanan yang lain
6.
a.
b.

Percobaan 4 : Uji Lemak.


Mengusap bahan yang akandi uji pada kertas buram.
Memanaskan kertas buram pada pembakar sepritus.

c.
Apabila ada noda transparan, maka bahan makanan tersebut mengandung
lemak.
d.
e.

Memasukkan data pada table pengamatan.


Melakukan hal yang sama pada bahan makanan yang lain.

NO

1.

JENIS
MAKANAN

ROTI

REAKSI
PERUBAHAN
WARNA
LUGOL BIURET

UNGU

COKLAT

NODA
KERTAS
BURAM

HASIL UJI MAKANAN


AMILUM

PROTEI
N
-

KETERA
N

LEMAK

+
2.

MINYAK

COKLA
T

KUNING

TRANSPAR
AN

3.

MENTEGA

KUNIN
G

KUNING

TRANSPAR
AN

4.

SUSU

PUTIH

UNGU

5.

SANTAN

PUTIH

UNGU

TRANSPAR
AN

ROTI
MENGA
G AMILU
KARENA
BEWAR
BIRU
MINYAK
MENGA
G LEMA
KARENA
TRANSP
DI KERT
BURAM
MENTEG
MENGA
G LEMA
KARENA
TRANSP
DI KERT
BURAM
SUSU
MENGA
G PROT
KARENA
DIBERI
LARUTA
BIURET
BERWA
UNGU
SANTAN
MENGA
G LEMA
KARENA
TRANSP
DI KERT
BURAM
MENGA
G PROT

6.

KUNING
TELUR

KUNIN
G

KUNING

7.

PUTIH
TELUR

ORANG
E

UNGU

8.

BUBUR

UNGU
KEHITAMA
N

BIRU

Keterangan :
1. Jika larutan makanan diberi larutan lugol dan berubah menjadi biru tua maka
larutan tersebut mengandung amilum
2. Jika larutan makanan diberi larutan biuret dan berubah menjadi ungu maka
larutan tersebut mengandung protein
3. Jika larutan makanan diberi fehling A dan fehling B dan berubah menjadi
merah bata maka larutan tersebut mengandung glukosa
Tabel 3. Hasil uji lemak
Keterangan :
1. Jika larutan makanan diteteskan pada kertas HVS dan kertas HVS menjadi
transparan maka terbukti larutan tersebut mengandung lemak

VII.

PEMBAHASAN

Pada kegiatan praktikum ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk
mengetahui kandungan makanan, antara lain :

KARENA
DIBERI
LARUTA
BIURET
BERWA
UNGU
KUNING
TELUR
TIDAK
MENGA
G APAP
PUTIH T
MENGA
G PROT
KARENA
DIBERI
LARUTA
BIURET
BERWA
UNGU
BUBUR
MENGA
G AMILU
KARENA
DIBERI
LARUTA
LUGOL
BERWA
UNGU
KEHITAM

Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung


karbohidrat(amilum) atau tidak. Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam,
maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti
makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.
Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila
bahan makanan itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret
akan menghasilkan warna ungu/ warna lembayung. Hal itu terjadi karena ada
ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi sebagau berikut :
kompleks koordinasi antara Cu 2+ dgn gugus -C=O dan NH ikatan peptida dalam
larutan alkalis, akan membentuk warna lembayung.
Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa
pada bahan makanan jika hasil reaksi tersebut menghasilkan warna merah bata.
Hal itu terjadi Ketika reagen benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan
glukosa, di mana glukosa memiliki elektron untuk diberikan, tembaga(salah satu
kandungan di reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami
reduksi sehingga terjadilah perubahan warna. Selama proses ini CU2+ tereduksi
menjadi CU+. Ketika Cu mengalami reduksi, glukosa memberikan salah satu
elektronnya dan dioksidasi. Karena glukosa mampu mereduksi Cu pada benedict,
maka glukosa disebut sebagai gula pereduksi. Dan menghasilkan warna merah
bata.
Kertas buram adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas
buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada
pengujian lemak ini makanan yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas
buram setelah itu di panaskan di atas pembakar sepritus sehingga kandungan
air mudah mongering, jika ada noda transparan maka bahan makanan tersebut
mengandung lemak.

LAMPIRAN

VIII.
a.

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan

Dari percobaan tersebut dapat kita ketahui bahwa untuk menentukan


ada tidaknya kandungan zat amilum, protein, glukosa dan lemak pada makanan
dapat kita ketahui dengan menguji makanan dengan uji lugol, uji biuret, larutan
fehling dan uji lemak dengan kertas HVS buram.
1.
Jika bahan makanan berubah menjadi warna biru kehitaman setelah
dicampur oleh lugol maka makanan tersebut mengandung amilum/karbohidrat.
2.
Jika kertas yang telah diolesi oleh bahan makanan menjadi transparant
setelah dijemur, maka makanan tersebut mengandung lemak.
3.
Jika bahan makanan yang telah dicampur oleh beberapa tetes biuret
berubah warna menjadi ungu maka makanan tersebut mengandung protein.

IX.

DAFTAR PUSTAKA

http://tutorjunior.blogspot.com/2009/10/uji-kandungan-makanan.html
http://www.forumsains.com/biologi-smu/lugol-biuret-benedict-dan-fehling/
http://www.id.wikipedia.com