Anda di halaman 1dari 22

INSTALASI RAWAT INAP

1. Kepatuhan Pemakaian APD Saat


Menolong Persalinan.
1

NamaIndikator

2
3

Program
Dimensi :
KelayakanEfisiensidll.
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
EfektifitasKeselamatan
Tujuan
Mengetahui kepatuhan pemakaian APD pada
saat menolong persalinan
DasarPemikiran / Literatur
SPM RS
Definisi
Petugas
penolong
persalinan
pervaginam
memakai APD dan mengisi lembar pemakaian
APD
Kriteria
Semua petugas yang menolong persalinan
Inklusi
pervaginam
Ekslusi
TipeIndikator
InputProses
Output
Outcome
JenisIndikator
Rate base
Presentase
Numerator
Jumlah penolong persalinan yangmemakai dan
mengisi lembar pemakaian APD
Denominator
Jumlah persalinan pervaginam dalam satu bulan.
Cara Pengukuran
Jumlah penolong persalinan yang memamaki dan
mengisi lembar pemakaian APD dibagi jumlah
persalinan pervaginam dalam satu bulan x100%
Target PengukuranIndikator 100%
Sumber Data
Observasi
Checklist

4
5
6

8
9
10
11
12

13
14

Kepatuhan pemakaian APD saat menolong


persalinan.
Keselamatan Pasien (ISKP 5)

15
16
17

Target sampel (N)


Semua Populasi
TempatPengambilan data
Ruang Irna Ibu dan Anak
MetodologiPengumpulan Data
RetrospektifConcurrent

18

FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan

Semester

Tahunan

19
20
21

PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

Tahunan

2. Kepatuhan Pengisian Pemantauan


Suhu Pada Penyimpanan Obat Di
Lemari Es.
1

NamaIndikator

2
3

Program
Dimensi :
KelayakanEfisiensidll.
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
EfektifitasKeselamatan
Tujuan
Mengetahui kepatuhan pengisian lembar
pemantauan pada penyimpanan obat di lemari se
DasarPemikiran / Literatur
Bahwa obat harus disimpan pada suhu optimum
Definisi
Pengisian
pemantauan suhu adalah kegiatan
menuliskan suhu lemari es ke dalam lembar
pemantauan suhu satu kali pershift dinas
Kriteria
Semua lemari es untuk penyimpanan obat yang
Inklusi
ada di ruang irna ibu anak
Ekslusi
TipeIndikator
Input
Proses
Output
Outcome
JenisIndikator
Rate base
Presentase
Numerator
Jumlah kolom dalam lembar pemantauan yang
terisi lengkap
Denominator
Jumlah shift dinas dalam satu bulan
Cara Pengukuran
Jumlah kolom dalam lembar pemantauan yang
terisi lengkap dibagi jumlah shift dinas dalam
satu bulan x100%
Target PengukuranIndikator 100 %
Sumber Data
Observasi
Checklist
Target sampel (N)
Semua Populasi

4
5
6

8
9
10
11
12

13
14

15

Kepatuhan Pengisian Pemantauan Suhu Pada


Penyimpanan Obat Di Lemari Es
IAM 3

16
17
18
19
20
21

TempatPengambilan data
Irna Ibu dan Anak
MetodologiPengumpulan Data
RetrospektifConcurrent
FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
Semester
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

Tahunan

3.Ketaatan Pemasangan Tanda Resiko Jatuh di


Tempat Tidur
1

NamaIndikator

2
3

Program
Dimensi :
KelayakanEfisiensidll.
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
EfektifitasKeselamatan
Tujuan
Mengetahui kepatuhan petugas kesehatan dalam
memasang tanda ini
DasarPemikiran / Literatur
PERMENKES No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011
Definisi
Semua petugas Rumah Sakit memasang tanda
resiko jatuh pada pasien sesuai dengan hasil
asesmen resiko jatuh
Kriteria
Semua pasien dengan resiko jatuh sedang tinggi
Inklusi
Pasien dengan resiko jatuh ringan / tidak beresiko
Ekslusi
TipeIndikator
InputProses
Output
Outcome
JenisIndikator
Rate base
Presentase
Numerator
Jumlah pasien yang terpasang tanda resiko jatuh
Denominator
Jumlah pasien yang resiko jatuh sedang tinggi
Cara Pengukuran
Jumlah pasien yang terpasang tanda resiko jatuh
dibagi jumlah pasien yang resiko jatuh sedang
tinggi x100%
Target PengukuranIndikator 100 %
Sumber Data :
Lembar observasi
Checklist
Target sampel (N)
Semua Populasi

4
5
6

8
9
10
11
12

13
14

15

Ketaatan Pemasangan Tanda Resiko Jatuh di


Tempat Tidur
ISKP (6)

16
17
18
19
20
21

TempatPengambilan data
Instalasi Rawat Inap
MetodologiPengumpulan Data
RetrospektifConcurrent
FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
Semester
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

Tahunan

4. Ketaatan
Dokter
Untuk
Melakukan
Validasi
Laporan
Metode SBAR Dari Perawat.
1

NamaIndikator

2
3

Program
Dimensi :
KelayakanEfisiensidll.
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
EfektifitasKeselamatan
Tujuan
Supaya setiap perintah dokter dapat
dipertanggungjawabkan.
DasarPemikiran / Literatur
PERMENKES No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011
Definisi
Validasi laporan SBAR dari perawat harus
ditandatangani oleg dokter di kolom konfirmasi.
Kriteria
Semua laporan SBAR yang ada stempel
Inklusi
konfirmasi dokter.
Semua laporan SBAR yang tidak ada stempel
Ekslusi
konfirmasi dokter.
Semua pasien rawat inap diagnostik.
TipeIndikator
Input
Proses
Output
Outcome
JenisIndikator
Rate base
Presentase
Numerator
Jumlah laporan SBAR yang ditandatangani oleh
Dokter.
Denominator
Jumlah laporan SBAR yang ada stempel
konfirmasi.
Cara Pengukuran
Jumlah laporan SBAR yang ditandatangani oleh
dokter dibagi jumlah laporan SBAR yang ada

4
5
6
7

9
10
11
12

Ketaatan Dokter Untuk Melakukan


Laporan Metode SBAR Dari Perawat.
SKP 2

Validasi

13
14
15
16
17
18
19
20
21

stempel konfirmasi x100%


100 %

Target PengukuranIndikator
Sumber Data :
Rekam Medik
Target sampel (N)
Sampling 20% dari total pasien pulang
TempatPengambilan data
Instalasi Rekam Medik
MetodologiPengumpulan Data
RetrospektifConcurrent
FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
Semester
Tahunan
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

5. Ketepatan Pemberian Obat.


1
2
3

4
5
6

9
10
11
12
13
14

NamaIndikator
Ketepatan pemberian obat
Program
Area Klinis Ketepatan Medikasi
Dimensi :
KelayakanEfisiensidll.
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
EfektifitasKeselamatan
Tujuan
Mencegah terjadinya insiden salah pemberian
obat
DasarPemikiran / Literatur
PERMENKES No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011
Definisi
Yang dimaksud tidak tepat apabila: salah obat,
salah jumlah, salah admin,salah rute pemberian,
salah identitas pada kartu obat, dan salah pasien.
Kriteria
Semua pasien rawat inap yang mendapatkan
Inklusi
obat
Ekslusi
TipeIndikator
Input
Proses
Output
Outcome
JenisIndikator
Rate base
Presentase
Numerator
Jumlah pasien dengan pemberian obat yang tepat
Denominator
Jumlah pasien dalam satu bulan
Cara Pengukuran
Jumlah pasien dengan pemberian obat yang tepat
dibagi Jumlah pasien dalam satu bulan x 100 %
Target PengukuranIndikator 100 %
Sumber Data :

15
16
17
18
19
20
21

Insiden report
Target sampel (N)
Semua populasi
TempatPengambilan data
Semua unit perawatan
MetodologiPengumpulan Data
Retrospektif Concurrent
FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
Semester
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

Tahunan

6. Kepatuhan
Perawat
Dalam
Melakukan
Identifikasi
Pasien
Sebelum Melakukan Tindakan Bagi
Obat.
1

NamaIndikator

2
3

Program
Dimensi :
KelayakanEfisiensidll.
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
EfektifitasKeselamatan
Tujuan
Untuk memastikan tidak salah pasien.
DasarPemikiran / Literatur
Definisi
Setiap akan melakukan tindakan bagi obat pasien
akan ditanya tentang nama dan tanggal lahir dan
dicocokkan dengan gelang identitas pasien dan
label pada kartu obat.
Kriteria
Semua pasien rawat inap yang mendapat obat.
Inklusi
Tidak ada
Ekslusi
TipeIndikator
Input
Proses
Output
Outcome
JenisIndikator

4
5
6

Kepatuhan perawat dalam melakukan identifikasi


pasien sebelum melakukan tindakan bagi obat
SKP 1

10

Rate base
Numerator

11

Denominator

12

Cara Pengukuran

13

Target
PengukuranIndikator
Sumber Data :
Cek lyst
Target sampel (N)

14
15
16
17
18
19
20
21

Presentase
Jumlah tindakan bagi obat yang dilakukan
identifikasi sebelumnya
Jumlah semua tindakan bagi obat yang
diobservasi
Jumlah tindakan bagi obat yang dilakukan
identifikasi sebelumnya dibagi jumlah semua
tindakan bagi obat yang diobservasi x 100%
100 %

10% dari jumlah tindakan pemberian obat


perbulan
TempatPengambilan data
Instalasi rawat inap
MetodologiPengumpulan Data
Retrospektif Concurrent
Frekuensi Penilaian
Harian Mingguan Bulanan Triwulan
Semester
Tahunan
Periode Pelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
Rencana Analisis
Run chart
Data di sebarkanluaskan
dengan cara

7. Ketepatan Waktu Pasien Pulang.


1
2
3

4
5
6
7

9
10

NamaIndikator
Ketepatan waktu pasien pulang
Program
Managemen/mutu layanan
Dimensi :
KelayakanEfisiensiEfikasi
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
Efektifitas Keselamatan
Tujuan
Setiap pasien pulang akan terlayani sesuai
dengan waktu yang ditentukan .
DasarPemikiran / Literatur
Definisi
Waktu pasien pulang adalah 2 jam sejak saat
diberitahukan bahwa pasien boleh pulang.
Kriteria
Semua pasien pulang
Inklusi
Pasien asuransi
Ekslusi
TipeIndikator
Input
Proses
Output
Outcome
JenisIndikator
Rate base
Presentase
Numerator
Jumlah pasien pulang yang terlayani tepat waktu

11
12

Denominator
Cara Pengukuran

13
14

Target PengukuranIndikator
Sumber Data:
Lembar respon time pasien pulang
Target sampel (N)
Semua populasi
TempatPengambilan data
Ruang rawat inap
MetodologiPengumpulan Data
RetrospektifConcurrent
FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
Semester
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

15
16
17
18
19
20
21

Jumlah semua pasien pulang


Jumlah pasien pulang yang terlayani tepat waktu
dibagi jumlah semua pasien pulang x100%
>80%

Tahunan

8. Ketepatan Melakukan Asesmen


Nyeri Pada Pasien Dewasa.
1

Nama Indikator

2
3

Program
Dimensi :
KelayakanEfisiensidll.
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
EfektifitasKeselamatan
Tujuan
DasarPemikiran / Literatur
Definisi
Kriteria
semua pasien dewasa post op yang bisa
Inklusi
dilakukan asesmen nyeri dengan metode
numeric/wong baker face scale
Pasien dewasa post op yang dilakukan asesmen
Ekslusi
nyeri dengan metode comfort scale
TipeIndikator

4
5
6
7

Ketepatan melakukan asesmen nyeri pada pasien


dewasa

9
10
11
12
13
14

Input Proses
JenisIndikator
Rate base
Numerator
Denominator

Output

Outcome

Presentase
jumlah pasien dewasa post operasi
Jumlah pasien post op yang dilakukan asesmen
nyeri sesuai ketentuan
Cara Pengukuran
Observasi-check lyst
Target PengukuranIndikator 100%
Sumber Data
Check lyst

15
16
17

Target sampel (N)


Semua Populasi
TempatPengambilan data
Ruang Irna
MetodologiPengumpulan Data
RetrospektifConcurrent

18

FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

19
20
21

Semester

Tahunan

Tahunan

9. Ketepatan Identitas.
1
2
3

4
5
6

NamaIndikator
Ketepatan Identitas
Program
ISKP 1
Dimensi :
KelayakanEfisiensiEfikasi
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
Efektifitas Keselamatan
Tujuan
Untuk mengetahui ketepatan identitas
DasarPemikiran / Literatur
PERMENKES No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011
Definisi
Salah identitas apabila label identitas tidak
terpasang, salah pasang, salah penulisan nama,
salah penulisan gelar (Tn/Ny/An), salh jenis
kelamin, salah alamat.
Kriteria
Semua pasien yang dilayani
Inklusi
Ekslusi
TipeIndikator
Input
Proses
Output

9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Outcome
JenisIndikator
Rate base
Numerator
Denominator
Cara Pengukuran

Presentase
Jumlah pasien
Jumlah pasien
Jumlah pasien
jumlah pasien
100 %

yang tepat identitasnya


dalam satu bulan
yang tepat identitasnya dibagi
dalam satu bulan

Target PengukuranIndikator
Sumber Data :
Insiden report
Target sampel (N)
Semua populasi
TempatPengambilan data
Semua unit pelayanan
MetodologiPengumpulan Data
RetrospektifConcurrent
FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
Semester
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

10.Terpasang
Gelang
Pasien Rawat Inap
1
2
3

4
5
6
7

Tahunan

Identitas

NamaIndikator
Terpasang gelang identitas pasien rawat inap
Program
ISKP 1
Dimensi :
KelayakanEfisiensiEfikasi
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
Efektifitas Keselamatan
Tujuan
Semua pasien rawat inap terpasang gelang
identitas
DasarPemikiran / Literatur
PERMENKES No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011
Definisi
Semua pasien rawat inap terpasang gelang
identitas dari sejak pertama kali masuk.
Kriteria
Semua pasien rawat inap
Inklusi

10

Ekslusi
TipeIndikator
Input
Outcome
JenisIndikator
Rate base
Numerator

11
12

Denominator
Cara Pengukuran

13
14

Target PengukuranIndikator
Sumber Data :
Insiden report
Target sampel (N)
Semua populasi
TempatPengambilan data
Semua unit perawatan
MetodologiPengumpulan Data
Retrospektif Concurrent
FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
Semester
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

15
16
17
18
19
20
21

Pasien one day care


Proses

Output

Presentase
Jumlah pasien rawat inap yang terpasang gelang
identitas
Jumlah pasien dlm satu bulan
Jumlah pasien yang terpasang gelang identitas
dibagi jumlah pasien dalam satu bulan x 100%
100 %

Tahunan

11.Pelaksanaan Komunikasi SBAR.


1
2
3

4
5
6

NamaIndikator
Pelaksanaan komunikasi SBAR
Program
ISKP 2
Dimensi :
KelayakanEfisiensiEfikasi
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
Efektifitas Keselamatan
Tujuan
System komunikasi SBAR sesuai standar
DasarPemikiran / Literatur
PERMENKES No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011
Definisi
Komunikasi SBAR adalah komunikasi efektif
melalui
telepon
yang
meliputi
Situation,
Background, Assesment, Recommendation dan

Konfirmasi ulang antar pemberi dan penerima


layanan dan menuliskan secara SBAR dalam
catatan terintegrasi.
7

Kriteria
Inklusi

Semua pasien rawat inap yang menggunakan


komunikasi SBAR dan ditulis di catatan
terintegrasi secara SBAR.
Pasien IGD dan IRJ yang tidak rawat inap

10

Ekslusi
TipeIndikator
Input
Outcome
JenisIndikator
Rate base
Numerator

11

Denominator

12

Cara Pengukuran

13
14

Target PengukuranIndikator
Sumber Data :

15
16
17

Target sampel (N)


Semua populasi yang diobservasi
TempatPengambilan data
Unit perawatan
MetodologiPengumpulan Data
Retrospektif Concurrent
FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
Semester
Tahunan
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

18
19
20
21

Proses

Presentase
Jumlah pasien yang menggunakan komunikasi
SBAR dan terdokumentasi secara SBAR
Jumlah pasien yang menggunakan komunikasi
SBAR yang diobservasi.
Jumlah pasien yang menggunakan komunikasi
SBAR dan terdokumentasi secara SBAR dibagi
jumlah pasien yang menggunakan SBAR yang
diobservasi X100%
100 %

12. Pelaksanaan Asi Eksklusif.


1
2
3

Output

NamaIndikator
Pelaksanaan ASI Eksklusif
Program
Perinatal
Dimensi :
KelayakanEfisiensiEfikasi
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
Efektifitas Keselamatan

4
5
6

Tujuan
DasarPemikiran /
Literatur
Definisi

Kriteria
Inklusi

9
1
0
1
1
1
2

1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1

Ekslusi

TipeIndikator
Input
Outcome
JenisIndikator
Rate base
Numerator
Denominator
Cara Pengukuran

Target
PengukuranIndikator
Sumber Data :
Observasi dan checklist
Target sampel (N)

Bayi mendapatkan ASI sesuai kebutuhannya.


Mengacu pada Kegiatan PONEK

ASI eksklusif adalah pemberian ASI (Air


Susu Ibu) sedini mungkin setelah
persalinan, diberikan tanpa jadwal dan
tidak diberi makanan lain, walaupun
hanya air putih sampai bayi berumur 6
bulan.
Semua bayi yang lahir dan dirawat di rumah
sakit yang mendapat ASI saja dan tidak
diberikan tambahan PASI
Bayi sakit, bayi di incubator dan bayi dengan
lampu therapy
Proses

Presentase
Jumlah bayi yang mendapat SI saja dan tidak
diberikan tambahan PASI dalam satu bulan.
Jumlah bayi yang lahir dalam satu bulan
Jumlah bayi yang mendapat ASI saja dan
tidak diberikan tambahan PASI dalam satu
bulan dibagi Jumlah bayi yang lahir dalam
satu bulan X100%
100 %

Semua populasi yang diobservasi

TempatPengambilan
Unit Irna Ibu Anak
data
MetodologiPengumpulan Data
Retrospektif Concurrent
FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
Semester
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengan
cara

Output

Tahunan

13.Pelaksanaan Rawat Gabung.


1
2
3

NamaIndikator
Pelaksanaan Rawat Gabung
Program
Perinatal
Dimensi :
KelayakanEfisiensiEfikasi
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
Efektifitas Keselamatan
Tujuan
Rawat gabung dimaksudkan agar bayi mudah
diamati dan dijangkau oleh ibunya setiap saat
sehingga memungkinkan pemberian ASI kepada
bayi sesuai dengan kebutuhannya.

5
6

DasarPemikiran / Literatur
Definisi

Kriteria
Inklusi

Mengacu pada kegiatan PONEK


Rawat Gabung adalah pelayanan yang diberikan
kepada bayi baru lahir, ditempatkan bersama
ibunya dalam satu ruangan dan dilakukan
perawatan bersama-sama secara terus menerus
selama 24 jam.
Semua bayi baru lahir yang dilakukan perawatan
bersama-sama ibunya secara terus menerus
dalam 24 jam.
-

10

Ekslusi
TipeIndikator
Input
Outcome
JenisIndikator
Rate base
Numerator

11
12

Denominator
Cara Pengukuran

13
14

Target PengukuranIndikator
Sumber Data :

15
16
17

Target sampel (N)


Semua populasi
TempatPengambilan data
Unit Irna Ibu Anak
MetodologiPengumpulan Data
Retrospektif Concurrent

Proses

Output

Presentase
Jumlah bayi baru lahir yang dilakukan perawatan
bersama-sama ibunya selama 24 jam dan yang
tidak diberi PASI
Jumlah bayi baru lahir dalam satu bulan
Jumlah bayi baru lahir yang dilakukan perawatan
bersama-sama ibunya selama 24 jam dan yang
tidak diberi PASI dibagi Jumlah bayi baru lahir
dalam satu bulan X100%
100 %

18
19
20
21

FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

Semester
Tahunan

14.Pelaksanaan
PMK
Metode Kanguru).
1

NamaIndikator

2
3

Program
Dimensi :
KelayakanEfisiensiEfikasi
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
Efektifitas Keselamatan
Tujuan

Pelaksanaan
Kanguru).
Perinatal

Tahunan

PMK

(Perawatan
(Perawatan

Metode

Untuk menstabilkan suhu dengan lebih


cepat, menstabilkan denyut nadi, dan
pernapasan.
5
6

DasarPemikiran /
Literatur
Definisi

Kriteria
Inklusi

Ekslusi
TipeIndikator
Input

Mengacu pada kegiatan PONEK


Perawatan Metode Kanguru adalah metode
perawatan BBLR seperti bayi kanguru dalam
kantung kanguru selama diperlukan dengan
menyediakan situasi dan kondisi yang bisa
memberikan
kehangatan/sumber
panas
secara langsung dari kulit ibu ke kulit bayi.
Semua BBLR kurang dari 2500 gram tanpa
memandang usia kehamilan,baik premature
atau cukup bulan yang memenuhi kriteria
untuk PMK ( grafik BB cenderung naik, KU
baik, suhu tubuh stabil, mampu mengisap
dan menelan, tidak pakai infus,
ibu/pengganti bersedia ).
Proses

Output

9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1

Outcome
JenisIndikator
Rate base
Numerator

Presentase
Jumlah BBLR yang dilakukan PMK

Denominator

Jumlah semua BBLR dalam satu bulan.

Cara Pengukuran

Jumlah BBLR yang dilakukan PMK dibagi


Jumlah semua BBLR dalam satu
bulan.X100%
100 %

Target
PengukuranIndikator
Sumber Data :
Target sampel (N)

Semua populasi

TempatPengambilan
Unit Irna Ibu Anak
data
MetodologiPengumpulan Data
Retrospektif Concurrent
FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
Semester
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
RencanaAnalisis
Run chart

Tahunan

Data di
sebarkanluaskandengan
cara

15.Pelaksanaan IMD (Inisiasi


Menyusui Dini).
1
2
3

4
5
6

NamaIndikator
Pelaksanaan IMD (Inisiasi Menyusui Dini)
Program
Perinatal
Dimensi :
KelayakanEfisiensiEfikasi
KetersediaanKetepatanWaktu
KesinambunganManfaat
Efektifitas Keselamatan
Tujuan
Semua bayi baru lahir yang sehat dapat
dilakukan IMD
DasarPemikiran / Literatur
Mengacu pada kegiatan PONEK
Definisi
Inisiasi Menyusu Dini adalah segera menaruh
bayi didada ibu, kontak kulit dengan kulit (skin to

skin kontak) segera setelah lahir setidaknya satu


jam atau lebih sampai bayi menyusu sendiri.
7

10
11
12

Kriteria
Inklusi
Ekslusi
TipeIndikator
Input
Outcome
JenisIndikator
Rate base
Numerator
Denominator
Cara Pengukuran

13
14

Target PengukuranIndikator
Sumber Data :

15
16
17

Target sampel (N)


Semua populasi
TempatPengambilan data
Unit Irna Ibu Anak
MetodologiPengumpulan Data
Retrospektif Concurrent
FrekuensiPenilaian
HarianMingguanBulananTriwulan
Semester
PeriodePelaporan
BulananTriwulan
Semester
Tahunan
RencanaAnalisis
Run chart
Data di
sebarkanluaskandengancar
a

18
19
20
21

Semua IMD dalam waktu 30 menit-1 jam


IMD yang kurang dari 30 menit
Proses

Presentase
Jumlah persalinan
Jumlah persalinan
Jumlah persalinan
Jumlah persalinan
100 %

Output

yang dilakukan IMD


dalam satu bulan.
yang dilakukan IMD dibagi
dalam satu bulan X100%

Tahunan

16. Ketaatan
Penggantian
Obat
Emergency Setelah Dipakai di IRNA.

Nama Indikator

2
3

Program
Dimensi :
Keselamatan

Tujuan

Dasar Pemikiran /
Literatur
Definisi

Ketaatan Penggantian Obat Emergency Setelah


Dipakai di IRNA.
ISKP 3

Tergambarnya kemampuan rumah sakit dalam


menyediakan obat emergency sesuai kebutuhan di
IRNA.
Permenkes Nomor 58 Tahun 2014 tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
1. Obat emergency adalah obatyang
harus
disediakan oleh oleh Instalasi Farmasi di IRNA
sesuai dengan daftar obat yang telah
ditentukan oleh RS untuk keperluan live saving.
2. Ketaatan petugas farmasi dalam mengganti
obat emergency setelah dipakai oleh perawat
di IRNA.
3. Ketaatan petugas farmasi tersebut dibuktikan
dengan terpasangnya segel dan nomor register
di troli emergency.

10

Kriteria
Inklusi
Ekslusi
Tipe Indikator
Outcome
Jenis Indikator
Prosentase
Numerator

11

Denominator

12

Cara Pengukuran

13

Target Pengukuran
Indikator
Sumber Data
Observasi
Target sampel (N)
Populasi hari
Tempat Pengambilan data
Metodologi Pengumpulan Data
Concurent
Frekuensi Penilaian
HarianBulanan
Periode Pelaporan

8
9

14
15
16
17
18
19

Semua troli emergency di IRNA

Terpasangnya segel dan nomor register di troli


emergency
Terpasangnya semua segel dan nomor register di
troli emergency
Terpasangnya segel dan nomor register di troli
emergency dikurangi tidak terpasangnya segel
dan nomor register di troli emergency dibagi
terpasangnya semua segel dan nomor register di
troli emergency
100 % tersedia

20
21

Bulanan
Triwulan
Rencana Analisis
Data di sebarkan luas kan
dengan cara

Semester
Run Chart

Tahunan

17. Respontime pemeriksaan pasien di


IGD kurang dari 10 menit
1

Nama Indikator

2
3

Program
Dimensi :
Keselamatan

Tujuan

Dasar Pemikiran /
Literatur
Definisi

10

Kriteria
Inklusi
Ekslusi
Tipe Indikator
Outcome
Jenis Indikator
Prosentase
Numerator

11

Denominator

12

Cara Pengukuran

8
9

Respontime pemeriksaan pasien di IGD kurang dari


10 menit
ISKP 3

Tergambarnya kemampuan rumah sakit dalam


menyediakan obat emergency sesuai kebutuhan di
IRNA.
Permenkes Nomor 58 Tahun 2014 tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
4. Obat emergency adalah obatyang
harus
disediakan oleh oleh Instalasi Farmasi di IRNA
sesuai dengan daftar obat yang telah
ditentukan oleh RS untuk keperluan live saving.
5. Ketaatan petugas farmasi dalam mengganti
obat emergency setelah dipakai oleh perawat
di IRNA.
6. Ketaatan petugas farmasi tersebut dibuktikan
dengan terpasangnya segel dan nomor register
di troli emergency.
Semua troli emergency di IRNA

Terpasangnya segel dan nomor register di troli


emergency
Terpasangnya semua segel dan nomor register di
troli emergency
Terpasangnya segel dan nomor register di troli
emergency dikurangi tidak terpasangnya segel
dan nomor register di troli emergency dibagi
terpasangnya semua segel dan nomor register di
troli emergency

13
14
15
16
17
18
19
20
21

Target Pengukuran
100 % tersedia
Indikator
Sumber Data
Observasi
Target sampel (N)
Populasi hari
Tempat Pengambilan data
Metodologi Pengumpulan Data
Concurent
Frekuensi Penilaian
HarianBulanan
Periode Pelaporan
Bulanan
Triwulan
Semester
Rencana Analisis
Run Chart
Data di sebarkan luas kan
dengan cara

Tahunan

18. Respontime operasi kurang dari 60


menit
1
2
3

Nama Indikator
Program
Dimensi :
Keselamatan

Respontime operasi kurang dari 60 menit


ISKP 3

Tujuan

Dasar Pemikiran /
Literatur
Definisi

Tergambarnya kemampuan rumah sakit dalam


menyediakan obat emergency sesuai kebutuhan di
IRNA.
Permenkes Nomor 58 Tahun 2014 tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
7. Obat emergency adalah obatyang
harus
disediakan oleh oleh Instalasi Farmasi di IRNA
sesuai dengan daftar obat yang telah
ditentukan oleh RS untuk keperluan live saving.
8. Ketaatan petugas farmasi dalam mengganti
obat emergency setelah dipakai oleh perawat
di IRNA.
9. Ketaatan petugas farmasi tersebut dibuktikan
dengan terpasangnya segel dan nomor register
di troli emergency.

8
9

Kriteria
Inklusi
Ekslusi
Tipe Indikator
Outcome
Jenis Indikator

Semua troli emergency di IRNA

10

Prosentase
Numerator

11

Denominator

12

Cara Pengukuran

13

Target Pengukuran
Indikator
Sumber Data
Observasi
Target sampel (N)
Populasi hari
Tempat Pengambilan data
Metodologi Pengumpulan Data
Concurent
Frekuensi Penilaian
HarianBulanan
Periode Pelaporan
Bulanan
Triwulan
Semester
Rencana Analisis
Run Chart
Data di sebarkan luas kan
dengan cara

14
15
16
17
18
19
20
21

Terpasangnya segel dan nomor register di troli


emergency
Terpasangnya semua segel dan nomor register di
troli emergency
Terpasangnya segel dan nomor register di troli
emergency dikurangi tidak terpasangnya segel
dan nomor register di troli emergency dibagi
terpasangnya semua segel dan nomor register di
troli emergency
100 % tersedia

Tahunan

19. Respontime pengadaan darah kurang


dari 60 menit
1

Nama Indikator

2
3

Program
Dimensi :
Keselamatan

Tujuan

Dasar Pemikiran /
Literatur
Definisi

Respontime pengadaan darah kurang dari 60


menit
ISKP 3

Tergambarnya kemampuan rumah sakit dalam


menyediakan obat emergency sesuai kebutuhan di
IRNA.
Permenkes Nomor 58 Tahun 2014 tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
10.Obat emergency adalah obatyang
harus
disediakan oleh oleh Instalasi Farmasi di IRNA
sesuai dengan daftar obat yang telah
ditentukan oleh RS untuk keperluan live saving.
11.Ketaatan petugas farmasi dalam mengganti

obat emergency setelah dipakai oleh perawat


di IRNA.
12.Ketaatan petugas farmasi tersebut dibuktikan
dengan terpasangnya segel dan nomor register
di troli emergency.
7

10

Kriteria
Inklusi
Ekslusi
Tipe Indikator
Outcome
Jenis Indikator
Prosentase
Numerator

11

Denominator

12

Cara Pengukuran

13

Target Pengukuran
Indikator
Sumber Data
Observasi
Target sampel (N)
Populasi hari
Tempat Pengambilan data
Metodologi Pengumpulan Data
Concurent
Frekuensi Penilaian
HarianBulanan
Periode Pelaporan
Bulanan
Triwulan
Semester
Rencana Analisis
Run Chart
Data di sebarkan luas kan
dengan cara

8
9

14
15
16
17
18
19
20
21

Semua troli emergency di IRNA

Terpasangnya segel dan nomor register di troli


emergency
Terpasangnya semua segel dan nomor register di
troli emergency
Terpasangnya segel dan nomor register di troli
emergency dikurangi tidak terpasangnya segel
dan nomor register di troli emergency dibagi
terpasangnya semua segel dan nomor register di
troli emergency
100 % tersedia

Tahunan