Anda di halaman 1dari 2

Kaptopril (Capoten).

Mekanisme kerja:

Menghambat ACE pada paru-paru, yang mengurangi sintesis

vasokonstriktor, angiotensin II. Menekan aldosteron, mengakibatkan natrioresis. Dapat


merangsang produksi vasodilator (bradikinin, prostaglandin).
Indikasi:

Hipertensi. Terutama berguna untuk hipertensi dengan rennin tinggi. Obat

yang disuplai untuk pasien hipertensi nefropati diabetic karena kadar glukosa tidak
dipengaruhi. Gagal jantung digunakan dengan diuretik digitalis.
Kontraindikasi : Dosis : Awal: 25.
Maksimal: 100.
Frekuensi pemberian: 2x.
Sediaan : tablet 12,5mg; 25mg; 50mg
Efek samping: Semua penghambat ACE: dosis pertama hipotensi, pusing, proteinuri, ruam,
takikardi, sakit kepala. Kaptopril jarang menyebabkan agranulosikosis atau neutropeni.
2. Lisinopril (missal: Prinivil).
Mekanisme kerja : sama dengan kaptopril
Indikasi : sama dengan kaptopril
Kontraindikasi : sama dengan kaptopril
Dosis : Awal: 5.
Maksimal: 20.
Frekuensi pemberian: 1x.
Sediaan : tablet 5mg; 10mg, 20mg
Efek samping : sama dengan kaptopril.
3. Ramipril (Altase)
Benazepril (Lotensin).
Fosinopril.
Mekanisme kerja : sama dengan kaptopril
Indikasi : sama dengan kaptopril
Kontraindikasi : sama dengan kaptopril
Dosis : Ramipril (Altase) : Awal: 1,25.
Maksimal: 5.
Frekuensi pemberian: 1x.
Sediaan : tablet 1,25mg; 2,5mg, 5mg
Benazepril (Lotensin) : Awal: 10.
Maksimal: 20.
Frekuensi pemberian: 2x.
Sediaan : tablet 10mg
Fosinopril. : Awal: 10.
Maksimal: 40.
Frekuensi pemberian: 1x.
Sediaan : tablet 10mg

Efek samping : sama dengan kaptopril.


4. Enalapril (Vasotec).
Mekanisme Kerja : dikonversi menjadi asam enaloprilat yang bekerja seperti kaptopril.
Indikasi : hipertensi ringan sampai berat dan hipertensi renovaskuler, gagal jantung (diuretic
dan digitalis).
Kontraindikasi : Dosis : Awal: 5.
Maksimal: 40.
Frekuensi pemberian: 1-2x.
Sediaan : tablet 5mg; 10mg
Efek Samping : -