Anda di halaman 1dari 9

ANALISA STRUKTUR I

AFRILDA SARI,ST.,MT

TUJUAN

Dapat
memahami
dan
menguasai prinsip-prinsip serta
konsep analisa struktur statis
tak tentu, sehingga dapat
menggambarkan gaya geser
dan momen, yang nantinya
akan digunakan sebagai dasar
perencanaan
struktur
bangunan-bangunan sipil yang
kuat dan stabil

MATERI
Pengantar
Struktur Statis Tertentu dan Statis Tak
Tentu
Metode Persamaan Tiga Momen
Metode Defleksi Kemiringan (The
Slope Deflection Method)
Metode Distribusi Momen ( Cross)

REFERENSI/BAHAN BACAAN :
Analisis Struktur Lanjut, terjemahan,
Kusuma Wirawan & Mulyadi.M
Amenakas A.E., Classical Structural
Analysis McGraw-Hill, 1990
Ghali.A and Neville,AM, Structural
Analysis Chapman A Hall, Erlangga,
1990
Wang C.K., Analysis Struktur Lanjutan,
Erlangga , 1992

EVALUASI

1.Kehadiran
: 25 %/15%
2.Tugas + Kuis
: 25 %/25%
3.Ujian Mid Semester : 25 %/30%
4.Ujian Akhir Semester : 25 %/30%
TOTAL
: 100 %

STUKTUR STATIS TERTENTU


DAN STRUKTUR STATIS TAK
TENTU
I.

GOLONGAN STRUKTUR :
a. BALOK (BEAM) adalah suatu batang struktur yang hanya
menerima beban tegak saja, dan dapat dianalisa secara lengkap
apabila diagram gaya geser dan diagram momennya telah
diperoleh.
b. KERANGA KAKU (RIGID FRAME) adalah suatu struktur yang
tersusun dari batang-batang yang dihubungkan dengan
sambungan kaku, dan dapat dianalisa secara lengkap apabila
telah diperoleh variasi gaya geser, gaya aksial dan momennya
disepanjang rentangan seluruh batang.
c. RANGKA BATANG (TRUSS) adalah suatu struktur yang seluruh
batangnya dianggap dihubungkan dengan sendi, sehingga gaya
geser dan momen pada seluruh batangnya dihilangkan dan dapat
dianalisa secara lengkap apabila gaya aksial (Axial force)
diseluruh batang telah diperoleh.

II. SIFAT STRUKTUR :


Terbagi dalam dua kelompok, yaitu :
1. Statis Tertentu,
Struktur yang dapat dianalisa dengan
menggunkan persamaan V = 0 ., H = 0
., dan M = 0
2. Statis Tak Tentu
Struktur yang tidak dapat dihitung dengan
hanya menggunakan persamaan statika
saja, untuk menganalisa digunakan
persaman-persamaan bantuan lainnya
berupa persamaan sudut penurunan dan
persamaan penurunan (deflection)

UNTUK
MENENTUKAN
JENIS
STRUKTURNYA
TERMASUK
STATIS
TERTENTU
PADA
BALOK
DAN
KERANGKA KAKU DITENTUKAN OLEH
JUMLAH BILANGAN REAKSINYA ADA 3.
SEDANGKAN UNTUK RANGKA BATANG
DITENTUKAN
OLEH
HUBUNGAN
ANTARA JUMLAH BATANG (m), JUMLAH
TITIK
BUHUL
(j)
DAN
JUMLAH
BILANGAN
REAKSI
(r),
DENGAN
PERSAMAAN SBB : m = 2j - r

CONTOH SOAL :

2M

4M

TENTUKAN REAKSI PERLETAKAN JIKA DIKETAHUI


BEBAN LUAR YANG BEKERJA SEBESAR P = 60 KN