Anda di halaman 1dari 4

Minggu

Tanggal

: XXIV Set Trinitatis


: 15 November 2015

Ep. Markus 13:1-8


Ev. Daniel 12:1-13

BIJAKSANA SAMPAI AKHIR ZAMAN


PENDAHULUAN
Pada masa kehidupan Daniel dan penulisan kitab ini, bangsa Israel sedang
berada di masa pembuangan. Tentunya terdapat keputusasaan yang besar
pada benak bangsa Israel akan hal ini. Umat Allah mengharapkan
pembebasannya dari belenggu pembuangan. Tentu saja, Tuhan tidak diam. Ia
berbicara melalui nubuat Daniel, nabi yang penuh kesetiaan dan integritas,
tentang masa depan yang indah bagi umat Allah yang tetap setia, bijaksana,
dan percaya pada-Nya.
PENJELASAN NATS
Perikop ini secara garis besar menjelaskan bagaimana masa depan
bangsa Israel (umat Allah), yang saat itu sedang mengharapkan
pembebasan. Apakah yang akan terjadi dengan mereka? Apakah mereka
akan dapat keluar dari masa-masa penderitaan seperti ini? Nubuat Daniel
menjelaskan pada ayat pertama, bahwa Mikhael, pemimpin besar, malaikat
Allah, akan melindungi mereka bahkan pada masa-masa yang lebih sukar,
sehingga mereka yang namanya tertulis dalam Kitab Tuhan akan selamat.
Di ayat kedua, nubuat Daniel menjelaskan bahwa orang-orang mati akan
dibangkitkan kembali untuk dihakimi. Sebagian dari mereka akan mendapat
kehidupan kekal, sementara sebagian lagi akan mendapat kehinaan dan
kengerian yang kekal. Seperti apakah orang-orang yang tertulis dalam Kitab
Tuhan dan kehidupan kekal? Daniel menjelaskan pada ayat selanjutnya,
bahwa mereka yang mendapat hidup kekal, merupakan orang-orang yang
bijaksana dan orang yang telah menuntun orang lain pada kebenaran.
Mereka akan bercahaya, terang seperti bintang-bintang di langit. Sementara
orang yang mendapat kehinaan dan kengerian kekal, merupakan orangorang yang berlaku sebaliknya.
Daniel diminta oleh Tuhan untuk menyimpan Firman ini (ayat 4). Pada
masa depan orang akan mencari dan mencari tahu tentang Firman ini, dan
nubuat ini benar. Kita sadar betapa pentingnya nubuat Daniel ini dalam
mempersiapkan diri kita untuk menghadapi akhir zaman.

Dalam pengelihatan Daniel, ada dua orang berdiri di dua tepi sungai (ayat
5). Satu bertanya, kapankah hal-hal yang dinubuatkan itu terjadi. Kapankah
orang-orang yang namanya tertulis dalam Kitab, akan diberikan kehidupan
kekal. Hal-hal itu akan terjadi pada akhir zaman. Daniel pun bertanya apakah
yang akan terjadi pada akhirnya. Tuhan berfirman bahwa pada akhir zaman
yang dikatakan itu, semua orang akan disucikan, dimurnikan, dan diuji.
Orang bijaksana, yang sudah mempersiapkan dirinya untuk tahan uji, akan
memahami apa yang terjadi. Sedangkan orang-orang fasik tidak akan
memahami apa yang akan terjadi. Mereka tidak sadar bahwa segala kejadian
yang akan menimpa mereka merupakan ujian untuk mereka dalam
menghadapi akhir zaman.
Akan ada masa-masa di mana orang penuh dengan kebencian yang
menyebabkan kesedihan dan kehancuran, dan orang-orang berhenti
mempersembahkan dirinya pada Tuhan (ayat 11). Umat Allah diminta untuk
tetap setia menunggu hingga mereka mencapai akhir dari masa itu dalam
kurun waktu yang panjang. Apabila mereka tetap setia dan tidak mengikut
arus orang fasik (orang-orang yang menyebarkan kebencian dan melupakan
Tuhan), mereka akan lulus dari ujian akhir zaman.
Seperti Daniel yang penuh kesetiaan meski ancaman ada di depan mata,
Tuhan mengharapkan kita untuk tetap setia, percaya, dan menuntun orangorang menuju kebenaran hingga akhir hidup kita. Akan ada masa-masa sulit
di mana orang-orang akan berpaling untuk meninggalkan Tuhan, tapi pada
saat itu jugalah kita harus tetap mempertahankan kesetiaan kita dan
menolak untuk mengikut arus. Markus 13:1-8 menjelaskan masa-masa sulit
yang ditulis dalam Daniel 12:11 ini. Tidak hanya perang dan perpecahan,
nabi palsu yang menyesatkan juga berusaha untuk menggoyahkan iman
kita. Kita hendaknya tetap menjaga kesetiaan kita pada Tuhan, bagai gadisgadis bijaksana yang mempersiapkan pelita dan minyak untuk menunggu
kedatangan mempelai lelaki pada Matius 25:1-13. Apabila kita tetap setia,
pada hari yang telah dinubuatkan Tuhan akan memberikan apa yang akan
menjadi bagian kita, yaitu hidup yang kekal.

APLIKASI
1. Mendekatkan diri kepada Tuhan
Melalui Firman ini, kita diperingatkan untuk berjaga-jaga karena akan ada
masa-masa sulit dan keadaan yang menggoda kita untuk melepaskan
kesetiaan kita pada Tuhan ketika kita lengah. Yang dapat kita lakukan untuk

mempersiapkan diri kita di akhir zaman adalah mendekatkan diri kepada


Tuhan. Masalah kehidupan seperti bencana alam, kelaparan, dan penderitaan
lainnya dapat menggoyahkan kepercayaan kita pada Tuhan. Namun, apabila
kita tetap menjaga kedekatan kita dengan diri-Nya, kita tenang dan tahu
bahwa Tuhan akan tetap menyertai kita. Daniel, sang penulis kitab pun telah
menunjukkan iman dan kesetiaannya dari bagaimana ia tekun berdoa pada
Tuhan walau sanksinya akan dimasukkan ke dalam gua singa, dan
keyakinannya pada Tuhan bahwa ia akan membungkam mulut singa-singa
yang ada di hadapannya. Mendekatkan diri pada Tuhan dapat dilakukan
secara konkret dengan tekun membaca Firman Tuhan dan berkomunikasi
pada Tuhan dalam bentuk doa.
2. Menjadi teladan dengan hidup seperti Kristus
Seperti yang dikatakan pada nats, orang yang akan menerima kehidupan
kekal adalah orang yang menuntun banyak orang pada kebenaran (Dan
12:3). Kita mungkin tidak dapat mengubah keyakinan seseorang yang tidak
percaya secara instan, tapi menuntun orang menuju kebenaran dapat
dilakukan dengan memberinya teladan dengan hidup seperti Kristus. Tuhan
mengajarkan kita untuk menjadi garam dan terang dunia, yaitu dengan
hidup sesuai dengan jalan Tuhan. Secara konkret, ini dapat dilakukan dengan
menunjukkan kasih kepada sesama, tidak peduli apa latar belakangnya.
Melalui tutur kata dan perbuatan yang baik, orang lain dapat melihat teladan
kita dan mengerti bahwa Tuhan Yesus mengajarkan kasih universal kepada
umat-Nya. Mereka akan sadar siapakah kebenaran itu dan mereka akan
berjalan menuju kebenaran itu.
3. Menjauhkan diri dari hal-hal yang menyebabkan dosa
Karena telah dinubuatkan bahwa akan terjadi masa-masa sulit di mana
kita akan diuji, kita harus menjauhkan diri dari hal-hal yang menyebabkan
dosa. Meski kita memiliki iman dan sering berdoa, bukan berarti kita dapat
berpikir bahwa kita tak akan jatuh dalam dosa di lingkungan dan keadaan
yang penuh godaan untuk berbuat dosa. Kita harus akui bahwa manusia
rentan untuk berbuat dosa, sehingga kita harus menjaga diri kita secara
konkret dengan menjauhi pergaulan yang buruk dan tidak mencoba berbuat
hal-hal yang dapat berujung pada dosa. Misalnya, kalau kita mendapat
berkat berupa uang yang berlimpah, jangan mencoba untuk belanja secara
berlebihan agar tidak jatuh ke dalam hidup hedonisme. Pergunakanlah
berkat Tuhan untuk kemuliaan nama-Nya dan gunakan uang seperlunya.
Apabila kita bukan orang yang dapat dengan tegas menolak ajakan orang

lain, jagalah jarak dengan teman-teman yang memiliki kehidupan yang


buruk. Jangan terpengaruh. Sebaliknya, ubah dan tuntun mereka perlahan
menuju kebenaran.
Pnt. Olga Simamora