Anda di halaman 1dari 43

Lampiran 1

PANDUAN WAWANCARA
(Interview Guide)
Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumber Tenggulun-TanggulJember)
Buruh Perkebunan Perempuan
Identitas Informan Pokok
No. Informan

Tgl. Wawancara

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama
:
Alamat
:
Usia
:
Pendidikan
:
Agama
:
Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga
a. Apakah suami ibu bekerja?
b. Jika ya, suami ibu kerja apa?
c. Berapa upah yang diperoleh suami ibu per dua minggunya?
d. Berapa anggota keluarga ibu?
e. Ibu biasanya kalau bangun tidur jam berapa?
f. Pekerjaan ibu di rumah apa saja?
g. Pada jam berapa ibu melakukan pekerjaan rumah (memasak, mencuci,
menyapu)?
h. Berapa kali dalam seminggu ibu mencuci pakaian keluarga, kapan

dikerjakan?
i. Berapa kali dalam seminggu ibu menyetrika?
j. Apakah ibu sering mendampingi anak ibu belajar?
k. Jam berapa ibu tidur?
7. Kondisi Pekerjaan Sebagai Buruh Perkebunan
a. Sudah berapa lama ibu bekerja sebagai buruh perkebunan?
b. Kenapa ibu memilih untuk bekerja?
c. Jam berapa ibu berangkat kerja?
d. Jam berapa ibu pulang kerja?
e. Alat-alat apa saja yang ibu bawa ketika ibu bekerja?
f. Pekerjaan apa yang dilakukan ketika di kebun?
g. Berapa hari ibu bekerja?

h. Selain untuk makan, upah yang ibu peroleh untuk apa saja?
8. Kondisi Lain-lain yang Menyangkut Peran Ganda
a. Apakah dengan bekerjanya ibu sebagai buruh perkebunan di
Perusahaan Daerah Perkebunan ini tidak mengganggu pekerjaan
rumah tangga ibu?
b. Jika ibu bekerja siapakah yang membantu ibu mengerjakan pekerjaan
rumah tangga ibu?
c. Apa yang menjadi alasan ibu menjadi buruh perkebunan dan
menekuninya sampai sekarang?
d. Apakah upah yang diperoleh dahulu sama sekarang berbeda atau
tidak?
e. Apakah ada sanksi tertentu jika ibu tidak masuk bekerja?
f. Berapa liter isi ember yang ibu peroleh setiap harinya?
g. Untuk bagian ibu sendiri berapa pohon yang PDP tentukan untuk
pengambilan getah karet?

PANDUAN WAWANCARA
(Interview Guide)
Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Suami Buruh Perkebunan
Identitas Informan Tambahan
No. Informan

Tgl. Wawancara

1. Nama
:
2. Alamat
:
3. Usia
:
4. Pendidikan
:
5. Agama
:
6. Bapak bekerja apa, dimana?
7. Berapa rata-rata pendapatan yang bapak peroleh?
8. Apakah bapak memiliki simpanan?
9. Berapa anggota keluarga bapak?
10. Anak bapak sekolah apa tidak?
11. Kenapa istri bapak diperbolehkan untuk bekerja?
12. Jika istri tidak ada di rumah apa yang bapak lakukan di rumah?
13. Apakah bapak mendampingi anak ketika belajar?

Lampiran 2

TRANSKIP HASIL WAWANCARA


Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Buruh Perkebunan Perempuan
Identitas Informan Pokok
No. Informan

: 01

Tgl. Wawancara

: 15 Oktober 2012

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama
: Bu T.R
Alamat
: Jln. Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul
Usia
: 56 Tahun
Pendidikan
: SD
Agama
: Islam
Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga
Penulis: Apakah suami ibu bekerja?
Ibu TR: Iyyo..
: (iya)
Penulis: Jika ya, suami ibu kerja apa?
Ibu TR: Yo nyadap, anu...mandor sadapan
: (ya nyadap, anu...mandor sadapan)
Penulis: Berapa upah yang diperoleh suami ibu per dua minggunya?
Ibu TR: lek bojoku, sak ulan Rp. 850.000 tapi iso nyampek Rp. 1000.000 lak
onok lembur. Bayarane khan rong minggu sepisan, berarti yoo.. Rp.
425.000
: (kalau suamiku, 1 bulan Rp. 850.000,- tapi bisa sampai Rp.
1000.000,- kalau ada lembur. Bayarannya kan 2 minggu sekali,
berarti ya Rp. 425.000,Penulis: Berapa anggota keluarga ibu?
Ibu TR: enem nduk, khan aku, lek lanange, nina, mbake nina karo bojone
mbek anake siji.
: (enam mbak, khan saya, bapak, nina, kakaknya nina sama suminya
dan anaknya).
Penulis: Ibu biasanya kalau bangun tidur jam berapa?
Ibu TR: jam loro aku wis tangi nduk, yap-siap iku.
: (jam dua saya sudah bangun mbak, siap-siap itu).
Penulis: Pekerjaan ibu di rumah apa saja?

Ibu TR:

sembereng,..setelah datang dari kebun itu yeee masak, bersihbersih, nyuci, nanti kembali lagi ke kebun ngambil latek itu. Setelah
itu, pulangnya nyari kayu, ya ke ladang ambil apalah, ambil
pohong...ya seperti itu lahh...
: (apa saja, setelah datang dari kebun ya masak, bersih-bersih
rumah, nyuci, nanti kembali lagi ke kebun ngambil getahnya itu.
Setelah itu, pulangnya nyari kayu, ya ke ladang mengambil apalah,
ngambil singkong...ya seperti itu laahh..).
Penulis: Pada jam berapa ibu melakukan pekerjaan rumah (memasak,
mencuci, menyapu)?
Ibu TR: aku kan budal kerjo jam setengah telu, muleh kerja jam setengah
limo yo iku digawe masak nduk, nyiapno mangan anak bojoku,
engkok jam wolu mbalek maneh ndek kebun nggawe anglot getah
karet. Tapi ndisek lek anakku sekolah aku masake yo jam pitu bengi
nduk, lek masak marine kerjo yo gak nutut gawe anakku.
: (saya kan berangkat jam setengah tiga, pulang kerja jam setengah
lima ya itu dibuat masak mbak, nyiapkan makan anak suamiku, nanti
jam delapan kembali lagi ke kebun buat anglot (hasil sadapan) getah
karet. Tapi kalau dulu anakku sekolah saya masaknya ya jam tujuh
malam, kalau masak setelah masak ya tidak sampai buat anakku).
Penulis: Berapa kali dalam seminggu ibu mencuci pakaian keluarga, kapan
dikerjakan?
Ibu TR: yo..bendino nduk. Umbah-umbahe yo kadang isuk, muleh istirahat,
kadang yo siang iku. Sak sempete wes.
: (ya setiap hari mbak. Nyucinya ya kadang pagi, pulang istirahat,
kadang ya siang itu. Sesempatnya sudah).
Penulis: Berapa kali dalam seminggu ibu menyetrika?
Ibu TR: ya saya paling nyetrika seminggu 1 kali aja nduk, itupun nyetrika baju
anak saya yang sekolah.
Penulis: Apakah ibu sering mendampingi anak ibu belajar?
Ibu TR: gak pernah nduk, paling cuma ngelengno ae. Cukup..
: (tidak pernah mbak, paling hanya mengingatkan aja. Cukup..).
Penulis: Jam berapa ibu tidur/istirahat?
Ibu TR: sak ngantuke nduk. Kadang jam wolu wes turu.
: ( sengantuknya mbak. Kadang jam delapan malam sudah tidur).
Penulis: siapa yang mengatur dan mengelola keuangan rumah tangga?
Ibu TR: kabeh duwek aku sing nyekel nduk, sebab pancen wong wedhok sing
ngatur keuangan keluarga.
: (semua uang saya yang pegang mbak, sebab memang orang
perempuan yang mengatur keuangan keluarga).
7. Kondisi Pekerjaan Sebagai Buruh Perkebunan
Penulis: Sudah berapa lama ibu bekerja sebagai buruh perkebunan?

Ibu TR: itung ae saiki wis pensiun nduk, aku kerjo mulai tahun 1978 sampek
saiki. Enthuk 34 tahun aku kerjo nduk.
: ( hitung saja sekarang sudah pensiun mbak, saya kerja mulai tahun
1978 sapai sekarang. Dapat 34 tahun saya kerja mbak).
Penulis: Kenapa ibu memilih untuk bekerja di PDP Sumbertenggulun?
Ibu TR: ya.. kalau bagi saya mau kerja kemana lagi. Kan ndak anu sudah
netap disini saya, ndak bisa mau keluar. Ndak tau mau cari
penghasilan di luar, sudah terikat di sini. Di sini enak nduk, enaknya
gini....rumah kan ndak usah beli, tinggal ngerawat khann..ya? soalnya
kan rumah dinas, tinggal ngerawat. Dikasi kebun untuk nanem
bayem, cabe, singkong, tomat. Enak kan gak usah beli, paling tinggal
beli garem aja, hehe... Setelah pensiun disini masih bisa kerja,ndak
disuruh pergi, ndak di usir,pokoknya mau kerja, ini sudah peraturan
dari kebun. Kalau gak kerja gak enak, namanya pengen punya,
pengen nambahin pendapatan lah, ingin menyekolahkan anak cucu,
kalau ada sisanya nanti kan enak buat besok kalo sudah tua. Dapet
tunjangan kesehatan, paling cuma separuh nduk...
Penulis: Jam berapa ibu berangkat kerja?
Ibu TR: jam setengah telu aku wis budal, pokoe kloning muni aku wis budhal
nduk.
: (jam setengah tiga saya sudag berangkat, pokoknya kloning bunyi
saya sudah berangkat mbak).
Penulis: Jam berapa ibu pulang kerja?
Ibu TR: aku muleh jam setengah limo nduk, cepet aku.
: (saya pulang jam setengah lima mbak, cepat saya).
Penulis: Alat-alat apa saja yang ibu bawa ketika ibu bekerja?
Ibu TR: yo alat sadapan, bisuk, mangkok, obor, boll besar.
: (ya alat sadapan, bisuk/alat penyadap, obor, boll besar/ember).
Penulis: Pekerjaan apa yang dilakukan ketika di kebun?
Ibu TR: yo.. nyadap, yo...jombret, bersihin kebun itu, lahannya kan kotor, itu
setelah ada perintah dari mandor, itu dapet gaji lain itu, 1 Ha itu Rp.
20.000. jam delapan anglot, jam sepuluh ke pabrik bawa getah
karetnya itu.
Penulis: Berapa hari ibu bekerja?
Ibu TR: puuuuchhh....full aku nduk..
: (puuuch...full saya mbak).
Penulis: Selain untuk makan, upah yang ibu peroleh untuk apa saja?
Ibu TR: gawe biaya sekolah, lek loro pisan, kadang ya buat iku nduk lek onok
perlune, onok wong hajatan.
: (buat biaya sekolah, kalau sakit juga, kadang ya buat itu mbak kalau
ada perlunya, ada orang hajatan).
8. Kondisi Lain-lain yang Menyangkut Peran Ganda

Penulis: Apakah dengan bekerjanya ibu sebagai buruh perkebunan di


Perusahaan Daerah Perkebunan ini tidak mengganggu pekerjaan
rumah tangga ibu?
Ibu TR: ya ndak..ya bisa diatur sendiri lah. Kalau awalnya iya, kan dulu anak
saya masih sekolah, repot nyiapin semuanya.
: (ya tidak...ya bisa diatur sendiri lah. Kalau awalnya iya, kan dulu
anak saya masih sekolah, repot nyiapkan semuany).
Penulis: Jika ibu bekerja siapakah yang membantu ibu mengerjakan pekerjaan
rumah tangga ibu?
Ibu TR: kalau dulu sek onok mbah sing jogo anakku, yo mbahe iku, bantu
bersih-bersih. Mbahnya ndak ada kerja sendiri sudah. Anakku
meskipun wedhok jarang bantu aku.
: (kalau dulu masih ada nenek yang jaga anakku, ya neneknya itu,
bantu bersih-bersih. Neneknya tidak ada kerja sendiri sudah. Anakku
meskipun perempuan jarang bantu saya).
Penulis: Apa yang menjadi alasan ibu menjadi buruh perkebunan dan
menekuninya sampai sekarang?
Ibu TR: yo iku mau wis nduk, enak pokoke kerjo ndek kene.
: (ya itu tadi sudah mbak, enak pokoknya kerja di sini).
Penulis: Apakah upah yang diperoleh dahulu sama sekarang berbeda atau
tidak?
Ibu TR: ya ada perubahan, ndak sama nduk.
: ( iya ada perubahan, tidak sama mbak).
Penulis: Apakah ada sanksi tertentu jika ibu tidak masuk bekerja?
Ibu TR: ada...ada sanksi nduk.Kalo gak masuk pertama dikasi peringatan dan
gak digaji, yang kedua di bawa ke kepala kantor untuk disidang dan
gak digaji pastine.
Penulis: Berapa liter isi ember yang ibu peroleh setiap harinya?
Ibu TR: yo...kadang-kadang 30-35 liter nduk.
Penulis: Untuk bagian ibu sendiri berapa pohon yang PDP tentukan untuk
pengambilan getah karet?
Ibu TR: paling aku mampune cuma 250 pohon ae nduk.
: (paling saya mampunya hanya 250 pohon ae mbak).
Penulis: hasil getah karet yang ibu peroleh di bawa kemana?
Ibu TR: ke pabrik nduk, ditimbang hasile piro.
: (ke pabrik mbak, ditimbang hasilnya berapa).
Penulis: ada hambatan tidak ketika ibu bekerja?
Ibu TR: yooo...paling lek udan iku, dalane lunyu. Hasil sadapane elek, thitik
maneh nduk.
: (yaa..paling kalau hujan itu, jalannya licin. Hasil sadapannya jelek,
sedikit juga mbak).

TRANSKIP HASIL WAWANCARA


Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Buruh Perkebunan Perempuan
Identitas Informan Pokok
No. Informan

: 02

Tgl. Wawancara

: 17 Oktober 2012

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama
: Bu N.J
Alamat
: Jln. Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul
Usia
:43 Tahun
Pendidikan
: SD
Agama
: Islam
Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga
Penulis: Apakah suami ibu bekerja?
Ibu NJ: iyyeeh..
: (iya)
Penulis: Jika ya, suami ibu kerja apa?
Ibu NJ: Anuu..keamanan.
Penulis: Berapa upah yang diperoleh suami ibu per dua minggunya?
Ibu NJ: 1 bulan Rp. 900.000... tapi dibayar 2 minggu sekali nduk.
Penulis: Berapa anggota keluarga ibu?
Ibu NJ: Empat orang yang tinggal disini.
Penulis: Ibu biasanya kalau bangun tidur jam berapa?
Ibu NJ: Ooo...ya jam 2 itu terus pas langsung berangkat.
Penulis: Pekerjaan ibu di rumah apa saja?
Ibu NJ: Ya.. masak, cari kayu, melihara sapi, ayam, bersih-bersih rumah, yee
nyapu waah..
:(ya masak, cari kayu, melihara sapi, ayam, bersih-bersih rumah, ya
nyapt itu).
Penulis: Pada jam berapa ibu melakukan pekerjaan rumah (misalnya,
memasak)?
Ibu NJ: Beeeeh...bangun tidur aku gak masak nduk, langsung ndek kebun,
keburu ez nduk. Saya kan datangnya cepat, pulang kerja yo langsung
masak aku nduk. Saya cepet lek masak. Tapi lek wes telat yo anakku
gak sarapan.

: (Bangun tidur saya tidak masak mbak, langsung ke kebun, keburu


sudah mbak. Saya datangnya cepat, pulang kerja ya langsung masaya
saya mbak. Saya cepat kalu masak. Tapi kalau sudah telat ya anakku
tidak sarapan).
Penulis: Berapa kali dalam seminggu ibu mencuci pakaian keluarga, kapan
dikerjakan?
Ibu NJ: beee...benarehh Faa, mon mareh alakoh sa-sessah lah.
: (beee..setiap hari Faa, kalau selesai kerja nyuci sudah).
Penulis: Berapa kali dalam seminggu ibu menyetrika?
Ibu NJ: hmmmm,..peng piro yo nduk? Aku jarang nyetriko nduk. Paling yo
seminggu sepisan nggawe anakku sing sekolah.
: (hmmm,...berapa kali ya mbak? Saya jarang nyetrika mabak. Paling
ya seminggu sekali buat anakku yang sekolah).
Penulis: Apakah ibu sering mendampingi anak ibu belajar?
Ibu NJ: hehe...gak pernah nduk, wong aku ndak tau apa-apa nduk.
: (hehe..tidak pernah mbak, orang saya tidak tahu apa-apa mbak).
Penulis: Jam berapa ibu tidur/istirahat?
Ibu NJ: Jem setengah sangak waah nduk, sa katandunah..
: (jam setengah sembilan itu mbak, sengantuknya).
Penulis: siapa yang mengatur dan mengelola keuangan rumah tangga?
Ibu NJ: Yo aku nduk sing ngatur enthuke duwek iku.
: (ya saya mbak yang ngatur dapatnya uang itu).
7. Kondisi Pekerjaan Sebagai Buruh Perkebunan
Penulis: Sudah berapa lama ibu bekerja sebagai buruh perkebunan?
Ibu NJ: Mulai omor dubeles taon alakoh lah, paleng lah olleh 25 tahun.
: (Mulai umur 12 tahun bekerja, paling dapat 25 tahun.
Penulis: Kenapa ibu memilih untuk bekerja di PDP Sumbertenggulun?
Ibu NJ: Keluarganah engkok jed oreng tak endhik, engkok bein sekolah cuma
lulus SD bing. Dekremah gebhei sekolah tenggi, gebhei ngakan bein
gun lah sosah, otang bennyak. Mangkanah ijasah SD ariyyah gun
bisa deddih buruh sadapan e perkebunan sumbertenggulun ariahYe
nyaman alakoh edinnak, eman mon ambu. Terro se sekolah tenggih
lambek makleh bisa lakoh se pantes atabeh nyaman lah.
: (Keluarga saya memang orang tidak punya, saya saja sekolah hanya
lulus SD mbak. Bagaimana mau sekolah tinggi, buat makan saja
sudah susah, hutang banyak. Makanya ijazah SD ini hanya bisa jadi
buruh sadap di perkebunan Sumbertenggulun ini.Ya enak kerja di
sini, eman kalau berhenti. Mau yang sekolah tinggi dulu supaya bisa
kerja yang pantas atau nyaman.)
Penulis: Jam berapa ibu berangkat kerja?
Ibu NJ: sedepaken, kol duwek jelen lah.
: ( sesampainya, jam dua malam jalan).

Penulis: Jam berapa ibu pulang kerja?


Ibu NJ: setenga lema deggik beli pole kol belluk, anglot.
: (setengah lima, nanti kembali lagi jam delapan, anglot)
Penulis: Alat-alat apa saja yang ibu bawa ketika ibu bekerja?
Ibu NJ: bisuk, arek gebehei ge-jegeh amik bedhe celeng, hehe.., blor, ember.
: (bisuk, sabit buat jag-jaga siapa tau ada babi, hehe,.. blor, ember).
Penulis: Pekerjaan apa yang dilakukan ketika di kebun?
Ibu NJ: ye...nyadap, bersihkan rumput,.
: (ya.. nyadap, bersihkan rumput).
Penulis: Berapa hari ibu bekerja?
Ibu NJ: beeeh...alakoh terus tadhe preinah engkok..
: (beeh, kerja terus tidak ada liburnya saya).
Penulis: Selain untuk makan, upah yang ibu peroleh untuk apa saja?
Ibu NJ: biaya sekolah, kabinen, bedhe perloh waah tetanggeh, pkoken
kabbgih lah nduk urusan keluarga.
: (biaya sekolah, pernikahan, ada perlunya itu tetangga, pokoknya
semuanya mbak urusan keluarga).
8. Kondisi Lain-lain yang Menyangkut Peran Ganda
Penulis: Apakah dengan bekerjanya ibu sebagai buruh perkebunan di
Perusahaan Daerah Perkebunan ini tidak mengganggu pekerjaan
rumah tangga ibu?
Ibu NJ: yo awale berat, tapi sekarang sudah terbiasa. Kerja terus tager tak
engak ketondhu, haha.....
: ( ya awalnya berat, tapi sekarang sudah terbiasa. Kerja terus sampai
tidak ingat ngantuk, haha..).
Penulis: Jika ibu bekerja siapakah yang membantu ibu mengerjakan pekerjaan
rumah tangga ibu?
Ibu NJ: Aku gak onok sing bantu nduk, kabeh tak lakoni dewe mulai nyapu,
korah-korah, mencuci baju jieeeeeh.... kabeh aku seng ngerjakno.
Pokoke kabeh wes.
: (Saya tidak ada yang bantu mbak, semua dikerjakan sendiri mulai
dari nyapu, nyuci piring, mencuci baju itu semua saya yang
mengerjakan. Pokoknya semua sudah).
Penulis: Apa yang menjadi alasan ibu menjadi buruh perkebunan dan
menekuninya sampai sekarang?
Ibu NJ: Ye nyaman alakoh edinnak, eman mon ambu..
: ( ya enak kerja di sini, eman kalau berhenti).
Penulis: Apakah upah yang diperoleh dahulu sama sekarang berbeda atau
tidak?
Ibu NJ: ada, tambah larang.
: (ada, tambah mahal).
Penulis: Apakah ada sanksi tertentu jika ibu tidak masuk bekerja?

Ibu NJ: onok..yo ndak dibayar...adhek tak olleh bayaran lah..


: ( ada,..ya tidak dibayar, tidak dapat upah sudah).
Penulis: Berapa liter isi ember yang ibu peroleh setiap harinya?
Ibu NJ: kabbih 35 liter.
: (semua 35 liter).
Penulis: Untuk bagian ibu sendiri berapa pohon yang PDP tentukan untuk
pengambilan getah karet?
Ibu NJ: kalau saya 250 pohon. Beeegh mon mintah bennyak 300 pohon
bedheh.
: (kalau saya 250 pohon. Beeegh...kalau minta banyak 300 pohon
ada).
Penulis: hasil getah karet yang ibu peroleh di bawa kemana?
Ibu NJ: yee..ka pabrik, dek mah poleh bing, heeee...
: (yaa..ke pabrik, mau kemana lagi mbak).
Penulis: ada hambatan tidak ketika ibu bekerja?
Ibu NJ: yaa kalau ujan. Beeee...jek la-pola mon ojen, licin. Takut ada celeng,
makanya saya bawa senter kalau kerja.
: (yaa kalau hujan. Beee.. jangan macam-macam kalau hujan, licin.
Takut ada babi makanya saya bawa senter kalau kerja).

TRANSKIP HASIL WAWANCARA


Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Buruh Perkebunan Perempuan
Identitas Informan Pokok
No. Informan

: 03

Tgl. Wawancara

:06 November 2012

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama
: Bu S.R
Alamat
: Jln. Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul
Usia
: 34 Tahun
Pendidikan
: SD
Agama
: Islam
Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga
Penulis: Apakah suami ibu bekerja?
Ibu SR: iya
Penulis: Jika ya, suami ibu kerja apa?
Ibu SR: keamanan
Penulis: ooo..keamanan di PDP sini atau dimana buk?
Ibu SR: di PDP sini mbak
Penulis: Berapa upah yang diperoleh suami ibu per dua minggunya?
Ibu SR: Rp. 450.000,Penulis: jadi upah per bulan berapa bu?
Ibu SR: kalau sebulan berarti 900.000 mbak, yaa..alhamdulillah wez mbak.
Penulis: Berapa anggota keluarga ibu?
Ibu SR: 5 orang
Penulis: siapa saja itu buk?
Ibu SR: anak 2, saya, suami saya, ibu saya. Ibu saya juga tinggal di sini.
Penulis: anaknya ibu umur berapa?
Ibu SR: yang pertama masih 8 tahun, yang kedua masih 22 hari.
Penulis: ooo..ibu baru melahirkan ya?
Ibu SR: iya mbak
Penulis: Ibu biasanya kalau bangun tidur jam berapa?
Ibu SR: biasanya kalau kerja bangunnya jam 2, tapi karena saya punya anak
bayi ya kalau anak saya bangun ya bangun.
Penulis: Pekerjaan ibu di rumah apa saja?
Ibu SR: ya bersih-bersih rumah, masak, ya gitu, ya cari rumput

Penulis: ooo..berarti ibu punya ternak?


Ibu SR: iya
Penulis: apa buk?
Ibu SR: kambing
Penulis: ibu masaknya pakai apa? Kompor atau apa?
Ibu SR: pake tumang
Penulis: ooo..tungku
Ibu SR: iya tungku
Penulis: kalau kayunya sendiri ibu beli atau cari buk?
Ibu SR: cari, kan banyak di kebun
Penulis: Pada jam berapa ibu melakukan pekerjaan rumah (memasak,
mencuci, menyapu)?
Ibu SR: saya masak itu kalau pulang dari kebun mbak, anak saya yang
sekolah sarapannya ya di sekolahannya. Saya kan ngasih uang
jajannya sehari Rp.2500, cukuplah mbak buat anak saya. Pokonya
semuanya saya ngelakuinnya kadang kalau sudah pulang kerja mbak.
Penulis: Berapa kali dalam seminggu ibu mencuci pakaian keluarga, kapan
dikerjakan?
Ibu SR: tiap hari nyuci saya ke sungai, sesempatnya kalau nyuci saya mbak,
soalnya saya kan punya anak kecil sering ganti baju. Namanya anak
masih bayi ya mbak, heee...
Penulis: Berapa kali dalam seminggu ibu menyetrika?
Ibu SR: ya nyetrika itu ya seminggu sekali, ya kadang gak nyetrika.
Penulis: Apakah ibu sering mendampingi anak ibu belajar?
Ibu SR: ya ngajarin mbak, tapi jarang, paling cuma ngingetin aja buat belajar
Penulis: Jam berapa ibu tidur/istirahat?
Ibu SR: Paling ya jam delapan sudah tidur mbak, kalau tidur kemalemen
kapan istirahatnya. Kerjaku kan berangkatnya tengah malam.
Penulis: siapa yang mengatur dan mengelola keuangan rumah tangga?
Ibu SR: ya saya, saya yang mengelola keuangan keluarga.
7. Kondisi Pekerjaan Sebagai Buruh Perkebunan
Penulis: Sudah berapa lama ibu bekerja sebagai buruh perkebunan?
Ibu SR: sudah lama, dari tahun 1997. Sudah 15 tahun
Penulis: Kenapa ibu memilih untuk bekerja di PDP Sumbertenggulun?
Ibu SR: ya karena gaji suami saya pas-passan, punya anak 2, jadi saya juga
ikut kerja wes mbak. Buat bantu keluarga.
Penulis: Jam berapa ibu berangkat kerja?
Ibu SR: jam 2
Penulis: Jam berapa ibu pulang kerja?
Ibu SR: setengah 6
Penulis: Alat-alat apa saja yang ibu bawa ketika ibu bekerja?
Ibu SR: timba, ember, mangkok, alat ngeres, senter, kadang saya pake obor

Penulis: Pekerjaan apa yang dilakukan ketika di kebun?


Ibu SR: ya..nyadap karet, babat rumput
Penulis: Berapa hari ibu bekerja?
Ibu SR: satu minggu full, gak ada liburnya
Penulis: Selain untuk makan, upah yang ibu peroleh untuk apa saja?
Ibu SR: sisanya buat ditabung, takutnya ada pengeluaran tidak terduga kayak
hajatan, anak sakit, butuh ini itu, biaya sekolah.
8. Kondisi Lain-lain yang Menyangkut Peran Ganda
Penulis: Apakah dengan bekerjanya ibu sebagai buruh perkebunan di
Perusahaan Daerah Perkebunan ini tidak mengganggu pekerjaan
rumah tangga ibu?
Ibu SR: tidak, soalnya sudah biasa. Awalnya ya masih ribet, bingung di
rumah. Kalau sudah terbiasa ya biasa wes.
Penulis: Jika ibu bekerja siapakah yang membantu ibu mengerjakan pekerjaan
rumah tangga ibu?
Ibu SR: ya ibu saya kan sudah tua mbak, jadi bersihin rumah, ngerjakan
pekerjaan rumah lah secara keseluruhan saya sendiri yang ngerjakan.
Ya...suami saya kadang bantu kog mbak tapi jarang, paling cuma mau
cari kayu dan rumput ae.
Penulis: Apa yang menjadi alasan ibu menjadi buruh perkebunan dan
menekuninya sampai sekarang?
Ibu SR: karena kerja di sini enak, dapet fasilitas rumah dinas yang dapat
ditinggali. Saya kan jadi buruh perkebunan, buruh nyadap tidak perlu
ijasah, atasannya juga enak.
Penulis: ooo..ibu lulusan apa?
Ibu SR: lulusan SD
Penulis: Apakah upah yang diperoleh dahulu sama sekarang berbeda atau
tidak?
Ibu SR: beda
Penulis: bedanya gimana buk?
Ibu SR: kalau dulu getah karet 4000 per liter, kalau sekarang 6000 per liter.
Penulis: Apakah ada sanksi tertentu jika ibu tidak masuk bekerja?
Ibu SR: ya gak ada sanksi, palingan gak digaji, hehe..
Penulis: Berapa liter isi ember yang ibu peroleh setiap harinya?
Ibu SR: 25-30 liter lah tergantung banyaknya karet.
Penulis: Untuk bagian ibu sendiri berapa pohon yang PDP tentukan untuk
pengambilan getah karet?
Ibu SR: Kalau saya 250 pohon mbak.
Penulis: Hasil getah karet yang ibu peroleh di bawa kemana?
Ibu SR: Yaa..pabrik mbak, buat ditimbang berapa hasilnya.
Penulis: Ada hambatan tidak ketika ibu bekerja?

Ibu SR: Ada, kalau hujan itu jalannya licin. Terus getah karet kalau kena
hujan jadi mencair, jadi air, hasilnya sedikit. Apalagi kerja sadapan
ini kan dikerjakan malam, bangunnya itu, malam-malam sendirian di
dalam kebun, kan seperti hutan itu dik, takut ketemu babi, kera, ular.
Kalau tidak dikerjakan malam hasil getahnya jelek, apalagi getahnya
sedikit.

PANDUAN WAWANCARA
(Interview Guide)
Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Suami Buruh Perkebunan
Identitas Informan Tambahan
No. Informan

: 01

Tgl. Wawancara

: 18 November 2012

1.
2.
3.
4.
5.

Nama
Alamat
Usia
Pendidikan
Agama

Penulis
Pak S.S
Penulis
Pak S.S

Penulis
Pak S.S
Penulis
Pak S.S
Penulis
Pak S.S
Penulis
Pak S.S
Penulis
Pak S.S
Penulis

: Pak S.S
: Jln. Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul
: 55 tahun
: SD
: Islam

: Bapak bekerja apa, dimana?


: mandor sadapan, ya di PDP sini, Sumbertenggulun
: Berapa rata-rata pendapatan yang bapak peroleh?
: saya sebulan bisa nyampek Rp. 1000.000, sak lembure iku wes
mandor
: (saya sebulan bisa sampai Rp. 1000.000, sama lemburnya itu sudah
mandor)
: Apakah bapak memiliki simpanan?
: oo..iya ada, emas ada, ternak ada, ya kambing iku, ya ayam, ya segala
saya angon, enthok saya juga punya.
: kalau tabungan sendiri, bapak punya?
: tabungan juga ada, di BRI, punya truk dua
: Berapa anggota keluarga bapak?
: enam
: Anak bapak sekolah apa tidak?
: ya sekolah semuanya
: Kenapa istri bapak diperbolehkan untuk bekerja?
: ya mulai tunangan istri saya sudah kerja, mayoritas semua orang di
sini harus bekerja, kalau gak kerja gak boleh nempatin rumah dinas.
: lalu, setelah menikah kenapa istri bapak masih diperbolehkan
bekerja?

Pak S.S
Penulis
Pak S.S

Penulis
Pak S.S
Penulis
Pak S.S

Penulis
Pak S.S

: karena masih ndak cukup untuk kebutuhan sehari-hari gaji saya,


waktu itu kan saya masih jadi buruh sadapan sebelum jadi mandor,
saya jadi mandor pas punya anak sudah.
: apakah ada motivasi/dorongan dari bapak/anggota keluarga lainnya
sehingga istri bapak bekerja?
: Istri saya mbak bekerja memang keinginan sendiri, bukan saya yang
menyuruh dan maksa. ndak ada paksaan. Sukarelanya sendri,
keinginannya sendiri untuk membantu kesejahteraan anu... keluarga.
Karena sudah punya anak ingin punya simpenan katanya, nanti kalau
mau sekolah ke lanjutan ya apa kalau gak ada simpenan, gitu. Emang
se cari nafkah kewajibane wong lanang, tapi istri saya mikir kerja ini
buat nambah penghasilan, ditabung buat bekal hari tua.
: ngerasa kasian gak pak ngeliat istri bekerja, kan pekerjaan rumah itu
gak gampang?
: ya iya, kan masih nagasuh anak, ya terpaksa kerja lah, karena
keadaan saya ndak punya apa-apa. Jadi terpakasalah bekerja itu,
kalau ndak kerja waktu itu ndak cukup buat beli beras.
: Jika istri tidak ada di rumah apa yang bapak lakukan di rumah?
: Ooo kadang ya saya bantu, misalnya buang kotoran ternak, cari
kayu, kadang-kadang saya kora-kora nduk, atanak. Beeegh..iyya
nduk beneran ini, buat sambel, goreng pakis, saya kan bisa.ya secara
keseluruhan semua istri saya yang mengerjakan pekerjaan rumah,
termasuk mencari kayu dan rumput nak.
: Apakah bapak mendampingi anak ketika belajar?
: iya kadang saya mendampingi, waktu dulu Nina anak saya sekolah
MTS, ya bukannya saya pinter ya. Saya kan bisa tentang bidang
agama, ya bisanya agama. Bahasa bisa, matematika bisa, ya kitsedikit, kalau ndak bisa ya ndak bisa saya.

PANDUAN WAWANCARA
(Interview Guide)
Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Suami Buruh Perkebunan
Identitas Informan Tambahan
No. Informan

: 02

Tgl. Wawancara

: 20 November 2012

1.
2.
3.
4.
5.

Nama
Alamat
Usia
Pendidikan
Agama

Penulis
Pak K.S
Penulis
Pak K.S
Penulis
Pak K.S
Penulis
Pak K.S

Penulis
Pak K.S
Penulis
Pak K.S
Penulis
Pak K.S
Penulis
Pak K.S

: Pak K.S
: Jln. Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul
: 38 tahun
: SD
: Islam

: Bapak bekerja apa, dimana?


: keamanan di PDP sini
: Berapa rata-rata pendapatan yang bapak peroleh?
: sebulan Rp. 900.000,: cukup tidak buat kehidupan sehari-hari?
: dibilang cukup ya cukup, ya dibilang kurang ya kurang
: gimana itu maksudnya pak?
: aaa,..sebab apa, 900.000 untuk keluarga, anak sekolah, dibilang
cukup masalahnya seperti kayu, sayur bisa nyari di kebun ndak usah
beli kalau di desa, mungkin kalau di kota ya kurang sebab serba beli di
sana. Ya kurangnya itu karena biaya anak sekolah itu.
: Apakah bapak memiliki simpanan?
: ya, simpanannya ya macam emas, sapi, kadang saya juga nabung
kalau ada sisanya
: Berapa anggota keluarga bapak?
: empat orang yang tinggal sama saya
: Anak bapak sekolah apa tidak?
: sekolah, masih SMP kelas 2
: Kenapa istri bapak diperbolehkan untuk bekerja?
: sebab rata-rata di kebun gini semua, kerja. Kalo ndak sama kerja
kurang pendapatan, dari ekonominya saja kurang, penghasilan kurang,

Penulis
Pak K.S
Penulis
Pak K.S
Penulis
Pak K.S
Penulis
Pak K.S

makanya kerja biar dapet penghasilan. Kalau dari segi agama memang
tidak diperbolehkan istri dipekerjakan.
: apakah ada motivasi/dorongan dari bapak/anggota keluarga lainnya
sehingga istri bapak bekerja?
: ooo...tidak. Itu keinginan sendiri. Sebab buat nambah, gajinya seperti
saya kan kurang, buat nambah, anak sekolah kan ya kurang kalau ndak
kerja. Ini pemikiran ibunya sendiri untuk kerja.
: Jika istri tidak ada di rumah apa yang bapak lakukan di rumah?
: ya cari kayu, ya terus apa ya bantu orang perempuan ya paling cuma
bersih-bersih rumah.
: anaknya bapak tiap harinya belajar?
: ya belajar
: Apakah bapak mendampingi anak ketika belajar?
: ndak pernah, cuma ngingetin belajar. Sebab orang tua itu harus
mengingatkan anak supaya belajar yang bagus. Saya gak bisa ngajarin
mbak karna gak bisa apa-apa. Kalau menemukan kesulitan apa, ya
dikerjakan sendiri.

PANDUAN WAWANCARA
(Interview Guide)
Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Suami Buruh Perkebunan
Identitas Informan Tambahan
No. Informan

: 03

Tgl. Wawancara

: 22 November 2012

1.
2.
3.
4.
5.

Nama
Alamat
Usia
Pendidikan
Agama

Penulis
Pak S.T
Penulis
Pak S.T
Penulis
Pak S.T
Penulis
Pak S.T
Penulis
Pak S.T
Penulis
Pak S.T
Penulis
Pak S.T
Penulis
Pak S.T

: Pak S.T
: Jln. Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul
: 36 tahun
: SD
: Islam

: Bapak bekerja apa, dimana?


: saya keamanan mbak, di PDP sini.
: Berapa rata-rata pendapatan yang bapak peroleh?
: upahnya kan di berikan dua minggu sekali, yaa Rp. 450.000 kalau
sebulan yaa.. Rp. 900.000
: Apakah bapak memiliki simpanan?
: ya ada mbak, paling sapi dan ayam mbak, kalau emas ada, itu dipakai
istri saya, hehe..
: kalau tabungan pak, mungkin nabung di bank pak?
: ndak ada mbak, apa yang mau ditabung kalau saya.
: Berapa anggota keluarga bapak?
: lima
: Anak bapak sekolah apa tidak?
: sekolah, anak saya yang pertama SD, yang kedua belum soalnya
masih umur 22 hari.
: Kenapa istri bapak diperbolehkan untuk bekerja?
: ya karna saya mikirnya gini, istri saya sudah punya keinginan bekerja
ini untuk keluarga saya. Jadi gak papa mbak.
: apakah ada motivasi/dorongan dari bapak/anggota keluarga lainnya
sehingga istri bapak bekerja?
: kemauannya sendiri mbak, katanya pengen bantu saya. Gaji saya kan
gak cukup buat satu bulan. Makanya istri saya kerja di kebun ini.

Penulis
Pak S.T
Penulis
Pak S.T
Penulis
Pak S.T

: Jika istri tidak ada di rumah apa yang bapak lakukan di rumah?
: ya ndak ada, kalau gak kerja ya nyantai di rumah.
: berarti pekerjaan rumah semuanya istri bapak yang ngerjakan, tidak
ada bantuan dari bapak?
: bantunya dikit-dikit saya mbak, paling cari rumput atau kayu kalau
sempet. Semuanya istri saya wes
: Apakah bapak mendampingi anak ketika belajar?
: kalau mendampingi setiap hari ya tidak mbak, jarang saya. Paling ya
belajar sendiri anak saya.

TRANSKRIP HASIL LAPANG


(Interview Guide)
Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Suami Buruh Perkebunan
Identitas Informan Tambahan
No. Informan

: 03

Tgl. Wawancara

: 22 November 2012

1.
2.
3.
4.
5.

Nama
Alamat
Usia
Pendidikan
Agama

: Pak S.T
: Jln. Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul
: 36 tahun
: SD
: Islam

Menurut penjelasan informan ST, Ia bekerja di Perusahaan Daerah


Perkebunan Sumbertenggulun sebagai keamanan dengan upah yang diperoleh ratarata Rp. 900.000 per bulan. Upah yang diberikan oleh PDP Sumbertenggulun sendiri
diberikan dua minggu sekali yakni Rp. 450.000. upah yang diperoleh tersebut
nantinya akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan keluarganya. Tetapi, menurut
informan KS upah yang diperoleh tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Maka
dari itu, istri dari informan ST turut bekerja mencari nafkah sebagai buruh penyadap
karet di PDP Sumbertenggulun. Menurut penjelasan informan ST, istrinya bekerja
karenan keinginannya sendiri, karena upah informan ST tidak cukup untuk
kebutuhannya dalam satu bulan. Dari hasil kerja antara suami (informan ST) dan
istrinya, sedikit penghasilannya di tabung, tetapi tiak dalam bentuk uang melainkan
barang misalnya emas atau dibelikan ternak (sapi dan ayam).
Anggota keluarga informan ST ada lima yang terdiri dari suami (informan
ST), istri, dan dua orang anaknya yang masih berumur 10 tahun dan anak kedua
masih berumur 22 hari. Peran informan ST dalam mendampingi anaknya belajar

jarang dilakukannya karena kesibukannya bekerja. Anaknya lebih sering belajar


sendiri daripada didampingi oleh orang tuanya. Sedangkan dalam hal membantu
pekerjaan istrinya di rumah, ketika istri informan ST tidak berada di rumah hanya
membantu mencari rumput dan kayu, selebihnya istrinya yang mengerjakan
pekerjaan rumah tangganya.

TRANSKRIP HASILLAPANG
(Interview Guide)
Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Suami Buruh Perkebunan
Identitas Informan Tambahan
No. Informan

: 02

Tgl. Wawancara

: 20 November 2012

1.
2.
3.
4.
5.

Nama
Alamat
Usia
Pendidikan
Agama

: Pak K.S
: Jln. Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul
: 38 tahun
: SD
: Islam

Menurut penjelasan informan KS, Ia bekerja di Perusahaan Daerah


Perkebunan Sumbertenggulun sebagai keamanan. Upah yang diperolehnya rata-rata
Rp. 900.000,- per bulan. Menurutnya, penghasilannya bisa dibilang kurang ataupun
cukup untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Maksud dari penjelasan informan KS
tersebut uang Rp. 900.000 untuk makan sehari-hari cukup , tetapi untuk kebutuhan
biaya anaknya yang sekolah tidak cukup karena biaya sekolahnya semakin lama
semakin mahal. Maka dari itu, informan selalu menabung dengan sedikit
menyisahkan upah yang diperolehnya. Menurut informan KS menabung dan
memiliki simpanan yang berupa emas dan sapi. Simpanan tersebut dapat digunakan
sewaktu-waktu apabila ada kebutuhan yang mendesak dan penting. Misalnya ada
anggota keluarganya yang sakit, kebutuhan anaknya yang sekolah.
Anggota keluarga dari informan KS ada 4 orang, yang terdiri dari suami
(informan KS), istri, anak, dan ibunya. Di mana anak informan KS masih sekolah
kelas 2 SMP. Selama ini menurut informan KS tidak pernah mendampingi anaknya
ketika belajar melainkan hanya sekedar mengingatkan saja, sebab menurut informan

KS menjadi orang tua yang tidak mempunyai bekal yang cukup, pengetahuan yang
kurang tidak bisa mengajari anaknya belajar. Orang tua hanya berharap anaknya bisa
belajar dengan rajin dan kelak menjadi orang yang sukses.
Istri dari informan KS bekerja di Perusahaan Daerah Perkebunan
Sumbertenggulun sebagai buruh penyadap karet. Menurut informan KS, istrinya
diperbolehkan untuk bekerja hingga sampai ini karena menurut informan KS orang
sekitar kebun kehidupannya sama yaitu bekerja, baik laki-laki maupun perempuan.
Kalau istrinya tidak ikut bekerja mencari nafkah maka pendapatan atau penghasilan
yang diperoleh tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarganya. Maka dari itu,
informan KS memperbolehkan istrinya untuk bekerja. Menurut informan KS, istrinya
bekerja karena kemauannya sendiri tidak ada paksaan dari siapapun, karena istri
informan KS mempunyai keinginan untuk membantu menambah penghasilan
keluarganya.
Menurut informan KS, ketika istriyan tidak berada di rumah membantu
pekerjaan istrinya walaupun sepenuhnya tidak dilakukannya. Informan KS biasanya
membantu istrinya dalam hal mencari kayu, bersih-bersih rumah saja. Kalau
memasak sendiri tidak pernah dilakukannya karena informan KS memang tidak bisa
memasak.

TRANSKRIP HASIL LAPANG


(Interview Guide)
Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Suami Buruh Perkebunan
Identitas Informan Tambahan
No. Informan

: 01

Tgl. Wawancara

:18 November 2012

1.
2.
3.
4.
5.

Nama
Alamat
Usia
Pendidikan
Agama

: Pak S.S
: Jln. Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul
: 55 tahun
: SD
: Islam

Menurut penjelasan informan SS, informan SS bekerja sebagai mandor


sadapan di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun, upah yang diperoleh
sebagai mandor rata-rata Rp. 1000.000 per bulan. Upah tersebut termasuk upar
lembur yang diberikan oleh perusahaan perkebunan. Anggota keluarga informan SS
ada 6, yang terdiri dari suami (informan SS), istri, 2 anak, 1 menantu, dan 1 cucu.
Anak dari informan SS semuanya sekolah. Istri dari informan SS tersebut bekerja
sebagai buruh di PDP Sumbertenggulun. Menurut penjelasan informan SS, istrinya
diperbolehkan untuk bekerja karena dari awal mula sebelum menikah istrinya
memang sudah bekerja di PDP Sumbertenggulun tersebut, setelah menikah pun masih
diperbolehkan untuk bekerja karena kondisi keuangan keluarga yang pas-pasan dan
tiak mencukupin untuk biaya hidup sehari-hari dan kebutuhan biaya anaknya yang
masih sekolah. Dan mayoritas perempuan di Desa Manggisan bekerja dan untk mbisa
menempati

rumah

dinas

PDP

Sumbertenggulun

harus

bekerja

di

PDP

Sumbertenggulun. Menurut informan SS mencari nafkah memang kewajiban dari


seorang suami, tetapi kondisi keuangan yang tidak memungkinkan maka istri juga

bekerja. Dalam hal ini, istrinya bekerja memang keinginan dan sukarelanya sendiri
untuk bekerja, karena istrinya ingin mempunyai simapanan dihari tuanya nanti dan
tabungan untuk anak-anak dan cucunya nanti. Keluarga informan SS ini memiliki
simpanan berupa emas, truk, ternak yaitu kambing, bebek, dan ayam. Selain itu,
informan menyimpan uangnya di bank BRI agar lebih aman. Sebenarnya melihat
istrinya bekerja, informan SS merasa kasihan karena tugasnya semakin berat menjadi
seorang ibu, masih mengasuh anaknya, belum lagi bekerja mencari uang.
Menurut informan SS, ketika istrinya tidak berada di rumah kadang-kadang
informan membantu pekerjaan istrinya walaupun tidak dilakukan secara keseluruhan
dalam hal pekerjaan kerumahtanggaan. Yang biasa informan lakukan ketika istrinya
tidak berada di rumah seperti membuang kotoran ternak, mencari kayu, cuci piring
setelah informan makan. Terkadang informan SS memasak sendiri ketika istrinya
tidak sempat untuk memasaknya, misalnya menggoreng sayur pakis, membuat
sambal. Namun, dalam hal pendampingan anak belajar informan tidak selalu
mendampingi anak belajar, informan SS hanya bisa mengajari anaknya tentang
pelajaran agama dan bahasa Indonesia saja, karena anak dari informan SS sekolah di
MTS. Menurut informan SS, walaupun tidak selalu mandampingi anaknya belajar
setidaknya informan SS sudah mengingatkan anaknya untuk belajar.

Lampiran 3

TRANSKRIP HASIL LAPANG


(Interview Guide)
Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Buruh Perkebunan Perempuan
Identitas Informan Pokok
No. Informan

: 01

Tgl. Wawancara

: 15 Oktober 2012

1.
2.
3.
4.

Nama
Alamat
Usia
Pendidikan

: Bu. TR
: Jln. Antrokan Desa Manggisan
: 56 Tahun
: SD

Suami informan TR bekerja sebagai mandor besar di PDP Sumbertenggulun


sudah hampir pensiun, upah yang diperoleh per dua minggu Rp. 425.000, jadi selama
1 bulan upah yang diperoleh Rp. 850.000,-. Menurut suami Bu Tris upah yang
diperoleh bisa saja mencapai Rp. 1000.000,- per bulan apabila ada pekerjaan
tambahan seperti lembur. Anggota keluarga dari Bu Tris ada 6 orang, yang terdiri dari
bapak, ibu, 2 anak, 1 menantu, dan 1 cucu.Upah dari mereka bekerja selain untuk
mereka sendiri dan 1 anaknya yang belum menikah, kadang-kadang untuk membantu
kehidupan anaknya yang sudah menikah yang kehidupannya kurang mencukupi.
Sebagai ibu rumah tangga yang juga bekerja sebagai buruh perkebunan di
Perusahaan Daerah Perkebunan, informan TRharus bangun jam 02.00 WIBkarena
sistem kerja penyadap karet harus dilakukan pada malam hari yaitu pada jam 02.30
WIB dan pekerjaan rumah tangga yang harus Dia lakukan yaitu seperti memasak,
bersih-bersih rumah, mencuci baju dan piring, mencari kayu, ke ladang untuk
membersihkan ladang, memanen hasil ladang. Informan TR melakukan pekerjaan
rumah tangga biasanya setelah pulang dari kebun (bekerja), misalnya memasak untuk
menyiapkan makanan dan minuman untuk seluruh anggota keluarganya dilakukan

setelah pulang dari kebun pada pukul 04.30 WIB. Selain memasak, informan TR juga
mencuci dan menyetrika seluruh pakaian anggota keluarganya. Informan TR mencuci
pakaian dilakukan setiap hari karena kalau tidak pakaian kotornya akan semakin
menumpuk dan berat untuk dilakukannya. Sedangkan menyetrika pakaian dilakukan
seminggu sekali. Informan TR tidak pernah mendampini anak belajar, informan
hanya sekedar mengingatkan saja karena dengan bekal pendidikan yang rendah,
informan tidak sanggup untuk mengajari anaknya belajar. Sedangkan dalam
pengelolaan keuangan kerumahtanggaan sepenuhnya dikelola oleh informan, karena
menurut informan memang tugas seorang perempuan mengelola keuangan rumah
tangga.
Awalnya informan TR bekerja sebagai buruh harian tetap dengan sistem
kerjanya yaitu penyadap karet, dengan umur 56 tahun sekarang informan TR sudah
pensiun. Meskipun informan TR sudah pensiun, Perusahaan Daerah Perkebunan
Sumbertenggulun tidak memberhentikannya begitu saja. Karyawan masih bisa
bekerja di Perusahaan Daerah Perkebunan tetapi statusnya berubah, misalnya
informan TR yang pada awalnya berstatus buruh harian tetap menjadi buruh harian
lepas dengan sistem kerja yang sama yaitu buruh penyadap karet.Informan TR
bekerja sebagai buruh penyadap karet di PDP sudah lama, yaitu sejak tahun 1978
hingga sekarang atau sudah 34 tahun.
Menurut informan TR, alasan bekerja sebagai buruh penyadap karet di PDP
Sumbertenggulun mengatakan bahwa pada dasarnya sejak lahir sudah berada di Desa
Manggisan, Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun sehingga memutuskan
untuk bekerja di PDP saja, kalau bekerja di luar dari desa tersebut tidak tau mau
bekerja sebagi apa, dimana. Dengan bekerja di PDP Sumbertenggulun tersebutsangat
nyaman dan enak sekali dimana selain mendapat upah yang lumayan dibandingkan
hanya berdiam saja, juga mendapatkan fasilitas-fasilitas dari PDP misalnya rumah
dinas yang hanya tinggal merawatnya saja, pemberian ladang yang tanpa dikenakan
harga sewa sebelumnya yang dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman seperti
singkong, cabe, jagung, dan sebagainya. Dengan hasil ladang tersebut nantinya dapat

dijual sehingga dapat menambah pendapatan keluarga, selain untuk dijual juga dapat
dikonsumsi sehari-hari. Alasan lain yaitu adanya bantuan dari PDP Sumbertenggulun
ketika mereka sakit, bantuannya kurang lebih separuh dari harga biaya yang
dikenakan ketika mereka dirawat. Selain itu, informan TR bekerja karena ingin
membantu pendapatan suami, bisa menabung untuk hari tuanya, bisa menyekolahkan
anak, membantu kebutuhan cucu mereka.
Buruh penyadap karet dengan sistem kerja 02.30-05.30 dan kembali lagi ke
kebun pada jam 08.00-10.00, informan TR bangun pada jam 02.00 kadang-kadang
jam 01.00, ketika bangun tidur yang informan TR lakukan yaitu menyiapkan
peralatan kerja seperti: bisuk (alat penyadap karet), obor, mangkok, boll
(ember/tempat penyimpanan getah karet). Setelah sampai di kebun pekerjaan yang
Informan TR lakukan yaitu menyadap, jombret (membersihkan rumput), anglot
(mengambil hasil sadapan), membawa hasil sadapan getah karet ke pabrik untuk
ditimbang. Menjadi buruh perekebunan dengan sistem kerja sebagai penyadap karet,
informan TR tidak mendapat libur kerja. Dia libur kerja ketika sakit dan ada
kepentingan keluarga yang mendesak.
Menurut informan TR pada awalnya dengan bekerja sebagai buruh penyadap
karet ini sangat berat, dimana harus bekerja di kebun dan bekerja di dalam keluarga.
Tetapi karena sudah terbiasa dengan keadaan tersebut sudah menjadi biasa dan tidak
merasa terganggu ketika juga bekerja. Informan TR menyiasati perannya dengan
memanfaatkan waktu kerjanya, misalnya berangkat kerja jam 02.30 pulang jam
05.30, ketika pulang ini informan TR manfaatkan untuk kepentingan keluarganya
seperti memasak, membersihkan rumah dan lain-lain. Kalau dahulu ketika anak
masih sekolah untuk menyiapkan sarapan anak informan TR harus memasak pada
jam 19.00, karena kalau pada malam hari informan TR tidak sempat, kalaupun
dilakukan ketika Bu Tris pulang kerja pada jam 05.30 tidak mungkin mungkin sempat
juga karena tempat sekolah anaknya sangat jauh yang letaknya di kota dan harus
berangkat sekolah pada jam 06.00, dan sewaktu anak masih kecil ketika informan TR
bekerja, anaknya dititipkan kepada neneknya. Semua pekerjaan rumah tanggnya

informan TR terkadang dilakukan sendiri karena anaknya sibuk bekerja dan orang tua
dari informan TR yang dulu juga tinggal bersama sudah meninggal dunia.
Sudah 34 tahun informan TR bekerja di PDP upah yang diperoleh selama ini
sangat membentu perekonomian keluarganya, maka dari itu informan TR
menekuninya sampai sekarang. Upah yang diberikan oleh Perusahaan Daerah
Perkebunan hingga kini ada perubahan, yakni adanya kenaikan harga getah karet per
liternya yang semula 1 liter seharga Rp. 4000,- sekarang naik menjadi Rp. 6000,- per
liternya. Upah yang diperoleh nantinya tergantung sedikit banyaknya hasil sadapan
getah karetnya. Untuk informan TR sendiri bagian yang diperoleh dari PDP
Sumbertenggulun yaitu 250 pohon sehingga hasil getah karet yang diperoleh kadangkadang 30-35 liter. Sedikit banyaknya hasil sadap karet tergantung cuaca, ketika
hujan hasil sadapannya bisa saja sedikit.
Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun mengenakan sanksi bagi
karyawan yang membolos bekerja dan pekerjaannya kurang baik. Ada sanksi tertentu
apabila pekerjanya tidak bekerja tanpa adanya keterangan, misalnya mandor besar
memberikan peringatan kepada kepada buruh yang tidak masuk kerja, apabila masih
melakukan pelanggaran lagi maka gaji akan dipotong sesuai berapa hari tidak masuk
bekerjanya, pelanggaran ketiga akan dibawa ke kepala bagian untuk disidang.
Menjadi buruh di PDP Sumbertenggulun tidak mudah untuk dilakukannya,
informan TR setiap harinya harus melewati rintangan-rintangan yang harus dihadapi.
Misalnya, ketika hujan jalan menuju ke kebun sangat licin, selain itu informan TR
harus berangkat seorang diri ke kebun dan di dalm kebun itu ada hewan yang
membahayakan seperti ular, babi hutan, kera, ataupu kalajengking.

TRANSKRIP HASIL LAPANG


(Interview Guide)
Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Buruh Perkebunan Perempuan
Identitas Informan Pokok
No. Informan

: 02

Tgl. Wawancara

: 17 Oktober 2012

1.
2.
3.
4.

Nama
Alamat
Usia
Pendidikan

: Bu. NJ
: Jln. Antrokan Desa Manggisan
: 43 Tahun
: SD

Suami informan NJ bekerja sebagai keamanan di Perusahaan Daerah


Perkebunan Sumbertenggulun, upah yang diperoleh per dua minggunya yaitu Rp.
450.000,- jadi selama sebulan upah yang diperoleh sebesar Rp. 900.000,-. Menurut
informan NJ upah yang diperoleh suaminya sangat kurang untuk 4 orang anggota
keluarganya, yang terdiri dari bapak, ibu, nenek dan 1 anak yang masih sekolah.
Setiap harinya informan NJ bagun tidur jam 02.00 karena harus pergi ke
kebun untuk bekerja sebagai buruh penyadap karet. Melakukan pekerjaan rumah
tangga selalu rutin Ia kerjakan seperti memasak, melayani anak untuk berangkat
sekolah, menyapu, memelihara dan memberikan makan sapi dan ayamnya, mencari
rumput, mencari kayu, mencuci baju, menyetrika dan piring. Informan NJ melakukan
pekerjaan rumah tangganya dilakukan setelah pulang kerja karena kalau dikerjakan
sebelum berangkat kerja tidak sempat untuk dilakukannya. Informan NJ mencuci
pakaian seluruh anggota keluarganya dilakukan setiap hari sepulang Ia bekerja.
Sedangkan menyetrika pakaian dilakukan seminggu sekali karena baju yang disetrika
hanya baju tertentu saja, misalnya baju anaknya yang sekolah. Dalam mengatur

keuangan rumah tangga, informan NJ sepenuhnya mengambil alih peran tersebut


karena tugas perempuan salah satunya adalah mengelola keuangan rumah tangga.
Sejak berumur 12 tahuninforman NJ sudah bekerja ikut orang tuanya ke
kebun, tetapi itu hanya sekedar membantu saja dan tidak mendapatkan upah dari
perusahaan. Informan NJ mulai menjadi buruh penyadap karet di Perusahaan Daerah
Perkebunan Sumbertenggulun sejak berumur 18 tahun hingga kini informan NJ
berumur 43 tahun, ini berarti informan NJ sudah 25 tahun bekerja di PDP
Sumbertenggulun.
Menurut informan NJ, awal mula Ia bekerja dikarenakan latar belakang
ekonomi keluarga yang tidak mampu, keluarganya banyak utang sehingga
mengaharuskan untuk bekerja agar dapat membantu keluarganya. Meskipun sekarang
menikah dan mempunyai anak, pencari nafkah adalah suami, informan NJ tidak mau
berhenti untuk bekerja karena upah suami tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga
apalagi masih mempunyai anak yang sekolah, untuk itu informan NJ memutuskan
untuk tetap bekerja. Menurut informan NJ hanya bisa bekerja sebagai buruh
penyadap karet di PDP Sumbertenggulun karena informan tidak mempunyai bekel
pendidikan yang tinggi hanya mempunyai ijasah SD saja.
Informan NJ ini sebagai buruh harian tetap dengan sistem kerjanya penyadap
karet yang kerjanya dimulai sejak pukul 02.30-05.30 dan kembali lagi pada pukul
08.00-10.00, sehingga informan NJ harus berangkat ke kebun pada pukul 02.00.
Setelah bangun tidur, informan NJ menyiapkan alat-alat yang akan disiapkan untuk
bekerja yaitu seperti bisuk (alat penyadap karet), sabit, blor (lampu senter), mangkok,
boll (ember/tempat penyimpanan getah karet). Selama seminggu informan NJ
nonstop untuk bekerja, karena menurut informan NJ kalau Ia libur badan akan terasa
sakit semua karena tidak banyak bergerak dan terbiasa untuk bekerja. Pekerjaan yang
dilakukan di kebun seperti mebersihkan rumput, menyadap dan mengambil hasil
sadapannya untuk di bawa ke pabrik.
Menurut informan NJ ketika berkeluarga dan mempunyai anak, pada awalnya
melakukan pekerjaan rumah tangga sambil bekerja sangat berat sekali. Tetapi karena

sudah terbiasa melakukan pekerjaan tersebut maka sudah biasa saja untuk
melakukannya. Dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga dilakukannya sendiri
mulai pekerjaan menyapu, mencuci baju dan pring semuanya dikerjakan sendiri.
Menurut informan NJ alasan menekuni pekerjaan sebagai buruh penyadap karet di
PDP Sumbertenggulun karena bekerja sebagai buruh sangat enak dan eman kalau
berhenti begitu saja. Mengenai upah sendiri drai tahun ke tahun ada kenaikan upah
bagi buruh yaitu dengan menaikkan harga getah karet. Setiap harinya informan NJ
dalam bekerja menyadap karet bisa menghasilkan 35 liter getah karet. Untuk bagian
informan sendiri dalam melakukan pekerjaan menyadap, informan bisa menyadap
pohon 250-300 pohon. Menurut informan NJ hambatan-hambatan yang dihadapi saat
bekerja yaitu ketika hujan turun menyebabkan jalan menuju kebun sangat kecil, hasil
sadapan yang diperoleh sedikit atau jelek sehingga upahnya pun sedikit. Kerena besar
kecilnya upah buruh tersebut tergantung sedikit banyaknya hasil sadapan. Belum lagi
kalau informan tidak masuk kerja maka informan NJ tidak digaji sesuai berapa hari
informan NJ tidak masuk kerja.

TRANSKIP HASIL LAPANG


Peran Ganda Buruh Perkebunan Perempuan Dalam Rumah Tangga
(Studi Deskriptif di Perusahaan Daerah Perkebunan Sumbertenggulun-TanggulJember)
Buruh Perkebunan Perempuan
Identitas Informan Pokok
No. Informan

: 03

Tgl. Wawancara

:06 November 2012

1.
2.
3.
4.
5.

Nama
Alamat
Usia
Pendidikan
Agama

: Bu S.R
: Jln. Antrokan Desa Manggisan Kecamatan Tanggul
: 34 Tahun
: SD
: Islam

Suami informan SR bekerja sebagai keamanan di Perusahaan Daerah


Perkebunan Sumbertenggulun dengan upah Rp. 450.000 per dua minggunya. Jadi,
selam sebulan penghasilan yang diperoleh oleh suami rata-rata Rp. 900.00,-. Anggota
keluarga informan SR ada 5 orang yang terdiri dari suami, istri (informan SR), dan 2
orang anaknya, anak pertama berumur 8 tahun, sedangkan anak kedua berumur 22
hari. Menurut informan SR, dengan upah Rp. 900.000 tersebut untuk kebutuhan
sehari-hari. Oleh sebab itu, informan turut bekerja mencari nafkah untuk menambah
penghasilan keluarga dengan bekerja sebagai buruh penyadap karet di PDP
Sumbertenggulun.
Sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagai pencari nafkah yang bekerja
sebagai buruh di PDP Sumbertenggulun, informan SR setiap harinya bagun tidur pada
pukul 02.00 WIB, karena sistem kerja buruh penyadap karet dimulai pada pukul
02.30 WIB. Pekerjaan kerumahtanggaan yang biasanya informan lakukan setiap hari
yaitu bersih-bersih rumah, masak, cari rumput untuk pakan ternaknya (kambing).
Dalam hal memasak, informan SR masih menggunakan cara tradisional yaitu masih
menggunakan tungku yang terbuat dari batu bata yang dipoles dengan tanah dan

bahan bakarnya menggunakan kayu yang setiap harinya informan dapatkan dari
kebun di mana informan SR bekerja.
Pekerjaan kerumahtanggaan informan lakukan biasanya pada saat pulang
bekerja. Misalnya mencuci pakaian seluruh anggotan keluarganya, setiap hari
informan mencuci pakaiannya karena kalau tidak setiap hari dilakukan pekerjaannya
akan semakin menumpuk, apalagi informan SR mempunyai bayi yang masih berumur
22 hari. Sedangkan meyetrika baju informan hanya dilakukannya seminggu sekali.
Selain itu, pekerjaan yang juga dilakukan setelah pulang kerja seperti memasak untuk
menyiapkan makanan seluruh anggota keluarganya khususnya anaknya yang masih
sekolah dasar (SD). Tetapi, kada-kadang informan SR tidak sempat menyiapkan
sarapan untuk anaknya, informan hanya bisa memberikan uang jajan yang tiap hari
dijatah Rp. 2500 untuk anaknya. Dalam pengelolaan keuangan rumah tangga,
dikelola oleh informan sendiri SR.Seorang ibu yang mempunyai anak sekolah
biasanya mendampingi anak dalam belajar, informan SR yang mempunyai anak
sekolah melakukan hal yang sama yaitu mendampingi anak ketika belajar, tetapi
informan SR jarang mendampingi anaknya belajar karena kesibukannya bekerja.
Menurut informan SR, bekerja sebagai buruh penyadap karet di PDP
Sumbertenggulun sudah lumayan lama. Sejak tahun 1997 informan SR sudah bekerja,
ini berarti informan SR sudah 15 tahun bekerja sebagai buruh penyadap karet di PDP
Sumbertenggulun. Alasan informan SR turut bekerja mencari nafkah dikarenakan
pengasilan yang suami yang pas-pasan sehingga memungkinkan informan turut
mencari nafkah sebagai buruh penyadap karet. Informan SR hanya bisa bekerja
sebagai buruh dan menekuninya sampai sekarang karena bekerja sebagai buruh di
PDP Sumbertenggulun enak, nyaman, di mana informan SR mebdapatkan fasilitasfasilitas seperti rumah dinas, pemanfaatan ladang yang bisa dimanfaatkan untuk
menanam singkong, cabe yang nantinya dapat dijual dan mengasilkan uang maupun
dikonsumsi sendiri.
Bekerja sebagai buruh penyadap karet, informan setiap harinya harus
berangkat kerja pada pukul 02.00 WIB dengan membawa peralatan seperti ember,

magkok, alat nyadap, senter. Setelah sampai di kebun, informan SR malakukan


pekerjaan menyadap pohon karet, membersihkan rumput. Dalam seminggu informan
tiidak mendaptkan libur, setiap hari informan SR bekerja. Karena kalau libur,
informan SR tidak mendapatkan upah. Bagian informan sendiri dalam pemberian
jatah pohon 250 pohon, dengan rata-rata mendapatkan hasil sadapannya 25-30 liter
dalam sehari. Dengan hasil sadapan itulah informan mendapatkan upah. Dalam hal
pemberian upah oleh PDP Sumbertenggulun ada kenaikan. Di mana yang pada
mulanya harga getah karet Rp. 4000 per liter sekarang naik menjadi RP. 6000 per
liter.
Menurut informan SR, bekerja sebagai buruh di kebun ada rintangannya. Di
mana dalam kebun ada ular, babi, kera yang informan SR harus waspadai. Selain itu,
ketika hujan turun menyebabkan jalan menuju kebun menjadi licin dan hasil
sadapannya sedikit. Karena banyaknya hasil sadapan itu tergantung cuaca, kalau
cuaca panas maka hasil sadapannya banyak sedangkan jika turun hujan maka hasil
sadapannya akan jelek dan sedikit.

Lampiran 4

RATA-RATA PENDAPATAN KELUARGA


No
.
1.

Uraian
Informan
SR
Informan
TR

Pekerjaan
Mandor Sadapan

Rata-rata Pendapatan
Per Bulan
Rp. 1000.000,-

Jumlah
Pendapatan
Keluarga
Pendapatan
suami+istri:

Buruh penyadap 30 ltrK3% =.....kg/hari Rp. 1000.000 +


karet
30 ltr25% = 7,5 Rp. 1.350.000 =
kg/hari
Rp. 2.350.000,Harga 1 kg getah karet
Rp. 6000,Jadi, 7,56000 = Rp.
45.000,Rata-rata

per

3045.000
2.

bulan:

Rp.

Informan

1.350.000,Keamanan PDP Rp. 900.000,-

Pendapatan

KS

Sumbertenggulu

suami+istri:

n
Informan
NJ

Rp. 900.000+ Rp.


30 ltrK3% =.....kg/hari

Buruh penyadap 30
karet

ltr25%

7,5

kg/hari
Harga 1 kg getah karet
Rp. 6000,Jadi, 7,56000 = Rp.
45.000,Rata-rata
3045.000
1.350.000,-

per
=

bulan:
Rp.

1.350.000 = Rp.
2.250.000,-

3.

Informan

Keamanan PDP Rp. 900.000,-

Pendapatan

ST

Sumbertenggulu

suami+istri:

Rp. 900.000+ Rp.

Informan
SR

30 ltrK3% =.....kg/hari
Buruh penyadap 30
karet

ltr25%

7,5

kg/hari
Harga 1 kg getah karet
Rp. 6000,Jadi, 7,56000 = Rp.
45.000,Rata-rata

per

3045.000
1.350.000,Sumber: Diolah Dari Data Primer dan Sekunder 2012

bulan:
Rp.

1.350.000 = Rp.
2.250.000,-