Anda di halaman 1dari 3

EKSTERNALITAS

Salah satu kegagalan pasar dalam mengalokasi faktor-faktor


produksi secara efisien adalah adanya dampak sampingan atau
eksternalitas. Eksternalitas timbul karena tindakan konsumsi atau
produksi dari satu pihak yang mempunyai pengaruh terhadap
pihak yang lain dan tidak ada kompensasi yang dibayar oleh
pihak yang menyebabkannya atau kompensasi yang diterima
oleh pihak yang terkena dampak.
Terdapat dua syarat untuk terjadinya eksternalitas, yaitu :
1) Adanya pengaruh dari suatu tindakan; dan
2) Tidak adanya kompensasi yang dibayarkan atau diterima.
Eksternalitas dapat timbul sebagai akibat tindakan konsumsi, yang dapat dibagi dua
sifat, yaitu bersifat positif (menguntungkan) atau negatif (merugikan).
Eksternalitas dapat timbul juga sebagai akibat tindakan aktivitas produksi, yang
dapat dibagi dua sifat, yaitu bersifat positif atau negatif.
Eksternalitas memiliki dua jenis perbedaan :
1) Technical externalities tindakan seseorang dalam konsumsi atau produksi
akan mempengaruhi tindakan konsumsi atau produksi orang lain tanpa ada
kompensasinya.
2) Pecuniary externalities menyangkut kepada harga dalam perekonomian
(pecuniary externalities diseconomy), yaitu dengan mempengaruhi kendala
anggaran (budget constraint). Misalnya akibat dari perubahan harga faktor
produksi sebagai akibat tindakan produksi atau konsumsi orang lain.
Pecuniary externalities hanya mempengaruhi harga, tanpa mempengaruhi
kemungkinan teknis produksi atau konsumsi.
Dalam hal adanya eksternalitas produksi negatif (production externalities
diseconomy), timbul biaya pribadi (private costs) yang dihitung oleh pabrik
(produksi) untuk membayar semua faktor produksi yang digunakan menjadi
terlalu kecil karena tidak diperhitungkan kerugian masyarakat, akibatnya
barang yang dihasilkan cenderung menjadi terlalu banyak dampak
pembuangan limbah sungai yang dirasakan masyarakat sekitar yang
menggunakan air dari sungai.
Tidak hanya adanya menghasilkan eksternalitas produksi negatif, namun ada
kemungkinan menghasilkan eksternalitas produksi positif pabrik
membangun jalan menuju lokasinya, menyebabkan tanah masyarakat disekitar
pabrik akan mengalami kenaikan nilai, dimana kenaikan nilai tanah ini tidak
termasuk dalam perhitungan pabrik (faktor produksi), sedangkan masyarakat
tidak memberikan kompensasi kepada pabrik atas kenaikan nilai tanah.
Dalam perekonomian terdapat empat kemungkinan eksternalitas :
1) Konsumen konsumen permainan musik dari seseorang yang mahir dapat
memberikan dampak bagi orang lain yang mendengarkan atau menikmati.
2) Konsumen produsen olahraga yang dilakukan oleh buruh/pegawai
menyebabkan mereka menjadi sehat dan kuat, sehingga produksi meningkat
dan menguntungkan produsen.

3) Produsen konsumen pabrik yang menghasilkan polusi bagi penduduk


sekitarnya.
4) Produsen produsen polusi air/udara yang dihasilkan oleh pabrik
(produsen), mengakibatkan kenaikan biaya produksi perusahaan lain yang
menggunakan air/udara sebagai salah satu faktor produksi.
Eksternalitas perekonomian diatas menyebabkan harga-harga yang ditetapkan pabrik
tidak mencerminkan kelangkaan faktor produksi. Pabrik yang menimbulkan polusi
air/udara, karena kalkulasi (perhitungan) harga hasil produksi tidak
memperhitungkan eksternalitas yang diterima penduduk sekitar, maka biaya untuk
pabrik menjadi lebih kecil daripada biaya masyarakat, sehingga produksi pabrik
menjadi lebih besar diperlukan peranan pemerintah untuk mengatur produksi
dengan membuat peraturan agar biaya pribadi yang dihitung pabrik sama dengan
biaya masyarakat (peraturan pemerintah yang mengatur pabrik untuk membuat
pengolahan limbah hasil polusi air/udara sebelum dibuang).
Pertumbuhan ekonomi atau peningkatan taraf hidup masyarakat yang disebabkan
semakin banyaknya barang dan jasa senantiasa menimbulkan dampak terhadap
lingkungan hidup yaitu menyebabkan pencemaran udara, air dan darat. Untuk
pemecahannya, bukanlah dengan cara menghilangkan pencemaran, sebab tidak
mungkin pula dilakukan apabila menghentikan kenaikan taraf hidup masyarakat.
Yang harus dipertimbangkan adalah tingkat pencemaran optimal dari setiap kegiatan,
namun eksternalitas tidak hanya dari satu kegiatan produksi saja, melainkan
ditimbulkan dari banyak aktivitas produksi yang menimbulkan jenis polusi yang
berbeda-beda dibutuhkan peranan pemerintah untuk menentukan seberapa
banyak polusi yang ditimbulkan dari suatu pabrik, sehingga pemerintah dapat
menghitung seberapa besar kerugian yang ditimbulkannya dan jumlah denda yang
harus dikenakannya.
Adanya eksternalitas dari suatu kegiatan menyebabkan sistem perekonomian yang
menggunakan sistem pasar persaingan sempurna tidak dapat melaksanakan
alokasi sumber-sumber ekonomi secara efisien, karena harga tidak mencerminkan
dengan tepat akan kelangkaan faktor produksi.
Ditinjau dari dampaknya, eksternalitas dibagi menjadi dua, yaitu :
1) Eksternalitas negatif dampak bagi orang lain yang tidak menerima
kompensasi serta sifatnya merugikan biaya produksi yang dihitung lebih
kecil dibandingkan dengan biaya yang diderita oleh masyarakat (biaya sosial)
ada beberapa hal untuk mengatasinya salah satunya pemerintah
mengenakan pajak pada penyebab polusi hingga mencapai tingkat nol
(secara ekstrim), dengan anggapan setiap orang memiliki hak atas lingkungan
yang sehat, namun untuk mempertahankan hak tersebut terdapat biaya
oportunitas (kerugian masyarakat atas barang yang dihasilkan, sehingga
tingkat eksternalitas yang optimal tidaklah nol) pemerintah
mengupayakan agar tingkat produksi yang berlebihan dapat dikurangi.
2) Eksternalitas positif dampak yang menguntungkan dari suatu tindakan
yang dilakukan oleh suatu pihak terhadap orang lain tanpa adanya kompensasi
dari pihak yang diuntugkan biaya produksi lebih besar daripada biaya
sosial, sehingga produksi yang dihasilkan lebih sedikit dari jumlah yang oleh
masyarakat dianggap efisien tindakan pemerintah mengupayakan agar

produksi barang dan jasa dapat ditingkatkan atau bahkan dapat


menghasilkan dengan sendirinya.
Eksternalitas dalam suatu aktivitas, maka akan timbul inefisiensi. Inefisiensi akan
timbul apabila tindakan seseorang mempengaruhi orang lain dan tidak tercermin
dalam sistem harga misal sungai yang tercemar dari pabrik, menyebabkan orangorang yang menggunakan air sungai menjadi sakit. Dalam menentukan harga hasil
produksi pabrik, tidak memperhitungkan biaya yang harus dikeluarkan orang-orang
yang sakit untuk berobat, sehingga bagi masyarakat tidak tercapai suatu tingkat
efisiensi optimal.
Secara umum, adanya eksternalitas tidak akan mengganggu tercapainya efisiensi
masyarakat apabila semua dampak yang merugikan atau menguntungkan
(eksternalitas positif dan negatif) dimasukan dalam perhitungan produsen dalam
menetapkan jumlah barang yang diproduksi.
Cara-cara memperbaiki alokasi sumber-sumber ekonomi
Adanya eksternalitas menimbulkan alokasi sumber-sumber ekonomi yang didasarkan
pada pertimbangan-pertimbangan individu pihak yang melakukan suatu aktivitas
menjadi tidak efisien (inefisiensi) disebabkan karena perhitungan untung-rugi oleh
individu dilakukan tanpa menghiraukan dampak atas tindakannya terhadap orang lain
atau masyarakat keseluruhan.
Coase masalah eksternalitas timbul karena tidak jelasnya hak pemilikan suatu
barang kepada siapa hak milik atas suatu barang akan diberikan, tidak menjadi
soal karena pemberian hak milik kepada siapapun atau manapun akan menyebabkan
terjadinya alokasi sumber-sumber ekonomi yang efisien.
Teori Coase mengenai eksternalitas tersebut diatas dapat dilaksanakan jika masalahmasalah dimana pihak-pihak yang terlibat jumlahnya sedikit sehingga dapat dilakukan
negosiasi keduabelah pihak tidak dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari
(pada kenyataanya) atau tidak feasible, sehingga diperlukan campurtangan pemerintah
untuk mengatasinya.
Barang dan jasa yang dihasilkan oleh pemerintah dan semestinya dapat dijual di pasar,
oleh pemerintah dapat dijual dengan harga tertentu atau dijual dengan tanpa harga
pemerintah menghasilkan barang dan menyediakannya bagi masyarakat dijamin
akan adanya penggunaan maksimum oleh masyarakat, akan tetapi akan menimbulkan
banyak pula pemborosan-pemborosan. (KN)
Pada kenyataanya pemerintah seringkali menentukan tingkat harga di bawah harga
yang sebenarnya (harga pasaran), karena adanya tekanan-tekanan dari golongan
tertentu, dengan artian golongan-golongan tertentu tersebut memerlukan perlindungan
dari pemerintah. (KN)
Salahsatu peranan pemerintah dalam mempengaruhi eksternalitas
Kebijakan harga merupakan salah satu kebijakan yang dapat digunakan pemerintah
untuk mencapai sasaran rencana pembangunan mendorong produksi dan
memelihara kestabilan ekonomi.
Kebijakan harga memiliki dua jenis perbedaan, kebijakan harga positif (kebijakan
harga yang dapat mendorong peningkatan produksi) dan kebijakan harga negatif
(kebijakan harga yang dapat menekan produksi). (KN)