Anda di halaman 1dari 4

Circumcisi:

1. Desinfeksi seluruh area penis, simfisis sampai scrotum menggunakan alkohol


dan betadin
2. Anastesi penis dengan lidocain/PHcain disuntikkan pada cekungan ditengahtengah antara penis dan simfisis, bila perlu suntik memutar pada batang
penis sampai menembus vasia.
3. Keluarkan glen penis dari prepotium dan bersihkan dengan betadin, dan
bebaskan glen dari perlengketan apabila lengket dengan prepotium.
4. Sebelum prepotium dijepit dengan klem,tandai dahulu prepotium dengan
tanda titik di garis glen menggunakan betadin
5. Jepit prepotium atas dan bawah menggunakan klem kemudian tarik hingga
melebihi glen penis,setelah itu klem prepotium menggunakan klem lurus
diatas glen
6. Potong prepotium menggunakan bisturi atau gunting diatas klem,kemudian
lepaskan klem dan keluarkan glen kembali,apabila selaput bagian dalam
terlalu panjang bisa dirapikan dengan gunting kurang lebih 5 ml dari glen
7. Jahit selaput luar dan dalam bagian atas menggunakan benang plain 4/0-3/0
Kemudian jepit dengan klem untuk pegangan, lalu jahit selaput luar dan
dalam bagian bawah kemudian jepit dengan klem untuk pegangan
8. Observasi blooding apabila masih blooding jahit kembali bagian bawah
9. Jahit simple sampai seluruh mukosa luar dan dalam terjahit seluruhnya,
observasi blooding apa bila masih ada blooding jahit ulang sampai berhenti
10.Bersihkan menggunakan NACL,kemudian beri sufratule lalu tutup
menggunakan kassa atau sebelumnya diberi zalf dahulu
11.Beri antibiotik 3x1,analgesik 3x1,vitK 3x1

Anestesi Sircumsisi pada umumnya menggunakan anestesi lokal, teknik


anastesi yang dipakai biasanya blok, infiltrasi atau gabungan keduanya.
Anestesi Pada Sirkumsisi metode Flashcutter

Khitan dengan Flashcutter dapat


dilakukan anestesi dengan teknik Infiltrasi maupun

blok. Bergantung pada kondisi atau kebiasaan dengan mempertimbangkan


kelebihan
dan kekurangan masing-masing.
Anestesi Infiltrasi
Daerah penyuntikan disesuaikan dengan lokasi persarafan.
Secara anatomis, cabang-cabang saraf yang

mempersarafi
penis berada pada sekitar
jam 11 dan jam 1, cabang cabangnya sekitar di jam 5, jam 7 serta daerah
frenulum.
Lokasi penyuntikan adalah sekitar 2/3 proksimal batang penis secara
subkutis agak kedalam sedikit agar obat masuk ke tunika albuginea.
Jarum disuntikan di daerah dorsum penis proksimal secara sub kutan,
gerakkan kekanan, aspirasi, tarik jarum sambil menginjeksikan cairan
anestesi, jarum jangan sampai keluar kemudian arahkan jaruh ke lateral kiri,
ulangi seperti lateral kanan. Kemudian jarum injeksikan di daerah ventral dan

lakukan infiltrasi seperti diatas sehingga pada akhirnya terbentuk Ring Block
Massage penis, karena obat anestesi membutuhkan waktu untuk bekerja.
Tunggu 3-5 menit kemudian dilakukan test dengan menjepit ujung preputium
dengan klem. Apabila belum teranestesi penuh ditunggu sampai dengan
anestesi bekerja kira-kira 3-5 menit berikutnya.
Pada batas tertentu bila dipandang perlu dapat dilakukan tambahan anestesi.

ANASTESI BLOG
Bertujuan memblok semua impuls sensorik dari batang penis melalui
pemblokiran nervus pudendus yang terletak dibawah fasia Buch dan
ligamentum suspensorium dengan cara memasukkan cairan anestesi dengan
jarum tegak lurus sedikit diatas pangkal penis, diatas simfisis osis pubis
sampai menembus fasia Buch.
Obat anestesi
Yang banyak digunakan adalah Lidokain HCL2%, baik yang ditambah
adrenalin (Pehacain) ataupun tidak. Untuk anestesi infiltrasi dapat diencerkan
sampai 0,5% dengan aquabides, dimaksudkan untuk mengurangi resiko
intoksikasi obat. Dapat pula lidokain dioplos dengan markain dengan
perbandingan 50-70:30-50, untuk mendapatkan onset cepat dan durasi yang
lama.
Reaksi toksik dapat terjadi karena kesalahan penyuntikan sehingga obat
masuk ke pembuluh darah atau karena dosis yang terlampau tinggi