Anda di halaman 1dari 3

BALAI BESAR

KESEHATAN
PARU
MASYARAKAT
(BBKPM)
BANDUNG
No. Dokumen

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ( SPO )


TINDAKAN TERAPI DENGAN MENGGUNAKAN
MICROWAVE DIATHERMY ( MWD )
Tanggal Terbit
22 November 2010

No. Revisi
00

Halaman
2

Dibuat,
Ka.Instalasi Rehabilitasi Medik

Diperiksa,
Kabid Yanjangkes

Ditetapkan,
KepalaBBKPM Bandung

dr. Mellya Andriani, SpRM


NIP. 197708092008122001

dr. Isnani Alimah


NIP. 195805191989032001

dr. Hj.Hedy B.S. Tampinongkol, MPH


NIP. 195204241980032002

BBKPM-RMDPR-07

Pengesahan
Dokumen

Riwayat
Perubahan

Revisi

Tanggal

Diusulkan Oleh

Uraian Singkat Perubahan

Distribusi SPO
1

4 Poli Non TB
6 Poli Spesialis
7 Instalasi Rekam Medik
8 Instalasi Rehabilitasi Medik
5 Wakil Manajemen
Pengertian

P
ol
ik
li
ni
k
D
O
T
S
2
3
9

Poli Umum
Poli Anak
Kepala BBKPM Bandung

Suatu pengobatan dengan menggunakan energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus listrik
bolak-balik frekwensi 2450 Hz yang diaplikasikan langsung ke anggota tubuh yang sakit
Indikasi:
1.
2.
3.
4.

Kondisi peradangan dan kondisi sehabis trauma tahap sub akut,dan kronis
Trauma :pada sistem muskuloskletal
Adanya keluhan nyeri pada sistem muskuloakletal
Kondisi ketegangan, pemendekan, perlengketan otot jaringan lunak

Kontra indikasi :
1.
2.
3
4
5
6

Peradangan dan trauma tahap akut, panas lebih dari 37 derajat C


Adanya perdarahan, infeksi
Adanya keganasan
Lokasi yang terserang penyakit pembuluh darah
Adanya logam didalam tubuh atau menempel pada kulit, pemasangan pace maker,
implant
Gangguan sensorik pada kulit, wanita hamil, khusus daerah pelvic

Indikasi :
MWD tidak boleh diberikan pada pasien yang mempunyai kontra indikasi terhadap penggunaan
MWD ( mis, Hamil, TB aktif, Pacemaker, Tumor, kanker, implant , gangguan sensasi)

Definisi Istilah
-

Uraian Prosedur

1.
2.
3.
4.
1.

Peraturan
Terkait

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor: 376/MENKES/SK/III/2007


Tentang Standar Profesi Fisioterapi

Tujuan

Mengurangi nyeri
Meningkatkan ekstensibiitas jaringan
Meningkatkan sirkulasi darah
Mendapatkan relaksasi
Mengatur posisi pasien senyaman mungkin sesuai dengan area yang di terapi ( duduk, tidur
terlentang, tengkurap atau miring )
2. Posisi duduk untuk area leher dan punggung atas
Fisioterapis menyiapkan kursi menghadap meja terapi
3. Posisi tidur terlentang untuk area hidung, dada, anggota gerak atas dan anggota gerak bawah
bagian depan
4. Posisi tidur tengkurap untuk area punggung atas dan bawah, anggota gerak bawah bagian
belakang
5. Posisi tidur miring untuk area sesuai sisi yang akan di terapi
6. Daerah yang akan diterapi harus bebas dari pakaian dan bahan-bahan metal seperti kalung,
gelang, cincin, risleting, endoprothese.
7. Menyiapkan radiator / electrode sesuai dengan area yang akan diterapi
8. Menggunakan alat sesuai dengan Instruksi Kerja Penggunaan MWD ( Lihat IK Penggunaan
MWD )
9. Memantau keadaan pasien selama proses terapi:

Penderita tidak boleh bergerak, intensitas dipertahankan sesuai dengan


toleransi penderita, tidak terlalu panas atau terlalu dingin

Selama terapi bila pusing atau timbul gejala lain terapi dihentikan,
bila banyak keringat dipersilahkan segera minum
10. Mempersilakan pasien untuk memakai pakaiannya kembali setelah tindakan terapi selesai

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor: 571/MENKES/SK/VI/2008

Tentang Standart Pelayanan Fisioterapi di Sarana Kesehatan


Prosedur Terkait SPO Pelayanan Pasien di Poli Umum
SPO Pelayanan Pasien di Poli DOTS
SPO Pelayanan Pasien diPoli Anak
SPO Pelayanan Pasien di Poli Non TB
SPO Pelayanan Pasien di Poli Spesialis
SPO Pelayanan Pasien di Pendaftaran
SPO Pembuangan Limbah
Persyaratan ISO Klausul 7.5.1 tentang Pengendalian Produksi dan Pengendalian Jasa
9001
Rekaman
Buku kunjungan harian