Anda di halaman 1dari 30

DIET PADA KANTUNG

EMPEDU (INFEKSI)
GUNARTI YAHYA, DCN, MM, RD

LOGO

Organ Kantung Empedu

Pengertian
Kantung empedu adalah organ
berbentuk buah pir yang dapat
menyimpan sekitar 50 ml empedu yang
diperlukan tubuh untuk proses
pencernaan. Pada manusia panjang
kantung empedu sekitar 7 10 cm dan
berwarna hijau gelap karena adanya
cairan empedu.
Empedu terhubung dengan hati dan
usus duabelas jari melalui saluran
empedu

lanjutan
Kantung empedu terletak dibawah organ
hati, berfungsi mengumpulkan dan
menyimpan cairan empedu yang akan
dijadikan garam empedu, elektrolit,
bilirubin, kolesterol dan lemak lain.
Empedu membantu usus halus mencerna
lemak dan memisahkan sisa produk
terutama melalui bilirubin
Empedu mengandung air (85-95%);
elektrolit (Na, K, Cl, bikarbonat, Ca, Mg);
garam empedu dan bilirubin; lecithin;
kolesterol dan protein

Tidak adanya empedu


a.menyebabkan:
malabsorbsi dan maldigesti

lemak,
b. gangguan keseimbangan
elektrolit dan
c. sulitnya mengeluarkan sisa
obat2an dan metal dari tubuh

FAKTOR FAKTOR RISIKO


PENYAKIT KANTUNG EMPEDU
Umur: Usia lanjut terutama > 65 thn (di
negara barat +/- 10 % menderita
batu kolesterol)
Diet : Makanan tinggi energi, tinggi
lemak, banyak karbohidrat sederhana,
kurang asupan serat
Gender
: perempuan
Hormonal: tidak seimbang seperti pada
kehamilan atau diabetes

Lanjutan faktor Risiko


Obat-obatan: estrogen, insulin, Pil KB,
cholesteramin
Obesitas : terutama yang skor IMT >
30
BB kurang: penurunan BB secara drastis

Sumber: Stump, SE (2012) Nutrition and Diagnosis


Related Care, Lippincot Williams and
Wilkins,Philadelphia, p. 516-518

PENYAKIT DI KANTUNG EMPEDU

1. CHOLELITHIASIS
2. CHOLECYSTITIS

Batu Kandung empedu

PATOFISIOLOGI PADA KANTUNG EMPEDU (1)


Penyakit empedu mencakup berbagai gangguan
empedu seperti komposisi atau anatomi dan fungsi
kantung empedu. Hati adalah sumber cairan
empedu, tetapi komposisi empedu selanjutnya
dimodifikasi oleh kantong empedu
Penyakit Batu Empedu (Cholelitiasis) sering ditemui
dalam perawatan di rumah sakit, sebanyak 80%
pasien dengan penyakit kantung empedu akan
mengalami infeksi kronis dan atau peradangan di
kantung empedu (Cholelistitis) atau gangguan
kantung empedu lainnya

Company Name

PATOFISIOLOGI PADA KANTUNG EMPEDU (1)


Cholelithiasis adalah pembentukan batu (calculi) dalam
kandung empedu atau sistem saluran empedu. Ada tiga jenis
batu: Kolesterol (80%, dengan hanya ~ 10% batu murni
kolesterol), pigmen, dan campuran stones.
Kolesterol, komponen utama empedu, biasanya disimpan
dalam larutan oleh asam empedu, lesitin, dan fosfolipid.
Namun, ketika empedu jenuh dengan kolesterol, itu
mengkristal dan batu empedu pun terbentuk.
Lumpur empedu, campuran particulate- mikroskopis
biasanya kristal kolesterol dan garam kalsium-terkait dengan
banyak faktor risiko yang sama seperti batu empedu.
Biasanya Kehadiran lumpur memiliki beberapa gejala, dan
mungkin muncul dan menghilang dari waktu ke waktu.
Lumpur empedu, bagaimanapun, diperkirakan tumbuh
dalam ukuran dan batu empedu menjadi lebih besar

Company Name

PATOFISIOLOGI PADA KANTUNG EMPEDU (2)


Penyebab terbentuknya batu ginjal belum diketahui dengan
pasti.
Obesitas, diabetes, penyakit inflamasi usus atau fibrosis
kistik dapat meningkatkan risiko untuk pembentukan batu
empedu, seperti halnya penurunan berat badan yang cepat,
diet lemak dibatasi, bedah bariatrik, dan obat penurun
kholesterol.
Nutrisi parenteral yang berkepanjangan dan sindrom usus
pendek juga dapat menyebabkan stasis empedu dan
karenanya meningkatkan risiko batu batu. Faktor risiko lain
termasuk: kehamilan ganda pada wanita, penggunaan obat
estrogen, dan kecenderungan genetik.
Kaukasia, Meksiko Amerika, dan penduduk asli Amerika
memiliki relatif tinggi prevalensi batu empedu. Sekitar 50%
dari wanita Kaukasia dan 30% laki-laki akan
mengembangkan batu empedu selama lifetime. Penyakit
batu empedu kurang umum di Asia dan Afrika.
Company Name

PATOFISIOLOGI PADA KANTUNG EMPEDU (3)


Obstruksi bilier
Ketika batu empedu keluar dari kandung empedu melalui
duktus sistikus,
saluran empedu, atau di kepala pankreas, disebut
Choledocholithiasis.
Empedu tidak lagi dibawa ke duodenum dan ekskresi
pigmen empedu ke dalam urin menjadi urin warna gelap dan
kotoran tidak lagi berwarna oleh pigmen empedu &
karenanya menjadi keabu-abuan (tanah liat berwarna).
Selain itu, masalah lain timbul yaitu malabsorpsi lemak
Pasien biasanya mengalami nyeri hebat di kuadran kanan
atas (kolik bilier). Jika tidak dikoreksi, cadangan empedu
dapat menyebabkan penyakit kuning dan kerusakan hati
(sirosis bilier sekunder). Batu memblokir ampula Vater
secara sementara dapat menghalangisaluran pankreas,
memicu serangan pankreatitis akut.
Company Name

PATOFISIOLOGI PADA KANTUNG EMPEDU (4)


Cholesistitis (Peradangan kandung empedu)
Cholesistitis, umumnya terjadi karena
berkembangnya obstruksi sekunder, infeksi, dan
iskemia kantong empedu. Kondisi yang terjadi bisa
kronis atau akut. Obstruksi duktus sistikus oleh batu
empedu adalah yang paling sering menjadi penyebab
dari radang kandung empedu, dan dapat
menyebabkan infeksi dan nekrosis.
Cholangitis adalah peradangan saluran empedu.
Biasanya sekunder obstruksi empedu saluran yang
mengarah ke infeksi. Infeksi dapat naik ke saluran
hepatik, kemudian ke canaliculi empedu, pembuluh
darah hati, dan limfatik perihepatic, dan mengarah ke
sepsis.
Company Name

TERAPI NUTRISI :CHOLELITIASIS (1)


Implikasi Pada Terapi Nutrisi :
Batu empedu simtomatik dan serangan akut memerlukan diet
rendah lemak untuk mengurangi gejala
sebelum operasi.
Pasien mengalami serangan akut kolangitis
harus puasa / nothing by mouth (NPO) selama dua belas jam
sebelum operasi.
Gangguan pencernaan, penurunan kemampuan untuk
mencerna lemak, dan peningkatan gas perut dapat menyebabkan
penurunan asupan makanan dan perubahan status gizi.
Setelah operasi, pasien menyesuaikan cepat untuk diet biasa
karena empedu dari hati terus masukkan duodenum melalui
saluran empedu common. Diare dapat terjadi setelah operasi,
mungkin karena empedu dalam usus besar. Penyebab lain diare
harus disingkirkan sebelum menentukan Intervensi Gizi
Company Name

TERAPI NUTRISI :CHOLELITIASIS (2)


1. Asesmen Gizi :
Untuk pasien dengan gangguankandung empedu : berat
badan dan riwayat berat harus diperoleh
24 jam recall, riwayat diet, untuk menentukan asupan dan
toleransi makanan spesifik (misalnya, makanan berlemak).
Tingkat albumin dan prealbumin tingkat harus dinilai jika
pasien NPO dan / atau memiliki infeksi bersamaan.
Obat untuk pengobatan batu empedu, infeksi, dan nyeri
harus diperhatikan.
2. Diagnosis Gizi : Kemungkinan diagnosis gizi untuk gangguan
empedu antara lain:
Asupan makanan / minuman yang tidak adekuat;
Perubahan fungsi GI;
Interaksi makanan-obat;
Jika pasien infeksi : memiliki kebutuhan nutrisi meningkat
www.themegallery.com

Company Name

TERAPI NUTRISI :CHOLELITIASIS (3)


3. Intervesi Gizi :
Preskripsi Gizi : rendah lemak (<30% energi sebagai
lemak) dengan kandungan protein sederhana dapat
membantu dalam mengontrol gejala sampai operasi dilakukan
untuk menghilangkan batu empedu.
Porsi Kecil tapi sering juga dapat membantu meningkatkan
asupan gizi total untuk memenuhi kebutuhan pasien.
Serangan akut hampir selalu terjadi sehubungan dengan
obstruksi. Ketika hal itu terjadi, kandung empedu harus
disimpan tidak aktif sesegera mungkin, melalui perintah puasa
dan mengistirahatkan usus sampai gejala berkurang, oleh
karena itu nutrisi parenteral dibutuhkan.

www.themegallery.com

Company Name

TERAPI NUTRISI :CHOLELITIASIS (4)


3. Intervesi Gizi (contd)
Selanjutnya diet yang dapat ditoleransi adalah cairan,
meskipun hanya cairan rendah lemak yang biasanya
digunakan. Karena penyerapan yang buruk dari lemak, vitamin
A, D, E, dan K bentuk yang larut dalam air mungkin diperlukan.
Pascaoperasi, diare yang terjadi dapat dikelola melalui
peningkatan asupan serat untuk meningkatkan bulk feses, dan
menghindari pasien dari makanan yang diketahui dapat
menyebabkan diare.
4. Monitoring dan Evaluasi :
Kepatuhan terhadap, serta, toleransi diet harus ditentukan.
Jika pasien puasa dan / atau memiliki infeksi, berat badan
dan laboratorium biokimia harus dipantau sesuai kebutuhan
yang berdasarkan status gizinya
www.themegallery.com

Company Name

TUJUAN DAN SYARAT DIET


PENYAKIT KANTUNG EMPEDU
TUJUAN DIET :
1. Bila ada obesitas BB
diturunkan secara perlahan
2. Batasi makanan yang dapat
menyebabkan nyeri atau
flatulence
3. Mencegah penyumbatan
saluran empedu, kanker dan
pankreatitis

Tujuan Diet

4. Menyediakan vitamin larut air,


bila diperlukan pada steatorrhea
5. Vitamin C berpengaruh pada
katabolisme kolesterol ke asam
empedu

SYARAT DIET
1. Makanan seimbang zat gizi, pada
kondisi akut berikan parenteral nutrisi
dan NPO (Nothing Per Oral)
2. Akut Cholecystitis diet rendah lemak
3. Hindari bhn makanan sumber gas
4. Kronik Cholecystitis : Tingkatkan
asupan serat terutama pektin karena
dapat mengikat kelebihan asam
empedu

Syarat Diet

Cholelithiasis : makanan tinggi


serat, bila diperlukan rendah
kalori
6. Berikan vitamin larut lemak
7 . Cukup selenium, zink dan
vitamin E untuk mencegah
kanker kantung empedu.
5.

Contoh Makanan Lunak

Contoh Makanan Lunak

JENIS DIET
DIET LEMAK RENDAH 1 :
Makanan yang diberikan berupa buahbuahan dan minuman manis (sumber
karbohidrat sederhana). Waktu pemberian
hanya 1-2 hari
DIET LEMAK RENDAH 2 :
Bentuk makanan cincang, lunak atau biasa
Rendah Energi , kalsium dan thiamin

Jenis Diet
DIET LEMAK RENDAH 3 :
bentuk makanan lunak atau biasa
diberikan untuk pasien yang sudah
mempunyai nafsu makan
BAHAN MAKANAN DIHINDARKAN
Semua makanan dan daging yang
mengandung lemak, gorengan dan
makanan yang menimbulkan gas seperti
ubi, kac. merah, kol, sawi, lobak, ketimun,
durian, nangka.

Kasus
Seorang ibu umur 56 tahun, mengeluh
sakit diperut bagian kanan bawah iga
seperti kembung, mual dan muntah. Pada
umur 40 tahun pernah mengalami
pembesaran hati dan dirawat di suatu RS.
Keluhan ini dirasakan sejak ibu makan
pepaya yang diberi jeruk nipis, walaupun
sebelumnya sering merasa mual-2
Berdasarkan riwayat makanan senang
makan makanan tinggi lemak seperti
gulai, goreng gorengan.

kasus
Hasil anamnesa makanan : Energi 1950 kalori,
Protein 13 %, Lemak 27% dan KH 60%
Pengukuran antropometri: TB 154 cm dan BB
65kg
Pemeriksaan klinis : ada jaundice, slcera mata
kuning, tekanan darah 125/85 mmHg, Suhu
38,5C
Hasil lab darah: albumin 3,0 mg/dl, bilirubuin
total 4 mg/dl,
SGOT 60 U/I, SGPT 75 U/I ,
Protein total 8 g/dl,
Pengamatan urin berwarna coklat seperti teh

kasus

Diagnosa medis : infeksi


kantung empedu
TUGAS : buatlah kajian gizi
secara lengkap.

www.themegallery.com

LOGO