Anda di halaman 1dari 8

NAMA : AHMAD SAIRAN

KELAS X IPS 1

SUWEG RAKSASA
Bunga bangkai / suweg raksasa / batang krebuit.
Termasuk
genus
Amorphophallus
titanum Becc.,
merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae)
endemik berasal dari Sumatra, Indonesia, yang dikenal
sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di
dunia. Namanya berasal dari bunganya yang mengeluarkan
bau seperti bangkai yang membusuk, yang tujuannya
sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat
penyerbuk bagi bunganya.

Bunga ini mirip dengan bunga raflesia arnoldi Banyak


orang sering salah mengira dan tidak bisa membedakan
bunga bangkai dengan Rafflesia arnoldi. Mungkin karena
orang sudah mengenal Rafflesia sebagai bunga terbesar.
Berbeda dengan raflesia bunga bangkai titan arum ini
berwarna krem pada bagian luar dan pada bagian dalam
yang menjulang, sedangkan mahkotanya berwearna
merah keunguan. Sekilas bentuknya saat mekar terlihat
seperti terompet. Bila raflesia hanya melebar bunga ini
bisa mencapai 4 meter dengan diameter 1,5 m.

Bunga ini mengalami 2 fase dalam hidup yang muncul


secara bergantian dan terus-menerus, yaitu fase vegetative
dan generative. Pada vase vegetative, diatas umbi akan
muncul batang tunggal dan daun yang sekilas mirip dengan
pohon papaya. Tinggi pohonnya bisa mencapai 6m. setelah
beberapa tahun, organ generatifnya akan layu kecuali
umbinya. Apabila lingkungannya mendukung, dan
umbinya memenuhi syarat pohon ini akan digantikan
dengan tumbuhannya bunga bangkai. Tumbuhnya bunga
majemuk menggantikan pohon yang layu merupakan fase
geberatif tanaman ini.

bunga bangkai merupakan tumbuhan ber-rumah satu dan


protogini, dimana bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu
diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk
mencegah penyerbukan sendiri. Bau busuk yang
dikeluarkan oleh bunga ini, seperti pada raflesia yaitu
berfungsi untuk menarik kumbang dan lalat penyerbukan
bagi bunganya. Setelah masa mekarnya (sekitar 7 hari)
lewat, bunga bangkai akan layu. Dan akan kembali melewati
sirkulasinya, kembalinya ke fase vegetative, dimana akan
tumbuh pohon baru diatas umbi bekas bunga bangkai.

Bila selama masa mekarnya terjadi pembuahan,


maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah
dengan biji pada bagian bekas pangkal. Biji-biji ini
bisa ditanam menjadi pohon pada fase vegetative. Bijibiji inilah yang sekarang di budi-dayakan.