Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN TIPE FUNGSI KEANGGOTAAN PADA

PENGENDALI LOGIKA FUZZY TERHADAP PERFORMANCE INDICATOR OUTPUT


RESPON SISTEM ORDE 2
Yogha Satria Laksana1, Era Purwanto2
Abstrak - Perancangan sistem pengendali berdasar logika fuzzy haruslah memperhatikan faktor mendasar
yang harus dipenuhi yaitu penskalaan dari input-output, aturan dasar kendali fuzzy dan tipe fungsi keanggotaan yang
digunakan. Pada logika fuzzy fungsi keanggotaan merupakan dasar penting karena nilai keanggotaan akan menentukan
posisi output dari sebuah himpunan fuzzy. Ada beberapa tipe fungsi keanggotaan pada pengendali logika fuzzy antara
lain Trianguler MF, Trapezoidal MF, Generalized Bell MF, Gaussian MF, Signoidal MF (terdiri dari psigmf dan
dsigmf). Pada penelitian ini menganalisis tipe fungsi keangggotaan Trianguler MF, Trapezoidal MF, Gaussian MF
yang digunakan untuk mengetahui pengaruh terhadap model inferensi fuzzy Mamdani orde dua secara umum. Untuk
kerja sistem yang dicari berupa tanggapan waktu keadaan peralihan (respon transient).
Kata Kunci : Logika fuzzy, Fungsi Keanggotaan, FIS Mamdani ,sistem orde 2

I. Pendahuluan
Perancangan pengendali berdasarkan logika fuzzy
dipengaruhi oleh penskalaan dari input-output, aturan
dasar dan tipe fungsi keanggotaan yang digunakan.
Terdapat beberapa tipe fungsi keanggotaan yang dapat
digunakan antara lain : Trianguler MF, Trapezoidal
MF. Generalized Bell MF, Gaussian MF, Pi MF,
Signoidal MF, S MF dan Z MF. Setiap tipe fungsi
keanggotaan tersebut memiliki perbedaan yang
nantinya akan mempengaruhi output respon dari
system. Dari output respons yang terdiri dari waktu
naik (rise time), waktu puncak (peak time), waktu
penetapan (settling time), dan lonjakan maksimum
(overshoot) dapat diketahui mana tipe fungsi
keanggotaan yang lebih baik dipilih untuk system ordo
2.

II. Dasar Teori


A.Fuzzy
Himpunan fuzzy F dalam semesta X biasanya
dinyatakan sebagai pasangan berurutan dari elemen x
dan mempunyai derajat keanggotaan :
F = x, F ( x) | x X
Fungsi keanggotaan (membership function) dari
himpunan fuzzy dapat disajikan dengan dua cara yaitu
numeric dan fungsional. Secara numeric himpunan
fuzzy disajikan dalam bentuk gabungan derajat
keanggotaan tiaptiap elemen pada semesta
pembicaraan yang
dinyatakan sebagai berikut:

F=

F (U ) / U
i

Secara fungsional himpunan fuzzy disajikan dalam


bentuk persamaan matematis sehingga untuk
mengetahui derajat keanggotaan dari masing-masing

elemen dalam semesta pembicaraan memerlukan


perhitungan. Fungsi keanggotaan yang biasanya
digunakan dalam logika fuzzy adalah :
1. Fungsi Keanggotaan segitiga
2. Fungsi keanggotaan trapezium
3. Fungsi keanggotaan Generalized Bell
4. Fungsi keanggotaan Gaussian
5. Fungsi keanggotaan signoid
6. Fungsi keanggotaan Difference of two sigmoid
7. Fungsi keanggotaan S
8. Fungsi Keanggotaan Z
9. Fungsi keanggotaan Pi
B. Perfomance sistem orde 2
Spesifikasi performansi dapat diberikan dalam
bentuk perilaku tanggapan transien terhadap masukan
tertentu dalam bentuk indeks performansi.
1). Karakteristik Tanggapan Transient
Karakteristik kinerja suatu sistem kendali dapat
dinyatakan dalam bentuk respon peralihan (transient)
terhadap masukan tangga satuan (unit step). Beberapa
parameter yang dapat ditentukan antara lain adalah :
Waktu tunda (td)
Waktu yang diperlukan tanggapan untuk mencapai
setengah nilai akhir untuk waktu yang pertama.
Waktu naik (tr)
Waktu yang diperlukan tanggapan untuk naik dari
10% hingga 90%, 5% menjadi 95% atau 0%
menjadi 100 % dari nilai akhir.
Waktu turun (ts)
Waktu yang diperlukan kurva respon untuk
menetap disekitar harga akhir yang ukurannya
ditentukan dengan persentase mutlak dari harga
akhir (biasanya 5% atau 2%).

III. Perancangan Sistem Logika Fuzzy

IV. Hasil Simulasi Dan Analisa

Pada perancangan ini memanfaatkan aplikasi program


MATLAB yaitu MATLAB command window,
MATLAB editor.
A. Perancangan Fungsi Keanggotaan.
Fungsi keanggotaaan yang digunakan yaitu Trianguler
MF, Trapezoidal MF, dan Gaussian MF. Pada bagian
masukan (Input) dan keluaran (Control) menggunakan
tipe fungsi keanggotaan yang sejenis tanpa kombinasi.

Unjuk kerja sistem yang dicari dari hasil simulasi


meliputi karakteristik tanggapan transien (td, tr, ts,
MOV).
Berikut adalah gelombang output respon pada
perancangan yang digunakan :

B. Perancangan Aturan-aturan
Metode yang digunakan untuk perancangan
aturan/rules adalah metode Mamdani. Aturan-aturan
yang dipakai pada perancangan ini adalah aturan yang
bersifat linier dan jumlahnya 3 buah. Aturan-aturan
tersebut disusun seperti tabel berikut:
Input

Control

10

Dingin

30

Hangat

70

Panas

Gb 2. Output respon dengan Trianguler MF

C. Perancangan Tampilan
Keluaran pengendali logika fuzzy ditampilkan dalam
bentuk kurva tanggapan waktu (respon time).
D. Perancangan Blok Sistem
Transfer function yang digunakan adalah sebagai
berikut :
H(s)=
Fungsi tersebut adalah sebagai num dan denum yang
akan dimasukkan . Jenis input yang dimasukkan ke
dalam sistem yaitu step dan untuk melihat respon
sistem tersebut di scope.
Dibawah ini adalah rangkaian simulasi dengan
fuzzy controller:

Gb 3. Output respon dengan Trapezoidal MF

Gb 1. Rangkaian simulasi fuzzy controller


Gb 4. Output respon dengan Gaussian MF
Berikut adalah tabel karakteristik respon transient
pada perancangan yang digunakan :

NO

TIPE MF

Trianguler MF
Trapezoidal
MF
Gaussian MF

2
3

Karakteristik respon transien


td
tr
ts (s) MOV
(s)
(s)
0,44 0,83 3,403 0,7%
0,44

0,84

3,402

0,9%

0,44

0,83

3,401

1%

Dari data gelombang output respon transient pada


masing-masing tipe MF, dapat dilihat bahwa respon
system ke tiga tipe MF memenuhi set point. Hasil
keseluruhan dari perancangan kendali fuzzy dengan
beberapa tipe MF yang berbeda tersebut memounyai
nilai sesuai dengan set point karena sudah diatur pada
masukan(input) dengan range 0 dan 1 sedangkan
control(output) dengan range 7 dan 13.
Dan dari data tabel karakteristik output respon
berupa nilai waktu tunda (td), waktu naik (tr) dan
waktu set (ts) menunjukan bahwa dengan
menggunakan tipe fungsi keanggotaan (MF) Gaussian
MF cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan
tipe MF yang lain, Namun demikian tipe Gaussian MF
memiliki Overshoot yang paling besar dibandingkan
dengan dua tipe fungsi keanggotaan yang lain. Nilai
Overshoot yang paling kecil didapatkan dari tipe
keanggotaan Trapezoidal MF yaitu 0.007.

V. Kesimpulan
Dari hasil perancangan dapat disimpulkan bahwa
dengan menggunakan tipe Gaussian MF karakteristik
performance indicator output respon berupa tr, ts akan
lebih cepat yakni 0,83 sekon dan 3,401 sekon. Namun
demikian untuk tipe Gaussian MF ini memiliki
kekurangan yakni nilai Mov yang cenderung lebih
besar jika dibandingkan dengan dua tipe MF lain yakni
sebesar 1% dimana yang lain yakni Trianguler MF
sebesar 0,7% dan Trapezoidal MF sebesar 0,9%.

Daftar Pustaka
[1]
[2]
[3]

Chen,Guanrong, Fuzzy Sets, Fuzzy Logic and Fuzzy Control


Systems (CRC, Press, 2001).
Pinem, Arta Trisades, Analisis Fungsi Keanggotaan Dalam
Fuzzy Interface System, 2015, Universitas Sumatera Utara
Suratno, Pengaruh Perbedaan Tipe Fungsi Keanggotaan Pada
Pengendali Logika Fuzzy Terhadap Tanggapan Waktu Sistem
Orde Dua Secara Umum, Universitas Diponogoro

Informasi Pengarang
1

Mahasiswa Teknik Elektro Industri, Politeknik


Elektronika Negeri Surabaya, 1303131046

Yogha Satria Laksana Lahir di Lamongan, Lulus dari


SMA Negeri 2 Lamongan Jurusan IPA, Sejak 2013
menjadi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Industri di
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya sampai
sekarang, Tertarik di bidang Automation Control,
Power Electronic, Electric Drive, Power Plant.
2

Dosen Teknik Elektro Industri, Politeknik Elektronika


Negeri Surabaya
Era Purwanto Lahir di Surabaya Lulus S1 dari
Jurusan Teknik Elektro ITS Surabaya, S2 dari Jurusan
Teknik Elektro Shizuoka Jepang, sejak tahun 1985
menjadi dosen di PENS sampai sekarang, Anggota
IEEE dari tahun 1993 sampai sekarang, Anggota IEEJ
Jepang mulai tahun 2003 sampai sekarang Research
yang dilakukan dibbidang Intellegent Control, Electric
Drive dan Electic Vehicle.