Anda di halaman 1dari 5

KASUS PELANGGARAN HAM

Peristiwa Tewasnya Beberapa Mahasiswa Dalam Demonstrasi Menentang


Sidang Istimewa MPR 1998

Peristiwa pelanggaran HAM berat atas perkara Trisakti pada 12 Mei 1998 bertempat di
Universitas Trisakti yang menyebabkan empat mahasiswa Trisakti meninggal dunia dan 517
orang luka-luka, Semanggi I pada 13-14 November 1998 bertempat di Jembatan Semanggi
Jakarta yang mengakibatkan sejumlah masyarakat meninggal dunia dan luka-luka, serta
Semanggi II pada 23-24 September 1999 bertempat di Jembatan Semanggi Jakarta yang
mengakibatkan sejumlah masyarakat meninggal dunia dan luka-luka dalam perkembangan
penanganan perkaranya sejak 2002, terjadi pengembalian berkas perkara hingga tujuh kali
antara Komnas HAM dengan Kejaksaan Agung.

KASUS PELANGGARAN HAM

Meninggalnya Tengku Bataqiyah Dan Para Muridnya Di Aceh Tanggal 24 Juli 1999

Tengku Bantaqiah adalah tokoh agama dan juga pemimpin pesantren di daerah pegunungan
Beutong Ateuh, Aceh. Tengku Bantaqiah dan beberapa muridnya yang disebut Anggota
Jubah Putih sekali-kali turun gunung untuk mempersoalkan kemaksiatan di Aceh namun
akhirnya ia dituduh sebagai orang yang memiliki ajaran sesat. Selain itu Bantaqiah ditangkap
dan divonis 20 tahun dengan tuduhan memiliki kebun ganja dan memperalat muridnya
menanam ganja. Namun menurut warga setempat Bantaqiah bukan mafia ganja yang
dituduhkan selama ini. Dia adalah seorang guru mengaji biasa Ketika Presiden BJ Habibie
berkunjung ke Aceh, Bantaqiah dibebaskan atas permintaan warga. Selain itu TNI juga
menilai Tengku Bantaqiah adalah seorang pimpinan gerakan separatis bersenjata di wilayah
itu.

Pada bulan Juli 1999 pasukan TNI memasuki wilayah pesantren. Bantaqiah turun bersama
semua murid laki-lakinya. Pimpinan pasukan tersebut meminta Tengku Bantaqiah untuk
menyerahkan senjata yang ia miliki. Tengku Bantaqiah membantah tuduhan tersebut karena
tidak merasa memiliki senjata yang dimaksud. Beberapa saat kemudian pasukan menembak
Tengku Bantaqiah dan murid-muridnya. Tengku Bantaqiah dan puluhan santri yang tewas
serta sisanya terluka. Santri yang masih hidup dibawa ke Takengon. Mereka diturunkan di
Jalan dan diperintahkan untuk duduk jongkok ditepi jurang. Ada seorang santri yang terjun ke
dalam jurang masuk kedalam hutan yang lebat. Mengetahui hal ini santri-santri tersebut
ditembak oleh pasukan.

Hasil investigasi Tim Pencari Fakta dan juga Tim Komisi Independen Tindak Kekerasan
Kasus Aceh membenarkan bahwa pembantaian ini dilakukan oleh oknum TNI dan juga
terjadi penembakan sepihak oleh TNI serta tidak ada bukti yang cukup adanya perlawanan
dari Tengku Bantaqiah dan para pengikutnya. Namun TNI tetap berkeyakinan bahwa ada
perlawanan dari tengku Bantaqiah dan pendukungnya saat aparat melakukan penggerebekan
sehingga TNI melakukan tindakan dan jatuhnya korban tidak bisa dihindari.

KASUS PELANGGARAN HAM

Demonstrasi Penolakan RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya


Tanggal 23 November 1999

Pembunuhan terhadap seorang mahasiswa dan beberapa warga sipil dalam demonstrasi
penolakan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB).
Peristiwa Ini terjadi pada 23 24 November 1999 dan dikenal sebagai peristiwa Semanggi II.

Bukti yang tertera dalam pelangaran yang dialami di Indonesia dari tahun ketahun, mengapa
semua ini seolah-olah redup oleh hukuman yang tak pantas dan manipulasi hukum yang
terjadi. Sehingga apa yang didapat pada kondisi yang dirugikan dan bagaimana jalannya
hukum yang berlaku pada setiap kejadian peristiwa demi peristiwa. Runtuhnya orde baru
pada Mei 1998 merupakan suatu peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu mayarakat
mengharapkan suatu perubahan yang mengarah lebih baik. Pancasila sebagai ideologi negara
dan demokrasi sebagai sistem pemerintahaan yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumbah darah Indonesian dalam perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pada
masa era reformasi adalah pemberian wewenang, masa orde baru mutlak kewenangan
ditangan pemerintah pusat, meskipun sistem desentralisasi dalam pemerintah dinilai sudah
baik untuk suatu negara yang luas wilayah dan majemuk penduduknya.

KASUS PELANGGARAN HAM

Penyerangan terhadap Rumah Sakit Jakarta oleh pihak keamanan

Penyerangan terhadap Rumah Sakit Jakarta oleh pihak keamanan. Peristiwa ini terjadi pada
tanggal 21 Oktober 1999. Dalam masa pemerintahan orde baru, sudah diketahui umum
banyak sekali pelanggaran HAM yang tidak bisa diusut tuntas sampai saat ini. Hal ini
disebabkan karena adanya kekuatan yang begitu besar dalam pengambilan setiap keputusan.

Namun setelah era reformasi, penegakkan pelanggaran HAM sudah banyak mengalami
kemajuan. Seperti yang baru saja dan masih hangat di ingatan kita, eksekusi mati terpidana
kasus bom bali dan sudah beberapa kasus yang belum terselasaikan pada masa orde baru, kini
dibuka kembali dan dalam proses penyelesaian.