Anda di halaman 1dari 35

BAB II

KAJIAN SITUASI MANAJEMEN KEPERAWATAN


RUANG RAWAT GEDUNG KEMUNING LANTAI II BEDAH ANAK

A. Kajian Situasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung


1. Visi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
Menjadi Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia yang Unggul dalam
Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian.
2. Misi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
Melaksanakan Pelayanan Kesehatan Paripurna dan Prima yang
Terintegrasi dengan Pendidikan dan Penelitian. Prima adalah bermutu
tinggi dan memuaskan, yang dijabarkan sebagai berikut:
a. Pelayanan keperawatan diutamakan untuk memenuhi kebutuhan dasar
klien dan keluarga secara cepat, tepat dan tanggap.
b. Mengupayakan paparan yang jelas atau informasi yang tepat.
c. Setiap prosedur atau tata cara dilakukan secara tepat, konsisten dan
konsekuensisesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d. Tersedia loket informasi Rumah Sakit dan kotak saran bagi penerima
pelayanan.
e. Penanganan proses pelayanan sedapat mungkin dilakukan oleh petugas
yang berwenang, kompeten, mampu, terampil dan profesional sesuai
dengan spesifikasi tugasnya.
f. Menciptakan pola pelayanan kesehatan yang tepat sesuai dengan sifat
dan jenis pelayanan.
g. Biaya atau tarif pelayanan harus ditetapkan secara wajar dengan
memperhitungkan kemampuan masyarakat.
h. Pemberian pelayanan dilakukan secara tertib, teratur dan adil.
i. Kebersihan dan sanitasi lingkungan, tempat, fasilitas pelayanan harus
dijamin.

3. Nilai-nilai PRIMA
54

55
a. Professional
Hal

ini

dimaksudkan

bahwa

RSHS

dengan

tenaga-tenaga

profesionalnya seperti dokter spesialis, dokter, perawat, ahli gizi, dan


apoteker berupaya untuk melakukan pelayanan yang prima dengan
kemampuan profesionalnya.
b. Respek
Hal ini dimaksudkan bahwa RSHS tidak membeda bedakan setiap
pasiennya,

baik

pasien

umum

ataupun

pasien

dengan

JAMKESMAS/ASKESKIN , dan lain lain.


c. Integritas
Hal ini dimaksudkan bahwa semua sumber daya manusia RSHS bekerja
secara menyatu, atau bersama sama untuk memberikan pelayanan
yang prima.
d. Manusiawi
Hal ini dimaksudkan bahwa RSHS memperlakukan pasien pasiennya
didasarkan nilai nilai kemanusiaan, tidak menjadikan pasien sebagai
objek, namun sebagai subjek dengan nilai nilai pribadi yang unik dan
holistik.
e. Amanah
Hal ini dimaksudkan bahwa RSHS memberikan pelayanan kesehatan
kepada pasien dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan peran
dan fungsi masing-masing profesi kesehatan.

4. Motto RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung


Motto RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung adalah Kesehatan Anda
Menjadi Prioritas Kami.
5. Sifat Maksud dan Tujuan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
Tujuan Rumah Sakit Hasan Sadikin selaku organisasi modern adalah:

56
Menyelenggarakan kegiatan usaha pelayananan kesehatan yang bertujuan
untuk memanfaatkan potensi masyarakat umum agar menjaga serta
memelihara kesehatannya dengan menggunakan fasilitas yang ada di
Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin berupa pelayanan yang berkualitas
tinggi dan tidak semata-mata mencari keuntungan serta didukung oleh
pegawai yang sejahtera.
B. Kajian Situasi di Ruang Rawat Gedung Kemuning Lt. II Bedah Anak
1. Karakteristik Unit
a. Misi Pelayanan Keperawatan
1) Memberikan pelayanan keperawatan yang aman, bermutu dan
paripurna sesuai dengan harapan masyarakat
2) Menciptakan suasana yang mengarah pada terwujudnya kemitraan
perawat dengan pelanggan, baik intern maupun exstern
3) Menyediakan dan memfasilitasi pendidikan, pelatihan, penelitian
dan pengembangan klinis keperawatan
b. Falsafah Pelayanan Keperawatan
Dalam memberikan pelayanan keperawatan, perawat RSUP Dr. Hasan
Sadikin Bandung memiliki keyakinan bahwa :
1) Manusia adalah makhluk mulia sehingga berhak memperoleh
pelayanan keperawatan dengan penuh perhatian dan keramahan.
2) Manusia itu unik, utuh secara bio-psiko-sosio-spiritual, dipengaruhi
dan mempengaruhi lingkungan.
3) Keperawatan adalah bantuan yang diberikan kepada klien dengan
tidak membedakan suku, agama, kepercayaan dan status sosialnya.
4) Tujuan pelayanan keperawatan dicapai melalui usaha bersama
dengan tim kesehatan lainnya di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
5) Pertumbuhan dan pengembangan staf dilaksanakan melalui
pendidikan keperawatan berkelanjutan dan dilakukan secara terus
menerus.
6) Pelayanan keperawatan diberikan kepada pasien adalah yang terbaik
dan merupakan hasil dari proses peningkatan mutu yang
dilaksanakan secara terus menerus.
c. Tujuan Pelayanan Keperawatan

57
Menyelenggarakan kegiatan pelayanan keperawatan, pendidikan,
penelitian

keperawatan

serta

mengikuti

pengembangan

IPTEK

keperawatan dalam memberikan pelayanan keperawatan yang bermutu


dan memuaskan bagi pasien, keluarga dan masyarakat.
d. Motto Pelayanan Keperawatan
Kami siap melayani anda dengan SIGAP
S

: Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun

: Inovatif tiada henti dalam berkarya

: Gelorakan semangat pelayanan prima

: Amanah menjaga keselamatan pasien

: Peduli dan perhatian

e. Sifat Kekaryaan Ruang


1) Fokus Telaahan
Fokus telaahan di Ruang Rawat Kemuning Lantai II Bedah Anak
diantaranya:
a) Bidang Pelayanan
Gedung layanan terpadu jamkesmas lantai II ruang bedah anak
merupakan suatu ruang rawat inap kelas III yang memberikan
pelayanan asuhan keperawatan pada individu anak dengan
rentang usia 0 - 14 tahun serta anak usia lebih dari 14 tahun
dengan kelainan kongenital dan keluarga dengan bedah anak
berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan dengan berbagai
kelainan dan atau gangguan fisiologis baik aktual maupun
potensial yang didiagnosa memerlukan tindakan pembedahan,
baik

menjelang

maupun

sesudah

dilakukan

tindakan

pembedahan yang meliputi sub divisi bedah anak, bedah plastik,


bedah urologi, bedah onkologi, bedah orthopedi, bedah thoraks,
dan bedah vaskuler, Selain itu, ruangan ini juga menerima rawat

58
inap bagi pasien titipan dari bagian/SMF penyakit dalam dan
obstetri gynekologi. Unit ini merupakan unit pelayanan bagi
pasien kelas III dengan bantuan dana kesehatan berupa
JAMKESMAS, JAMKESDA, dan GAKIN RSHS yang berasal
dari kota / kabupaten di provinsi Jawa Barat.
Adapun karakteristik pasien yang dirawat di gedung Kemuning
lantai II Bedah Anak adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1 Karakteristik Pasien di Gedung Kemuning Lantai II


Bedah Anak Berdasarkan Jenis Kelamin Bulan Mei - Juli 2012

No

Jenis Kelamin

1.

Laki-laki

123

66,13 %

2.

Perempuan

63

33,87%

186

100%

JUMLAH

Sumber: Administrasi Gedung Kemuning Lt. II Bedah Anak

Tabel 2.2 Karakteristik Pasien di Gedung Kemuning Lantai II


Bedah Anak Berdasarkan Kelompok Usia Bulan Mei Juli 2012

No

Kelompok Usia

1.

0 28 hari

10

5,38 %

2.

1 bulan 1 tahun

24

12,90 %

3.

1 tahun 3tahun

41

22.04 %

4.

3 tahun 6 tahun

29

15,59 %

5.

6 tahun 14 tahun

82

44,09 %

186

100%

JUMLAH

59
Sumber: Administrasi Gedung Kemuning Lt. II Bedah Anak

Tabel 2.3 Karakteristik Pasien di Gedung Kemuning Lantai II


Bedah Anak Berdasarkan Cara Pembayaran Bulan Mei - Juli 2012

No

Cara Pembayaran

1.

GAKIN RSHS

81

43,55 %

2.

GAKINDA

72

38,71 %

3.

JAMKESMAS

33

17,74 %

186

100%

JUMLAH

Sumber: Administrasi Gedung Kemuning Lt. II Bedah Anak


Tabel 2.4 Distribusi Penyakit Selama Bulan Mei - Juli 2012 di
Gedung Kemuning Lantai II Bedah Anak
Jenis Penyakit
Jumlah Pasien
Persentase (%)
MAR
36
19,35%
Hipospadia
24
12,90 %
Hirchsprung Disease
11
5,91 %
Appendiksitis
9
4,84 %
Hemangioma
9
4,84 %
HIL
7
3,76 %
Invaginasi
6
3,23 %
Kontraktur
6
3,23 %
Soft tissue tumor
4
2,15 %
Tumor Intra Abdomen
4
2,15 %
Lain-lain
70
37,63 %
Total
186
100 %
Sumber: Administrasi Gedung Kemuning Lt. II Bedah Anak

Tabel 2.5 Distribusi Penyakit Selama Bulan Mei - Juli 2012 di


Gedung Kemuning Lantai II Bedah Anak ( 10 besar)
Jenis Penyakit
Bedah Anak
Bedah Plastik
Bedah Urologi

Jumlah Pasien
108
33
19

Persentase (%)
58,06 %
17,74 %
10,21 %

60
Bedah Orthopedi
10
5,38 %
Bedah Onkologii
8
4,30 %
Bedah Vaskuler
6
3,23 %
Bedah Thorak
2
1,07 %
Pasien titipan
Total
186
100 %
Sumber: Administrasi Gedung Kemuning Lt. II Bedah Anak

Tabel 2.6 Karakteristik Pasien di Gedung Kemuning Lantai II


Bedah Anak Berdasarkan Tingkat Ketergantungan Tanggal 7
September 2012

No

Klasifikasi Pasien

Persentase (%)

1.

Minimal Care

11

36,67 %

2.

Intermediet Care

16

53,33 %

3.

Total care

10

JUMLAH

30

100%

Sumber: Observasi Di Gedung Kemuning Lt. II Bedah Anak

b) Bidang Pendidikan
Adapun fokus telaahan di Ruang Rawat Inap Bedah Anak
Gedung Kemuning Lantai II RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
dalam bidang pendidikan adalah perawat, staff, pasien, keluarga
pasien, dan juga mahasiswa praktikan yang dinas atau berada di
Ruang Rawat Gedung Kemuning Lantai II Bedah Anak RSUP
Dr. Hasan Sadikin Bandung yang membutuhkan pengetahuan
dan atau pengalaman dalam memenuhi kebutuhan pasien pada
kasus-kasus bedah anak yang meliputi : bedah anak, bedah
plastik, bedah urologi, bedah onkologi, bedah orthopedi, bedah
thoraks, dan bedah vaskuler serta dampaknya bagi kondisi
kesehatan pasien baik sebelum maupun setelah dilakukan
tindakan pembedahan.

61

c) Bidang Penelitian
Dalam bidang penelitian, fokus telaahan di Ruang Rawat
Gedung Kemuning Lantai II Bedah Anak RSUP Dr. Hasan
Sadikin Bandung adalah individu, sekelompok individu,
maupun institusi yang akan dan sedang menjalani riset atau
penelitian pada berbagai unsur yang ada di ruang Kemuning
Lantai II Bedah Anak.

2) Lingkup Garapan
Lingkup garapan di Ruang Rawat Gedung Kemuning Lantai II
Bedah Anak diantaranya:
a) Bidang Pelayanan
Dalam bidang pelayanan, lingkup garapan di Ruang Rawat
Gedung Kemuning Lantai II Bedah Anak adalah penyimpangan
pemenuhan kebutuhan dasar manusia meliputi segala gangguan
atau hambatan pemenuhan kebutuhan dasar manusia baik aktual
maupun potensial yang didiagnosa harus dilakukakan tindakan
pembedahan,

sebelum

dan

sesudah

dilakukan

tindakan

pembedahan meliputi bedah anak, bedah plastik, bedah urologi,


bedah onkologi, bedah orthopedi, bedah thorak dan bedah
vaskuler.
b) Bidang Pendidikan
Lingkup garapan yang ada di Ruang Rawat Gedung Kemuning
Lantai II Bedah Anak dalam bidang pendidikan merupakan
peningkatan kemampuan baik pada segi kognitif, afektif,
maupun psikomotor dari peserta didik (perawat, staff, pasien,
keluarga pasien, dan juga mahasiswa) dalam memenuhi
kebutuhan pasien dengan kasus-kasus Bedah Anak yang

62
meilputi bedah anak / perinatologi, bedah plastik, bedah urologi,
bedah onkologi, bedah digestiv, bedah orthopedi, bedah thorak
dan bedah vaskuler, baik sebelum maupun sesudah tindakan
pembedahan .

c) Bidang Penelitian
Memfasilitasi penelitian yang ada di Ruang Rawat Gedung
Kemuning Lantai II Bedah Anak RSUP dr. Hasan Sadikin
Bandung demi meningkatkan pelayanan ruangan dan rumah
sakit.

3) Basis Intervensi
a) Bidang Pelayanan
Basis intervensi dalam bidang pelayanan di Ruang Rawat Inap
Bedah Anak Gedung Kemuning Lantai II adalah ketidaktahuan,
ketidakmampuan, dan ketidakmauan pasien maupun keluarga
pasien dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia akibat
gangguan dalam fungsi sistem-sistem tubuh dalam lingkup
garapan gedung Kemuning lantai II Bedah Anak (dengan
indikasi pembedahan)

b) Bidang Pendidikan
Adapun basis intervensi dalam bidang pendidikan di Gedung
Kemuning Lantai II Bedah Anak adalah ketidaktahuan,
ketidakmampuan, dan ketidakmauan perawat, staff, dan
mahasiswa dalam usaha pemenuhan kebutuhan dasar manusia
pada pasien yang mengalami gangguan dalam fungsi sistemsistem tubuh dengan disertai indikasi pembedahan
c) Bidang Penelitian

63
Dalam bidang penelitian, basis intervensi di Gedung Kemuning
Lantai II Bedah Anak adalah menjadi lahan penelitian bagi
individu, sekelompok individu, maupun institusi yang sedang
dan akan melakukan penelitian tentang permasalahan pada
berbagai unsur yang terdapat di Gedung Kemuning Lantai II
Bedah Anak
f. Model Layanan
Metode yang digunakan di Ruang Rawat Inap Bedah Anak Gedung
Kemuning Lantai II dalam memberikan asuhan keperawatan adalah
metode tim yang dibagi dalam 2 tim. TIM I dan TIM II . Namun
dalam pelaksanaannya metode tim belum optimal (penyusunan jadwal
dinas, pelaksanaan pendokumentasian sesuai tim, dan lain-lain).

g. Letak Ruang
Lokasi Gedung Kemuning Lantai II Bedah Anak

RSUP Dr. Hasan

Sadikin Bandung bersebelahan dengan ruang bedah saraf, Gedung


Kemuning lantai II Bedah Anak ini terletak di antara ruang perawatan
anak, apotik 24 jam untuk askes dan ruang bedah umum / ruang Kana
berjauhan dengan beberapa sarana seperti UGD, Kamar Operasi/COT,
Laboratorium, Bank Darah, MMG, Unit Fisioterapi, dan Unit
Radiologi. Unit layanan yang terdekat adalah HCU Gedung Kemuning,
NCCU, dan Depo Farmasi.

h. Kapasitas Unit Ruang


Gedung Kemuning Lantai II Bedah Anak di memiliki kapasitas
sebanyak 5 ruangan dengan tempat tidur sebanyak 50 tempat tidur yang
siap digunakan yang terbagi menjadi 10 tempat tidur di setiap kamar.

64
3.3.3 Manajemen Asuhan Ruang Bedah Anak Lantai 2 Gedung Layanan
Terpadu Jamkesmas
NO.
1
1.

ASPEK
2
Flow of care

DESKRIPSI SITUASI
3
1.1 Alur pasien masuk
a. Penerimaan pasien baru:
Berdasarkan hasil kajian situasi tanggal 6-8
September 2012 didapatkan data sebagai berikut:
Hasil observasi penerimaan pasien baru meliputi:
1. Pasien baru yang terobservasi selama kajian
situasi tanggal 6-7 September 2012 adalah
sebanyak 2 pasien yang masuk ruang rawat inap
Bedah Anak Lantai 2.
2. Proses penerimaan pasien baru meliputi :

Perawat

menerima

informasi

pemesanan

tempat untuk pasien baru, melalui telepon dan


perawat menerima informasi nama, usia,
diagnosa medis dan kebutuhan peralatan untuk
pasien tersebut.

Pasien baru masuk ke ruangan diantar oleh


perawat atau pekarya.

Perawat ruangan dibantu oleh mahasiswa


menyiapkan dan merapikan tempat tidur.

Perawat ruangan mendampingi perawat atau


pekarya yang mengantarkan pasien baru
hingga penempatan ke tempat tidur pasien
dengan dibantu mahasiswa praktikan serta
mengatur posisi nyaman bagi pasien.

Perawat

ruangan

memberikan

informasi

kepada 1 dari 2 orang pasien baru tentang


fasilitas dan peraturan ruangan.

65
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
Hasil observasi selama 2 hari pada tanggal 6-7
September 2012 perawat belum melakukan
orientasi kepada pasien baru, baik orientasi
petugas maupun orientasi ruangan.

Hasil

kajian

September

situasi
2012

pada
perawat

tanggal

6-7

melakukan

pengkajian terhadap 2 orang pasien baru.


3. Ruangan Bedah Anak Lantai 2 sudah memiliki
petunjuk pelaksanaan (protap) penerimaan pasien
baru tetapi setelah dilakukan observasi selama
pengkajian didapatkan bahwa masih ada salah satu
poin yang masih belum optimal pelaksanaannya
yaitu pemberian informasi tentang fasilitas ruangan
serta orientasi ruang perawatan
b. Alur Pre Operasi
Berdasarkan hasil kajian situasi tanggal 6-8
September 2012 didapatkan data sebagai berikut:
a. Hasil

observasi

pasien preoperasi ada

orang.
b. Hasil wawancara terhadap perawat ruangan
didapatkan:

Perawat menjelaskan kepada seluruh pasien


preoperasi (100%) prosedur preoperasi dan
post operasi; pasien diberi informasi untuk
puasa 6 jam sebelum operasi, dipasang infus,
aksesoris pasien dilepas,

Informed consent dilakukan oleh dokter ketika


visite

dan

perawat

memfasilitasi

penandatanganan SIO (Surat Izin Operasi)

66
NO.

ASPEK
oleh

DESKRIPSI SITUASI
orangtua dengan terlebih

dahulu

memberikan penjelasan.

Konsul ke bagian anestesi maupun ke bagian


lain pada saat H-2 dan H-1 difasilitasi oleh
perawat atas usulan dokter penanggung jawab.

c. Alur Post Operasi

Pasien dari ruang OK dijemput oleh perawat


atau oleh mahasiswa dengan membawa tempat
tidur

pasien,

sebelumnya

perawat

atau

mahasiswa telah diberi pengarahan oleh


perawat ruangan. Jika ada masalah atau butuh
konfirmasi dengan petugas OK, dilakukan
melalui telepon.

Setelah pasien sampai di ruangan, perawat


mengatur tetesan infus.

Perawat

menganjurkan

pasien

untuk

melakukan ambulasi dini dan puasa sampai


dengan

buang

angin

dan

perawat

memberitahukan keluarga untuk melakukan


test feeding setelah pasien buang angin.
d. Alur Tindakan
Menurut pengamatan atau hasil observasi dari
tanggal 6-8 September 2012 selama diruangan
didapatkan data sebagai berikut:

Pada saat memberikan tindakan keperawatan


perawat

sudah

menggunakan

teknik

komunikasi dua arah pada orangtua pasien.

Tindakan keperawatan dilakukan oleh perawat


maupun mahasiswa keperawatan.

Jika tindakan keperawatan dilakukan oleh

67
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
mahasiswa keperawatan (praktikan), perawat
hanya mendampingi praktikan yang baru.

Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 6-8


September 2012 terhadap 2 orang pasien,
tindakan wash out dilakukan mandiri oleh
keluarga di spoel hoek tanpa didampingi oleh
perawat.

Menurut

pendidikan

keterangan

kesehatan

tentang

keluarga
wash

out

diberikan oleh dokter. Tindakan belum sesuai


SOP

Dalam

tindakan

pemberian

obat

injeksi

perawat menyiapkan obat diruang tindakan


dibantu

oleh

mahasiswa

keperawatan.

Pemberian obat perawat sudah menerapkan 5


dari 6 prinsip benar obat yaitu: benar pasien,
benar obat, benar waktu, benar dosis, benar
dokumentasi.

Perawat

ruangan

masih

terkendala dalam menerapkan prinsip benar


cara pemberian obat karena keterbatasan spuit,
sehingga

spuit

disposible

yang

atau

digunakan

sekali

buang

tidak
namun

digunakan dalam batas waktu 24 jam bahkan


lebih.

Pemberian obat per oral dilakukan oleh


keluarga, namun sebelum diberikan kepada
keluarga pasien perawat terlebih dahulu
menyiapkan obat sesuai dengan dosis yang
diberikan.

Jadwal pemberian obat suntikan dan oral


menggunakan

buku

injeksi,

dari

hasil

68
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
observasi didapatkan pemberian obat sudah
sesuai dengan jadwal, dokumentasi dilakukan
dengan memberikan lingkaran pada jam
pemberian obat.
e. Alur Klien Pindah
Selama melakukan kajian situasi pada tanggal 6-7
September tidak ada pasien yang pindah ke
ruangan lain.
f. Alur Klien Titipan
Selama observasi ada 1 pasien titipan dari bedah
wanita dengan kasus bedah plastik dikarenakan
pasien tersebut menjalani perawatan bersama
anaknya yang juga akan menjalani operasi. Dengan
mengacu pada ketentuan berupa syarat adminitrasi
sudah lengkap, jenis penyakit non infeksi dan jenis
kelamin perempuan, maka pasien tersebut masuk
ke dalam kriteria pasien yang dapat dititip rawat di
ruang bedah anak.
g. Alur Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan laboratorium: Dokter menulis


jenis pemeriksaan yang dilakukan pada klien
yang bersangkutan, perawat menanyakan jenis
pemeriksaan apa yang akan dilakukan, tujuan
pemeriksaan dan waktu. Kemudian perawat
menyiapkan alat-alat yang akan dipergunakan,
tetapi

perawat

belum

optimal

dalam

menjelaskan tentang tujuan dan kegunaan


serta cara pemeriksaan laboratorium yang
akan dilakukan kepada pasien. Pengiriman
sampel laboratorium dilakukan oleh keluarga

69
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
ke laboratorium 10A

Pemeriksaan

radiologi:

setelah

formulir

permintaan pemeriksaan disiapkan kemudian


perawat mendaftarkan ke bagian radiologi.
Klien dibawa ke bagian radiologi oleh perawat
atau pekarya dibantu oleh mahasiswa.

Untuk klien yang harus dikonsultasikan ke


bagian lain, maka dokter menulis permintaan
konsul, kemudian perawat, pekarya atau

Pengelolaan

mahasiswa keperawatan membawa status


klien kebagian yang dituju.
Ruang Bedah Anak Lantai 2 merupakan

ruang

perawatan pre dan postoperasi anak-anak dan


pediatrik yang menangani berbagai jenis penyakit
bedah baik trauma maupun non trauma. Dari hasil
pengkajian

dari

tanggal

6-7

September

2012

didapatkan data sebagai berikut :


1. Distribusi pasien selama 1 hari pengkajian pada 7
September 2012, yaitu:
a. Kamar 1: 3 orang
b. Kamar 2: 9 orang
c. Kamar 3: 4 orang
d. Kamar 4:10 orang
e. Kamar 5: 4 orang
2. BOR
o Mei 2012 =758 =48,9%
o Juni 2012= 795 = 53%
o Juli 2012= 770 = 49,68%
sehingga rata-rata BOR dalam 3 bulan terakhir

70
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
adalah 50,8%
3. Tingkat ketergantungan klien rata-rata adalah:
Minimal

11 pasien

36,67%

Care
Intermediate

16 pasien

53,3%

3 pasien

24%

Care
Total Care

4. Kebutuhan jam perawatan per hari


Minimal care
Intermediate

11x 2 jam
16 x 4 jam

care
Total care
3x 6 jam
Total jam asuhan/hari

22 jam
64 jam
18 jam
104 jam

5. Kebutuhan perawatan pasien


Minimal care
Intermediate

11x 50,8%
16 x 50,8%

5,59
8,13

3x 50,8%

1,52
15,24

care
Total care
Jumlah

6. Kebutuhan Tenaga Perawat


Jumlah jam perawatan / jam kerja efektif dlm sehari

Minimal care
Intermediate

22 / 5,5
64 / 5,5

4
12

care
Total care

18 / 5,5

4
20

Jumlah

71
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
7. Loss Day
Hari libur + Cuti + Hari besar x kebutuhan perawat
Hari kerja efektif

= 52 + 12 + 14 x 20 = 5,43 = 6 orang
287
8. Kebutuhan perawat = 20+6 = 26 orang
Faktor Koreksi = 26 x 15,24 = 3,96 = 4 orang
Total kebutuhan perawat factor koreksi :
= 20+6+4 = 30 orang
Jumlah perawat saat ini : 20 orang
Selisih kekurangan perawat : 10 orang.
9. Metode pengelolaan
a. Perawat

Model asuhan keperawatan di ruang Bedah


Anak Lantai 2 adalah menggunakan model
asuhan tim, tetapi dalam pelaksanaannya

masih belum optimal.


Hasil wawancara kepada 2 orang perawat
mengatakan masih belum memahami dengan
baik, perbedaan tugas ketua tim dan perawat
asosiet. Hasil observasi pada tanggal 6-7
September 2012 ketua tim belum melakukan
pre & post conference, ronde keperawatan
tidak dilakukan di depan pasien pada shift sore
dan malam. Pendelegasian tugas baik dari
kepala ruangan ke ketua tim dan ketua tim ke
anggota tim belum melalui secara tertulis.

72
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
Dari hasil observasi terdapat ketua tim yang
bertugas mengontrol seluruh pasien yang ada
di ruangan dan bertanggung jawab terhadap
pasien masuk dan pasien pulang. Serah terima
tugas antar shift lebih sering dilakukan
melalui buku operan tanpa melakukan ronde
operan (keliling melihat pasien langsung).
Ronde operan hanya saat dinas pagi saja.

Metode tim diaplikasikan dengan pembagian


pasien berdasarkan kamar, yang terdiri dari 2
tim. Tim 1 bertanggung jawab untuk pasien di
kamar 3, 4 dan kamar 5. Tim 2 bertanggung
jawab untuk pasien di kamar 1 dan kamar 2.

Penggantian ketua tim mengalami rotasi setiap


tiga bulan sekali.

Berdasarkan hasil wawancara kepada kepala


ruangan metode tim yang diterapkan belum
berjalan

sebagaimana

mestinya.

Karena

beberapa kendala seperti minimnya tenaga


perawat

sehingga

menyebabkan

jumlah

perawat yang tidak sama di tiap-tiap tim pada


tiap shift kerja.

Jumlah perawat pada shift pagi 6 orang, shift


sore 4 orang dan shift malam 3 orang.

Keberadaan

mahasiswa

yang

melakukan

praktek di ruangan cukup membantu dalam


memberikan pelayanan kepada pasien dimana
tugas

mahasiswa

pengkajian

dan

membantu
melakukan

melakukan
tindakan

keperawatan. Tetapi pengelolaan mahasiswa

73
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
belum efektif.
b. Dokter

Dokter jaga memeriksa pasien baru setelah


ada laporan dari perawat dan langsung
melakukan pengkajian. Hasil pengkajian di
dokumentasikan pada status pasien. Advis
dokter diberikan secara lisan dan tertulis
kepada perawat.

c. Farmasi

Bagian farmasi menerima order terapi sesuai


dengan advis dokter, khusus untuk pasien
Gakinda dan Jamkesmas dikendalikan oleh
farmasi

agar

sesuai

penatalaksanaan

dengan

pasien

pedoman

Gakinda

dan

Jamkesmas.

Pengambilan obat dilakukan oleh petugas


pada pagi hari, jika ada order sore atau malam
maka pengambilan dilakukan oleh keluarga
pasien di depo farmasi.

Perawat

mengatur

dan

melaksanakan

pemberian obat-obatan yang disuntikkan.

Obat-obat pasien baik yang berupa obat


injeksi maupun obat oral disimpan di nurse
station dan dikelola dengan baik oleh perawat.

Koordinasi antara perawat dengan farmasi


terutama mengenai obat-obatan melalui kartu
resep dan melalui telepon.

Jadwal pemberian obat suntikan dan obat oral di catat


di buku suntik, dari hasil observasi didapatkan
pemberian suntikan

dan obat oral sesuai dengan

74
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
jadwal.
d. Gizi

Pengelolaan gizi pada pasien baru dilakukan


oleh ahli gizi yang datang 2 hari sekali. Ahli
gizi melakukan penimbangan berat badan dan
pengukuran berat badan secara langsung untuk
menentukan tingkatan KEP pasien. Setelah itu
ahli gizi melakukan analisis data untuk
menentukan asupan makanan setiap pasien.

Pembagian makan kepada pasien diberikan


oleh pekarya Rumah Tangga atau bagian gizi
rumah sakit.

Penghitungan asupan makanan setiap pasien


dilakukan oleh ahli gizi terutama pada kasuskasus tertentu yang memerlukan penanganan
khusus.

e. Laboratorium

Pengelolaan petugas laboratorium: petugas


laboratorium terpusat untuk seluruh RSUP Dr.
Hasan Sadikin

Pengelolaan bahan pemeriksaann: Dokter


menulis jenis pemeriksaan yang dilakukan
pada

klien

yang

bersangkutan,

perawat

menyiapkan alat-alat yang akan dipergunakan,


tetapi

perawat

belum

optimal

dalam

menjelaskan tentang tujuan dan kegunaan


serta cara pemeriksaan laboratorium yang
akan

dilakukan.

Pengiriman

sampel

laboratorium dilakukan oleh keluarga ke


laboratorium 10A

75
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI

Berdasarkan

hasil

observasi

tanggal

September 2012, terdapat 2 pasien yang


mengalami

gangguan

mendapatkan
diantaranya

terapi
juga

oksigenasi
oksigen.

sehingga

Satu

memerlukan

orang

pengisapan

(suction) secara berkala pada jalan nafas dan


dilakukan oleh keluarga.

Alat bantu pernapasan yang digunakan di


ruangan yaitu binasal kanul,

Pemenuhan

KDM
2.1. Oksigenasi

Di

ruangan

sudah

tersedia

protap

penatalaksanaan pemberian O2.

Sumber oksigen berasal dari pusat, sehingga


kebutuhan

oksigen

tidak

mengalami

kekurangan.

Pemberian nutrisi dilakukan 3x sehari dari


bagian gizi rumah sakit yaitu: makan pagi
datang jam 08.00 wib, makan siang jam 12.00
WIB, dan makan sore jam 17.00 WIB.

Makanan tambahan berupa kue basah, bubur


kacang hijau, atau yang lainnya diberikan dua
kali sehari.

Selain mengkonsumsi makanan yang diberikan


oleh bagian gizi RSHS atau pekarya Rumah
Tangga, pasien juga mengonsumsi makanan

2.2. Nutrisi

dari luar.

Makanan dari bagian gizi langsung dibagikan


kepada pasien oleh pengantar makanan dari
bagian gizi atau pekarya di ruangan.

76
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
Makanan disajikan diatas plato dalam keadaan

terbuka.

Terdapat dapur yang tergabung dengan Ruang


Bedah Saraf.

Makanan disajikan tepat waktu sesuai dengan


jadwal yang telah ditentukan.

Berdasarkan observasi tanggal 6 September


2012, di Ruang Bedah Anak Kemuning Lantai
2 terdapat 1 orang pasien yang menggunakan
NGT dan 1 orang pasien yang menggunakan
OGT.

Menurut pengakuan orangtua pasien, NGT dan


OGT pada kedua pasien tersebut dipasang sejak
4 September 2012.

Dari hasil observasi pada 6 September 2012,


tidak tedapat tanggal pemasangan pada selang
NGT dan OGT tersebut

Di

Ruang

Bedah

Anak

terdapat

protap

pemasangan NGT/ OGT dan pemberian makan


melalui NGT/ OGT.

Pada pasien dengan NGT, pemberian makan


dilakukan

oleh

keluarga

pasien

yang

sebelumnya sudah diberitahu oleh perawat cara


pemberian makan melalui NGT.

Berdasarkan observasi tanggal 6 September


2012, pasien

yang mendapat terapi cairan

berjumlah 22 pasien.

Dari xx IV line yang terpasang, xx% (xx


buah) tidak tercantum tanggal pemasangan.

77
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
Baik pada IV kateter maupun pada selang
infus. Dan xx% (xx buah) terdapat tanggal
pemasangan pada IV kateter dan selang infus.

Dari xx pasien yang mendapat terapi cairan


inravena, pada xx pasien (xx%) tidak terdapat

2.3 Cairan dan

keterangan

elektrolit

waktu

penggantian

plabot,

kecepatan tetesan cairan yang diberikan, dan


keterangan

plabot

keberapa

yang

telah

diberikan kepada pasien.

Terdapat keterangan obat pada plabot pada


plabot plabot tertentu.

Dari hasil observasi tanggal 6 September


2012, hanya 1 pasien (xx%) yang terdapat
form observasi intake output cairan. Walaupun
dalam

pelaksanaannya

karena

tidak

belum

terisi

dan

maksimal
tidak

berkesinambungan (tanggal pengisian loncat)

Berdasarkan observasi, ketika cairan infus


habis, keluarga memberi tahu perawat atau
mahasiswa untuk diganti dengan yang baru.

Tanggal 6 September 2012, terdapat 6 pasien


yang terpasang kateter.

Dari observasi tanggal 6 September 2012,


didapatkan

belum

tercantum

tanggal

pemasangan pada kateter yang digunakan


pasien

Pemenuhan BAB dan BAK pasien dilakukan


oleh keluarga pasien.

78
NO.

ASPEK

2.4. Eliminasi

DESKRIPSI SITUASI
Pembuangan limbah pasien (urine dan feses)
dilakukan oleh keluarga pasien.

Untuk

pasien

pemenuhan

yang

mampu

eliminasi

mobilisasi,

BAB

dan

BAK

langsung dilakukan di kamar mandi pasien.


Sedangkan

pasien

yang

tirah

baring

menggunakan pispot atau diapers dibantu oleh


keluarga.

Berdasarkan hasil wawancara tanggal 6


September 2012 kepada orangtua pasien, tidak
terdapat pasien yang mengalami gangguan
istirahat dan tidur.

Tata tertib mengenai jumlah penunggu pasien


dan pengunjung sudah ada tetapi sosialisasi
kepada keluarga sangat kurang sehingga
masih banyak penunggu yang tidak mengikuti
tata tertib pengunjung di Ruang Bedah Anak.
2.5. Istirahat tidur

Perawat kadang mengingatkan pengunjung


agar membatasi kunjungan pasien pada saat
melakukan tindakan keperawatan agar pasien
dapat beristirahat terutama saat pagi hari.

Dari

hasil

September
aktivitas

observasi
2012
bermain

menggunakan

dari

xx

tanggal

pasien
di

mainan

melakukan

tempat
atau

6-7
tidur

peralatan

menggambar yang dibawa sendiri dari rumah


oleh keluarga pasien. Xx pasien yang tidak
terpasang terapi intravena melakukan aktivitas

79
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
bermain dengan pasien lain di salah satu
tempat tidur.

2.6. Aktivitas

Menurut hasil wawancara dengan kepala


ruangan, di Ruang Bedah Anak memang
belum terdapat fasilitas penunjang bermain
anak. Baik berupa ruangan bermain ataupun
peralatan bermain itu sendiri.

Dari observasi tanggal 6-8 September 2012


didapatkan pada pagi hari, beberapa pasien
bermain

dengan

mahasiswa

di

ruang

pendidikan.
.

Ruangan perawatan pasien dibersihkan setiap


hari oleh cleaning service.

Sudah

terdapat

protap

operasional

kewaspadaan universal (universal precaution),


cuci tangan, alat pelindung perorangan,
pengelolaan
precaution),

alat/benda
wadah

tahan

tajam

(sharp

tusukan,

dan

pengelolaan alat kesehatan bekas pakai.


2.7. Pencegahan
Infeksi

Perawat tidak selalu menggunakan sarung


tangan ketika melakukan tindakan invasif.

Terdapat tempat sampah medis, non medis,


tempat sampah benda tajam, yang terbuat dari
plastik yang tidak mudah tembus.

Sampah dibuang satu hari sekali oleh petugas


khusus.

Perawat membuang spuit dan benda tajam ke


tempat pembuangan khusus spuit dan bendabenda tajam lainnya.

80
NO.
2.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
Perawat tetap mempertahankan teknik aseptik
dan

antiseptik

saat

melakukan

tindakan

invasif.

Penggantian linen dilakukan 2 hari sekali atau


bila sprei basah/kotor.

Hampir seluruh penunggu pasien ikut tidur


dan bermain di atas tempat tidur pasien

Sebagian

besar

mahasiswa

praktikan

menggunakan alat pelindung diri berupa


sarung tangan pada saat melakukan tindakan
keperawatan.

Terdapat wastafel tempat cuci tangan dengan


air mengalir, di ruang perawatan 1 buah dan di
ruang tindakan 1 buah.

Terdapat 5 fasilitas cuci tangan kering beserta


protapnya.

Terdapat tempat sampah medis, non medis,


tempat sampah benda tajam, yang terbuat dari
plastik yang tidak mudah tembus.

Pembagian sampah medis dan non medis:


Medis memakai label kuning, non medis
memakai label hitam. Di setiap kotak sampah
terdapat label keterangan sampah medis dan
non medis serta jenis - jenis sampah yang
tergolong ke dalam medis atau non medis.

Masih kurang tersosialisasinya pengelolaan


sampah medis dan non medis.

Ketika dilakukan pengamatan pada dinas pagi


tgl 6 September 2012 didapatkan 1 orang
penunggu pasien membuang sampah rumah

81
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
tangga ke dalam tempat sampah medis. Pada
saat dinas sore tanggal 7-8 September 2012,
masih terdapat sampah non-medis yang
dimasukkan ke dalam tempat sampah medis.

Observasi tanggal 6-7 September 2012 pada


sore hari keadaan sampah non-medis sudah
sangat

penuh

sehingga

tertumpah

dan

mengotori lantai serta di makan oleh kucing.

Dari

hasil

pemenuhan

pengamatan
kebutuhan

dan

wawancara,

personal

hygiene

dilakukan oleh keluarga pasien.

Pada pasien tanpa terapi intravena, mandi


dilakukan di kamar mandi

Perawatan rambut belum dilakukan sedangkan


perawatan oral jarang dilakukan.

Pakaian pasien tidak selalu diganti setiap hari.


Apabila ada yang diganti, dilakukan oleh

2.8. Personal

keluarga.

hygiene

Setiap pasien ditunggu oleh keluarga.

Tidak terdapat tempat sholat bagi keluarga


pasien di Lantai 2.

Dokumentasi asuhan keperawatan dilakukan


sejak saat pasien masuk ke Ruang Bedah Saraf
Lantai 2.

82
NO.

ASPEK

2.9. Kebutuhan

analisa

Psikologis dan

data,

perencanaan,

implementasi,

evaluasi) (n=25)

Spiritual

Aplikasi Asuhan

32% Memuat catatan data demografi pasien

(identitas pasien) (n=25)


68% Tidak memuat data riwayat pasien (n=25)
16% Memuat catatan data tentang pola ADL

(n=25)
20% Memuat catatan data tentang fisik dan

pengkajian persarafan (n=25)


4% Memuat catatan data tentang psiko-sosio-

spiritual (n=25)
68% Memuat data penunjang (n=25)

Keperawatan
3.1. Dokumentasi
asuhan

3.2. Pengkajian

DESKRIPSI SITUASI
0% dokumentasi tidak lengkap (pengkajian,

Masih terdapat diagnosa keperawatan yang tidak


sesuai seperti :
Nyeri b.d terputusnya kontinuitas jaringan, rata-rata
hanya satu diagnosa yang diangkat

0% Memuat perencanaan keperawatan


dengan menetapkan tujuan yang SMART
(n=25)

Format catatan implementasi disatukan dengan


intervensi sehingga kolom yang tersedia ukurannya

kecil
Dalam format tidak tercantum kolom tanggal untuk
implementasi Perawat kebanyakan menuliskan

3.3. Diagnosa

implementasi pada format catatan perkembangan

Keperawatan

Format pengisian catatan perkembangan belum


seragam ada yang mengisi dengan teknik SOAP
sebagian ada juga yang mengisi dengan

83
NO.

ASPEK
3.4. Perencanaan

DESKRIPSI SITUASI
SOAPIER, dan ada juga yang mengisi tanpa
memakai kedua teknik tersebut (catatan berisikan
implementasi dan data obyektif yang ditemukan
pada pasien seperti GCS, infus dan jumlah tetesan,

3.5. Implementasi

terapi yang sedang dijalani, pemasangan EVD)


Kondisi/ respon pasien dicatat pada catatan

perkembangan bukan pada catatan evaluasi


Catatan evaluasi tidak terisi
0% Setiap melakukan pernyataan evaluasi dimulai
dengan data yang mendukung pernyataan tsb

3.6. Evaluasi

dan

(n=25)
0% Setiap menulis evaluasi disesuaikan dengan
kriteria hasil yang ada atau yang ditetapkan (n=25)

Catatan

Perkembangan

100% Pencatatan dilakukan dengan


menggunakan tinta, jelas & mudah dibaca

(n=25)
16,7% Jika ada kesalahan penulisan, tidak

dihapus, tapi dicoret (n=25)


91,7% Pencatatan dilakukan dengan

mencantumkan waktu
40% mencantumkan nama perawat yang

melakukan tindakan.
100% mencantumkan paraf

Hasil Obervasi:

Perawat tidak melakukan pengkajian ulang atau

validasi data ketika ada pasien baru


Perawat setiap setelah selesai melakukan tindakan
keperawatan, perawat tidak segera mencatatnya

dalam lembar pelaksanaan


Saat pergantian dinas, perawat tidak melaporkan
diagnosa keperawatan dan catatan perkembangan

3.7 Metode
Penulisan

klien dengan pendekatan SOAP


Proses keperawatan dan pendokumentasian asuhan

84
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI
keperawatan tidak berjalan optimal

85
NO.

3.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI

86
NO.

ASPEK

DESKRIPSI SITUASI

4.3.5 Pendidikan di Ruang Bedah Anak Lantai 2 Gedung Layanan Terpadu


Jamkesmas
1.3.5.1 Pendidikan pada Keluarga Pasien

Berdasarkan wawancara dengan kepala ruangan tanggal 7


September 2012, pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan
kebutuhan pasien misalnya pendidikan kesehatan tentang prosedur
operasi (pre op, pelaksanaan dan post op), aktivitas, mobilisasi,
perawatan luka, kebutuhan nutrisi, jadwal pemberian obat,
personal hygiene, kebersihan lingkungan dan lain-lain dilakukan
oleh perawat pada saat melakukan tindakan kepada pasien setiap
hari.

Berdasarkan hasil pengamatan, pasien yang pulang tidak diberikan


pendidikan kesehatan mengenai perawatan di rumah.

Penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan secara kolektif biasanya


dilakukan oleh mahasiswa yang sedang praktek klinik di Ruang
Bedah Anak Lantai 2.

4.3.5.2 Pendidikan pada Calon Praktisi Keperawatan dan Profesi Lain

Selama dilakukan kajian situasi tanggal 6-8 September 2012,


mahasiswa yang mengikuti pembelajaran klinik adalah PPN XXIII
F.Kep UNPAD Stase Manajemen, PPN XXIV FIK UNPAD Stase

87
Keperawatan Anak, Akper Rantepao Lakipadada Tana Toraja
Sulawesi Selatan, Akper Pemda Donggala Sulawesi Tengah

Sebelum melakukan praktik di ruangan, CI ruangan mengorientasikan


praktikan mengenai kegiatan di ruangan dan peralatan yang ada di
ruangan. Di ruang Bedah Anak Lantai 2 terdapat 3 orang CI ruangan.
Perawat ruangan mendampingi praktikan pada saat melakukan
tindakan pada pasien, kecuali tindakan yang sudah biasa dilakukan
oleh praktikan.

Dari hasil observasi dari tanggal 6-8 September 2012 didapatkan :

Kegiatan mahasiswa praktik antara lain : melakukan pemeriksaan fisik


secara head to toe, melakukan tindakan keperawatan yang merupakan
kompetensi yang harus dipenuhi, seperti

mengambil sampel darah,

memberikan obat (oral, Intra Vena dan Intra Muskuler), memasang dan
mengganti cairan infus, melakukan perawatan luka, melakukan wash out,
pemberian terapi oksigen dan cairan, dan memenuhi kebutuhan dasar
manusia.
-

Dalam melakukan tindakan keperawatan, mahasiswa praktikan didampingi


oleh perawat ruangan, kecuali untuk tindakan tindakan ringan.

4.3.6 Penelitian di Ruang Bedah Anak Lantai 2 Gedung Layanan Terpadu


Jamkesmas
Berdasarkan hasil wawancara kepada kepala ruangan bedah anak lantai 2
didapatkan :

Ruang Bedah Anak lantai.2 sudah pernah dijadikan tempat penelitian


dalam bidang keperawatan.

Penelitian bisa dilakukan setelah melalui prosedur dengan mengajukan


surat permohonan dari institusi, yang ditujukan kepada Komite Etik yang
diteruskan ke Kepala Bidang Diklat, diteruskan kepada Direktur Utama
untuk mendapat disposisi ke Direktur Bidang SDM dan SMF yang
bersangkutan dengan tembusan ke kepala ruangan.

88

Penelitian bisa dilakukan oleh mahasiswa keperawatan, kedokteran,


mahasiswa kesehatan lainnya maupun staf/karyawan.

Ruang Bedah Saraf Lantai 2 tidak terdapat tenaga pembimbing khusus


untuk penelitian.

Proses pendokumentasian inventaris hasil penelitian tidak disimpan di

ruangan bedah anak lt.2 tetapi di bagian DIKLAT RSHS


Sejauh ini hasil penelitian di bedah anak lt.2 blm ada yg disosialisasikan
dan belum ada yg diaplikasikan sehingga bedah anak lt.2 belum
merasakan manfaatnya.