Anda di halaman 1dari 21

DARAH

Pengertian Darah
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi
utamanya adalah mengangkutoksigen yang diperlukan oleh selsel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringantubuh
dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan
mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang
bertujuan

mempertahankan

tubuh

dari

berbagai penyakit.

Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui


darah.. Darahmanusia berwarna merah, antara merah terang
apabila kaya oksigen sampai merah tuaapabila kekurangan
oksigen.

Warna

merah

pada

darah

disebabkan

oleh

hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang


mengandung besi dalam bentuk heme, yangmerupakan tempat
terikatnya molekul-molekul oksigen.
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang
berarti

darah

mengalir dalam

pembuluh

darah

dan

disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantungmenuju


paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon
dioksida

danmenyerap

pulmonalis,

lalu

oksigen

melalui

dibawa kembali ke

pembuluh

arteri

jantungmelalui

vena

pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh


saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke
seluruh

tubuh

pembuluh

melalui

kapiler.

saluranhalus

Darah

kemudian

darah

yang

kembali

ke

disebut
jantung

melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava


inferior.

Darah

juga

mengangkut bahan

bahan

sisa

metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk


diuraikanke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.

Pembagian darah
Plasma darah 55 %
Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah,
karena lebihdari separuh darah mengandung plasma darah.
Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma darah
berfungsi untuk mengangkut sarimakanan ke sel-sel serta
membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan.
Fungsi

lainnya

adalah

menghasilkan

zat

kekebalan

tubuhterhadap penyakit atau zat antibodi.


Sel-sel darah 45 %; terdiri dari:
1. Sel darah merah (eritrosit)
Sel darah merah (eritrosit) bentuknya seperti cakram/
bikonkaf dan tidak mempunyai inti. Ukuran diameter kira-kira
7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kirakira
5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta). Warnanya kuning kemerahan,
karena

didalamnya

mengandung

suatu

zat

yangdisebut

hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya


banyak mengandung oksigen. Fungsi sel darah merah adalah
mengikat oksigen dari paruparu untuk diedarkan ke seluruh
jaringan tubuhdan mengikat karbon dioksida dari jaringan
tubuh untuk dikeluarkan melalui paruparu. Pengikatan oksigen
dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin yang telah

bersenyawadengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (hb +


oksigen 4 hb-oksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh
sebagai oksihemoglobin yangnantinya setelah tiba di jaringan
akan dilepaskan: hb-oksigen hb + oksigen, dan seterusnya. Hb
tadi akan bersenyawa dengan karbon dioksida dan disebut
karbon dioksida hemoglobin (hb + karbon dioksida hb-karbon
dioksida) yangmana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan
di paru-paru.
Sel darah merah (eritrosit) diproduksi di dalam sumsum
tulang merah, limpa dan hati. Proses pembentukannya dalam
sumsum

tulang

melalui beberapa

tahap.

Mula-mula

besar dan berisi nukleusdan tidak berisi hemoglobin kemudian


dimuati hemoglobin dan akhirnya kehilangannukleusnya dan
siap diedarkan dalam sirkulasi darah yang kemudian akan
beredar di dalam tubuh selama kebih kurang 114 - 115 hari,
setelah itu akan mati. Hemoglobin yang keluar dari eritrosit
yang mati akan terurai menjadi dua zat yaitu hematin yang
mengandung fe yang berguna untuk membuateritrosit baru
dan hemoglobin yaitu suatu zat yang terdapat didalam eritrisit
yang berguna untuk mengikat oksigen dan karbon dioksida.
Jumlah normal pada orang dewasa kira- kira 11,5 15 gram
dalam 100cc darah. Normal hb wanita 11,5 mg% dan laki-laki
13,0 mg%. Sel darah merah memerlukan protein karena
strukturnya terdiri dari asam aminodan memerlukan pula zat
besi, sehingga diperlukan diet seimbang zat besi.
Di dalam tubuh banyaknya sel darah merah ini bisa
berkurang,demikian juga banyaknya hemoglobin dalam sel
darah merah. Apabila kedua-duanya berkurang maka keadaan

ini disebut anemia, yang biasanyadisebabkan oleh perdarahaan


yang

hebat,

penyakit

yang

melisis

eritrosit,dan tempat

pembuatan eritrosit terganggu.


2. Sel darah putih (leukosit)
Bentuk dansifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit
apabila kitalihat di bawah mikroskop maka akan terlihat
bentuknya

yang

dapat

berubah-ubahdandapat

bergerak

dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia), mempunyai


bermacam- macam inti sel sehingga ia dapat dibedakan
menurutinti

selnya,

warnanya

bening

(tidak

berwarna),

banyaknya dalam 1 mm3 darahkira-kira 6000-9000.


Fungsinya sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuh dan
memakan bibit penyakit / bakteri yang masuk ke dalam
jaringan res (sistemretikuloendotel), tempat pembiakannya di
dalam limpa dan kelenjar limfe; sebagai pengangkut yaitu
mengangkut / membawa zat lemak dari dinding usus melalui
limpa terus ke pembuluh darah.
Sel leukosit disamping berada di dalam pembuluh darah juga
terdapatdi seluruh jaringan tubuh manusia. Pada kebanyakan
penyakit disebabkan oleh masuknya kuman / infeksi maka
jumlah leukosit yang ada di dalam darah akanlebih banyak dari
biasanya. Hal ini disebabkan sel leukosit yang biasanyatinggal
di dalam kelenjar limfe, sekarang beredar dalam darah
untuk mempertahankan tubuh dari serangan penyakit tersebut.
Jika jumlah leukosit dalam darah melebihi 10000/mm3 disebut
leukositosis dan kurang dari 6000disebut leukopenia.

3.keping-keping darah (trombosit)


Trombosit merupakan benda-benda kecil yang mati yang
bentuk dan ukurannya bermacam-macam, ada yang bulat dan
lonjong, warnanya putih, normal pada orang dewasa 200.000300.000/mm3.
Fungsinya memegang peranan penting dalam pembekuan
darah. Jika banyaknya kurang dari normal, maka kalau ada luka
darah tidak lekas membeku sehingga timbul perdarahan yang
terus-

menerus.

Trombosit

lebihdari

300.000

disebut

trombositosis. Trombosit yang kurang dari 200.000 disebut


trombositopenia.
Di dalam plasma darah terdapat suatu zat yang turut
membantu terjadinya peristiwa pembekuan darah, yaitu ca2+
dan

fibrinogen.

Fibrinogen

mulai

bekerja

apabila

tubuh

mendapat luka. Ketika kita luka maka darah akan keluar,


trombosit pecah dan mengeluarkan zat yang dinamakan
trombokinase.

Trombokinasi

ini

akan

bertemu

dengan

protrombin dengan pertolongan ca2+akan menjadi trombin.


Trombin akan bertemu dengan fibrin yang merupakan benangbenang halus, bentuk jaringan yang tidak teratur letaknya,
yang akanmenahan sel darah, dengan demikian terjadilah
pembekuan.

Protrombin

dibuat

didalam

hatidan

untuk

membuatnya diperlukan vitamin k, dengan demikian vitamin k


penting untuk pembekuan darah.
Fungsi Darah
1. Sebagai alat pengangkut yaitu:
Mengambil oksigen/ zat pembakaran dari paru-paru untuk
diedarkan ke seluruh jaringan tubuh.

Mengangkut

karbon

dioksida

dari

jaringan

untuk

dikeluarkan melalui paru- paru.


Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk
diedarkan dan dibagikanke seluruh jaringan/ alat tubuh.
Mengangkat / mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna
bagi tubuh untuk dikeluarkan melalui ginjal dan kulit.
2.
Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit
dan racun dalam tubuhdengan perantaraan leukosit dan
antibodi/ zatzat anti racun.
3. Menyebarkan panas keseluruh tubuh.
Penyakit Pada Darah Manusia
1. Anemia / penyakit kurang darah
Anemia

adalah

suatu

kondisi

di

mana

tubuh

kita

kekurangan darah akibat kurangnya kandungan hemoglobin


dalam darah. Akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen dan
berasa lemas karena hemoglobin bertugas mengikat oksigen
untuk disebarkan ke seluruh badan.
2. Hemofili / hemofilia / penyakit darah sulit beku
Hemofilia adalah suatu penyakit atau kelainan pada darah
yang sukar membeku jika terjadi luka. Hemofili merupakan
penyakit turunan.
3. Hipertensi / penyakit darah tinggi
Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang diakibatkan
oleh adanya penyempitan pembuluh darah dengan sistolis
sekitar 140-200 mmhg serta tekanan diastolisis kurang lebih
antara 90-110 mmhg.

4. Hipotensi / penyakit darah rendah


Hipotensi adalah tekanan darah rendah dengan tekanan
sistolis di bawah 100mmhg (milimeter hydrargyrum / mili meter
air raksa)(hydrargyrum = air raksa).
5. Varises / penyakit otot nimbul
Varises adalah pelebaran pada pembuluh vena yang
membuat pembuluh dasar membesar dan terlihat secara kasat
mata yang umumnya terdapat pada bagian lipatan betis.
6. Penyakit kuning bayi
Penyakit kuning pada anak bayi adalah kelainan akibat
adanya gangguan kerusakan sel-sel darah oleh aglutinin sang
ibu.

7. Sklerosis
Sklerosis adalah penyakit kelainan pada pembuluh nadi
sistem transportasi yang menjadi keras.
8. Miokarditis
Miokarditis adalah suatu kelainan akibat terjadinya radang
pada otot jantung.
9. Trombus / embolus

Trombus adalah kelainan yang terdapat pada jantung yang


disebabkan oleh adanya gumpalan di dalam nadi tajuk.
10. Leukimia / penyakit kanker darah
Leukimia adalah penyakit yang mengakibatkan produksi
sel darah putih tidak terkontrol pada sistem transportasi.
Kandungan Darah
1.air : 91%
2.Protein

3%

(albumin,

globulin,

protombin

dan

fibrinigen)
3.Mineral : 0,9% (natrium klorida, natrium bikarbonat,
garam fosfat, magnesium, kalsium, dan zat besi).
4.Bahan organik : 0,1% (glukosa, lemak asam urat,
kreatinin, kolesterol, dan asamamino)
Transfusi Darah / Golongan Darah
Transfusi
darah

Darah adalah proses mentransfer darah atau

berbasis produk darisatu

peredaran

darah

orang

orang
lain.

ke dalam

sistem

Transfusi

darah

dapatmenyelamatkan jiwa dalam beberapa situasi, seperti


kehilangan darah besar karenatrauma, atau dapat digunakan
untuk menggantikan darah yang hilang selama operasi.
Transfusi darah juga dapat digunakan untuk mengobati
anemia

berat

atautrombositopenia

yang

disebabkan

oleh

penyakit darah. Orang yang menderita hemofiliaatau penyakit


sel sabit mungkin memerlukan transfusi darah sering. Awal
transfusi darahsecara keseluruhan digunakan, tapi praktek

medis

modern

umumnya

hanya

menggunakankomponen

darah.
Transfusi darah dapat dikelompokkan menjadi dua jenis
utama tergantung padasumber mereka:
''Transfusi homolog, atau transfusi darah yang disimpan
menggunakan orang lain. Inisering disebut''allogeneic bukan
homolog.
''Autologus transfusi, atau transfusi menggunakan darah
pasien sendiri disimpan.donor unit darah harus disimpan dalam
lemari

es

untuk

mencegah

pertumbuhan bakteri

dan

memperlambat metabolisme sel. Transfusi harus dimulai dalam


30 menitsetelah unit telah diambil keluar dari penyimpanan
dikendalikan.
Darah hanya dapat diberikan secara intravena. Karena itu
membutuhkan insersikanula sekaliber cocok. Sebelum darah
diberikan, rincian pribadi pasien dicocokkandengan darah untuk
ditransfusikan,

untuk

meminimalkan

risiko

reaksi

transfusi.kesalahan administrasi merupakan sumber signifikan


dari

reaksi

transfusi

dan

upayatelah

dilakukan

untuk

membangun redundansi ke dalam proses pencocokan yang


terjadidi samping tempat tidur. Sebuah unit (hingga 500 ml)
biasanya diberikan selama 4 jam.pada pasien dengan risiko
gagal

jantung

kongestif,

banyak

dokter

mengelola

diuretik untuk mencegah overload cairan, suatu kondisi yang


disebut transfusi overloadperedaran darah terkait atau taco.
Acetaminophen

dan

sepertidiphenhydramine

atau

kadang-kadang

antihistamin

diberikan

transfusi untuk mencegah jenis lainreaksi transfusi.

sebelum

Darah ini paling sering disumbangkan sebagai seluruh


darah

denganmemasukkan

mengumpulkan
antikoagulan)

dalam
melalui

kateter

kantong

ke

dalam

vena

plastik (dicampur

gravitasi.

Darah

yang

dan

dengan

dikumpulkan

inikemudian dipisahkan menjadi komponen-komponen untuk


membuat penggunaan terbaik dari itu. Selain dari sel darah
merah, plasma, dan trombosit, produk darah yangdihasilkan
komponen juga termasuk protein albumin, faktor pembekuan
konsentrat,kriopresipitat,
imunoglobulin

(antibodi).

berkonsentrasi
Sel

darah

fibrinogen,

dan

merah, plasma

dan

trombosit juga dapat disumbangkan individu melalui proses


yang lebihkompleks yang disebut
Di negara maju, sumbangan biasanya anonim kepada
penerima, namun produk dalam bank darah selalu individual
dapat

dilacak

melalui

siklus

seluruh

donasi, pengujian,

pemisahan menjadi komponen-komponen, penyimpanan, dan


administrasikepada

penerima.

Hal

ini

memungkinkan

pengelolaan dan penyelidikan atas penularan penyakit transfusi


diduga terkait atau reaksi transfusi.
Di
direkrut

negara
oleh

berkembang
atau

untuk

donor kadang-kadang
penerima,

biasanya

khusus
anggota

keluarga,dan pemberian segera sebelum transfusi.


Risiko kepada penerima
Ada risiko yang terkait dengan menerima transfusi darah,
dan ini harus seimbangterhadap manfaat yang diharapkan.
Reaksi samping yang paling umum untuk transfusidarah
adalah''non-hemolitik demam reaksi transfusi'', yang terdiri dari

demam yangmenyelesaikan sendiri dan tidak menyebabkan


masalah abadi atau efek samping.
Reaksi hemolitik termasuk menggigil, sakit kepala, sakit
punggung,

dispnea,sianosis,

nyeri

dada,

takikardi

dan

hipotensi.Produk darah jarang dapat terkontaminasi dengan


bakteri, risiko infeksi bakteri parah dan sepsis diperkirakan,
pada 2002, sekitar 1 dalam 50.000 transfusi trombosit, dan1
dalam 500.000 transfusi sel darah merah.
Ada

resiko

bahwa

transfusi

darah

diberikan

akan

mengirimkan infeksi virus ke penerima. Seperti tahun 2006,


risiko tertular hepatitis B melalui transfusi darah diAmerika
Serikat adalah sekitar 1 dalam 250.000 unit transfusi, dan risiko
tertular HIVatau hepatitis C di Amerika Serikat melalui transfusi
darah diperkirakan pada 1 per 2 jutaunit transfusi Risiko ini
jauh

lebih

tinggi di masa lalu

sebelum

munculnya

tes

generasikedua dan ketiga untuk transfusi penyakit menular.


Pelaksanaan Pengujian Asam Nukleat

atau "NAT" di 2000-an

telah lebih jauh mengurangi risiko, dan dikonfirmasi infeksi


virusmelalui transfusi darah sangat langka di negara maju.
Transfusi paru terkait cedera akut (TRALI) adalah suatu
peristiwa yangmerugikan semakin diakui berhubungan dengan
transfusi darah. TRALI adalah sindromgangguan pernapasan
akut, sering dikaitkan dengan demam, non-kardiogenik edema
paru,dan hipotensi, yang mungkin terjadi sesering 1 tahun
2000 transfusi. Gejala dapat berkisar dari ringan sampai
mengancam

nyawa,

tetapi

kebanyakan

pasien

sembuh

sepenuhnyadalam waktu 96 jam, dan tingkat kematian dari


kondisi ini adalah kurang dari 10% ..Meskipun penyebab TRALI

tidak jelas, telah konsisten dikaitkan dengan antibodi antiHLA.


Karena

anti

beberapa

HLA

sangat

berkorelasi

organisasitransfusi

(darah

dengan
dan

kehamilan,

Bank

Jaringan

Cantabria, Spanyol, National Health Service diInggris) telah


memutuskan untuk hanya menggunakan plasma dari laki-laki
untuk transfusi.
Risiko lain yang terkait dengan menerima transfusi darah
termasuk

kelebihanvolume,

kelebihan

zat

besi

(dengan

beberapa transfusi sel darah merah), transfusion-associated


graft-versus-host penyakit,

reaksi anafilaksis (pada orang

dengan kekuranganIgA), dan reaksi hemolitik akut (yang paling


umumnya karena administrasi jenis darahtidak cocok).
Golongan darah pada manusia
Ada 2 faktor penetu golongan darah yaitu aglutinogen dan
agglutinin. Aglutinogen(zat anti) merupakan antigen yang
terdapat pada sel darah merah dan bersifat genetis(menurun).
Ada 3 jenis aglutinogen yaitu aglutinogen A dan B, aglutinogen
M dan N,dan factor rhesus (Rh). Penggolongan darah manusia
dibedakan 3 sistem penggolongan yaitu golongan darah ABO,
golongan darah MN, dan golongan Rh.Aglutinin merupakan
protein plasma yang berfungsi sebagai antibody. Aglutinin ada
2macam yaitu aglutinin alfa dan agglutinin beta.K. Landsteiner
merumuskan penggolongan darah ABO besar berdasarkan
keberadaanaglutinogen dan agglutinin pada darah sebagai
berikut.

Golongan

darah

A,

bila

dalam

sel

darah

merahnya

mengandung aglutinogen Adan dalam serum atau plasmanya


mengandung agglutinin beta.

Golongan

darah

B,

bila

dalam

sel

darah

merahnya

mengandung aglutinogen B
dan dalam serum atau plasmanya mengandung agglutinin alfa.
Golongan

darah

AB,

bila

dalam

sel

darah

merahnya

mengandung aglutinogenA dan B, serta dalam serum atau


plasmanya tidak mengandung agglutinin.
Golongan darah O, bila dalam sel darah merahnya tidak
mengandungaglutinogen

sedangkan

dalam

serum

atau

plasmanya mengandung agglutininalfa dan beta.


Proses pengumpalan terjadi bila aglutinogen A bertemu
dengan agglutinin alfa dana gglutinogen B bertemu agglutinin
beta. Oleh karena itu, dalam melakukan transfuse darahakan
terjadi penggumpalan apabila golongan darah A di transfuse
dengan golongan darah Batau AB, golongan darah B ditransfusi
dengan golongan darah A atau AB serta golongandarah O
ditransfusi dengan A, B, atau AB. Serum dari seseorang yang
bergolongan darah ABtidak memiliki agglutinin. Hal ini berarti
golongan darah AB tidak akan menggumpalkan seldarah merah
dari semua golongan darah. Jadi dalam proses transfuse,
golongan darahABberperan sebagai resipien universal, artinya
dapat menerima darah dari golongan darahmanapun. Sel darah
merah pada seseorang yang begolongan darah O tidak
mengandungaglutinogen. Oleh karena itu, golongan darah ini
dapat ditransfusikan ke semua golongandarah. Jadi dalam
proses transfuse golongan darah O disebut donor universal.

K.Landsteiner dan P.Levine menemukan antigen baru yang


disebut denganaglutinogen M dan aglutinogen N. menghasilkan
3 macam golongan darah, yaitu M, MN, dan N. berbeda dengan
golongan darah system ABO, pada golongan darah system MN,
serumatau plasma daarh orang tersebut tidak mengandung zat
anti M (agglutinin M) dan zat anti N(agglutinin N). Karena tidak
mempunyai

agglutinin

tersebut,

golongan

darah

system

MNtidak penting untuk keperluan transfuse darah akibat tidak


adanya bahaya terjadinya penggumpalan.
Golongan

darah

Rh

(Rhesus)

yaitu

Macaca

rhesus

ditemukan oleh K. Landsteiner dan A. S,Wiener tahun 1940.


Golongan darah ini dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu
Kelompok orang dengan Rh positif merupakan orang yang di
dalam eritrositnyamemiliki aglutinogen Rh.
Kelompok orang dengan Rh negative merupakan orang yang
di dalam eritrositnyatidak mengandung aglutinogen Rh.Seperti
halnya golongan darah system ABO, golongan darah Rh
mempunyai arti penting dalam klinik. Dalam plasma atau
serum seseorang biasanya tidak terdapat agglutinin (antiRh),
tetapi orang dapat dipacu untuk membentuk agglutinin Rh.
Transformasi dari satu tipe ke yang lain
Para ilmuwan bekerja di University of Copenhagen dilaporkan
dalam jurnal Nature Biotechnology pada bulan April 2007
menemukan enzim, yang berpotensimemungkinkan darah dari
kelompok A, B dan AB untuk dikonversi ke dalam kelompok O.
Enzim ini tidak mempengaruhi kelompok Rh darah.

Keberatan untuk transfusi darah


Keberatan untuk transfusi darah mungkin timbul untuk pribadi,
alasan medis, atauagama. Misalnya, Saksi-Saksi Yehuwa objek
untuk transfusi darah terutama pada alasanagama - mereka
percaya darah yang suci, meskipun mereka juga menyoroti
kemungkinankomplikasi yang berhubungan dengan transfusi.

VITAMIN
Latar Belakang
Mengapa setelah sebelumnya hampir semua pihak,
berlomba-lomba mengatasi situasi kekurangan vitamin A di
dunia, tiba-tiba muncul peringatan bahaya kelebihan vitamin
A? Penyebabnya adalah tingginya kasus penyakit kerapuhan
tulang atau osteoporosis di kalangan warga negara maju. Di
Amerika
Serikat
saja,
institut
kesehatan
nasional
melaporkan, lebih dari 10 juta warganya menderita gejala
kerapuhan tulang. Sekitar 80 persen penderitanya adalah
wanita. Sekitar 18 juta warga Amerika lainnya, menderita
gejala berkurangnya kerapatan tulang, yang menunjukan
perkembangan awal dari osteoporosis.
Dalam penelitian memang ditemukan, penyebabnya
bermacam-macam dan bukan hanya akibat kelebihan
vitamin A saja. Ada yang merupakan penyakit genetis,
kurang konsumsi kalsium, akkibat kebiasaan merokok atau
juga konsumsi alkohol secara berlebihan. Namun beberapa
tahun belakangan, para peneliti memusatkan perhatian
pada kaitan antara kelebihan vitamin A dengan risiko
kerapuhan tulang. Pemicunya, adalah konsumsi vitamin A.

Devenisi vitamin
Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang
sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk
mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa
vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak
akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan
vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena
penyakit pada tubuh kita.
Tujuan
1. Mengatahui akibat dari kekurangan vitamin.
2. Mengetahui akibat dari konsumsi vitamin
berlebihan.

yang

Manfaat
1. Dapat membantu diri sendiri untuk menghindari timbulnya
penyakit akibat kekurangan vitamin
2. dapat membantu diri sendiri untuk menghindari timbulnya
penyaklit akibat konsumsi vitamin yang berlebihan
Akibat dari kekurangan vitamin
1. Vitamin A
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A
yaitu Keratomalasia, kulit pucat, kering rabun senja,
katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya
tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
2. Vitamin B1
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1
yaitu kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan
tubuh
berkurang.
3. Vitamin B2

Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2


yaitu turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut
kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya
4. Vitamin B3
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3
yaitu terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram
dan kejang, insomnia, badan lemas, mudah muntah dan
mual-mual,
dan
lain-lain
5. Vitamin B5
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5
yaitu otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecahpecah
dan
bersisik,
dan
lain-lain
6. Vitamin B6
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6
yaitu pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot,
insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.
7. Vitamin B12
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12
yaitu
kurang
darah
atau
anemia,
gampang
capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan
sebagainya
8. Vitamin C
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C
yaitu sisitem imun kurang, sariawan, kurangnya daya pikir,
mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada
persendian,
dan
lain-lain
9. Vitamin D
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D
yaitu gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami
kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yang
biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.
10. Vitamin E

Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E


yaitu bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan
syaraf
dan
otot,
dll
11. Vitamin K
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K
yaitu
darah
sulit
membeku
bila
terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam
tubuh, dan sebagainya.

Akibat dari mengkonsumsi banyak vitamin


1. Vitamin A
Akibat dari kelebihan mengkonsumsi vitamin A yaitu
Keracunan hatiKulit kering, Rambut rontok, Efek
Teratologikal, Osteoporosis (suspected, long-term)
2. Vitamin B1
Pemakaian thiamin yang melebihi normal mempengaruhi
sistem syaraf. Hal ini karena reaksi hipersensitif yang dapat
berpengaruh pada kelelahan, sakit kepala, sifat lekas
marah dan susah tidur. Sistem darah dapat terpengaruh,
karena denyut nadi menjadi cepat.Vitamin B2
3. Vitamin B3
Akibat dari kelebihan mengkonsumsi vitamin B3 yaitu
Niasin dalam jumlah yang besar dapat menjadi racun pada
sistem syaraf, lemak darah dan gula darah. Gejala gejala
seperti muntah, lidah membengkak dan pingsan dapat
terjadi. Lebih lanjut, hal ini dapat berpengaruh pada fungsi
hati dan dapat mengakibatkan tekanan darah rendah,
Pusing,
mual,
ataksia,neuropati
perifer.
Sedangkan untuk vitamin B12 tidak ada gejala keracunan
yang berhubungan dengan vitamin B12
4. Vitamin C
Gejala keracunan vitamin C adalah mual, kejang perut,
diare, sakit kepala, kelelahan dan susah tidur. Hal ini juga
dapat mengganggu tes medis, atau menyebabkan buang
air kecil yang berlebihan dan membentuk batu ginjal.

5. Vitamin D
Jangan makan vitamin D secera berlebihan kerana dapat
merusak ginjal dan hati.Di Indonesia sebenarnya seseorang
tidak perlu menembah konsumsi vitamin D kerana di
Indonesiacukup
banyak
sinar
matahari.Kulit
dapat
memprroduksi vitamin D bila terkena Sinar ultra violet dari
matahari
6. Vitamin E
Akibat dari kelebihan mengkonsumsi vitamin E yaitu bila
dikonsumsi dalam dosis tinggi, vitamin ini diduga dapat
meningkatkan risiko kanker paru-paru, demikian dilaporkan
sebuah
riset
yang
dipublikasikan
awal
Februari
ini.Penelitian di Amerika Serikat yang melibatkan 77 ribu
partisipan mengindikasikan bahwa mengonsumsi 400
miligram per hari dalam jangka waktu lama dapat
meningkatkan risiko kanker hingga 28 persen, khususnya di
antara
para
perokok.

MINERAL
LATAR BELAKANG
Setiap orang memerlukan berbagai zat gizi, baik bagi anakanak maupun orang dewasa. Anak-anak sangat membutuhkan
nutrisi

untuk

perkembangannya

sedang

orang

dewasa

membutuhkannya untuk menjaga tubuh tetap sehat. Zat gizi


adalah bahan-bahan kimia dalam makanan yang memberikan
energi bagi tubuh. Zat gizi dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu
makronutrisi dan mikronutrisi. Makronutrisi terdiri dari protein,
lemak, karbohidrat dan beberapa mineral yang dibutuhkan
tubuh setiap hari dalam jumlah yang besar. Mikronutrisi adalah
nutrisi yang diperlukan tubuh dalam jumlah sangat sedikit

(hanya dalam ukuran miligram sampai mikrogram), seperti


vitamin dan mineral.
Devenisi mineral
Mineral adalah suatu unsur atau senyawa yang dalam keadaan
normalnya memilili unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses
geologis. Istilahmineral termasuk tidak hanya bahan komposisi
kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam
komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat
yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui
(senyawaan organik biasanya tidak termasuk). Ilmu yang
mempelajari

mineral

disebut

mineralogi

(Anonim,

2008).

Beberapa mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak


seperti kalsium, fosfat, natrium, klorida, magnesium dan
kalium, yakni sekitar (1- 2 gram/hari)

STABILITAS MINERAL

Stabilitas mineral selama proses dan penyimpanan ternyata


mineral lebih resistan dalam proses pabrik daripada vitamin.
Factor-kaktor

yang

merugikan:

panas,

udara,

cahaya,

kelembaban (untuk tembaga, besi, dan seng).

BIOVAILABILITAS

Bioavailabilitas dari mineral yaitu tingkat yang menunjukkan


jumlah pencernaan nutrisi yang diabsorbsi dan tersedia untuk
tubuh

disebut

bioaviabilitas.

Bioavailabilitas

mineral

dipengaruhi oleh:

Elemen di dalam makanan yang dapat secara kimia mengikat


mineral (contoh:oksalat pada baying).

Bentuk kimia mineral (contoh: sulfat besi lebih bio-aviabel


daripada besi dasar).

DAFTAR PUSTAKA
http://vaeg14.blogspot.com/2012/11/makalahdarah.html
http://dinus-mamo.blogspot.com/2011/10/makalahvitamin-dan-mineral.html