Anda di halaman 1dari 4

Perbaikan praktek sensor

Limit switch

Dosen : Ansor Ibrahim usman, ST, MT


Kelompok 5
Andrian Tegar Dwihandoko (P23138113006)
Aulia saputri (P23138113009)
Dwi Guna Kurniadi (P23138113015)
Nico Hermawan (P231381130)

Sarjana Terapan Teknik Elektromedik Politeknik kesehatan Jakarta 2


Tahun Ajaran 2015/2016

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali
yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah atas segala berkat, rahmat,
taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas hasil laporan Praktikum Kimia ini.
Dalam penyusunannya, kami mengucapkan terimakasih kepada Dosen Sensor kami
yaitu Bapak Ansor Ibrahim Usman, ST, MT yang telah memberikan dukungan, kasih,
dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal,
semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada
langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun kami berharap isi dari laporan praktikum kami ini bebas dari kekurangan
dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar tugas makalah praktikum
kimia ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata kami mengucapkan terimakasih, semoga hasil laporan praktikum kami ini
bermanfaat.
Jakarta, 15 Februari 2016
Penyusun

A. Pendahuluan
1. Latar belakang
Alat kesehatan dibagi menjadi beberapa menurut penggunaanya, seperti
alat laboratorium, alat radiologi, alat diagnostic, alat life support & life
saving, dan alat bedah. Penggunaan alat kesehatan ini harus dilengkapi
dengan keamanan agar pada saat penggunaannya tidak terjadi
kecelakaan kerja dan kesalahan. Contoh alat kesehatan yang
menggunakan pengaman adalah alat laboratorium seperti Centrifuge.
Centrifuge dilengkapi dengan pengamannya berupa sensor limit switch.
Limit switch akan bekerja ketika ditekan, sehingga ketika tutup dari
centrifuge tidak terpasang dengan benar maka motor tidak akan berputar.
2. Rumusan masalah
a. Apa itu sensor?
b. Apa jenis sensor yang digunakan?
c. Bagaimana cara kerja rangkaian?
3. Tujuan
a. Memberikan pengetahuan tentang apa itu sensor
b. Agar mahasiswa dapat membedakan jenis sensor
c. Agar mahasiswa dapat mengaplikasikan sensor tersebut di alat
kesehatan

B. Teori sensor
Sensor adalah komponen yang merubah energy dari beberapa bentuk
(panas, cahaya, suara, tekanan, gerakan, aliran) menjadi energy listrik yang
bertujuan untuk mengontrol/pengukuran. Sensor juga berfungsi sebagai alat
untuk mendeteksi dan juga untuk mengetahui magnitude.
Sensor dapat disebut juga dengan detector/tranducer/electrode/probe.
Parameter untuk sensor :
1. Sensisifitas : minimum input yang dapat menghasilkan perubahan yang
dideteksi.
2. Range : perbedaan nilai minimum dan maksimum yang dapat diukur.
3. Presisi : toleransi derajat pengukuran.
4. Resolusi : nilai baca terkecil dari input dan dapat dideteksi di sinyal
output.
5. Accuracy : perbedaan maksimum nilai sebenarnya dengan nilai
pengukuran.
6. Offset : output sensor yan bernilai nol.
7. Linearitas :
8. Histerisis : perbedaan nilai respon pada saat naik dan turun.
9. Response time : waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi konstan.
10.Sensor error : serupa dengan penggambaran dari system pengukuran :
lingkungan, goncangan dinamik, menyebabkan sensor tidak stabil.
Tipe-tipe sensor :
1. Physical sensor : tekanan, suhu, kecepatan, pergeseran.
2. Chemical sensor : oxygen, CO2, pH (keasaman).
3. Biosensor : enzyme-based, electrode.
Jenis-jenis sensor :