Anda di halaman 1dari 1

PRABU KRESNA

November 18, 2008 pada 6:00 am (Tokoh wayang)


Tags: wayang
Prabu Kresna
Raden Narayana setelah menjadi raja bernama Prabu Harimurti Padmanaba, karena ia
titisan Begawan Padmanaba. Disebut juga Prabu Dwarawati, karena menjadi raja di
negeri Dwarawati, dan disebut juga Prabu Kresna, karena berkulit hitam dan lain-lain. la
dapat bertahta di Dwarawati karena mengalahkan seorang raja raksasa bernama Prabu
Kunjana Kresna di negeri tersebut, dan nama Kresna itu dipakainya juga sebagai
namanya sendiri, yakni Prabu Kresna.
Prabu Kresna sebagai pengasuh Pandawa atau disebut dalang, ialah seorang yang pandai
menjalankan siasat politik negara, peperangan dan lain-lain. Prabu Kresna mempunyai
senjata cakra, senjata yang hanya dikuasai oleh titisan Wisnu, dan mempunyai azimat
kembang Wijayakusuma, untuk menghidupkan orang mati, yang belum sampai pada
takdirnya. Dalam perang Baratayudha Sri Kresna yang memegang daya upaya
kemenangan Pandawa. Usia Prabu Kresna lanjut, hingga sehabis perang Baratayudha.
Sri Kresna berpermaisuri 4 puteri: 1) Dewi Jembawati, anak seorang pendeta kera Kapi
Jembawan dipertapaan Gadamedana, berputera Raden Samba; 2) Dewi Rukmini, puteri
Prabu Rukma, seorang raja di Lesanpura, berputra Dewi Siti Sundari; 3) Dewi Setyaboma,
putri Prabu Setyajid, seorang raja di Lesanpura, dan berputra Raden Setyaka, dan 4) Dewi
Pretiwi, putri Hyang Antaboga, berputra Prabu Bomanarakasura.
Prabu Kresna mampu bertiwikrama yaitu berganti rupa menjadi raksasa. Pada lakon
Kresna gugah, yaitu Kresna sedang tidur dalam rupa raksasa (tiwikrama). Dalam cerita ini
diriwayatkan bahwa siapa yang mampu membangunkan Sri Kresna akan memenangkan
perang Baratayudha. Maka kedua belah pihak (Pandawa dan Kurawa) berusaha
membangunkannya. Namun tindakan Kurawa sia-sia belaka. Hanya Arjuna yang dapat
membangunkan Sri Kresna.
BENTUK WAYANG
Wayang Prabu Kresna bermuka hitam, sedangkan seluruh badan berpraba. Wayang ini
untuk dimainkan pada waktu sore. Tetapi pada waktu hampir pagi berganti wayang yang
bercat hitam seluruh badan.
Prabu Kresna berwanda: 1) Gendreh, karangan Sri Sultan Agung di Mataram, 2) Rondon,
3) Mawur.
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak
Hardjowirogo.