Anda di halaman 1dari 22

TUGAS PERTEMUAN KE- 1

FISIKA DASAR II
MODUL 1
POTENSIAL LISTRIK DAN KAPASITOR
Nama Dosen : Nova Indah Saragih, S.T.,M.T.

Kelompok 3
Doli Siahan

(0515103015)

Weslay Situmorang

(0515103016)

Gianny Al Fariz

(0515103018)

Ridwan Riansyah

(0515103019)

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap hari kita sering memanfaatkan adanya potensial listrik dalam
sebuah perangkat kelistrikan contohnya radio, televisi dan bahkan komputer
atau laptop. Kita juga sering menggunakan alat yang terdiri dari komponen
bernama kapasitor. Namun kita sering tidak mau tahu tentang apa dan
bagaimana alat yang kita gunakan bekerja, sehingga bila ada kerusakan atau
kesalahan dalam menggunakan kita sering tidak sadar dan berakibat fatal bagi
perangkat tersebut.
Selain itu kita sering susah membedakan antara potensial listrik
dengan medan listrik,tegangan listrik, hambatan listrik maupun kuat arus
listrik. Namun bukan itu yang akan kami jelaskan dalam makalah kali ini,
melainkan apa itu potensial listrik dan kapasitor serta apa hubungan potensial
listrik dan kapasitor itu sendiri dalam judul makalah Potensial Listrik dan
Kapasitor.potensial listrik dan kapasitor.
Potensial listrik merupakan besaran saklar yang berkaitan dengan kerja
dan energi potensial pada medan listrik. potensial listrik juga dapat di artikan
sebagai kerja luar yang dilakukan untuk memindahkan suatu muatan dari satu
titik ke titik lain dalam medan listrik serta merupakan kuantitas saklar. Dengan
kata lain dapat dikatakan bahwa potensial listrik merupakan energi potensial
persatuan muatan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu potensial listrik ?
2. Bagaimana prinsip kerja potensial listrik?
4. Apa itu kapasitor ?
5. Bagaimana prinsip kerja kapasitor ?
1.3 Tujuan Makalah
1. Pembaca dapat memahami apa itu potensial listrik dan kapasitor.
2. Pembaca dapat memahami prinsip kerja potensial listrik dan kapasitor.
3. Pembaca dapat memahami cara menghitung potensial listrik.
4. pembaca dapat memahami cara menghitung kapasitas kapasitor.
1.4 Batasan Masalah
1. Pengertian potensial listrik.
2. Prinsip kerja potensial listrik.
3. Cara menghitung potensial listrik.
4. Pengertian kapasitor.
5. Prinsip kerja kapasitor.
6. Cara penghitungan kapasitor.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Potensial Listrik


Agar terjadi aliran muatan (arus listrik) dalam suatu rangkaian tertutup,
maka haruslah ada beda potensial/beda tegangan di kedua ujung rangkaian.
Beda potensial listrik adalah energi tiap satu satuan muatan. Dua buah
benda bermuatan listrik yang terletak berdekatan akan mengalami gaya listrik
di antara keduanya. Suatu usaha diperlukan untuk memindahkan (atau
menggeser) salah satu muatan dari posisinya semula. Karena usaha
merupakan perubahan energi, maka besar usaha yang diperlukan sama
dengan besar energi yang dikeluarkan. energi dari muatan listrik disebut
energi potensial listrik. Beda potensial dari suatu muatan listrik di suatu titik
di sekitar muatan tersebut dinyatakan sebagai potensial mutlak atau biasa
disebut potensial listrik saja.
Potensial listrik didefinisikan sebagai perubahan energi potensial tiap
satuan muatan ketika sebuah muatan uji dipindahkan dari suatu titik yang
potensialnya berbeda. Jika dirumuskan maka cara mencari potensial listrik
menggunakan rumus:
Keterangan:
V = Potensial listrik (volt)
k = Konstanta Coulomb (9 x 109 Nm2/C2 )
Q = Muatan (C)
r = Jarak sebuah titik ke muatan (m)

Potensial listrik berbeda dengan gaya listrik atau medan listrik. Gaya
listrik atau medan listrik merupakan besaran vektor sedangkan potensial
listrik merupakan besaran skalar. Sehingga dalam perhitungan potensial listrik
tanda muatan dimasukkan dalam persamaan.
Hubungan potensial listrik dengan Medan listrik
Keterangan:

V=E.d

E = medan listrik (N/C)


d = jarak 2 keping (m)

Contoh soal dan Pembahasan

1. Sebuah bola konduktor memiliki rapat muatan permukaan 20 mC/m2 dan


diameter 16 cm. Berapa Potensial dititik yang berjarak 10 cm dari pusat
bola?
Diketahui:
Q/A = 20 mC/m2 = 0,02 C/m2
D = 16 cm maka R = 8 cm = 0,08 m
Ditanya: V pada R = 10 cm = 0,1 m
Jawab :
Hitung terlebih dahulu Q
Q = 0,02 C/m2 x A = 0,02 C/m2 x 4R2 = 0,02 C/m2 x 4(0,08 m)2
Q = 5,12 10-6 C
Menghitung V
V = k Q/R = 9 x 109 Nm2/C2 x 5,12 10-6 C / 0,1 m = 46,08 104 V =
460,8 kV
2. Berapa besar potensial mutlak di titik C dan B?

Menghitung Vc
Vc = k Qa / Ra + k Qd / Rd
Vc = 9 x 109 Nm2/C2 ( 2 x 10-10 C/0,8 m + (-1 x 10-10 C/0,2 m ))
Vc = 9 x 109 Nm2/C2 (2,5 . 10-10 C/m - 5 x 10-10 C/m)
Vc = 2,25 V
Menghitung Vb
Vb = k Qa / Ra + k Qd / Rd
Vb = 9 x 109 Nm2/C2 (2 x 10-10 C/0,2 m + (-1 x 10-10 C/0,8 m ))
Vb = 9 x 109 Nm2/C2 (10 . 10-10 C/m - 5 x 10-10 C/m)
Vb = 7,87 V
Potensial listrik yaitu energi potensial tiap satu satuan muatan positif.

Potensial listrik termasuk besaran skalar, dan secara matematis dapat dirumuskan:
V = Ep / q

Beda potensial (tegangan) antara dua titik yang berada di dalam medan
listrik homogen, yaitu:

Beda potensial kadang-kadang ditulis dengan persamaan V = V1 V2,


untuk selanjutnya hanya ditulis V saja. Sesuai dengan batasan di atas, potensial
listrik suatu titik sejauh r dari muatan q besarnya dapat dinyatakan sebagai
berikut:
Keterangan :
V = potensial listrik (volt)
q = muatan listrik (coulomb)
r = jarak (meter)

Jika terdiri atas beberapa muatan sumber, besarnya potensial listrik adalah
jumlah aljabar biasa dari masing-masing potensial. Misalnya, kumpulan muatan
sumber adalah q1, q2, dan q3, maka potensial listrik pada titik P adalah:

r = jarak antara q1 ke P
r = jarak q2 ke P
r = jarak
q3sehingga
ke P.
Potensial listrik merupakan besaran
skalar,
dalam memasukkan
1
2
3

tanda positif atau negatif pada muatan harus dengan benar.

Contoh soal dan Pembahasan


1. Bola kecil bermuatan +2 C , -2 C , 3 C , dan -6 C diletakkan di titiktitik sudut sebuah persegi yang mempunyai panjang diagonal 0,2 m.
Hitung potensial listrik di titik pusat persegi!

Penyelesaian:
Diketahui:
q1 = +2 C = 2 10-6 C
q2 = -2 C = -2 10-6 C
q3= 3 C = 3 10-6 C
q4 = -6 C = -6 10-6 C
Panjang diagonal = 2 10-1 m, sehingga jarak tiap-tiap muatan dari titik
pusat
r1 = r2 = r3 = r4 = (210-1)
r = 10-1 m
Ditanya: VP = ... ?
Pembahasan :

2.2 Prinsip kerja Potensial Listrik

Suatu muatan uji hanya dapat berpindah dari satu posisi ke posisi lain
yang memiliki perbedaan potensial listrik sebagaimana benda jatuh dari
tempat yang memiliki perbedaan ketinggian. Besaran yang menyatakan
perbedaan potensial listrik adalah beda potensial. Beda potensial dari sebuah
muatan uji q yang dipindahkan ke jarak tak berhingga dengan usaha W
adalah Dimana V adalah potensial listrik dengan satuan volt (V). Beda
potensial dari suatu muatan listrik di suatu titik di sekitar muatan tersebut
dinyatakan sebagai potensial mutlak atau biasa disebut potensial listrik saja.
Potensial listrik dari suatu muatan listrik q di suatu titik berjarak r dari
muatan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut
Dari persamaan di atas tampak bahwa potensial listrik dapat dinyatakan
dalam bentuk kuat medan listrik, yaitu
V=Er

Berbeda dengan gaya listrik dan kuat medan listrik, potensial listrik
merupakan besaran skalar yang tidak memiliki arah. Potensial listrik yang
ditimbulkan

oleh

beberapa

muatan

sumber

dihitung

menggunakan

penjumlahan aljabar. Untuk n muatan, potensial listriknya dituliskan sebagai


berikut.
Catatan: tanda (+) dan () dari muatan perlu diperhitungkan dalam
perhitungan potensial listrik.
Contoh Soal :
1. Jika medan listrik antara dua plat paralel sebesar 2400 N/C dan jarak
antar kedua plat 0,5 cm, maka beda potensialnya adalah...
Diketahui :

Ditanya :

E = 2.400 N/C

V?

r = 0,005 m
Jawab :
V=E.r
V = 2.400 N/C . 0,005 m = 12 V
2.3 Kapasitor

Pada awal penyelidikan listrik tidak ada cara untuk dapat menyimpan
muatan listrik dalam waktu yang lama. Bahkan ketika benda bermuatan
diletakkan pada tempat berisolasi pun, muatan cenderung bocor.
Pada tahun 1746 di Universitas Leyden, Pieter Van Musschenbroek (16921761) mencoba menyimoan sejumlah besar muatan listrik. Hasilnya adalah
suatu peralatan yang secara luas dikenal sebagai botol Leyden. Botol Leyden
adalah sebuah botol kaca dengan dinding dalam dan luarnya dilapisi oleh
daun logam.
Botol Leyden menjadi dasar dari penelitian-penelitian listrik selama 50
tahun berikutnya. Botol Leyden adalah condenser pertama atau yang
sekarang kita sebut kapasitor, yaitu suatu peralatan yang dapat menyimpan
muatan dan energy listrik.
Kapasitor adalah komponen

elektronika

yang

digunakan

untuk

menyimpan muatan dan energi listrik. Pada prinsipnya, kapasitor terdiri dari
dua konduktor yang berdekatan namun terpisah satu sama lain, yang
membawa muatan yang sama besar namun berlawanan jenis. Kedua
konduktor tersebut dipisahkan oleh bahan penyekat (isolator) yang disebut
bahan (zat) dielektrik. Zat dielektrik yang digunakan sebagai menyekat akan
membedakan jenis kapasitor, seperti kertas, mika, plastik, pasta dan lain
sebagainya.
2.3.1

Mengenal Kapasitor
Sebuah Kapasitor terdiri atas dua keeping konsuktor yang ruang di

antaranya diisi oleh dielektrik (penyekat), misalnya udara atau kertas.


Kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan listrik dinyatakan oleh
besaran kapasitas (atau kapasitansi). Satuan SI dari kapasitas adalah farad(F),
namun ukuran kapasitas kapasitor yang sering digunakan dinyatakan dalam
microfarad (F), nanofarad (nF), dan pikofarad (pf).
1 F = 10-6 F ; 1 nF = 10-9 F ; 1 pF = 10-2 F

2.3.2

Jenis- Jenis Kapasitor


a. Kapasitor Kertas
Kertas berfungsi sebagai bahan penyekat diantara kedua
pelat. Kapasitor jenis ini memiliki kapasitas 0,1 F

a. Kapasitor Elektrolit
Pada kapaitor elektrolit, bahan penyekatnya adalah
aluminium oksida. Kapasitor elektrolit memiliki kapasitas paling
besar, yaitu sampai dengan 100.000 pF.
b. Kapasitor Variabel
Kapasitor Variabel adalah kapasitor dengan nilai kapasitas
dapat diubah-ubah, sehingga digunakan untuk memilih frekuensi
gelombang pada radio penerima. Penyekatnya adalah udara,
dengan nilai maksimum kapasitasnya sampai dengan 500 pF
(0,0005 F)
2.3.3

Kapasitansi
Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor

untuk dapat menampung muatan elektron.


Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018
elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah
kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1
volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus
dapat ditulis :
Q = C.V
Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
C = nilai kapasitansi dalam F (farads)
V = besar tegangan dalam V (volt)
Dari rumus tersebut dapat diturunkan rumus kapasitansi kapasitor, yaitu :
C = Q/V
1 F = 1 coulumb/volt

Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan


mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal
dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis
sebagai berikut :
C = (8.85 x 10-12) (k A/t)

2.3.4

Sifat-sifat dari kapasitor, yaitu :


a. Dapat menyimpan dan mengosongkan muatan listrik.
b. Tidak dapat mengalirkan arus searah.
c. Dapat mengalirkan arus bolak-balik.
d. Untuk arus bolak-balik berfrekuensi rendah.
e. Kapasitor dapat menghambat arus.
Menurut pemasangannya dalam rangkaian listrik, kapasitor dibedakan

menjadi kapasitor berpolar yang mempunyai kutub positif dan negatif. dan
juga kapasitor nonpolar, yang tidak mempunyai kutub, bila dipasang pada
rangkaian arus bolak-balik (AC).
2.3.5

Fungsi Kapasitor
Fungsi dari kapasitor, yaitu :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

2.3.6

Menyimpan muatan listrik.


Memilih gelombang radio (tuning).
Sebagai perata arus pada rectifier.
Sebagai komponen rangkaian starter kendaraan bermotor.
Memadamkan bunga api pada sistem pengapian mobil.
Sebagai filter dalam catu daya (power supply)

Formulasi Kapasitas Kapasitor Keping Sejajar dan Bola


Konduktor
Untuk menghitung kapasitas kapasitor, kita tentukan dahulu kuat

medan listrik homogen, E, dalam ruang antara kedua keeping, kemudian kita
hitung V dan E.
1. Kapasitas Kapasitor Keping Sejajar

Kapasitas kapasitor keping sejajar adalah :


1. Sebanding dengan luas keping

2. Sebanding dengan permitivitas bahan penyekat


3. Berbanding terbalik dengan jarak pisah antarkeping d.
Secara matematis kapasitas kapasitor keping sejajar dinyatakan dengan
persamaan :

Kuat medan listrik, E, dalam ruang antarkeping sejajar adalah


E = /0, dengan rapat muatan = q/A. dengan demikian,

Kapasitas Kapasitor Keping

0 : permitivitas vakum/udara = 8,85 x 10-12 dalam SI


A : luas tiap keeping
d : jarak pisah antarkeping

Contoh Soal
1. Kapasitor keping sejajar dengan luas penampang masing-masing
keping adalah 50 cm2 tanpa bahan pengisi (berisi udara). Jarak antar
keping adalah 2 cm dan kedua keping diberi beda potensial 120 volt.
Jika o adalah 8,85 x 10 12 C2 N 1 2 tentukan :
a) kapasitas kapasitor
b) muatan yang tersimpan dalam kapasitor
c) kuat medan listrik antara kedua keping

Pembahasan
a) kapasitas kapasitor

b) muatan yang tersimpan dalam kapasitor

c) kuat medan listrik antara kedua keping

2. Sebuah kapasitor keping sejajar memiliki kapasitas 1200 F. Jika luas


penampang keping dijadikan dua kali semula dan jarak antar keping
dijadikan 1,5 kali semula, tentukan nilai kapasitasnya yang baru!
Pembahasan

3. Jika muatan dan kapasitas kapasitor diketahui berturut-turut sebesar 5 C


dan 20 F , tentukan beda potensial kapasitor tersebut!
Penyelesaian:
Diketahui:
q = 5 C= 5 10-6 C
C = 20 F = 2 10-5 F
Ditanya: V ... ?
Pembahasan :

4. Sebuah kapasitor mempunyai luas bidang cm2 dan jarak kedua bidang 0,4
cm. Apabila muatan masing-masing bidang 4,425 C dan permitivitas
listrik udara 8,85 10-12 C2N-1m-2, tentukan:
a. kapasitas kapasitor
b. kapasitas kapasitor apabila diberi bahan dielektrik dengan konstanta
dielektrik 5
c. beda potensial antara kedua bidang kapasitor!
Diketahui:
A = 4 cm2 = 4 10-4 m2
d = 0,4 cm = 4 10-3 m
q = 4,425 C = 4,425 10-6 C
0 = 8,85 10-12 C2N-1m-2
K=5
Ditanya:
a. C = ... ?
b. C dengan K = 5 ... ?
c. V = ... ?
Pembahasan :

2. Kapasitas Bola Konduktor


Pada bola konduktor akan timbul potensial apabila diberi muatan.
Berarti, bola konduktor juga mempunyai kapasitas. Dari persamaan C = q/V,
dan V = (kq)/r, kapasitas bola konduktor dapat dirumuskan:

C = r/k
C = 40r
Contoh soal :
1. Kapasitor bola berongga memiliki jari-jari sebesar 1,8 cm. Jika 1/4o = 9
x 109 dalam satuan internasional, tentukan kapasitas kapasitor!
Pembahasan
Kapasitas kapasitor bola denganjari-jari R :

2.3.7

Rangkaian Kapasitor
Seperti halnya hambatan listrik, kapasitor juga dapat dirangkai seri,

paralel, atau campuran antara seri dan paralel. Untuk rangkaian seri dan paralel
pada kapasitor, hasilnya berlainan dengan rangkaian seri dan paralel pada
hambatan.

1. Rangkaian Seri Kapasitor


Untuk memperoleh nilai kapasitas kapasitor yang lebih kecil
daripada kapasitas semula adalah dengan menyusun beberapa kapasitor
secara seri. Apabila rangkaian kapasitor seri diberi beda potensial, pada
setiap kapasitor memperoleh jumlah muatan yang sama, meskipun besar
kapasitasnya berlainan.
q1 = q2 = q3 = qtotal ................ 1
Apabila beda potensial kapasitor seri tersebut VAB = Vs, berlaku
persamaan:
VAB = Vs = V1 + V2 + V3 ...............2
Karena V = q/C, maka:

Berdasarkan persamaan (1), maka:

Kedua ruas dibagi q, akan diperoleh:

untuk n kapasitor yang dihubungkan secara seri, persamaan 1. menjadi:

Bentuk rangkaian kapasitor yang disusun seri ditunjukkan pada Gambar 4.

Contoh Soal :
1. Tiga kapasitor masing-masing berkapasitas 2 F, 3 F, dan 4 F disusun
seri, kemudian diberi sumber listrik 13 volt. Tentukan potensial listrik
masing-masing kapasitor!
Penyelesaian:
Diketahui:
C1 = 2 F
C2 = 3 F
C3 = 4 F
V = 13 volt
Ditanya:
a. V1 = ... ?
b. V2 = ... ?
c. V3 = ... ?
Pembahasan :

2. Rangkaian Paralel Kapasitor


Kapasitor yang dirangkai paralel, apabila diberi tegangan V setiap
kapasitor akan memperoleh tegangan yang sama, yaitu V, sehingga pada
rangkaian kapasitor paralel berlaku:
Vtotal = V1 = V2 = V3 ................................................ (3)
dengan menggunakan persamaan (1), maka akan diperoleh:
qtotal = q1 + q2 + q3 .................................................. (4)
Ctotal.Vtotal = C1.V1 + C2.V2 + C3.V3
Berdasarkan persamaan (3), maka diperoleh:
CP = C1 + C2 + C3 ............................................... (5)

Apabila terdapat n kapasitor, maka:


CP = C1 + C2 + C3 + ... + Cn ............................... (6)
Gambar 5. memperlihatkan bentuk rangkaian pada kapasitor yang disusun
paralel.

Gambar 5. Rangkaian paralel kapasitor.


Contoh Soal :

1. Empat buah kapasitor dirangkai seperti pada gambar. Jika beda


potensialnya 12 V, tentukan:
a. kapasitas kapasitor penggantinya,
b. beda potensial listrik pada masing-masing kapasitor!
Diketahui:
C1 = 2 F
C2 = 4 F
C3 = 3 F

C4 = 6 F
Vab = 12 volt
Ditanya:
a. Cpengganti = ... ?
b. V1, V2, V3, V4 = ... ?
Pembahasan :

2.3.8

Energi Kapasitor

maka diperoleh:

Jadi, energi yang tersimpan pada kapasitor adalah:

Contoh Soal
1. Sebuah kapasitor mempunyai kapasitas 4 F diberi beda potensial 25 volt.
Berapakah energi yang tersimpan?
Penyelesaian:
Diketahui:
C = 4 F = 4 10-6 F
V = 25 volt
Ditanya: W = ... ?
Pembahasan :
W = C.V2 = (4 10-6)(25)2 = 1,25 10-3 joule
2. Sebuah kapasitor 1,2 F dihubungkan dengan 3 kV. Hitunglah energi yang
tersimpan dalam kapasitor!
Penyelesaian:
Diketahui:
C = 1,2 F = 1,2 10-6 F
V = 3 kV = 3.000 V
Ditanya: W = ... ?
Pembahasan :

W = C. V2 = (1,2 10-6)(3.000)2 = 5,4 J


2.3.8

Contoh Gambar Kapasitor dan Simbol

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari analisa dan pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahawa
potensial listrik adalah beda potensial dari suatu muatan listrik di suatu titik di
sekitar muatan sehingga membentuk perputaran muatan listrik dari positif ke
negatif, potensial listrik disebut juga tegangan listrik, dimana kapasitor adalah
komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan dan energi
listrik dengan kapasitas kapasitansinya. Dengan begitu hubungan antara potensial
listrik dengan kapasitor adalah kapasitor digunakan untuk menyimpan muatan
dimana muatan itu sendiri bergerak, dan muatan itu disebut potensial listrik.
Tanpa potensial listrik sutatu rangkaian tertutup tidak akan bekerja karena tidak
ada listrik yang bergerak.
Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik.
Ada dua jenis muatan listrik, yaitu muatan listrik negatif dan positif.Sumber
energi listrik adalah benda yang dapat menimbulkan arus listrik. Sumber energy
listrik ada yang kecil dan ada yang besar.
Dengan membuat susunan Makalah tentang Potensial listrik dan
kapasitor akhirnya kami dapat memahami tentang

1. apa itu potensial listrik dan kapasitor.


2. prinsip kerja potensial listrik dan kapasitor.
3. cara menghitung potensial listrik.
4 cara menghitung kapasitas kapasitor.
3.2 Saran
Pemanfaatan energy listrik dalam kehidupan sehari-hari sangat besar.
Pemanfaatan listrik tersebut ditandai dengan adanya perubahan energi listrik.
Energi listrik dapat diubah menjadi energi panas, energi gerak, energi bunyi, dan
energi cahaya. Namun, harus diingat bahwa energy listrik bukanlah energy yang
dapat diperbaharui. Itu berarti, ketika menggunakan energy listrik harus efisien
dan efektif.
DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto, J. 2009. Fisika : Untuk SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 298.
http://fisikon.com/kelas3/index.php?
option=com_content&view=article&id=141:energi-potensiallistrik&catid=14:listrik-statis&Itemid=182
http://id.wikipedia.org/wiki/Potensial_listrik
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/04/pengertian-energi-potensiallistrik-rumus-contoh-soal-bola-konduktor-bermuatan-keping-sejajar-jawabanfisika.html
http://banyakkali.blogspot.com/2011/05/listrik-serta-soal-latihan-dan.html
http://www.elangsakti.com/2013/03/konsep-dan-pengertian-arus-dantegangan.html
http://fisikaunram08.blogspot.com/2010/05/laporan-praktikum-fisdas-ii.html
http://fisikanesia.blogspot.com/2013/04/tegangan-dan-gaya-gerak-listrik.html
http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-dan-fungsi-kapasitorkondensator-jenis-jenis-polar-non-polar-rangkaian-seri-paralel-contoh-soalrumus-energi-jawaban.html