Anda di halaman 1dari 10

Spastic Paretic Stiff-Legged Gait

Spastic paretic stiff-legged gait adalah pola gait atipikal klasik yang dapat
ditemukan pada pasien dengan kelainan UMN. Stiff-legged gait dapat terjadi
signifikan karena beberapa alasan. Dari sudut pandang energi, kurangnya fleksi
lutut saat mengayun menyebabkan peningkatan momen inersia yang secara
signifikan meningkatkan energi yang dibutuhkan untuk memulai periode ayunan
dari siklus gait. Selain itu, terkait tindakan kompensasi untuk menghilangkan
tungkai yang kaku, seperti melompat dengan menggunakan sisi yang sehat dan
gerak panggul yang berlebihan, dapat meningkatkan perpindahan COM vertikal,
sehingga meningkatkan pengeluaran energi. Dari sudut pandang biomekanik,
tindakan kompensasi yang sama dapat membuat lutut yang sehat beresiko
mengalami kerusakan kapsul posterior atau cedera punggung bawah. Akhirnya,
kurangnya fleksi lutut dapat menyebabkan penderita menyeret kakinya selama
ayunan yang akan meningkatkan risiko jatuh.
Salah satu penyebab stiff-legged gait adalah aktivitas yang tidak tepat pada satu
atau lebih dari perut otot quadriceps selama sebelum dan/atau awal dari fase
mengayun pada gait. Fleksi lutut yang menurun juga bisa disebabkan oleh
lemahnya otot fleksor pinggul, gerakan hamstring yang salah, dan/atau
insufisiensi dari aksi otot plantar fleksor pergelangan kaki. Pada mayoritas pasien
dengan spastic paretic stiff-legged gait yang menjalani sebuah analisis gait secara
kuantitatif, penyebab stiff-legged gait tidak jelas dari evaluasi statis ataupun
observasional. Sebagai contoh, pasien dengan peningkatan tonus lutut ekstensor
sering ditemukan memiliki EMG yang tidak bergerak selama pre dan insial
ayunan. Sebaliknya, pasien dengan tonus lutut ekstensor yang normal dapat
memiliki aktivitas yang tidak semestinya selama fase ini pada satu atau lebih dari
otot-otot quadriceps. Pada studi kasus yang dilakukan baru-baru ini, jika aktivitas
yang tidak semestinya dibatasi hanya pada satu otot quadriceps, prosedur
neurolytic intramuskular akan menjadi pengobatan dipilih untuk memperbaiki
pola gait. Disisi lain, analisis gait kuantitatif dapat menunjukkan kelemahan otot
fleksor pinggul secara signifikan, yang dapat ditunjukkan dari lambatnya fleksi
pinggul dan kurangnya kekuatan pinggul saat preswing. Temuan ini umumnya

tidak berkorelasi dengan kekuatan fleksi pinggul saat dievaluasi oleh tes statis.
Dalam hal ini, penguatan fleksi pinggul menjadi rekomendasi yang optimal.
Analisis gait juga dapat membantu memberikan informasi tentang signifikansi
fungsional dari pola gait atipikal. Sebagai contoh, risiko cedera pada kapsul
posterior dan ligamen lutut yang sehat dapat dinilai dengan mengukur otot
ekstensor selama periode limbs stance. Follow up pada analisis gait berguna
dalam mengukur peningkatan fleksi lutut serta mengkonfirmasi bahwa
pengobatan itu sendiri tidak menyebabkan masalah baru.

Dynamic Knee Recurvatum


Hiperekstensi lutut selama periode stance disebut recurvatum lutut dinamis, yang
biasa ditemukan pada pasien dengan kelainan UMN. Pola gait atipikal ini
mungkin disebabkan oleh salah satu atau lebih dari gangguan berikut: kelemahan
atau kekakuan quadriceps, kelemahan atau spastisitas planar fleksor pergelangan
kaki, kelemahan dorsi fleksor, dan kontraktur tumit. Perhatian utama pada pasien
dengan dynamic knee recurvatum adalah hiperekstensi dapat menghasilkan
momen ekstensor eksternal yang abnormal di lutut, menempatkan kapsul dan
struktur ligamen dari aspek posterior lutut yang berisiko cedera. Cedera pada
jaringan ini dapat menyebabkan nyeri, kelemahan ligamen, dan terkedang
deformitas tulang. Tidak semua pasien dengan recurvatum memiliki momen
eksternal lutut yang abnormal; dalam beberapa kasus, risiko cedera kemungkinan
berkurang. Recurvatum lutut juga penting ditinjau dari sisi pemakaian energi.
Berkurangnya fleksi lutut dapat menyebabkan pergeseran yang lebih besar dari
COM karena berkurangnya fleksi lutut selama periode stance.
Meskipun berbagai macam faktor dapat menyebabkan recurvatum lutut, sangat
penting untuk menentukan penyebab utama dari masing-masing pasien agar dapat
memberikan rencana terapi yang optimal. Pada beberapa kasus, dynamic knee
recurvatum mungkin menguntungkan dengan menyediakan sebuah mekanisme
kontrol untuk ekstremitas lain yang tidak stabil selama periode stance dari siklus
gait. Jika momen otot ekstensor lutut yang terkait kecil, mencoba untuk
meningkatkan pola atipikal ini tidak dapat menjadi rencana pengobatan yang

tepat. Dengan demikian, analisis gait kuantitatif memberikan informasi yang dapat
membantu menilai signifikansi fungsional pola gait atipikal serta informasi yang
dapat membantu menggambarkan pola mendasari kelemahan.

Diplegic-Crouched Gait
Crouched gait didefinisikan sebagai fleksi lutut yang berlebihan selama periode
stance dari siklus gait dan paling sering terjadi pada pasien cerebral palsy. Pola
gait berupa adduksi dan rotasi internal pada pinggul dan equinus serta abduksi
kaki depan. Berkurangnya fleksi lutut saat fase swing juga sering ditemukan.
Secara dinamis, spastisitas hamstring merupakan penyebab utama dari fleksi lutut
yang berlebihan saat fase stance. Namun, pengalaman klinis menunjukkan bahwa
otot fleksor paha, kelemahan fleksor plantar, dan kontraktur tumit juga bisa
menjadi penyebab. Penyebab-penyebab potensial ini sebaiknya dievaluasi
menggunakan informasi gabungan yang diperoleh dari evaluasi statis dan
observasional serta analisis gait kuantitatif.

Equinus Gait
Fleksi berlebihan pada plantar ankle yang terjadi baik pada fase stance
maupun swing sering ditemukan pada pasien dengan lesi neurologis. Seperti
dalam pola gait atipikal lainnya, kepentingan fungsional dari pola tersebut perlu
ditentukan. Kerrigan dkk. baru-baru ini melaporkan, menggunakan analisis
biomekanik, bahwa toe walking memiliki keunggulan biomekanik untuk individu
dengan kelemahan pada ekstremitas bawah bagian distal. Toe walking
membutuhkan sedikit kekuatan otot ekstensor lutut, otot fleksor plantar dan dorsal
ankle, daripada heel-to-toe walking. Jadi, untuk pasien dengan cedera UMN yang
biasanya lebih lemah di bagian distal daripada proksimal, toe walking lebih
efisien untuk ambulasi. Disisi lain, selama fase swing fleksi planar yang
berlebihan dapat meningkatan risiko tersandung dan jatuh. EMG dinamis berguna
dalam mengidentifikasi adanya aktifitas yang tidak tepat dari otot soleus,
gastrocnemius, atau tibialis posterior sebagai penyebab fleksi planar berlebihan.
Pada fase swing equinus gait, kurangnya aktivitas fleksor plantar ankle
menunjukkan adanya kontraktur heel cord ataupun kelemahan otot fleksor dorsal

ankle sebagai penyebabnya. Setiap pasien juga layak mendapat evaluasi untuk
mekanisme kompensasi fungsional yang signifikan, seperti peningkatan fleksi
pinggul dan hip hiking pada fase swing.

Pola Gait yang Terkait dengan Kelainan LMN dan Ortopedi


Tidak seperti yang terlihat pada kebanyakan pasien dengan kelainan UMN, pola
gait atipikal berhubungan dengan cedera saraf perifer tertentu yang menyebabkan
pola kelemahan otot yang berbeda dan berkaitan dengan karakteristik pola gait
atipikal. Contoh berikut menggambarkan pola gait atipikal yang muncul dari
adanya kelemahan kelompok otot fungsional tertentu. Dalam menentukan dasar
dari impairment dan keterbatasan fungsional pada pola gait atipikal, evaluasi statis
dan analisis observasional cukup adekuat untuk digunakan. Penilaian kinetik
sering berguna dalam menentukan signifikansi fungsional pola gait atipikal.
Gait Terkait dengan Neuropati Femoralis
Kelemahan otot quadriceps tertentu yang dapat terjadi pada neuropati
diabetikum femoralis, femoral nerve entrapment, atau poliomielitis mengganggu
stabilitas weight-bearing selama fase stance. Normalnya, kontraksi quadriceps
secara eksentrik untuk mengendalikan laju fleksi lutut saat merespon beban pada
ekstremitas yang lemah, lutut cenderung ''buckle''. Tindakan kompensasi yang
efektif adalah memposisikan ekstremitas bawah sehingga GRF terletak di anterior
sendi lutut sehingga memperpanjang fase stace. Hal ini terjadi saat kontak awal
oleh fleksi planar ankle. Kontraksi otot ekstensor pinggul juga dapat membantu
untuk mempertahankan lutut saat hiperekstensi. Sebagaimana dicatat sebelumnya,
analisis gait mungkin berguna dalam mengevaluasi keterkaitan ekstensor lutut
yang jika berlebihan bisa menempatkan kapsul ligamen posterior berisiko cedera.
Hubungan Pola Gait Atipikal dengan Kelemahan Otor Fleksor Dorsal Ankle
Kelemahan dorsofleksi juga memiliki karakteristik pola gait. Kondisi klinis
yang memperlihatkan hal ini adalah kelumpuhan saraf peroneal yang terjadi
karena entrapment pada caput fibula atau lebih proksimal lagi dikarenakan cedera
pada cabang dari nervus sciatikus atau pada radikulopati L5. Jika otot fleksor

dorsal ankle derajat 3, 4, atau 5, tanda klinis yang khas adalah foot slap yang
terjadi segera setelah kontak awal karena ketidakmampuan otot fleksor dorsal
ankle untuk berkontraksi secara eksentris dalam mengendalikan laju planar fleksi
setelah kontak dengan tumit. Jika otot fleksor dorsal ankle kekuatannya kurang
dari 3/5, toe drag atau pola steppage gait dengan fleksi pinggul berlebihan
mungkin terjadi saat fase swing. Penyebab pola-pola ini biasanya dapat ditentukan
dengan anamnesis secara rinci, pemeriksaan fisik, dan prosedur elektrodiagnostik
standar daripada penilaian EMG dinamis.
Pola Gait Atipikal Terkait dengan Lesi LMN Generalisata
Lesi LMN pada umumnya melibatkan variabel kelemahan dan dengan demikian
sering memiliki pola gait yang tidak terduga dan kompleks. Poliomyelitis dan
sindrom Guillian Barre adalah contohnya. Untuk mendiagnosis, penilaian kinetik
dapat sangat berguna dalam menentukan gerakan sendi yang berlebihan,
menunjukkan adanya strain berlebihan pada jaringan lunak atau kebutuhan untuk
meningkatkan aksi otot kompensator pada kelompok otot yang lain.
Trendelenburg Gait
Trendelenburg gait, juga dikenal sebagai gluteus medius gait, menggambarkan
pola baik kemiringan panggul yang berlebihan selama periode stance pada sisi
yang sakit, Trendelenburg gait yang tidak terkompensasi, dan/atau trunkus lateral
yang miring selama periode stance pada sisi yang sakit, Trendelenburg gait
terkompensasi. Kelemahan atau ketidakmauan untuk menggunakan gluteus
medius dapat menyebabkan pola gait atipikal ini. Penyebab paling sering dari
Trendelenburg gait merupakan osteoarthritis panggul atau gangguan yang nyeri
lainnya. Dalam hal ini, pola gait, terlepas dari kompensasi atau tidak
terkompensasi, terjadi sebagai respon kompensasi untuk mengurangi kekuatan
keseluruhan di pinggul selama fase stance. Hal ini ditunjukkan dengan adanya
pengurangan kerja otot aduktor eksternal panggul yang biasanya terjadi pada
periode stance.

Pengaruh orthotic pada Gait


Ortose umumnya diresepkan untuk meningkatkan gait pasien dengan gangguan
ortopedi

atau

neurologis.

Penyimpangan

gait

atau

gait

terkompensasi

kemungkinan disebabkan oleh abnormalitas anatomi atau orthosis. Dalam


beberapa kasus, seperti sirkumduksi, orthosis itu sendiri dapat menyebabkan
kompensasi; sebuah orthose lutut-ankle-kaki, yang memiliki kunci lutut,
mengganggu kemampuan pemakai untuk mefleksikan lutut saat fase swing. Pada
kasus lain, orthosis yang rusak dapat menghambat berjalan. Sebagai contoh, jika
kontrol pergelangan kaki pada orthosis ankle-kaki terkikis atau malaligned, pasien
mungkin menunjukkan foot slap saat loading respon.
Ucapan Terima Kasih
Penulisan bab ini didukung sebagian oleh NIH HD01071-05 dari Dinas Kesehatan
dan Yayasan Ellison.
TABEL 17-2
Analisis Ortotik Gait
Deviasi
Stance awal
Foot slap: Bagian

Penyebab Ortotik

Penyebab Anatomi

terdepan kaki menyentuh

adekuat

tanah terlebih dahulu

Plantarfleki yang tidak

Toes first: Postur berjinjit

adekuat dihentikan
Tidak adekuat

Tungkai pendek

yang bisa atau tidak bisa

mengangkat tumit

Pes equinus

dipertahankan selama

Plantarfleki yang tidak

Spastisitas ekstensor

fase stance

adekuat dihentikan

Nyeri tumit

Dorsofleksi yang tidak Kelemahan otot fleksor


dorsal

Nyeri tumit yang tidak


Flat foot contact: Seluruh

hilang secara adekuat


Traksi yang tidak adekuat

Keseimbangan yang jelek

telapak kaki menyentuh

pada telapak kaki

Pes calcaneus

tanah sejak awal

Membutuhkan alat bantu


berjalan (contoh: tongkat)

Dorsofleksi yang tidak


adekuat dihentikan
Excessive medial (lateral) Malaligment pada

Kelemahan

foot contact: tepi medial

(eksvertor)

permukaan transversal

invertor

(lateral) menyentuh lantai

Pes valgus (varus)

Fleksi lutut yang

Kunci lutut tidak adekuat

Genu valgum (varum)


Kelemahan quadriceps

berlebihan: Lutut kolaps

Dorsifleksi yang tidak

Tungkai

ketika kaki menyentuh

adekuat dihentikan

yang pendek

tanah

Berhentinya plantarfleksi

Nyeri lutut

Pengangkatan kaki

Kontraktur lutut dan/atau

kontralateral yang tidak

fleksi pinggul

adekuat

Sinergi fleksor

Hiperekstensi lutut:

Recurvatum lutut yang

Pes kalkaneus
Kelemahan quadriceps

Beban dari hiperekstesi

secara tidak adekuat

Ligamen lutut kendor

lutut dipindahkan ke

dikontrol oleh stopnya

Sinergi ekstensor

tungkai

plantarfleksi

Pes equinus

Cekungan betis yang

Kontraktur lutut dan/atau

berlebihan

fleksi pinggul

kontralateral

Pes equinus tidak


terkompensasi karena
pengangkatan kaki
kontralateral
Penguncian lutut yang
Anterior trunk bending:

tidak adekuat
Penguncian lutut yang

Kelemahan quadriceps

Pasien cenderung miring

tidak adekuat

Kontraktur fleksi pinggul

ke depan sehingga beban

Kontraktur fleksi lutut

ditransfer ke tungkai
Posterior trunk bending:

Penguncian pinggul yang

Kelemahan

Pasien cenderung miring

tidak adekuat

maksimus

gluteus

ke belakang sehingga

Kunci lutut

Ankylosis lutut

tungkai
Lateral trunk bending:

Ketinggian yang

Kelemahan

Pasien cenderung miring

berlebihan pada sisi

medius

saat tungkai stance

medial KAFO

Kontraktur abduksi

sehingga beban ditransfer

Abduksi yang berlebihan

Dislokasi pinggul

ke tungkai

dari sendi pinggul pada

Nyeri pinggul

HKAFO

Keseimbangan yang jelek

beban ditransfer ke
gluteus

Insufisiensi pengangkatan Tungkai kaki pendek


kaki
Membutuhkan alat bantu
Wide walking base: pusat

(contoh: tongkat)
Ketinggian yang

Kontraktur abduksi

tumit lebih dari 10 cm (4

berlebihan pada sisi

Kesimbangan yang jelek

inchi)

medial KAFO

Tungkai

Abduksi yang berlebihan

pendek

kontralateral

dari sendi pinggul pada


HKAFO
Insufisiensi pengangkatan
kaki kontralateral
Kunci lutut
Membutuhkan alat bantu
Rotasi internal

(contoh: tongkat)
Kesalahan koreksi pada

Rotator pinggul internal

(eksternal): Rotasi

permukaan transversal

(eksternal) spastik

tungkai secara internal

Membutuhkan kontrol

Kelemahan

(eksternal)

ortotik (contoh: rotation

eksternal

control straps, pelvic

pinggul

band)

Anteversi (retroversi)
Kelemahan

rotator
(internal)

quadriceps:

rotasi eksternal

Stance akhir
Transisi tidak adekuat:

Stopnya plantarfleksi

Kelemahan

keterlambatan atau tidak

Stopnya dorsifleksi yang

fleksor

adanya transfer beban

tidak adekuat

Sprain atau ruptur pada

pada kaki depan

plantar

tendon achilles
Pes kalkaneus
Nyeri kaki depan

Swing
Toe drag: Jari kaki

Tidak adekuatnya

Kelemahan dorsifleksor

menahan kontak dengan

dorsifleksi

Spastisitas plantarfleksor

tanah

Stopnya plantarfleksi

Pes equinus

yang tidak adekuat

Kelemahan

fleksor

Sirkumduksi: Tungkai

Kunci lutut

pinggul
Kelemahan

fleksor

mengayun kearah luar

Tidak adekuatnya

pinggul

membentuk setengah

dorsifleksi

Sinergi ekstensor

lingkaran

Stopnya plantarfleksi

Ankylosis lutut dan/atau

yang tidak adekuat

ankle
Kelemahan dorsifleksor

Hip hiking: Tungkai naik

Kunci lutut

Pes equinus
Tungkai
kontralateral

ke pelvis untuk

Tidak adekuatnya

pendek

memungkinkan tungkai

dorsifleksi

Kontraktur

mengayun ke depan

Stopnya plantarfleksi

kontralateral

yang tidak adekuat

fleksi pinggul
Kelemahan

lutut
dan/atau
fleksor

pinggul
Sinergi ekstensor
Ankylosis lutut dan/atau
ankle
Kelemahan dorsifleksor
Vaulting: plantar fleksi

Kunci lutut

Pes equinus
Kelemahan

fleksor

berlebihan pada kaki

Tidak adekuatnya

pinggul

kontralateral untuk

dorsifleksi

Spastisitas ekstensor

memungkinkan tungkai

Stopnya plantarfleksi

Pes equinus

mengayun ke depan

yang tidak adekuat

Tungkai

kontralateral

pendek
Kontraktur
kontralateral

lutut
dan/atau

fleksi pinggul
Ankylosis lutut dan/atau
ankle
Kelemahan dorsifleksor