Anda di halaman 1dari 8

I.

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Kemurnian benih merupakan kegiatankegiatan untuk menelaah kepositifan
fisik komponen benih termasuk persentase berat dari benih murni .Bawang merah
merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan nasional yang sejak lama
diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditas ini merupakan sumber
pendapatan dan kesempatan kerja yang memberikan kontribusi cukup tinggi
terhadap perkembangan ekonomi wilayah (Rp 2,7 triliun/tahun) dengan potensi
pengembangan areal cukup luas mencapai 90.000 ha (Baswarsiati 2009).
Pemilahan kelas-kelas benih tersebut didasarkan pada tingkat kemurnian
benih secara genetis dan tingkat/kelas penangkar benih yang berhak
memproduksinya. Benih merupakan salah satu faktor yang menentukan tinggi
rendahnya hasil bawang merah.

Benih dipilih dari umbi hasil pertanaman untuk

konsumsi yaitu umbi-umbi yang berukuran kecil (4-5 g/umbi) agar kebutuhan
benih tidak terlalu banyak Pada umumya benih yang digunakan oleh petani
adalah umbi-umbi yang berasal dari pertanaman konsumsi tanpa melalui seleksi,
tetapi umbi-umbi itu telah disimpan dalam waktu sekitar 3 bulan . Hal ini
dikarenakan kalau membeli benih benih bermutu harganya jauh lebih mahal,
sampai 4-5 kali harga bawang konsumsi. Dengan keadaan terpaksa petani
menggunakan benih seadanya yang sangat bervariasi, dari berat 5 gram sampai 15
gram/umbi, sehingga kebutuhan benih berkisar antara 0,6-1,4 ton/ha sehingga
biaya

produksi

semakin

tinggi.

Usahatani

bawang

merah

termasuk

usahatani yang beresiko tinggi karena dengan biaya produksi tinggi belum tentu
menghasilkan keuntungan tinggi. Walaupun petani mampu memproduksi tinggi
dengan kualitas umbi yang baik namun terkadang masalah harga tidak dapat
diperkirakan sebelumnya . Hal inilah yang selalu menyebabkan harga bawang
merah berfluktuasi. Selain itu faktor pembatas utama dalam usahatani bawang
merah adalah tingginya intensitas serangan hama dan penyakit pada musimmusim tertentu (Satiaamor 2012).
I.2. Tujuan Praktikum

Tujuan praktikum dengan pemurnian benih bawang merah adalah supaya


mahasiswa mngetahui prospek bawang merah kedepan dan bagaimana cara
pengembangannya.

II.

BAHAN DAN METODE


2

2.1. Waktu dan Tempat


Praktikum teknologi benih dengan materi pengujian kadar air benih ini
dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2016 pukul 10.00 13.00 WIB.
Bertempat di BPSPTPH Provinsi Kalimantan Tengah.
2.2. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum adalah LCD . Sedangkan bahan
yang digunakan adalah Materi Pengembangan Bawang Merah.
2.3. Cara Kerja
Praktikum ini berjalan dua arah antara penyaji dan pendengar selama
kurang lebih 1 jam . Dimana pemateri memberikan pemaparan dan pendengar
mencatat hasil.

III.

PEMBAHASAN

Benih adalah biji yang dipersiapkan untuk tanaman, telah melalui proses
seleksi sehingga diharapkan dapat mencapai proses tumbuh yang besar. Benih siap
dipanen apabila telah masak. Benih merupakan masukan utama dalam agribisnis
yang proses pengadaannya juga merupakan kegiatan agribisnis dan sebagai bahan
baku industri pertanian. Dalam program sertifikasi benih, dipilah dalam kelaskelas yaitu BS (Breeder Seed/Benih Penjenis), FS (Foundation Seed/Benih
Dasar), SS (Stock Seed/Benih Pokok), dan ES (Extension Seed/Benih Sebar).
Macam-macam benih : 1. Benih Ilegitim, adalah benih yang tetuanya tidak
diketahui dengan jelas sehingga benih tersebut sulit ditelusuri informasi
genetiknya, dan sering kali disebut sebagai benih "sapuan". Maksudnya adalah
benih tersebut seolah - olah didapat hanya dengan cara menyapu saja asal
mendapatkan benih saja.2.Benih Legitim, adalah benih yang diketahui dengan
jelas induk betina dan jantannya serta dihasilkan dari persilangan yang
terkontrol.3. Benih Propellegitim, adalah benih yang diketahui dengan jelas induk
betinanya. Benih ini terdiri atas :4.Benih propellegitim biklonal, adalah benih
yang dihasilkan dari persilangan dua klon yang diketahui dengan jelas tetapi
persariannya terjadi secara alami (open pollination).5. Benih propellegitim
poliklonal, adalah benih yang dihasilkan dari persilangan dalam suatu populasi
yang terdiri atas lebih dari 2 klon. Benih ini induk betina dan induk jantannya
diketahui dengan jelas .6. Benih propellegitim yang hanya diketahui induk
betinanya saja.
Tanaman bawang merah termasuk tanaman semusim berbentuk rumpun
dan tumbuh tegak yang termasuk kedalam famili Liliaceae. Klasifikasi tanaman
bawang merah dalam Hendro Sunarjono dan Prasodjo Soedomo (1983) adalah
sebagai berikut :
Divisio

: Spermatophyta

Subdivisio : Angiospemae
Kelas

Monocotyledoneae
4

Famili

: Liliaceae

Genus

: Allium

Spesies

Allium ascalonicum L.

Tanaman bawang merah diduga berasal dari daerah Asia Tengah yaitu
sekitar India, Pakistan sampai Palestina. Pada abad VIII menyebar ke Eropa,
kemudian dari Eropa menyebar ke Amerika, Asia Timur dan Asia Tenggara.
Penyebaran ini berhubungan dengan perburuan rempah-rempah oleh orang Eropa
ke wilayah Timur Jauh dan masuk ke Indonesia bersamaan dengan penjajahan
Belanda . Tanaman bawang merah merupakan tanaman semusim, berumbi lapis,
berakar serabut dan daun berbentuk silindris dengan pangkal daun yang berubah
bentuk dan fungsinya, yaitu membentuk umbi lapis. Daun bawang merah hanya
mempunyai satu permukaan, berbentuk bulat kecil, memanjang dan berlubang.
Bagian ujung daun bawang merah meruncing dan bagian bawahnya melebar
seperti kelopak dan membengkak. Kelopak daun sebelah luar selalu melingkar
menutupi daun yang ada didalamnya.Bunga tanaman bawang merah termasuk
bunga majemuk dan berbentuk tandan, yang bertangkai 50 sampai 200 kuntum
bunga. Pada ujung dan pangkal tangkai mengecil sedangkan di bagian tengah
menggembung. Bunga bawang merah merupakan bunga sempurna yang tiap
bunganya terdiri dari lima sampai enam benangsari dan satu buah putik dengan
daun bunga yang berwarna putih. Bakal buah duduk di atas membentuk bangun
segitiga hingga nampak seperti kubah.

IV.

KESIMPULAN

Komoditas bawang merah merupakan komoditas yang diprioritaskan untuk


dikembangkan secara luas di seluruh Kalimantan Tengah. Rintisan panen bawang
merah yang dilakukan bersama Gubernur Kalimantan Tengah dan TPID
Kalimantan Tengah kini makin meluas. Tahun 2014 tidak kurang 30 hektar
bantuan benih bawang merah dari Pemda Kalimantan Tengah melalui SKPD
terkait untuk pengembangan di Kalimantan Tengah, dan tercatat lahan yang
berpotensi untuk pengembangan bawang merah sementara ini mencapai 225
hektar. Ketergantungan benih merupakan tantangan yang harus dipecahkan di
Kalimantan Tengah, sehingga target untuk mencukupi benih bawang merah
merupakan prioritas tinggi. Program yang mengarah kepada swasembada benih
bawang merah telah dirintis tahap demi tahap, antara lain pelatihan bagi
penangkar benih bawang merah, penilaian dan penetapan penangkar bawang
merah, pelatihan pemurnian benih dan prosedur sertifikasi benih, hingga
penyusunan SOP budidaya dan SOP perbenihan bawang merah. Keterlibatan
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah yang
memfasilitasi kegiatan tersebut senantiasa didukung penuh oleh SKPD terkait
(Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, BPSBTPH, SKPD
terkait tingkat kabupaten/kota), BPTP Kalimantan Tengah, penyuluh pertanian
dan petani bawang merah. Tahapan sertifikasi benih bawang merah yang
dilakukan oleh BPSBTPH terhadap petani penangkar bawang merah cukup
banyak, dimulai dari pendaftaran untuk sertifikasi, pemeriksaan benih awal yang
akan ditanam, pemeriksaan selama benih tumbuh hingga panen, dan juga
pemeriksaan pasca panen dan penyimpanan. Keberhasilan proses saertifikasi
benih melalui pemurnian benih bentuk umbi nampaknya akan berkembang kepada
benih asal biji, beberapa petani mulai mencoba benih asal biji sebagai upaya untuk
menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan.

Program pengembangan bawang merah di Kalimantan Tengah mendatang yang


terkait menuju swasembada benih adalah penggunaan benih produksi penangkar
yang telah memiliki kompetensi yang telah mampu menghasilkan benih

bersertifikat. Pemenuhan permintaan benih dari berbagai Kabupaten dan Kota di


Kalimantan Tengah diprioritaskan dari sumberdaya lokal, disamping mutu benih
terjamin maka benih tersebut telah beradaptasi baik di bumi Kalimantan Tengah.
(Dr. A)

Daftar Pustaka

Baswarsiati

2009.

Pembenihan

bawang

merah

https://baswarsiati.wordpress.com. Diakses pada tanggal 15 Januari 2016 pukul


21.00.
Satiaamor 2012. Bawang merah. http://sativaamor.blogspot.co.id . Diakses pada
tanggal 15 Januari 2016 pukul 21.00.