Anda di halaman 1dari 11

PR O PO SAL

PENDIRIAN APOTEK
MANAJEMEN FARMASI RUMAH SAKIT

DISUSUN OLEH :
NAMA

: YULYANA

NIM

: F1F1 12 133

KELAS

:C

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 3
A.

Latar Belakang.................................................................................. 3

B.

Tujuan............................................................................................. 4

C.

Visi dan Misi.................................................................................... 4

BAB II PENGELOLAAN APOTEK................................................................6


A.

Faktor-Faktor Dan Syarat Pendirian Apotek..............................................6

B.

Alat Dan Perbekalan Farmasi Yang Diperlukan..........................................7

C.

Tenaga Kerja..................................................................................... 7

D.

Strategi Dan Inovasi........................................................................... 8

BAB III ASPEK FINANSIAL / MODAL.........................................................9


A.

Modal Awal...................................................................................... 9

B.

Rencana Anggaran Tahunan................................................................11

BAB IV PENUTUP................................................................................... 13

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan
kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi, perbekalan kesehatan
lainnya kepada masyarakat. Salah satu realisasi pembangunan dibidang
farmasi oleh pemerintah dan swasta adalah dengan menyediakan sarana
pelayanan kesehatan salah satunya adalah apotek.
Apotek rakyat dibentuk untuk memperluas akses obat murah dan
terjamin kepada masyarakat. Selain memperluas akses, apotek rakyat
bertujuan untuk menertibkan peredaran obat-obat palsu dan ilegal, serta
memberikan kesempatan pada apoteker untuk memberikan pelayanan
kefarmasian.
Dalam upaya usaha untuk memajukan kesejahteraan umum yang berarti
mewujudkan suatu tingkat kehidupan secara optimal, yang memenuhi
kebutuhan manusia termasuk kesehatan, maka dibuatlah proposal pendirian
Apotek Rakyat yang diharapkan dapat menyebarkan obat secara merata
sehingga akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan obat yang
bermutu dengan harga yang terjangkau.
Dengan demikian, seorang (APA) dalam menjalankan profesi
apotekernya di apotek tidak hanya pandai sebagai penanggung jawab teknis
kefarmasian saja, melainkan juga dapat mengelola apotek sesuai dengan
prinsip-prinsip bisnis tanpa memberikan keuntungan kepada pihak-pihak
yang memiliki kepentingan (stake holder) semata melainkan juga memiliki
fungsi sosoial di masyarakat.

B. Tujuan
Tujuan pendirian apotek antara lain :
1. Tempat pengabdian profesi apoteker yang telah mengucapkan sumpah
jabatan.
2. Sarana farmasi

yang

melakukan

peracikan,

pengubahan

bentuk,

pencampuran dan penyerahan obat dan bahan obat.


3. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara
rasional dalam praktek pengobatan sendiri (swamedikasi).
4. Memberikan keringanan biaya bagi rakyat kurang mampu di daerah
setempat dalam bentuk subsidi obat.
5. Meningkatkan kesehatan masyarakat setempat khususnya dan masyarakat
pada umumnya.
C. Visi dan Misi
a. Visi
Menjadi pilihan utama masyarakat sekitr apotek dalam pemenuhan
kebutuhan kesehatan melalui penerapan pelayanan kefarmasian yang
berkualitas, Islami, dan terpercaya serta menguntungkan bagi konsumen
dan karyawan.
b. Misi
Misi apotek meliputi :
1. Menyediakan obat yang asli dan tidak ilegal terjangkau masyarakat.
2. Melaksanakan pelayanan kefarmasian yang tepat, cepat, dan informatif
dengan menerapkan

konsep

Memgutamakan Konsumen secara

professional.
3. Mengevaluasi kinerja di apotek secara rutin dan menyeluruh serta
senantiasa melakukan perbaikan.
4. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja apotek dan pemilik modal.

BAB II
PENGELOLAAN APOTEK
A. Faktor-Faktor Dan Syarat Pendirian Apotek
Faktor yang harus diperhatikan dalam pendirian suatu apotek meliputi :
a. Pemilihan lokasi
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi
apotek :
1.
2.
3.
4.
5.

Letaknya strategis
Penduduk yang cukup padat
Daerah yang ramai
Dekat dengan tempat praktek dokter
Keadaan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.
b. Persyaratan yang harus dilengkapi dalam formulir permohonan
izin apotek adalah sebagai berikut :

a. Fotocopy Surat Izin Kerja Apoteker


b. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk
c. Fotocopy Denah Bangunan
d. Surat yang menyatakan status bangunan dalam bentuk akte hak
milik/sewa/kontrak
e. Fotocopy izin kerja dan ijazah masing-masing tenaga
f. Asli daftar terperinci alat perlengkapan apotek
g. Surat pernyataan dari apoteker pengelola apotek bahwa tidak bekerja
tetap pada perusahaan farmasi lain dan tidak menjadi apoteker
pengelola apotek di apotek lain
h. Asli surat izin atasan bagi pemohon Pegawai Negeri, Anggota ABRI,
dan Pegawai Instansi Pemertintah lainnya
i. Surat perjanjian kerjasama apoteker pengelola apotek dengan pemilik
sarana apotek
j. Surat pernyataan pemilik sarana tidak terlibat pelanggaran peraturan
perundang-undangan di bidang obat

k. Surat izin HO, SIUP, TDP


l. Pas photo 3x4 = 3 lembar dan 4x6 = 3 lembar
m.

Masing-masing dibuat 2 rangkap

B. Alat Dan Perbekalan Farmasi Yang Diperlukan


Alat dan perbekalan yang diperlukan untuk pendirian suatu apotek
adalah :
1. Bangunan, terdiri dari :
a. Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien
b. Ruang tertutup untuk konseling
c. Ruang peracikan dan penyerahan obat
d. Toilet
2. Kelengkapan bangunan apotek
a. Papan nama APA
b. Billboard nama apotek
c. Sumber air
d. Sumber penerangan
e. Alat pemadam
f. Ventilasi
g. Sanitasi
3. Perlengkapan kerja
a. Alat pengolahan / peracikan
b. Wadah
c. Tempat penyimpanan
4. Perlengkapan Administrasi
a. Blanko surat pesanan
b. Blanko faktur penjualan
c. Blanko nota penjualan
d. Blanko salinan resep
e. Blanko laporan narkotika dan psikotropika
d. Buku catatan pembelian
e. Buku catatan penjualan
f. Buku catatan keuangan
g. Buku catatan narkotika dan psikotropika
h. Buku catatan racun dan bahan berbahaya
i. Kartu stok obat
j. Kelengkapan buku pedoman
5. Kelengkapan buku pedoman
a. Buku standar yang wajib :
1) Farmakope Indonesia edisi terakhir
2) Kumpulan peraturan / UU

b. Buku lainnya :
1) IMMS, ISO edisi terbaru
2) Pharmakologi dan terapi
3) DPHO, serta buku lain yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal.
f. Tenaga Kerja
Selain Apoteker Pengelola Apotek, dibutuhkan beberapa tenaga kerja
yaitu :
Apoteker pendamping

: 1 orang

Asisten Apoteker

: 2 orang

Tenaga administrasi /kasir

: 1 orang

Masing-masing tenaga kerja mempunyai tugas, tanggung jawab dan


wewenang sesuai dengan peranannya di dalam apotek.
g. Strategi Dan Inovasi
Dalam rangka mengembangkan usaha perapotekan ini diperlukan
strategi

inovasi

khusus,

sehingga

nantinya

diharapkan

mampu

mempertahankan eksistensi apotek BINTANG FARMA dan mampu


memajukan apotek dengan membuka cabang-cabang baru di daerah lain.
Adapun strategi yang ditempuh antara lain :
1. Menyediakan jasa konseling secara gratis oleh APA.
2. Menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh pasien. Jika obat yang
dibutuhkan pasien tidak ada maka berusaha mengambil di apotek lain,
diusahakan agar pasien pulang mendapat obat yang diperlukan tanpa copie
resep.
3. Fasilitas yang menarik. Ruang tunggu dibuat senyaman mungkin dengan
fasilitas TV, tempat duduk yang nyaman, majalah kesehatan, Koran dan
tabloid serta tempat parkir yang luas.
4. Kerjasama dengan praktek dokter
5. Menerima pelayanan resep dengan sistem antar jemput
6. Memberikan bantuan rakyat bagi masyrakat yang kurang mampu dalam
bentuk subsidi obat serta bekerjasama dengan kelurahan setempat

BAB III
ASPEK FINANSIAL / MODAL
Modal diperoleh dari kerja sama antara :
1.

Bank

Rp.175.000.000,00

2.

Yulyana,S.farm.,Apt.

Rp.75.000.000,00

A. Modal Awal
1. Modal Tetap
a. Pembangunan apotek
Rp.125.000.000,00
b. Sarana Fisik
- 1 Buah almari pendingin
Rp.900.000,00
- 8 Buah almari obat/ etalase
Rp.7.500.000,00
- 1 Buah almari narkotik/psikotropik Rp.300.000,00
- 1 buah lemari bahan berbahaya
Rp.300.000,00
- 1 Buah kursi kasir
Rp.100.000,00
- 1 Buah kipas angin
Rp.300.000,00
- 1 Buah TV 14
Rp.500.000,00
- 1 buah kendaraan (motor)
Rp.14.000.000
- 1 Set kursi tunggu
Rp.800.000,00
- 1 set kursi ruang konseling
Rp. 1.000.000,00
- 1 Buah dispenser
Rp.300.000,00
- 1 buah kompor/pemanas
Rp.100.000,00
- 1 buah lemari pengering
Rp.300.000,00
- 1 buah billboard nama apotek
Rp.100.000,00
- 1 buah alat pemadam kebakaran
Rp.300.000,00
- Sumber air
Rp.300.000,00
- 3 buah panic
Rp.100.000,00
- 1 Set gelas plastic
Rp.100.000,00
- 1 Buah timbangan badan
Rp.100.000,00
- 3 Buah tempat sampah
Rp.30.000,00
- 2 Buah jam dinding
Rp.50.000,00
- Alat-alat kebersihan
Rp.50.000,00
- 3 Buah papan nama
Rp.500.000,00
Jumlah :
Rp.26.030.000,00
c. Sarana Administrasi
- 1 Mesin fak + telepon
Rp.1.000.000,00
- 1 Set computer + program
Rp.5.000.000,00
- 1 Set mesin kasir
Rp.2.000.000,00
- Kalkulator
Rp.100.000,00
- Nota, kwitansi, SP, dll
Rp.250.000,00
- Stampel, tinta + bantalan
Rp.60.000,00
- Alat tulis
Rp.40.000,00
- Buku defekta, pesanan, penerimaan faktur dating Rp.80.000,00

Kartu stock, catatan resep, copy resep


Rp.100.000,00
Blanko laporan narkotika dan psikotropika
Rp.20.000,00
Daftar harga obat
Rp.20.000,00
Lem, gunting, isolasi
Rp.15.000.00
Jumlah :
Rp.8.685.000,00
d. Sarana pelayanan
- 1 Set timbangan + Validasi
Rp.2.500.000,00
- 1 Buah meja racik
Rp.500.000,00
- 2 Buah kursi racik
Rp.100.000,00
- 1 Buah kursi layanan
Rp.300.000,00
- Tempat cuci alat-alat
Rp.100.000,00
- 3 Pasang mortir dan stamper
Rp.450.000,00
- Pot salep, botol, dan kapsul
Rp.170.000,00
- Kertas perkamen
Rp.100.000,00
- Pengaduk, alat gelas dan pipet
Rp.100.000,00
- Corong
Rp.50.000,00
- labu erlemeyer
Rp.100.000,00
- cawan penguap
Rp.100.000,00
- Plastik obat
Rp.100.000,00
- Wadah pengemas sekunder (identitas apotek)Rp.300.000,00
- Lap
Rp.30.000,00
- Etiket
Rp.50.000,00
- Buku-buku standard apotek
Rp.1.000.000,00
- Alat keshatan
Rp.500.000,00
Jumlah :
Rp.6.550.000,00
e. Biaya perijinan
Rp.3.000.000,00
2. Modal operasional (obat)
Rp.75.000.000,00
3. Cadangan Modal
Rp.8.735.000,00
Total Modal :
Rp.250.000.000,00
B. Rencana Anggaran Tahunan
1. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun ke-1
(RAPB th-1)
a. Biaya Rutin Per-bulan tahun ke-1
1) Biaya Gaji Karyawan
- Apoteker Pengelola Apotek
Rp.2.000.000,00
- Apoteker Pendamping
Rp.1.500.000,00
- Asisten Apoteker (2 orang)
Rp.1.600.000,00
- Administrasi
Rp.800.000,00
Jumlah :
Rp.5.900.000,00
2) Biaya lain-lain
- Biaya pemeliharaan gedung dan peralatanRp.300.000,00
- Biaya listrik dan air
Rp.500.000,00
- Biaya telepon
Rp.250.000,00
- Biaya Koran dan majalah kesehatan
Rp.100.000,00
Jumlah :
Rp.1.150.000,00

Total biaya rutin per bulan:


Rp.7.050.000,00
b. Biaya Rutin Tahun ke-1
- Biaya rutin bulanan x 12
Rp.84.600.000,00
- Tunjangan Hari Raya (THR) : 1 bulan gaji Rp.5.900.000,00
Total Biaya Rutin Tahun ke-1
Rp.90.500.000,00
c. Proyeksi Pendapatan tahun 2017-2018
Tahun 2017-2018 terhitung 1 tahun, deperkirakan jumlah resep yang
masuk rata-rata 20 lembar perhari dengan harga rata-rata Rp.
100.000,00. Pendapatan tahun 2017-2018 :
Penjualan Resep
12 x 30 x 20 resep x Rp. 85.000,00
Rp.612.000.000,00
Penjualan Obat Bebas (HV)
12 x 30 x Rp. 350.000,00
Rp.126.000.000,00
Penjualan OWA
12 x 30 x Rp. 100.000,00
Rp.36.000.000,00
Pendapatan lain
12 x 30 x Rp. 75.000,00
Rp.27.000.000,00
Total Pendapatan :
Rp.801.000.000,00
d. Pengeluaran Tahun I
- Pembelian obat (generic dan paten )
Rp.425.000.000,00
- Pembelian HV (obat bebas)
Rp.93.000.000,00
- Pembelian OWA
Rp.25.000.000,00
- Biaya Rutin Tahun I
Rp.90.500.000,00
Total Pengeluaran:
Rp.633.500.000,00
e. Perkiraan laba rugi Tahun I
- Pemasukan
Rp. 801.000.000,00
- Pengeluaran
Rp.633.500.000,00
- Laba Bruto
Rp.167,500.000,00
- Pajak pendapatan (10%)
Rp.16.750.000,00
- Laba Bersih
Rp.150.750.000,00
BEP = Total Investasi : laba bersih
= Rp 250.000.000 : Rp 150.750.000,00
= 1,7 tahun
= Laba Bersih : Total Investasi
= Rp 150.750.000 : Rp 250.000.000 X 100%
=60,3%

BAB IV
PENUTUP
Berdasarkan analisa situasi dan dengan memperhatikan studi kelayakannya,
maka pendirian Apotek BINTANG FARMA mempunyai prospek yang cukup
bagus, baik ditinjau dari segi pelayanan maupun usaha.