Anda di halaman 1dari 6

ASPEK HUKUM

DALAM BANGUNAN
KONSTRUKSI

R I YA N N Y P R AT I W I
T E K N I K S I P I L U N TA N

Modul 1 : Industri Konstruksi


Modul
-.
-.
-.

II : Hukum Bangunan
Pengertian dan Tujuan Peraturan Hukum Bangunan Konstruksi
Aspek dan Etika Hukum Bangunan Konstruksi
Hukum Tata Ruang dan Perizinan

Modul III : Legalitas Usaha Jasa Konstruksi


-. Bentuk dan Perizinan badan usaha
-. Kualifikasi dan klasifikasi BUJK dalam peraturan LPJK
Modul IV : Tahapan Pengadaan Penyedia Jasa Konstruksi
-. Peraturan sistem seleksi pengadaan penyedia jaskon
-. Peraturan sistem seleksi pengadaan penyedia jaskon
-. Peraturan sistem seleksi pengadaan penyedia jaskon
-. Peraturan sistem seleksi pengadaan penyedia jaskon

melalui
melalui
melalui
melalui

Modul
-.
-.
-.
-.

V : Kontrak Konstruksi
Hukum Kontrak dan Sumber Hukum Kontrak Konstruksi di Indonesia
Bentuk-bentuk Kontrak Konstruksi
Prinsip Dasar dan Aspek dalam Kontrak Konstruksi
Dokumen dan Administrasi Kontrak

Modul
-.
-.
-.
-.

VI : Permasalahan Hukum dalam Industri Konstruksi


Ketidaksesuaian Pekerjaan
Klaim Konstruksi
Pengakhiran Kontrak
Perbuatan Melawan Hukum

Modul VII : Penyelesaian Perselisihan dalam Industri Konstruksi

Materi
Matkul

penunjukan langsung
pemilihan langsung
pelelangan umum
pelelangan terbatas

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Mahasiswa akan mempunyai kompetensi dalam melakukan analisis aspek legalitas badan
usaha jasa konstruksi, sistem pengadaan / seleksi penyedia jasa konstruksi dan administrasi
kontrak jasa konstruksi.
Hasil Pembelajaran:
1. Mahasiswa mampu menjelaskan peran pemangku kepentingan jasa konstruksi baik
hak maupun tanggung jawab mereka
2. Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis aspek legalitas pembentukan
badan usaha jasa konstruksi
3. Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis aspek legalitas klasifikasi dan
kualifkasi badan usaha jasa konstruksi dalam sistem sertifikasi registrasi badan usaha
jasa konstruksi
4. Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis aspek legalitas sistem seleksi
penyedia jasa konstruksi termasuk pra dan pasca kualifikasi, penunjukan, pemilihan
dan pelelangan penyedia jasa konstruksi ;
5. Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis aspek legalitas sistem administrasi
dan manajemen kontrak jasa konstruksi.
6. Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis kegagalan pekerjaan konstruksi

LITERATUR MATKUL
Clough, R. H. (1986). Construction contracting, John Wiley and Sons, New York, USA.
Kepmen No. 257 Kimpraswil. (2004). Standar dan pedoman pengadaan jasa konstruksi, Departemen Pemukiman dan
Prasarana Wilayah (Kimpraswil), Jakarta.
Kepmen No. 339 Kimpraswil. (2003). Petunjuk pelaksanaan pengadaan barang dan jasa oleh instansi pemerintah,
Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil), Jakarta.
Kepmen No. 349 Kimpraswil. (2004). Pedoman penyelenggaraan kontrak jasa pelaksanaan konstruksi (pemborongan),
Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil), Jakarta.
Keppres No. 80. (2003). Pedoman pelaksanaan pengadaan barang/ jasa pemerintah, Sekretaris Negara Republik
Indonesia, Jakarta.
Murdoch, J. R., & Hughes, W. P. (1998). Construction contracts: law and management, Spon, London.
Peraturan Pemerintah No. 28. (2000). Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan peran masyarakat
jasa konstruksi, Sektretaris Negara Republik Indonesia, Jakarta.
Peraturan Pemerintah No. 29. (2000). Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan jasa
konstruksi, Sektretaris Negara Republik Indonesia, Jakarta.
Peraturan Pemerintah No. 30. (2000). Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan pembinaan
jasa konstruksi, Sektretaris Negara Republik Indonesia, Jakarta.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 43. (2007). Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi, Departemen
Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil), Jakarta.
Seng Hansen (2015), Manajemen Kontrak Konstruksi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Undang Undang No. 18. (1999). Jasa konstruksi, Sektretaris Negara Republik Indonesia, Jakarta.
Tambahan bacaan perkuliahan bisa download dari internet, artikel, dan referensi lain yang berhubungan dengan
materi perkuliahan diatas.

PENILAIAN
Absen + keaktifan dalam berdiskusi : 10%
Tugas (individu dan berkelompok; kuis dan
presentasi) : 30%
Ujian Tengah Semester : 30%
Ujian Akhir Semester : 30%
Strategi Perkuliahan :
Dalam perkuliahan diupayakan penyajian materi secara visual
sehingga diharapkan mahasiswa mampu lebih cepat dalam hal
penyerapan informasi yang disampaikan oleh pengajar.
Bentuk pengajaran adalah Kuliah Tatap Muka dan Kuliah di
Google-Classroom.