Anda di halaman 1dari 19

Manajemen Asma

Akut
dr. Erneti Aziz SpP

Apa yang diketahui tentang asma?


Asma merupakan penyakit kronik yang umum terjadi dan berpotensi
menjadi penyakit serius, dimana asma tidak bisa sembuh tetapi bisa
dikontrol
Asma menyebabkan gejala seperti mengi, sesak napas, dada tertekan dan
batuk yang bervariasi sepanjang waktu baik dalam hal kemunculan,
frekuensi dan intensitas
Gejala dihubungkan dengan gangguan aliran udara ekspirasi seperti
kesulitan bernapas karena:
Bronkokonstriksi
Penebalan dinding saluran napas
Peningkatan mukus
Gejala bisa dipicu atau diperburuk oleh beberapa faktor seperti infeksi
virus, alergen, asap rokok, olahraga dan stres.

GINA 2014

Definisi asma
Asma merupakan penyakit heterogen,
umumnya ditandai dengan inflamasi saluran
napas kronik.
Asma diketahui berdasarkan riwayat gejala
pernapasan seperti mengi, sesak napas, dada
tertekan dan batuk yang bervariasi sepanjang
waktu dan dalam intensitas, bersamaan
dengan keterbatasan aliran udara ekspirasi.

GINA 2014

Gejala ASMA: hanya puncak dari


gunung es1
GEJALA ASMA

Obstruksi saluran napas

Batuk
Sesak napas
Mengi (wheezing)
Dada rasa tertekan

Bronkokonstriksi
Edema bronkus
Hiper-sekresi mukus
Keterlibatan sel-sel inflamasi
eosinofil, dll

Hiper-responsif bronkus

Inflamasi saluran napas

1. Warner O. Am J Resp Crit Care Med 2003; 167: 14651466.

Faktor Resiko terjadinya Asma

Inflamasi
Hiper-reaktif
saluran napas

Gangguan aliran
udara pernapasan
Faktor resiko
terjadi eksaserbasi

Gejala Asma

(sesak napas, mengi,


dada tertekan, batuk)

Eksaserbasi Asma
(serangan asma)
Suatu kejadian perburukan yang akut atau subakut dari gejala dan fungsi paru dibandingkan
status pasien umumnya

Tujuan terapi
Membebaskan obstruksi jalan napas dan
hipoksemia secepat mungkin
Mencegah kekambuhan
GINA 2014

Identifikasi pasien asma


yang beresiko kematian
Pasien asma yang mempunyai peningkatan resiko kematian:
Punya riwayat asma yang memerlukan intubasi dan ventilasi
Pernah dirawat and berkunjung ke ruang gawat darurat karena asma
dalam 12 bulan terakhir
Tidak memakai ICS, atau tidak teratur memakai ICS
Baru-baru saja memakai atau menghentikan pemakaian steroid oral
(mengindikasi keparahan dari kejadian saat ini)

Penggunaan obat SABA yang berlebihan, terutama pemakaian lebih dari


1 kanister per bulan
Riwayat penyakit psikiatri atau gangguan psikososial
Alergi makanan yang sudah dipastikan

GINA 2014, Box 4-1

Penanganan Asma Eksaserbasi di UGD


Adakah gejala berikut menyertai?

PENILAIAN AWAL
A: Airway

B:Breathing

C:Circulation

Tentukan terapi berdasarkan status klinis pasien


berdasarkan gejala yang paling parah

RINGAN atau SEDANG


Bicara dalam frasa
Memilih posisi duduk dibanding berbaring
Tidak gelisah
Laju respirasi meningkat
Otot bantu napas tidak digunakan
Denyut jantung 100-120 denyut/menit
Saturasi O2 (di udara) 90-95%
APE > 50% dari angka prediksi atau nilai tertinggi

Rasa kantuk berat, kebingungan, silent chest

Konsul ke ICU, terapi dengan SABA dan O2,


dan persiapkan pasien untuk intubasi

BERAT
Bicara dalam kata
Posisi tubuh duduk membungkuk ke depan
Gelisah
Laju respirasi > 30 kali per menit
Otot bantu napas digunakan
Denyut jantung > 120 denyut/menit
Saturasi O2 (di udara) < 90%
APE 50% dari angka prediksi atau nilai tertinggi

Penanganan Asma Eksaserbasi di Fasilitas Penanganan Akut (UGD)


RINGAN atau SEDANG
Beta-2-agonis kerja cepat (SABA)
Kontrol O2 untuk mempertahankan saturasi
hingga 93-95% (pada anak 94-98%)
Kortikosteroid oral
Pertimbangkan ipratropium bromida

BERAT
Beta-2-agonis kerja cepat (SABA)
Pertimbangkan kortikosteroid inhalasi dosis tinggi
Ipratropium bromida
Kontrol O2 untuk mempertahankan saturasi
hingga 93-95% (pada anak 94-98%)
Kortikosteroid oral atau IV
Pertimbangkan magnesium IV

Jika pasien terus memburuk, lakukan terapi sebagai


derajat BERAT dan nilai ulang untulk masuk di ICU

Konsul ke ICU,
terapi dengan SABA & O2,
dan persiapkan intubasi

PENILAIAN ULANG ATAS KEMAJUAN KLINIS SECARA BERKALA


UKUR FUNGSI PARU pada semua pasien, satu jam setelah terapi awal

VEP1 atau APE 60-80% dari angka prediksi


atau nilai terbaik dan gejala membaik dari
derajat SEDANG
Pertimbangkan untuk pasien dipulangkan

VEP1 atau APE <60% dari angka prediksi


atau nilai terbaik, atau respon klinis kurang
derajat BERAT
Lanjutkan terapi seperti diatas dan lakukan
Penilaian secara berkala

Pengobatan Utama untuk


Eksaserbasi Asma (asma akut)
Penggunaan berulang dari 2
-agonis kerja singkat (SABA)
Pemberian oksigen
Penggunaan kortikosteroid

GINA 2014

Apa peranan steroid?

Perbandingan APE pada


steroid dan non-steroid grup
AVG PEFR (l/min)

Tobing NH. Bagian Pulmonologi FKUI, 1992

Efek steroid terhadap sel


Inflammatory cells
Numbers
(apoptosis)

Structural cells

Eosinophil

Epithelial cell
Cytokines
mediators

T-lymphocyte

Endothelial cell

Cytokines

Mast cell

Glucocorticoids

Numbers

Leak

Airway smooth muscle

Macrophage

2-receptors

Cytokines

Mucus gland

Dendritic cell

Mucus
secretion

Numbers
Barnes. JACI 1998

Apa yang harus


diperhatikan saat pasien
akan dipulangkan?

GINA 2014, Box 4-3 (3/3)

Global Initiative for Asthma

Global Initiative for Asthma

Saat akan dipulangkan


Berikan obat-obatan:
Obat pelega: diberikan prn (bilamana perlu)
Obat pengontrol:
bila belum pakai, mulai berikan
Bila sudah pakai, step-up (tingkatkan dosisnya atau tambah obat
lain)

Prednisolone: dilanjutkan, umumnya untuk 5-7 hari (3-5 hari


untuk anak)
Follow up (tindak lanjut): setelah 2-7 hari

GINA 2014,

Tindak lanjut setelah eksaserbasi


Pantau pasien secara regular setelah eksaserbasi, sampai gejala dan
fungsi paru kembali normal
Resiko pasien meningkat saat pemulihan dari eksaserbasi

Kesempatan
Eksaserbasi sering menggambarkan kegagalan penanganan asma kronik, dan saat
ini menjadi kesempatan untuk menilai manajemen asma jangka panjang pasien

Saat kunjungan berikut, cek:

Pemahaman pasien tentang penyebab eksaserbasi


Faktor resiko yang bisa diperbaiki, misalnya merokok
Kepatuhan pemakaian obat, dan pengertian tujuan pengobatan
Teknik pemakain obat inhalasi
Buat rencana pengobatan tertulis

GINA 2014

Terima
Kasih
atas perhatiannya

Terapi yang tidak direkomendasi


untuk pengobatan serangan :
Sedatif (harus dihindari)
Obat Mukolitik (memperburuk batuk)
Terapi fisik dada/fisioterapi
(menambah ketidaknyaman pasien)
Hidrasi dengan cairan dalam volume yg banyak
untuk dewasa dan remaja (mungkin diperlukan
pada anak-anak dan bayi)
Antibiotik (bukan mengobati serangan tetapi
diindikasikan untuk pasien yang juga mempunyai
pneumonia atau infeksi bakteri seperti sinusitis)