Anda di halaman 1dari 7

sayuran memegang peranan penting bagi kehidupan manusia.

mengonsumsi sayuran
bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi, menyembuhkan berbagai macam penyakit serta
untuk perawatan kecantikan.( Bertanam Sayuran Di Pekarangan. Kanisius. H. Rahmat
rukmana.2005). salah satu jenis sayuran yang cukup digemari di Indonesia adalah selada.
Selada di Indonesia biasanya disajikan sebagai hiasan makanan sekaligus lalapan ataupun
salad. daun selada banyak mengandung vitamin yang sangat baik bagi kesehatan tubuh,
diantaranya vitamin A, B6, C, dan K. selain itu, selada juga mengandung mineral, seperti
kalsium, kalium, likopen, dan zat besi. (Hidroponik Wick System: Cara Paling Praktis, Pasti
Panen. Tinton Dwi Putera. AgroMedia. 2015. jakarta.)
salah

satu

kendala

dalam

budidaya

selada

adalah

rendahnya

persentase

perkecambahan benihnya yang hanya berkisar 40-75 %, di lapangan ditemukan bahwa tidak
sampai 50 %. selain tingkat perkecambahan yang rendah, waktu yang dibutuhkan untuk
proses perkecambahan juga cukup lama. (surtinah. universitas lancang kuning. jurnal ilmiah
pertanian vo.7 no.2 februari 2010). Hal tersebut merupakan salah satu masalah utama yang
dihadapi oleh petani dalam membudidayakan selada, karena hasil yang diperoleh tidak
sebanding dengan harga benih dan biaya pemeliharaan persemaian. oleh karena itu perlu
ditemukan suatu solusi untuk meningkatkan viabilitas benih selada agar petani dapat
memperoleh keuntungan yang maksimal.
perkecambahan dipengaruhi oleh faktor dari luar dan dalam dari benih. faktor luar yang
mempengaruhi perkecambahan yaitu: air, oksigen, cahaya , dan suhu (kamil, 2005) air
memegang peranan yang sangat penting pada proses perkecambahan. air brfungsi sebagai
pelarut, pereaksi, untuk metabolisme dan transportasi (sutopo, 2004). kebutuhan air pada fase

perkecambahan meningkat, oleh karena itu bila air yang diserap benih mengandung hara,
maka benih akan mendapatkan stimulan dalam proses perkecambahannya.
viabilitas benih dapat ditingkatkan dengan memberikan perlakuan-perlakuan tertentu
seperti dengan melakukan perendaman benih dalam larutan yang mengandung unsur hara dan
zat pengatur tumbuh. air kelapa merupakan salah satu larutan yang kaya akan unsur hara dan
zpt. menurut lawata (2011) air kelapa mengandung hormon auksin dan sitokinin, sedangkan
penelitian kristina dan syahid (2012) menunjukkan bahwa air kelapa mengandung berbagai
vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tanaman.
penggunaan air kelapa telah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman.
menurut budiono (2004) air kelapa mampu meningkatkan jumlah tunas dan daun bawang
merah dari in vitro sampai 20%. penelitian sujarwati (2011) menunjukkan bahwa pemberian
air kelapa mampu meningkatkan pertumbuhan bibit palem putri dimana pemberian air kelapa
berpengaruh pada parameter tinggi tanaman, panjang daun, panjang akar dan berat basah
palem putri. Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai
pengaruh perendaman benih selada pada air kelapa terhadap peningkatan viabilitas benih
selada.

II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. BOTANI TANAMAN SELADA
2.1.1. KLASIFIKASI
selada merupakan sayuran yang cukup populer karena memiliki warna, tekstur, serta
aroma yang menyegarkan tampilan makanan. selada merupakan tanaman setahun yang dapat
di budidayakan di daerah lembap, dingin, dataran rendah maupun dataran tinggi.
(Rubatzky dan Yamaguchi, 1998).
klasifikasai tanaman selada dalam sistematik tumbuhan adalah sebagai berikut:
divisi: spermatophyta
sub divisi:angiospermae
kelas: dicotyledonae
famili: compositae (asteraceae)
genus: lactuca
spesies: lactuca sativa L.(Saparinto, 2013).
2.1.2. MORFOLOGI
selada termasuk tanaman semusim, berbatang pendek berbuku-buku, tempat kedudukan
daun. daun selada berbentuk bulat panjang, mencapai ukuran panjang 25 cm dan lebar 15 cm
atau lebih.
sistem perakaran tanaman selada adalah akar tunggang dan cabang-cabang akar menyebar
ke semua arah pada kedalaman antara 25-50 cm. bunga selada berwarna kuning, terletak pada
rangkaian yang lebat dan tangakaibunganya dapat mencapai ketinggian 90 cm. bunga ini
menghasilkan buah berbentuk polong yang berisi biji. biji selada bebentuk pipih, berukuran
kecil, serta berbulu tjam. (Bertanam Selada & Andewi.kanisius.ir. rahmat
rukmana.yogyakarta.1994)

2.1.3. MANFAAT
selada mengandung beragam zat makanan yang esensial bagi kesehatan tubuh. kandungan
gizi yang terdapat pada selada antara lain serat, provitamin A (karotenoid), kalium dan
kalsium (Supriati dan Herliana, 2014).
adapun manfaat selada untuk kesehatan ialah mempunyai sifat mendinginkan badan.
dengan demikian, selada berfungsi pula sebagai obat panas dalam. sebagai sayuran yang
berserat selada baik pula dikonsumsi untuk memperbaiki dan memperlancar pencernaan.
2.1.4. SYARAT TUMBUH
suhu ideal bagi produksi selada berkualitas tinggi berkisar 15-25 C. suhu yang lebih
tinggi dari 30 C dapat menghambat pertumbuhan, merangsang tumbuhnya tangkai bunga
(bolting), dan dapat menyebabkan rasa pahit. pada tipe selada kepala, suhu terlalu tinggi
dapat menyebabkan bentuk kepala longgar. selada tipe daun longgar umumnya dapat
beradaptasi lebih baik terhadap kisaran suhu yang lebih tinggi(Rubatzky dan Yamaguchi,
1998).
tanaman ini umumnya ditanam pada awal akhir musim penghujan, karen termasuk
tanaman yang tidak tahan terhadap hujan. tanaman ini juga tidak tahan terhadap sengatan
sinar matahari yang terlalu panas, sehingga memrlukan penyiraman yang teratur jika ditanam
di musim kemarau.(penebar swadaya.eko haryanto dkk.jakarta.2007)
selada tumbuh baik pada derajat keasaman tanah pH 5-6,5 ( Sunarjono, 2014). selada
dapat tumbuh pada jenis tanah lempung berdebu, berpasir dan tanah yang masih mengandung
humus. namun demikian, tanaman selada masih dapat mentoleransi tanah-tanah yang miskin
hara dan ber-pH netral. jika tanah asam, daun selada akan menjadi berwarna
kuning(Nazaruddin, 2000).

2.2. PERKECAMBAHAN
perkecambahan merupakan proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji
yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. komponen
biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat dalam biji, seperti radikula dan
plunula(Sudjadi, 2006).
perkecambahan merupakan suatu proses dimana radikula memanjang keluar dan
menembus kulit biji. dibalik gejala morfologi dengan pemunculan radikula tersebut, terjadi
proses fisiologis-biokemis yang kompleks yang dikenal dengan prosesperkecambahan
fisiologis.(Salisbury dan Ross, 1995).
Perkecambahan biji diawali oleh proses penyerapan air yang diikuti oleh melunaknya
kulit biji serta terjadinya hidrasi sitoplasma dan peningkatan suplai oksigen yang
menyebabkan peningkatan respirasi dalam biji. proses perkecambahan dapat terjadi jika kulit
biji permeabel terhadap air dan tersedia cukup air dengan tekanan osmosis tertentu. imbibisi
menyebabkan kadar air dalam biji meningkat hingga 50-60% sehingga dapat menyebabkan
pecah atau robeknya kulit biji. air juga merupakan sarana masuknya oksigen ke dalam biji.
(Kozlowski, 1972: 1-6).
selain air, terdapat beberapa faktor eksternal lain yang berpengaruh terhadap proses
perkecambahan yaitu oksigen, temperatur, cahaya, dan zat kimia yang mendukung terhadap
proses perkecambahan. oksigen dipakai dalam proses oksidasi sel untuk menghasilkan energi.
perkecambahan membutuhkan suhu yang sesuai untuk aktivasi enzim. jika suhu terlalu tinggi
maka enzim akan rusak. pada umumnya perkecambahan dapat berlangsung baik pada
keadaan gelap. proses perkecambahan membutuhkan hormon auksin, dan hormon ini mudah
mengalami kerusakan pada intensitas cahaya tinggi.(Syamsuri, 2004).

2.3. AIR KELAPA


air kelapa dikenal sebgai sumber yang kaya akan zat-zat aktif yang penting untuk
perkembangan embrio. didalam air kelapa terkandung diphenil urea yang mempunyai
aktivitas seperti sitokinin yaitu aktivitas pembelahan sel(sriyanti dan wijayani.1994). air
kelapa adalah salah satu bahan alami yang didalmnya terkandung hormon seprti sitokinin 5,8
mg/l, auksin 0,07 mg/l, dan sejumlah kecil giberelin serta senyawa lain yang dapat
menstimulasi perkecambahan pertumbuhan.(Bey dkk,2006).
Hasil analisis menunjukkan bahwa air kelapa tua dan muda memiliki komposisi
vitamin dan mineral yang berbeda.
Tabel 1. Komposisi vitamin, mineral, dan sukrosa dalam air kelapa muda dan tua

III. METODOLOGI PERCOBAAN


ALAT DAN BAHAN