Anda di halaman 1dari 17

Pengujian Minyak Trafo

Pandu Wijaya
1508 / 23 / 1 / 11 / 21772

Tujuan
Untuk mengetahui kehandalan minyak trafo yang sesuai
dengan SPLN.

Teori Pendukung
Pengujian minyak trafo yang dilakukan untuk mengetahui tegangan
tembus minyak trafo (Breakdown Voltage Test). Pada pengujian ini,
tegangan tembus yang terlalu rendah menunjukkan adanya
kontaminasi seperti air, kotoran atau partikel konduktif dalam ninyak.
Kriteria minyak trafo adalah :
1. Minyak trafo baru tidak boleh kurang dari 30 kV/2,5 mm
2. Minyak trafo yang sudah digunakan tidak boleh dari kurang dari 50
kV/2,5 mm.
Untuk melakukan pengujian tegangan tembus minyak trafo digunakan
alat yaitu OT-60. Alat ini terdiri dari test cell dan kabel power. Selain
itu, OT-60 mempunyai alat pengaduk magnet untuk mengaduk minyak
trafo yang jenuh.

Waktu & Alat


Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada alat oil tester
OT-60 dengan menggunakan supply dari jaringan yang
berlokasi di Lab Distribusi Udiklat Bogor, Cibogo.
Komisioning dilakukan pada hari Rabu, tanggal 5 Januari
2016, jam 08.00 sampai jam 15.00 WIB.

Sarana & Prasarana


APD

Peralatan

Langkah Pengujian
1. Ambil sampel minyak trafo dengan cara sebagai berikut :
a) Siapkan alat dan botol penyimpan minyak. Buka tutup drain valve
dibawah badan trafo lalu siapkan ember di bawah saluran tersebut.
Kemudian buka keran lalu buang kurang lebih ( 1 Liter) minyak
pada ember.
b) Siapkan botol penampung lalu bilas botol menggunakan minyak
sample langsung dari trafo. Bilas di awali dari tutup botol hingga
dalam botol tersebut lalu kocok dan buang lakukan sebanyak 2 kali.
c) Setelah bersih dari bilasan sebelumnya, pastikan selang masuk ke
dalam botol hingga mencapai dasar botol lalu tunggu hingga
minyak meluap tutup botol lalu simpan pada box sample.

Contd
2. Bawa sampel minyak trafo
ke ruangan pengujian.
Pastikan ruangan suhu
tidak boleh dari 5 0C.
3. Hubungkan petanahan
yang berada di belakang
panel, diameter konduktor
yang digunakan tidak
boleh dari 2,5 mm.

Contd
4. Buka pintu alat penguji
minyak dan ambil test cell
dari tempatnya.
5. Buka pintu alat penguji
minyak dan ambil test cell
dari tempatnya.

Contd
6. Atur jarak antar elektroda.
Atur gauge yang berada
diantara elektroda,
jaraknya harus 2,5 mm
dengan toleransi lebar
0,05 mm.
7. Isi test cells dengan
minyak trafo secara
perlahan sampai batas
permukaan minyak oli
dengan batas kurang dari

Contd
8. Pasang test cells yang diisi
minyak trafo ke alat
penguji minyak.
Sambungkan electrode
dengan lubang di dalam
alat penguji minyak.
9. Tutup kembali pintu alat
penguji minyak.

Contd
10.Masukkan kunci ke dalam
intelocks, putar ke posisi
I , otomatis indicator
power akan menyala hijau.
11.Sesuai dengan SPLN yang
mengacu IEC 156, pilih
pengujian 2 kV/s

Contd
12.Sebelum memulai
pengujian, pilih fungsi alat
pengaduk selama 60 detik.
13.Pastikan fungsi lampu
berfungsi baik dengan
menekan tombol lampu.

Contd
14.Setelah semua dilakukan,
tekan tombol START
untuk memulai pengujian.
15.Setelah alat pengaduk
akan memutar selama 60
detik, lampu akan padam,
60 detik selanjutnya, akan
diaduk kembali untuk
menghilangkan kejenuhan
minyak trafo

Contd
16.Selama pengujian
dilakukan, tegangan akan
naik hingga 60 kV, maka
indicator lamp ARCH
akan menyala,
menandakan bahwa
tegangan telah tembus, di
atas indicator ARCH
akan memunculkan nilai
tegangan tembus.

Contd
17.Tekan tombol STOP
untuk menghentikan
pengujian. Putar kunci ke
arah O .

Hasil Pengujian

Dokumen Referensi
IEC 156
SPLN 49-1 Tahun 1982
SPLN 49-1A Tahun 1982
SPLN 49-2 Tahun 1982

Kesimpulan
Hasil pengujian minyak trafo telah memenuhi SPLN
yakni lebih dari 30 kV / 2,5 mm