Anda di halaman 1dari 5

Syandra Novida

Maryamah Karpov: Mimpi-mimpi Lintang


Nopember 28, 2011
Book Review: Maryamah Karpov
Mimpi-mimpi Lintang

Bagaimana Laskar Pelangi bersatu kembali untuk membuat kapal untuk menyelamatkan A Ling
dari sarang perompak. Bagaimana si jenius Lintang menghidupkan kembali salah satu kapal
armada Laksmana Cheng Ho telah karam di perairan Belitong beratus tahun lamanya.
Bagaimana si ekstentrik Maharyang menunjukkan kesaktiannya dengan mengusir dedemit dari
tubuh Nai. Bagaimana Mahar melakukan adu negosiasi tingkat tinggi dengan Tuk Bayan Tula
hingga meraih kemenangan dengan TV portable bobrok. Bagaimana pertemuan Mahar dan
Maura. Bagaimana mereka menghadapi perompak Selat Malaka yang terkenal sadis.

Bagaimana Ketua Karmun yang mati-matian merayu ikal untuk mau berobat ke dokter Diaz.
Bagaimana Bang Zaitun memberi nasihat tentang cinta kepada Arai setelah Bang Zaitun
mengalami kegagalan dalam rumah tangga. Bagaimana Arai berhasil meluluhkan hati pujaan
hatinya, Zakiah Nurmala, hingga ia meminangnya, lalu Arai membaca Al Quran dengan syahdu
di malam pengantinnya. Bagaimana ketabahan Bapak Ikal yang tak jadi naik pangkat. Bapak
Ikal menepati janjinya mengajak Ikal nonton film Rhoma Irama.

Andrea membuka Maryamah Karpov dengan kisah mengharukan tentang ayah Ikal yang tak jadi
naik pangkat lantaran Mandor Djuasin dari Maskapai Timah melakukan kesalahan dalam
mendata kuli yang naik pangkat. Itu karena Ayah Ikal tak berijazah.

Ayah, dengan penuh takzim menerima penjelasan itu. Beliau bahkan menyampaikan akan
betapa berat tugas Mandor Djuasinmengelola ribuan kuli, dan betapa Ayah berterima kasih pada
Mandor karena telah mengiriminya surat yang bagus berlambang maskapai nan terhormat pula,
serta menandatangani surat itu, meski surat itu salah alamat. Aku takdapat menahan perasaanku.
Air mataku berlinang-linang saat mengintip ayah mengucapkan semua itu, karena dari balik
pintuaku tahu makna ketulusan wajah ayahku. Sungguh bening hati lelaki pendiam itu

Hal ini mengingatkan kita bagaimana Ayah Ikal yang menempuh30 km dengan sepeda Rally
Robinson -nya untuk mengambil raport Ikal dan Arai di SMA Negeri Bukan Main. Tentu saja
sang Ayah tetap mengenakan jas safari empat saku yang hanya dipakainya saat acara penting.
Meski Ikal menempatkan ayahnya di kursi (ranking) 75, padahal sebelumnya kursi nomor 3,
ayahnya tetap tersenyum bangga.

Juga saat Ikal melakukan kesalahan. Ayahnya menaikkan Ikal keboncengan sepeda. Lalu
mengingat kaki Ikal ke tuas bawah sadel dengan sapu tangan agar tak terlibas jari-jari ban. Lalu
membawanya ke bendungan PN Timah. Dan selama perjalanan itu, sang Ayah menasihati
tentang kedamaian hidup seperti yang dicontohkan burung-burung prenjak berdasi, capungcapung, dan kaum kecebong. Sepulangnya, Ayahnya membelikan tebu yang ditusuk tangkaitangkai lidi.

Jika saya boleh membandingkan. Novel terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi ini lebih nikmat
terasa dibanding tiga novel sebelumnya. Cara Andrea Hirata berkisah dalam Maryamah Karpov
sungguh memikat. Pandai benar Andrea memainkan irama kecepatan alurnya. Terkadang cepat
melesat. Terkadang mendayu-dayu sembari bersnoltagia ke masa lalu. Terkadang kocak bin
konyol. Terkadang klimaks yang mendebarkan.

Meneruskan tradisi seperti novel sebelumnya. Dalam Maryamah Karpov ini, Andrea juga
melanjutkan pelajaran moralnya. Mulai dari pelajaran moral nomor enambelas : diperlukan
penyelidikanpaling tidak tujuh tahun, untuk benar-benar tahu bahwa seorang pria bukan
bajingan . Ini dilatarbelakangi dari bibi Zakiah Nurmala yang menyelidiki tentang keseharian

Arai selama tujuh sebelum memutuskan bahwa Arai layak dipertimbangkan untuk Zakiah. Lalu
pelajaran moral nomor tujuhbelas : jika berencana untuk poligami, jangan memelihara ayam .
Hal ini diinspirasi dari Bang Zaitun yang gagal membina rumah tangga setelah beristri empat.
Pelajaran moral nomor delapanbelas : jangan sekali-kali memperlihatkan benda apapundalam
celanamu, di depan orang Melayu . Hingga pelajaran moral nomor sembilanbelas : cinta, bisa
saja berbanding terbalik dengan waktu, tapi masih berbanding lurus dengan gila . Tentang ikal
yang selalu teringat A Ling ketika melihat nomor tahun peneng sepeda yang sama dengan milik
sepeda A Ling.

Berikut nasihat Bang Zaitun kepada Arai:


Jika kau berjumpa dengan Zakiah, tak perlulah banyak kata, Boi, tak perlu banyak lagak, tak
perlu bawa bunga segala. Cukupyang kau tunjukkan raut muka bahwa kau bersedia
menyuapinya nanti jika ia sakit, bersedia menggendongnya ke kamar mandi jika ia sudah renta
tak mampu berjalan. Bahwa, kau, dengan segenap hatimu, mengatakan di depannya betapa
jelitanya ia, meski wajahnya sudah keriput seperti jeruk purut, dan kau bersedia tetap berada di
situ, tak ke mana-mana, di sampingnya selalu, selama empat puluh tahun sekalipun

44 macam sakit gila versi Ibu Ikal juga Andrea tuturkan kembali dalam Maryamah Karpov .
sakit gila nomo sebelas: ingin jadi jagoan seperti dalam film (Kamsir Si Buta dari Gua Hantu).
Sakit gila nomor tigapuluh : merasa dirinya sebagai Dewa Marduk pujaan kaum sesat Babilonia,

bisa menghidupkan orang mati . Sakit gila nomor tigapuluhtiga : senewen ingin masuk TV .
Sakit gila nomort tigapuluhtujuh : kecanduan taruhan . Sakit gila nomor empatpuluh satu :
keranjingan manggung (Daud Biduan). Sakit gila nomor tigapuluh delapan : membiarkan diri
ditipu kacamata (Ketua Karmun). Sakit gila nomor sembilan : menolak mengakui dan menerima
bahwa dirinya pelupa . Baginya orang lainlah yang selalu pelupa (Mahmuddin Pelupa). Sakit
gila nomor duapuluh dua : Cinta buta menjadi halusinasi .

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Belitong, mereka gemar betul menambahi nama
belakang orang sesuai profesi, kebiasaan atau peristiwa penting yang pernah terjadi. Ada
Berahim Harap Tenang, Kamsir si Buta dari Gua Hantu, Mahmuddin Berita Buruk, Mahadip

Sheriff, Semaun Barbara, San Thong Pompa, Zainul Helikopter, hingga Mak Cik Maryamah
yang mahir memainkan langkah Karpov dalam bercatur.

Berahim mendapat tambahan Harap Tenang karena profesinya sebagai juru pancar film di
bioskop, yang setiap kali mengganti rol filmnya, ia memunculkan tulisan Harap Tenang di layar.
Sedangkan Mahmuddin Berita Buruk karena tugasnya adalah mengumumkan berita duka
kematian di masjid. Lain lagi dengan Zainul Helikopter, yang tak lain pembual nomor satu yang
mengaku pernah menyelamatkan Helikopter TNI AU dari gempuran pesawat tempur.

Akhirnya, ending Maryamah Karpov ditutup dengan pelarian diri Ikal dan A Ling setelah tak
mendapat restu dari sang Ayah. Tentu saja ini ending yang tidak mengenakkan. Bagaimana
mungkin Ikal harus menyerah begitu saja setelah perjuangannya selama ini? Entahlah.

'Jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku,
aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini: sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang
kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadapi gunungan timah, mengumpulkan nafas,
menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai magrib, menggantikan tugas
ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolak
perlakuan buruk nasib kepada ayahku dan kepada kaumku. Kini Tuhan telah memeluk mimpiku.
Atas nama harkat kaumku, martabat ayahku,kurasakan dalam aliran darahku saat nasib
membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani