Anda di halaman 1dari 4

I.

Latar Belakang
Pada saat ini masyarakat banyak menggunakan hasil produksi kertas.
Pembuatan kertas membutuhkan bahan baku yang berasal dari pepohonan yang
ditebang dan nantinya akan diproses dengan proses produksi yang panjang untuk
menjadi kertas yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. Kertas yang digunakan
memiliki berbagai jenis dan kegunaannya, seperti kertas yang digunakan untuk
membungkus makanan berbeda dengan untuk mencetak hasil tulisan dan gambar,
membungkus barang, dan untuk mencetak surat kabar. Setelah kertas-kertas tersebut
digunakan oleh masyarakat, maka akan menghasilkan kertas-kertas yang tidak
terpakai dan akan membuat bertambahnya jenis limbah di tempat pembuangan akhir
sampah. Namun saat ini banyak masyarakat yang peduli akan lingkungannya, dan ada
beberapa komunitas dari masyarakat yang mendaur ulang kertas bekas tersebut
menjadi barang produksi lainnya.
Benua Eropa telah menyadari bahwa pentingnya menjaga lingkungan dan
menginginkan menjadi negara suistanable development, yaitu negara yang dapat
memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi
di masa datang. Negara Eropa telah membuat regulasi-regulasi atas operasional suatu
industri hingga pengolahan hasil limbahnya. Terdapat beberapa confederation atas
industri yang beroperasi di Eropa, salah satunya adalah Confederation of European
Paper Industries (CEPI) yang memperhatikan berkembangnya industri kertas di
Eropa. CEPI membuat pemantauan atas wood flows in Europe (EU27) pada industri
pulp and paper. Salah satu perusahaan industri kertas yang merupakan anggota CEPI
adalah Stora Enso di Helsinki, Finlandia. Industri kertas ini melakukan teknologi
bersih dengan cara merethink hasil dari olahan kertas industri mereka menjadi hasil
produk yang lain dan ramah terhadap lingkungan. Stora Enso merupakan perusahaan
terkemuka di dunia khususnya di negara eropa, yang menyediakan renewable
solutions untuk masalah packaging, biomaterial, wood and paper. Tujuan perusahaan
ini adalah untuk menggantikan bahan yang non-renewable dengan cara melakukan
inovasi dan mengembangkan produk produk yang terbaru serta melayani pelayanan
produksi dari bahan dasar kayu dan bahan-bahan yang terbaru lainnya. Stora Enso
mempekerjakan sekitar 27.000 orang dan melibatkan masyarakat di Negara Helsinki
(STEAV, STERV) dan Stockholm (STE A, STE R).

II.

Profil Perusahaan

Stora Enso merupakan industri kertas yang memiliki perjalanan panjang untuk
menjadikan perusahaannya terdepan dalam pengolahan industri wood and paper yang
ramah lingkungan. Stora Enso didirikan pada tahun 1998 dari merger dua perusahaan,
yaitu perusahaan Finlandia Enso dan perusahaan Swedia Stora. Stora Enso adalah
perusahaan wood and paper di Finlandia yang berbasis di Helsinki yang bergerak di
industri pengemasan, kertas dan produk berbahan kayu. Perusahaan ini memiliki
27.000 di 85 tempat produksi di seluruh dunia. Stora Enso menghasilkan produk
sebanyak 1,8 juta ton kertas dan 1,3 miliar meter persegi untuk karton pengemas serta
6,4 juta meter kubik kayu gergaji setiap tahunnya.
Stora Enso adalah merek yang terkenal akan desainnya yang memiliki kualitas
sangat baik pada coated paper pada saat hasilnya dicetak, dan hal ini populer pada
tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an, ketika kertas impor dengan desain tersebut
terlihat sangat mewah. Pada masa ini, Stora Enso meluncurkan kata Rethink yang di
kampanyekan sebagai cara yang baru untuk dapat dilihat dan diaplikasikan. Berikut
ini adalah logo dari perusahaan Stora Enso yang memiliki makna bagi perusahannya.

Gambar 1: Logo perusahaan Stora Enso


Sumber: Stora Enso mini Brand Guidelines, 2011
Logo Stora Enso yang terbaru ini merupakan lambang dari komitmen
perusahaan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan dengan cara
mengembangkan inovasi-inovasi yang solutif dari bahan-bahan yang terbarukan.
Logo tersebut terinspirasi dari kelopak bunga pohon eukaliptus, yang merupakan
sumber untuk memproduksi pulp. Hal ini juga dapat menggambarkan suatu konsep

siklus dari alam dan bentuk daur ulang, lalu menggambarkan pula bentuk pisau
gergaji yang digunakan untuk memotong kayu, bentuk gulungan kertas besar di
pabrik kertas dan bentuk dari flipping sheets yang ditemukan di dalam buku dengan
kualitas yang baik.
Sebagian besar penjualan StoraEnso diproduksi di Eropa. Negara bagian
Eropa Timur dan Tengah merupakan kawasan yang penting bagi perusahaan untuk
memproduksi produk pengemasan dan produk berbahan kayu. Terdapat masalah
struktual di Eropa, perusahaan Stora Enso berinvestasi jangka panjang di beberapa
negara untuk mengamankan struktur biaya yang kompetitif dan memiliki bahan yang
terbarukan. Perusahaan ini mendirikan pabrik di Brasil, bekerja sama dengan
perusahaan Brasil Fibria dan menghasilkan 1,1 juta ton pulp eukaliptus setiap
tahunnya, serta memiliki lahan 211.000 Ha dimana 90.000 Ha ditanami pohon
eukaliptus, selain itu bekerjasama dengan perusahaan Chili Arauco yang
memproduksi pabrik kertas untuk majalah Arapoti dan memiliki lahan 43.000 Ha
dimana setengah lahan tersebut ditanami pohon eukaliptus. Perusahaan Stora Enso
lainnya terdapat di Negara Uruguay yang bekerja sama dengan pabrik pulp Montes
del Plata di Punta Pereira, pabrik mulai memproduksi pada tahun 2014 dan
menghasilkan 1,3 juta ton pulp per tahun, para karyawan di Uruguay melakukan
kerjasama untuk kemajuan perusahaan, dan pulp

pohon eukaliptus berasal dari

perkebunan Montes del Plata sebesar 190.000 Ha. Stora Enso mengembangkan
perusahaannya di Asia. Di Asia penjualan kertas dan karton sangat diminati,
kemudian perusahaan ini membangun consumer board machine di kota Beihai
Guangxi, Cina Selatan, yang akan beroperasi pada awal tahun 2016. Jika pabrik
tersebut selesai akan dibuat pabrik pulp di lokasi yang sama, dan jika operasional
pabrik tersebut berjalan akan menghasilkan 450.000 ton per tahun state-of-the-art
mesin karton dan 700.000 ton pulp per tahun. Mesin karton dan pulp akan terintegrasi
dengan pasokan kayu dari lahan sebesar 90.000 Ha yang dikelola sendiri. Grup
perusahaan lainnya yang beroperasi di Cina menghasilkan 245.000 ton pertahun
coated fine paper di Suzhou, 170.000 ton per uncoated magazine paper di Dawang,
kemudian terdapat dua pabrik yang kepemilikan saham mayoritasnya di Internasional
Inpac, terdapat perusahaan kemasan yang beroperasi di Cina dan India, lalu mencoba
untuk membuka operasional di Korea. Grup perusahaan juga mencoba membuka
perkebunan di Laos. Di Pakistan, perusahaan menyelesaikan joint venture yang
2

disebut bulleh Shah Packaging (private) pada bulan Mei 2013. Dari hasil joint
venture, Stora Enso memiliki saham 35%, yang meliputi operasional Kasur Mill dan
pabrik di Karachi.

III.

Rethink Industri Kertas


Rethink memiliki definisi berpikir ulang tentang (sesuatu seperti kebijakan
atau tindakan), terutama untuk membuat suatu perubahan. Rethink pada industri
kertas memiliki makna yaitu untuk dapat memikirkan kembali dalam menggunakan
bahan baku produksi, pada saat memproduksi suatu produk dan mengolah hasil akhir
produk pulp and paper agar tidak merusak lingkungan sekitar.
Stora Enso sebagai perusahaan industri wood and paper memiliki tujuan Do
Good for the People and the Planet.

IV.
V.
VI.
VII.
VIII.
IX.

Korelasi Rethink PDCA dan ISO


Diagram alir produksi (LCA)
Kesetimbangan Material (SFA)
Biaya Investasi
Keuntungan
Kesimpulan