Anda di halaman 1dari 34

PENGANGGARAN

EKMA4570
Penganggaran
Program Studi
Manajemen
Oleh: M. Mujiya Ulkhaq

Hutan Hujan Tropis, Kalimantan

Nadea Nabilla
nadea.nabilla@gmail.com

Tinjauan Umum Modul 2


Secara umum, Modul 2 akan membahas tentang penyusunan anggaran jualan.
Modul 2 terdiri dari dua kegiatan belajar:
Kegiatan Belajar 1 Peramalan Penjualan;
Kegiatan Belajar 2 Penyusunan Anggaran Jualan.
Setelah mempelajari Modul 2, diharapkan mampu:
Menjelaskan metode ramalan jualan;
Menjelaskan kebaikan dan keburukan metode ramalan;
Membuat ramalan jualan dengan bermacam metode;
Menjelaskan pengertian anggaran jualan;
Menjelaskan kegunaan anggaran jualan;
Menjelaskan faktor yang mempengaruhi anggaran jualan;
Menyusun anggaran jualan.

Forecasting
Peramalan merupakan proses kegiatan meramalkan suatu kejadian yang mungkin terjadi pad
a masa yang akan datang dengan cara mengkaji data yang ada.
Peramalan jualan merupakan proses kegiatan memperkirakan produk yang akan dijual pada
waktu yang akan datang dalam keadaan tertentu dan dibuat berdasarkan data yang pernah
terjadi dan/atau mungkin terjadi.
Mengapa perlu peramalan?
Adanya ketidakpastian;
Adanya keterbatasan sumber daya.
Tujuan diadakannya peramalan:
Untuk meminimalisir ketidakpastian;
Agar langkah proaktif dapat dilakukan.

Forecasting
Prinsip-prinsip peramalan:
Peramalan pasti mengandung kesalahan (error), artinya peramal hanya bisa mengurangi
ketidakpastian yang akan terjadi, tetapi tidak dapat menghilangkan ketidakpastian terseb
ut;
Peramalan memberikan informasi tentang berapa besar kesalahan yang terjadi, artinya
karena peramalan pasti mengandung error, maka penting bagi peramal untuk menginformasikan seberapa besar kesalahan yang mungkin terjadi;
Peramalan jangka pendek lebih akurat dibandingkan dengan peramalan jangka panjang.
Hal ini disebabkan karena pada peramalan jangka pendek faktorfaktor yang mempengar
uhi
permintaan relatif masih konstan, sedangkan semakin panjang periode peramalan maka
semakin besar pula kemungkinan perubahan faktor-faktor yang memepengaruhi permint
aan.
Metode yang dapat digunakan dalam membuat ramalan jualan antara lain:
Metode kualitatif;
Metode kuantitatif.

Qualitative Method
Metode Peramalan Kualitatif
Metode peramalan kualitatif digunakan bila hanya ada sedikit atau malah tidak tersedia data/
informasi (data historis), namun terdapat pengetahuan (knowledge) yang memadai.
Peramalan kualitatif lebih menekankan pada keputusankeputusan hasil diskusi, pendapat
pribadi seseorang, dan intuisi yang meskipun kelihatannya kurang ilmiah tetapi dapat membe
rikan hasil yang baik.
Metode kualitatif paling sesuai bila diterapkan dalam kondisi sebagai berikut:
Tidak terdapat atau kurangnya data historis. Hal ini terjadi bilamana perusahaan mencoba
membuat atau mengembangkan produk baru;
Terdapat data historis yang tepat, namun terdapat faktor-faktor tertentu yang membuat
peramalan menjadi kurang sesuai. Misalnya: data yang berhubungan dengan kondisi ekon
omi dan politik.

Qualitative Method
Metode Peramalan Kualitatif
Beberapa metode peramalan kualitatif antara lain:
1. Pendapat para tenaga penjual (sales force);
Metode ini menekankan pertimbangan dan keahlian dari para tenaga penjual sehingga
partisipasi tingkat tinggi dari bawah ke atas sangat dibutuhkan. Metode ini sering digunaka
n
oleh perusahaan kecil dan perusahaan yang hasil produknya berjumlah sedikit.
Kelebihan:
. Ramalan dibuat oleh individu yang dekat dengan konsumen;
. Menanamkan tanggung jawab dan rasa memiliki perusahaan kepada tenaga penjual;
. Rencana awalnya disetujui oleh orang yang bertanggung jawab untuk tercapainya tujuan
perusahaan.
Kekurangan:
. Tenaga penjual mungkin terlalu optimis (hasil ramalan terlampau tinggi) atau terlalu pesi
mis (hasil ramalan terlampau rendah);
. Tenaga penjual mungkin tidak memberikan perhatian yang cukup akan variabel yang
mempengaruhi penjualan;
. Metode ini terbatas pada ramalan taktis jangka pendek.
6

Qualitative Method
Metode Peramalan Kualitatif
Beberapa metode peramalan kualitatif antara lain:
2. Pendapat para manajer divisi penjualan;
Metode ini menekankan pertanggungjawaban dari manajer penjualan (sales) daerah atau
produk. Variasi dari pendekatan ini berdasarkan pada survei informal dari pelanggan utam
a
perusahaan.
Kelebihan:
. Dapat digunakan secara luas oleh perusahaan dari semua ukuran;
. Berguna dalam situasi jumlah pelanggan terbatas.
Kekurangan:
. Metode ini terbatas pada ramalan taktis jangka pendek.

Qualitative Method
Metode Peramalan Kualitatif
Beberapa metode peramalan kualitatif antara lain:
3. Pendapat para ahli;
Metode ini bertumpu pada pendapat orang yang dianggap ahli dan berpengalaman dalam
bidang penjualan.
Kelebihan:
. Sederhana dan mudah dilakukan.
Kekurangan:
. Lebih mengandalkan kemampuan individu daripada data yang mendukung pendapat
individu tersebut.

Qualitative Method
Metode Peramalan Kualitatif
Beberapa metode peramalan kualitatif antara lain:
4. Pendapat para eksekutif;
Dalam metode ini peramalan dilakukan oleh eksekutif/manajer tingkat atas, karena pihakpihak tersebut dirasa sudah cukup mempunyai pengalaman dan kemampuan yang memad
ai.
Kelebihan:
. Sederhana, mudah, dan ekonomis.
Kekurangan:
. Memerlukan individu dengan pengalaman khusus dan pengetahuan yang luas tentang
ramalan dan penjualan;
. Ramalan kurang ilmiah.

Qualitative Method
Metode Peramalan Kualitatif
Beberapa metode peramalan kualitatif antara lain:
5. Pendapat dari survei konsumen;
Metode ini mengandung arti sebelum dilakukan peramalan, diadakan survei ke lapangan
untuk mengetahui berapa permintaan pasar yang ada.
Kelebihan:
. Bersifat lebih objektif karena memperhatikan pendapat konsumen.
Kekurangan:
. Ramalan menjadi bias apabila sampel yang diteliti tidak representatif.

10

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Metode peramalan kuantitatif digunakan bila tersedia data/informasi yang memadai.
Peramalan kuantitatif mengikuti aturanaturan matematika dan statistika dalam menunjukka
n
hubungan antara permintaan dengan satu atau lebih variabel yang mempengaruhinya.
Metode kuantitatif paling sesuai bila diterapkan dalam kondisi sebagai berikut:
Tersedianya informasi yang cukup tentang masa lalu;
Informasi tersebut bersifat kuantitatif atau kualitatif (bila menggunakan data kualitatif, ma
ka
data tersebut harus bisa dikuantitatifkan);
Diasumsikan bahwa pola masa lalu akan berkelanjutan pada pola masa datang.

11

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
1. Metode distribusi probabilitas;
Metode ini meramalkan jualan dengan cara memakai variasi produk yang akan dijual dan
membuat probabilitas masing-masing taksiran dari variasi produk tersebut.
Kelebihan:
. Mudah dikerjakan.
Kekurangan:
. Bergantung pada manajemen dalam penentuan besarnya nilai probabilitas (bobot).

12

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
1. Metode distribusi probabilitas;
Dari data historis, diketahui kalau jualan berkisar antara 0 20.000 unit. Manajer penjuala
n
memilih lima angka tertentu dari rentang 0 20.000 dan menetapkan probabilitas dari ma
sing-masing angka.
1.000 = 10%; 5.000 = 20%; 9.000 = 35%; 13.000 = 30%; 17.000 = 5%.
*Probabilitas/bobot merupakan subjektivitas dari manajer penjualan.

13

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
2. Metode analisis trend;
Metode ini meramalkan jualan dengan cara menganalisis pola dari data historis.
Data historis dapat mempunyai pola sebagai berikut:
. Konstan
Musiman (siklis)
Time Series Plot of Demand

Time Series Plot of Demand

8,50

5
Demand

Demand

8,25

8,00

7,75

7,50

2
1

8
9
Period

10

11

12

13

14

15

10
Period

12

14

16

18

Acak (random)

. Linear (upward /downward trend)


Time Series Plot of Demand

Time Series Plot of Demand


10

12

9
8
7

Demand

Demand

10

6
5
4

3
2

1
1

6
Period

10

10
Period

12

14

16

14

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
2. Metode analisis trend;
Kelebihan:
. Bersifat ilmiah dan lebih objektif.
Kekurangan:
. Pola masa lalu diasumsikan berulang pada masa yang akan datang;
. Hanya melihat pola data masa lalu, tidak mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi ramalan jualan, atau faktor-faktor yang mempengaruhi ramalan jualan
diasumsikan konstan.

15

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
2. Metode analisis trend;
. Pola data konstan.

Y
n

16

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
2. Metode analisis trend;
. Pola data linear.

Y a bX

XY X Y
n X X

Y b X
n

17

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
2. Metode analisis trend;
. Pola data kuadratis (musiman).

Y a bX cX 2

18

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
2. Metode analisis trend;
. Pola data eksponensial (1)

Y a bX

19

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
2. Metode analisis trend;
. Pola data eksponensial (2).

Y k ab X

20

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
3. Metode analisis regresi;
Metode ini meramalkan jualan dengan cara menganalisis faktor-faktor yang mempengaru
hinya
Jualan disebut variabel dependen (terikat) sedangkan faktor yang mempengaruhi disebut
variabel independen (bebas). Apabila terdapat satu variabel independen disebut regresi
sederhana, dan bila lebih dari satu variabel dependen disebut regresi berganda.
Kelebihan:
. Bersifat ilmiah dan lebih objektif;
. Mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi jualan.
Kekurangan:
. Terdapat banyak asumsi untuk mengaplikasikan metode ini, di antaranya: normalitas
residual, bebas heteroskesdastisitas, bebas multikolinearitas (untuk regresi berganda), ds
b.

21

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
3. Metode analisis regresi;
. Regresi Sederhana (diasumsikan semua asumsi klasik telah terpenuhi).

Y a bX

XY X Y
n X X

Y b X
n

Persamaan garis regresi: Y = 102 + 10X

22

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
3. Metode analisis regresi;
. Koefisien Determinasi.
Menggambarkan seberapa besar variabilitas dari variabel dependen (Y) yang dapat dijel
as-kan oleh variabel independen (X).
2

Y b XY nY
Y nY
2

R2 sebesar 0.97087 atau 97.087%. Hal ini


mengandung arti bahwa 97.087% dari vari
abilitas Jualan Susu (Y) dijelaskan oleh Jualan
Biskuit Susu (X), dan sisanya dijelaskan oleh
faktor lainnya yang tidak dimasukkan dalam
membangun model regresi.

23

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
3. Metode analisis regresi;
. Koefisien Korelasi.
Menggambarkan hubungan linier antara dua buah variabel. Dalam korelasi, dua buah
variabel mempunyai derajat yang sama. Atau dengan kata lain, koefisien korelasi antara
X dan Y sama dengan koefisien korelasi antara Y dan X.
Koefisien korelasi bernilai positif berarti hubungan antara dua buah variabel tersebut ad
alah linier. Apabila nilai X bertambah, maka nilai Y juga bertambah. Sedangkan bila bern
ilai
negatif, berarti kebalikannya, apabila nilai X bertambah, maka nilai Y berkurang.
Koefisien Korelasi
Tafsiran
r R2
(r)
2
< 0.20

Sangat
lemah,
diabaikan

0.20 0.40

Lemah

0.40 0.70

Cukup

0.70 0.90

Kuat

0.90 1.00

Sangat kuat

dapat

Y b XY nY
Y nY
2

24

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
3. Metode analisis regresi;
. Koefisien Korelasi.
Pengujian hipotesis koefisien korelasi.
H0: = 0 [tidak ada korelasi antara dua buah variabel]
H1: = 0 [terdapat korelasi antara dua buah variabel] -> uji dua arah
> 0 [terdapat korelasi positif antara dua buah variabel] -> uji satu arah
< 0 [terdapat korelasi negatif antara dua buah variabel] -> uji satu arah
Statistika uji:
t

r n2
1 r2

Keputusan:
Uji satu arah: < 0 -> Tolak H0 bila t hitung < -t tabel dengan derajat kebebasan n 2
> 0 -> Tolak H0 bila t hitung > t tabel dengan derajat kebebasan n 2
Uji dua arah: = 0 -> Tolak H0 bila t hitung < -t tabel dan t hitung > t tabel
dengan derajat kebebasan n 2
25

Quantitative Method
Metode Peramalan Kuantitatif
Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain:
3. Metode analisis regresi;
. Regresi Berganda (diasumsikan semua asumsi klasik telah terpenuhi).

Y a0 a1 X 1 a2 X 2 ... an X n

Untuk regresi berganda dengan dua variabel independen:

Y a0 a1 X 1 a2 X 2
Y a n a X a X
YX a X a X a X X
YX a X a X X a X
0

2
1

2
2
2

Persamaan garis regresi: Y = 104.57896 + 9.94737X1 0.52632X2

26

Forecasting Error
Peramalan dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti sudah dijelaskan sebelumnya.
Metode dengan kesalahan peramalan (forecasting error) terkecil dapat dianggap lebih sesuai
dalam menggambarkan perilaku dari data, sehingga hasil ramalannya dianggap lebih mende
kati kenyataan.
Dalam menghitung kesalahan peramalan dapat digunakan rumus sebagai berikut:

SKP

X Y

n2

Membandingkan metode peramalan dengan analisis trend: pola data linier dengan kuadratis.
Linier:
Kuadratis:

Terlihat kalau hasil ramalan dengan metode analisis trend: pola data kuadratis lebih baik
daripada pola data linier. Maka, manajer penjualan sebaiknya menggunakan hasil ramalan
dengan pola data kuadratis.

27

Sales Budget
Anggaran jualan adalah rencana tertulis yang dinyatakan dalam angka dari produk yang akan
dijual perusahaan pada periode tertentu.
Anggaran jualan merupakan dasar penyusunan anggaran lainnya dan umumnya disusun terl
ebih dahulu sebelum menyusun anggaran lainnya.
Kegunaan anggaran jualan:
1. Sebagai dasar penyusunan anggaran yang lain;
2. Sebagai ujung tombak dalam mencapai tujuan perusahaan, yakni memperoleh laba.
Jualan terdiri atas jualan kotor dan jualan bersih.
Jualan bersih diperoleh dari jualan kotor dikurangi potongan jualan dan retur jualan.
Potongan jualan adalah potongan harga jual yang diberikan penjual kepada pembeli misalny
a
karena membeli dalam jumlah besar (rabat), atau membayar lebih awal (dalam sistem kredit).
Retur jualan adala dikembalikannya barang yang dijual oleh pembeli kepada penjual karena ti
dak sesuai dengan pesanan, misalnya ada cacat, tidak sesuai ukuran, dsb.

28

Sales Budget
Faktor yang mempengaruhi anggaran jualan:
1. Faktor Pemasaran;
Faktor pemasaran yang perlu dipertimbangkan antara lain:
a. Luas pasar, apakah bersifat lokal, regional, atau nasional;
b. Keadaan persaingan, apakah bersifat monopoli, oligopoli, atau bebas;
c. Keadaan konsumen, bagaimana selera konsumen, tingkat daya beli konsumen, apakah
konsumen akhir atau konsumen industri.
2. Faktor Keuangan;
Apakah modal kerja perusahaan mampu mendukung pencapaian target jualan yang diang
gar-kan, seperti untuk membeli bahan baku, membayar upah, biaya promosi, dll.
3. Faktor Ekonomi;
Apakah dengan meningkatnya jualan akan meningkatkan laba atau sebaliknya.
4
Faktor Teknis;
Apakah kapasitas terpasang, seperti mesin dan alat mampu memenuhi target jualan yang
dianggarkan. Apakah bahan baku dan tenaga kerja mudah dan murah.

29

Sales Budget
Faktor yang mempengaruhi anggaran jualan:
5. Faktor Kebijakan Perusahaan;
Kebijakan perusahaan dapat membatasi ruang gerak untuk menyusun anggaran. Misalnya
kebijakan untuk tidak memperluas pabrik, walaupun dari segi manajemen menguntungka
n,
tetapi modal tidak ada, sehingga pabrik tidak dapat diperluas.
6. Faktor Penduduk;
Perkembangan penduduk dapat mempengaruhi anggaran jualan, misalnya peningkatan
kelahiran dapat meningkatkan konsumsi susu, pakaian bayi, dll.
7. Faktor Kondisi (politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan);
Misalnya dalam keadaan perang (tidak aman) akan menghambat barang yang dijual karen
a
harus melalui pemeriksaan yang ketat, bahkan ada kekhawatiran barang akan dirampas.
Contoh yang lain apakah barang yang dijual bertentangan dengan kondisi sosial dan buda
ya
masyarakat, lingkungan sekitar, dll.
8. Faktor lainnya.
Contohnya apakah pada musim tertentu anggaran jualan ditambah, sampai berapa lama
anggaran yang disusun masih dapat dipergunakan.
30

Sales Budget
Menyusun Anggaran Jualan
Diasumsikan metode peramalan yang digunakan adalah metode analisis trend pola data linie
r.
Dengan metode tersebut, pada tahun depan, diperkirakan jualan sebanyak 182 produk.
Perusahaan mempunyai dua buah daerah pemasaran, yakni: Banjarmasin dan Martapura.
Permintaan dari Banjarmasin diasumsikan dua kali lipat dari permintaan dari Martapura (2:1).

Perusahaan mempunyai tiga macam produk: kecap sedang, kecap manis, dan kecap asin.
Permintaan dari ketiga macam produk tersebut berbanding 5:3:2.

31

Sales Budget
Menyusun Anggaran Jualan
Pada Triwulan I dianggarkan hanya sebanyak 23.68%, Triwulan II sebanyak 24.34%,
Triwulan III sebanyak 25.66% dan Triwulan IV sebanyak 26.32%.

32

Sales Budget
Menyusun Anggaran Jualan

33

TERIMA KASIH
EKMA4570
Penganggaran
Program Studi
Manajemen
Oleh: M. Mujiya Ulkhaq

Hutan Hujan Tropis, Kalimantan