Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH BAHASA INDONESIA

“METODE PENAMBANGAN “

MAKALAH BAHASA INDONESIA “METODE PENAMBANGAN “ Disusun Oleh : Nama : Dian Nur Ikhsan NIM :

Disusun Oleh :

Nama

: Dian Nur Ikhsan

NIM

: 15137034

Jurusan

: Teknik Pertambangan

Fakultas : Teknik

MATA KULIAH UMUM UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2015

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia ini dengan baik. Kami juga sangat berterima kasih kepada Ibu Yulianty Rasyid, S.Pd yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini.

Adapun tujuan kami menulis makalah ini, yaitu agar serta penggunaannya baik di dalam proses pembelajaran maupun di dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada manusia yang sempurna. Kami menyadari masih terdapat banyak kesalahan yang tanpa sengaja dibuat, baik kata maupun tata bahasa di dalam makalah ini. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah kami. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Padang,

Desember 2015

Penulis

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................

i

 

DAFTAR ISI

....................................................................................................

ii

BAB

I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

....................................................................................

1

B.

Rumusan Masalah

...............................................................................

2

C.

Tujuan

.................................................................................................

3

D.

Manfaat

...............................................................................................

3

BAB

II PEMBAHASAN

A.

Pengertian Pertambangan

...................................................................

4

B.

Metode Penambangan

.........................................................................

6

C.

Keuntungan dan Kerugian Metode Penambangan

..............................

12

D.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Penambangan

......................................................................................

15

E.

Penambangan di Indonesia

..................................................................

17

BAB III PENUTUP

A.

Kesempulan

..........................................................................................

19

B.

Saran

.....................................................................................................

20

DAFTAR PUSTAKA

......................................................................................

21

2

BAB I

PENDAHULUAN

  • A. LATAR BELAKANG

Pertambangan

pada awalnya merupakan kegiatan dasar

yang dilakukan oleh manusia disamping pertanian. Pertambangan sangat erat kaitannya dengan peradaban manusia karena sebagian besar kebutuhan anusia berasal dari bahan tambang, dari bahan bangunan dan infrastruktur sampai ke bahan konsumsi. Kegiatan pertambangan dikenal sejak zaman batu (sebelum 400 SM), zaman peranggu (400 SM sampai 1500 SM), zaman besi (1500 SM sampai 1780) dan zaman baja hingga seterusnya. Pada zaman dimana pertabangan dikenal hingga sekarang pemanfaatan bahan tambang ada yang bersifat langsung (zaman batu) dan ada juga yang merujuk ke proses pengolahan terlebih dahulu (zaman perenggu dan zaman seterusnya). Pertambangan adalah rangkaiaan kegiatan dalam rangka upaya pencarian, pengembangan (pengendalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas). Ilmu Pertambanganmerupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang meliputi pekerjaan pencarian, penyelidikan, study kelayakan, persiapan penambangan, penambangan, pengolahan dan penjualan mineral-mineral atau batuan yang memiliki arti ekonomis (berharga). Pertambangan bisa juga diartikan sebagai kegiatan, teknologi dan bisnis yang berkaitan dengan industri pertambangan mulai dari prospeksi, eksplorasi, evaluasi, penambangan, pengolahan, pemurnian, pengangkutan sampai pemasaran. Teknik pertambangan adalah suatu disiplin ilmu keteknikan/ rekayasa yang mempelajari tentang bahan galian/sumberdaya mineral, minyak, gas bumi, dan batubara mulai dari penyelidikan umum (propeksi), eksplorasi, penambangan (eksploitasi), pengolahan, pemurnian, pengangkutan, sampai ke

1

pemasaran sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kerekayasaan dalam Teknik Pertambangan mencakup perancangan, eksplorasi (menemukan dan menganalisis kelayakan tambang), metode eksploitasi, Teknik Pertambangan (menentukan teknik penggalian, perencanaan dan pengontrolannya) dan pengolahan bahan tambang yang berwawasan lingkungan. Dalam Teknik Pertambangan, pendidikan ditekankan pada kemampuan analisis maupun praktis (terapan) untuk tujuan penelitian maupun aplikasi praktis. Ahli pertambangan adalah orang atau personal yang didik untuk mengeksplorasi tambang, membuat data tambang, dengan mengeksplorasi dan membuat manajemen pertambangan serta mempelajari pertambangan secara propesional dari kegiatan, teknologi dan bisnis yang berkaitan dengan industri pertambangan mulai dari prospeksi, eksplorasi, evaluasi, penambangan, pengolahan, pemurnian, pengangkutan sampai pemasaran. Tambang adalah tempat, lokasi atau berlangsungnya penggalian dipermukaan bumi untuk mengekstraksi mineral. Dalam proses pengambilannya hasil bumi baik itu mineral maupun non mineral serta batubara yang ditambang oleh perusahaan tertentu menggunakan tiga metode secara umum, yaitu : (1) Tambang terbuka, (2) Tambang Dalam/Tambang Bawah Tanah, dan (3) Tambang Bawah Air. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan.

  • B. RUMUSAN MASALAH Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

    • 1. Apa pengertian pertambangan ?

    • 2. Apa saja metode dalam penambangan ?

    • 3. Apa keuntungan dan kerugian masing-masing metode dan faktor apa

saja yang mempengaruhi dalam memilih metode penambangan ?

  • 4. Bagaimana metode kegiatan penambangan di Indonesia ?

  • C. TUJUAN

2

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia dan untuk mengetahui tentang jurusan teknik pertambangan, penertian pertambangan, metode-metode dalam pertambangan, keuntungan dan kerugian serta faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memili metode penambangan, serta penambangan di Indonesia.

D. MANFAAT

Manfaat dibuat makalah ini adalah:

  • 1. Mahasiswa dapat mengerti serta megetahui pengertian pertambangan.

  • 2. Mahasiswa dapat mengetahui metode-metode dalam penambangan , keuntungan dan kerugian serta faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam

memilih metode penambangan.

  • 3. Mahasiswa dapat mengetahui metode penambangan yang di pakai di Indonesia.

BAB II

3

PEMBAHASAN

  • A. Pengertian Pertambangan Pertambangan adalah rangkaiaan kegiatan dalam rangka upaya pencarian, pengembangan (pengendalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas). Ilmu Pertambangan merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang meliputi pekerjaan pencarian, penyelidikan, study kelayakan, persiapan penambangan, penambangan, pengolahan dan penjualan mineral-mineral atau batuan yang memiliki arti ekonomis (berharga). Pertambangan bisa juga diartikan sebagai kegiatan, teknologi dan bisnis yang berkaitan dengan industri pertambangan mulai dari prospeksi, eksplorasi, evaluasi, penambangan, pengolahan, pemurnian, pengangkutan sampai pemasaran. Tambang adalah tempat, lokasi atau berlangsungnya penggalian dipermukaan bumi untuk mengekstraksi mineral. Menurut UU No. 11 tahun 1967 bahan tambang tergolong menjadi 3 jenis, yakni Golongan A (yang disebut sebagai bahan strategis), Golongan B (bahan vital), dan Golongan C (bahan tidak strategis dan tidak vital). Bahan Golongan A merupakan barang yang penting bagi pertahanan, keamanan dan strategis untuk menjamin perekonomian negara dan sebagian besar hanya diizinkan untuk dimiliki oleh pihak pemerintah, contohnya minyak, uranium dan plutonium. Sementara, Bahan Golongan B dapat menjamin hayat hidup orang banyak, contohnya emas, perak, besi dan tembaga. Bahan Golongan C adalah bahan yang tidak dianggap langsung mempengaruhi hayat hidup orang banyak, contohnya garam, pasir, marmer, batu kapur dan asbes. a. Pertambangan Rakyat yaitu usaha pertambangan bahan galian yang dilakukan oleh rakyat setempat secara kecil-kecilan atau

4

gotong royong dengan peralatan sederhana untuk mata pencaharian sendiri.

  • b. Pertambangan skala kecil yaitu kegiatan usaha pertambangan yang dikelola oleh masyarakat setempat maupun koperasi unit desa(KUD).

  • c. Pertambangan tanpa izin (PETI) yaitu pertambangan yang diusahakan tanpa dilindungi izin yang syah seperti pertambangan liar.

Pekerjaan utama seorang ahli tambang adalah membebaskan dan mengambil mineral-mineral serta batuan yang mempunyai arti ekonomis dari batuan induknya kemudian membawanya kepermukaan bumi untuk dimanfaatkan. Adapun kegiatan-kegiatan dasar penambangan sendiri terdiri dari pembongkaran, pemuatan dan pengangkutan. Untuk melaksanakan tugas utama tersebut dengan sempurna ternyata harus pula melakukan pekerjaan-pekerjaan tambahan atau pendukung antara lain jalan, disposal, stockpile, drainase, jenjang, reklamasi, keselamatan dan kesehatan kerja begitu juga dengan pemeliharaan.

Maksud dan tujuan industri pertambangan adalah untuk memanfaatkan sumber daya mineral demi kesejahteraan ummat manusia. Indusri pertambangan di suatu daerah akan memberikan dampak positif dan negatif. Berikut dampak positif dan dampak negatif industri pertambangan. Dampak positif industri pertambangan adalah :

  • 1. Menambah pendapatan Negara.

  • 2. Ikut meningkatkan perkembangan sosial, ekonomi dan budaya daerah setempat.

  • 3. Memberikan kesempatan kerja (lapangan pekerjaan baru).

  • 4. Memberikan kesempatan alih teknologi dan informasi.

  • 5. Memantapkan keamanan lingkungan. Sedangkan dampak negatif industri pertambangan adalah :

    • 1. Merubah morfologi dan fisiologi tanah (tata guna tanah).

5

2. Merusak lingkungan, karena tanah yang subur hilang, vegetasi dibabat sehingga daerah menjadi gundul dan mudah tererosi serta longsor, flora dan fauna rusak sehingga ekologi rusak, plousi sungai, udara dan suara. 3. Menimbulkan kesenjangan sosial, ekonomi dan budaya. Dalam mengusahakan industri pertambangan selalu berhadapan dengan dengan sesuatu yang serba terbatas baik lokasi, jenis, jumlah maupun mutu materialnya. Keterbatasan ini ditambah lagi dengan usaha meningkatkan keselamatan kerja serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. Jadi didalam mengelola sumber daya mineral diperlukan tahapan usaha pertambangan dan penerapan metoda penambangan yang sesuai dan tepat, baik ditinjau dari segi ekonomis maupun teknis, agar perolehannya dapat optimal.

  • B. Metode Penambangan

Dalam proses pengambilannya hasil bumi baik itu

mineral maupun non mineral serta batubara yang ditambang oleh perusahaan tertentu menggunakan tiga metode secara umum, yaitu : (1) Tambang terbuka, (2) Tambang Dalam/Tambang Bawah Tanah, dan (3) Tambang Bawah Air. Berikut adalah penjelasanya:

  • 1. Tambang Terbuka Tambang terbuka adalah metoda penambangan yang segala sesuatunya dilakukan di atas permukaan bumi/berhubungan dengan udara luar. Dalam penambangan mineral atau endapan bijih dengan metode tambang terbuka ada empat cara, yaitu :

    • a. Open Pit Penambangan dengan cara open pit adalah penambangan terbuka yang dilakukan untuk menggali endapan-endapan bijih metal seperti endapan bijih nikel, endapan bijih besi, endapan bijih tembaga, dan sebagainya. Penambangan dengan cara open pit biasanya dilakukan untuk endapan bijih atau mineral yang terdapat pada daerah datar atau

6

daerah lembah. Tanah akan digali ke bagian bawah sehingga akan membentuk cekungan atau pit. Cara pengangkutan pada open pit tergantung dari kedalaman endapan dan topografinya. Pada dasarnya cara pengangkutannya

ada 2 (dua) macam, yaitu :

Cara konvensional atau cara langsung, yaitu hasil galian atau

peledakan diangkut oleh truck / belt conveyor / mine car / skip dump type rail cars, dan sebagainya, langsung dari tempat penggalian ke tempat dumping dengan menelusuri tebing- tebing sepanjang bukit. Cara inkonvensional atau cara tak langsung adalah cara pengangkutan hasil galian / peledakan ke tempat dumping dengan menggunakan cara kombinasi alat-alat angkut. Misalnya dari permuka/medan kerja (front) ke tempat crusher digunakan truk, dan selanjutnya melalui ore pass ke loading point; dari sini diangkut ke ore bin dengan memakai belt conveyor, dan akhirnya diangkut ke luar tambang dengan cage.

  • b. Open Cast/ Open Mine/ Open Cut Penambangan dengan cara ini hampir sama dengan cara penambangan open pit. Namun, teknik penambangan ini dilakukan untk daerah lereng bukit. Medan kerja yang digali dari arah bawah ke atas atau sebaliknya (side hill type). Bentuk tambang dapat pula melingkari bukit atau undakan, hal tersebut tergantung dari letak endapan penambangan yang diinginkan. Cara pengangkutan endapan bijih atau mineral pada metode ini sama dengan pengangkutan yang dilakukan pada metode open pit.

  • c. Quarry

7

Metode penambangan dengan cara Quarry adalah penambangan terbuka yang dilakukan untuk menggali endapan- endapan bahan galian industri atau mineral industri, seperti batu marmer, batu granit, batu andesit, batu gamping, dll.

Bentuk tambang berdasarkan letak endapan bahan galian industri itu senderi ada 2 (dua) macam, yaitu :

Side Hill Type

Side hill type merupakan bentuk penambangan untuk batuan atau bahan galian indutri yang terletak dilereng-lereng bukit. Medan kerja dibuat mengikuti arah lereng-lereng bukit itu dengan 2 (dua) kemungkinan, yaitu :

  • - Bila seluruh lereng bukit itu akan digali dari atas ke bawah, maka medan kerja dapat dibuat melingkar bukit dengan jalan masuk (access road) berbentuk spiral.

  • - Bila hanya sebagian lereng bukit saja yang akan di tambang atau bentuk bukit itu memanjang, maka medan kerja dibuat memanjang pula dengan jalan masuk dari salah satu sisisnya atau dari depan yang disebut straight ramp.

Pit Type/ Subsurface Type

Merupakan bentuk penambangan untuk batuan atau bahan galian industri yang terletak pada suatu daerah yang mendatar. Dengan demikian medan kerja harus digali ke arah bawah sehingga akan membentuk kerja atau cekungan (pit). Bentuk medan kerja atau cekungan tersebut ada 2 (dua) kemungkinan, yaitu :

  • - Kalau bentuk endapan kurang lebih bulat atau lonjong (oval), maka medan kerja dan jalan masuk dibuat berbentuk spiral.

8

- Bila bentuk endapan kurang lebih empat persegi panjang atau bujur sangkar, maka medan kerjapun di buat seperti bentuk- bentuk tersebut di atas dengan jalan masuk dari sisi yang disebut straight ramp atau berbentuk switch back.

Bentuk-bentuk kuari (quarry) yang diuraikan diatas adalah bentuk-bentuk dasar dari kuari yang tentu saja masih banyak lagi variasi-variasinya yang pada umumnya diusahakan agar menyesuaikan bentuk-bentuk dasar tersebut dengan keadaan dan bentuk endapan serta topografi daerahnya.

d. Strip Mine

Penambangan dengan sistem Strip Mine merupakan penambangan terbuka yang dialakukan untuk endapan-endapan yang letaknya mendatar atau sedikit miring. Dalam metode ini yang harus diperhitungkan adalah cara nisbah penguapan (stripping ratio) dari endapan yang akan ditambang, yaitu perbandingan banyaknya volume tanah penutup (m3 atau BCM) yang harus dikupas untuk mendapatkan 1 ton endapan. Cara ini sering diterapkan pada penambangan batubara, atau endapan garam-garam.

  • e. Alluvial Mine

Tambang aluvial adalah tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan alluvial, misalnya tambang bijih timah, pasir besi, emas dll.

  • 2. Tambang Dalam/Tambang Bawah Tanah Tambang bawah tanah adalah metode pengambilan bahan mineral yang dilakukan dengan membuat terowongan menuju lokasi mineral tersebut. Berbagai macam logam bisa diambil melalui metode ini seperti emas, tembaga, seng, nikel, dan timbal. Karena letak cadangan yang umumnya berada jauh dibawah tanah, jalan masuk perlu

9

dibuat untuk mencapai lokasi cadangan. Jalan masuk dapat dibedakan

menjadi

beberapa:

• Ramp

Ramp adalah

jalan masuk ini berbentuk spiral atau melingkar mulai

dari permukaan tanah menuju kedalaman yang dimaksud. Ramp biasanya digunakan untuk jalan kendaraan atau alat-alat berat menuju dan dari bawah tanah. • Shaft Shaft adalah berupa lubang tegak (vertikal) yang digali dari permukaan menuju cadangan mineral. Shaft ini kemudian dipasangi semacam lift yang dapat difungsikan mengangkut orang, alat, atau bijih. • Adit Adit yaitu terowongan mendatar (horisontal) yang umumnya dibuat disisi bukit atau pegunungan menuju ke lokasi bijih.

Metode tambang bawah tanah terbagi mejadi:

  • 1. Metode Open Stope Open Stope Methodes adalah sistem tambang bawah tanah dengan ciri-ciri :

    • - Sedikit memakai penyangga, atau hampir tidak tidak ada.

    • - Umumnya merupakan cara penambangan sederhana, atau tradisional.

    • - Bisa menggunakan buruh-buruh yang tidak terlatih.

Metode Open Stope dibedakan menjadi :

  • a. Gophering Coyoting

  • b. Glory Hole Methode

  • c. Shrinkage Stoping

  • d. Sublevel Stoping

  • 2. Metode Supported Stope Supported Stope Methode adalah metode penambangan bawah tanah yang menggunakan penyangga dalam proses penambangannya. Supported Stope Methodes terbagi atas :

    • a. Shrink and Fill Stoping.

    • b. Cut and Fill Stoping.

    • c. Square Set Stoping.

10

d.

Stull Stoping.

e.

Longwall mining.

f.

Undercut and fill.

g.

Top slicing.

  • 3. Metode Caving

Metode Caving terbagi atas :

a.

Sublevel caving.

b.

Block caving.

  • 4. Coal Mining Methodes

Ada dua tahap utama dalam metode tambang bawah tanah:

  • 1. development (pengembangan) Pada tahap development, semua yang digali adalah batuan tak berharga. Tahap development termasuk pembuatan jalan masuk dan penggalian fasilitas-fasilitas bawah tanah lain.

  • 2. Production (produksi) Tahap production adalah pekerjaan menggali sumber bijih itu sendiri. Tempat bijih digali disebut stope (lombong). Disini uang mulai

bisa

dihasilkan.

  • 3. Tambang Bawah Air Tambang bawah air adalah aktifitas penambangan di lakukan pada lingkungan air (sungai,danau,pantai,dan laut dalam). Metode tambang untuk air dangkal terbagi atas :

    • a. Bucket dredging

    • b. Suction dreging

    • c. Grab dreging

    • d. Mobile platform

Metode tambang laut dalam terbagi atas :

  • a. System hydraulic

  • b. System CLB (continous line bucket)

  • c. System modular/ shuttle mining

Tambang Bawah Laut Penambangan bawah laut adalah proses pengambilan mineral yang relatif baru yang dilakukan di lantai samudra. Situs penambangan samudra biasanya berada di sekitar kawasan nodul polimetalik atau celah hidrotermal aktif dan punah pada kedalaman 1.400 - 3.700 meter di bawah permukaan laut. Celah tersebut menciptakan deposit sulfida, yang berisikan logam mulia seperti perak, emas, tembaga, mangan, kobalt, dan seng. Deposit tersebut ditambang menggunakan pompa

11

hidraulik atau sistem ember yang mengangkut bijih ke permukaan untuk diproses. Mengenai operasi penambangan, penambangan bawah laut memunculkan pertanyaan mengenai kerusakan lingkungan terhadap daerah sekitar.

  • C. Keuntungan dan Kerugian Metode Penambangan

    • 1. Tambang Terbuka Keuntungan dari tambang terbuka antara lain :

      • a. Ongkos penambangan per ton atau per bcm endapan mineral/bijh lebih murah karena tidak perlu adanya penyanggaan, ventilasi dan penerangan.

      • b. Kondisi kerjanya baik, karena berhubungan langsung dengan udara luar dan sinar matahari.

      • c. Penggunaan alat-alat mekanis dengan ukuran besar dapat lebih leluasa, sehingga produksi bisa lebih besar.

      • d. Pemakaian bahan peledak bisa lebih efisien, leluasa dan hasilnya lebih baik, karena : - Adanya bidang besar (free face) yang lebih banyak - Gas-gas beracun yang ditimbulkan oleh peledakan dapat

e.

dihembuskan angin dengan cepat

Perolehan

tambang

(mining

recovery)

lebih

besar, karena batas

endapan dapat dilihat dengan jelas.

  • f. Relatif lebih aman, karena adanya yang mungkin timbul terutama akibat kelongsoran.

  • g. Pengawasan dan pengamatan mutu bijih (grade control) lebih mudah.

Kerugian dari tambang terbuka antara lain :

  • a. Para pekerja langsung dipengaruhi oleh keadaan cuaca, dimana hujan yang lebat atau suhu yang tinggi mengakibatkan efisiensi kerja menurun, sehingga hasil kerja juga menurun.

  • b. Kedalaman penggalian terbatas, karena semakin dalam penggalian akan semakin banyak tanah penutup (overburden) yang harus digali.

  • c. Timbul masalah dalam mencari tempat pembuangan tanah yang

jumlahnya cukup banyak.

  • d. Alat-alat mekanis letaknya menyebar.

  • e. Pencemaran lingkungan hidup relatif lebih besar.

  • 2. Tambang Dalam/Tambang Bawah Tanah Keuntungan dari tambang dalam/tambang bawah tanah sebagai berikut :

12

  • a. Alat-alat mekanis letaknya disatu tempat jadi lebih mudah menggontrolnya.

  • b. Pencemaran lingkungan relatif lebih kecil.

  • c. Kedalaman penggalian tergantung sumber yang ditambang karena langsung kesumber tambang dibagian dalam.

  • d. Para pekerja tidak terpengaruh cuaca.

  • e. Perusakan lingkungan relatif lebih kecil karena pengambilan hanya membuat terowongan bukan mengupas tanah secara keseluruhan.

Kerugian dari tambang dalam/tambang bawah tanah sebagai berikut :

  • a. Menggunakan alat yang lebih canggih dan ukurannya lebih kecil agas bisa masuk ke terowongan bawah tanah.

  • b. Relatif lebih berbahaya karena jika batuan penyangga tidak kuat maka

akan ambruk atau longsor, terdapat gas beracun di pertambangan bawah tanah bayu bara.

  • c. Membutuhkan biaya lebih untuk penerangan, pembuatan penyangga, ventilasi udara.

  • d. Hasil produksi lebih sedikit dibanding tambang terbuka karena alat

yang digunakan juga lebih kecil.

  • e. membutuhkan eaktu lama untuk memulai produksi.

  • 3. Tambang Bawah Air Keuntungan dari tambang bawah air sebagai berikut :

    • a. Ongkos penambangan per ton atau per BCM bijih lebih murah, karena tidak memerlukan penyanggaan, ventilasi dan penerangan.

    • b. Kondisi kerja lebih baik, karena berhubungan langsung dengan udara luar dan sinar matahari.

    • c. Penggunaan alat-alat mekanis dengan ukuran besar dapat lebih leluasa, sehingga produksi lebih besar.

    • d. Pemakaian bahan peledak bisa lebih effisien dan leluasa, karena adanya bidang bebas (free face) yang lebih banyak dan gas-gas beracun yang ditimbulkan oleh peledakan cepat dihembus angin.

    • e. Mining recovery lebih besar, karena batas endapan dapat dilihat dengan jelas.

    • f. Relatif lebih aman, karena bahaya yang mungkin timbul terutama akibat longsoran, sedangkan pada tambag bawah tanah selain kelonsoran juga disebabkan gas-gas beracun, kebaran dan lain-lain.

    • g. Pengawasan dan pengamatan mutu bijih lebih mudah.

Kerugian dari tambang bawah air sebagai berikut :

13

  • a. Para pekerja langsung dipengaruhi oleh keadaan cuaca, dimana hujan yang lebat atau suhu yang tinggi mengakibatkan kinerja menurun, sehingga produksi menurun.

  • b. Kedalaman penggalian terbatas, karena semakin dalam penggalian akan semakin banyak menggali tanah penutup.

  • c. Timbul masalah tempat pembuangan tanah penutup yang jumlahnya cukup banyak.

  • d. Alat-alat mekanis tersebar letaknya.

  • e. Pencemaran lingkungan hidup relatif lebih besar.

  • D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Penambangan Memilih metode penambangan sangat perlu dilakukan sebelum melakukan penambangn selain harus memperhatikan keuntungan dan kerugian dari metode-metode dalam penambangan. Kita juga harus tahu mengenai faktor-faktor apa saja selain keuntungan dan kerugian dari setiap metode tersebut. Morrison dan Russel (Boshkov dan Wright, 1973 ) menyatkan bahwa aturan utama dari eksploitasi tambang adalah memilih suatu metoda penambangan yang paling sesuai dengan karakteristik unik (alam, geologi, lingkungan dan sebagainya) dari endapan mineral yang ditambang di dalam batas keamanan, teknologi dan ekonomi, untuk mencapai ongkos yang rendah dan keuntungan yang maksimum.

    • 1. Karakteristik spasial dari endapan

    • 2. Ukuran (dimensi : tinggi atau tebal khusus)

    • 3. Bentuk (tabular, lentikular, massif, irregular)

    • 4. Attitude (inklinasi dan dip)

    • 5. Kedalaman (niiai : rata-rata dan ekstrim, nisbah pengupasan)

    • 6. Kondisi geologi dan hidrogeologi

    • 7. Mineralogi dan petrologi (sulfida vs oksida)

    • 8. Komposisi kimia (utama, mineral by product)

    • 9. Struktur endapan (lipatan, patahan, diskontinu, intrusi)

      • 10. Bidang lemah (kekar, retakan, belahan dalam mineral, rekahan dalam batubara)

      • 11. Keseragaman, alterasi, erosi

      • 12. Air tanah dan hidrologi

      • 13. Sifat-sifat geoteknik (mekanika tanah dan mekanika batuan) untuk bijih

dan batuan sekelilingnya

  • 14. Sifat elastik (kekuatan, modulus elastik, koefisien Poisson, dan lain-lain)

  • 15. Perilaku elastik atau visko elastik (flow, creep)

  • 16. Keadaan tegangan (tegangan awal, induksi)

  • 17. Konsolidasi, kompaksi dan kompeten

14

18.

Sifat-sifat fisik yang lain (bobot isi, voids, porositas, permeabilitas, lengas bawaan, lengas bebas)

  • 19. Konsiderasi ekonomi

Faktor-faktor ini akan mempengaruhi hasil, investasi, aliran kas, masa pengembalian dan keuntungan

  • 1. Cadangan (tonase dan kadar)

  • 2. Produksi

  • 3. Umur tambang

  • 4. Produktivitas

  • 5. Perbandingan ongkos penambangan untuk metode penambangan yang cocok

  • 6. Faktor teknologi

  • 7. Perolehan tambang

  • 8. Dilusi (jumlah waste yang dihasilkan dengan bijih)

  • 9. Ke-fleksibilitas-an metode dengan perubahan kondisi

    • 10. Selektifitas metode untuk bijih dan waste

    • 11. Konsentrasi atau dispersi pekerjaan

    • 12. Modal, pekerja dan intensitas mekanisasi

    • 13. Faktor lingkungan

    • 14. Kontrol bawah tanah

    • 15. Penurunan permukaan tanah

16.

Kontrol

atmosfir

kelembaban)

(ventilasi,

kontrol

kualitas, kontrol panas dan

  • 17. Kekuatan kerja (pelatihan, recruitment, kesehatan dan keselamatan,

kehidupan, kondisi permukiman)

E. Penambangan di Indonesia

Pertumbuhan pertambangan di Indonesia beberapa dekade terakhir berkembang sangat pesat. Terutama di bidang sumber daya alam batubara.

Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor batubara terbesar di dunia. Penambangan bahan galian baik itu mineral, non-mineral dan

batubara di Indonesia memiliki banyak metode penambangannya. Berikut beberapa perusahaan-perusahaan di Indonesia dan metode penambangannya.

NAMA PERUSAHAAN

PT Bukit Asam PT Semen Padang PT Freeport Indonesia (Batubara)

METODE PENAMBANGAN

open pit (tambang terbuka) open pit (tambang terbuka) open pit (tambang terbuka) dan

tambang dalam tambang terbuka tambang terbuka

PT Freeport Indonesia (Emas)

PT ANTAM

(Nikel)

PT ANTAM (Emas)

conventional cut and fill stoping

15

PT ANTAM (Batubara) PT Kaltim Prima Coal

PT Firman Ketaun PT Bumi Resources Tbk PT Bangun Nusantara Jaya Makmur PT BHP Biliton Indonesia PT Bahari Cakrawala Sebuku PT Adaro PT Antang Gunung Maratus

tambang terbuka

tambang terbuka tambang terbuka tambang terbuka tambang terbuka tambang terbuka tambang terbuka tambang terbuka dan tambang dalam tambang terbuka

PT Bukit Sunur tambang terbuka

PT Astaka Dodol

tambang

terbuka

PT Injatama

tambang terbuka

Dari daftar diatas terlihat bahwa perususahaan-perusahan

serta pengelolah tambang banyak yang menggunakan berbagai metode dalam pengambilan sumber mineral, non-mineral dan batubara.

Perusahaan

pertambangan

di

Indonesia

rata-rata

menggunakan metode tambang terbuka karena secara teknik dan

ekonomi tambang terbuka cukup menjanjikan.

16

A. Kesimpulan

BAB III

PENUTUP

Pertambangan adalah rangkaiaan kegiatan dalam rangka upaya pencarian, pengembangan (pengendalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas

bumi, migas). Menurut UU No. 11 tahun 1967 bahan tambang tergolong

menjadi 3 jenis, yakni :

  • 1. Golongan A (yang disebut sebagai bahan strategis)

  • 2. Golongan B (bahan vital)

  • 3. Golongan C (bahan tidak strategis dan tidak vital). Pada pembagian secara umum terdapat 3 metode dalam

pertambangan, Adapun metode tersebut adalah sebagai berikut :

  • 4. Tambang Terbuka Metode dalam tambang terbuka terbagi atas :

    • a. Open Pit

    • b. Open Cast/ Open Mine/ Open Cut

    • c. Quarry

    • d. Strip Mine

    • e. Alluvial Mine

  • 5. Tambang dalam/Tambang Bawah Tanah

  • Metode tambang untuk air dangkal terbagi atas :

    • a. Bucket dredging

    • b. Suction dreging

    • c. Grab dreging

    • d. Mobile platform

    Metode tambang laut dalam terbagi atas :

    • a. System hydraulic

    • b. System CLB (continous line bucket)

    • c. System modular/ shuttle mining

    • 6. Tambang Bawah Air Metode tambang untuk air dangkal terbagi atas :

    17

    • a. Bucket dredging

    • b. Suction dreging

    • c. Grab dreging

    • d. Mobile platform

    Metode tambang laut dalam terbagi atas :

    • a. System hydraulic

    • b. System CLB (continous line bucket)

    • c. System modular/ shuttle mining

    Perusahaan

    pertambangan

    di

    Indonesia

    rata-rata

    menggunakan metode tambang terbuka karena secara teknik dan

    ekonomi tambang terbuka cukup menjanjikan.

    B. Saran

    Sebelum melakukan kegiatan penambangan disuatu daerah yang sudah prospek sebaiknya kita menentukan dulu metode apa yang akan kita gunakan dalam penambangan tersebut dan bagaimana keuntungan serta kerugian dari masing-masing metode tersebut baik itu dari segi teknis maupun dari segi keuangan agar kida dapat melakukan keuntungan yang cukup besar.

    DAFTAR PUSTAKA

    Ahnert, A, & Borowski, C. 2000. Enviromental risk assessment of antropognic activity in the deep sea. (Online), (http://wikipedia.com/tambang-bawah- laut/) diakses 4 desember 2015

    18

    Hartman, Howart. L. 1987. Introductory Mining Engineering. The University of Alabana: Alabana.

    Metode Tambang Terbuka dan Tambang Dalam

    dan-tambang-dalam.html) diakses 10 Desember 2015.

    Pengenalan Tambang Terbuka (http://dynosidiq.blogspot.co.id/p/tembang- terbuka.html) diakses 4 Desember 2015

    Yulhendra, Dedi. 2014. Pengentar Teknologi Mineral. FT UNP.

    19