Anda di halaman 1dari 5

TERM of REFERENCE

SEMINAR SEHARI
MANAGEMEN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
PENGURUS KAHMI KOTA KUPANG

A. PENDAHULUAN
Salah satu aspek Pemerintah Daerah yang harus diatur secara hati-hati adalah
Pengelolaan Keuangan Daerah dan Anggaran Daerah. Anggaran Daerah
memainkan peranan yang sangat penting dalam mendukung siklus perencanaan
strategik daerah. Anggaran Daerah akan menghasilkan ukuran-ukuran kinerja
untuk mengetahui how do we know if we are on the right track ? . Dengan
demikian, anggaran daerah desain teknis atau cetak biru (blue print)
pelaksanaan strategi untuk mencapai visi daerah dengan cara-cara yang benar.
Karenanya, bila kualitas anggaran daerah rendah maka kualitas pelaksanaan
fungsi-fungsi pemerintah daerah cenderung lemah. Bila hal ini terjadi maka visi
dan misi yang akan datang akan sulit dicapai.
Anggaran Daerah sebagai rencana kerja Pemerintah Daerah dalam bentuk uang
(rupiah) dalam suatu periode tertentu (satu tahun) selama ini memang belum
mampu memainkan peranannya secara optimal. Hal ini disebabkan karena
selama ini anggaran daerah lebih merupakan instrumen pembinaan bagi
pemerintah dibawahnya, yang cenderung lebih didasarkan atas law and orders
pemerintah diatasnya. Di era reformasi dewasa ini memang telah terlihat
adanya perubahan mendasar peran dan fungsi anggaran daerah.
Sejak pemberlakuan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999, sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 dan Undang-Undang
Nomor 25 tahun 1999 yang juga diubah dengan Undang-Undang Nomor 33 tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Daerah, anggaran daerah diharapkan mampu memainkan
perannya sebagai instrumen kebijakan dan instrumen manajemen bagi
Pemerintah Daerah.
Pengembangan kapabilitas diartikan sebagai upaya untuk memperbaiki
kemampuan Pemerintah Daerah menjalankan fungsi dan perannya secara
efesien, sedangkan peningkatan efektivitas diartikan sebagai upaya untuk
menyelaraskan kapabilitasnya dengan tuntutan dan kebutuhan publik (Word
Bank dalam Mardiasmo 2002). Anggaran daerah dalam hal ini harus mampu
secara optimal difungsikan sebagai alat untuk menentukan besarnya
pendapatan dan pengeluaran, otoritas pengeluaran dimasa-masa yang akan
datang, sumber pembangunan, ukuran-ukuran standar untuk evaluasi kinerja,
alat untuk memotivasi para pegawai dan alat koordinasi bagi semua aktivitas
dari berbagai unit kerja (Jones dan Pendlebury, dalam Mardiasmo 2002).

Dengan perubahan ini diharapkan penentuan strategi, prioritas serta kebijakan


alokasi anggaran akan lebih berorientasi pada tuntutan dan kebutuhan publik
karena mekanisme perencanaan pembangunan dan juga perencanaan anggaran
daerah merupakan proses yang mengakar (bottom-up planning). Dengan sistem
ini diharapkan berbagai jenis barang dan jasa publik yang disediakan
Pemerintah Daerah sejalan dengan preferensi dan prioritas di daerah yang
bersangkutan.
Sebagai instrumen pengelolaan, anggaran daerah diharapkan akan semakin
mampu menampung aspirasi perencanaan dari bawah yang mampu
mengakomodir berbagai aspirasi dan inisiatif masyarakat.
Partisipasi masyarakat dalam proses siklus anggaran akan sangat menentukan
keberhasilan Pemerintah Daerah dalam mendukung peran anggaran daerah
sebagai instrumen pengelolaan ataupun manajemen ini.
Keterlibatan masyarakat dalam seluruh siklus anggaran diharapkan akan
mampu mengatasi berbagai permasalahan anggaran seperti kebocoran dan
pemborosan atau penyimpangan pengalokasian anggaran yang cenderung lebih
berorientasi pada kepentingan birokrasi dan bukan kepentingan masyarakat
B. NAMA DAN TEMA KAGIATAN
Nama kegiatan ini adalah : Seminar Sehari Managemen Pengelolaan
Keuangan Daerah : Membangun Budaya Pengelolaan Keuangan Daerah yang
Akuntable, Efektif dan Efisien
C. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Hari Sabtu 06 Februari 2016 di Hotel
Swiss Berlin Christal Kupang.
D. TUJUAN DAN TARGET
a. Tujuan
1. Menciptakan budaya birokrasi yang bersih dan akuntable..
2. Membangun konsep pengelolaankeuangan yang efektif dan efisien.
b. Target
1. Memberikan pemahaman kepada para pengelola keuangan daerah
tentang tata kelola keuangan daerah.
2. Memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang mekanisme
pemanfaatan keuangan daerah.
E. PELAKSANA KEGIATAN DAN PESERTA
a. PelaksanaKegiatan
Pelaksana kegiatan ini adalah Pengurus KAHMI Kota Kupang melalui
Panitia Pelaksana kegiatan
b. PesertaKegiatan
Adapun peserta kegiatan ini meliputi :

1. Para Bupati dan Walikota sedaratan Timor


2. Pimpinan Ormas dan OKP
3. Pimpinan Instansi Pemerintahan terkait
4. Tokoh tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat
Yang keseluruhannya berjumlah 100 (seratus) orang peserta
F. PENGISI MATERI
1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI
2. Ketua DPRD NTT
3. Kepala Bank NTT
4. Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT
G. ANGGARAN YANG DI BUTUHKAN
Adapun anggaran yang dibutuhkan dalam kegiatan ini berjumlah Rp.
48.000.000,- (Empat puluh delapan juta rupiah) dengan rincian sebagai
mana ter lampir.
H. PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat dengan harapan agar dapat menjadi bahan
pertimbangan bagi semua pihak yang ingin memberikan dukungan moril
maupun materil guna menunjang terlaksananya kegiatan ini.
Kupang, 19 Januari 2016
PANITIA PELAKSANA

Ketua,

Sekretaris,

SYAWALUDIN YASIN

ARIF ROCHMAN

Mengetahui,
Ketua Umum

(..)

RENCANA ANGGARAN BELANJA


KEGIATAN SEMINAR SEHARI
MANAGEMEN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

KAHMI KOTA KUPANG - TAHUN 2016


No
1

URAIAN

VOLUME

HRG SAT.
(RP)

JUMLAH
(RP)

Pembuatan laporan dan dokumentasi

pk
1 t
pk
1 t

Spanduk

2 bh

200,000

400,000

Cetak sertifikat

125 bh

5,600

700,000

Honorarium panitia

13 ok
pk
1 t

500,000

6,500,000

500,000

500,000

ATK dan penggandaan makalah

Biaya media cetak (1 pkt)

950,000

950,000

200,000

200,000

Sewa aula kegiatan

1 hr

2,000,000

2,000,000

Honor narasumber

3 org

750,000

2,250,000

1 org
120 org

500,000
500,000
150,0
00 18,000,000

100 org

100,000

Honor moderator
11 Biaya konsumsi peserta, panitia dan
narasumber
12 Transportasi peserta
TOTAL DANA YANG DIBUTUHKAN

10,000,000
48,000,000

PANITIA PELAKSANA SEMINAR SEHARI


MANAGEMEN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
KAHMI KOTA KUPANG TAHUN 2016
1.

Penanggung

: Pengurus KAHMI Kota Kupang

2.

PanitianPelaksana

: Syawaludin Yasin

3.

(Ketua)

Arif Rachman

(Sekretaris)

Inang Abdullah

(Bendahara)

Seksi-seksi
a. Kesekretariatan

b. Usaha Dana

: Abdullah Apa

(Koordinator)

(Anggota)

(Anggota)

: Bambang Juwamang

(Koordinator)
(Anggota)

c. HumasdanPublikasi

: Ardi Sulistio Ahmadi


Zunaidin Harun

d. Konsumsi

: Siti Hadijah Tawil


Lukman Abubekar

(Anggota)
(Koordinator)
(Anggota)
(Koordinator)
(Anggota)